Serba Serbi Islam

Tujuh Aturan Utama dalam Hidup

Oleh : Dr. H. Nadirsyah Hosen, LLM, MA (Hons), PhD* Ada tujuh aturan utama dalam hidup. Yuk kita simak di hari Jum'at ini, siapa tahu ada...

Hikmah Kesungguhan dan Tolong Menolong

Bismillaahirrahmanirrahim... الاجتهاد مفيد * والتعاون حميد Al-Ijtihadu Mufiidun utawi bersungguh-sungguh iku kang mahidahi # Wat Ta'aawunu Hamiidun Lan hali utawi tulung-pitulung iku sanget den puji Bersungguh-sungguh itu pasti berfaidah...
kalamulama.com- Siapakah yang Dimaksud Sebagai Ulama? Ulama adalah orang2 yang takut pada Allah. انما يخشى الله من عباده العلماء. Yang tidak takut pada Allah, bukanlah ulama. Ulama adalah pewaris para Nabi, dan nabi sangat takut pada Allah. Maka Ulama adalah yang mewarisi Nabi, rasa takut pada Allah. Jika diartikan secara leksikal, ulama adalah bentuk prulal dari عالم ilmuwan. Jadi, siapapun hamba Allah yang memiliki ilmu, dan bertambah takut pada Allah, layak disebut Ulama. Ia bisa berasal dari pesantren, bisa juga berasal dari universitas. Banyak sekali contohnya dosen yang jadi sholeh, jadi waliyullah, tidak pernah mondok. Gus Mus juga mengatakan, siapapun yang akhlaknya mencerminkan santri, ialah santri Ilmuwan di sini adalah muslim. Siapapun ia yang bertambah takut, mengajak manusia pada jalan yang lurus, jalan yang diridhai Allah dan RasulNya, dialah ulama. Ia bertambah takut pada Allah, setidaknya memahami juga ilmu2 syariat. Maka, ulama yang takut pada Allah, adalah paku NU, pakunya Nusantara. Nahdlotul ulama, kebangkitan para ulama. Adalah kebangkitan hamba Allah yang memiliki rasa takut pada Allah. بسم الله الرحمن الرحيم. والعصر . ان الانسان لفي خسر . الا الذين امنوا وعمل الصالحات وتواصوا بالحق وتواصوا بالصبر . QS. Al-Ashr : 1-3 Semoga kita tidak termasuk orang-orang yang merugi.

Siapakah yang Dimaksud Sebagai Ulama?

kalamulama.com- Siapakah yang Dimaksud Sebagai Ulama? Ulama adalah orang-orang yang takut pada Allah. انما يخشى الله من عباده العلماء. Sesungguhnya yang tidak takut pada Allah, bukanlah...

KISAH SUFI

Suatu malam, Jalaluddin Rumi mengundang Syams Tabrizi ke rumahnya. Sang Mursyid Syamsuddin pun menerima undangan itu dan datang ke kediaman Rumi. Setelah semua hidangan...

Kisah Nabi Yusuf (Derita Berakhir Bahagia) #09

Oleh : KH. Salim Azhar* As Sadi menuturkan : Mesir waktu itu di rajai oleh seorang bangsa Amaliqoh, Ia penguasa tunggal di Mesir namanya...
kalamulama.com- Muliakanlah Janda dan Anak Yatim, Anda Akan Dimuliakan Rasulullah Oleh : KH Salim Azhar Dikisahkan bahwa ada sebagian orang Alawy yang cukup mampu. Ia mempunyai seorang istri Alawiyah dan beberapa anak perempuan, Ketika seorang Alawy meninggal dunia, Istrinya membelanjakan uang peninggalan suaminya, Untuk biaya hidupnya bersama putri-putrinya, Dari hari ke hari dan bulan ke bulan, Harta pusaka mendiang sang suami semakin berkurang, Pada saatnya, harta itu pun akhirnya habis, Dan Wanita janda Alawiyah itu jatuh miskin, Beliau menanggung beberapa putri yang yatim, Beliau sabar memelihara anak-anak putri yang masih kecil, Beberapa putri tersebut hidup dalam keadaan sengsara, Sang ibu lalu pindah tempat menjauh dari desanya, Hal itu dilakukan agar tidak tampak kemiskinannya, Dan agar tidak menyebabkan kegembiraan para musuh, Beliau masuk dan berdiam di sebuah masjid yang rusak, Masjid tersebut sudah tidak dipakai oleh penduduk, Beliau tinggalkan putri putri itu keluar mencari makanan, Di sebuah pedesaan beliau bertemu seorang tokoh desa, Beliau amat senang karna tokoh desa tersebut seorang muslim, Beliau haturkan nasib dan kebutuhannya kepada sang tokoh tersebut, Namun apa yang beliau paparkan tidak diterima oleh tokoh itu, Tokoh itu berkata : "Datangkan saksi atas keislaman dan keadaanmu", Beliau menjawab : "Kami tidak punya saksi sebab kami orang asing", Tokoh tersebut lalu berpaling dan tidak menghiraukannya, Ketika itu lewatlah seorang penyayang yang kebetulan beragama majusi, Ketika orang tersebut bertanya maka ibu janda tersebut menghaturkan, Bahwa beliau meninggalkan beberapa anak putri di masjid yang rusak, Dan beliau keluar untuk mencari makanan buat mereka, Sang penyayang itu langsung percaya kepada ibu janda tersebut, Ia lalu menyuruh salah seorang dari beberapa istrinya mengikuti ibu itu, Setibanya di masjid langsung mengajak ibu dan putri putrinya, Mereka bersama-sama datang di rumah istri penyayang tersebut, Mereka sekeluarga memuliakan ibu janda dan putri putrinya, Mereka memberikan makanan dan minuman serta tempat tidur, Ibu janda dan anak-anak putrinya merasa mendapatkan kemulyaan, Mereka bersyukur kepada Alloh juga kepada ibu penyayang tersebut, Di tengah malam yang senyap, Semua keluarga tenggelam dalam kenikmatan tidur , Sang tokoh desa yang muslim bermimpi mengejutkan, Bahwa hari kiamat telah tiba dan terjadi hal yang menakutkan, Tokoh desa yang muslim tersebut bertemu dengan Rosululloh, Beliau membawa bendera puja dan pujian, Beliau memandang sang tokoh tersebut dengan senyuman, Di sampingnya terdapat istana bertingkat yang amat megah, Sang tokoh desa lalu memberi salam dan bertanya, Untuk siapakah bangunan megah ini ya Rosulalloh ?, Beliau menjawab : "Ini untuk seorang laki-laki muslim", Tokoh tersebut berkata : "Kami adalah muslim ya Rosul", Rosululloh menjawab : "Datangkan saksi atas keislamanmu", Tokoh tersebut bingung tidak dapat mendatangkan saksi, Maka Rosululloh menceritakan keadaan janda Alawiyah, Bahwa janda yang engkau biarkan merana itu, Ditolong oleh seorang penyayang, Dan istana yang akan diperuntukkan kamu kini menjadi miliknya, Maka tokoh desa tersebut terjaga dalam keadaan cemas, Dari hari ke hari ia mengingat mimpi yang amat indah itu, Ia ingin datang di rumah orang majusi yang diceritakan oleh Rosul. Namun dia tidak mengetahui di manakah rumahnya, Akhirnya ia ditunjukkan oleh seseorang yang telah mengetahuinya, Maka ia mendatangi rumah lelaki penyayang tersebut, Setelah bertemu maka ia memohon agar ia mau menjualnya, Namun majusi itu menolaknya, Sang tokoh itu menawarkan uang seribu dinar kepadanya, Sang penyayang itu tetap menolaknya, Sang tokoh tersebut hendak memaksanya, Sang penyayang tersebut lalu berkata : "Apa yang kamu lihat dalam mimpi itu adalah tercipta untukku", Sang tokoh tersebut berkata : "Kamu kan majusi", Sang penyayang tersebut menjawab : "Apakah kamu bangga dengan Islam kamu ?, Demi Alloh sebelum kami sekeluarga tidur, kami telah masuk Islam, Kami sekeluarga telah masuk Islam di tangan ibu janda Alawiyah, Dan apa yang kamu lihat dalam mimpi itu kami pun melihatnya, Dan ketika itu Rosululloh bertanya : "Apakah janda Alawiyah bersama putri ptrinya ada padamu ?, Maka aku menjawabnya : "Betul ya Rosuul", Maka Beliau mengatakan : "Istana ini adalah milikmu sekeluarga", Subhanalloh, Maka tokoh desa yang muslim itu pulang dengan cemas, Ia merasakan kesedihan yang tak seorang pun mengetahui selain Alloh. ( Irsyad : 88-89 )

Muliakanlah Janda dan Anak Yatim, Anda Akan Dimuliakan Rasulullah

kalamulama.com- Muliakanlah Janda dan Anak Yatim, Anda Akan Dimuliakan Rasulullah Oleh : KH Salim Azhar Dikisahkan bahwa ada sebagian orang Alawy yang cukup mampu. Ia mempunyai seorang...
Kalam Ulama - Islam Ajarkan Perdamaian dan Menghargai Keberagaman karena intisari ajaran Islam adalah menciptakan perdamaian dan menghargai keberagaman. Nilai-nilai toleransi dan sopan santun adalah buah dari keindahan ajaran Islam. Namun mutakhir ini, caci maki dan bahasa kasar acapkali digunakan oleh pemuka agama terutama di mimbar-mimbar keagamaan. Tentu saja hal ini sangat bertentangan dengan misi ajaran Nabi yang ingin membawa Islam sebagai agama yang beradab dan penuh dengan kedamaian. Habib Ali Al-Jufri menyayangkan para pendakwah yang kerap membawa materi kebencian di mimbar agama tersebut. Menurut Habib Ali AL-Jufri, pendakwah yang isinya selalu memprovokasi umat untuk membenci sesama umat muslim dan umat agama lain adalah pendakwah yang tidak patut diikuti, karena dakwah dengan kebencian sejatinya hanyalah hasutan belaka. Baca Juga : Kalam Ulama #210 : Agama yang Penuh Rahmah Ulama asal Mekkah yang terkenal karena kedalaman ilmunya itu bersyukur mengenal Islam bukan dengan cara kekerasan. Menurutnya, Islam yang diajarkan secara keras akan berbuah konflik di tengah masyarakat. Jika dakwah disampaikan dengan cara yang santun, maka masyarakat pun akan lebih menerima isi daripada dakwah tersebut. “Ketika aku mendengar orang bicara atas nama Islam dengan bahasa yang kasar dan caci maki, aku bersyukur kepada Allah tidak memahami Islam lewat lisan mereka,” terang Habib Ali. Pesan yang dikemukakan oleh Habib Ali mengandung makna Islam adalah agama yang damai dan toleran terhadap semua perbedaan. Sifat yang kasar dan mencaci maki adalah sifat yang tidak diajarakan oleh Nabi, bahkan Nabi tidak sepakat dengan Islam yang disampaikan secara keras tersebut, dan tentu saja dakwah yang keras dan caci maki bukanlah ajaran Islam. Wallahu a'lam Mari bersholawat: اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّـدِنَا مُحَمَّدٍ نِالنَّــبِـــىِّ اْلأُمِّـــيِّ الْحَبِـــيْبِ الْعَالِىِّ الْقَادِرِ الْعَظِيْمِ الْجَاهِ وَعَلَى أَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ Allohumma sholli 'alaa sayyidinaa Muhammadinin nabiyyil ummiyyil habiibil 'aaliyyil qodril 'dziimil jaah. wa 'alaa aalihii wa shohbihii wa sallim. Ya Allah, limpahkanlah shalawat dan salam kepada Sayyidina Muhammad, Nabi yang ummi, kekasih yang luhur derajatnya, yang agung pangkatnyaa, dan shalawat dan salam semoga juga selalu tercurahkan kepada keluarga serta sahabatnya. Baca Juga : Inilah Terjemahan Wawancara Gus Yahya pada Forum AJC di Israel

Habib Ali Al-jufri: Islam Ajarkan Perdamaian dan Menghargai Keberagaman

Kalam Ulama - Islam Ajarkan Perdamaian dan Menghargai Keberagaman karena intisari ajaran Islam adalah menciptakan perdamaian dan menghargai keberagaman. Nilai-nilai toleransi dan sopan santun...
ilmu fiqih

Definisi Ilmu dan fiqih dalam Perspektif Syaikh Zarnuji

kalamulama.com- Definisi Ilmu dan fiqih dalam Perspektif Syaikh Zarnuji Ilmu adalah suatu sifat dimana orang yang memilikinya menjadi faham (mengerti) terhadap objek tertentu. Sebuah keragu-raguan...
Kalamulama.com- KH Marzuki Mustamar:  Keikhlasan Seorang Gus Dur  "Mbah Kiai Maimoen Zubair itu seperti bermusuhan dengan Gus Dur. Ternyata tidak.. Seribu hari Gus Dur di Jombang, Tebuireng, itu yang ceramah Kiai Maimoen Zubair. . Cerita, Gus Dur ini waktu Kiai Maimoen mantu, membantu sebanyak-banyaknya. Nggak tahu berapa juta, pokoknya sebanyak-banyaknya. . "Yai, kewajiban saya (Gus Dur) membantu anda, sudah. Sekarang tinggal kewajiban anda (Mbah Maimoen)," kata Gus Dur. "Apa, Gus?" Tanya Mbah Maimoen "Kewajiban anda, menutupi amal kebaikanku. Jangan diomong-omongkan ke orang, jangan sampai ketahuan. Terserah, cara anda untuk menutupinya. Kelihatan seperti memusuhi saya, terserah anda. Asalkan amal saya tidak diketahui manusia. Cukup saya dengan Gusti Allah saja," jawab Gus Dur. Seperti itu. Makanya waktu hidup itu seperti bermusuhan. Tapi, waktu Gus Dur wafat, yang memimpin pemakaman, Mbah Yai Maimoen. Tahlilan hari ketujuh yang mimpin Mbah Yai Maimoen. Seribu hari yang ceramah juga Mbah Yai Maimoen. Haul Gus Dur tempo hari, Pak SBY hadir, yang memimpin doa di makam juga Mbah Kiai Maimoen. . Dua Kiai ini tidak bermusuhan, tapi bersandiwara. Kelihatan bermusuhan untuk menutupi amal kebaikan Gus Dur. Seperti itu loh wali sesungguhnya, seperti itu. Kalau kita, mau nyalon DPR atau apa, "Aku umumkan ya, saya nyumbang 500 ribu." Gus Dur, seberapa banyaknya, tidak boleh diumumkan. Full karena Gusti Allah. Di Malang, di Kelurahan Jatikerto, ada anak namanya Agus. Gus Dur mampir ke rumahnya Agus, titip 3 koper. . "Jangan kamu buka kalau saya belum meninggal," kata Gus Dur. Ketika Gus Dur wafat, dibuka (kopernya), isinya 3 milyar. Uang 3 milyar sudah dimasukkan dalam amplop. Tugasnya Agus, disuruh membagikan ke anak-anak yatim dan janda-janda miskin di Malang. Uang 3 milyar itu. Trus anehnya, di amplop itu sudah ada nama-nama anak yatim dan alamatnya. Itulah karomahnya Gus Dur. Kok tahu nama anak yatim segitu banyak. Gus Dur di Jakarta, anak-anak yatimnya di Malang. Tahu alamatnya. Kok begitu ikhlasnya amal 3 milyar tidak boleh diomong-omongkan. Kalau belum meninggal tidak boleh dibuka. Kalau kita, nyumbang 3 ribu saja, minta diumumkan kok. Gus Dur seperti itu." K.H. Marzuqi Mustamar

KH Marzuki Mustamar:  Keikhlasan Seorang Gus Dur

Kalamulama.com- KH Marzuki Mustamar:  Keikhlasan Seorang Gus Dur "Mbah Kiai Maimoen Zubair itu seperti bermusuhan dengan Gus Dur. Ternyata tidak.. Seribu hari Gus Dur di Jombang,...
kalamulama.com- Syaikhuna KH Maimoen Zubair di Mata Santri Wawancara dengan KH. A'wani Sya'rowi (Salah satu santri pertama Syaikhina) pengasuh PP. Al-Musthofa Lodan, Sarang. KH. Maimoen Zubair atau lebih sering disapa Mbah Yai di kalangan para Santri adalah salah

Syaikhuna KH Maimoen Zubair di Mata Santri

kalamulama.com- Syaikhuna KH Maimoen Zubair di Mata Santri Wawancara dengan KH. A'wani Sya'rowi (Salah satu santri pertama Syaikhina) pengasuh PP. Al-Musthofa Lodan, Sarang. KH. Maimoen Zubair...