Serba Serbi Islam

Kalam Ulama – Tata Cara menghadiri Majlis Maulid Nabi SAW. (Diringkaskan dari kitab Azzahrul Baasim karya Mufti Betawi zaman Hindia Belanda, al-Habib Utsman bin 'Abdillah bin Yahya rohimahullohu ta'ala): Baca Juga : Bangsa Indonesia Adalah Bangsa Yang Dicintai Rasulullah SAW Dilaksanakan pada tempat-tempat yang terhormat seperti masjid, musholla, majelis-majelis, atau perkumpulan mulia, dan sebagainya. Tidak boleh ada pada tempat tersebut suatu patung-patung binatang atau manusia yang menjadi simbol pengagungan dan penyembahan terhadapnya (misal patung dewa, bunda maria, dan sejenisnya), karena hal tersebut dibenci oleh beliau (SAW) dan para Malaikat. Ketika membaca shirohnya (sejarahnya) yang terdapat dalam Kitab Maulid, tidak boleh bercampur didalamnya antara laki-laki dengan perempuan. Kecuali adanya hijab (batas/dinding) yang memisahkan antara perempuan dan laki-laki, sehingga aman dari fitnah. Jangan pula ada pada tempat diselenggarakannya, suatu permainan yang HARAM (misal judi dan sejenisnya). Sebab, hal itu akan mengantarkan pada kedurhakaan besar melanggar larangan Rosululloh SAW. Jangan pula ada pada tempat itu segala sesuatu yang beraroma busuk. Seperti rokok, cerutu, kandang binatang, dan sejenisnya. Maka hendaklah ada pada tempat itu segala sesuatu wewangian yang harum seperti dupa (gaharu bakar) atau bunga-bungaan. Hendaklah yang hadir pada tempat penyelenggaran itu membaca sholawat, dan janganlah satu sama lain saling bercerita, masing-masing "pasang" telinga mendengar kisah maulid yang dibacakan sambil membaca sholawat. Apabila nanti disebut akan dzohir (lahir dan hadir)-nya sang Nabi SAW ke dunia, maka seluruh yang hadir bersegera untuk bangun dan berdiri. Bukan atas dasar paksaan, tapi karena TAKDZIM (HORMAT), BAHAGIA, dan ANTUSIAS pada hadirnya beliau (SAW). Sehingga pada akhirnya segenap hadirin yang mematuhi aturan-aturan berlaku, kelak akan mendapatkan syafa'at (pertolongan) dari beliau (SAW) di yaumil akhir serta mendapatkan balasan yang berlipat ganda dunia wal-akhiroh. InsyaAlloh. اللهمّ صلّ على سيّدنا و شفيعنا محمّد وعلى آله وصحبه و سلّم واجعلنا من خيار امّته و من اهل شفاعته برحمتك يا ارحم الرّاحمين آمين "Allohumma Sholli 'ala Sayyidina wa Syafi'ina Muhammadin wa 'ala Aalihi wa Shohbihi wa Sallim waj'alnaa min khiyaari ummatihi wa min ahli syafaa'atihi, birohmatika Yaa Arhamarrohimiin, aamiin" (Yaa Alloh, limpahkanlah sholawat atas junjungan kami, Nabi kami yang memberi syafa'at bagi kami, yaitu Nabi Muhammad SAW dan atas keluarganya, dan sahabatnya, serta salam penghormatan atasnya, dan jadikanlah kami daripada umatnya yang terbaik dan yang mendapat syafa'atnya di hari kemudian dengan Rahmat-Mu wahai Tuhan yang memiliki sifat Kasih Sayang melebihi semua yang memiliki sifat kasih sayang, aamiin) wAllohu a'lam bishshowaab. Baca Juga : Tanya Jawab Islam: Apakah Nabi Menjawab Shalawat Dan Salam Dari Umatnya?

Beginilah Tata Cara Menghadiri Majlis Maulid Nabi SAW

Kalam Ulama – Beginilah Tata Cara menghadiri Majlis Maulid Nabi SAW. (Diringkaskan dari kitab Azzahrul Baasim karya Mufti Betawi zaman Hindia Belanda, al-Habib Utsman...

Kaki Sang Biarawan

Oleh : Muhammad Azka  Dari Abu Zinad, dari ayahnya, ia berkata: “Zaman dahulu ada seorang rahib (biarawan) yang beribadah di tempat pertapaannya. Lalu ia beranjak...
kalamulama.com- Tangisan Gus Baha di Hadapan KH. Masbuhin Faqih Air mata Gus Baha pecah saat berpamitan dengan KH. Masbuhin Faqih, Pengasuh Pondok Pesantren Mambaus Sholihin Suci Gresik, usai memberi kuliah umum di hadapan para

Tangisan Gus Baha di Hadapan KH. Masbuhin Faqih

kalamulama.com- Tangisan Gus Baha di Hadapan KH. Masbuhin Faqih Air mata Gus Baha pecah saat berpamitan dengan KH. Masbuhin Faqih, Pengasuh Pondok Pesantren Mambaus Sholihin...

Cara Minum Rasulullah Cegah Kemaksiatan

  إنَّك اذا ما اقبلتَ على شَربَةِ مَاء , فقَسِّمْهُ اَثلاَثًا Sesungguhnya jika engkau saat akan meneguk air minum, maka bagilah dengan tiga kali tegukan. إشْرَبْ أوّلَ...
indonesia islam- KH Masdar Farid Mas'udi: Indonesia Secara Substansif Sudah Islam. Nahdlatul Ulama (NU) merupakan pusaka warisan para wali dan kiyai Nusantara. Sebagai organisasi masyarakat Islam, NU berperan dalam keagamaan dan kebangsaan. Indonesia memiliki banyak simpul-simpul keumatan dan hal itu hanya ada di Indonesia . “Hampir 90% umat Islam di Indonesia memiliki afiliasi madzhab dan kepercayaan masing-masing di dalam hatinya, dan itu hanya ada di negara ini tanpa mendirikan negara baru,” Rois Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU)  KH. Masdar Farid Mas'udi  ketika memberikan arahan sekaligus membuka acara Bahtsul Masail Pra Munas dan Konbes 2020 di Pondok Pesantren Al Falakiyah, Pagentongan, Bogor, Jawa Barat. Ahad (01/03). Indonesia memiliki kebhinekaan yang tinggi akan tetapi tetap bisa mejadi satu bangsa dan negara. "Ini bisa terjadi karena Indonesia tidak mendeklarasikan diri sebagai negara agama atau negara islam." tambahnya. Ketika sebuah negara sudah dijubahi agama, penguasa akan menjadi otoriter, karena merasa mewakili suatu agama. Padahal prinsip di dalam Al-Qur'an jika ditarik kesimpulan dalam bernegara adalah dapat menciptakan keadilan. KH  Masdar juga menegaskan bahwa bid'ah yang paling berbahaya adalah negara yang mendeklarasikan sebagai negara Islam, karena di dalam Al-Qur'an dan Hadist tidak ada. "Negara islam itu hanya label saja, tidak ada dalam rukun islam. Dan budaya Islam di Indonesia itu yang dapat melindungi umat yang bermadzhab lain." Meskipun Indonesia tidak disebut sebagai negara islam, akan tetapi prinsip-prinsip yang dijadikan sebagai landasan bernegara khususnya pancasila itu sudah sangat islami. "Itulah mengapa Indonesia tidak disebut negara islam tetapi secara substansif sudah islam, dan semoga dengan deselenggarakannya Bahtsul Masail mampu menjadi salah satu jalan untuk menjadi solusi dalam keadilan bernegara," tutup beliau. Kontributor: Rouf Kholil 

KH Masdar Farid Mas’udi: Indonesia Secara Substansif Sudah Islam

kalamulama.com- KH Masdar Farid Mas'udi: Indonesia Secara Substansif Sudah Islam. Nahdlatul Ulama (NU) merupakan pusaka warisan para wali dan kiyai Nusantara. Sebagai organisasi masyarakat...

JEMARI SANG AHLI IBADAH

Oleh : Muhammad Azka Dari Wahab bin Munabbih, ia berkata: “Pada zaman dahulu, ada seorang yang ahli ibadah dari Bani Israil yang sedang beribadah...

MENGAGUMI PERJALANAN TAUHID GUS DUR

Seseorang datang kepada Gus Dur, Ia menghaturkan problem kehidupan dirinya, Panjang lebar dia melapor dengan keluh kesah yang dalam, Gus Dur bertanya : "Apa nggak ada jalan keluarnya...
kalamulama.com- 11 Orang yang Mendapat Doa Malaikat Semoga kita termasuk didalamnya.... Orang yang tidur dalam keadaan bersuci. Rasulullah s.a.w bersabda, yang artinya: "Barang siapa yang tidur dalam keadaan suci, malaikat akan bersamanya di dalam pakaiannya. Dia tidak akan bangun hingga malaikat berdoa: "Ya Allah, ampunilah hamba-Mu si fulan kerana tidur dalam keadaan suci." Orang yang sedang duduk menunggu waktu shalat. Rasulullah s.a.w bersabda yang artinya: "Tidaklah salah seorang antara kalian yang duduk menunggu shalat, selama ia berada dalam keadaan suci, kecuali kalangan malaikat akan mendoakannya: 'Ya Allah, ampunilah ia. Ya Allah sayangilah ia.' " Orang yang berada di shaf pertama shalat berjamaah. Rasulullah s.a.w bersabda, yang artinya: "Sesungguhnya Allah dan kalangan malaikat-Nya bershalawat ke atas (orang) yang berada pada shaf depan." Orang yang menyambung shaf pada shalat berjamaah: Rasulullah s.a.w bersabda, yang artinya: "Sesungguhnya Allah dan kalangan malaikat selalu bershalawat kepada orang yang menyambung shaf." Kalangan malaikat mengucapkan 'aamiin' ketika seorang imam selesai membaca Al-Fatihah. Rasulullah s.a.w bersabda yang artinya: "Jika seorang imam membaca…(ayat terakhir al-Fatihah sehingga selesai), ucapkanlah oleh kamu 'aamiin' kerana siapa yang ucapannya itu bertepatan dengan ucapan malaikat, dia akan diampuni dosanya yang telah lalu." Orang yang duduk di tempat shalatnya selepas melakukan shalat. Rasulullah s.a.w bersabda, yang artinya: "Kalangan malaikat akan selalu bershalawat kepada salah satu diantara kalian selama ia berada di dalam tempat shalat, di mana ia melakukan solat." Orang yang melakukan shalat Subuh dan Ashar secara berjamaah. Rasulullah s.a.w bersabda yang artinya: "Kalangan malaikat berkumpul pada saat sholat Subuh lalu malaikat (yang menyertai hamba) pada malam hari (yang sudah bertugas malam hari hingga Subuh) naik (ke langit) dan malaikat pada siang hari tetap tinggal. "Kemudian mereka berkumpul lagi pada waktu solat Ashar dan malaikat yang ditugaskan pada siang hari (hingga shalat Asar) naik (ke langit) sedangkan malaikat yang bertugas pada malam hari tetap tinggal lalu Allah bertanya kepada mereka: "Bagaimana kalian meninggalkan hamba-Ku?" Mereka menjawab: 'Kami datang sedangkan mereka sedang melakukan solat dan kami tinggalkan mereka sedangkan mereka sedang melakukan solat, ampunilah mereka pada hari kiamat." Orang yang mendoakan saudaranya tanpa pengetahuan orang yang didoakan. Rasulullah s.a.w bersabda, yang artinya: "Doa seorang Muslim untuk saudaranya yang dilakukan tanpa pengetahuan orang yang didoakannya adalah doa yang akan dikabulkan. Pada kepalanya ada seorang malaikat yang menjadi wakil baginya, setiap kali dia berdoa untuk saudaranya dengan sebuah kebaikan, malaikat itu berkata ‘aamiin dan engkau pun mendapatkan apa yang ia dapatkan.' " Orang yang membelanjakan harta (infak). Rasulullah s.a.w bersabda, yang artinya: "Tidak satu hari pun di mana pagi harinya seorang hamba ada padanya kecuali dua malaikat turun kepadanya, satu antara kedua-duanya berkata: ‘Ya Allah, berikanlah ganti bagi orang yang berinfak…' " Orang yang sedang makan sahur. Rasulullah s.a.w bersabda yang artinya: "Sesungguhnya Allah dan kalangan malaikat-Nya berselawat kepada orang yang sedang makan sahur." Orang yang sedang menjenguk orang sakit. Rasulullah s.a.w bersabda, yang artinya: "Tidaklah seorang mukmin menjenguk saudaranya kecuali Allah akan mengutus 70,000 malaikat untuknya yang akan bershalawat kepadanya di waktu siang hingga petang dan di waktu malam hingga Subuh." semoga Allah selalu mengelompokkan kita kedalam golongan orang-orang yang di beri petunjuk... Sumber: FP Pondok Habib

11 Orang yang Mendapat Doa Malaikat

kalamulama.com- 11 Orang yang Mendapat Doa Malaikat Semoga kita termasuk didalamnya.... Orang yang tidur dalam keadaan bersuci. Rasulullah s.a.w bersabda, yang artinya: "Barang siapa yang...
Kisah Habib Jakfar Alkaff Kudus Kajian Islam (Kalam Ulama). Habib Jakfar Alkaff Kudus, terkenal memiliki kebiasaan jadzab (berbuat aneh). Meskipun jadzab, ternyata beliau sering juga mernahake (bahasa Salik nya adalah mentarbiyyah/membimbing) para muhibbin ( pecinta) beliau. Salah seorang muhibbinnya dipanggil beliau dan dikasih uang. '' Ji ... ini duit buat kamu. Buat beli For tuner, ya? '' Kata Habib Ja'far. '' Njih, bib '' Kata Pak Kaji sambil menghitung jumlah uang pemberian Habib. Totalnya cuma 400 ribu rupiah. Melihat uang pemberiannya dihitung, Habib Jakfar berkata ' jangan dihitung, Ji. Harus ikhlaaas, '' Ini pelajaran pertama dari habib ja'far, bahwa pemberian Allah baik berupa uang ataupun harta yang lain tidak boleh dilihat materi / barangnya. Juga berapa jumlahnya. Tetapi lihatlah siapa gerangan Dzat yang memberinya. Yakni Allah Ta'ala . Saputangan harganya murah. Tetapi saputangan pemberian kekasih, tidak ternilai harganya. Beberapa waktu kemudian, Habib Jakfar mengajak dia ke tepi laut. Beliau berkata, '' Jii ....ini duit dalam tas semua, ayoh dibuang ke lauuut. Diniati shadaqah Sir/rahasia, yaa? Diniati shadaqah Sir yaa? '' Bersama salah satu khadim/pembantu, pak Kaji tersebut membuang lembaran - lembaran uang kelaut. Dia perkirakan tidak kurang dari 20 juta rupiah uang yang dibuang. Muhibbin itu berpikir keras apa makna perbuatan ini, serta apa konteknya dengan dirinya? Ini pelajaran kedua untuk dirinya, bahwa bagi seorang Arif billah, antara uang dan tanah liat nilainya tidak ada bedanya . Yang membuat berbeda adalah kecintaan hati kepada salah satu dari keduanya. Jika tidak ada cinta, ( karena yang dicinta hanyalah Allah) emas, uang atau yang lain tidak lagi berharga sehingga tidak layak diuber-uber apalagi dicinta. Perbuatan membuang uang kelaut, pernah menjadi sasaran kritik Ibnul Qayyim kepada kaum Sufiyyah yang melakukannya. Karena perbuaan tersebut secara fikih dhahir hukumnya haram disebabkan tadzyi'ul maal / mensia-siakan harta. Namun Ba'dhul Arifien Quddisa Sirruh, menjawabnya banyak . Diantaranya : ''Kaum Sufiyyah membuang Harta ke laut, saat mereka mulai merasa hatinya tertambat dengan Harta tersebut. Dan bagi seorang Sufi haram hukumnya mencintai harta dunia, dan bahayanya cinta dunia itu lebih dahsyat dari dosanya mensia-siakan Harta. Jika ditanya, mengapa tidak disedekahkan saja? Dijawab bahwa, terhadap sosok Sufi seperti diri mereka sendiri saja, mereka tidak mempercayai untuk menyerahkan 'dunia', apalagi terhadap orang lain? Tuhmah ( kekhawatiran) tersebut membuat mereka terpaksa membuangnya ke laut. '' Apa yang dilakukan Habib Ja'far juga selaras dengan hal diatas, dimana beliau ingin mengajari Muhibbinnya, supaya tidak cinta dunia. Dan beliau peraktekkan sendiri didepan matanya, membuang uang berjuta-juta ketengah laut, seperti berkata : '' Ji, jangan kedunyan (cinta dunia). Duit itu bagi seorang yang ' mengerti ' , tidak ada nilainya '' Kemudian saat akan pulang, Habib memanggilnya kembali : '' Ji, kamu punya tanaman dalam pot di pojok Rumah? '' Pak Kaji menjawab :" Bener, Bib '' ''Sampai rumah, Cabuten ae, '' kata beliau. Pak Kaji langsung tercenung. Bukan heran, Habib Ja'far bisa tahu dia punya tanaman itu, karena hal-hal kasyaf model begitu sudah biasa dia jumpai dalam diri Habib Jakfar. Tetapi dia tercenung karena dia baru sadar , ini pelajaran penting untuk dirinya dari Habib, karena beberapa waktu belakangan ini dia sangat suka merawat tanaman tersebut. '' Harganya mahal. Saya membelinya 7 juta rupiah '' Kata Pak Kaji. Tampaknya, dia diajari oleh Habib ja'far: '' Ji, ji ..... Bebaskan hatimu dari ta'alluq condong dengan tanaman berharga jutaan. Bersihkan hatimu dari suka mobil Fortuner. Bersihkan hatimu dari kicauan Lovebird. Bersihkan hatimu dari akik Bacanmu . Bersihkan hatimu dari wajah Ayu istrimu dan gemesinnya anak-anakmu ...bersihkan ...bersihkan ...bersihkan .... '' [artikel number=5 tag=”serba-serbi-islam” ]

Kisah Habib Jakfar Alkaff Kudus : Menyuruh Beli Mobil Fortuner dengan Uang 400 Ribu

Kisah Habib Jakfar Alkaff Kudus Kajian Islam (Kalam Ulama). Habib Jakfar Alkaff Kudus, terkenal memiliki kebiasaan jadzab (berbuat aneh). Meskipun jadzab, ternyata beliau sering juga mernahake (bahasa...

Kemuliaan Malam Nishfu Sya’ban

Oleh Habib Novel Bin Muhammad Alaydrus* Sya’ban adalah bulan dilaporkannya amal saleh sepanjang tahun yang seringkali dilupakan kemuliaannya.  Ketika ditanya oleh sayidah ‘aisyah ra mengapa beliau saw...