Serba Serbi Islam

Ringkasan Manaqib Sayyidinal Imam al-Qutb Fakhrul Wujud Syeikh Abu Bakar bin Salim rodhiyallohu ta’ala...

Ditulis dengan menggunakan dua jenis "font" berbeda (Jawi dan Latin). Namun masih sama-sama dalam bahasa Indonesia. 1). Teks Jawi بسم الله الرحمن الرحيم حول مروفكن فريڠاتن تاهونن...

KIRAB PARADE HADRAH 1000 REBANA MAJELIS AR-RAUDHAH SURAKARTA

Pada Senin malam Selasa, 18 Juli 2016, Pengasuh Majelis Ilmu dan Dzikir Ar-Raudhah Solo Sayyidil Habib Novel bin Muhammad Alaydrus memimpin gelaran Kirab Parade...

PESAN GUS DUR DALAM MENDIDIK ANAK

PESAN GUS DUR DALAM MENDIDIK ANAK 1) Ibu ketika menyusui sambil membaca Ayat Kursi & Al-Ikhlas, Al-falaq, An-Nas & mengulang-ulang bacaan 2) Pertama kali yang diajarkan...

Karomah Habib Umar bin Hafidz

Serba Serbi Islam (Kalam Ulama) . Dikisahkan ole Habib Mundzir, dulu waktu aku masih belajar di kota ini (Tarim). Ada salah satu murid Al Habib...
Kalam Ulama - Nasehat Imam Syafi'i Kepada Muridnya. Diriwayatkan bahwa Yunus bin Abdi Al-'Ala, berselisih pendapat dengan sang guru, yaitu Al-Imam Muhammad bin Idris As-Syafi'i (Imam Asy Syafi'i) saat beliau mengajar di Masjid. Hal ini membuat Yunus bangkit dan meninggalkan majelis itu dalam keadaan marah.. Kala malam menjelang, Yunus mendengar pintu rumahnya diketuk,Ia berkata : "Siapa di pintu..?" Orang yang mengetuk menjawab : "Muhammad bin Idris." Seketika Yunus berusaha untuk mengingat semua orang yg ia kenal dengan nama itu, hingga ia yakin tidak ada siapapun yang bernama Muhammad bin Idris yang ia kenal, kecuali Imam Asy Syafi'i.. Saat ia membuka pintu, ia sangat terkejut dengan kedatangan sang guru besar, yaitu Imam Syafi'i.. Imam Syafi'i berkata : "Wahai Yunus, selama ini kita disatukan dalam ratusan masalah, apakah karena satu masalah saja kita harus berpisah..? Janganlah engkau berusaha untuk menjadi pemenang dalam setiap perbedaan pendapat... Terkadang, meraih hati orang lain itu lebih utama daripada meraih kemenangan atasnya.. Jangan pula engkau hancurkan jembatan yang telah kau bangun dan kau lewati di atasnya berulang kali, karena boleh jadi, kelak satu hari nanti engkau akan membutuhkannya kembali.." "Berusahalah dalam hidup ini agar engkau selalu membenci perilaku orang yang salah, akan tetapi jangan pernah engkau membeci orang yg melaku kan kesalahan itu.. Engkau harus marah saat melihat kemaksiatan, tapi berlapang dadalah dan bimbinglah para pelaku kemaksiatan.. Engkau boleh mengkritik pendapat yang berbeda, namun tetap menghormati terhadap orang yang berbeda pendapat.. Karena tugas kita dalam kehidupan ini adalah MENGHILANGKAN PENYAKIT, dan bukan MEMBUNUH ORANG YANG SAKIT.." Maka apabila ada orang yang datang meminta maaf kepadamu, maka segera maafkan... Apabila ada orang yang tertimpa kesedihan, maka dengarkanlah keluhannya... Apabila datang orang yang membutuhkan, maka penuhilah kebutuhannya sesuai dengan apa yang Allah berikan kepadamu.. Apabila datang orang yang menasehatimu, maka berterimakasihlah atas nasehat yang ia sampaikan kepadamu.. Bahkan seandainya satu hari nanti engkau hanya menuai duri, tetaplah engkau untuk senantiasa menanam bunga.. Karena sesungguhnya balasan yang dijanjikan oleh Allah yang Maha Pengasih dan Penyayang lagi Maha Dermawan jauh lebih baik dari balasan apa pun juga yang mampu diberikan oleh manusia.." Beliaupun menangis dan merangkul Sang Imam sembari mohon maaf dan berterima kasih atas nasihatnya. Diriwayatkan bahwa Yunus bin Abdi Al-'Ala, berselisih pendapat dengan sang guru, yaitu Al-Imam Muhammad bin Idris As-Syafi'i (Imam Asy Syafi'i) saat beliau mengajar di Masjid. Hal ini membuat Yunus bangkit dan meninggalkan majelis itu dalam keadaan marah.. Kala malam menjelang, Yunus mendengar pintu rumahnya diketuk,Ia berkata : "Siapa di pintu..?" Orang yang mengetuk menjawab : "Muhammad bin Idris." Seketika Yunus berusaha untuk mengingat semua orang yg ia kenal dengan nama itu, hingga ia yakin tidak ada siapapun yang bernama Muhammad bin Idris yang ia kenal, kecuali Imam Asy Syafi'i.. Saat ia membuka pintu, ia sangat terkejut dengan kedatangan sang guru besar, yaitu Imam Syafi'i.. Imam Syafi'i berkata : "Wahai Yunus, selama ini kita disatukan dalam ratusan masalah, apakah karena satu masalah saja kita harus berpisah..? Janganlah engkau berusaha untuk menjadi pemenang dalam setiap perbedaan pendapat... Terkadang, meraih hati orang lain itu lebih utama daripada meraih kemenangan atasnya.. Jangan pula engkau hancurkan jembatan yang telah kau bangun dan kau lewati di atasnya berulang kali, karena boleh jadi, kelak satu hari nanti engkau akan membutuhkannya kembali.." "Berusahalah dalam hidup ini agar engkau selalu membenci perilaku orang yang salah, akan tetapi jangan pernah engkau membeci orang yg melaku kan kesalahan itu.. Engkau harus marah saat melihat kemaksiatan, tapi berlapang dadalah dan bimbinglah para pelaku kemaksiatan.. Engkau boleh mengkritik pendapat yang berbeda, namun tetap menghormati terhadap orang yang berbeda pendapat.. Karena tugas kita dalam kehidupan ini adalah MENGHILANGKAN PENYAKIT, dan bukan MEMBUNUH ORANG YANG SAKIT.." Maka apabila ada orang yang datang meminta maaf kepadamu, maka segera maafkan... Apabila ada orang yang tertimpa kesedihan, maka dengarkanlah keluhannya... Apabila datang orang yang membutuhkan, maka penuhilah kebutuhannya sesuai dengan apa yang Allah berikan kepadamu.. Apabila datang orang yang menasehatimu, maka berterimakasihlah atas nasehat yang ia sampaikan kepadamu.. Bahkan seandainya satu hari nanti engkau hanya menuai duri, tetaplah engkau untuk senantiasa menanam bunga.. Karena sesungguhnya balasan yang dijanjikan oleh Allah yang Maha Pengasih dan Penyayang lagi Maha Dermawan jauh lebih baik dari balasan apa pun juga yang mampu diberikan oleh manusia.." Beliaupun menangis dan merangkul Sang Imam sembari mohon maaf dan berterima kasih atas nasihatnya.

Nasehat Imam Syafi’i Kepada Muridnya

Kalam Ulama - Nasehat Imam Syafi'i Kepada Muridnya. Diriwayatkan bahwa Yunus bin Abdi Al-'Ala, berselisih pendapat dengan sang guru, yaitu Al-Imam Muhammad bin Idris...

ISLAM KITA MENYATUKAN, BUKAN MEMECAH BELAH UMMAT

Disampaikan Oleh: Habib Umar bin Hafidz dalam acara Jalsatuddu'at Pertama di JIC (Jakarta Islamic Center) Jakarta Utara, Ahad malam Senin 15 Oktober 2017 M Alhamdulillah...

“… KELIHATANNYA KAU SEDANG MEMUJI ALLAH, PADAHAL SEBENARNYA KAU SEDANG MEMUJI DIRIMU…”

Kisah Abu Yazid Al-Busthami, yang Insya Allah, dapat kita ambil pelajaran; Di samping seorang sufi, Abu Yazid juga adalah pengajar tasawuf. Di antara jamaahnya, ada...

Tasawuf : sejatinya adalah implementasi dari ihsan, manifestasi dari iman dan islam

Orang yang tasawuf, adalah orang-orang yang muhsin.. Ihsan = isinya rukun islam, dan yang ta'alluq denganya. Inilah tataran fikih, orangnya disebut muslim. Masih banyak yang...

KEWAJIBAN ORANG TUA TERHADAP ANAK YANG SUDAH TAMYIZ

Oleh: Adhli Al-Qarni Adapun untuk anak-anak jika mereka sudah mencapai usia tamyiz, walau belum dibebankan syariat, hanya saja kedua orang tua dibebankan kewajiban untuk menyuruh...

Wawancara Imajiner dengan Hadratusseikh KH. Hasyim Asy’ari

Oleh: Gus Mus* Ungkapan saya “berkangen-kangenan” mungkin kurang tepat meskipun sekadar imajiner, karenanya saya beri tanda kutip. Soalnya yang kangen hanya saya dan saya tidak menangi (pernah...