Tanya Jawab Islam

Assalamu Alaikum. Mohon penjelasannya terkait batasan aurat perempuan muslimah dengan perempuan nonmuslim, apakah benar seperti batasan aurat kepada laki-laki ? ---------------- Jawaban : Waalaikum salam. Sail/sailah (penanya) yang dirahmati Allah SWT. Sebelum saya menjawab pertanyaan tersebut, saya akan menguraikan sedikit tentang aurat wanita muslimah. Pada prinsipnya, aurat perempuan dapat dikelompokkan menjadi 3 : (1) aurat di hadapan wanita dan mahram, (2) aurat di dalam sholat, (3) aurat di luar sholat. (Baca Juga : Kapan Seorang Musafir Boleh Sholat Jamak dan Qashar? ) Aurat wanita muslimah di hadapan wanita dan mahramnya yaitu bagian tubuh di antara pusar dan lutut. Ini adalah yang waijib. Tetapi adab dalam islam hendaknya tidak menampakkan di depan mahramnya kecuali memakai pakaian yang sempurnaa (jika nampak malu dan pantas baginya). Karena sesungguhnya manusia ketika lemah agamanya (imannya), sedikit muruahnya, dan tidak bisa mengontrol syahwatnya, maka ia tidak memperdulikan kemulyaan dan tidak pula kerabat. Sedangkan aurat wanita di dalam sholat adalah seluruh tubuh kecuali wajah dan kedua telapak tangan (luar dan dalam). Wanita wajib mengenakan pakaian yang menutupi punggung kedua telapak kakinya baik dalam keadaan berdiri, ruku, dan sujud. Ketika terbuka pakainnya di tengah-tengah sholat, maka sholatnya batal kecuali ia menutupnya kembali saat itu juga. Aurat wanita di luar sholat, adab dalam islam, yaitu menutup dengan sempurna. Dengan cara menutup seluruh tubuhnya hingga wajah dan telapak tangannya kecuali saat sedang bekerja atau sedang mengerjakan kesehariannya. Bagi wanita diperbolehkan membuka wajah saat berdagang. Namun menurut jumhur ulama wajah dan telapak tangan tidak termasuk aurat bagi wanita. Diharamkan bagi wanita menggunakan pakaian yang ketat, karena dapat menimbulkan fitnah, kecuali dihadapan suami atau mahramnya saja. Aurat wanita muslimah ketika bersamaan/dihadapan wanita nonmuslimah adalah semua badan kecuali anggota yang tampak ketika bekerja. Sedangkan menurut madzhab Hambali, seperti di hadapan laki-laki mahram, yaitu anggota badan yang ada diantara pusat dan lutut. Namun, Jumhur (sebagian besar ulama) berpendapat bahwa seluruh badan wanita itu adalah aurat, kecuali apa yang nampak pada waktu melakukan kesibukan-kesibukan rumah. Seperti disebutkan oleh Dr. Wahbah Az-Zuhaili dalam kitabnya : .وَعَوْرَةٌ المُسْلِمَةِ اَمَامَ الكَافِرَةِ: عَوْرَةُ الْمُسْلِمَةِ اَمَامَ الْكَافِرَةِ عِنْدَ الْحَنَابَلَةِ كَاالرَّجُلِ الْمُحْرِمِ: مَابَيْنَ السُّرَّةِ وَالُّركْبَةِ. وَقَالَ الْجُمْهُوْرُ: جَمِيْعُ الْبَدَنِ مَاعَدَامَاظَهَرَ عِنْدَ الْمِهْنَةِ اَيِ الاَسْغَالِ الْمَنْزِلِيَّةِ. "Aurat muslimah di hadapan wanita non muslim : aurat muslimah menurut madzhab Hanbali seperti aurat dihadapan laki-laki mahram, yaitu bagian diantara pusar dan lutut. Sebagian besar ulama berkata : seluruh badan, kecuali bagian yang nampak saat bekerja atau melakukan kesibukan di rumah" Referensi : Nihayatuzzain hal 43 al Fiqhul Islamy wa Adillatuhu karangan Dr. Wahbah az Zuhaili (terbitan Darul Fikr) juz 1 halaman 584-594 Risalatul Mustahadhoh al Jadidah wa yaliha risalah an-nisa wal usroh Al-Fatawa Bogor, @alfarisi_Hamzah

Bagaimana Batasan Aurat Perempuan Muslimah terhadap Perempuan Non-muslim?

Assalamu Alaikum. Mohon penjelasannya terkait batasan aurat perempuan muslimah dengan perempuan nonmuslim, apakah benar seperti batasan aurat kepada laki-laki ? ---------------- Jawaban : Waalaikum salam Wr Wb. Sail/sailah (penanya)...
KAPAN SEORANG MUSAFIR BOLEH Sholat JAMAK DAN QASHAR?

Kapan Seorang Musafir Boleh Sholat Jamak dan Qashar?

Tidak boleh bagi seorang musafir melakukan sholat jamak atau qashar kecuali ia telah melewati tembok batas kota atau desa. Jika kota atau desa...

Bagaimana Hukum Memperingati Hari ke 40 Orang Meninggal?

Assalamualaikum Wr Wb. Ustadz yang kami muliakan. Kami ingin bertanya mengenai peringatan empat puluh hari setelah kematian. Bagaimana hukum memperingati hari keempat puluh dari...

Ke Arah Mana Imam Menghadap Setelah Salat?

Hadis I Menghadap ke Timur (Berhadapan dengan Jemaah) Sebagian imam dari umat Islam menghadap ke arah jemaah setelah salat (ke timur) dengan dalil hadis: ﻋﻦ ﺳﻤﺮﺓ...

Tanya Jawab #12 : Apakah Boleh Dzikir Suara Keras?

Mengeraskan bacaan dzikir sesudah salat disampaikan oleh Sahabat Nabi bernama Abdullah bin Abbas, beliau berkata: «ﺃﻥ ﺭﻓﻊ اﻟﺼﻮﺕ، ﺑﺎﻟﺬﻛﺮ ﺣﻴﻦ ﻳﻨﺼﺮﻑ اﻟﻨﺎﺱ ﻣﻦ اﻟﻤﻜﺘﻮﺑﺔ ﻛﺎﻥ...

Tanya Jawab #11 : Apakah Ada Hadits Tentang Sunnah Melafadzkan Niat?

Dalam buku Fiqh As-Sunnah I halaman 551 Sayyid Sabiq menuliskan bahwa salah seorang Sahabat mendengar Rasulullah SAW mengucapkan niat dengan lisan: (نَوَيْتُ الْعُمْرَةَ اَوْ نَوَيْتُ...

Tanya Jawab #10 : Mengapa Kirim Fatihah Dengan “Ila Ruhi…”?

(مَسْأَلَةُ ب) اْلأَوْلَى بِمَنْ يَقْرَأُ الْفَاتِحَةَ لِشَخْصٍ أَنْ يَقُوْلَ إِلَى رُوْحِ فُلاَنِ بْنِ فُلاَنٍ كَمَا عَلَيْهِ الْعَمَلُ وَلَعَلَّ اخْتِيَارَهُمْ ذَلِكَ لِمَا أَنَّ فِي ذِكْرِ...

Menjawab Gugatan: “Puasa Tarwiyah Dalilnya Hadis Palsu?”

Meski Tarwiyah telah lewat, namun sudah menjadi kebiasaan suka menyalahkan amaliah orang lain, itulah Salafi-Wahabi, yang ilmunya selalu meresahkan bagi umat Islam. Wajar saja...

Tanya Jawab “Haruskah Menuruti Perintah Ortu untuk Menceraikan Istri?”

Ortu: "Ceraikan Istrimu!" Syekh Ali Jumah, mantan Mufti Mesir, pernah ditanya tentang fenomena yang kadang terjadi di masyarakat kita, yaitu orang tua menyuruh anaknya untuk...

Tanya Jawab #07 “Salat Sunah 4 Rakaat 1 Kali Salam Di Siang Hari”

Pertanyaan : Pengasuh Pondok Sunan Drajad pernah menjelaskan bahwa salat sunah Rawatib Qabliyah Dzuhur 4 rakaat boleh dilakukan dengan 1 kali salam. Berarkah? Jawaban : Benar, sebagian...