Serba Serbi Islam

tasawuf adalah

Habib Umar Bin Hafidz: Tasawuf Adalah Solusi Problematika Kehidupan Globalisasi

kalamulama.com - Tasawuf adalah Solusi Problematika Kehidupan Globalisasi Apa itu tasawuf? Apa itu sufi? Apa peranannya? Sang Guru Mulia Al Habib Umar bin Hafidz – menjawab. بسم...

Belajar Ihsan dari Hasan al Bashri dan Muhammad bin Al Munkadir

Oleh Asnawi Muallim Misan Khadim Majelis Zikir Al Hikmah Depok Dalam Kitab Ihya Ulumiddin,  Bab Adabul Kasbi wal Maasyi Sub Bab Fil Ihsan Fil Muamalah...

11 Golongan Manusia Terbaik

من هم خيرُ الناس ؟ Siapakah sebaik-baik manusia? قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: Sabda Rasulullah sallallahu 'alayhi wasallam. ( خيركم من تعلم القرآن وعلمه) صحيح البخاري...
Kalam Ulama - Telah sampai kepada saya sebuah kitab yang disandarkan kepada Al-Hafidz Asy-Syarif As-Sayyid Ahmad bin Muhammad ibn Ash-Shiddiq Al-Ghumari Al-Hasani berjudul "Dzammul Asya'irah Wal Mutakallimin Wal Falasifah". Saya akan menyampaikan beberapa klarifikasi mengenai kitab ini. 1. Kitab ini bukanlah karya Sidi Ahmad Al-Ghumari, melainkan karya Dr. Shadiq bin Salim bin Shadiq. Beliau mengambil dan mencomot kalimat-kalimat Sidi Ahmad Al-Ghumari dari dari berbagai karyanya dengan tidak amamah. Dr. Shadiq dikenal sebagai tokoh wahabi yang keji. Ia hanya mengambil pernyataan Sidi Ahmad Al-Ghumari yang dianggap sejalan dengan pemahamannya yang rusak. Tujuannya adalah menyerang kelompok Asy'ariyah. Ini adalah sebuah sikap yang tidak ilmiah sama sekali. 2. Kitab ini diterbitkan atas prakarsa Abu Uwais Muhammad bin Al-Amin Bukhubzah, seorang tokoh wahabi yang lebih keji lagi dari Dr. Shadiq. Ia tinggal di kota Tetouan, Maroko. Dekat dengan kota Tanger, tempat kelahiran Sidi Ahmad Al-Ghumari. 3. Sebenarnya kitab ini sangatlah rapuh. Sebagian besar kitab ini dinukil dari kitab Sidi Ahmad Al-Ghumari yang berjudul "Ju'natul 'Atthar". Kitab ini terdiri dari tiga jilid besar dan belum dicetak. Masih ada bersama keluarga Al-Ghumari. Ada beberapa versi Ju'natul 'Atthar yang beredar dan dapat diunduh di internet, namun hanya juz pertama. Dr. Shadiq menukil kalimat-kalimat dalam kitab tersebut yang dirasa menentang ulama-ulama Asy'ariyah, para ahli kalam, dan filsuf. Padahal Ju'natul 'Atthar sendiri bukanlah kitab yang menjelaskan pendapat Sidi Ahmad Al-Ghumari dalam ilmu akidah. Kitab tersebut hanyalah kumpulan catatan faidah Sidi Ahmad Al-Ghumari saja. Jadi, setiap kali beliau mendapatkan maklumat atau informasi tertentu mengenai sebuah ilmu, maka beliau akan langsung mencatat dalam kitab tersebut. Ini agar memudahkan beliau dalam mencari kembali informasi atau maklumat tersebut saat dibutuhkan dalam penulisan atau pengajaran. Jadi, tidak semua hal yang ditulis oleh beliau dalam kitab tersebut juga disepakati oleh beliau sendiri. Apa buktinya? Dari judulnya saja dapat kita pahami bahwa kitab ini hanyalah kumpulan faidah belaka, yakni "Ju'natul 'Atthar Fi Jam'i Fawaidil Atsari Wal Akhbar". Jadi, ini hanyalah kumpulan faidah sang penulis. Saya juga telah mengklarifikasi kepada keluarga penulis secara langsung, dalam hal ini Asy-Syarif Sayyid Dr. Abdul Mun'im bin Abdul Aziz ibn Ash-Shiddiq Al-Ghumari Al-Hasani, yang mana saya dianugerahi karunia dapat belajar dan mulazamah bersama beliau di Zawiyah Shiddiqiyah. Demikian tulisan ini dibuat. Semoga mencerahkan. Wallahu subhanahu wa ta'ala a'lam. Zawiyah Shiddiqiyah, 5 November 2018 Adhli Al-Qarni

AHMAD AL-GHUMARI MENENTANG ASYA’IRAH?!

Kalam Ulama - Telah sampai kepada saya sebuah kitab yang disandarkan kepada Al-Hafidz Asy-Syarif As-Sayyid Ahmad bin Muhammad ibn Ash-Shiddiq Al-Ghumari Al-Hasani berjudul "Dzammul...

Mengenai Jenazah orang Munafik yang tak disholatkan

Maaf, cuma ngutip kalam Habibana Ahmad bin Novel bin Salim bin Jindan. Mudah-mudahan bermanfaat. Wallohu a'lam. Ringkas aja.. Huzaifah ibnul yaman tidak mensholatkan orang yang munafiq,...

Ulama Salaf : Rahasia Hubungan Badan Suami Istri

✍🏻 كان ابن عقيل الحنبلي رحمه الله تعالى يقول : كنت إذا ستغلقت على مسألة، دعوت زوجتي إلى الفراش,فإذا فرغت من أمرها قمت إلى...
10 resep

10 RESEP BAGAIMANA KITA HIDUP BAHAGIA

Serba Serbi Islam (Kalam Ulama)- 10 RESEP BAGAIMANA KITA HIDUP BAHAGIA 1. TIDAK MEMBENCI Jangan sekali-kali membenci seseorang hanya karena dia lebih baik darimu. Walaupun dia...
Kalam Ulama Isra Mi’raj Nabi Muhammad Bertemu dengan Para Nabi” [irp posts="967" name="Kisah Isra’ Mi’raj #03 “Melihat Berbagai Peristiwa”"] Di perjalanan Nabi saw beberapa kali berjumpa dengan sekelompok kaum hamba-hamba Allah, mereka berkata, “Assalamualaika (keselamatan untukmu) wahai Nabi terakhir , Assalamualaika (keselamatan untukmu) wahai Nabi yang setelahnya adalah hari kebangkitan.” Maka Jibril berkata kepada Nabi Muhammad saw, “jawablah salam mereka.” Maka Nabi saw menjawab salam mereka. Nabi saw bertanya, “Siapa mereka wahai jibril?” Jibril menjawab, “mereka adalah Nabi Musa, Nabi Ibrahim, dan Nabi Isa.” Di perjalanan Nabi saw melewati Nabi Musa yang sedang shalat dikuburnya yang terletak di bukit pasir merah (gunung Nebo). Postur tubuhnya adalah tinggi badannya, lurus rambutnya, kecoklatan kulitnya, seperti laki-laki dari suku Syanuah. Dalam shalatnya Nabi Musa berkata dengan suara yang sangat lantang, “Engkau ya Allah memuliakannya (Nabi Muhammad) dan engkau ya Allah mengutamakannya (Nabi Muhammad).” Maka Nabi Muhammad saw mengucapkan kepadanya salam, maka Nabi Musa menjawab salamnya dan berkata, “Siapa ini yang bersama Engkau wahai Jibril?” Jibril menjawab, “ini Ahmad.” Maka Nabi Musa berkata, “selamat datang nabi dari bangsa arab yang memberikan nasihat kepada umatnya, dan kemudian Nabi Musa mendoakan Nabi Muhammad saw dengan keberkahan.” Berkata Nabi Musa kepada Nabi Muhammad saw, “mintalah kepada Allah kemudahan untuk umatmu.” Kemudian mereka meneruskan perjalanan. Di perjalanan Nabi Muhammad saw bertanya kepada Jibril, “Siapa hamba mulia tadi wahai Jibril?” Jibril menjawab, itu saudaramu Nabi Musa bin Imran. Nabi bertanya, “terhadap siapa dia berani mengangkat suaranya dengan lantang dan tegas?”Jibril menjawab, “kepada Tuhannya.” Jibril berkata, “sesungguhnya Allah taa’la telah memaklumi ketegasannya.” Kemudian di perjalanan Nabi saw melalui pohon yang sangat besar sekali. Di bawah pohon itu ada seorang lelaki yang sangat berwibawa bersama anak keluarganya dan Nabi saw melihat lampu-lampu dan cahaya-cahaya yang terang. Rasul saw bertanya, “Siapa itu wahai Jibril?” Jibril menjawab, “Beliau adalah ayahmu Nabi Ibrahim.” Kemudian keduanya saling bertukar salam. Lalu Nabi Ibrahim bertanya kepada Jibril, “Siapa ini wahai Jibril?” “ini adalah putramu Ahmad”, jawab Jibril. Maka Nabi Ibrahim berkata, “selamat datang wahai Nabi dari bangsa arab yang tidak bisa membaca dan menulis, yang menyampaikan Risalah Tuhannya, dan memberi nasihat pada umatnya. Wahai anakku sesungguhnya engkau akan bertemu dengan Tuhanmu malam ini dan sesungguhnya umatmu adalah umat yang terakhir dan yang paling lemah jikalau engkau bisa menjadikan seluruh permohonanmu atau sebagian besar permohonanmu kepada Tuhanmu untuk umatmu maka lakukanlah.” Kemudian Nabi Ibrahim mendoakan Nabi Muhammad saw dengan keberkahan. Nabi saw melanjutkan perjalanan bersama Jibril hingga sampai di lembah yang berada di kota Baitul Maqdis. Di saat itu terlihatlah neraka Jahannam yang terbentang seperti permadani. Maka para sahabat bertanya kepada Rasulullah saw, “wahai Rasulullah bagaimana neraka jahanam itu?”, “Seperti bara api yang membara.” Jawab Rasulullah. Kemudian Nabi saw melanjutkan perjalanan bersama Jibril hingga sampai ke Baitul Maqdis dan memasukinya dari pintu kanan. Kemudian Nabi saw turun dari Buroq dan dikaitkan di pintu masjid pada kaitan yang sama ketika para nabi sebelumnya mengaitkan tunggangan mereka. Dalam riwayat lain, bahwa Jibril mendekati batu dan meletakkan jarinya kepada batu tersebut sampai tembus berlubang dan kemudian Buroq di kaitkan dilobang tersebut. Rasulullah saw memasuki masjid dari pintu yang matahari dan bulan condong kearahnya. Kemudian Nabi saw dan Jibril shalat dua rakaat dan tidak mengunggu lama sampai berkumpullah manusia yang sangat banyak. Maka Nabi Muhammad saw mengenali bahwa mereka itu adalah para nabi, di antara mereka ada yang sedang shalat berdiri, yang ruku’, dan yang sujud. Kemudian seorang mengumandangkan adzan dan iqomah. Mereka berdiri berbaris menunggu siapa yang akan mengimami mereka, lalu Jibril menggandeng tangan Rasulullah saw menuntunnya sampai mengedepankannya. Nabi saw shalat dua rakaat sebagai imam bersama mereka. Diriwayatkan dari ka’ab, bahwa Jibril mengumandangkan adzan dan turunlah malaikat dari langit dan Allah mengumpulkan seluruh rasul dan para nabi. Nabi Muhammad saw menjadi imam bagi para rasul, nabi dan malaikat. Setelah selesai sholat, Jibril bertanya, “Wahai Muhammad! apakah engkau tahu siapa mereka yang shalat di belakangmu? Nabi menjawab, “tidak.” Jibril berkata, “mereka adalah seluruh nabi dan rasul yang telah diutus oleh Allah.” ***bersambung*** Disarikan dari materi yang disampaikan oleh Al Habib Ahmad bin Novel bin Salim bin Jindan dalam acara Daurah Isra’ Mi’raj yang diadakan pada hari Sabtu, 9 April 2016 di Komplek Makam Habib Abdurahman Al Habsyi, Cikini, Jakarta Pusat. Klik Disini : Kumpulan Kisah Isra Mi’roj [irp posts="949" name="Kisah Isra Mi’raj #5 “Pujian dari Para Nabi”"]

Kisah Isra Mi’raj #04 “Nabi Muhammad Bertemu dengan Para Nabi”

Kalam Ulama Isra Mi’raj Nabi Muhammad Bertemu dengan Para Nabi” Di perjalanan Nabi saw beberapa kali berjumpa dengan sekelompok kaum hamba-hamba Allah, mereka berkata, “Assalamualaika (keselamatan untukmu) wahai...

Ketika Habib Abu Bakar Mimpi Disentil Sayyidina Ali

Kalam Ulama - Ketika Habib Abu Bakar Mimpi Disentil Sayyidina Ali Jalan Karya Bakti di Kelurahan Tanah Baru, Kecamatan Beji, Kota Depok, sesak orang berpakaian serbaputih...
doa para nabi

Doa Para Nabi (عليهم السلام)

kalamulama.com- Allah telah mengabulkan doa para Nabi. Maka kita pun diperkenankan berdoa dengan doa para Nabi yang terdapat dalam Al-Qur'an: - Doa Nabi Adam رَبَّنَا ظَلَمْنَا...