Serba Serbi Islam

Hikmah : Pelajaran dari Semangka dan Kelapa

Oleh : Hadlrotil Al Marhum KH. Moh. Abdul Aziz Manshur ----------------------------------- Suatu ketika, terjadi dialog antara Kelapa yang sombong dengan semangka yang rendah hati. Dengan angkuhnya si...
ijazah Amalan kiai Hamid

Ijazah Amalan Kiai Hamid Pasuruan

Kalamulama.com - 5 Ijazah Amalan Kiai Hamid Pasuruan yang Membuat Hidup Jadi Ajaib Kiai Hamid beliau waliyullah banyak memberi ijazah wirid kepada siapa saja. Biasanya...
wali qutub

PEGANG WALI QUTUB  PADA MASANYA; GURU SEKUMPUL DAN HABIB ABDUL QADIR JEDAH

kalamulama.com- PEGANG WALI QUTUB  PADA MASANYA; GURU SEKUMPUL DAN HABIB ABDUL QADIR JEDAH Tahun 2009, Habib Umar bin Hafidz melakukan perjalanan dakwahnya di Indonesia. Salah...
Kisah Malaikat Maut Menampakkan Wujudnya Kepada Nabi Sulaiman (Kalam ulama) – Syaikh Abdurrahim Bin Ahmad Al-Qadli di dalam kitab Daqaiqul Akhbar tatkala menjelaskan ayat Allah SWT: قُلْ لَوْ كُنْتُمْ فِي بُيُوتِكُمْ لَبَرَزَ الَّذِينَ كُتِبَ عَلَيْهِمُ الْقَتْلُ إِلَىٰ مَضَاجِعِهِمْ ۖ Artinya: Katakanlah (Muhammad), “Meskipun kamu ada di rumahmu, niscaya orang-orang yang telah ditetapkan akan mati terbunuh itu keluar (juga) ke tempat mereka terbunuh.” (QS. Ali Imran: 154) Baca Juga :  Beliau mengisahkan suatu hikayat sebagai berikut: Konon, malaikat maut sering kali menampakkan wujudnya sebagai seorang lelaki dan mengunjungi Nabi Sulaiman –'alaihissalam– di istananya. Suatu hari saat dikunjungi, Nabi Sulaiman sedang berada dalam sebuah majelis pertemuan dan bercakap-cakap dengan pemuda yang berada di sampingnya. Selama kehadirannya, malaikat maut senantiasa melirik tajam ke arah pemuda tersebut. Hal ini membuat perasaan pemuda itu tidak enak dan gelisah. Takut jikalau malaikat maut akan berbuat sesuatu padanya. Akhirnya selepas majelis, sang pemuda berkata kepada Nabi Sulaiman: Wahai Nabi Allah, sudilah kiranya engkau perintahkan angin untuk menerbangkanku ke Negeri Cina. Nabi Sulaiman pun mengabulkan permohonan pemuda itu. Angin pun mematuhi perintah Nabi Sulaiman tersebut. Selang beberapa hari, malaikat maut kembali mengunjungi Nabi Sulaiman. Saat itu Nabi Sulaiman penasaran, mengapa malaikat maut melihat tajam kepada pemuda yang berada di sampingnya kemarin. Malaikat maut pun menjawab: Hari itu aku diperintahkan mencabut nyawa pemuda itu di Negeri Cina, akan tetapi aku heran mengapa ia masih berada di sampingmu. Oleh karena itu aku menatapnya tajam. Nabi Sulaiman pun lantas bercerita bahwa selepas pertemuan itu sang pemuda meminta diterbangkan ke Negeri Cina. Malaikat maut pun lantas menyahut: Pantas saja, setelah waktu itu aku menjumpainya di Negeri Cina dan mencabut nyawanya di sana! Bogor, 6 Februari 2018 Ustadz @adhlialqarni

Kisah Malaikat Maut Menampakkan Wujudnya Kepada Nabi Sulaiman

Kisah Malaikat Maut Menampakkan Wujudnya Kepada Nabi Sulaiman (Kalam ulama) – Syaikh Abdurrahim Bin Ahmad Al-Qadli di dalam kitab Daqaiqul Akhbar tatkala menjelaskan ayat Allah SWT: قُلْ...
Kalam Ulama - Ijtihad Politik Para Kiai NU - Sudah menjadi kebiasaan bagi Para Ulama Nahdlatul Ulama dari Zaman Kiai Hasyim Asy'ari sampai detik ini selalu dipenuhi caci maki ketika beliau - beliau mempunyai ijtihad politik tersendiri. Saat itu KH. Hasyim Asy'ari keluar dari Penjara Jepang, disaat itulah Kiai Hasyim dianggap mulai melunak kepada Jepang karena mengizinkan Santri untuk ikut dalam barisan Tentara PETA dan HIZBULLAH yang diproyeksikan untuk membantu Jepang dalam Perang Asia Timur Raya. Tetapi oleh Kiai Hasyim strategi ini digunakan untuk berlatih militer demi menambah bekal bagi Para Santri dan rakyat Indonesia ketika suatu saat nanti kembali menghadapi pertempuran. Sejak saat itulah Kiai Hasyim Asy'ari beserta putra beliau yaitu Kiai Wahid Hasyim dibully habis - habisan karena dianggap antek Jepang, penjilat, munafik dan sebangsanya. Padahal kalau saja saat itu tidak dilakukan, niscaya banyak pemuda muslim yang tidak bisa taktik dan strategi perang. Begitu juga dengan Kiai Wahab Chasbullah yang memilih keluar dari Masyumi kemudian bergabung dengan kelompok Nasionalis, Sosialis, dan Komunis (Nasakom). Umpatan hingga ucapan laknat tak pernah berhenti menghampiri telinga Kiai Wahab Chasbullah. Bahkan Kiai Wahab dianggap sebagai munafik oleh sahabat Masyumi dan dianggap Kafir oleh kelompok DI/TII. Saat itu NU bergabung sebagai penyeimbang kekuatan manuver PKI dan Nasionalis Garis Keras. Sebab jika tidak ada kekuatan agama di dalam kelompok mereka apa jadinya ketika itu agama hanya dijadikan bulan - bulanan oleh kelompok Komunis dan Sosialis. Belum lama hilang dari ingatan kita beliau KH. Abdurrahman Wahid juga tak luput dari cacian, umpatan, bahkan hinaan sampai kepada fisik beliau. Ketika itu Gus Dur sapaan akrabnya menjadi orang nomor 1 d Indonesa, hinaan saat Gus Dur pergi ke Israel mulai menjadi-jadi, dari kalimat "p*cek, b*ta, antek Yahudi, dan kalimat lain yang setipe. Padahal tujuan pada saat itu adalah memberi syarat agar Indonesia dilibatkan dalam proses perdamaian di Timur Tengah. Dengan demikian, Indonesia sebagai negara Muslim terbesar di dunia, akan didengar di ranah internasional. Lalu oleh lawan politik mereka, Gus Dur digulingkan dari Kursi Presiden dengan fitnah yang sampai detik ini tidak pernah terbukti. Seperti halnya di era modern sekarang ini, hampir tidak jauh dari apa yang dulu dialami oleh Para Kiai Sepuh Nahdlatul Ulama. Dulu saat KH. Maimun Zubair mendukung salah satu sikap politik pilihan mereka, beliau dipuji dengan pujian yang mungkin bagi kelas kroco seperti kita akan membuat melambung tinggi dengan kesombongannya, namun bagi Mbah Maimun hanyalah hal biasa. Sebab bagi beliau, dipuji tak membuat tinggi hati, dicaci tak membuat kecil hati. Namun, ketika beliau berbeda pandangan politik dengan pilihan mereka, langsung saja diumpat habis - habisan. Bahkan seorang ibu rumah tangga yang tidak tahu apa-apa berinisial SM saat itu sampai mengatakan g*bl*g dan sudah bau liang kubur kepada Mustasyar (Dewan Penasehat) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren Al Anwar, Sarang, Rembang, Jawa Tengah itu. Selang beberapa waktu setelah itu, salah satu simpatisan sebuah partai yang berbeda pilihan politik dengan KH. Maimun Zubair berinisial IK alias IT alias TK terang-terangan menghina beliau dengan kalimat 'tengik' yang membuat siapa saja warga Nahdliyin yang mendengarnya akan langsung bereaksi keras terhadap penghinaan seperti itu. Jika sekelas Kiai Maimun Zubair saja begitu derasnya fitnahan, cacian dan hinaan akibat perbedaan pandangan politik dengan beliau, maka jangan heran apabila ribuan para murid beliau yang mengikuti pandangan politik gurunya itu juga akan siap dibully dan dicaci oleh mereka yang berbeda pilihan dengannya. Oleh karena itu, bagi siapa saja Warga Nahdliyin yang memiliki darah dan nasab keilmuan kepada Para Masyayikh Nahdlatul Ulama, saya berharap agar jangan sampai mengumpat, mencaci, dan menghina Para Ulama yang berbeda pilihan politik dengan anda. Seperti dhawuh Al Hafidz Ibnu Asakir dalam maqolahnya : لُحُوْمُ الْعُلَمَاءِ مَسْمُوْمَةْ وَعَادَةُ اللهِ فِيْ هَتْكِ أَسْتَارِ مُنْتَقِصِيْهِمْ مَعْلُوْمَةْ “Bahwasanya daging para ulama itu beracun, dan Allah Subhanahuwata'ala pasti akan menyingkap 'tirai' para pencela mereka ”. -- Ditulis Oleh : IMRON ROSYADI, 22 Ramadhan 1439 H -- "Bukan Timses Peserta Pilkada Jawa Tengah baik No. 1 maupun No. 2"

Ijtihad Politik Para Kiai NU

Kalam Ulama - Ijtihad Politik Para Kiai NU - Sudah menjadi kebiasaan bagi Para Ulama Nahdlatul Ulama dari Zaman Kiai Hasyim Asy'ari sampai detik...
Serba Serbi Islam (Kalam Ulama). Kehadiran Karomah Habib Umar bin Hafidz yang Ditakuti Jin. Seorang santri Darul Musthofa dari Malaysia mendapat kabar yang cukup mengagetkan dari keluarganya di rumah. Kabarnya, ketika itu saudarinya yang di rumah sedang dirasuki oleh jin. Pihak keluarganya telah mengusahakan berbagai cara untuk mengeluarkan jin itu, tapi ternyata hasilnya nihil. Akhirnya, santri ini berinisiatif untuk meminta bantuan kepada gurunya, Guru Mulia Habib Umar bin Hafidzh. Setelah Guru Mulia selesai menunaikan salah satu sholat, santri tadi memberanikan diri maju untuk mengutarakan hajatnya. Ia pun berkata, “Ya Habib…sekarang saudari saya di Malaysia sedang dirasuki oleh jin dan jin itu sangat susah untuk dikeluarkan”. Guru Mulia langsung paham kalau santri ini sedang meminta bantuannya. Tiba-tiba Guru Mulia terlihat seperti memandang seseorang dan beliau pun berucap, “Ihtariq (artinya: terbakar kau)!!!”. Santri itu sempat bingung dengan apa yang dilakukan Guru Mulia, tapi ia hanya berhusnudzhon saja mungkin ada hikmah di balik semua ini. (Baca Juga Kisah Habib Ali al-Jufri Sangat Membenci Pembunuh Ayahanda Habib Umar bin Hafidz) Lalu santri itu pun pamit untuk segera menghubungi keluarganya dan memastikan keadaan saudarinya. Dan Subhanallah…jin yang merasuki tubuh saudarinya itu telah keluar. Dan dia baru sadar maksud dari sikap Guru Mulia tadi, ternyata Guru Mulia tadi seperti memandang ke arah jin itu dan kemudian mengancamnya dengan ucapan beliau “ihtariq!!!”. Seorang santri Darul Musthofa lain pernah ditanya oleh seorang Syekh di Tarim. Syekh itu berkata, “Apakah kau tahu mengapa gurumu sering diundang ke acara selamatan rumah baru??” Santri itu menjawab bahwa ia tidak tahu. Lalu Syekh itu pun menjawab pertanyaannya sendiri, “Apabila gurumu itu hadir di rumah yang masih dihuni oleh jin, maka hanya dengan beliau melihat ke suatu arah, jin-jin di arah itu pun akan lari keluar dari rumah baru itu dan begitu seterusnya hingga rumah itu bersih dari para jin pengganggu tersebut. Semoga kisah ini bisa sedikit membantu untuk memperbarui masyhad kita kepada beliau. Dan mari kita doakan agar beliau dilindungi dari segala macam fitnah dan keburukan dzhohir maupun bathin. Dan semoga beliau selalu diberikan sehat ‘afiyah dan dipanjangkan umurnya, aamiin…

Kehadiran Karomah Habib Umar bin Hafidz yang Ditakuti Jin.

Serba Serbi Islam (Kalam Ulama). Kehadiran Karomah Habib Umar bin Hafidz yang Ditakuti Jin. Seorang santri Darul Musthofa dari Malaysia mendapat kabar yang cukup mengagetkan...

Karya Kitab Karangan Habib Umar Bin Hafidz

kalamulama.com - Al Habib Umar merupakan ulama yang produktif dalam menulis, di antara kitab karangan habib Umar adalah : 1- Is’af at Thalibi Ridha al-Khalaq...
Al Habib Sholeh

Ijazah Dari Al Habib Sholeh Al Hamid (Tanggul)

kalamulama.com- Ijazah Dari Al Habib Sholeh Al Hamid. (Tanggul)Al-Habib Sholeh Al Hamid (Tanggul) memberikan ijazah doa agar cepat punya rumah, inilah doanya: ﺍﻟﻠﻬﻢ ﺭﺏ ﺍﻟﺒﻴﺖ ﺃﺳﺄﻟﻚ...
Ijazah doa

SEPENGGAL IJAZAH MUNAJAT DOA DARI SANG HABIB TERCINTA

kalamulama.com - SEPENGGAL IJAZAH MUNAJAT DOA DARI SANG HABIB TERCINTA Amalan Doa dan Dzikir yg di ijazahkan oleh Alhabib Umar bin hafidz kepada kami dan...
 Kalam Ulama – Tata Cara menghadiri Majlis Maulid Nabi SAW (Diringkaskan dari kitab Azzahrul Baasim karya Mufti Betawi zaman Hindia Belanda, al-Habib Utsman bin 'Abdillah bin Yahya rohimahullohu ta'ala): Baca Juga : Bangsa Indonesia Adalah Bangsa Yang Dicintai Rasulullah SAW Dilaksanakan pada tempat-tempat yang terhormat seperti masjid, musholla, majelis-majelis, atau perkumpulan mulia, dan sebagainya. Tidak boleh ada pada tempat tersebut suatu patung-patung binatang atau manusia yang menjadi simbol pengagungan dan penyembahan terhadapnya (misal patung dewa, bunda maria, dan sejenisnya), karena hal tersebut dibenci oleh beliau (SAW) dan para Malaikat. Ketika membaca shirohnya (sejarahnya) yang terdapat dalam Kitab Maulid, tidak boleh bercampur didalamnya antara laki-laki dengan perempuan. Kecuali adanya hijab (batas/dinding) yang memisahkan antara perempuan dan laki-laki, sehingga aman dari fitnah. Jangan pula ada pada tempat diselenggarakannya, suatu permainan yang HARAM (misal judi dan sejenisnya). Sebab, hal itu akan mengantarkan pada kedurhakaan besar melanggar larangan Rosululloh SAW. Jangan pula ada pada tempat itu segala sesuatu yang beraroma busuk. Seperti rokok, cerutu, kandang binatang, dan sejenisnya. Maka hendaklah ada pada tempat itu segala sesuatu wewangian yang harum seperti dupa (gaharu bakar) atau bunga-bungaan. Hendaklah yang hadir pada tempat penyelenggaran itu membaca sholawat, dan janganlah satu sama lain saling bercerita, masing-masing "pasang" telinga mendengar kisah maulid yang dibacakan sambil membaca sholawat. Apabila nanti disebut akan dzohir (lahir dan hadir)-nya sang Nabi SAW ke dunia, maka seluruh yang hadir bersegera untuk bangun dan berdiri. Bukan atas dasar paksaan, tapi karena TAKDZIM (HORMAT), BAHAGIA, dan ANTUSIAS pada hadirnya beliau (SAW). Sehingga pada akhirnya segenap hadirin yang mematuhi aturan-aturan berlaku, kelak akan mendapatkan syafa'at (pertolongan) dari beliau (SAW) di yaumil akhir serta mendapatkan balasan yang berlipat ganda dunia wal-akhiroh. InsyaAlloh. اللهمّ صلّ على سيّدنا و شفيعنا محمّد وعلى آله وصحبه و سلّم واجعلنا من خيار امّته و من اهل شفاعته برحمتك يا ارحم الرّاحمين آمين "Allohumma Sholli 'ala Sayyidina wa Syafi'ina Muhammadin wa 'ala Aalihi wa Shohbihi wa Sallim waj'alnaa min khiyaari ummatihi wa min ahli syafaa'atihi, birohmatika Yaa Arhamarrohimiin, aamiin" (Yaa Alloh, limpahkanlah sholawat atas junjungan kami, Nabi kami yang memberi syafa'at bagi kami, yaitu Nabi Muhammad SAW dan atas keluarganya, dan sahabatnya, serta salam penghormatan atasnya, dan jadikanlah kami daripada umatnya yang terbaik dan yang mendapat syafa'atnya di hari kemudian dengan Rahmat-Mu wahai Tuhan yang memiliki sifat Kasih Sayang melebihi semua yang memiliki sifat kasih sayang, aamiin) wAllohu a'lam bishshowaab. Baca Juga : Tanya Jawab Islam: Apakah Nabi Menjawab Shalawat Dan Salam Dari Umatnya?

Tata Cara menghadiri Majlis Maulid Nabi SAW

 Kalam Ulama – Tata Cara menghadiri Majlis Maulid Nabi SAW (Diringkaskan dari kitab Azzahrul Baasim karya Mufti Betawi zaman Hindia Belanda, al-Habib Utsman bin 'Abdillah bin Yahya rohimahullohu ta'ala): Baca Juga : Bangsa...