Serba Serbi Islam

Mengenal Habib Umar Bin Hafidz (Nasab Habib Umar Bin Hafidz)

Nasab Habib Umar Bin Hafidz (
Kalam Ulama) - Beliau adalah al-Habib ‘Umar putera dari Muhammad putera dari Salim putera dari Hafiz putera dari Abd-Allah putera...
10 resep

10 RESEP BAGAIMANA KITA HIDUP BAHAGIA

Serba Serbi Islam (Kalam Ulama)- 10 RESEP BAGAIMANA KITA HIDUP BAHAGIA 1. TIDAK MEMBENCI Jangan sekali-kali membenci seseorang hanya karena dia lebih baik darimu. Walaupun dia...
doa para nabi

Doa Para Nabi (عليهم السلام)

kalamulama.com- Allah telah mengabulkan doa para Nabi. Maka kita pun diperkenankan berdoa dengan doa para Nabi yang terdapat dalam Al-Qur'an: - Doa Nabi Adam رَبَّنَا ظَلَمْنَا...
Gus Ishomuddin NKRI YES KHILAFAH ISLAMIYAH NO

Gus Ishomuddin : NKRI YES, KHILAFAH ISLAMIYAH NO

KalamUlama.com - Sebagian kecil umat Islam Indonesia jangan lagi menghabiskan umur untuk mengganti NKRI dengan khilafah Islamiyah. Bentuk NKRI kita adalah bentuk negara yang...
Kalam Ulama - TAUBATNYA WANITA PENDOSA Pada suatu senja yang lenggang, terlihat seorang wanita berjalan terhuyung-huyung. Pakaiannya yang serba hitam menandakan bahwa ia berada dalam duka cita yang mencekam. Kerudungnya menangkup rapat hampir seluruh wajahnya. Tanpa rias muka atau perhiasan menempel di tubuhnya. Kulit yang bersih, badan yang ramping dan roman mukanya yang ayu, tidak dapat menghapus kesan kepedihan yang tengah meruyak hidupnya. Ia melangkah terseret-seret mendekati kediaman rumah Nabi Musa a.s. Diketuknya pintu pelan-pelan sambil mengucapkan salam. Maka terdengarlah ucapan dari dalam "Silakan masuk". Perempuan cantik itu lalu berjalan masuk sambil kepalanya terus merunduk. Air matanya berderai tatkala ia berkata, "Wahai Nabi Allah. Tolonglah saya, Doakan saya agar Tuhan berkenan mengampuni dosa keji saya." "Apakah dosamu wahai wanita ayu?" tanya Nabi Musa as terkejut. "Saya takut mengatakannya." jawab wanita cantik. "Katakanlah jangan ragu-ragu!" desak Nabi Musa. Maka perempuan itupun terpatah bercerita, "Saya ......telah berzina." Kepala Nabi Musa terangkat, hatinya tersentak. Perempuan itu meneruskan, "Dari perzinaan itu saya pun..... lantas hamil. Setelah anak itu lahir, langsung saya....... cekik lehernya sampai......tewas", ucap wanita itu seraya menagis sejadi-jadinya. Nabi Musa berapi-api matanya. Dengan muka berang ia menghardik, "Perempuan bejad. Enyah kamu dari sini! Agar siksa Allah tidak jatuh ke dalam rumahku karena perbuatanmu. Pergi!".............. teriak Nabi Musa sambil memalingkan mata karena jijik. Perempuan berewajah ayu dengan hati bagaikan kaca membentur batu, hancur luluh segera bangkit dan melangkah surut. Dia terantuk-antuk ke luar dari dalam rumah Nabi Musa. Ratap tangisnya amat memilukan. Ia tak tahu harus kemana lagi hendak mengadu. Bahkan ia tak tahu mau di bawa kemana lagi kaki-kakinya. Bila seorang Nabi saja sudah menolaknya, bagaimana pula manusia lain bakal menerimanya? Terbayang olehnya betapa besar dosanya, betapa jahat perbuatannya. Ia tidak tahu bahwa sepeninggalnya, Malaikat Jibril turun mendatangi Nabi Musa.  Sang Ruhul Amin Jibril lalu bertanya, "Mengapa engkau menolak seorang wanita yang hendak bertobat dari dosanya? Tidakkah engkau tahu dosa yang lebih besar daripadanya?" Nabi Musa terperanjat. "Dosa apakah yang lebih besar dari kekejian wanita pezina dan pembunuh itu?" Maka Nabi Musa dengan penuh rasa ingin tahu bertanya kepada Jibril. "Betulkah ada dosa yang lebih besar dari pada perempuan yang nista itu?" "Ada!" jawab Jibril dengan tegas. "Dosa apakah itu?" tanya Musa kian penasaran. "Orang yang meninggalkan sholat dengan sengaja dan tanpa menyesal. Orang itu dosanya lebih besar dari pada seribu kali berzina". Mendengar penjelasan ini Nabi Musa kemudian memanggil wanita tadi untuk menghadap kembali kepadanya. Ia mengangkat tangan dengan khusuk untuk memohonkan ampunan kepada Allah untuk perempuan tersebut. Nabi Musa menyadari, orang yang meninggalkan sembahyang dengan sengaja dan tanpa penyesalan adalah sama saja seperti berpendapat bahwa sembahyang itu tidak wajib dan tidak perlu atas dirinya. Berarti ia seakan-akan menganggap remeh perintah Tuhan, bahkan seolah-olah menganggap Tuhan tidak punya hak untuk mengatur dan memerintah hamba-Nya. Sedang orang yang bertobat dan menyesali dosanya dengan sungguh-sungguh berarti masih mempunyai iman didadanya dan yakin bahwa Allah itu berada di jalan ketaatan kepada-Nya. Itulah sebabnya Tuhan pasti mau menerima kedatangannya. WPP Jali Bonang Demak

KISAH TAUBATNYA WANITA PENDOSA

Kalam Ulama - TAUBATNYA WANITA PENDOSA Pada suatu senja yang lenggang, terlihat seorang wanita berjalan terhuyung-huyung. Pakaiannya yang serba hitam menandakan bahwa ia berada dalam...
Kalam Ulama - HABIB ALI AL HABSYI BERTEMU RASULULLAH SAW... Di waktu umur Habibana ‘Ali bin Muhammad al-Habsyi 7 tahun, ibunda beliau memanggil beliau dan berkata, “Yaa ‘Ali, engkau mau dapat ridloku tidak di dunia dan akhirat..?” “Iya, ya ummii..” Jawab beliau. “Kalau engkau mau dapat ridlo dariku, ada syaratnya..!!” Kata ibunda Habib ‘Ali. “Apa syaratnya, ummi..??” “Hmm.. Engkau harus bertemu dengan datukmu, Rosul Allah SAW.” Jawab ummi beliau. Habib ‘Ali al-Habsyi yang masih kecil bingung. Dia tidak mengetahui bagaimana cara untuk bertemu dengan datuknya. Mulailah beliau mencari tahu dan belajar dengan guru-gurunya. Pergilah beliau ke salah satu tempat majelis Ulama, kemudian dia berkisah tentang permasalahannya untuk mendapat ridlo ibunya dengan cara seperti tadi. Lalu gurunya berkata, “Yaa ‘Ali, kalau engkau ingin bertemu dengan Rosul Allah SAW maka engkau harus mencintai Beliau SAW dahulu dan tak akan ada rasa cinta jika engkau tak kenal dengan yang dicinta.” Belajarlah beliau tentang sejarah Baginda Nabi SAW. Tidak hanya itu, setiap orang alim yang ada selalu ditanya tentang masalah ini. Walhasil, banyaklah guru beliau. Ada yang berkisah kalau guru beliau mencapai ribuan orang. Nah.. seiring waktu berjalan, bertambahlah umur beliau sampai mencapai usia kurang lebih 20 tahun, beliau akhirnya bermimpi bertemu datuknya SAW. Begitu terbangun dari tidurnya, beliau langsung memberitahu ibunya. “Yaa ummii… ‘Ali sudah bertemu Baginda Rosul Allah SAW.” Kata al-Habib ‘Ali sambil menangis haru. Tetapi, apa jawab ibunda beliau..!!!?? “Yaa ‘Ali, dimana engkau bertemu Beliau?” “Di dalam mimpiku, Ummii.” Kata al-Habib ‘Ali. “Yaa ‘Ali, pergi engkau dari hadapanku. Engkau bukan anakku…!!!!” Menangislah beliau… Keinginan hati untuk menyenangkan sang ibu pupus sudah. Dalam kegelisahannya, beliau kembali bertanya kepada guru-gurunya, namun tak satupun dapat menjawabnya. Mengapa ibu beliau justru marah setelah mendapat laporan beliau tentang mimpinya. Pada suatu malam beliau kembali bermunajah untuk dapat bertemu datuknya SAW. Larut dalam tangisan tengah malam, alhasil tidurlah beliau. Dan al-Hamdulillah beliau kembali bertemu dengan datuknya SAW. “Yaa Jiddy (Kakekku), Yaa Rosul Allah SAW.. Anakmu ini ingin menanyakan tentang perihal ummii.” Kata al-Habib ‘Ali kepada Rosul Allah SAW. “Duhai ‘Ali anakku, sampaikan salamku kepada ibumu..” Jawab Rosul Allah SAW di dalam mimpinya al-Habib ‘Ali. Begitu bangun, beliau langsung mengetuk pintu kamar umminya sambil menangis tersedu-sedu. “Duhai Ummii, anakmu telah bertemu lagi dengan Baginda Rosul Allah SAW dan Beliau kirim salam kepada Ummii.” Kata al-Habib ‘Ali. Tiba-tiba dari kamar, ibunda beliau keluar dan berkata, “Yaa ‘Ali, kapan dan dimana engkau bertemu datukmu SAW..??” Tanya ibunda al-Habib ‘Ali “Aku bertemu beliau di dalam mimpiku.” Jawab al-Habib ‘Ali dengan tangisan yang tak putus-putus. “Pergi dari hadapanku ya ‘Ali…!!! Engkau bukan anakku..!!” Jawabnya. Jawaban sang ibu benar-benar meruntuhkan hati al-Habib ‘Ali. Kemudian pintu kamar ibunda al-Habib ‘Ali al-Habsyi tertutup lagi, meninggalkan beliau seorang diri. Esok harinya beliau mengadu kembali kepada guru-gurunya namun tak satupun dari mereka yang dapat menenangkan hati beliau. Semakin hari kegelisahannya semakin menjadi-jadi, setiap detik setiap saat beliau terus-terusan mengadu dan bermunajah serta bertawajjuh kepada Allah dan Rosul Allah SAW. Tibalah suatu malam, beliau hanyut jauh ke dalam lautan munajah dan mahabbah yang amat sangat dahsyat kepada Nabi SAW. Kemudian beliau sujud yang sangat lama, tiba-tiba dalam keadaan sujud beliau mendengar suara yang lemah lembut, “Yaa ‘Ali, angkat kepalamu..!!! Datukmu ada di mata zhohirmu.” Begitu al-Habib ‘Ali al-Habsyi mengangkat kepalanya seraya membuka kedua pelupuk matanya perlahan-lahan, bergetarlah seluruh tubuh Habibana ‘Ali. Beliau menangis dan berkata, “Marhaba bikum Yaaa Jiddii, Yaa Rosul Allah..” Ternyata sosok tersebut adalah Rosul Allah SAW berada di hadapan al-Habib ‘Ali. Kemudian Rosul Allah SAW berkata, “Duhai anakku, sampaikan salamku kepada ummi mu dan katakan kepadanya kalau aku menunggunya di sini..!!” Seolah-olah gempa. Bergetar sekujur tubuh al-Habib ‘Ali al-Habsyi, beliau merangkak ke kamar ibundanya. “Yaa ‘Ummi, aku telah bertemu kembali dengan Rosul Allah SAW dengan mata zhohirku dan Beliau menunggu Ummi di kamar ‘Ali..” Ibunda beliau membuka pintu kamarnya seraya berkata, “Ini baru anakku engkau telah mendapat ridlo dariku.” Masya Allah.. Inilah didikan dari seorang ibu kepada anaknya untuk mencintai Rosul Allah SAW......

HABIB ALI AL HABSYI BERTEMU RASULULLAH SAW

Kalam Ulama - HABIB ALI AL HABSYI BERTEMU RASULULLAH SAW... Di waktu umur Habibana ‘Ali bin Muhammad al-Habsyi 7 tahun, ibunda beliau memanggil beliau dan...
Kalam Ulama, KEBERKAHAN WAKTU OLEH HABIB UMAR BIN HAFIDZ "Ada empat waktu yang barangsiapa menjaganya dengan ibadah dan dzikir ( termasuk membaca Qur'an dan Shalawat) maka Allah akan menggantikan apa-apa yang hilang dari usia dan hidupnya : Sebelum tenggelamnya matahari walau sebentar. Waktu antara maghrib sampai adzan isya'. sebelum fajar (subuh) walau sebentar. Waktu ba'da subuh sampai terbit matahari." Al-Alamah Al-Habib Umar bin Muhmmad bin Salim bin Hafidz Allahumma sholli'ala sayyidina Muhammad wa'ala aalihi wahohbihi wasalim

KEBERKAHAN WAKTU OLEH HABIB UMAR BIN HAFIDZ

Kalam Ulama, KEBERKAHAN WAKTU OLEH HABIB UMAR BIN HAFIDZ "Ada empat waktu yang barangsiapa menjaganya dengan ibadah dan dzikir (termasuk membaca Qur'an dan Shalawat) maka...
Kalam Ulama - AMALAN ABAH GURU SEKUMPUL AGAR ANAK MENJADI SHOLEH / WALI Berkata Abah Guru Sekumpul: "Kalau kita ingin punya anak wali, setidaknya anak kita jadi orang sholeh dan berilmu serta berakhlaq mulia, maka yang harus suami lakukan adalah: Sebelum istri kita hamil, hendaknya kita menjaga istri kita untuk memakan makanan yang halal agar Terhindar dari Makanan yg Haram dan Syubhat. Karena ini adalah modal yang paling utama dalam mendapatkan anak yang sholeh. Karena ini termasuk menjaga perut dari segala yang haram dan yang syubhat. Riba itu termasuk haram. Jadi duit yang kita belikan makanan untuk istri dan anak kita adalah duit yang halal tidak ada mengandung unsur riba sedikitpun. Dan yang syubhat itu maksudnya yang tidak tahu asal usulnya apakah ini halal atau haram. Maka dari itu kita harus menjaga makanan yang masuk ke perut istri kita cukup makanan yang halal. Jangan memberi makanan yang syubhat sekalipun apalagi yang haram. Di kala istri kita hamil 2 bulan yang kita lakukan adalah Rajin membacakan. Sholawat sebelum tidur setiap malam sambil memegang perut istri. Hal ini kita lakukan mulai istri kita hamil 2 bulan sampai melahirkan. Shalawat apa saja dan setelah membaca shalawat diakhiri dengan tawasshul wali-wali. Rajin2lah dan Sering2lah membaca Al Qur'an dihadapan Isteri yang sedang hamil. Karena kalau kita sering membaca al-Qur'an, insya Allah anak kita sejak kecil sampai tua dia suka membaca al-Qur'an bahkan bisa hafal al-Qur'an karena berkah dari al-Qur'an. 4.Banyak2 lah Melihat foto/Gambar Para Waliyullah Foto wali-wali harus ada di rumah kita. Bila kita hendak tidur, kita lihati gambar/foto tadi, bacakan fatihah hadiahkan untuk wali yang di foto tadi namanya si fulan bin si fulan Lakukanlah selama kita hidup. Fadhilahnya anak akan menjadi wali, bila anak tidak maka cucu yang menjadi wali, bila cucu tidak maka ke bawah terus yang jelas keturunan pasti ada yang jadi wali berkat kita cinta lawan wali. Dan yg Kita Lakukan Saat Anak Kita Terlahir buka mulutnya sambil membaca,"ALLAHUMMA FAQQIHU FIDDIN WA ALLIMHU TA'WIL" lalu adzankan di telinga kanan dan iqomahkan di telinga kiri. Setelah itu kita bacakan surah al-Qodar sebanyak 7x dan tawasshul kepada Rasulullah saw, "Ummat engkau lahir,jadikanlah anak ini mendapatkan Nuur dari engkau wahai Rasulullah saw." Kira Doakan Terus Menerus Dengan Doa yg Baik2 "mudah3an jadi anak yang sholeh sambil bertawasshul kepada wali-wali dengan berkat wali mudahan anakku jadi wali. Berilah Nama yg baik2 Pada Anak Kita,yang menuruti nama-nama orang sholeh,dan apabila anak itu laki-laki beri ia nama permulaannya dengan awalan Muhammad atau Ahmad. karena nama Muhammad adalah nama Rasulullah di bumi dan Ahmad adalah nama Rasulullah di langit. Orang yang di dalam rumahnya ada yang bernama Muhammad atau Ahmad maka rumahnya tidak akan faqir, tidak akan kelaparan. Keberkahan akan selalu mengalir ke dalam rumah tersebut berkat Rasulullah SAW." Bersyukur kepada Allah اَلْحَمْدُلِلّهِ رَبّ الْعَالَمِيْن "Abah Guru Sekumpul telah banyak memberikan Amalan2 tentang hal2 Kebaikan kepada kita semua. اللّهم صلّ و سلّم و بارك علي سيّدنا محمّد النّبيّ الامّيّ وعل اله و صحبه و سلّم " Semoga berkat Syafaat nya Rasulullah S.a.w. Kita semua terkumpul bersama beliau dan bersama Golongan Orang yg Sholeh/Sholehah" امين يارب العالمين Aamiin Allahumma Aamiin...

Kalam Ulama – AMALAN ABAH GURU SEKUMPUL AGAR ANAK MENJADI SHOLEH / WALI

Kalam Ulama - AMALAN ABAH GURU SEKUMPUL AGAR ANAK MENJADI SHOLEH / WALI Berkata Abah Guru Sekumpul: "Kalau kita ingin punya anak wali, setidaknya anak kita...

Ketika Habib Abu Bakar Mimpi Disentil Sayyidina Ali

Kalam Ulama - Ketika Habib Abu Bakar Mimpi Disentil Sayyidina Ali Jalan Karya Bakti di Kelurahan Tanah Baru, Kecamatan Beji, Kota Depok, sesak orang berpakaian serbaputih...
Kalam Ulama - Kutipan Dawuh Abuya KH. Abdullah Kafabihi Mahrus : اَقْوَالُ الْعُلَمَاءِ تُرْجَعُ اِلَى الْمَرْتَبَتَيْنِ اَيْ اَلتَّخْفِيْفِ وَ التَٖشْدِيْدِ Perbedaan pendapat Ulama' itu di kembalikan pada dua derajat. Perbedaan ini bukan untuk memberi pilihan, namun pendapat yang berat di peruntukan bagi yang imannya kuat dan pendapat yang ringan untuk yang lemah imannya. Hanya karena berbeda dalam pandangan politik, jangan sampai meninggalkan keta'dzhiman terhadap guru & para ulama' kita. Semoga negeri ini selalu dalam naungan rahmat Allah SWT. #serambilirboyo #pondoklirboyo #lirboyo Subscribe Channel Kalam Ulama TV : https://www.youtube.com/c/KalamUlamaOfficial Semoga bermanfaat dan berkah, jangan lupa bagikan!!!

Kutipan Dawuh Abuya KH. Abdullah Kafabihi Mahrus

Kalam Ulama - Kutipan Dawuh Abuya KH. Abdullah Kafabihi Mahrus : اَقْوَالُ الْعُلَمَاءِ تُرْجَعُ اِلَى الْمَرْتَبَتَيْنِ اَيْ اَلتَّخْفِيْفِ وَ التَٖشْدِيْدِ Perbedaan pendapat Ulama' itu di kembalikan...