Serba Serbi Islam

indonesia islam- KH Masdar Farid Mas'udi: Indonesia Secara Substansif Sudah Islam. Nahdlatul Ulama (NU) merupakan pusaka warisan para wali dan kiyai Nusantara. Sebagai organisasi masyarakat Islam, NU berperan dalam keagamaan dan kebangsaan. Indonesia memiliki banyak simpul-simpul keumatan dan hal itu hanya ada di Indonesia . “Hampir 90% umat Islam di Indonesia memiliki afiliasi madzhab dan kepercayaan masing-masing di dalam hatinya, dan itu hanya ada di negara ini tanpa mendirikan negara baru,” Rois Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU)  KH. Masdar Farid Mas'udi  ketika memberikan arahan sekaligus membuka acara Bahtsul Masail Pra Munas dan Konbes 2020 di Pondok Pesantren Al Falakiyah, Pagentongan, Bogor, Jawa Barat. Ahad (01/03). Indonesia memiliki kebhinekaan yang tinggi akan tetapi tetap bisa mejadi satu bangsa dan negara. "Ini bisa terjadi karena Indonesia tidak mendeklarasikan diri sebagai negara agama atau negara islam." tambahnya. Ketika sebuah negara sudah dijubahi agama, penguasa akan menjadi otoriter, karena merasa mewakili suatu agama. Padahal prinsip di dalam Al-Qur'an jika ditarik kesimpulan dalam bernegara adalah dapat menciptakan keadilan. KH  Masdar juga menegaskan bahwa bid'ah yang paling berbahaya adalah negara yang mendeklarasikan sebagai negara Islam, karena di dalam Al-Qur'an dan Hadist tidak ada. "Negara islam itu hanya label saja, tidak ada dalam rukun islam. Dan budaya Islam di Indonesia itu yang dapat melindungi umat yang bermadzhab lain." Meskipun Indonesia tidak disebut sebagai negara islam, akan tetapi prinsip-prinsip yang dijadikan sebagai landasan bernegara khususnya pancasila itu sudah sangat islami. "Itulah mengapa Indonesia tidak disebut negara islam tetapi secara substansif sudah islam, dan semoga dengan deselenggarakannya Bahtsul Masail mampu menjadi salah satu jalan untuk menjadi solusi dalam keadilan bernegara," tutup beliau. Kontributor: Rouf Kholil 

KH Masdar Farid Mas’udi: Indonesia Secara Substansif Sudah Islam

kalamulama.com- KH Masdar Farid Mas'udi: Indonesia Secara Substansif Sudah Islam. Nahdlatul Ulama (NU) merupakan pusaka warisan para wali dan kiyai Nusantara. Sebagai organisasi masyarakat...

Daftar Nama 313 Ahli Badar

Berikut ini adalah 313 orang Ahlul Badar (82 Muhajirin dan 231 Anshor) yang ikut serta dalam perang Badar al-Kubro: 1. Sayyiduna Muhammad Rosululloh SAW 2. Abu Bakar...

Kisah Nabi Yusuf #12 “Derita Berakhir Bahagia”

Oleh : KH. Salim Azhar* Raja Royyan bertanya kepada Yusuf : "Bagaimana juklak dari penanaman dan penyimpana pangan ?", Yusuf menjawab : "Pada saat keadaan serba berkemakmuran, para...
Baca kisah sebelumnya #7 "Dibukanya Pintu Langit"  Nabi Muhammad saw diangkat ke Sidratul Muntaha. Disanalah tempat perhentian terakhir segala yang naik dari bumi untuk kemudian disambut dan di sana pula tempat perhentian terakhir apa yang turun dari atas untuk kemudian disambut. Sidratul Muntaha adalah pohon yang amat besar, akarnya di langit ke enam, rantingnya sampai ke langit ke tujuh dan puncaknya hingga menembus langit ke tujuh sebagaimana tersebut dalam beberapa riwayat. Mengalir dari akar kaki Sidratul Muntaha, sungai yang airnya tidak berubah rasa, warna dan baunya. Mengalir pula darinya sungai dari susu yang tidak berubah rasanya, serta mengalir pula sungai arak yang lezat untuk diminum, dan mengalir pula sungai dari madu yang murni. Orang yang berkendara akan berjalan terus tanpa henti di bawah naungan Sidratul Muntaha selama 70 (tujuh puluh) tahun. Buahnya menyerupai kelapa namun sangat besar sekali. Daunnya bagaikan telinga gajah yang sehelai daunnya hampir menutupi umat ini. Di dalam riwayat, satu helai daunnya dapat menaungi semua makhluk dan di setiap daunnya ada malaikat. Maka tiba-tiba dedaunannya diselimuti dengan berbagai macam warna yang indah yang tidak dapat digambarkan dan seketika itu dedaunannya berubah menjadi yaqut dan zamrud, dan sungguh tidak ada seorangpun yang dapat menggambarkannya. Padanya terdapat belalang-belalang dari emas. Pada akarnya mengalir empat sungai, dua sungai batin dan dua sungai zhohir. Nabi saw bertanya, “Wahai Jibril sungai-sungai apakah ini?” Jibril menjawab, “kedua sungai batin ini adalah dua sungai di surga dan dua sungai zhahir ini adalah sungai nil dan alfurat.” Di dalam riwayat lain disebutkan bahwa pada akarnya terdapat mata air yang mengalir yang bernama Salsabil. Dari mata air Salsabil ini mengalir dua sungai salah satunya adalah Al Kautsar. Nabi Muhammad saw menyaksikan sungai Al Kautsar yang sangat deras hingga cipratan airnya memancar sangat deras seperti anak panah. Di tepiannya terdapat kemah-kemah yang terbuat dari mutiara, yaqut dan zamrud, dan di atasnya bertengger burung-burung berwarna hijau yang sebagus-bagusnya burung yang pernah engkau lihat. Di sekitar sungai terdapat bejana-bejana yang terbuat dari emas dan perak. Air sungainya mengalir di atas kerikil-kerikil yaqut dan zamrud, dan airnya lebih putih dari pada susu. Nabi Muhammad saw mengambil bejana untuk meminum airnya dan ternyata airnya lebih manis dari madu dan lebih wangi dari minyak misk. Jibril berkata kepada Nabi Muhammad saw, “Sungai ini adalah hadiah Allah untukmu wahai Muhammad”. Dan sungai lainnya adalah sungai rahmat. Nabi Muhammad saw mandi didalamnya dan ketika itulah diampuni dosa-dosanya yang terdahulu dan yang akan datang. Di dalam riwayat disebutkan bahwasanya Nabi Muhammad saw melihat Jibril dengan enam ratus sayapnya di Sidratul Muntaha. Setiap satu sayapnya menutupi ufuq langit dan dari sayap-sayapnya berjatuhan permata dan yaqut serta lain-lainnya yang hanya Allah yang mengetahuinya. Rasulullah saw menelusuri Al Kautsar hingga masuk ke dalam surga yang kenikmatannya tidak pernah dilihat oleh mata, tidak pernah didengar oleh telinga dan tidak pernah terlintas dalam angan-angan manusia. Rasulullah saw melihat pada pintunya tertulis: “Satu shodaqoh diganjar dengan pahala sepuluh kali lipat, sedangkan memberi hutang diganjar dengan pahala delapan belas kali lipat”. Rasulullah saw berkata, “Wahai Jibril, mengapa memberikan hutang lebih utama daripada memberi shodaqoh?”. Jibril berkata, ”karena sesungguhnya seseorang yang meminta ia masih memiliki sesuatu, sedangkan seorang tidak akan berhutang kecuali ia dalam keadaan membutuhkan”. Mereka melanjutkan perjalanan dan di perjalanan Nabi saw menyaksikan sungai dari susu yang tidak berubah rasanya, sungai dari arak yang melezatkan bagi peminumnya dan sungai dari madu murni. Di tepian sungai terdapat kubah-kubah dari permata dan terdapat buah delima yang sangat besar seperti sebuah ember besar. Dalam riwayat lain, terdapat buah-buah delima yang besarnya bagaikan seekor unta dengan pikulannya dan juga terdapat burung-burung yang besar bagaikan seekor unta berpunuk dua. Abu Bakar berkata, ”Wahai Rasulullah, sungguh burung-burung itu sangat dimanja dan merasakan kenikmatan”. Rasulallah menjawab, ”Para pemakan burung-burung itu lebih nikmat dan lebih dimanja lagi, dan aku berharap agar engkau pun memakannya pula wahai Abu Bakar”. Di perjalanan itu Rasulullah saw melihat sungai Al Kautsar yang di tepiannya terdapat kubah-kubah dari permata dan tanahnya adalah misk yang sangat wangi. Kemudian diperlihatkan kepada Nabi Muhammad saw neraka. Neraka adalah tempat kemurkaan Allah dan siksa Allah. Apabila bebatuan dan besi dilempar kedalamnya maka akan dilahapnya. Nabi saw menyaksikan sekelompok kaum di neraka yang sedang memakan bangkai. Rasulullah saw bertanya kepada Jibril, ”Siapakah mereka wahai Jibril?”, Jibril menjawab, ”mereka sedang memakan daging-daging manusia”. Nabi saw menyaksikan malaikat penjaga neraka seperti lelaki bermuka garang yang kemurkaan dan dendam sangat terlihat di wajahnya. Rasulullah saw mengucapkan salam kepadanya dan kemudian neraka dikunci kembali. Rasulullah diangkat ke Sidratul Muntaha. Tatkala itu Nabi saw diselimuti oleh awan yang berwarna-warni, dan itulah tempat terakhir Jibril menemani Rasulullah saw. Rasulullah saw diangkat ke tempat yang sangat tinggi hingga Nabi mendengar suara goretan Al Qolam (pena yang menulis segala apa yang ada di alam semesta). Rasulullah saw melihat seorang lelaki yang samar-samar di balik cahaya ‘Arsy. Rasulullah bertanya, “Siapakah gerangan orang itu? apakah malaikat?”. Maka dijawab, “bukan”, Rasulullah bertanya kembali, “Apakah dia seorang nabi?”. Dijawab, “bukan”. Rasulullah bertanya lagi, “Siapakah gerangan?” Di jawab, “Dia adalah lelaki yang ketika di dunia mulutnya selalu basah dengan dzikir kepada Allah, hatinya selalu rindu kepada masjid dan tidak pernah menjadi penyebab kedua orang tuanya dicela”. Rasulullah saw melihat Allah SWT. Tatkala itu tersungkurlah beliau dengan bersujud kepada Allah. Tatkala itulah Allah berbicara kepada Nabi Muhammad saw. Allah berkata, “Wahai Muhammad!“ Rasulullah menjawab, “Labbaik ya Allah” Allah berkata, “Mintalah!” Rasulullah menjawab, ”Ya Allah, sungguh Engkau telah menjadikan Ibrahim sebagai Kholil dan Engkau memberikannya kerajaan yang agung. Engkau berbicara kepada Musa secara langsung. Engkau memberikan kepada Daud kerajaan yang agung dan Engkau melunakkan besi untuknya dan Engkau menundukkan gunung kepadanya. Engkau berikan kepada Sulaiman kerajaan yang agung dan Engkau tundukkan kepadanya jin, manusia dan syaitan dan Engkau tundukan angin kepadanya dan Engkau berikan kepadanya kerajaan yang tidak ada seorangpun yang pantas setelahnya. Engkau mengajarkan kepada Isa kitab suci Taurat dan Injil dan Engkau menjadikannya dapat menyembuhkan orang yang buta dan menyembuhkan orang yang berpenyakit belang dan dapat menghidupkan orang mati atas izin-Mu. Engkau melindungi Isa dan ibunya dari syaitan yang terkutuk hingga syaitan tidak menemukan jalan untuk mengganggu keduanya”. Kemudian Allah berkata, “Sungguh aku telah menjadikanmu sebagai kekasih”. Periwayat hadits berkata, tertulis di dalam kitab suci Taurat bahwa Rasulullah saw adalah Habibullah (kekasih Allah). Allah berkata saat itu kepada Nabi Muhammad saw, “Dan aku mengutusmu kepada seluruh manusia sebagai pembawa kabar gembira dan sebagai pembawa peringatan. Dan Aku telah lapangkan dadamu dan Aku telah hapuskan dosa-dosamu dan Aku telah menggangkat namamu sehingga tidaklah nama-Ku disebut melainkan engkau pun di sebut bersama-Ku dan Aku telah menjadikan umatmu sebagai umat yang terbaik dari sekalian manusia dan Aku jadikan umatmu sebagai umat moderat, dan Aku jadikan umatmu sebagai umat yang pertama (masuk ke dalam surga) dan yang terakhir (lahir ke muka bumi), dan Aku telah menjadikan umatmu tidak diperbolehkan pada mereka berkhutbah hingga mereka bersaksi bahwa engkau adalah hamba-Ku dan utusan-Ku. Aku telah menjadikan dari umatmu sekelompok kaum yang hati mereka adalah tempat menampung kitab suci mereka, dan Aku telah menjadikan engkau sebagai Nabi yang pertama diciptakan dan terakhir di utus serta yang pertama dibangkitkan untuk hari pengadilan. Dan Aku berikan kepadamu surat Al Fatihah yang tidak pernah Aku berikan kepada seorang nabi sebelummu, dan Aku berikan kepadamu penutup surat Al Baqarah yang merupakan harta karun di bawah ‘Arsy yang tidak Aku berikan kepada seorang nabi pun sebelummu. Dan Aku berikan kepadamu Al Kautsar. Dan Aku berikan kepadamu delapan karunia: Islam, Hijrah, Jihad, Sodaqoh, Puasa Ramadhan, Amar Ma’ruf, dan Nahi Munkar, Dan pada hari Aku menciptakan langit dan bumi, Aku wajibkan atasmu dan atas umatmu lima puluh kali sholat, maka dirikanlah olehmu dan oleh umatmu.” Dalam riwayat Abu Hurairah disebutkan bahwa Rasulallah saw bersabda, “Tuhanku telah memberi karunia kepadaku, yaitu Allah mengutusku sebagai rahmat bagi sekalian alam dan kepada seluruh umat manusia sebagai pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan, dan Allah tanamkan di dalam hati musuh-musuhku rasa takut dari jarak satu bulan perjalanan, dan Allah halalkan kepadaku harta rampasan perang padahal tidak dihalalkan kepada seorang pun sebelumku, dan Allah jadikan bumi sebagai tempat shalat dan suci, dan aku diberikan pembuka, penutup dan keluasan kalimat. Ditunjukkan kepadaku seluruh umatku dihadapku hingga jelaslah kepadaku antara pengikut dan pemimpin, hingga aku melihat mereka mendatangi suatu kaum yang beralas kakikan dari bulu dan aku melihat mereka mendatangi suatu kaum yang berwajah lebar dan bermata sipit seolah-olah mata mereka dijahit dengan jarum, hingga nampak jelas olehku penderitaan yang umatku derita dari kaum tersebut. Dan aku diperintahkan dengan lima puluh kali sholat”. Dan dalam riwayat lain, Rasulullah saw diberikan tiga anugerah; dijadikan sebagai pemimpin para rasul; dijadikan sebagai pemimpin orang-orang yang bertakwa; dan akan memimpin umatnya yang wajah dan lengan serta kaki mereka bercahaya terang benderang kerena basuhan air wudhu. Dalam riwayat lain, dianugerahkan untuk Rasulullah saw shalat lima waktu dan akhir surat Al Baqaroh dan ampunan Allah bagi umatnya yang tidak menyekutukan Allah atas dosa-dosa besar mereka. Kemudian tersingkaplah dari Rasulullah saw awan indah yang menyelimuti dirinya. Jibril meraih tangan Rasulullah saw untuk menuntunnya kembali, maka mereka kembali dengan cepat. Di perjalanan pulang mereka melewati Nabi Ibrahim as dan Nabi Ibrahim tidak berucap sesuatu apapun. Mereka melalui Nabi Musa as. Rasulullah saw berkata, “sungguh Nabi Musa adalah sahabat terbaik untuk kalian.” Nabi Musa as berkata kepada Nabi Muhammad saw, “Apa yang kamu lakukan selama diperjalanan ini wahai Muhammad? Dan apa yang diwajibkan Tuhanmu kepadamu dan kepada umatmu?”. Nabi Muhammad saw menjawab, “diwajibkan kepadaku dan umatku lima puluh sholat sehari semalam.” Maka Nabi Musa berkata, “Kembalilah kepada Tuhanmu, dan mintalah keringanan untukmu dan untuk umatmu, karena sesungguhnya umatmu tidak akan mampu untuk menjalankan perintah itu, sungguh aku lebih berpengalaman terhadap manusi. Nabi Muhammad saw mengabarkan kepada Nabi Musa tentang apa yang Allah tetapkan. Namun Nabi Musa bersikeras berkata, “kembalilah kepada Tuhanmu dan mintalah keringanan lagi, karena sungguh umatmu tidak akan mampu.” Nabi Muhammad berkata, ”Wahai Musa, aku telah berkali-kali menghadap kepada Tuhanku hingga aku malu kepada-Nya, dan sungguh aku ridho dan puas menerima ketentuan Tuhanku.” Maka terdengar seruan,”Sesungguhnya aku telah menetapkan ketentuan-Ku dan aku telah meringankan atas hamba-hamba-Ku”. Maka Nabi Musa berkata, “Kalau begitu maka turunlan engkau dengan menyebut nama Allah.” Di perjalanan pulang Nabi Muhammad saw tidak melewati perkumpulan para malaikat, kecuali mereka berkata, “hendaklah kamu perintahkan umatmu untuk hijamah (bekam)”. Di perjalanan pulang Nabi saw bertanya kepada Jibril, “Wahai Jibril, tidak ada seorangpun dari penduduk langit yang aku jumpai melainkan ia pasti menyambutku dengan meriah, dengan senyuman manis, salam dan doa, kecuali satu orang. Ketika aku menemuinya dan mengucapkan salamku untuknya, dia hanya sebatas menyambutku, menjawab salamku dan mendoakanku namun sama sekali tidak tersenyum dan tertawa untukku. Kenapa wahai Jibril?”. Maka Jibril berkata, “Dia adalah malaikat Malik, malaikat penjaga neraka. Dia tidak pernah tersenyum sejak diciptakan, kalaupun dia dapat tersenyum untuk seseorang maka dia hanya akan tersenyum kepadamu.” ***bersambung*** Diambil dari materi yang disampaikan oleh Al Habib Ahmad bin Novel bin Salim bin Jindan dalam acara Daurah Isra’ Mi’raj yang diadakan pada hari Sabtu, 9 April 2016 di Komplek Makam Habib Abdurahman Al Habsyi, Cikini, Jakarta Pusat.

Kisah Isra Mi’raj #8 Nabi Muhammad Mencapai Sidratul Muntaha

Kalam Ulama Isra Mi’raj Nabi Muhammad  Mencapai Sidratul Muntaha. Baca kisah sebelumnya #7 "Dibukanya Pintu Langit" Nabi Muhammad saw diangkat ke Sidratul Muntaha. Disanalah tempat perhentian terakhir...

Arti Taubat!

Taubat merupakan sebuah filosofi agung: tidak perlu putus-asa, kita harus merenovasi kehidupan kita. Pandangan kita harus ke depan. Tak perlu lagi kita terlalu membawa beban...
kalamulama.com- Keutamaan Malam Pertama Bulan Rajab. Awal malam bulan Rajab adalah Salah satu malam pengabulan Do'a. Berkata Imam Syafi'i, rohimahulloh: إن الدعاء يستجاب فى خمس ليال فى ليلة الجمعة وليلة الأضحى وليلة الفطر واول ليلة من رجب وليلة نصف الشعبان. Artinya : "Sungguh Do'a akan dikabulkan pada 5 (lima) malam, yaitu: 1. Malam Jum'at, 2. Malam Lebaran 'Idul Adha, 3. Malam Lebaran 'Idul Fitri, 4. Malam Pertama Bulan Rajab, 5. Malam Nishfu Sya'ban (malam kelima belas bulan Sya'ban)". {Keterangan dari kitab "As-Sunanul Kubra", karya Imam Al-Baihaqi: 3 / 319, cetakan "Darul Fikr", Beirut, Lebanon}. Selain itu, ada 3 (tiga) Hadits Rosululloh SAW di dalam Kitab "Al-Hawi lil Fatawi", karya Imam Jalaluddin as-Suyuthi: 1 / 352, cetakan "Darul Fikr", Beirut, Lebanon tentang keutamaan Puasa di bulan Rajab, yaitu: 1. HR Anas, Rosululloh SAW. bersabda: ان فى الجنة نهرا يقال له رجب. ماؤه أبيض من اللبن وأحلى من العسل. من صام يوما من رجب سقاه الله من ذلك النهر. Artinya : "Sungguh di dalam surga terdapat sebuah sungai yang disebut Rajab. Airnya lebih putih daripada susu dan lebih manis daripada madu. Barangsiapa Puasa sehari di bulan Rajab, maka Alloh akan memberi minum dari air sungai itu." 2. HR Anas, Rosululloh SAW. bersabda: من صام من شهر حرام الخميس والجمعة والسبت كتب له عبادة سبعمائة سنة. Artinya : "Barangsiapa Puasa di bulan Harom, yaitu hari Kamis, Jum'at dan Sabtu, maka akan ditulis baginya ibadah 700 (tujuh ratus) Tahun." 3. HR Ibnu Abbas, Rosululloh SAW bersabda: من صام من رجب يوما كان كصيام شهر ومن صام منه سبعة أيام غلقت عنه أبواب الجحيم السبعة ومن صام منه ثمانية أيام فتحت له أبواب الجنة الثمانية ومن صام منه عشرة أيام بدلت سيئاته حسنات. Artinya : "Barangsiapa Puasa sehari di bulan Rajab, bagaikan Puasa sebulan. Barangsiapa Puasa 7 (tujuh) hari di Bulan Rajab, maka 7 (tujuh) Pintu Neraka jahim dikunci gembok. Dan, barangsiapa Puasa 8 (delapan) hari di Bulan Rajab, maka 8 (delapan) Pintu Surga dibuka. Juga, barangsiapa Puasa 10 (sepuluh) hari di bulan Rajab, maka amal-amal buruknya diganti dengan amal-amal baik." Selain itu, Rosululloh SAW bersabda: من صام ثلاثة أيام من شهر حرام، الخميس والجمعة والسبت كتب له عبادة سنتين. Artinya : "Barangsiapa Puasa 3 (tiga) hari di bulan Harom (Dzul-Qo'dah, Dzul-Hijjah, Muharram, dan Rajab), yaitu Puasa hari Kamis, Jum'at, dan Sabtu, maka dituliskan baginya ibadah 2 (dua) Tahun." Baca Juga Amalan dan Keutamaan Bulan Rajab Lengkap

Keutamaan Malam Pertama Bulan Rajab

kalamulama.com- Keutamaan Malam Pertama Bulan Rajab. Awal malam bulan Rajab adalah Salah satu malam pengabulan Do'a. Berkata Imam Syafi'i, rohimahulloh: إن الدعاء يستجاب فى خمس...

Mengenai Jenazah orang Munafik yang tak disholatkan

Maaf, cuma ngutip kalam Habibana Ahmad bin Novel bin Salim bin Jindan. Mudah-mudahan bermanfaat. Wallohu a'lam. Ringkas aja.. Huzaifah ibnul yaman tidak mensholatkan orang yang munafiq,...
kalamulama.com- ISTIQAMAHKAN SETIAP HARI TUJUH AMALAN HEBAT INI Berikut tujuh amalan hebat setiap hari yang perlu diistiqamahkan Tahajjud Karena kemuliaan seorang mukmin terletak pada tahajjudnya. Pastinya doa mudah termakbul dan menjadikan kita semakin dekat dengan Allah Swt. Membaca Al-Qur’an sebelum terbit matahari Alangkah baiknya sebelum mata melihat dunia, sebaiknya mata membaca Al-Qur’an terlebih dahulu dengan penuh pemahaman. Paling tidak jika sesibuk apapun kita, bacalah walau beberapa ayat. Jangan tinggalkan masjid terutama di waktu subuh. Sebelum melangkah kemana pun langkahkan kaki ke mesjid, karena masjid merupakan pusat keberkahan, bukan karena panggilan muadzin tetapi panggilan Allah yang mencari orang beriman untuk memakmurkan masjid Allah. Jaga sholat duha Karena kunci rezeki terletak pada sholat dhuha. Yakinlah, manfaat sholat duha sangat dasyat dalam mendatangkan rezeki Jaga sedekah setiap hari. Allah menyukai orang yang suka bersedekah, dan malaikat Allah selalu mendoakan kepada orang yang bersedekah setiap hari.Percayalah, sedekah yang diberikan akan dibalas oleh Allah dengan berlipat-ganda. Jaga wudlu terus menerus Karena Allah menyayangi hamba yang berwudlu. Kata khalifah Ali bin Abu Thalib, “Orang yang selalu berwudhu senantiasa ia akan merasa selalu sholat walau ia sedang tidak sholat, dan dijaga oleh malaikat dengan dua doa, "ampuni dosanya dan sayangilah dia ... Yaa Allah”. Amalkan istighfar setiap saat. Dengan istighfar masalah yang terjadi karena dosa kita akan dijauhkan oleh Allah Swt.

ISTIQAMAHKAN SETIAP HARI TUJUH AMALAN HEBAT INI

kalamulama.com- ISTIQAMAHKAN SETIAP HARI TUJUH AMALAN HEBAT INI Berikut tujuh amalan hebat setiap hari yang perlu diistiqamahkan Tahajjud Karena kemuliaan seorang mukmin terletak pada tahajjudnya. Pastinya...

ORANG BODOH MENJADI TOKOH AGAMA

Oleh: Ahmad Ishomuddin Saat ulama yang otoritatif wafat dan langka, maka banyak orang bodoh mengangkat diri mereka sebagai tokoh agama. Mereka merasa telah menjadi ulama,...

Jadilah Dirimu Merasa Paling Hina Diantara Semua Manusia

“Wasiat Nasehat Berharga Prof. Dr. Al Imam Al Muhaddits Al Haramain As-Sayyid Muhammad bin Alawi al-Maliki al-Hasani memberikan wasiat yang sangat berharga dan mulia kepada kita semua. Beliau...