Serba Serbi Islam

Hidupkan Malam Hari Raya! Sebuah Wasiat dari Mbah Manab Lirboyo

  Berikut ini amalan pada malam Hari Raya (Idul Adlha dan Idul Fitri), seperti disebut dalam kitab Kanzun Najah Was Surur, karya Syaikh Abdul Hamid...

Jaga Lisan : Nasehat ‘Allamatuddunya Al Habib Abdurrahman bin Abdullah Bil Faqih ra

Dalam diam terdapat hikmah, harga diri dan pelindung dari segala yang ghaib. Banyak bicara tentang hal-hal yang tidak bermanfaat, tak lebih dari menunjukkan kekurangan diri...
Kalam Ulama - Kutipan Dawuh Abuya KH. Abdullah Kafabihi Mahrus : اَقْوَالُ الْعُلَمَاءِ تُرْجَعُ اِلَى الْمَرْتَبَتَيْنِ اَيْ اَلتَّخْفِيْفِ وَ التَٖشْدِيْدِ Perbedaan pendapat Ulama' itu di kembalikan pada dua derajat. Perbedaan ini bukan untuk memberi pilihan, namun pendapat yang berat di peruntukan bagi yang imannya kuat dan pendapat yang ringan untuk yang lemah imannya. Hanya karena berbeda dalam pandangan politik, jangan sampai meninggalkan keta'dzhiman terhadap guru & para ulama' kita. Semoga negeri ini selalu dalam naungan rahmat Allah SWT. #serambilirboyo #pondoklirboyo #lirboyo Subscribe Channel Kalam Ulama TV : https://www.youtube.com/c/KalamUlamaOfficial Semoga bermanfaat dan berkah, jangan lupa bagikan!!!

Kutipan Dawuh Abuya KH. Abdullah Kafabihi Mahrus

Kalam Ulama - Kutipan Dawuh Abuya KH. Abdullah Kafabihi Mahrus : اَقْوَالُ الْعُلَمَاءِ تُرْجَعُ اِلَى الْمَرْتَبَتَيْنِ اَيْ اَلتَّخْفِيْفِ وَ التَٖشْدِيْدِ Perbedaan pendapat Ulama' itu di kembalikan...

Bahayanya Fitnah di Media sosial

Bahayanya Fitnah di Media sosial “Habib... Maafkanlah saya yang telah memfitnah Habib dan ajarkan saya sesuatu yang bisa menghapuskan kesalahan saya ini.” Aku berusaha menjaga lisanku,...
 Kalam Ulama – Tata Cara menghadiri Majlis Maulid Nabi SAW (Diringkaskan dari kitab Azzahrul Baasim karya Mufti Betawi zaman Hindia Belanda, al-Habib Utsman bin 'Abdillah bin Yahya rohimahullohu ta'ala): Baca Juga : Bangsa Indonesia Adalah Bangsa Yang Dicintai Rasulullah SAW Dilaksanakan pada tempat-tempat yang terhormat seperti masjid, musholla, majelis-majelis, atau perkumpulan mulia, dan sebagainya. Tidak boleh ada pada tempat tersebut suatu patung-patung binatang atau manusia yang menjadi simbol pengagungan dan penyembahan terhadapnya (misal patung dewa, bunda maria, dan sejenisnya), karena hal tersebut dibenci oleh beliau (SAW) dan para Malaikat. Ketika membaca shirohnya (sejarahnya) yang terdapat dalam Kitab Maulid, tidak boleh bercampur didalamnya antara laki-laki dengan perempuan. Kecuali adanya hijab (batas/dinding) yang memisahkan antara perempuan dan laki-laki, sehingga aman dari fitnah. Jangan pula ada pada tempat diselenggarakannya, suatu permainan yang HARAM (misal judi dan sejenisnya). Sebab, hal itu akan mengantarkan pada kedurhakaan besar melanggar larangan Rosululloh SAW. Jangan pula ada pada tempat itu segala sesuatu yang beraroma busuk. Seperti rokok, cerutu, kandang binatang, dan sejenisnya. Maka hendaklah ada pada tempat itu segala sesuatu wewangian yang harum seperti dupa (gaharu bakar) atau bunga-bungaan. Hendaklah yang hadir pada tempat penyelenggaran itu membaca sholawat, dan janganlah satu sama lain saling bercerita, masing-masing "pasang" telinga mendengar kisah maulid yang dibacakan sambil membaca sholawat. Apabila nanti disebut akan dzohir (lahir dan hadir)-nya sang Nabi SAW ke dunia, maka seluruh yang hadir bersegera untuk bangun dan berdiri. Bukan atas dasar paksaan, tapi karena TAKDZIM (HORMAT), BAHAGIA, dan ANTUSIAS pada hadirnya beliau (SAW). Sehingga pada akhirnya segenap hadirin yang mematuhi aturan-aturan berlaku, kelak akan mendapatkan syafa'at (pertolongan) dari beliau (SAW) di yaumil akhir serta mendapatkan balasan yang berlipat ganda dunia wal-akhiroh. InsyaAlloh. اللهمّ صلّ على سيّدنا و شفيعنا محمّد وعلى آله وصحبه و سلّم واجعلنا من خيار امّته و من اهل شفاعته برحمتك يا ارحم الرّاحمين آمين "Allohumma Sholli 'ala Sayyidina wa Syafi'ina Muhammadin wa 'ala Aalihi wa Shohbihi wa Sallim waj'alnaa min khiyaari ummatihi wa min ahli syafaa'atihi, birohmatika Yaa Arhamarrohimiin, aamiin" (Yaa Alloh, limpahkanlah sholawat atas junjungan kami, Nabi kami yang memberi syafa'at bagi kami, yaitu Nabi Muhammad SAW dan atas keluarganya, dan sahabatnya, serta salam penghormatan atasnya, dan jadikanlah kami daripada umatnya yang terbaik dan yang mendapat syafa'atnya di hari kemudian dengan Rahmat-Mu wahai Tuhan yang memiliki sifat Kasih Sayang melebihi semua yang memiliki sifat kasih sayang, aamiin) wAllohu a'lam bishshowaab. Baca Juga : Tanya Jawab Islam: Apakah Nabi Menjawab Shalawat Dan Salam Dari Umatnya?

Tata Cara menghadiri Majlis Maulid Nabi SAW

 Kalam Ulama – Tata Cara menghadiri Majlis Maulid Nabi SAW (Diringkaskan dari kitab Azzahrul Baasim karya Mufti Betawi zaman Hindia Belanda, al-Habib Utsman bin 'Abdillah bin Yahya rohimahullohu ta'ala): Baca Juga : Bangsa...

Belajar Mencintai Allah

Oleh : KH. Salim Azhar* KADANG-KADANG KITA MEMOHON KEPADANYA, IA LANGSUNG MENGABULKAN PERMOHONAN ITU, JANGAN BANGGA, Mungkin itu karna memang Ia mencintai kita, Mungkin itu karna memang...
Rahasua Kekasih Allah

Rahasisa Kekasih Allah

Berikut adalah salah satu rahasia mengapa Nabi Ibrahim a.s. menjadi kekasih Allah. Imam Nawawi Al-Bantani menuturkan: لِأَيِّ شَيْءٍ اِتَّخَذَكَ اللهُ خَلِيْلًا قَالَ بِثَلَاثَةِ أَشْيَاءَ اخْتَرْتُ أَمْرَ...

Waktu Keramat antara Maghrib dan Isya

Oleh : Al Allamah Al Habib Umar Bin Hafidz Diwaktu antara Maghrib dan Isya ada sebuah simpanan pahala yang banyak, maka para shalihin menggunakan waktu...

Menjalin Hubungan dengan Mereka yang Telah Meninggal Dunia

Oleh: Habîb 'Alî Bin Abû Bakar As-Sakrân Dikutip dari: Ma’ârijul Hidâyah, Habîb ‘Alî bin Abû Bakar As-Sakrân, Al-Mathba’ah Al-Mishriyyah bil Azhar, t.c., t.t., hal.59....

Ternyata Jumlah Rosul Terkandung Dalam Lafazh “MUHAMMAD”

Oleh : Muhammad Azka Jika kita bicara sosok Rosulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam, maka tidak akan pernah habis kita ungkapkan. Begitu banyak keistimewaan yang Allah anugerahkan kepada...