Home Video

Video

kalamulama.com- Seminar Tafsir Al Qurán Dan Hadits       Memaknai Al-Qur’an dengan menangkap pesan pokoknya adalah hal mudah bahkan banyak sekali, dan tidak terhitung jumlahnya non muslim menjadi muslim karenavideo

Ngaji Gus Baha: Seminar Tafsir dan Hadits di PP Fathul ‘Ulum Kwagean

kalamulama.com- Seminar Tafsir Al Qurán Dan Hadits       Memaknai Al-Qur’an dengan menangkap pesan pokoknya adalah hal mudah bahkan banyak sekali, dan tidak terhitung jumlahnya non...
kalamulama.com- Ngaji Gus Baha: Trik Meminimalkan Konflik Gus Baha dalam suatu ceramahnya mengingatkan agar pertengkaran masalah furuiyyah diantara umat Islam khususnya di Indonesia jangan terus berlarut-larut.video

Ngaji Gus Baha: Trik Meminimalkan Konflik

kalamulama.com- Ngaji Gus Baha: Trik Meminimalkan Konflik Gus Baha dalam suatu ceramahnya mengingatkan agar pertengkaran masalah furuiyyah diantara umat Islam khususnya di Indonesia jangan terus...
video

Lirik Syair Qif Wastami’nii (Berhentilah dan dengarkan aku)

kalamulama.com- Lirik Syair Qif Wastami’nii (Berhentilah dan dengarkan aku)  هذه القصيدة قف واستمعنی Qosidah Qif Wastami’nii (Berhentilah dan dengarkan aku) karya:  Syaikh Abul ‘Al Aljirsyah قف واستمعنی يا...
KALAMULAMA.COM- NGAJI GUS BAHA: KISAH SANTRI NAKAL MENDAPAT ANAK SEORANG SYEKH ALIM. Gus Baha dalam ceramahnya selalu mengisahkan cerita-cerita yang mempunyai nilai hikmah yang sangat luar biasa bagi pendengarnya. Dalam suatu ngajinya, Gus Baha menceritakan kisah seorang santri nakal yang menginginkan seorang putri dari seorang syekh yang alim. Syekh Alim tersebut mempunyai seorang putri yang mempunyai wajah cantik dan menjadi dambaan terutama dikalangan santri. “Saya punya cerita lucu dunia wali. Jadi di dunia wali yang sanad-sanad saya sampai Rasulullah itu, dulu di mekah ada namanya wali dzambil, ya wali rada jadzab. Itu pada periode yang mengarang i'anah, pokoknya periode-periode itu, kira-kira dari saya empat guru. Ada seorang alim alamah populer punya anak cantik. Dulu santri juga nakal, pokoknya kalau ada anaknya orang alim berparas cantik itu jadi dambaan. Karena pikirannya ketika jadi menantu kyai langsung jadi kyai melejit, nasabnya cangkokan kan beres. Daripada membangun nasab sendiri kan repot. Cangkokan, anaknya dipanggil gus dipanggil ning kan damai, daripada berkarir sendiri bergulat kan panjang (perjuangannya)”. Santri nakal tersebut menginginkan bertemu dengan anak syekh alim tersebut. Dia memikirkan cara untuk bisa masuk ke rumah syekh alim tersebut dan bertemu dengan anaknya. Seperti diketahui Tradisi di Mekah dalam bertamu ke rumah orang lain itu tidak semudah di Jawa. Misalnya kalau di Jawa seseorang ingin meminjam palu atau sabit itu tidak susah seperti di Makkah. Pada waktu itu, satu-satunya cara supaya bisa masuk dapur, salah satunya yaitu menjadi tukang air. Akhirnya santri tadi menjadi tukang air. Karena pada waktu itu belum ada PDAM. Akhirnya dia setiap hari mengantarkan air ke rumah Syekh alim tersebut sampai ke kamar mandinya. “Tambah-tambah ya jualan air, tukang air itukan kelasnya ekstrim betul, sampai di antarkan ke dalam kamar mandi. Tempat paling rawan orang buka aurat. Melihat ning saat tidak berjilbab, mungkin juga melihat pas hanya pakai handuk.  Pokoknya santri yang ini nakal. Air yang dijual murah. Syech nya pun senang karena harga airnya murah. Airnya murah, khusus untuk dia, karena jualnya juga hanya ke syech itu saja. Karena tidak ada kepentingan di tempat lain. Kepentingan dia hanya masuk rumah tadi”. Melihat tingkah santri tersebut, Lama kelamaan Syech tersebut paham maksud santri tersebut menjadi tukang air. Akan tetapi, pahamnya Syekh tersebut entah karena sebab seorang wali atau karena tingkah laku dari seorang santri tadi yang tidak beres, dikarenakan santri tersebut hanya menjual air ke rumah syekh alim tersebut. Akhirnya syekh alim tersebut mengetahui motif santri tersebut hanya untuk bisa masuk ke rumahnya dan melihat anaknya. “Lama-lama (santri tadi) ditanya, nak kalau kamu ingin jadi menantu saya itu mudah. Tidak perlu sampai kamu berjualan air.  Wali kan, syechnya wali (sehingga bisa tau)   Caranya gimana mbah? Kamu sholat di masjidil haram 40 hari shof awal, tidak boleh bolong. Pada hari ke 40, laporan ke saya, langsung saya nikahkan. Betulan ini. Oke Sholat mulai hari Ahad ditandai, start shof awal 40 hari tanpa bolong. Itu ya orang mekah. Bisa ditiru ya, jangan sampai bolong. Asik... Sholat pertama ya demi perempuan. Sholat kedua masih demi menjadi menantu kyai, pokoknya ketiga sampai berhari-hari (niat demi perempuan). Hari kesepuluh sudah sadar, sudah mulai menikmati sholat berjamaah”. “Alhasil hari kesepuluh duapuluh mulai membaik. Pas hari keempatpuluh lupa, tetap sholat (berjamaah). Didatangi sama si Syech, digandeng, diajak pulang.  Ayo pulang nak. Lho, mau apa syech?. Ya pulang, kawin, kan ini hari ke empat puluh, jadi waktunya kamu saya akadkan dengan anakku.  Syech menghina saya ya, masak sholat ditukar sama anakmu. Marah dia, dia tersinggung. Jamaah 40 hari itu syech, imbalannya itu bebas dari neraka”.  Alhasil setelah bertemu kyainya tadi, sang santri marah. Anda ngejek orang mbah, sholat kok ditukar sama anaknya, ya gak mau lah. Balasannya sholat 40 hari itu terbebas dari neraka. Jadi ya tidak cukup ditukar anak anda. Lah terus gimana nak. Ya gak jadi. Ngejek orang itu. Setelah pulang, si syech yang gentian memohon. Beneran nak, saya minta, kamu harus mau jadi menantuku. Aku pengen punya menantu yang ikhlas. Sekarang kebalik, Yaudah kalo gitu. Akhirnya Syekh alim tersebut mendapatkan menantu yang ikhlas. Santri tersebut juga tetap mendapat barokahnya ikhlas. Tegas Gus baha. Dari kisah ini Gus Baha mengajarkan kepada para pencintanya, bahwa seseorang dalam beribadah harus berusaha menjalankannya dengan ikhlas. Walaupun dalam melakukan ibadah pada awalnya mengharapkan sesuatu. Akan tetapi apabila ibadah tersebut dilakukan dengan istiqamah lama-lama ibadah yang dilakukan seseorang tersebut bisa ikhlas sendiri. Gus Baha  juga mengisahkan imam ghozali masuk mondok itu pada awalnya hanya berniat untuk mencari makan, bukan untuk mencari ilmu. Karena pada waktu itu Ghozali kecil hidup dalam keadaan miskin, dan yatim. Pada waktu harta bapaknya habis, paman dan teman-teman bapaknya ini memasukkan Ghazali kecil ke sebuah yayasan pendidikan. Karena pada waktu itu, satu-satunya cara supaya mendapatkan makan gratis yaitu dengan masuk yayasan. Akhirnya  beliau dipondokkan dan lama-lama beliau menjadi ikhlas dalam menuntut ilmu. Alhasil, betapa barokahnya ikhlas dan ikhlas itu bisa dilatih. Gus Baha juga mengisahkan Mbah Maksum Lasem, beliau pernah menjadi bahan ejekan di antara kyai. “Ada kyai kan suka baca wirid, tapi saya tidak. Tapi ya ingat Pengeran, tidak baca wirid bukan berarti tidak ingat Pengeran. Gaya sekali kamu Sum. Kalau selesai sholat baca wirid lama. Karena santri kamu banyak kan, kamu malu kan kalo langsung pergi. Itu sesama kyai lho ya ejek-ejekannya. Kalo aku sih terang saja, daripada demi santri ya mending tidak baca wirid, mengingat Pengeran dimanapun. Terus mbah Maksum menjawab. Iya aku pertama baca wirid ya demi santri, santri banyak kok gak baca wirid. Tapi lama-lama ya lupa, kalo sudah lupa ya ikhlas. Masyhur juga ini (cerita) mbah Maksum. Jadi yang penting pertama baca wirid demi santri, masak mengimami santri sebegitu banyak setelah salam kabur. Ya tidambah baca wirid lah. Lama-lama nanti lupa, nah pas lupa itu sudah ikhlas. Ucap mbah Maksum”. Jadi banyak orang mendapat motivasi beribadah pertama itu tidak ikhlas. Akan tetapi, karena  dilatih terus menerus lama-kelamaan akan timbul rasa ikhlas. Seperti halnya santri tadi, dia pertama melakukan sholat berjamah demi perempuan. Lama-lama santri tersebut menikmati shalat berjamaah tersebut bahkan sampai tersinggung ketika akan ditukar dengan perempuan. “Ngejek orang mbah, sholat kok ditukar perempuan”. “Paham ya, jadi pertama berdakwah mungkin melihat, menjadi mubaligh hasilnya banyak, ya boleh. Nanti kalau saatnya ikhlas kan tidak mau. Lama-lama gak laku lagi. Nah itu ikhlas betulan, nanti sudah ikhlas diangkat Pengeran laku lagi. Pas itulah sudah ikhlas. Jadi ikhlas itu ada prosesnya. Kembali ke kisah, kalau di mekah, masuk rumah orang itu harus ijin, nah ijinnya susah, santri tadi berpikir. Kalau bertamu saja kan gak melihat (perempuan). Akhirnya jual air, berhasil dia. Hebat betul bocah tadi ya, jadi jualan air, jamaah 40 hari bebas dari neraka, barokahnya ikhlas dapat anaknya kyai. Hebat betul, tapi yang bisa mengalami itu siapa, gak tau”. Baca Juga Profil Gus Baha : Biografi, Karya dan Kumpulan Pengajian Lengkapvideo

NGAJI GUS BAHA: KISAH SANTRI NAKAL MENDAPAT ANAK SEORANG SYEKH ALIM

KALAMULAMA.COM- NGAJI GUS BAHA: KISAH SANTRI NAKAL MENDAPAT ANAK SEORANG SYEKH ALIM. Gus Baha dalam ceramahnya selalu mengisahkan cerita-cerita yang mempunyai nilai hikmah yang...
kalamulama.com- Ngaji Gus Baha: Nasihat Suami Istri dan Hukum Halal Haram Rokok Gus Baha dalam setiap kajiannya selalu menampilkan kisah-kisah yang menarik dan lucu. Cerita gus Baha kali ini mengisahkan kehidupan suami istri dalam rumah tangga. Diceritakan dalam rumah tangga tersebut sang istri selalu bersikap cerewet kepada suaminya karena kesal uangnya selalu dipakai membeli rokok dibanding untuk membeli keperluan kehidupan sehari-hari. Menurut Gus Baha sikap istri yang demikian tersebut bisa dibenarkan, karena kalau istri tidak cerewet maka keuangan dalam rumah tangga tersebut akan kacau. “Makanya saya minta, anda hubungan suami istri juga gitu, kalau dinasehati perempuan itu jangan terlalu PD kamu yang benar. Kadang cerewatnya dia juga benar. Misal, uang 20 Ribu kok dipakai rokok dan ngopi, bukan untuk beli beras. Itu jika gak ada yang cerewet kan ya kacau, secara ekonomi. Tapi, orang sudah melarat dilarang punya hiburan merokok ngopi, nanti kalau stress juga repot. Jadi ya pokoknya cukup, kalau ada khilaf  seperti itu ya kita (maklumi) Saya sering dapat laporan. “Gus, itu lho kasih tau, uang Cuma 20 ribu bukannya beli beras malah beli rokok”. Kata yang laki-laki jawabnya mudah. “gimana dong gus, saya ini santri, zina gak berani, dangdutan gak berani, hiburan rokok saja anda haramkan, kalau saya stres malah repot”. Ini kan seperti benar seperti salah. Yang perempuan pun saya bilangin, makanya nak, hidup itu yang kramat, jadi gak bergantung laki-laki. Makanyan harta bapakmu dibawa pulang, jadi punya uang. Jangan bergantung laki-laki”. Gus Baha juga menyampaikan ketika seorang istri ‘cerewet’ kepada suaminya, maka seorang suami juga jangan membantah. Terkadang sikap suami memang bisa salah dan perlu dinasehati oleh istrinya. Artinya dalam sebuah rumah tangga, suami dan istri  harus saling menasehati agar tercipta ketenangan. “Yang laki-laki juga saya bilangin, jadi laki-laki itu kalau dinasehati perempuan itu jangan membantah, kamu ini salah kok mbantah. Tidak gus, saya akan siap diam. Syaratnya tetap boleh rokok dan ngopi. Ya alasannya begitu. Orang-orang kaya itu hiburannya banyak, punya toko punya mobil punya apapun. Masak punya hiburan ngopi dan rokok kok gak boleh”. Mengenai masalah hukum rokok, Gus Baha mempunyai ‘pengalaman buruk’ saat ditanya seorang kiai sepuh mengenai masalah hukum rokok. Sang kiai tersebut meminta fatwa hukum rokok kepada Gus Baha. Masyarakat muslim Indonesia walaupun MUI memberikan fatwa terhadap suatu perkara, dalam hal ini MUI memberikan fatwa haram pada hukum rokok. Masyarakat muslim tidak serta merta mengikuti fatwa dari MUI, mereka terkadang lebih patuh terhadap fatwa kiai-kiai disekitarnya. Karena kiai-kiai tersebut lebih faham keadaan masyarakat disekitarnya sehingga kiai-kiai tersebut akan lebih bijak dalam memberikan fatwa kepada masyarakat disekitarnya. Seperti halnya gus Baha dalam memberikan fatwa hukum rokok kepada kiai sepuh tersebut sangat fleksibel sekali. “Saya masih ingat, punya kenangan buruk. MUI berfatwa mengharamkan rokok, masyhur. Saya ditanya Kyai yang sudah sakit sudah sepuh, Gus, saya tanya anda, anda jawab sayapun sami’na wa atho’na. Saya ini Kyai, hiburannya merokok di sudut mushola ketika malam. Punya kelompok merokok di pojok mushola. Kalau sudah habis ya sudah digores-gores di tembok, gak pakai asbak, ya alasannya begitu. Saya ini Kyai gus, pacaran gak pantes, nonton bioskop juga gak pantes. Hiburan saya ya kelompok rokok di pojok mushola. Kalau itu haram juga ya tidak punya hiburan. Masak anda masih mengharamkan. Ini tanya tapi menggiring. Aku pun bilang, ya sudah untuk anda tidak haram”. Tegas Gus Baha. Baca Juga Profil Gus Baha (Biografi, Karya dan Kumpulan Pengajian Lengkap)video

Ngaji Gus Baha: Saat Gus Baha Diminta Fatwa Hukum Rokok Oleh Kiai Sepuh

kalamulama.com- Ngaji Gus Baha: Nasihat Suami Istri dan Hukum Halal Haram Rokok Gus Baha dalam setiap kajiannya selalu menampilkan kisah-kisah yang menarik dan lucu. Cerita...
video

Qoshidah Ya Sayyidi Ya Rosulallah Khudz Biyadii

kalamulama.com- Qoshidah Ya Sayyidi Ya Rosulallah Khudz Biyadii, Syi’ir karya Sultan Abdul Hamid Khan bin Sultan Ahmad Khan يا سيدی يا رسول الله خذ بيدی Yâ...
KalamUlama.com - Habib Ali Al-Jufri akhirnya menanggapi polemik yang menimpa Gus Muwafiq. Hal ini dituturkan saat salah seorang yang hadir menanyakannya pada Habib Ali Al-Jufri dalam pertemuan diskusi terbatas di Otista Jakarta Timur, Sabtu 7 Desember 2019. Berikut jawaban Habib Ali Al-Jufri:video

Habib Ali Al-Jufri: Kalau Sudah Minta Maaf (Gus Muwafiq), Kita Mau Apa Lagi?

KalamUlama.com - Habib Ali Al-Jufri akhirnya menanggapi polemik yang menimpa Gus Muwafiq. Hal ini dituturkan saat salah seorang yang hadir menanyakannya pada Habib Ali...
Jihadvideo

Habib Ali Al Jufri Kepada BANSER NU: “Kalian Sekarang Sedang Jihad Di Jalan Allah”

kalamulama.com - Habib Ali Al Jufri Kepada BANSER NU: "Kalian Sekarang Sedang Jihad Di Jalan Allah". Habib Ali Al-Jufri dalam ceramahnya pada acara Ramah Tamah...
KalamUlama.com - Hari ini saya menyaksikan Akhlak Rasulullah yang diturunkan kepada para pewaris ilmu dan adab, beliaulah Al Habib Ali Zainal Abidin bin Abdurrahman Al Jufri dan KH. Anwar Manshur, Pengasuh Ponpes Lirboyo.video

Akhlak Rasulullah – Momen Menyejukkan Habib Ali Jufri dan KH Anwar Manshur

KalamUlama.com - Hari ini saya menyaksikan Akhlak Rasulullah yang diturunkan kepada para pewaris ilmu dan adab, beliaulah Al Habib Ali Zainal Abidin bin Abdurrahman...
KalamUlama.com - Shalawat Thariqiyyah atau disebut juga Shalawat Thariqah diijazahkan dan diterima dari Dr. KH. Idham Chalid Jakarta. Jam’iyyah Ahlith Thariqah al-Mu’tabarah an-Nahdliyah (JATMAN) mempunyai bacaan shalawat yang khas. Mereka menyebutnya “Shalawat Thariqiyyah”.video

Shalawat Thariqiyyah (Shalawat Thariqah) ~ Arab, Terjemah dan Latin

KalamUlama.com - Shalawat Thariqiyyah atau disebut juga Shalawat Thariqah diijazahkan dan diterima dari Dr. KH. Idham Chalid Jakarta. Jam’iyyah Ahlith Thariqah al-Mu’tabarah an-Nahdliyah (JATMAN)...