Serba Serbi Islam

Menjawab Gugatan Bid’ah atas Ucapan “Minal ‘aidin wal Faizin” dan “Mohon Maaf Lahir Batin”

Pada hari-hari di penghujung Ramadhan ini, biasanya beredar Broadcast (BC) bertajuk "Bagaimana Ucapan Idul Fitri yang Sesuai Sunnah?" Seingat saya, jelang hari raya di...

Nadirsyah Hosen, Sekali Lagi Soal Hadis “Khilafah ‘Ala Minhajin Nubuwwah”

      Beberapa tahun lalu saya mengkritisi Hadis yang sering digunakan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) untuk memprediksi bahwa akan datang kembali sistem pemerintahan...

AL-KIFL, SEORANG SHOLEH YANG DIBAYAR 60 DINAR

Oleh : Muhammad Azka Dari Ibnu ‘Umar rodliyallahu ‘anhuma, ia berkata: “Sungguh aku pernah mendengar hadits dari Nabi sekitar satu atau dua kali atau...

KIAI HAMID BUKAN ‘WALI TIBAN’

Oleh: A. Mustofa Bisri Berikut aku turunkan kata pengantarku atas buku biografi salah seorang tokoh idolaku, Almarhum walmaghfurlah KH. A. Hamid Pasuruan; barangkali ada yang...
Kalam Ulama - Kabar gembira teruntuk umat Nabi Muhammad SAW di Indonesia. Bangsa Indonesia Adalah Bangsa Yang Dicintai Rasulullah SAWPada Sabtu malam Ahad kemarin (15/3/2014) d. alam acara rutin Majelis Riyadhul Jannah bertempat di Kampus UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yang dihadiri puluhan ribu muslimin, KH Muhyiddin Abdul Qadir al-Manafi, Pengasuh Pondok Pesantren Asy-Syifaa wal Mahmuudiyah Sumedang melakukan klarifikasi atas beredarnya berita yang menyatakan “Umat Islam Indonesia adalah umat yang sangat dicintai Nabi Muhammad SAW”. Di beberapa media Islam ahlussunnah telah ramai tersebar sebuah kisah perjumpaan seorang ulama dengan Rasulullah SAW di Madinah. Ulama tersebut mengatakan bahwa Rasulullah SAW sangat mencintai Bangsa Indonesia karena mereka adalah umatnya yang sangat mencintainya yakni mencintai Rasulullah SAW. KH Muhyiddin Abdul Qadir al-Manafi menegaskan akan kebenaran kisah tersebut, tetapi ulama yang berjumpa Nabi SAW tersebut bukanlah Prof. DR. al-Muhaddits as-Sayyid Muhammad bin Alawi al-Maliki melainkan gurunya. Baca Juga : Tanya Jawab Islam: Apakah Nabi Menjawab Shalawat Dan Salam Dari Umatnya? KH Muhyiddin Abdul Qadir al-Manafi pun menceritakan bahwa kejadian ini terjadi beberapa tahun yang lalu ketika beliau bertemu dengan ulama-ulama besar di pinggir makam Rasulullah SAW. Saat itu ada seorang ulama, salah satu Guru Mursyid Thariqah yang bernama Al ‘Allamah Al ‘Arifbillah Syaikh Utsman melihat KH Muhyiddin Abdul Qadir al-Manafi dan bertanya tentang nama dan asal usulnya. Setelah Syaikh Utsman tahu beliau berasal dari Indonesia, Syaikh Utsman ini lalu menceritakan sebuah rahasia yang belum pernah dibuka kepada siapapun dan ini adalah sebuah berita kabar gembira bagi umat Islam di Indonesia. Syaikh Utsman mengatakan dulu beliau bersama gurunya pernah berziarah ke makam Nabi Muhammad SAW. Guru Syaikh Utsman yang dimaksud ini juga adalah guru yang sama dari gurunya Prof. DR. al-Muhaddits as-Sayyid Muhammad bin Alawi al-Maliki. Ketika berziarah Guru Syaikh Utsman ini langsung masuk ke dalam makam Rasulullah SAW. Di sana, Guru Syaikh Utsman bertemu secara langsung dengan Rasulullah SAW secara nyata bukan mimpi dan beliau melihat lautan manusia di Hujrah Syarifah. Lautan manusia yang begitu sangat banyak terlihat sepanjang mata memandang. Lautan manusia yang tidak bisa terhitung jumlahnya dengan suku yang bermacam-macam dan bahasa yang bermacam-macam pula. Beliau lalu melirik ke suatu tempat ternyata terbentang luas tak terhitung di sana ada sekelompok orang yang wajahnya berbeda dengan wajah orang Timur Tengah atau Arab dan jumlahnya adalah terbanyak diantara sekian lautan manusia yang ada di Hujrah Syarifah. Guru Syaikh Utsman pun kaget dan bertanya kepada Rasulullah SAW, “Ya Rasulullah, siapakah mereka?”. Rasulullah SAW menjawab, “Mereka adalah kekasih-kekasihku yang mencintaiku dari Indonesia”. Subhanalloh, ini adalah kisah nyata yang diceritakan langsung oleh seorang ulama kepada KH Muhyiddin Abdul Qadir al-Manafi. Dan beliau mengklarifikasi atas kebenaran cerita ini saat menghadiri rutinan Majelis Riyadlul Jannah Malang. Dalam ceramah KH Muhyiddin Abdul Qadir al-Manafi yang lain di waktu yang berbeda disebutkan Guru Syaikh Utsman ini kemudian menangis terharu dan terkejut. Lalu beliau keluar dan bertanya kepada para jama’ah, “Mana orang Indonesia? Aku sangat cinta kepada Indonesia”. Baca Juga : Kenapa Engkau Tidak Mengenalku Wahai Rasulullah? Semoga ini menjadi kabar gembira bagi umat Islam di Indonesia dimanapun berada. Teruslah berjuang dan berdakwah agar umat Islam di Indonesia khususnya bisa terus dan terus mencintai Baginda Nabi Muhammad SAW. Sumber : http://www.elhooda.net/

Bangsa Indonesia Adalah Bangsa Yang Dicintai Rasulullah SAW

Kalam Ulama - Kabar gembira teruntuk umat Nabi Muhammad SAW di Indonesia. Bangsa Indonesia Adalah Bangsa Yang Dicintai Rasulullah SAWPada Sabtu malam Ahad kemarin...
Kalam Ulama Isra Mi’raj Nabi Muhammad Muqoddimah Alhamdulillah, segala puji kita panjatkan ke hadirat Allah SWT yang telah menyampaikan kita pada salah satu bulan mulia nan istimewa di tahun 1437 Hijriyah ini yaitu Syahru Rajab. Bertepatan dengan datangnya bulan Rajab, sepanjang bulan ini akan dipostingkan kisah seri mengenai peristiwa Isra’ Mi’raj yang dialami oleh makhluk termulia, kekasih dari Sang Maha Pengasih, dialah Nabi Muhammad saw. Di berbagai daerah, kedatangan bulan Rajab akan disambut dengan suka cita. Betapa mulianya bulan ini bahkan Rasulullah saw meminta diberikan keberkahan di bulan Rajab. Dalam salah satu doa yang diajarkan kepada umatnya, “Allahumma bariklanaa fii Rajaba wa Sya’bana wa ballighnaa Ramadlan” (Yaa Allah, berkahilah kami di Bulan Rajab dan Sya’ban serta sampaikanlah kami pada bulan Ramadlan) Akan tetapi dalam postingan ini kami tidak akan menjelaskan tentang kemuliaan Bulan Rajab. Postingan akan lebih difokuskan pada detail peristiwa Isra’ Mi’raj. Tulisan yang akan kami posting diambil dari materi Daurah Isra’ Mi’raj yang disampaikan oleh Al-Habib Ahmad bin Novel bin Salim bin Jindan. Untuk itu, pada postingan perdana ini, kami kutipkan kalimat pengantar dari beliau selaku penyusun khulasoh (ringkasan) ini. Selamat membaca. Sahabat-sahabatku yang dimuliakan Allah, Bulan Rajab adalah bulan yang mulia dan agung. Bulan diisra dan di mi’rajkannya Baginda yang agung Nabi Muhammad saw. Di bulan agung ini umat islam berbahagia dengan sebuah peristiwa agung hingga mereka merayakannya dengan perayaan yang besar dan meriah. Sungguh ini adalah salah satu dari buah iman kepada Allah dan cinta kepada Rasulullah saw. Apabila kaum Yahudi Madinah berpuasa di hari ‘Asyura untuk mengungkapkan syukur kepada Allah atas diselamatkannya Nabi Musa dari kejaran dan kedzoliman Fir’aun, dan kemudian Nabi saw memerintahkan para sahabatnya untuk berpuasa di hari ‘Asyura sebagai bentuk syukur mereka pula kepada Allah dan bentuk kecintaan dan keimanan kepada para nabi-nabi Allah, maka perayaan yang dilakukan oleh umat Muhammad saw atas peristiwa agung Isra dan Mi’raj jauh lebih penting dan lebih agung serta bagian dari syariat dan agama islam. [irp posts="4866" name="Amalan dan Keutamaan Bulan Rajab Lengkap"] Peristiwa Isra dan Mi’raj penuh dengan pelajaran penting, harus dikaji dan dipelajari serta kemudian dijadikan sebagai pedoman hidup. Sebab memang untuk tujuan memetik pelajaran, terjadilah perjalanan agung Isra dan Mi’raj tersebut. Karena itu alangkah pentingnya bagi umat islam untuk mengetahui secara terperinci tentang perjalanan agung Isra dan Mi’raj. Sungguh jika seluruh masa dihabiskan hanya untuk membicarakan tentang peristiwa agung Isra dan Mi’raj maka masa akan sirna sedangkan mutiara-mutiara Isra dan Mi’raj tak kunjung habis untuk dipetik. Bagaimana tidak? siapa yang mampu menceritakan apa yang terjadi disaat perjumpaan Sang Hamba dengan Sang Khaliq di malam itu? Siapa yang mampu menggambarkan tentang kenangan maha indah detik-detik perjumpaan? Semua harapan makhluk terputus untuk merasakan indahnya detik-detik perjumpaan tersebut. “Martabat yang dibawahnya semua harapan untuk mencapainya terputus Puncak tertinggi yang tidak ada lagi martabat di atasnya.” Namun setetes dari samudera dan sedikit rintik dari hujan yang deras akan cukup bagi para pecinta untuk merajut cinta dengan sang kekasih agung Nabi Muhammad saw. Karena itu di bulan rajab yang agung ini di banyak tempat dibacakan riwayat kisah dan sejarah perjalanan Isra dan Mi’raj. Di Masjid An-Nur makam kramat Al Habib Abdullah bin Muhsin Al Atthos pada hari kamis terakhir bulan rajab, lepas shalat maghrib berjamaah, setiap tahunnya adalah contoh dan teladan baik dalam mengkaji riwayat kisah dan sejarah Isra dan Mi’raj. Riwayat kisah dan sejarah Isra dan Mi’raj yang dirangkum oleh Al Imam Al ‘Allamah As Sayyid Zainal ‘Abidin bin Muhammad Al hadi bin Zainal ‘Abidin Al Barzanji yang berjudul An-Nur Al Wahhaj Fi Qisshoti Al Isra wa Al Mi’raaj. Berkata As Sayyid Ja’far bin Ismail Al Barzanji, “Kitab An-Nur Al Wahhaj merangkum banyak hadits-hadits tentang perjalanan Isra dan Mi’raj yang disusun oleh penulisnya dengan bahasa sastra yang sangat indah, yang susunannya semacam kitab-kitab riwayat maulid Nabi saw dengan menjadikannya berfashal-fashal yang di antara kedua fashalnya dihiasi dengan shalawat kepada Baginda Rasulullah saw.” Tatkala hamba yang lemah ini melihat banyak dari sahabat-sahabat saya tidak memahami bahasa arab sastra yang indah tersebut, dan banyak dari mereka yang tidak mengetahui rinci kisah dan sejarah Isra dan Mi’raj yang agung dan penuh dengan pelajaran penting, maka tergerak hati untuk menerjemahkan kitab yang dirangkum oleh Al Imam Al Barzanji tersebut dengan bahasa Indonesia dan gaya bahasa yang mudah difahami oleh sahabat-sahabat saya. Juga dengan memberikan sedikit tambahan dari apa yang ditulis oleh guru kami yang mulia Muhaddits Al Haramain wa Mafkhor Al Kaunain As Sayyid Muhammad bin Alawi Al Maliki dalam kedua kitab rangkuman beliau yang sangat bermanfaat yaitu Al Anwar Al Bahiyyah dan kitab Wa Huwa bil Ufuq Al A’la serta kitab karya Al Imam Al Mufassir Asy Syeikh Muhammad Mutawalli Asy Sya’rawi yang berjudul Al Isra wa Al Mi’raj. Bersama dengan beberapa santri yang saya bimbing di Al Fachriyah serta sahabat-sahabat Khadim Risalah Da’wah yang saya cintai, kami menerjemahkan dan menambahkan hingga jadilah rangkuman ini yang kami harapkan kepada Allah agar dituliskan manfaat besar untuk umat di berbagai penjuru dunia. Kami berharap kepada Allah agar mengangkat derajat Al Imam Zainal ‘Abidin Al Barzanji, Al Imam As Sayyid Muhammad bin Alawi Al maliki, Asy Syeikh Muhammad Mutawalli Asy Sya’rawi dan para guru-guru kami serta para ulama yang bertaqwa kepada Allah. Kami berharap agar Allah berikan keberkahan mereka kepada kami dan menjadikan kami sebagai hamba-hamba Allah yang dapat menggembirakan mereka dan mengikuti jejak langkah mereka yang bersambung kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa aalihi wa shohbihi wa sallam. [] Klik Disini : Kumpulan Kisah Isra Mi’roj [irp posts="980" name="Kisah Isra’ Mi’raj #02 Perjalanan Nabi Muhammad di Tahun Duka"]

Kisah Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad #01 “Muqoddimah”

Kalam Ulama Isra Mi’raj Nabi Muhammad Muqoddimah Alhamdulillah, segala puji kita panjatkan ke hadirat Allah SWT yang telah menyampaikan kita pada salah satu bulan mulia nan istimewa...

Rela Pada Ketentuan Allah

Karya: Imam Syafi’i Biarkanlah hari-hari berbuat semaunya  Berlapang dada-lah jika takdir menimpa  Jangan berkeluh-kesah atas musibah di malam hari  Tiada musibah yang kekal di muka bumi  Jadilah laki-laki tegar dalam menghadapi tragedi  Berlakulah pemaaf...

Islam Kontekstual – Gus Nadir: Menolak Kejahatan dengan cara yang lebih baik

(35) وَلَا تَسْتَوِي الْحَسَنَةُ وَلَا السَّيِّئَةُ ادْفَعْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ فَإِذَا الَّذِي بَيْنَكَ وَبَيْنَهُ عَدَاوَةٌ كَأَنَّهُ وَلِيٌّ حَمِيمٌ (34) وَمَا يُلَقَّاهَا إِلَّا الَّذِينَ صَبَرُوا...

Muhammad Kecil “Kisah Mengharukan dari Negeri Spanyol”

Tahun 897 H/1492 M  merupakan akhir dari kekuasaan Islam di Negeri Andalusia setelah berhasil meghiasi Andalusia selama 8 Abad lamanya. Setelah berakhirnya Kerajaan yang agung ini ditangan...

Waktu Keramat antara Maghrib dan Isya

Oleh : Al Allamah Al Habib Umar Bin Hafidz Diwaktu antara Maghrib dan Isya ada sebuah simpanan pahala yang banyak, maka para shalihin menggunakan waktu...