Sunday, August 16, 2020

Serba Serbi Islam

Kisah Nabi Yusuf (Derita Berakhir Bahagia) #02

0
Oleh : KH. Salim Azhar* Ibnu Abbas berkata : "Ya'qub berkata kepada anak-anaknya bahwa ia khawatir, kalau-kalau Yusuf di makan srigala, sebab : Beliau...

Aswaja: Sejarah Dinamika Umat Islam dan Analisis Sosial *

0
Oleh: Moch. Ari Nasichuddin** Belakangan ini saya sedang giat mempelajari pemikiran bernama Ahlussunnah wal Jamaah atau biasa disingkat Aswaja. Suatu pola pemikiran yang memposisikan diri...

Tiga Ukuran Kehebatan Seseorang

0
TIGA UKURAN KEHEBATAN SESEORANG :قال الإمام الشافعي رحمه الله  :جوهر المرء في ثلاث  Imam Syafi'i berkata: kehebatan seseorang terdapat pd tiga perkara: كتمان الفقر ● حتى يظن الناس من عفتك أنك...
Kalam Ulama - Syaikh Taufiq Al-Buthi (Ulama Syuriah): Indonesia Adalah Surga.  Sebelum meneruskan perjalan ke lokasi Munas NU (Nahdlatul Ulama) di Pondok Pesantren Miftahul Huda Al Azhar Citangkolo Banjar, Syaikh Taufiq Ramadhan al-Buthi menyempatkan berkunjun ke PP Miftahul Huda Manonjaya dan diterima langsung oleh salah satu pimpinan pesantren, KH. Abdul Aziz Affandy. Berkuduk rasanya bulu leher ini saat beliau berkata pada muqaddimah (pembuka) ceramah di hadapan ribuan santri: نحن الان نتحير فى الجنة ام فى الدنيا "Pada saat ini terus terang kami bingung (tidak percaya) apakah sedang berada di surga atau di dunia..." Terlihat jelas parau dan bergetarnya suara beliau saat mengucapkan kalimat tersebut. Pada bahasa tubuhnya nampak kebahagiaan bisa berkunjung dan bertatap muka dengan para santri yang begitu banyak, mereka dengan tenang, damai dan nyaman mengaji. Hal ini tentunya berbalik lurus dan tidak seberuntung dengan keadaan di negara beliau Syria, jangankan mau mengaji, salat dan berkumpul dengan sekian banyak orang, mau keluar saja rasa takut dan khawatir selalu menghantui. Patut kita terus bersyukur pada Allah ta'ala yang mengaruniai Negeri ini masih aman dan damai. (Disadur dari: Ibnu Ja'far) Subscribe Channel Kalam Ulama TV : https://www.youtube.com/c/KalamUlamaOfficial Semoga bermanfaat dan berkah, jangan lupa bagikan!!!

Syaikh Taufiq Al-Buthi (Ulama Syuriah): Indonesia Adalah Surga

0
Kalam Ulama - Syaikh Taufiq Al-Buthi (Ulama Syuriah): Indonesia Adalah Surga.  Sebelum meneruskan perjalan ke lokasi Munas NU (Nahdlatul Ulama) di Pondok Pesantren Miftahul Huda Al...
kalamulama.com- Tujuan Diwajibkannya Wirid di Dalam Thoriqoh. Al-Imam Abdul Wahhab Asy-Sya'rani ra menjelaskan bahwa dzikir menjadi Syarat utama ahli suluk. Tujuan diwajibkannya wirid di dalam setiap thoriqoh di antaranya adalah agar seorang Salik melatih dirinya untuk menjaga dzikir dalam keadaan apapun. dilandasi dengan pengetahuan bahwa lalai (goflah) dari mengingat Allah Taala dapat membuatnya tergelincir kepada maksiat lahir maupun batin. Untuk salik tingkatan pemula (ahlu bidayah) mengamalkan Dzikir Jahr (dzikr dengan bersuara) adalah lebih di utamakan, karena dizkir jahr akan membangun psikologi dzikir dan karakter jiwa seorang salik yang senantiasa di sibukkan oleh dzikrullah. sedangkan Dzikir Sirr (dzikir batin/rahasia) lebih di utamakan untuk tingkat akhir (ahlu nihayah), karena dzikir sirr itu lebih terfokus pada dzikir batin yang tidak terbatas oleh gerak dan aktifitas salik, _ artinya dimanapun dan kapanpun dia selalu berdzikir. Namun dzikr sirr yang dawam dan terus menerus ini tidaklah bisa kita raih tanpa melalui latihan-latihan yang disiplin dan continue melalui dzikir jahr sebagaimana yang di lazimkan di dalam wirid asasi thoriqoh kita. juga dari dzikir jahr yang dibiasakan pada tingkat permulaan tersebut, nantinya seorang Salik akan naik kepada tingkatan mutawassith (pertengahan) yakni dengan mulai merenungi dan meresapi setiap makna dari dzikir yang di lafadzkannya melalui lisannya. Melalui pengulangan dan perenungan makna-makna dzikr jahr inilah ia akan sampai kepada dzikir sirr yang matang. [RESUME KAJIAN TASAWUF BERSAMA KH. MUHAMMAD DANIAL NAFIS 18/2/2020, Kitab Minahus Saniyah] Baca Juga: Tiga Macam Wirid yang Tidak Pernah Berpisah Dengan Para Auliya’ Solihin

Tujuan Diwajibkannya Wirid di Dalam Thoriqoh

0
kalamulama.com- Tujuan Diwajibkannya Wirid di Dalam Thoriqoh. Al-Imam Abdul Wahhab Asy-Sya'rani ra menjelaskan bahwa dzikir menjadi Syarat utama ahli suluk. Tujuan diwajibkannya wirid di...

Kisah Nabi Yusuf (Derita Berakhir Bahagia) #4

0
Oleh : KH. Salim Azhar*As Sadi menuturkan : Ketika sudah tiga hari Yusuf berada dalam sumur datanglah sekelompok musafir dari Madyan menuju Mesir. Mereka...

Kreatifitas Sumber Kemajuan Bangsa

0
Oleh : KH Husin MuhammadManusia yang semakin dekat kepada Allah seharusnya semakin kreatif, mencintai ilmu dan bertambah arif (bijaksana), karena Tuhan adalah Maha Kreatif,...

Seberapa Pentingkah Mencari Ilmu?

0
أُطْلُبُوْا العِلْمَ وَلَوْ بِالصِّيْنِ “Tuntutlah ilmu sampai ke negeri China.” Hadits menuntut ilmu yang sudah sangat populer di kalangan pencari ilmu itu mungkin sudah...
Kalam Ulama - AMALAN ABAH GURU SEKUMPUL AGAR ANAK MENJADI SHOLEH / WALI Berkata Abah Guru Sekumpul: "Kalau kita ingin punya anak wali, setidaknya anak kita jadi orang sholeh dan berilmu serta berakhlaq mulia, maka yang harus suami lakukan adalah: Sebelum istri kita hamil, hendaknya kita menjaga istri kita untuk memakan makanan yang halal agar Terhindar dari Makanan yg Haram dan Syubhat. Karena ini adalah modal yang paling utama dalam mendapatkan anak yang sholeh. Karena ini termasuk menjaga perut dari segala yang haram dan yang syubhat. Riba itu termasuk haram. Jadi duit yang kita belikan makanan untuk istri dan anak kita adalah duit yang halal tidak ada mengandung unsur riba sedikitpun. Dan yang syubhat itu maksudnya yang tidak tahu asal usulnya apakah ini halal atau haram. Maka dari itu kita harus menjaga makanan yang masuk ke perut istri kita cukup makanan yang halal. Jangan memberi makanan yang syubhat sekalipun apalagi yang haram. Di kala istri kita hamil 2 bulan yang kita lakukan adalah Rajin membacakan. Sholawat sebelum tidur setiap malam sambil memegang perut istri. Hal ini kita lakukan mulai istri kita hamil 2 bulan sampai melahirkan. Shalawat apa saja dan setelah membaca shalawat diakhiri dengan tawasshul wali-wali. Rajin2lah dan Sering2lah membaca Al Qur'an dihadapan Isteri yang sedang hamil. Karena kalau kita sering membaca al-Qur'an, insya Allah anak kita sejak kecil sampai tua dia suka membaca al-Qur'an bahkan bisa hafal al-Qur'an karena berkah dari al-Qur'an. 4.Banyak2 lah Melihat foto/Gambar Para Waliyullah Foto wali-wali harus ada di rumah kita. Bila kita hendak tidur, kita lihati gambar/foto tadi, bacakan fatihah hadiahkan untuk wali yang di foto tadi namanya si fulan bin si fulan Lakukanlah selama kita hidup. Fadhilahnya anak akan menjadi wali, bila anak tidak maka cucu yang menjadi wali, bila cucu tidak maka ke bawah terus yang jelas keturunan pasti ada yang jadi wali berkat kita cinta lawan wali. Dan yg Kita Lakukan Saat Anak Kita Terlahir buka mulutnya sambil membaca,"ALLAHUMMA FAQQIHU FIDDIN WA ALLIMHU TA'WIL" lalu adzankan di telinga kanan dan iqomahkan di telinga kiri. Setelah itu kita bacakan surah al-Qodar sebanyak 7x dan tawasshul kepada Rasulullah saw, "Ummat engkau lahir,jadikanlah anak ini mendapatkan Nuur dari engkau wahai Rasulullah saw." Kira Doakan Terus Menerus Dengan Doa yg Baik2 "mudah3an jadi anak yang sholeh sambil bertawasshul kepada wali-wali dengan berkat wali mudahan anakku jadi wali. Berilah Nama yg baik2 Pada Anak Kita,yang menuruti nama-nama orang sholeh,dan apabila anak itu laki-laki beri ia nama permulaannya dengan awalan Muhammad atau Ahmad. karena nama Muhammad adalah nama Rasulullah di bumi dan Ahmad adalah nama Rasulullah di langit. Orang yang di dalam rumahnya ada yang bernama Muhammad atau Ahmad maka rumahnya tidak akan faqir, tidak akan kelaparan. Keberkahan akan selalu mengalir ke dalam rumah tersebut berkat Rasulullah SAW." Bersyukur kepada Allah اَلْحَمْدُلِلّهِ رَبّ الْعَالَمِيْن "Abah Guru Sekumpul telah banyak memberikan Amalan2 tentang hal2 Kebaikan kepada kita semua. اللّهم صلّ و سلّم و بارك علي سيّدنا محمّد النّبيّ الامّيّ وعل اله و صحبه و سلّم " Semoga berkat Syafaat nya Rasulullah S.a.w. Kita semua terkumpul bersama beliau dan bersama Golongan Orang yg Sholeh/Sholehah" امين يارب العالمين Aamiin Allahumma Aamiin...

Kalam Ulama – AMALAN ABAH GURU SEKUMPUL AGAR ANAK MENJADI SHOLEH / WALI

0
Kalam Ulama - AMALAN ABAH GURU SEKUMPUL AGAR ANAK MENJADI SHOLEH / WALI Berkata Abah Guru Sekumpul: "Kalau kita ingin punya anak wali, setidaknya anak kita...

Bahayanya Fitnah di Media sosial

0
Bahayanya Fitnah di Media sosial “Habib... Maafkanlah saya yang telah memfitnah Habib dan ajarkan saya sesuatu yang bisa menghapuskan kesalahan saya ini.” Aku berusaha menjaga lisanku,...