Home Tanya Jawab Islam

Tanya Jawab Islam

Tanya Jawab #04 “Bolehkah Mengamalkan Hadits Dhoif ?”

Oleh: Habib Novel bin Muhammad Alaydrus Pengasuh Majelis Ar-Raudhoh, Solo Akhir zaman ini kita sering membaca atau mendengar seseorang yang melarang Muslim lain untuk mengamalkan sebuah amal tertentu dengan alasan...
APAKAH ABU THALIB PAMAN NABI SAW, WAFAT DALAM KEKAFIRAN ATAU KEIMANAN ? JAWABAN : و الثالث : أبو طالب ، و أمه فاطمة بنت عمرو بن عابد ، و هي أم عبدالله أبي رسول الله صاى الله عليه و سلم . Artinya : Dan paman Nabi SAW yang ketiga ( 3 ) adalah : Abu Thalib, dan ibunya adalah Fatimah binti Amru bin Abid, dan beliau juga ibu dari Abdullah ayahanda Rasulullah SAW. و الصحيح : أنه مات كافرًا ، و اسمه عبد مناف ، و أما أبو طالب .. فهو كنيته ، و قيل : اسمه كنيته . Artinya : Dan menurut pendapat yang sahih : Sesungguhnya Abu Thalib mati dalam kekafiran, dan namanya adalah Abdu Manaf. Adapun Abu Thalib adalah ... sebagai kunyahnya, dan menurut satu pendapat ( lemah ) ... namanya ( yaitu Abdu Manaf ) adalah sebagai kunyahnya. و قال البراوي : و الذي نقله سيدي عبد الوهاب الشعراني عن السبكي : أن عمه صلى الله عليه و سلم أبا طالب بعد أن توفي على الكفر أحياه تعالى ، و آمن به صلى الله عليه و سلم . Artinya : As-Syech al-Muhaddits Isa bin Ahmad al-Barowi al-Azhari ( Wafat tahun 1182 H ) berkata : Dan pendapat yang dinukil tuanku Abdul Wahhab as-Sya'rani dari al-Imam Subki : Bahwa paman Nabi SAW Abu Thalib setelah wafat dalam kekafiran ... Allah SWT menghidupkannya kembali dan Abu Thalib beriman kepada Nabi SAW. قال شيخنا العلامة السجيني : و هذا هو اللائق بحبه صلى الله عليه و سلم ، و هو الذي أعتقده و ألقى الله به. Guru kami al-Allamah al-Sujainy ( Wafat tahun 1197 H ) berkata : Pendapat al-Imam Subki inilah yang layak ( dipegangi ) karena kecintaan Rasulullah SAW ... dan pendapat inilah yang aku ( Syech al-Sujaini ) yakini dan aku akan bertemu Allah SWT dengan keyakinan ini. Di Kutip dari kitab : Nuuru al-Dzolam Syarah Mandzumah Aqidah al-Awam, Karya Syech Muhammad bin Umar bin Ali Nawawi al-Jawi al-Bantani. Hal 233-234 _______________ قال الحبيب أحمد بن حسن العطاس رضي الله عنه : و رأيت سيدنا علي بن أبي طالب كرم الله وجهه ، و حصلت بينى و بينه مذاكرة و مباحثة طويلة ، و من جملتها ، أني قلت له : إن السيدة فاطمة ؛ اختلف أهل العلم فى دفنها ، هل كان فى الحجرة أو فى البقيع ؟ فقال لي : إنها فى البقيع ، و أنا دفنتها بنفسي فى الليل. ثم قلت له : و كذلك أبو طالب اختلف العلماء فيه ، هل مات على الإيمان أم لا ؟ و أنت دارى بالأشياء . فقال : مات على الإيمان . والحمدلله على ذلك قال سيدي رضي الله عنه : وقد سمعت السيد أحمد دحلان فى الحلقة يقول : إن الذي ندين الله به ، أن أبا طالب مات على الإيمان ، و الذي قال بإيمانه من أهل الحديث منزالحفاظ أربعة عشر حافظا. قال سيدي : و نحن الحمدلله ، معنا شىء زائد على الناس ، لأن علمنا ليس هو متلقفا من الحروف ، و لا من الكتب التي فى الزفوف ، بل متلقى من معدنه و من أهله ، و بعض الناس لما لم يعجبهم حق السلف خلفوا. Artinya : Al-Habib Ahmad bin Hasan al-Attas berkata : Aku melihat Sayyidina Ali bin Abi Thalib Karramallahu Wajhah didalam mimpi, dan terjadilah diskusi dan pembahasan panjang antara kami berdua. Dan diantaranya, aku bertanya kepadanya, bahwa Sayyidah Fatimah ; para ahli ilmu berbeda pendapat dimana ia dikubur, apakah di hujrah atau di baqi' ? Beliau ( Sayyidina Ali ) berkata kepadaku : Bahwa Sayyidah Fatimah dikubur di Baqi' dan aku sendiri yang menguburkannya di malam hari. Kemudian aku ( Habib Ahmad bin Hasan al-Attas ) bertanya kepadanya : Demikian pula Abu Thalib, ulama berbeda pendapat tentang beliau, apakah mati dalam kekafiran atau dalam keimanan ? ... dan engkau mengetahui berbagai hal. Maka Ali bin Abi Thalib berkata : Bahwa Abu Thalib dalam keimanan. Segala puji bagi Allah atas hal itu. Tuanku ( al-Habib Ahmad bin Hasan al-Attas ) berkata : Sungguh aku telah mendengar SAYYID AHMAD DAHLAN di salah satu halaqah pengajian berkata : Sesungguhnya yang kami yakini karena Allah SWT, bahwa Abu Thalib mati dalam keimanan dan yang berpendapat keimanan Abu Thalib adalah empat belas ahli hadits yang telah mencapai derajat Huffadz. Sumber : Tadzkir an-Nas karya al-Habib Abubakar al-Attas bin Abdullah bin Alwi al-Habsyi Hal 226-227 Cetakan Ma'had Huraidhah - al-Ma'ruf. و الله أعلم بالصواب و علمه أتم

APAKAH ABU THALIB PAMAN NABI SAW, WAFAT DALAM KEKAFIRAN ATAU KEIMANAN ?

Kalam Ulama  APAKAH ABU THALIB PAMAN NABI SAW, WAFAT DALAM KEKAFIRAN ATAU KEIMANAN ? JAWABAN : و الثالث : أبو طالب ، و أمه فاطمة بنت...
Tanya Jawab Islam (Kalam Ulama). Hukum Ucapan Selamat Natal, Bolehkah ? Assalamu'alaikum Warahmatullah Wabarakatuh, Ustaz. Perkenalkan, saya seorang mahasiswa di salah satu kampus negeri. Sebagaimana kita ketahui, sebagai mahasiswa kita banyak berinteraksi dengan berbagai kalangan, termasuk non-muslim. Seringkali mereka mengucapkan selamat atas hari raya kita. Nah, apakah boleh kita juga berbuat sebaliknya, yakni mengucapkan selamat atas hari raya mereka? Mohon penjelasannya, terima kasih. (Hamba Allah – Bogor) Jawaban: Wa'alaikumussalam Warahmatullah Wabarakatuh. Terima kasih atas pertanyaan anda. Mungkin hal yang sama dirasakan oleh saudara-saudara kita yang lain. Adapun jawaban kami sebagai berikut. Allah ta'ala memerintahkan kita untuk mengucapkan kata-kata yang baik kepada seluruh manusia, muslim maupun non-muslim. Allah berfirman: ﴿وَقُولُوا لِلنَّاسِ حُسْنًا﴾ [البقرة: ٨٣] "Dan bertuturkatalah yang baik pada manusia." (QS. Al-Baqarah: 83) (Baca juga: Tanya Jawab Islam: Apakah Nabi Menjawab Shalawat Dan Salam Dari Umatnya?) Syaikh 'Alisy dalam kitab Fathul 'Aly Al-Malik juz 2 halaman 349 tentang pembahasan: Ucapan selamat kepada non-muslim, apakah menyebabkan pengucapnya murtad? Beliau mengatakan: [لا يرتد الرجل بقوله لنصراني: أحياك الله لكل عام؛ حيث لم يقصد به تعظيم الكفر ولا رضي به] "Seseorang tidak murtad dengan perkataannya pada seorang nasrani: Ahyakallah Likulli 'Am (secara bahasa bermakna: Semoga Allah menghidupkanmu sepanjang tahun), selama tidak bermaksud untuk mengagungkan kekafiran atau rida kepadanya." Syaikh Al-Hithab Al-Maliki dalam Mawahibul Jalil Fi Syarhi Mukhtashar Khalil menukil perkataan Imam Al-'Izz Bin Abdissalam Asy-Syafi'i saat beliau ditanya tentang seorang muslim yang berkata kepada seorang kafir dzimmi pada hari raya mereka: Selamat hari raya untukmu. Apakah muslim tersebut kafir atau tidak? Maka beliau menjawab: [إن قاله المسلم للذمي على قصد تعظيم دينهم وعيدهم فإنه يكفر، وإن لم يقصد ذلك وإنما جرى ذلك على لسانه فلا يكفر لما قاله من غير قصد] اهـ. "Jika perkataan seorang muslim kepada sang dzimmi tersebut bermaksud untuk mengagungkan agama dan hari raya mereka, maka ia telah kafir. Jikalau ia tidak bermaksud seperti itu maka ia tidak kafir atas perkataannya tersebut." Maka dapat disimpulkan bahwa dibolehkan bagi seorang muslim mengucapkan selamat kepada non-muslim atas hari raya mereka selama tidak bermaksud untuk mengagungkan agama dan hari raya mereka atau rida atas kekafiran mereka. Demikian jawaban kami. Semoga bermanfaat. Bogor, Rabiul Akhir 1439 oleh : Ustadz @adhlialqarni

Hukum Ucapan Selamat Natal, Bolehkah?

Tanya Jawab Islam (Kalam Ulama). Hukum Ucapan Selamat Natal, Bolehkah ? Assalamu'alaikum Warahmatullah Wabarakatuh, Ustaz. Perkenalkan, saya seorang mahasiswa di salah satu kampus negeri. Sebagaimana kita...
Tanya Jawab Islam : Bagaimana Hukum Kencing Unta untuk Obat? (Kalam Ulama). Saya tidak akan berpolemik perihal seorang ustadz yang meminum air kencing untuk obat dengan membawa sebuah hadis riwayat Imam Bukhari. Saya hanya ingin mendudukan posisi hadis melalui pemahaman para ulama. Sehingga kesucian dan kemuliaan syariat apalagi Nabi Muhammad shalallahu alayhi wasallam tidak dipersepsikan seolah sama seperti yang dilakukan oleh Ustadz tersebut. Mayoritas Ulama Menghukumi Kencing Hewan Adalah Najis Memang masih ditemukan pendapat dari sebagian ulama Mujtahid tentang kesucian air kencing hewan yang boleh dimakan, seperti Imam Malik dan Imam Ahmad. Namun ahli hadis Al Hafizh Ibnu Hajar berkata: ﻭﺫﻫﺐ اﻟﺸﺎﻓﻌﻲ ﻭاﻟﺠﻤﻬﻮﺭ اﻟﻰاﻟﻘﻮﻝ ﺑﻨﺠﺎﺳﺔ اﻷﺑﻮاﻝ ﻭاﻷﺭﻭاﺙ ﻛﻠﻬﺎ ﻣﻦ ﻣﺄﻛﻮﻝ اﻟﻠﺤﻢ ﻭﻏﻴﺮﻩ Asy-Syafi'i dan mayoritas ulama berpendapat bahwa kencing dan kotoran semua hewan adalah najis, baik hewan yang halal dimakan atau yang haram dimakan (Fath Al-Bari, 1/338) Baca Juga Hukum Hari Ibu, Apakah Menyerupai Orang Kafir? Hukum Berobat Dengan Benda Najis Mufti Al-Azhar Mesir, Syekh Athiyyah Shaqr menjelaskan: ﺃﻣﺎ اﻟﺘﺪاﻭﻯ ﺑﺎﻟﻨﺠﺲ ﻏﻴﺮ اﻟﺨﻤﺮ، ﻭﺗﻨﺎﻭﻝ اﻟﻨﺠﺲ ﺣﺮاﻡ، ﻓﻘﺪ ﻗﺎﻝ اﻟﻌﻠﻤﺎء: ﺇﻧﻪ ﻻ ﻳﺠﻮﺯ ﺇﻻ ﻋﻨﺪ اﻟﻀﺮﻭﺭﺓ، ﺃﻣﺎ ﻋﻨﺪ اﻻﺧﺘﻴﺎﺭ ﻭﺗﻮاﻓﺮ اﻟﺪﻭاء اﻟﺤﻼﻝ ﻓﻼ ﻳﺠﻮﺯ Berobat dengan benda najis selain khamr dan mengkonsumsi benda najis adalah haram. Para ulama berkata: "Hal itu tidak boleh kecuali darurat. Dan ketika dalam keadaan normal dan tersedianya obat yang halal maka tidak boleh" ﺃﻣﺎ اﻟﻤﺤﺮﻣﺎﺕ اﻷﺧﺮﻯ ﻓﻴﺠﻮﺯ ﺃﻥ ﻳﻜﻮﻥ ﻓﻴﻬﺎ اﻟﺸﻔﺎء ﻭﻳﻤﻜﻦ اﻟﺘﺪاﻭﻯ ﺑﻬﺎ ﻋﻨﺪ اﻟﻀﺮﻭﺭﺓ، ﻓﻘﺪ ﺭﻭﻯ اﺑﻦ اﻟﻤﻨﺬﺭ ﻋﻦ اﺑﻦ ﻋﺒﺎﺱ ﺭﺿﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻨﻬﻤﺎ ﻣﺮﻓﻮﻋﺎ ﺇﻟﻰ اﻟﻨﺒﻰ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ " ﺇﻥ ﻓﻰ ﺃﺑﻮاﻝ اﻹﺑﻞ ﺷﻔﺎء ﻟﻠﺬﺭﺑﺔ ﺑﻄﻮﻧﻬﻢ " ﺃﻯ اﻟﻔﺎﺳﺪﺓ ﻣﻌﺪﺗﻬﻢ Sedangkan benda-benda haram selain khamr maka boleh jadi mengandung kesembuhan dan bisa dijadikan pengobatan saat darurat. Sungguh Ibnu Al-Mundzir meriwayatkan: dari Ibnu Abbas secara marfu'kepada Nabi shalallahu alaihi wasallam: "Sesungguhnya dalam air kencing unta ada kesembuhan untuk penyakit yang terdapat di dalam perut" ﻭﻣﻊ ﺫﻟﻚ ﻻ ﻳﻌﺎﻟﺞ ﺑﻬﺎ ﺇﻻ ﻋﻨﺪ اﻟﻀﺮﻭﺭﺓ، ﻛﻤﺎ ﺭﺧﺺ اﻟﺮﺳﻮﻝ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻟﻠﺰﺑﻴﺮ ﺑﻦ اﻟﻌﻮاﻡ ﺑﻠﺒﺲ اﻟﺤﺮﻳﺮ ﻟﻮﺟﻮﺩ ﺣﻜﺔ ﻓﻰ ﺟﺴﺪﻩ Meski demikian tidak boleh berobat dengan kencing unta kecuali darurat (tidak ada obat lain, jika tidak memakainya bisa mati), seperti Rasulullah shalallahu alaihi wasallam memberi keringanan kepada Zubair bin awwam menggunakan kain sutra karena ia mengalami gatal di kulitnya Syarat Berobat Dengan Benda Haram ﺑﺸﺮﻁ ﺃﻥ ﻳﺨﺒﺮ ﺑﺬﻟﻚ ﻃﺒﻴﺐ ﻣﺴﻠﻢ ﻋﺪﻝ، ﻭﺃﻻ ﻳﻮﺟﺪ ﺩﻭاء ﺣﻼﻝ ﺃﻭ ﺷﻰء ﺃﺧﻒ ﺣﺮﻣﺔ Syaratnya (1) Disarankan oleh dokter Muslim yang dapat dipercaya (2) Tidak ada obat yang halal (3) Atau obat yang lebih ringan keharamannya (Fatawa Al-Azhar 10/109) Bantahan Dari Ahli Hadis ﻭﻓﻲ ﺗﺮﻙ ﺃﻫﻞ اﻟﻌﻠﻢ ﺑﻴﻊ اﻟﻨﺎﺱ ﺃﺑﻌﺎﺭ اﻟﻐﻨﻢ ﻓﻲ ﺃﺳﻮاﻗﻬﻢ ﻭاﺳﺘﻌﻤﺎﻝ ﺃﺑﻮاﻝ اﻹﺑﻞ ﻓﻲ ﺃﺩﻭﻳﺘﻬﻢ ﻗﺪﻳﻤﺎ ﻭﺣﺪﻳﺜﺎ ﻣﻦ ﻏﻴﺮ ﻧﻜﻴﺮ ﺩﻟﻴﻞ ﻋﻠﻰ ﻃﻬﺎﺭﺗﻬﺎ ﻗﻠﺖ ﻭﻫﻮ اﺳﺘﺪﻻﻝ ﺿﻌﻴﻒ ﻷﻥ اﻟﻤﺨﺘﻠﻒ ﻓﻴﻪ ﻻ ﻳﺠﺐ ﺇﻧﻜﺎﺭﻩ ﻓﻼ ﻳﺪﻝ ﺗﺮﻙ ﺇﻧﻜﺎﺭﻩ ﻋﻠﻰ ﺟﻮاﺯﻩ ﻓﻀﻼ ﻋﻦ ﻃﻬﺎﺭﺗﻪ Para ulama membiarkan jual beli kotoran kambing di pasar dan penggunaan kencing unta sebagai obat sejak dulu dan sekarang tanpa ada bentuk ingkar dari ulama adalah dalil kalau air kencing unta adalah suci. Saya (Ibnu Hajar) berkata: "Ini adalah metode ijtihad yang lemah. Sebab urusan khilafiyah tidak wajib diingkari. Maka ketiadaan para ulama mengingkarinya tidak serta merta menunjukkan hukum boleh apalagi kesuciannya" (Fath Al-Bari, 1/338) Faktor Darurat Menjadi Boleh Sebagaimana dalam firman-Nya yang artinya: "Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi, dan binatang yang (ketika disembelih) disebut (nama) selain Allah. Tetapi barangsiapa dalam keadaan terpaksa (memakannya) sedang dia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (Al-Baqarah: 173) Ustadz @Ma'ruf Khozin, Anggota Aswaja NU Center PWNU Jatim Baca Juga Hukum Membuka Aurat Saat Berwudlu, Bolehkah?

Tanya Jawab Islam, Bagaimana Hukum Kencing Unta untuk Obat

Tanya Jawab Islam : Bagaimana Hukum Kencing Unta untuk Obat? (Kalam Ulama). Saya tidak akan berpolemik perihal seorang ustadz yang meminum air kencing untuk obat dengan...

Tanya Jawab #03 “Anjuran Tidak Memotong Kuku dan Rambut Saat Hadats Besar (Bukan Larangan/...

Assalamu'alaikum wr. Wb., Saya mau bertanya. Adakah larangan membuang rambut, kuku, atau potongan tubuh yg lain ketika haid? Dulu ustadzah saya pernah blg tidak...
Assalamu Alaikum. Mohon penjelasannya terkait batasan aurat perempuan muslimah dengan perempuan nonmuslim, apakah benar seperti batasan aurat kepada laki-laki ? ---------------- Jawaban : Waalaikum salam. Sail/sailah (penanya) yang dirahmati Allah SWT. Sebelum saya menjawab pertanyaan tersebut, saya akan menguraikan sedikit tentang aurat wanita muslimah. Pada prinsipnya, aurat perempuan dapat dikelompokkan menjadi 3 : (1) aurat di hadapan wanita dan mahram, (2) aurat di dalam sholat, (3) aurat di luar sholat. (Baca Juga : Kapan Seorang Musafir Boleh Sholat Jamak dan Qashar? ) Aurat wanita muslimah di hadapan wanita dan mahramnya yaitu bagian tubuh di antara pusar dan lutut. Ini adalah yang waijib. Tetapi adab dalam islam hendaknya tidak menampakkan di depan mahramnya kecuali memakai pakaian yang sempurnaa (jika nampak malu dan pantas baginya). Karena sesungguhnya manusia ketika lemah agamanya (imannya), sedikit muruahnya, dan tidak bisa mengontrol syahwatnya, maka ia tidak memperdulikan kemulyaan dan tidak pula kerabat. Sedangkan aurat wanita di dalam sholat adalah seluruh tubuh kecuali wajah dan kedua telapak tangan (luar dan dalam). Wanita wajib mengenakan pakaian yang menutupi punggung kedua telapak kakinya baik dalam keadaan berdiri, ruku, dan sujud. Ketika terbuka pakainnya di tengah-tengah sholat, maka sholatnya batal kecuali ia menutupnya kembali saat itu juga. Aurat wanita di luar sholat, adab dalam islam, yaitu menutup dengan sempurna. Dengan cara menutup seluruh tubuhnya hingga wajah dan telapak tangannya kecuali saat sedang bekerja atau sedang mengerjakan kesehariannya. Bagi wanita diperbolehkan membuka wajah saat berdagang. Namun menurut jumhur ulama wajah dan telapak tangan tidak termasuk aurat bagi wanita. Diharamkan bagi wanita menggunakan pakaian yang ketat, karena dapat menimbulkan fitnah, kecuali dihadapan suami atau mahramnya saja. Aurat wanita muslimah ketika bersamaan/dihadapan wanita nonmuslimah adalah semua badan kecuali anggota yang tampak ketika bekerja. Sedangkan menurut madzhab Hambali, seperti di hadapan laki-laki mahram, yaitu anggota badan yang ada diantara pusat dan lutut. Namun, Jumhur (sebagian besar ulama) berpendapat bahwa seluruh badan wanita itu adalah aurat, kecuali apa yang nampak pada waktu melakukan kesibukan-kesibukan rumah. Seperti disebutkan oleh Dr. Wahbah Az-Zuhaili dalam kitabnya : .وَعَوْرَةٌ المُسْلِمَةِ اَمَامَ الكَافِرَةِ: عَوْرَةُ الْمُسْلِمَةِ اَمَامَ الْكَافِرَةِ عِنْدَ الْحَنَابَلَةِ كَاالرَّجُلِ الْمُحْرِمِ: مَابَيْنَ السُّرَّةِ وَالُّركْبَةِ. وَقَالَ الْجُمْهُوْرُ: جَمِيْعُ الْبَدَنِ مَاعَدَامَاظَهَرَ عِنْدَ الْمِهْنَةِ اَيِ الاَسْغَالِ الْمَنْزِلِيَّةِ. "Aurat muslimah di hadapan wanita non muslim : aurat muslimah menurut madzhab Hanbali seperti aurat dihadapan laki-laki mahram, yaitu bagian diantara pusar dan lutut. Sebagian besar ulama berkata : seluruh badan, kecuali bagian yang nampak saat bekerja atau melakukan kesibukan di rumah" Referensi : Nihayatuzzain hal 43 al Fiqhul Islamy wa Adillatuhu karangan Dr. Wahbah az Zuhaili (terbitan Darul Fikr) juz 1 halaman 584-594 Risalatul Mustahadhoh al Jadidah wa yaliha risalah an-nisa wal usroh Al-Fatawa Bogor, @alfarisi_Hamzah

Bagaimana Batasan Aurat Perempuan Muslimah terhadap Perempuan Non-muslim?

Assalamu Alaikum. Mohon penjelasannya terkait batasan aurat perempuan muslimah dengan perempuan nonmuslim, apakah benar seperti batasan aurat kepada laki-laki ? ---------------- Jawaban : Waalaikum salam Wr Wb. Sail/sailah (penanya)...
Kajian al-Hikam (Kalam Ulama). Kajian al-Hikam (9) : Amal dan Buahnya. "Beragamnya jenis amal-amal (yang dilakukan oleh para salik) itu disebabkan turunnya beragam warid (anugerah ilahiyah) pada ahwal-ahwal (kondisi pengalaman spiritualitas para salik)." تَـنَوَّعَتْ أَجْنَاسُ اْلأَعْمَالِ لِـتَـنَوُّعِ وَارِدَاتِ اْلأَحْوَالِ Maqalah diatas menjelaskan bahwa tiap amal yang dilakukan oleh para salik memiliki warid yaitu anugerah ilahiyah yang dirasakan sehingga para salik akan merasakan pengalaman ruhani secara nyata. (Baca juga: Kajian Al-Hikam (8) : Terbukanya Pintu Mengenal Allah) Jadi semua amalan-amalan yang dilakukan oleh para salik seperti dzikir dan riyadhah mujahadah pasti memiliki efek positif secara ruhani yang akan dirasakan oleh para pengamalnya, sehingga menjadi pengalaman ruhani yg nyata dirasakan oleh para salik. Namun demikian, dalam mengamalkan semua amalan niatnya harus semata2 karena Allah dan dilakukan secara istiqomah. Dengan demikian, para salik akan merasakan pengalaman spiritual yaitu warid ilahiyah sebagai buah atas keistiqomahan dan keikhlasan dalam amaliahnya. Semoga Allah senantiasa membimbing kita dalam berjalan menuju perjumpaan-Nya. Oleh : Dr. KH. Ali M Abdillah, MA

Hukum Membuka Aurat Saat Berwudlu, Bolehkah?

Tanya Jawab Islam (Kalam Ulama). Hukum Membuka Aurat Saat Berwudlu, Bolehkah? Hukumnya adalah makruh, seperti yang disampaikan oleh Ulama Madzhab Malikiyah: اﻟﺮاﺑﻌﺔ: ﻟﻢ ﻳﺘﻌﺮﺽ ﻟﻤﻜﺮﻭﻫﺎﺗﻪ...

Tanya Jawab #1 : Apakah tabarruk kekuburan ulama pernah dilakukan oleh Rasul SAW dan...

Pertanyaan: “Kak, izin bertanya, apakah Rosulullah melakukan ‘ngalap berkah’ ke kuburan orang sholeh terdahulu, seperti nabi sebelumnya ? Bagaimana dengan para shohabat ? Terimakasih.” (Anonim) Jawaban: Bismillahirrohmanirrohim. Alhamdulillah....

Bagaimana Hukum Memperingati Hari ke 40 Orang Meninggal?

Assalamualaikum Wr Wb. Ustadz yang kami muliakan. Kami ingin bertanya mengenai peringatan empat puluh hari setelah kematian. Bagaimana hukum memperingati hari keempat puluh dari...

Tanya Jawab #10 : Mengapa Kirim Fatihah Dengan “Ila Ruhi…”?

(مَسْأَلَةُ ب) اْلأَوْلَى بِمَنْ يَقْرَأُ الْفَاتِحَةَ لِشَخْصٍ أَنْ يَقُوْلَ إِلَى رُوْحِ فُلاَنِ بْنِ فُلاَنٍ كَمَا عَلَيْهِ الْعَمَلُ وَلَعَلَّ اخْتِيَارَهُمْ ذَلِكَ لِمَا أَنَّ فِي ذِكْرِ...

Stay connected

4,240FansLike
14,867FollowersFollow
2FollowersFollow
1,821FollowersFollow
539SubscribersSubscribe
- Advertisement -
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Popular Post

KalamUlama.com - Suara Sulthonul Qulub al-Habib Munzir bin Fuad al-Musawa saat membaca qosidah al-Imam al-Habib Umar Muhdhor bin Abdurrohman Assegaf. Qosidah Man Ana Laulakum ini juga sering beliau baca di hadapan Guru Mulia al-Musnid al-Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz. Beliau awali dengan doa: بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka" Berikut bait Qosidah "Man Ana" (Siapa Diriku): مَنْ أَنَا مَنْ أَنَا لَوْلَاكُم # كَيْفَ مَا حُبُّكُمْ كَيْفَ مَا أَهْوَاكُم Siapakah diriku, siapakah diriku kalau tiada bimbingan kalian (guru) Bagaimana aku tidak cinta kepada kalian dan bagaimana aku tidak menginginkan bersama kalian مَا سِوَيَ وَلَا غَيْرَكُم سِوَاكُم # لَا وَمَنْ فِى المَحَبَّةِ عَلَيَّ وُلَاكُم Tiada selain ku juga tiada selainnya terkecuali engkau, tiada siapapun dalam cinta selain engkau dalam hatiku أَنْتُم أَنْتُم مُرَادِي وَ أَنْتُم قَصْدِي # لِيْسَ احدٌ فِى المَحَبَّةِ سِوَاكُم عِنْدِي Kalianlah, kalianlah dambaanku dan yang kuinginkan, tiada seorangpun dalam cintaku selain engkau di sisiku كُلَّمَا زَادَنِي فِى هَوَاكُم وَجْدِي # قُلْتُ يَا سَادَتِي مُحْجَتِي تَفْدَاكُم Setiap kali bertambah cinta dan rindu padamu, maka berkata hatiku wahai tuanku semangatku telah siap menjadi tumbal keselamatan dirimu لَوْ قَطَعْتُمْ وَرِيْدِي بِحَدِّ مَا ضِي # قُلْتُ وَاللهِ أَنَا فِى هَوَاكُم رَاضِي Jika engkau menyembelih urat nadiku dengan pisau berkilau tajam, kukatakan demi Alloh aku rela gembira demi cintaku padamu أَنْتُمُ فِتْنَتِي فِى الهَوَا وَمُرَادِي # مَا ِرِضَايَ سِوَى كُلُ مَا يَرْضَاكُم Engkaulah yang menyibukkan segala hasrat dan tujuanku, tiada ridho yang aku inginkan terkecuali segala sesuatu yang membuat mu ridho كُلَّمَا رُمْتُ إِلَيْكُم نَهَوْ مَنْ أَسْلَك # عَوَقَتْنِيْ عَوَائِق أَكَاد أَنْ أَهْلِك Setiap kali ku bergejolak cinta padamu selalu terhalang untuk aku melangkah, mereka mengganjalku dengan perangkap yang banyak hampir saja aku hancur فَادْرِكُوا عَبْدَكُم مِثْلُكُمْ مَنْ أَدْرَكْ # وَارْحَمُوا بِا المَحَبَّةِ قَتِيْل بَلْوَاكُم Maka tolonglah budak kalian ini, dan yang seperti kalianlah golongan yang suka menolong, dan kasihanilah kami dengan cinta kalian, maka cinta kalian membunuh dan memusnahkan musibahku Sumber: Muhammad Ainiy

Man Ana Laulakum (Siapa Diriku) Lirik dan Terjemahannya

KalamUlama.com - Suara Sulthonul Qulub al-Habib Munzir bin Fuad al-Musawa saat membaca qosidah al-Imam al-Habib Umar Muhdhor bin Abdurrohman Assegaf. Qosidah Man Ana Laulakum ini...
Kumpulan Doa dan Dzikir (Kalam Ulama) - Teks Qasidah Burdah Lirik dan Terjemah : Pasal 1 Bercumbu dan Pengaduan Cinta الفصل الأول : في الغزل وشكوى الغرام Bagian Pertama: Bercumbu dan Pengaduan Cinta مَوْلَايَ صَلِّي وَسَلِّـمْ دَآئِــماً أَبَـدًا ۞ عَلـــَى حَبِيْبِـكَ خَيْــرِ الْخَلْقِ كُلِّهِمِ هُوَالْحَبِيْبُ الَّذِيْ تُرْجَى شَفَاعَتُهُ ۞ لِكُلّ هَوْلٍ مِنَ الْأِهْوَالِ مُقْتَحِـــــــمِ أَمِنْ تَذَكُّرِ جِيْرَانٍ بِذِيْ سَــــلَــمٍ ۞ مَزَجْتَ دَمْعًا جَرَيْ مِنْ مُقْلَةٍ بِـــدَمِ Apakah karena mengingat para kekasih di Dzi Salam[1] sana. Engkau deraikan air mata dengan darah duka. أَمْ هَبَّتِ الرِّيْحُ مِنْ تِلْقَاءِ كَاظِمَـــةٍ ۞ وَأَوْمَضَ الْبَرْقُ فِيْ الْضَمَآءِ مِنْ إِضَـمِ Ataukah karena hembusan angin terarah lurus berjumpa di Kadhimah[2]. Dan kilatan cahaya gulita malam dari kedalaman jurang idham [3]. فَمَا لِعَيْنَيْكَ إِنْ قُلْتَ اكْفُفَا هَمَتَــا ۞ وَمَا لِقَلْبِكَ إِنْ قُلْتَ اسْتَفِقْ يَهِـــــمِ Mengapa kedua air matamu tetap meneteskan airmata? Padahal engkau telah berusaha membendungnya. Apa yang terjadi dengan hatimu? Padahal engkau telah berusaha menghiburnya. أيَحَسَبُ الصَّبُّ أَنَّ الْحُبَّ مُنْكَتـــِمٌ ۞ مَا بَيْنَ مُنْسَجِمٍ مِنْهُ وَمضْطَــــرِمِ Apakah diri yang dirundung nestapa karena cinta mengira bahwa api cinta dapat disembunyikan darinya. Di antara tetesan airmata dan hati yang terbakar membara. لَوْلَا الْهَوَى لَمْ تُرِقْ دَمْعاً عَلَي طَـلَلٍ ۞ وَلاَ أرَقْتَ لِذِكْرِ الْبَانِ وَالْعَلـَـــمِ Andaikan tak ada cinta yang menggores kalbu, tak mungkin engkau mencucurkan air matamu. Meratapi puing-puing kenangan masa lalu berjaga mengenang pohon ban dan gunung yang kau rindu. فَكَيْفَ تُنْكِرُ حُباًّ بَعْدَ مَا شَــهِدَتْ ۞ بِهِ عَلَيْكَ عُدُوْلُ الدَّمْعِ وَالسَّـــقَمِ Bagaimana kau dapat mengingkari cinta sedangkan saksi adil telah menyaksikannya. Berupa deraian air mata dan jatuh sakit amat sengsara. وَأَثْبَتَ الْوَجْدُ خَطَّيْ عَبْرَةٍ وَّضَــنىً۞ مِثْلَ الْبَهَارِمِ عَلَى خَدَّيْكَ وَالْعَنَــــمِ Duka nestapa telah membentuk dua garisnya isak tangis dan sakit lemah tak berdaya. Bagai mawar kuning dan merah yang melekat pada dua pipi. نَعَمْ سَرَى طَيْفُ مَنْ أَهْوَى فَأَرّقَنِي ۞ وَالْحُبّ يَعْتَرِضُ اللّذّاتَ بِالَلَــــــمِ Memang benar bayangan orang yang kucinta selalu hadir membangunkan tidurku untuk terjaga. Dan memang cinta sebagai penghalang bagi siempunya antara dirinya dan kelezatan cinta yang berakhir derita. يَا لَا ئِمِي فِي الهَوَى العُذْرِيِّ مَعْذِرَةً ۞ مِنّي إِلَيْكَ وَلَوْ أَنْصَفْتَ لَمْ تَلُمِ Wahai pencaci derita cinta kata maaf kusampaikan padamu. Aku yakin andai kau rasakan derita cinta ini tak mungkin engkau mencaci maki. عَدَتْكَ حَـــالِـي لَاسِرِّيْ بِمُسْتَتِرٍ ۞ عَنِ الْوِشَاةِ وَلاَ دَائِيْ بِمُنْحَسِــمِ Kini kau tahu keadaanku, tiada lagi rahasiaku yang tersimpan darimu. Dari orang yang suka mengadu domba dan derita cintaku tiada kunjung sirna. مَحّضْتَنِي النُّصْحَ لَكِنْ لَّسْتُ أَسْمَعُهُ ۞ إَنّ الُحِبَّ عَنِ العُذَّالِ فِي صَمَمِ Begitu tulus nasihatmu, tapi aku tak mampu mendengar semua itu. Karena sesungguhnya orang yang dimabuk cinta tuli dan tak menggubris cacian pencela. إِنِّى اتَّهَمْتُ نَصِيْحَ الشّيْبِ فِي عَذَلِي ۞ وَالشّيْبُ أَبْعَدُ فِي نُصْحِ عَنِ التُّهَمِ Aku curiga ubanku pun turut mencelaku. Padahal ubanku pastilah tulus memperingatkanku. Baca Juga : Kisah Pangeran Diponegoro & Sholawat Burdah

Qasidah Burdah Terjemah : Pasal 1 Bercumbu dan Pengaduan Cinta

Kumpulan Doa dan Dzikir (Kalam Ulama) - Teks Qasidah Burdah Lirik dan Terjemah : Pasal 1 Bercumbu dan Pengaduan Cinta الفصل الأول : في الغزل وشكوى الغرام Bagian...
KalamUlam.com - Kajian Maulid Diba #13 Fahtazzal arsyu tharaban was-tibsyâra, Waz-dâdal kursiyyu haibatan wa waqâra,  Wam-tala-atis samâwâtu anwâra, wa dhaj-jatil mala-ikatu tahlîlan wa tanjîdan was-tighfâra اللهم صل وسلم وبارك عليه   Ya Allah tetapkanlah limpahan rahmat dan salam serta keberkahan kepadanya (Nabi Muhammad).   فَاهْتَزَّ الْعَرْشُ طَرَبًا وَاسْتِبْشَارًا Maka bergoncanglah ‘Arsy karena gembira dengan adanya kabar gembira.   وَازْدَادَ الْكُرْسِيُّ هَيْبَةً وَوَقَارًا Dan kursi Allah bertambah wibawa dan tenang karena memuliakannya.   وَامْتَلَأَتِالسَّمٰوَاتُ أَنْوَارًا Dan langit penuh dengan cahaya.   وَضَجَّتِ الْمَلَآئِكَةُ تَهْلِيْلًا وَتَمْجِيْدًا وَاسْتِغْفَارًا ۩ serta bergemuruh suara malaikat membaca tahlil, tamjid dan istighfar   سُبْحَانَ اللهِ وَ اْلحَمْدُ للهِ وَلا اِلهَ الّا اللهُ وَ اللهُ اَكْبَر  Maha Suci Allah, limpahan puji bagi Allah, tiada Tuhan selain Allah, dialah Allah yang Maha Besar (4x)   وَلَمْ تَزَلْأُمُّهٗ تَرٰى أَنْوَاعًا مِنْ فَخْرِهِ وَفَضْلِهِ إِلىٰ نِهَايَةِ تَمَامِ حَمْلِهِ  Dan ibunya tiada henti-hentinya melihat bermacam-macam keajaiban hingga dari keistimewaan dan keagungannya hingga sempurna masa kandungannya,   فَلَمَّا اشْتَدَّ بِهَا الطَّلْقُ بِـإِذْنِ رَبِّ الْخَلْقِ  Maka ketika ibunya telah merasakan sakit karena kandungannya akan lahir, dengan izin Tuhannya, Tuhan pencipta makhluk,   وَضَعَتِ الْحَبِيْبَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَاجِدًا شَاكِـرًا حَامِدًا كَأَنَّهُ الْبَدْرُ فِيْ تَمَامِهِ   Lahirlah kekasih Allah Muhammad SAW dalam keadaan sujud, bersyukur dan memuji, sedangkan wajahnya bagaikan bulan purnama dalam kesempurnaannya.   -------000--------   مَحَلُّ اْلقِيَامِ [irp posts="933" name="Kajian Maulid Diba' #14 : Teks dan Terjemah Mahallul Qiyam"]  Keterangan: Para Malaikat, Para Nabi, Para Wali, Para bidadari surga, seluruh makhluk-makhluk Allah SWT yang ada di daratan, di lautan, di angkasa, bahkan bumi, laut, udara, bintang-bintang, bulan, matahari, langit, kursiy dan Arasy, seluruhnya benar-benar meluapkan kegembiraan dan memuncakkan “Shalawat ta’dzhim” kepada Kekasih Allah SWT, Nabi Akhir Zaman, Baginda Nabi Muhammad SAW. Bahkan Ka’bah Baitulloh ikut bergetar selama 3 hari berturut-turut karena bahagia dan bangga menyambut kelahiran baginda Nabi Muhammad SAW.           Sebagaimana yang telah disebutkan dalam Maulid Ad-diba’iy Lil Imam Abdurrahman Ad-Diba’iy: فاهتز العرش طربا واستبشارا وازداد الكرسي هيبة ووقارا وامتلأت السموات أنوارا وضجت الملائكة تهليلا وتمجيدا واستغفارا Yang artinya kurang lebih: “Sesungguhnya (pada saat kelahiran Baginda Nabi Muhammad SAW), ‘Arasy seketika gentar hebat luar biasa meluapkan kebahagiaan dan kegembiraannya, dan Kursiy juga semakin tambah kewibawaan dan keagungannya, dan seluruh langit dipenuhi cahaya yang bersinar terang dan para malaikat seluruhnya serentak bergemuruh memanjatkan tahlil, tamjid, dan istighfar kepada Allah SWT dengan mengucapkan:  سبحان الله  والحمد لله  ولا إله إلا الله  والله أكبر أستغفر الله Yang artinya kurang lebih: “Maha Suci Allah, Segala puji bagi Allah, tidak ada Tuhan kecuali Allah, Allah Maha Besar, saya beristighfar (memohon ampun) kepada Allah SWT.”           Sesungguhnya dengan keagungan baginda Nabi Muhammad SAW di sisi Allah SWT, maka Allah SWT telah memerintahkan kepada para malaikat-Nya yang agung yakni Malaikat Jibril, Malaikat Muqorrobin, Malaikat Karubiyyin, Malaikat yang selalu mengelilingi Arasy dan lainnya agar serentak berdiri pada saat detik-detik kelahiran Baginda Nabi Muhammad SAW dengan memanjatkan Tasbih, Tahmid, Tahlil, Takbir, dan Istighfar kepada Allah SWT.           Semua fenomena keajaiban-keajaiban agung yang terjadi pada detik-detik kelahiran Baginda Nabi Muhammad SAW yang diwujudkan oleh  Allah SWT, semata-mata hanya menunjukkan kepada semua makhluk-makhluk-Nya Allah SWT bahwa baginda Nabi Muhammad SAW adalah makhluk yang paling dicintai-Nya, makhluk yang paling agung dan mulia derajatnya di sisi-Nya.           Dan riwayat-riwayat semua yang tersebutkan di atas, bukan sekedar cerita belaka, namun telah kami nukil data datanya dari kitab-kitab para ulama Ahlussunnah Waljama’ah yang sangat akurat dan otentik. Diantaranya adalah Kitab Al-Hawi lil Fatawi yang dikarang oleh Al-Imam Asy-Syaikh Jalaluddin Abdur Rahman As-Suyuthi yang telah mengarang tidak kurang dari 600 kitab yang dijadikan marja’ (pedoman) bagi para ulama ahlussunnah waljama’ah dalam penetapan hukum-hukum syariat Islam.Bahkan para ulama ahlussunnah waljama’ah telah sepakat menjuluki Beliau dengan gelar “Jalaaluddiin” yakni sebagai pilar keagungan agama Islam.           Bahkan tidak hanya dari kitab beliau, tetapi juga dari kitab-kitab para ulama Ahlussunnah Waljama’ah lainnya yang juga telah disepakati dan dijadikan sebagai sumber pedoman oleh para ulama. Diantaranya adalah Kitab Dalailun Nubuwwah lil Imam Al-Baihaqi, Kitab Dalailun Nubuwwah lil Imam Abu Na’im Al-Ashfahaniy, Kitab An-Ni’matul Kubro ‘Alal ‘Aalam lil Imam Syihabuddin Ahmad Ibnu Hajar Al-Haitami, Kitab Sabiilul Iddikar lil Imam Quthbul Ghouts Wad-Da’wah Wal-Irsyad Al-Habib Abdullah bin ‘Alawi Al-Haddad, Kitab Al-Ghuror lil Imam Al-Habib Muhammad bin Ali bin Alawiy Khird Ba Alawiy Al-Husainiy, Kitab Asy-Syifa’ lil Imam Al-Qadli ‘Iyadl Abul Faidl Al-Yahshabiy, Kitab As-Siiroh An-Nabawiyyah lil Imam As-Sayyid Asy-Syaikh Ahmad bin Zaini Dahlan Al Hasaniy, Kitab Hujjatulloh ‘Alal ‘Aalamin lis Syaikh Yusuf bin Ismail An-Nabhaniy, dan kitab-kitab lainya yang mu’tamad dan mu’tabar (diakui dan dijadikan pedoman oleh para ulama).           Bagi para Ulama shalihin Ahlussunnah Waljama’ah telah sepakat untuk berdiri pada saat bacaan Maulid Nabi Muhammad SAW telah tiba, yakni pada Mahallul Qiyam (detik-detik kelahiran Baginda Nabi Muhammad SAW). Mereka serentak berdiri demi mengikuti jejak para Malaikat, jejak arwah para Nabi dan jejak arwah para Wali untuk ta’dzhim (mengagungkan) dan memuncakkan rasa cinta yang agung kepada baginda Nabi Muhammad SAW. Mereka luapkan rasa syukur yang memuncak ke hadhirat Allah SWT atas nikmat atau anugerah paling agung yang telah Allah SWT limpahkan dengan mengutus Kekasih-Nya sebagai Rahmat (Belas Kasih Sayang-Nya) untuk seluruh alam semesta.  Mereka panjatkan puji-pujian yang agung kepada baginda Rasululloh SAW dengan bahasa sastra yang indah dan suara merdu yang dipenuhi dengan rasa rindu dan cinta yang tulus mulia kepada Baginda SAW.           Maka, sungguh sangat mulia sekali bagi kita sebagai umat yang sangat dicintainya untuk mengikuti jejak para ulama shalihin dengan serentak berdiri pada saat Mahallul Qiyam demi menyambut kedatangan Kekasih Allah SWT yang sangat mulia, Junjungan kita baginda Nabi Besar Muhammad SAW. Bukankah Beliau adalah Nabi kita yang sangat kita cintai? Bukankah Beliau adalah yang kelak akan memberi pertolongan kepada kita sehingga selamat dari siksaan Allah SWT yang sangat pedih? Bukankah Beliau adalah yang akan memberi syafaat kepada kita sehingga kita bisa memperoleh keridloan Allah SWT yang agung dan masuk ke dalam surga-Nya yang dipenuhi dengan segala kenikmatan, keindahan dan kebahagiaan yang kekal abadi selama-lamanya? Karena Rasululloh  SAW adalah Kekasih Allah SWT yang mana Allah SWT telah berjanji untuk tidak menolak segala  permintaan Beliau dan akan mengabulkan segala permohonannya. Dan janji ini telah ditetapkan Allah SWT dalam Kitab Suci Al-Qur’an, Surat Adh-Dhuha ayat  5:  ولسوف يعطيك ربك فترضى   Yang artinya kurang lebih: “Dan (sesungguhnya) kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu (Nabi Muhammad SAW), lalu (hati) kamu menjadi puas”. (Q.S. Adl-Dluha: 5) Sungguh sangat beruntung kita sebagai umat Islam yang benar-benar mencintai Baginda Nabi Muhammad SAW dengan setulusnya. Maka, pada saat tiba ajal kita nanti, baginda Nabi Muhammad SAW yang sangat kita cintai akan menolong kita dengan memohon kepada Allah SWT agar ditetapkan iman kita, diampuni segala dosa-dosa kita yang pernah kita lakukan dan diberi kemudahan menghadapi sakaratul maut. Bukan sekedar itu saja, bahkan pada saat menghadapi pertanyaan Malaikat Munkar dan Nakir di alam barzakh, Beliau akan menolong kita. Dan berkat pertolongannya, seketika Allah SWT akan menjadikan kuburan kita sebagai “Raudlotun Min Riyaadlil Jinaan”, yakni sebagai taman diantara taman-taman surga. Begitu pula pada saat di padang Mahsyar, kita akan dipersilahkan untuk meminum air telaganya dan bertemu dengan Beliau SAW beserta para ahli baitnya, para sahabatnya, dan juga bersama para wali Allah SWT, para orang-orang sholihin  dan bersama pula dengan orang-orang mukmin yang mencintainya. Seketika itu pula kita mendapati rasa aman. Demikian besarnya perhatian baginda Rasulullah SAW kepada kita, dan agungnya ketulusan mahabbah (Belas Kasih Sayang) yang sempurna kepada kita, sehingga kita bisa mendapati limpahan Rahmat (Belas Kasih Sayang) Allah SWT dan ampunan-Nya, adalah  sangat banyak sekali data-data atau dalilnya disebutkan dalam Kitab Suci Al-Qur’an, Al-Hadits serta kitab-kitab para ulama Ahlus Sunnah Wal-Jama’ah. Sebagian diantara dalil-dalil tersebut adalah Firman Allah SWT dalam Al-Qur’anu Al-Kariim Surat At-Taubah  ayat 128:  لقد جاءكم رسول من أنفسكم عزيز عليه ما عنتم حريص عليكم بالمؤمنين رءوف رحيم   Yang artinya kurang lebih: “Sesungguhnya telah datang kepada kalian Seorang Rasul (Nabi Muhammad SAW), dari kaum kalian sendiri, (sungguh sangat) berat terasa olehnya (segala) penderitaan kalian, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagi kalian, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin..” (Q.S. At-Taubah: 128).           Demikianlah anugerah-anugerah agung yang dilimpahkan Allah SWT kepada umat Islam yang benar-benar cinta kepada baginda Nabi Muhammad SAW. Namun, sebagaimana yang disebutkan oleh Imam Qodli ‘Iyadl dalam kitabnya Asy-Syifa hal 158 bahwa orang yang benar-benar tulus mencintai baginda Rasul SAW, syaratnya harus mengikuti jejaknya, meneladani prilakunya, menghidupkan sunnah ajaran dan syiarnya, mencintai ahli baitnya dan menghormati seluruh shahabatnya. Semoga kita semua termasuk orang yang benar-benar cinta sejati dengan tulus kepada Baginda Nabi Muhammad SAW beserta seluruh ahli bait dan shahabatnya serta bisa meneladani prilaku dan jejak-jejak mereka.  Wallahu a’lam bishshowaab.  Disarikan oleh Ahmad Ulul Azmi melalui kitab Nurul Mushthofa yang dirangkum oleh Al-Habib Murtadho bin Abdullah Alkaf. Demikian pembahasan fasal fahtazzal arsyu      

Fahtazzal Arsyu – Kitab Maulid Diba dan Terjemahannya (03)

KalamUlam.com - Fasal Fahtazzal Arsyu ini merupakan fasal yang begitu luar biasa. Karena didalam fasal ini diceritakan bagaiamana kemulian Nabi Muhammad dan semua alam menyambut...
KalamUlama.com - Shalawat Assalamualaika Zainal Anbiya dan Terjemahannya هذه القصده السلام عليك (1) ۰۞۰ ۰۞۰ ۰۞۰ ۰۞۰ ۰۞۰ السلام عليك زينالأنبيآء ، السلام عليك Assalamualaika Zainal anbiya (Assalaamu ‘alaik) Salam sejahtera bagimu wahai Nabi yang paling mulia السلام عليك أتقی الأتقيآء ، السلام عليك Assalaamu ‘alaika Atqool atqiyaa-i (Assalaamu ‘alaik) Salam sejahtera bagimu wahai Pemimpin orang-orang yang bertaqwa السلام عليك أصفی الأصفيآء ، السلام عليك Assalaamu ‘alaika Ashfal ashfiyaa-i (Assalaamu ‘alaik) Salam sejahtera bagimu wahai Pemimpin orang-orang sufi السلام عليك أزگی الأزکيآء ، السلام عليك Assalaamu ‘alaika Azkaal azkiyaa-i (Assalaamu ‘alaik) Salam sejahtera bagimu wahai Pemimpin orang-orang yang suci السلام عليك أحمد ياحبيبی ، السلام عليك Assalaamu‘alaika Ahmad Yaa Habiibii (Assalaamu ‘alaik) Salam sejahtera bagimu wahai Ahmad wahai kekasihku السلام عليك طه ياطبيبى ، السلام عليك Assalaamu ‘alaika Thooha yaa thobiibii (Assalaamu ‘alaik) Salam sejahtera bagimu wahai Thooha wahai pelipur hatiku السلام عليك يا مسکی وطيبی ، السلام عليك Assalaamu‘alaika yaa miskii wa thiibii (Assalaamu ‘alaik) Salam sejahtera bagimu wahai keharumanku dan pewangi hatiku السلام عليك أحمد يا محمد ، السلام عليك Assalaamu‘alaika Ahmad Yaa Muhammad (Assalaamu ‘alaik) Salam sejahtera bagimu wahai Ahmad wahai Muhammad السلام عليك يا جالی الکروب ، السلام عليك Assalaamu ‘alaika yaa jaalil kuruubi (Assalaamu ‘alaik) Salam sejahtera bagimu wahai yang menghindarkan bencana-bencana السلام عليك ياوجه الجميل ، السلام عليك Assalaamu ‘alaika yaa wajhal jamiili (Assalaamu ‘alaik) Salam sejahtera Atas Nabi yang memiliki kharisma dan wajah yang indah السلام عليك يابدر التمام ، السلام عليك Assalaamu ‘alaika yaa badrot-tamaami (Assalaamu ‘alaik) Salam sejahtera bagimu wahai bulan purnama yang terang benderang السلام عليك يانور الظلام ، السلام عليك Assalaamu‘alaika yaa nuurodh-dholaami (Assalaamu ‘alaik) Salam sejahtera bagimu wahai cahaya yang menerangi kegelapan السلام علی المقدم بالإمامة ، السلام عليك Assalaamu‘alaal muqoddami bil imaamah (Assalaamu ‘alaik) Salam sejahtera bagimu wahai Nabi yang paling mulia السلام علی المظلل بالغمامة ، السلام عليك Assalaamu ‘alaal mudhollali bil ghomaamah (Assalaamu ‘alaik) Salam sejahtera atas pemimpin yang terkemuka السلام علی المبشر بالسلامة ، السلام عليك Assalaamu‘alaal mubassyiri bissalaamah (Assalaamu ‘alaik) Salam sejahtera atas pemberi kabar gembira dengan keselamatan السلام علی المشفع بالقيامه ، السلام عليك Assalaamu‘alaal musyaffa’i bil qiyaamah (Assalaamu ‘alaik) Salam sejahtera atas Pemberi Syafaat pada hari kiamat --------------------------------------- Subscribe Youtube Kalam Ulama Official

Assalamualaika Zainal Anbiya Latin dan Terjemahannya

KalamUlama.com  - Shalawat Assalamualaika Zainal Anbiya dan Terjemahannya هذه القصده السلام عليك (1) ۰۞۰ ۰۞۰ ۰۞۰ ۰۞۰ ۰۞۰ السلام عليك زينالأنبيآء ، السلام عليك Assalamualaika Zainal anbiya...

Lirik Ya Lal Wathan dan Artinya (Cinta Tanah Air)

Lirik Ya Lal Wathan dan Artinya (Cinta Tanah Air) Karya: KH. Abdul Wahab Chasbullah (1934) (Ijazah KH. Maemon Zubair Tahun 2012) ياَ لَلْوَطَنْ ياَ لَلْوَطَن ياَ لَلْوَطَنْ حُبُّ...