Home Video

Video

Wahabi Sering Salahvideo

Gus Baha : Wahabi Sering Salah dalam Memahami Makna Al-Qur’an

Gus Baha : Wahabi Sering Salah dalam Memahami Makna Al-QUr'an Memasuki hari lahir ke-93 NU tahun 2019 ini saya senang bukan kepalang. Sajian pengajian online...
Kalam Ulama : Islam Nusantara menurut Ustadz Abdus Shomadvideo

Islam Nusantara menurut Ustadz Abdus Shomad – Video 60 Menit

Kalam Ulama : Islam Nusantara menurut Ustadz Abdus Shomad Rosululloh SAW bersabda yang artinya: “Barangsiapa yang menunjukkan suatu kebaikan maka ia akan mendapatkan pahala yang...
[Video 60D] Habib Jindan Bin Novel Tentang Kemuliaan Habib Munzirvideo

Kemuliaan Habib Munzir menurut Habib Jindan Bin Novel – Video 60 Detik

Kalam Ulama -  Habib Jindan Bin Novel Tentang Kemuliaan Habib Munzir Rosululloh SAW bersabda yang artinya: “Barangsiapa yang menunjukkan suatu kebaikan maka ia akan mendapatkan...
Kalam Ulama - Gus Baha : Cara Mandi Besar dan Memandikan Mayit (27 Januari 2018) - Memasuki hari lahir ke-93 NU tahun 2019 ini saya senang bukan kepalang. Sajian pengajian online dari para kiai pesantren semakin banyak dan bervariasi. Ada yang serius seperti Gus Ulil Abshar Abdalla yang mengampu Ihya Ulumuddin, ada yang penuh cerita seperti Gus Muwafiq, dan ada bintang baru yang langsung merebut perhatian publik, Gus Baha. Bagi santri yang suka keluyuran, tentu senang dengan kajian Gus Baha soal pentingnya keluyuran. Ia mengutip ayat-ayat Alquran yang menjelaskan tentang pentingnya perjalanan, sambil mencontohkan pengalaman Muhammad saat berusia 9 atau 12 tahun dibawa bepergian oleh pamannya Abu Thalib. Dalam perjalanan itulah Muhammad bersua pendeta Bakhira yang menunjukkan tanda-tanda kenabiannya. Akibat dari perjalanan inilah berita telah munculnya Nabi terakhir tersebar luas. Menurut Gus Baha, oleh karena itu keluyuran sangat penting agar menambah wawasan dan pengalaman, jangan berdiam diri saja sambil berharap tiba-tiba bisa jadi wali. Beruntung saya mengerti bahasa Jawa, jadi dengan mudah dapat mencerna petikan-petikan kajian Gus Baha yang disajikan antara lain oleh admin Santri Gayeng. Pilihan judul dari setiap bahasan cukup menarik dan lucu. Misalnya: Dasar orang saleh amatiran; Kalau salat itu jangan kelamaan, bisa merusak Islam; Tidak dimintai pertimbangan, kok ikut campur urusan Allah?; Imam Syafi’i pernah pro-miskin, sampai akhirnya trauma kemiskinan; Runtuhlah teori Wahabi soal bid’ah …, dan lain-lain. Gus Baha’ atau KH. Baha’uddin Nursalim adalah alumni pesantren Al-Anwar, Sarang, Rembang. Seorang santri kesayangan Hadratus Syaikh Maimoen Zubair. Tak kurang dari mufassir sekalibar Prof. Quraish Syihab, memuji kecerdasan Gus Baha. Menurut ayahanda Najwa Shihab itu, Gus Baha adalah sosok langka karena menguasai tafsir sekaligus fikih. Selesai mengahafal Alquran beserta qiroahnya kepada ayahanda Kiai Nursalim di Kragan, Rembang, Baha kemudian melanjutkan pengajiannya di pesantren Mbah Moen. Di bawah asuhan Mbah Moen, Gus Baha menghafal berbagai kitab klasik, mulai dari Fathul Mu’in (fiqih), Shahih Muslim lengkap beserta matan dan sanadnya (hadis), dan kitab-kitab lain. Sudah barang tentu kitab tata bahasa Arab seperti Imrithi dan Alfiyah, tandas dihafalnya. Sekalipun hanya mengaji di pesantren asuhan ayahnya dan Mbah Moen, kepakaran Gus Baha mulai meramaikan jagat intelektual Islam Indonesia. Ia masuk dalam jajaran Dewan Tafsir Nasional, Ketua Tim Lajnah Mushaf UII, Penasehat BAZNAS, dan lain-lain. Konon, ia pernah ditawari untuk menerima gelar doktor honoris causa dari UII, tapi ia menolaknya. Gus Baha adalah produk pesantren Indonesia, dengan kealiman yang pilih tanding. Penampilannya yang sederhana, justru menunjukkan kepercayaan dirinya yang kuat. Tak ad serban yang menjuntai ataupun jubah. Bahkan, cara memakai pecinya yang agak semerawut, seperti santri yang sedang leyeh-leyeh di serambi asrama. Kemewahannya adalah saat mengutip beragam riferensi kitab-kitab klasik. Bahasanya yang sederhana dan lugas, mudah dicerna oleh pendengar dan pemirsa. Dengan jernih ia membongkar trik-trik ulama Wahabi dalam mendiskreditkan ulama-ulama Sunny dengan logika yang menjebak, misalnya soal bid’ah yang membandingkan antara Imam Syafi’i dengan Nabi Muhammad. “Mau ikut Nabi atau Imam Syafi’i?” Begitulah pertanyaan diajukan sehingga orang yang awam akan mudah terkecoh. Padahal persoalan yang disajikan tidak sesederhana itu. Menurutnya, banyak hal yang tidak diamalkan dan diajarkan langsung oleh Nabi, tetapi dilakukan oleh para sahabat, dan Nabi Muhammad membenarkan amaliah mereka itu. Dengan demikian, soal bidah ini tidak sederhana sehingga Imam Syafi’i kemudian membaginya dalam dua kategori: yang baik dan yang buruk. Gus Baha juga membahas soal tuduhan kafir kepada warga Nahdliyin yang tahlilan. Ia menunjukkan kesesatan berpikir dalam tuduhan yang ngawur ini. “Orang yang 80 tahun kafir, lalu mengucap ‘laa ilaaha illallah’ makai ia menjadi mukmin. Lah kita yang selalu membaca ‘la ilaaha illallah’ dalam tahlilan, kok dicap kafir? Ini mazhab yang aneh!” ujarnya lugas. Yang menyenangkan, kedalaman ilmunya itu dibarengi dengan sikap tawaduknya yang dalam. Sekalipun ia bisa menguliti kesalahan pendapat yang menyerang NU, tak pernah ia menyerang seseorang atau menyinggung pribadi seseorang di majlis pengajiannya. Menyaksikan pengajian daring Gus Baha mengingatkan saya pada dokumen majalah Al-Mawaidz yang diterbitkan oleh NU Tasikmalaya di awal tahun 1930-an. Dalam propaganda NU waktu itu, selalu dijelaskan, mengapa organisasi ini dinamakan nahdlatul ulama, bukan nahdlatul muslimin, karena yang bangkit adalah para ulama atau elitnya. Tak heran jika saat itu menjadi anggota NU tidak sembarangan, ada serangkaian test dan kewajiban membayar iuran bulanan. Ringkasnya, NU memang organisasinya orang alim, sesuai namanya. Dan pesantren sebagai fondasi NU, terus menghasilkan ulama yang akan menjadi pengelolanya. Gus Baha adalah bukti bahwa pesantren-pesantren NU terus produktif menghasilkan ulama. Kajiannya yang bernas, menambah rasa optimisme bahwa NU akan terus berkembang dan memandu Islam di Nusantara dan dunia. Pesantren NU tak akan pernah kekurangan orang alim. Tugas para aktivis media di lingkungan NU adalah bagaimana memberi panggung kepada para ulama ini. Agar umat Islam tidak terus menerus terkecoh oleh ulama karbitan yang “serba bisa” menjawab seluruh masalah keagamaan jamaahnya. Walhasil, sependek amatan saya ikut “mengaji” daring bersama Gus Baha, dapatlah disimpulkan, santri NU, apalagi pengurus NU, kalau berhadapan dengan Wahabi atau HTI yang menganggu, jangan sampai kalah debat. Kalau kalah, solusinya hanya satu: ngaji lagi. Wallahu a’lam. Sumber : alif.id Penulis : Iip D Yahyavideo

Gus Baha : Cara Mandi Besar dan Memandikan Mayit (27 Januari 2018)

Kalam Ulama - Gus Baha : Cara Mandi Besar dan Memandikan Mayit (27 Januari 2018) - Memasuki hari lahir ke-93 NU tahun 2019 ini saya...
Hukum Thawafnya Perempuan Haidlvideo

Hukum Thawafnya Perempuan Haidl : Kajian Gus Baha Nashoihul Ibad

Kalam Ulama - Gus Baha' : Hukum Thawafnya Perempuan Haidl - Memasuki hari lahir ke-93 NU tahun 2019 ini saya senang bukan kepalang. Sajian...
Teks dan Terjemah Sholawat Badar Gubahan KH. M. Ali Manshur Shiddiq صَلَاةُ اللَّهْ سَـلَامُ اللَّهْ * عَـلَى طَــهَ رَسُـوْلِ اللَّهْ صَلَاةُ اللَّهْ سَـلَامُ اللَّهْ * عَلَى يَـس حَبِـيْبِ اللَّهْ Semoga Sholawat (rahmat ta’dzhim) dan salam (kesejahteraan) Alloh dilimpahkan kepada Thoha (Nabi Muhammad), seorang utusan Alloh. Sholawat dan salam Alloh semoga dilimpahkan-Nya kepada Yasin (Nabi Muhammad), kekasih Alloh. تَـوَسَّلْنَـا بِـبِسْمِ اللَّهْ * وَ بِالْـهَادِي رَسُـوْلِ اللَّهْ وَ كُـلِّ مُـجَـاهِـدِ اللَّهْ * بِـاَهْــلِ الْـبَــدْرِ يَـا اَللَّهْ Kami bertawassul (berperantaraan) dengan Bismillah, dengan al-Hadi (Nabi Muhammad, pembawa hidayah), utusan Alloh, dan dengan perantaraan semua pejuang fisabilillah, terutama dengan (perantaraan) Ahli badar, Ya Alloh. إِلَــهِـيْ سَـلِّـمِ الْاُمَّــةْ * مِنَ الْلآفَـاتِ وَ النِّـقْـمَةْ وَ مِـنْ هَـمٍّ وَ مِـنْ غُـمَّةْ * بِـاَهْــلِ الْـبَــدْرِ يَـا اَللَّهْ Ya Tuhanku! Selamatkan umat Islam dari bala’ bencana, malapetaka, serta kesusahan dan kegelisahan. Berkat Ahli Badar, Ya Alloh! إِلَـهِـيْ نَـجِّـنَا وَاكْـشِفْ * جَـمِـيْعَ أَذِيَّـةٍ وَ اصْرِفْ مَكَائِـدَ الْـعَدَا وَ الْـطُـفْ * بِـاَهْــلِ الْـبَــدْرِ يَـا اَللَّهْ Ya Tuhanku! Selamatkan kami. Hilangkan semua yang menyakitkan kami. Gagalkan tipudaya (rekayasa jahat) musuh. Dan bersikap lemah lembutlah kepada kami. Berkat (perantaraan) Ahli Badar, Ya Alloh! إِلَـهِيْ نَفِّسِ الْكُرَبَـا * مِنَ الْعَاصِيْنَ وَ الْعَـطْـبَا وَ كُـلَّ بَـلِــيَّـةٍ وَ وَبَــا * بِـاَهْــلِ الْـبَــدْرِ يَـا اَللَّهْ Ya Tuhanku! Lenyapkan berbagai kesusuhan, bala'-bencana dan berbagai penyakit menular, akibat dari perbuatan para ahli maksiat dan pengrusak. Berkat Ahli Badar, Ya Alloh! فَكَـمْ مِنْ رَحْـمَةٍ حَصَلَتْ * وَكَـمْ مِـنْ ذِلَّـةٍ فَصَلَتْ وَ كَـمْ مِـنْ نِـعْمَةٍ وَصَلَتْ * بِـاَهْــلِ الْـبَــدْرِ يَـا اَللَّهْ Banyak sudah rahmat yang berhasil kita raih. Tidak terhitung kerendahan yang tersingkir. Dan tidak sedikit kenikmatan yang kita terima. Berkat Ahli Badar, Ya Alloh! وَكَـمْ أَغْـنَـيْتَ ذَا الْعُمْرِ * وَ كَمْ أَوْلَيْتَ ذَا الْفَـقْـرِ وَكَـمْ عَافَـيْتَ ذَا الْـوِزْرِ * بِـاَهْــلِ الْـبَــدْرِ يَـا اَللَّهْ Banyak sudah Engkau membuat kaya orang-orang. Tidak terhitung jumlahnya Engkau curahkan (kenikmatan) kepada orang yang membutuhkan. Dan tidak sedikit Engkau berikan ampunan kepada orang-orang yang berdosa. Berkat Ahli Badar, Ya Alloh! لَـقَدْ ضَاقَتْ عَلَى الْقَلْبِ * جَـمِيْعَ الْأَرْضِ مَعْ رَحْبِ فَانْـجُ مِـنَ الْبَلَا الصَّعْبِ * بِـاَهْــلِ الْـبَــدْرِ يَـا اَللَّهْ Sungguh, seluruh dataran bumi yang terbentang luas ini benar-benar terasa sempit oleh hati (yang sedang susah). Karenanya, selamatkan kami dari bala’ bencana yang menyulitkan ini. Berkat Ahli Badar, Ya Alloh! أَتَـيْنَـا طَالِبَ الـرِّفْـقِ * وَ جُـلَّ الْـخَـيْرِ وَ السَّعْدِ فَوَسِّعْ مِنْـحَةَ الْأَيْدِي * بِـاَهْــلِ الْـبَــدْرِ يَـا اَللَّهْ Kami datang seraya memohon kasih sayang, kebajikan dan kebahagiaan hidup. Karena itu, bentangkan uluran anugerah-Mu kepada kami. Berkat Ahli Badar, Ya Alloh! فَلَا تَـرْدُدْ مَع الْخَـيْـبَـةْ * بَلِ اجْعَلْنَـا عَلَى الطَّيْبَةْ أَيَا ذَا الْعِـزِّ وَ الْـهَـيْـبَةْ * بِـاَهْـلِ الْبَـــدْرِ يَـا اَللَّهْ Jangan Engkau tolak (permohonan kami), sehingga mengalami kerugian. Sebaliknya, jadikan kami selalu diatas kebaikan. Wahai Tuhan Pemilik kemuliaan dan kewibawaan. Berkat Ahli Badar, Ya Alloh! وَ إِنْ تَـرْدُدْ فَـمَـنْ نَـأْتـِي * بِنَـيْـلِ جَـمِيْـعِ حَاجَاتِي أَيَـا جَـالِـي الْـمُـلِـمَّـاتِ * بِـاَهْـلِ الْبَـــدْرِ يَـا اَللَّهْ Jika Engkau tolak (permohonan kami), lantas kepada siapa kami akan datang mengadu untuk tercapainya seluruh hajat kami? Wahai Tuhan Yang meringankan penderitaan. Berkat Ahli Badar, Ya Alloh! إِلَـهِي اغْفِـرْ وَأَ كْـرِمْنَـا * بِنَـيْـلِ مَـطَالِـبٍ مِـنَّـا وَ دَفْـــعِ مَــسَـاءَةٍ عَــنَّـا * بِـاَهْـلِ الْبَـــدْرِ يَـا اَللَّهْ Ya Tuhanku! Ampuni dan muliakan kami dengan memperoleh apa saja yang kami mohon, dan dengan tercegahnya kejahatan musuh dari kami. Berkat Ahli Badar, Ya Alloh! إِلَـهِي أَنْــتَ ذُوْ لُـطْـــفٍ * وَ ذُوْ فَضْلٍ وَ ذُوْ عَطْفٍ وَ كَـمْ مِـنْ كُـرْبَـةٍ تَـنْـفِي * بِـاَهْــلِ الْـبَــدْرِ يَـا اَللَّهْ Ya Tuhanku! Engkau Pemilik kelemah-lembutan, Pemilik anugerah dan kasih sayang. Sudah berapa banyak kegelisahan yang Engkau lenyapkan. Berkat Ahli Badar, Ya Alloh! وَ صَلِّ عَلَى النَّبِي الْـبِـرِّ * بِلَا عَــدٍّ وَ لَا حَــصْرِ وَ آلِ سَـــادَةِ غُــــــرِّ * بِـاَهْـلِ الْـبَـدْرِ يَـا اَللَّهْ Limpahkan sholawat (rahmat ta'dzhim) kepada Seorang Nabi yang baik hati, tanpa terhingga dan tanpa hitungan. Limpahkan juga sholawat tersebut kepada keluarga beliau, para sayyid yang mulia. Berkat Ahli Badar, Ya Alloh! صَلِّ وَ سَلِّمْ لِلنَّبِي خَيْرِ الْبَشَرِ * وَ الْآلِ وَ الْبَدْرِ قِنـَا مِنْ كُلِّ شَرِّ أَللَّهُـمَّ لَا تُؤَاخِذْنَا بِالْجَرِيْرَة * وَ أَصْلِحْ لَنَا الْعَلَانِيَة وَ السَّرِيْرَة Limpahkan sholawat dan salam kepada Nabi Muhammad, sebaik-baik manusia, beserta keluarga dan Ahli Badar. Lindungi kami dari semua kejahatan. Ya Alloh! Jangan Engkau siksa kami akibat keburukan amal perbuatan kami. (Akan tetapi) perbaguslah perilaku lahir dan batin kami. [VIRAL] Sholawat Badar Asli Indonesia Menggema Di Luar Negeri (Teks dan Terjemahnya)

Teks Sholawat Badar & Terjemahnya

Teks dan Terjemah Sholawat Badar Gubahan KH. M. Ali Manshur Shiddiq By : Kalam Ulama صَلَاةُ اللَّهْ سَـلَامُ اللَّهْ * عَـلَى طَــهَ رَسُـوْلِ اللَّهْ صَلَاةُ اللَّهْ سَـلَامُ اللَّهْ...