Serba Serbi Islam

KALAMULAMA.COM- BERKAH MEMBELI BANYAK KITAB BISA MELAPANGKAN RIZQ. Allahuyarham Syaikhina Maemoen Zubair dulu pernah menjadi penjual kitab saat awal-awal masa membangun pondok ya

BERKAH MEMBELI BANYAK KITAB BISA MELAPANGKAN RIZQI

KALAMULAMA.COM- BERKAH MEMBELI BANYAK KITAB BISA MELAPANGKAN RIZQI. Allahuyarham Syaikhina Maemoen Zubair dulu pernah menjadi penjual kitab saat awal-awal masa membangun pondok yang dibangunkan...
kalamulma.com- Ulama Ahli Ushul Fiqh Dari Sukorejo Situbondo Muktamar NU di Makassar 2010 adalah perjumpaan pertama saya dengan KH Afifuddin Muhajir di Komisi Bahtsul

Ulama Ahli Ushul Fiqh Dari Sukorejo Situbondo

kalamulma.com- Ulama Ahli Ushul Fiqh Dari Sukorejo Situbondo Muktamar NU di Makassar 2010 adalah perjumpaan pertama saya dengan KH Afifuddin Muhajir di Komisi Bahtsul Masail...

Dialog antara Fir’aun dan Iblis Memutuskan ada yang Lebih Buruk dari pada Mereka.

Oleh : KH Salim Azhar ------------------------------------------------------ Ahmad Syihabuddin bin Salamah Al Qolyubi menulis, Diceritakan bahwa pada suatu hari Iblis bertamu pada Fir'aun, Dalam bercengkerama, Fir'aun bertanya kepada Iblis...

Kisah Nabi Yusuf (Derita Berakhir Bahagia) #6

Oleh : KH. Salim Azhar* Pada saat Qithfir membuka pintu yang ke tujuh, beliau melihat Zulaikha berdiri dan Yusuf ada di sampingnya, Zulaikha cepat-cepat...
Kalam Ulama Isra Miraj Nabi Muhammad Perjalanan Nabi Muhammad di Tahun Duka [Baca Juga "Kisah Isra’ Mi’raj #01 “Muqoddimah”"] “Muhammad adalah pemimpim seluruh makhluk yang cahayanya memenuhi tujuh lapis langit dan bumi. Allah memperjalankannya di malam hari dari bumi Hijaz hingga seluruh hijab yang tinggi (yang menghijab seluruh makhluk dari Sang Khalik) mencium kedua sandal agung Baginda yang memijaknya. Allah mendekatkannya kepada-Nya hingga bagaikan dua ujung busur saat berwahyu kepadanya setelah Baginda mengucap kepada-Nya At Tahiyyat.” KetikaAllah SWT memerintahkan Nabi Muhammad saw untuk menyampaikan risalah secara terang-terangan, kaumnya memusuhi beliau dan memeranginya secara liar dan ganas. Walau demikian, kedzoliman kaumnya tidak menjadi penghalang masuknya iman ke dalam sanubari sebagian keluarga dekat dan sebagian kaumnya yang mengenal kejujurannya. Bagaimana mungkin Nabi saw memberitakan kepada manusia kabar yang dusta tentang Tuhan alam semesta, padahal Nabi saw tidak pernah berdusta seumur hidupnya kepada siapapun? Kaumnya mengetahui betul darinya tentang hal ini dan tentang kejujurannya. Dalam menyiarkan risalah Tuhannya, Nabi Muhammad saw membutuhkan pembela yang setia membela dan mendukungnya terhadap orang-orang kafir yang memusuhi dan memeranginya, dan pembela yang mendukung serta menghiburnya saat kesedihan melanda hatinya ketika beliau berada di dalam rumahnya. Adalah Abu Tholib, sang paman tercinta yang setia membelanya hingga akhir hayat saat orang-orang kafir mengganggunya dan Khadijah, sang istri tercinta yang senantiasa menguatkannya di rumah saat kesedihan melanda. Selama sepuluh tahun keduanya setia membela Rasulullah saw dengan segenap harta, jiwa dan raga hingga akhir hayat. Tepat setelah 10 tahun dari kenabian, keduanya dipanggil oleh Allah di saat yang sangat berdekatan. Kesedihan melanda Rasulullah saw hingga dinamakan tahun itu sebagai tahun kesedihan. Tatkala itulah orang-orang kafir makin merajalela dalam memusuhi, mendzolimi dan memerangi Nabi Muhammad saw. Hingga akhirnya beliau pergi ke kota Thoif untuk meminta dukungan dan pembelaan dari penduduknya terhadap orang-orang kafir Makkah. Namun hancur segala harapan ketika beliau mendapati penduduk Thoif lebih ganas dan bengis terhadapnya dari pada penduduk Makkah. Beliau diusir secara tidak terhormat dan dihujani dengan cacian dan batu. Di perjalanan pulang dari Thoif di suatu kebun beliau menangis danmengadu kepada Tuhannya: “Wahai Allah, hanya kepada-Mu aku mengadu akan lemahnya kekuatanku, dan sedikitnya jalan yang dapat aku tempuh serta kehinaanku di mata manusia. Wahai Tuhan yang kasih sayangnya lebih besar dari para penyayang manapun, Engkau adalah Tuhan kaum yang tertindas dan tertekan, dan Engkau adalah Tuhanku. Kepada siapa Engkau hendak menyerahkan diriku? Apakah kepada orang yang jauh yang akan menindasku? Atau kepada musuh Engkau lemparkan diriku? Selama kemurkaan-Mu tidak Engkau tumpahkan kepadaku maka sungguh aku tidak peduli dengan semua derita itu. Namun afiyah dan kelembutan-Mu lebih aku harapkan. Aku berlindung dengan Cahaya Wajah-Mu yang terbit menghapuskan segala kegelapan, yang dengannya mengalir segala perkara dunia dan akhirat, aku berlindung dengannya dari kemurkaan-Mu yang hendak Engkau tumpahkan kepadaku, dan dari kemarahan-Mu yang akan menghampiriku. Engkau berhak menegur hingga Engkau ridho. Dan tiada kemampuan dan kekuatan melainkan dengan Allah.” Allah mendengar rintihan dan tangisan Nabi Muhammad saw. Beberapa waktu sekembali beliau dari Thoif ke kota Makkah, Allah memanggil beliau dalam perjalanan Isra dan Mi’raj yang agung. Peristiwa Isra dan Mi’raj terjadi pada malam senin 27 Rajab satu tahun sebelum Hijrah ke kota Madinah sebagaimana pendapat yang masyhur. Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah bahwa Jabir bin Abdullah Al Anshori dan Abdullah ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhum berkata: “Rasulullah saw lahir pada hari senin, dan pada hari senin beliau diutus, dan pada hari senin dimi’rajkan ke langit, dan pada hari senin beliau wafat ”. Tatkala Nabi Muhammad saw berada di Hijir Ismail di samping Ka’bah, berbaring tidur bersama dua lelaki (Hamzah bin Abdul Muttholib dan Ja’far bin Abi Tholib), maka datanglah Jibril dan Mikail serta bersamanya malaikat yang lain yaitu Isrofil. Para malaikat membawa Rasulullah saw hingga ke sumur zam-zam dan melentangkannya. Pada saat itu yang memimpin kejadian ini adalah malaikat Jibril. Diriwayat lain, bahwa pada saat Rasulullah saw sedang tidur dirumahnya, terbuka atap rumah Nabi dan turunlah Jibril lalu membelah bagian atas dada Nabi, hingga bawah perutnya. Lalu berkata Jibril kepada Mikail, “Berikanlah aku semangkok air zam-zam agar aku bersihkan hatinya dan aku lapangkan dadanya”. Lalu dia keluarkan hatinya dan membasuhnya hingga tiga kali dan mencabut apa-apa yang mengganggu hatinya. Datanglah Mikail membawa tiga mangkok air zam-zam, lalu di datangkan satu mangkok dari emas yang penuh dengan hikmah dan iman lalu menuangkanya ke dada Rasulullah saw, dan memenuhinya dengan kebijaksanaan dan keilmuan lalu keyakinan serta keislaman, setelah itu dirapatkan kembali dada Rasulullah saw dan menandainya dengan label nubuwah (kenabian). ***bersambung*** Disarikan dari materi yang disampaikan oleh Al Habib Ahmad bin Novel bin Salim bin Jindan dalam acara Daurah Isra’ Mi’raj yang diadakan pada hari Sabtu, 9 April 2016 di Komplek Makam Habib Abdurahman Al Habsyi, Cikini, Jakarta Pusat. Klik Disini : Kumpulan Kisah Isra Mi’roj [irp posts="967" name="Kisah Isra Mi’raj #03 “Melihat Berbagai Peristiwa”"]

Kisah Isra’ Mi’raj #02 Perjalanan Nabi Muhammad di Tahun Duka

Kalam Ulama Isra Mi’raj Nabi Muhammad Perjalanan Nabi Muhammad di Tahun Duka  “Muhammad adalah pemimpim seluruh makhluk yang cahayanya memenuhi tujuh lapis langit dan bumi. Allah memperjalankannya di malam...

Bersumber Dari Pendangkalan

Oleh: Abdurrahman Wahid Pada Sebuah diskusi beberapa tahun yang lalu di Masjid Sunda Kelapa, Jakarta, penulis dikritik oleh Dr.Yusril Ihza Mahendra, sekarang Menteri Kehakiman dan...
Mengikuti Hawa Nafsu Akan Membawa Kehancuran

Mengikuti Hawa Nafsu Akan Membawa Kehancuran

kalamulama.com- Mengikuti Hawa Nafsu Akan Membawa Kehancuran Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : ثَلَاثٌ مُهْلِكَاتٌ وَ ثَلَاثٌ مُنْجِيَاتٌ فَأَمَّا ثَلَاثٌ مُهْلِكَاتٌ: شُحٌّ مُطَاعٌ وَ هَوًى...

KELEBIHAN UMAT NABI MUHAMMAD DIBANDING UMAT NABI MUSA

https://www.youtube.com/watch?v=APCtM25wKP0&feature=youtu.be adalah sebuah tanaman yang disebut "Semak Duri Berapi" (The Burning Bush) atau dalam bahasa ilmiah disebut Euonymus alatus. Tanaman ini diyakini oleh penduduk...
kalamulama.com- CAHAYA KEBERKAHAN MBAH ARWANI DI PULAU DEWATA Di tengah hingar-bingar Bali dengan berbagai pesonanya. Terdapat pondok pesantren tahfidz yang sudah lama berdiri. Bahkan perkembangannya semakin pesat, bermula dari langgar, sepetak kamar asrama dan sekarang memiliki lembaga pendidikan berbasis pondok mulai Paud hingga Perguruan Tinggi. Kami Bersama rombongan ziarah Bali MA TBS berkesempatan sowan ke pondok tersebut. Pendiri sekaligus pengasuhnya adalah KH. Noor Hadi. Beliau lama nyantri sekaligus menjadi abdi ndalem Mbah Arwani Kudus. "saya mondok di kudus mulai 1966, sangking lamanya sampai yai lupa,kalau saya itu santri", ungkap beliau. Suatu hari beliau didawuhi sama Mbah Arwani:, "Nur, Aku duwe omah Apik, Yo pondok iku. Njalukko sanad neng pengurus terus pamit. Saiki Gawehho omah dewe yo, tapi neng Bali. Iki kanggo sangu, engko bakal dicukupi pengeran. Pondokmu tak jenengno Roudlotul Huffadz, lirkadiyo wangine koyok Roudlotul Jannah", Sambil matanya berkaca-kaca beliau melanjutnya ceritanya. Akhirnya KH Nur Hadi memutuskan merantau ke daerah Tabanan Bali. Alangkahnya kagetnya beliau, ternyata di Bali untuk membuat mushola 3x3 meter saja, harus meminta ijin gubernur dan harus disertai 100 tanda tanga warga sekitar, itupun kalau tidak menyalahi aturan adat. Belum lagi harga tanahnya yang selangit. Yakni 10 meter saja mencapai 2 Milyar. Apalagi untuk membangun Masjid dan Pondok. "kulo namung saget nangis lan wadul kalih mbah Arwani, nanging boten wantun matur langsung, jadi namung lewat do'a bakdo qiyam lail", tangkasnya. Tapi anehnya, keesokkan harinya ada orang datang, mengaku utusan dari Kudus dan menawarkan sejumlah uang yang sama persis jumlahnya untuk beli tanah itu. "Masyallah dibayar lunas kalih Mbah Arwani, padahal saya tidak berani matur langsung". Imbuh beliau. Sampai sekarang, jika beliau mendapati kesulitan apapun selalu mengadu pada Mbah Arwani. "Kulo yakin mbh arwani teseh gesang, teseh saget rawuh. Kulo boten nate melanggar perintah guru, selami hidup, nopo malih nku mbh arwani". Tambahnya. Suatu ketika KH Nur Hadi mencoba mencari tambahan penghasilan dengan berjualan di pasar bersama isteri. Padahal semasa hidup Mbah Arwani berpesan, "Le...mbesuk ojo dodolan neng pasar". Akhirnya sepulang dari pasar, semua orang yang dilihat beliau sepanjang jalan ternyata sangat mirip dengan wajah Mbh Arwani. "Menawi kulo diemotke", katanya. "Kulo nate boten pecinan, tindakan ke suatu acara. Seketika Mbah Arwani Rawuh, Le,,, nek sirahe rak dipecini ngalamat qur'ane ilang". Akhirnya kemanapun beliau pergi pasti pecinan, sampai bertemu presiden sekalipun. "Kulo sampun ketemu kalih sedanten presiden mulai pak Harto sampai pak Jokowi. Cuma satu presiden yang menolak saya temui, yaitu gus dur". Saat saya kesana malah gus dur marah, "lapo kuwe rene Nur, ngurusi pondokmu ae... Negoro tak urusane aku.. " Spontan KH Nur pun berbalik tanya, "lho kok jenengan perso nek kulo gus, padahal kulo dereng matur Nopo2.,,, "yo ambune wes ketoro nek kuwe Nur, wes muliho wiridan neng pondokmu dewe".... Kata beliau mencerikan gus dur. Salain itu, beliau juga sempat dikucilkan oleh pemerintah setempat. Gara-gara melarang santri untuk mengikuti MTQ. "kulo kedah nderek wasiat dawuhnya guru kulo Mbh Arwani, daripda boten didaku satrine dunia akhirat", imbuh Rois Syuriah PWNU provinsi Bali itu. Tantangan di Bali juga dalam hal sihir ataupun santet. "Dalam mimpi kulo, mbh Arwani nyapu teng ngajeng Pondok, tapi yang dibersihkan ada paku, beling dan batu yang tajam. Tak resik ane Le..... Ojo lali ambi dongane.... " tambah beliau. "Kulo ngestoaken dawuh yai. Sampek sakniki Kulo nek bten nderes langsung dipun dangu mbh arwani.. Le, nderes. ...." Sekarang masjid di Tabanan merupakan salah satu masjid yang diperbolehkan adzan dengan mikrofon. Pondok yang mempunyai madrasah sampai univertas. Semula hanya 10 anggota keluarga, namung sekarang kawasannya ramai dan mayoritas muslim. "sedanten niku barokahnya mbh Arwani, kulo sambatnya ke beliau walau pun sedo, Kulo ngrasa jahil, tp yai ingkang dawuhi kulo lampahi". Selain itu, ternyata yang mengawali adanya ziarah wali 7 di Bali adalah KH Nur Hadi. "Daripda datang ke Bali hanya untuk berlibur, kulo berusaha mengimbangi dg hal positif. Kulo mengumpulkan 7 makam orang sholih, kersane di ziarohi. Tapi kulo boten ngarani niku wali. Soale ingkang ngertos wali kan wali pyambak, lha kulo boten wali ngeh boten ngertos... Tapi sakniki saget syiar" tambah pengasuh pondok tersebut. "Estu le, nderekke gurumu. Boten usah mamang, pengeran bakal nyukupi, nulung..." tutup beliau. Foto: KH Nur Hadi ketika menyampaikan mauidhoh, didampingi KH Hasan Fauzi.

CAHAYA KEBERKAHAN MBAH ARWANI DI PULAU DEWATA

kalamulama.com- CAHAYA KEBERKAHAN MBAH ARWANI DI PULAU DEWATA Di tengah hingar-bingar Bali dengan berbagai pesonanya. Terdapat pondok pesantren tahfidz yang sudah lama berdiri. Bahkan perkembangannya...
kalamulama.com- Muliakanlah Janda dan Anak Yatim, Anda Akan Dimuliakan Rasulullah Oleh : KH Salim Azhar Dikisahkan bahwa ada sebagian orang Alawy yang cukup mampu. Ia mempunyai seorang istri Alawiyah dan beberapa anak perempuan, Ketika seorang Alawy meninggal dunia, Istrinya membelanjakan uang peninggalan suaminya, Untuk biaya hidupnya bersama putri-putrinya, Dari hari ke hari dan bulan ke bulan, Harta pusaka mendiang sang suami semakin berkurang, Pada saatnya, harta itu pun akhirnya habis, Dan Wanita janda Alawiyah itu jatuh miskin, Beliau menanggung beberapa putri yang yatim, Beliau sabar memelihara anak-anak putri yang masih kecil, Beberapa putri tersebut hidup dalam keadaan sengsara, Sang ibu lalu pindah tempat menjauh dari desanya, Hal itu dilakukan agar tidak tampak kemiskinannya, Dan agar tidak menyebabkan kegembiraan para musuh, Beliau masuk dan berdiam di sebuah masjid yang rusak, Masjid tersebut sudah tidak dipakai oleh penduduk, Beliau tinggalkan putri putri itu keluar mencari makanan, Di sebuah pedesaan beliau bertemu seorang tokoh desa, Beliau amat senang karna tokoh desa tersebut seorang muslim, Beliau haturkan nasib dan kebutuhannya kepada sang tokoh tersebut, Namun apa yang beliau paparkan tidak diterima oleh tokoh itu, Tokoh itu berkata : "Datangkan saksi atas keislaman dan keadaanmu", Beliau menjawab : "Kami tidak punya saksi sebab kami orang asing", Tokoh tersebut lalu berpaling dan tidak menghiraukannya, Ketika itu lewatlah seorang penyayang yang kebetulan beragama majusi, Ketika orang tersebut bertanya maka ibu janda tersebut menghaturkan, Bahwa beliau meninggalkan beberapa anak putri di masjid yang rusak, Dan beliau keluar untuk mencari makanan buat mereka, Sang penyayang itu langsung percaya kepada ibu janda tersebut, Ia lalu menyuruh salah seorang dari beberapa istrinya mengikuti ibu itu, Setibanya di masjid langsung mengajak ibu dan putri putrinya, Mereka bersama-sama datang di rumah istri penyayang tersebut, Mereka sekeluarga memuliakan ibu janda dan putri putrinya, Mereka memberikan makanan dan minuman serta tempat tidur, Ibu janda dan anak-anak putrinya merasa mendapatkan kemulyaan, Mereka bersyukur kepada Alloh juga kepada ibu penyayang tersebut, Di tengah malam yang senyap, Semua keluarga tenggelam dalam kenikmatan tidur , Sang tokoh desa yang muslim bermimpi mengejutkan, Bahwa hari kiamat telah tiba dan terjadi hal yang menakutkan, Tokoh desa yang muslim tersebut bertemu dengan Rosululloh, Beliau membawa bendera puja dan pujian, Beliau memandang sang tokoh tersebut dengan senyuman, Di sampingnya terdapat istana bertingkat yang amat megah, Sang tokoh desa lalu memberi salam dan bertanya, Untuk siapakah bangunan megah ini ya Rosulalloh ?, Beliau menjawab : "Ini untuk seorang laki-laki muslim", Tokoh tersebut berkata : "Kami adalah muslim ya Rosul", Rosululloh menjawab : "Datangkan saksi atas keislamanmu", Tokoh tersebut bingung tidak dapat mendatangkan saksi, Maka Rosululloh menceritakan keadaan janda Alawiyah, Bahwa janda yang engkau biarkan merana itu, Ditolong oleh seorang penyayang, Dan istana yang akan diperuntukkan kamu kini menjadi miliknya, Maka tokoh desa tersebut terjaga dalam keadaan cemas, Dari hari ke hari ia mengingat mimpi yang amat indah itu, Ia ingin datang di rumah orang majusi yang diceritakan oleh Rosul. Namun dia tidak mengetahui di manakah rumahnya, Akhirnya ia ditunjukkan oleh seseorang yang telah mengetahuinya, Maka ia mendatangi rumah lelaki penyayang tersebut, Setelah bertemu maka ia memohon agar ia mau menjualnya, Namun majusi itu menolaknya, Sang tokoh itu menawarkan uang seribu dinar kepadanya, Sang penyayang itu tetap menolaknya, Sang tokoh tersebut hendak memaksanya, Sang penyayang tersebut lalu berkata : "Apa yang kamu lihat dalam mimpi itu adalah tercipta untukku", Sang tokoh tersebut berkata : "Kamu kan majusi", Sang penyayang tersebut menjawab : "Apakah kamu bangga dengan Islam kamu ?, Demi Alloh sebelum kami sekeluarga tidur, kami telah masuk Islam, Kami sekeluarga telah masuk Islam di tangan ibu janda Alawiyah, Dan apa yang kamu lihat dalam mimpi itu kami pun melihatnya, Dan ketika itu Rosululloh bertanya : "Apakah janda Alawiyah bersama putri ptrinya ada padamu ?, Maka aku menjawabnya : "Betul ya Rosuul", Maka Beliau mengatakan : "Istana ini adalah milikmu sekeluarga", Subhanalloh, Maka tokoh desa yang muslim itu pulang dengan cemas, Ia merasakan kesedihan yang tak seorang pun mengetahui selain Alloh. ( Irsyad : 88-89 )

Muliakanlah Janda dan Anak Yatim, Anda Akan Dimuliakan Rasulullah

kalamulama.com- Muliakanlah Janda dan Anak Yatim, Anda Akan Dimuliakan Rasulullah Oleh : KH Salim Azhar Dikisahkan bahwa ada sebagian orang Alawy yang cukup mampu. Ia mempunyai seorang...