Serba Serbi Islam

Kalam Ulama - Kabar gembira teruntuk umat Nabi Muhammad SAW di Indonesia. Bangsa Indonesia Adalah Bangsa Yang Dicintai Rasulullah SAWPada Sabtu malam Ahad kemarin (15/3/2014) d. alam acara rutin Majelis Riyadhul Jannah bertempat di Kampus UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yang dihadiri puluhan ribu muslimin, KH Muhyiddin Abdul Qadir al-Manafi, Pengasuh Pondok Pesantren Asy-Syifaa wal Mahmuudiyah Sumedang melakukan klarifikasi atas beredarnya berita yang menyatakan “Umat Islam Indonesia adalah umat yang sangat dicintai Nabi Muhammad SAW”. Di beberapa media Islam ahlussunnah telah ramai tersebar sebuah kisah perjumpaan seorang ulama dengan Rasulullah SAW di Madinah. Ulama tersebut mengatakan bahwa Rasulullah SAW sangat mencintai Bangsa Indonesia karena mereka adalah umatnya yang sangat mencintainya yakni mencintai Rasulullah SAW. KH Muhyiddin Abdul Qadir al-Manafi menegaskan akan kebenaran kisah tersebut, tetapi ulama yang berjumpa Nabi SAW tersebut bukanlah Prof. DR. al-Muhaddits as-Sayyid Muhammad bin Alawi al-Maliki melainkan gurunya. Baca Juga : Tanya Jawab Islam: Apakah Nabi Menjawab Shalawat Dan Salam Dari Umatnya? KH Muhyiddin Abdul Qadir al-Manafi pun menceritakan bahwa kejadian ini terjadi beberapa tahun yang lalu ketika beliau bertemu dengan ulama-ulama besar di pinggir makam Rasulullah SAW. Saat itu ada seorang ulama, salah satu Guru Mursyid Thariqah yang bernama Al ‘Allamah Al ‘Arifbillah Syaikh Utsman melihat KH Muhyiddin Abdul Qadir al-Manafi dan bertanya tentang nama dan asal usulnya. Setelah Syaikh Utsman tahu beliau berasal dari Indonesia, Syaikh Utsman ini lalu menceritakan sebuah rahasia yang belum pernah dibuka kepada siapapun dan ini adalah sebuah berita kabar gembira bagi umat Islam di Indonesia. Syaikh Utsman mengatakan dulu beliau bersama gurunya pernah berziarah ke makam Nabi Muhammad SAW. Guru Syaikh Utsman yang dimaksud ini juga adalah guru yang sama dari gurunya Prof. DR. al-Muhaddits as-Sayyid Muhammad bin Alawi al-Maliki. Ketika berziarah Guru Syaikh Utsman ini langsung masuk ke dalam makam Rasulullah SAW. Di sana, Guru Syaikh Utsman bertemu secara langsung dengan Rasulullah SAW secara nyata bukan mimpi dan beliau melihat lautan manusia di Hujrah Syarifah. Lautan manusia yang begitu sangat banyak terlihat sepanjang mata memandang. Lautan manusia yang tidak bisa terhitung jumlahnya dengan suku yang bermacam-macam dan bahasa yang bermacam-macam pula. Beliau lalu melirik ke suatu tempat ternyata terbentang luas tak terhitung di sana ada sekelompok orang yang wajahnya berbeda dengan wajah orang Timur Tengah atau Arab dan jumlahnya adalah terbanyak diantara sekian lautan manusia yang ada di Hujrah Syarifah. Guru Syaikh Utsman pun kaget dan bertanya kepada Rasulullah SAW, “Ya Rasulullah, siapakah mereka?”. Rasulullah SAW menjawab, “Mereka adalah kekasih-kekasihku yang mencintaiku dari Indonesia”. Subhanalloh, ini adalah kisah nyata yang diceritakan langsung oleh seorang ulama kepada KH Muhyiddin Abdul Qadir al-Manafi. Dan beliau mengklarifikasi atas kebenaran cerita ini saat menghadiri rutinan Majelis Riyadlul Jannah Malang. Dalam ceramah KH Muhyiddin Abdul Qadir al-Manafi yang lain di waktu yang berbeda disebutkan Guru Syaikh Utsman ini kemudian menangis terharu dan terkejut. Lalu beliau keluar dan bertanya kepada para jama’ah, “Mana orang Indonesia? Aku sangat cinta kepada Indonesia”. Baca Juga : Kenapa Engkau Tidak Mengenalku Wahai Rasulullah? Semoga ini menjadi kabar gembira bagi umat Islam di Indonesia dimanapun berada. Teruslah berjuang dan berdakwah agar umat Islam di Indonesia khususnya bisa terus dan terus mencintai Baginda Nabi Muhammad SAW. Sumber : http://www.elhooda.net/

Bangsa Indonesia Adalah Bangsa Yang Dicintai Rasulullah SAW

Kalam Ulama - Kabar gembira teruntuk umat Nabi Muhammad SAW di Indonesia. Bangsa Indonesia Adalah Bangsa Yang Dicintai Rasulullah SAWPada Sabtu malam Ahad kemarin...
kalamulama.com- Inilah Waktu-Waktu Di Ijabahnya Doa أ - الدُّعَاءُ بَيْنَ الأَْذَانِ وَالإِْقَامَةِ وَبَعْدَهَا ب - الدُّعَاءُ حَال السُّجُودِ ج - الدُّعَاءُ بَعْدَ الصَّلاَةِ الْمَفْرُوضَةِ د - حَال الصَّوْمِ وَحَال الإِْفْطَارِ مِنَ الصَّوْمِ : هـ - الدُّعَاءُ بَعْدَ قِرَاءَةِ الْقُرْآنِ وَبَعْدَ خَتْمِهِ و - دَعْوَةُ الْمُسَافِرِ ز - الدُّعَاءُ عِنْدَ الْقِتَال فِي سَبِيل اللَّهِ ج - حَال اجْتِمَاعِ الْمُسْلِمِينَ فِي مَجَالِسِ الذِّكْرِ : ط - دُعَاءُ الْمُؤْمِنِ لأَِخِيهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ ي - دَعْوَةُ الْوَالِدِ لِوَلَدِهِ وَعَلَيْهِ ك - دَعْوَةُ الْمَظْلُومِ وَدَعْوَةُ الْمُضْطَرِّ وَالْمَكْرُوبِ ل - الدُّعَاءُ عِنْدَ نُزُول الْغَيْثِ م - دَعْوَةُ الْمَرِيضِ ن - حَال أَوْلِيَاءِ اللَّهِ س - حَال الْمُجْتَهَدِ فِي الدُّعَاءِ إِذَا وَافَقَ اسْمَ اللَّهِ الأَْعْظَمَ 1. Doa diantara adzan dan Iqaamah dan setelahnya 2. Doa dikala sujud 3. Doa setelah shalat lima waktu 4. Doa disaat menjalani puasa dan ketika berbuka 5. Doa setelah membaca alQuran dan menghatamkannya 6. Doanya orang bepergian 7. Doa saat perang sabilillah 8. Doa saat kaum muslimin berkumpul dalam sebuah majlis adz-dzikri 9. Do'a seorang muslim terhadap saudaranya tanpa sepengetahuan saudaranya 10. doa orang tua kepada anaknya 11. Orang yang teraniaya, tertindas dan orang kesusahan 12. Doa saat turun hujan 13. Doa orang sakit 14. Doa saat menjadi kekasih allah 15. Doa saat ia bersungguh-sungguh dengan sebelumnya di dahului penyebutan asma-asma Allah yang Agung. [ Almausuu’ah al-Fiqhiyyah 39/225-233 ]. #alanumedia

Inilah Waktu-Waktu Di Ijabahnya Doa

kalamulama.com- Inilah Waktu-Waktu Di Ijabahnya Doa أ - الدُّعَاءُ بَيْنَ الأَْذَانِ وَالإِْقَامَةِ وَبَعْدَهَا ب - الدُّعَاءُ حَال السُّجُودِ ج - الدُّعَاءُ بَعْدَ الصَّلاَةِ الْمَفْرُوضَةِ د - حَال الصَّوْمِ...
Kalam Ulama Isra Mi’raj Nabi Muhammad Muqoddimah Alhamdulillah, segala puji kita panjatkan ke hadirat Allah SWT yang telah menyampaikan kita pada salah satu bulan mulia nan istimewa di tahun 1437 Hijriyah ini yaitu Syahru Rajab. Bertepatan dengan datangnya bulan Rajab, sepanjang bulan ini akan dipostingkan kisah seri mengenai peristiwa Isra’ Mi’raj yang dialami oleh makhluk termulia, kekasih dari Sang Maha Pengasih, dialah Nabi Muhammad saw. Di berbagai daerah, kedatangan bulan Rajab akan disambut dengan suka cita. Betapa mulianya bulan ini bahkan Rasulullah saw meminta diberikan keberkahan di bulan Rajab. Dalam salah satu doa yang diajarkan kepada umatnya, “Allahumma bariklanaa fii Rajaba wa Sya’bana wa ballighnaa Ramadlan” (Yaa Allah, berkahilah kami di Bulan Rajab dan Sya’ban serta sampaikanlah kami pada bulan Ramadlan) Akan tetapi dalam postingan ini kami tidak akan menjelaskan tentang kemuliaan Bulan Rajab. Postingan akan lebih difokuskan pada detail peristiwa Isra’ Mi’raj. Tulisan yang akan kami posting diambil dari materi Daurah Isra’ Mi’raj yang disampaikan oleh Al-Habib Ahmad bin Novel bin Salim bin Jindan. Untuk itu, pada postingan perdana ini, kami kutipkan kalimat pengantar dari beliau selaku penyusun khulasoh (ringkasan) ini. Selamat membaca. Sahabat-sahabatku yang dimuliakan Allah, Bulan Rajab adalah bulan yang mulia dan agung. Bulan diisra dan di mi’rajkannya Baginda yang agung Nabi Muhammad saw. Di bulan agung ini umat islam berbahagia dengan sebuah peristiwa agung hingga mereka merayakannya dengan perayaan yang besar dan meriah. Sungguh ini adalah salah satu dari buah iman kepada Allah dan cinta kepada Rasulullah saw. Apabila kaum Yahudi Madinah berpuasa di hari ‘Asyura untuk mengungkapkan syukur kepada Allah atas diselamatkannya Nabi Musa dari kejaran dan kedzoliman Fir’aun, dan kemudian Nabi saw memerintahkan para sahabatnya untuk berpuasa di hari ‘Asyura sebagai bentuk syukur mereka pula kepada Allah dan bentuk kecintaan dan keimanan kepada para nabi-nabi Allah, maka perayaan yang dilakukan oleh umat Muhammad saw atas peristiwa agung Isra dan Mi’raj jauh lebih penting dan lebih agung serta bagian dari syariat dan agama islam. [irp posts="4866" name="Amalan dan Keutamaan Bulan Rajab Lengkap"] Peristiwa Isra dan Mi’raj penuh dengan pelajaran penting, harus dikaji dan dipelajari serta kemudian dijadikan sebagai pedoman hidup. Sebab memang untuk tujuan memetik pelajaran, terjadilah perjalanan agung Isra dan Mi’raj tersebut. Karena itu alangkah pentingnya bagi umat islam untuk mengetahui secara terperinci tentang perjalanan agung Isra dan Mi’raj. Sungguh jika seluruh masa dihabiskan hanya untuk membicarakan tentang peristiwa agung Isra dan Mi’raj maka masa akan sirna sedangkan mutiara-mutiara Isra dan Mi’raj tak kunjung habis untuk dipetik. Bagaimana tidak? siapa yang mampu menceritakan apa yang terjadi disaat perjumpaan Sang Hamba dengan Sang Khaliq di malam itu? Siapa yang mampu menggambarkan tentang kenangan maha indah detik-detik perjumpaan? Semua harapan makhluk terputus untuk merasakan indahnya detik-detik perjumpaan tersebut. “Martabat yang dibawahnya semua harapan untuk mencapainya terputus Puncak tertinggi yang tidak ada lagi martabat di atasnya.” Namun setetes dari samudera dan sedikit rintik dari hujan yang deras akan cukup bagi para pecinta untuk merajut cinta dengan sang kekasih agung Nabi Muhammad saw. Karena itu di bulan rajab yang agung ini di banyak tempat dibacakan riwayat kisah dan sejarah perjalanan Isra dan Mi’raj. Di Masjid An-Nur makam kramat Al Habib Abdullah bin Muhsin Al Atthos pada hari kamis terakhir bulan rajab, lepas shalat maghrib berjamaah, setiap tahunnya adalah contoh dan teladan baik dalam mengkaji riwayat kisah dan sejarah Isra dan Mi’raj. Riwayat kisah dan sejarah Isra dan Mi’raj yang dirangkum oleh Al Imam Al ‘Allamah As Sayyid Zainal ‘Abidin bin Muhammad Al hadi bin Zainal ‘Abidin Al Barzanji yang berjudul An-Nur Al Wahhaj Fi Qisshoti Al Isra wa Al Mi’raaj. Berkata As Sayyid Ja’far bin Ismail Al Barzanji, “Kitab An-Nur Al Wahhaj merangkum banyak hadits-hadits tentang perjalanan Isra dan Mi’raj yang disusun oleh penulisnya dengan bahasa sastra yang sangat indah, yang susunannya semacam kitab-kitab riwayat maulid Nabi saw dengan menjadikannya berfashal-fashal yang di antara kedua fashalnya dihiasi dengan shalawat kepada Baginda Rasulullah saw.” Tatkala hamba yang lemah ini melihat banyak dari sahabat-sahabat saya tidak memahami bahasa arab sastra yang indah tersebut, dan banyak dari mereka yang tidak mengetahui rinci kisah dan sejarah Isra dan Mi’raj yang agung dan penuh dengan pelajaran penting, maka tergerak hati untuk menerjemahkan kitab yang dirangkum oleh Al Imam Al Barzanji tersebut dengan bahasa Indonesia dan gaya bahasa yang mudah difahami oleh sahabat-sahabat saya. Juga dengan memberikan sedikit tambahan dari apa yang ditulis oleh guru kami yang mulia Muhaddits Al Haramain wa Mafkhor Al Kaunain As Sayyid Muhammad bin Alawi Al Maliki dalam kedua kitab rangkuman beliau yang sangat bermanfaat yaitu Al Anwar Al Bahiyyah dan kitab Wa Huwa bil Ufuq Al A’la serta kitab karya Al Imam Al Mufassir Asy Syeikh Muhammad Mutawalli Asy Sya’rawi yang berjudul Al Isra wa Al Mi’raj. Bersama dengan beberapa santri yang saya bimbing di Al Fachriyah serta sahabat-sahabat Khadim Risalah Da’wah yang saya cintai, kami menerjemahkan dan menambahkan hingga jadilah rangkuman ini yang kami harapkan kepada Allah agar dituliskan manfaat besar untuk umat di berbagai penjuru dunia. Kami berharap kepada Allah agar mengangkat derajat Al Imam Zainal ‘Abidin Al Barzanji, Al Imam As Sayyid Muhammad bin Alawi Al maliki, Asy Syeikh Muhammad Mutawalli Asy Sya’rawi dan para guru-guru kami serta para ulama yang bertaqwa kepada Allah. Kami berharap agar Allah berikan keberkahan mereka kepada kami dan menjadikan kami sebagai hamba-hamba Allah yang dapat menggembirakan mereka dan mengikuti jejak langkah mereka yang bersambung kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa aalihi wa shohbihi wa sallam. [] Klik Disini : Kumpulan Kisah Isra Mi’roj [irp posts="980" name="Kisah Isra’ Mi’raj #02 Perjalanan Nabi Muhammad di Tahun Duka"]

Kisah Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad #01 “Muqoddimah”

Kalam Ulama Isra Mi’raj Nabi Muhammad Muqoddimah Alhamdulillah, segala puji kita panjatkan ke hadirat Allah SWT yang telah menyampaikan kita pada salah satu bulan mulia nan istimewa...
Alasan Santri Terbiasa dengan Perbedaan, Tidak Kagetan dan Bermental Baja Kalam ulama - Setelah beberapa hari menemani Mbah Kyai Ahmad Saidi, Pengasuh 1 PP Attauhidiyah Tegal, malam ini saya diaturi beliau untuk melihat berbagai kegiatan santri. Diantaranya malam ini kegiatan yang saya jumpai adalah kegiatan musyawarah kitab Fathul Mu'in kelas tsanawiyah. Indah sekali rasanya, seakan masa-masa dahulu sewaktu masih mondok terulang kembali. Lewat kegiatan seperti inilah banyak tercetak kader dakwah yang bermental baja. Karena dalam suasana musyawarah kitab seperti ini pasti terdapat banyak problem, semisal digojlok lawan, dipojokkan, diremehkan, dan lain sebagainya. Hal ini sangat dibutuhkan mengingat banyaknya peserta musyawarah yang hadir dengan membawa argumen masing-masing dengan didasari dalil-dalil yang telah dipersiapkan. Dan mereka ingin mempertahankan pendapatnya masing-masing. Karena bila hal itu tidak dimiliki maka akan berdampak membunuh karakter seseorang, bukan malah membentuk mental yang kuat. Oleh karena itu persiapan mental harus matang. Baca Juga : Ketika Agama Kehilangan Tuhan Hal demikian adalah suatu yang lumrah dan wajar dalam forum musyawarah di Pesantren, karena tanpa hal itu pastilah musyawarah akan terasa hambar dan kurang fantastis. Dan tips untuk membantu mengatasi sikap seperti ini adalah, "balas kata-kata yang menyakitkan dari lawan debat dengan seulas senyuman". Dengan demikian kita akan dapat mengekspresikan ide dan pemikiran secara bebas dan tanpa malu, minder, grogi ataupun sakit hati. بجد لا بجد كل مجد # فهل جد بلا جد بمجد Dalam musyawarah kitab seperti ini kita juga bisa melihat bahwa seorang santri memiliki 'Selera Berbeda'. Selera seperti ini akan dapat membantu meningkatkan sikap kritis dan ketajaman nalar. Artinya, berani punya pendapat nyeleneh dibanding dengan pendapat kebanyakan orang. Hal ini awalnya akan terdengar aneh di telinga para peserta musyawarah yang lain, karena mungkin akan dikatakan mengada-ngada atau caper (cari perhatian). Dan pastilah orang seperti ini banyak menuai kontroversi dari banyak pihak. Namun, hal itu bukan berarti 100% salah tanpa adanya bukti yang konkrit. Malah apabila pendapat kontroversi itu bisa dipertahankan dan dipertanggungjawabkan, tidak menutup kemungkinan akan menjadi senjata untuk mengalahkan pendapat lawan debat. Bahkan dalam musyawarah kita juga akan menjumpai seorang santri yang tak kenal kompromi. Karena peserta musyawarah harus punya nyali kuat mempertahankan pendapatnya masing-masing sepanjang pendapatnya masih ia yakini kebenarannya. Sikap yang demikian bukan berarti sikap yang memicu untuk menyalah-nyalahkan pendapat lawan musyawarah atau lawan debat dan meremehkannya serta menganggap pendapat diri sendiri yang paling benar. Namun hal ini penting dilakukan mengingat seorang santri juga haruslah konsistent dengan pendapat yang diusung dan tidak mudah goyah apabila disangkal dan dibantai oleh pendapat lawan. Lewat metode seperti inilah seorang santri diajarkan untuk menjadi insan yang kokoh dan tahan banting. Dalam mengikuti Musyawarah Kitab, selain karena perintah, juga atas dasar niat yang kuat serta kesadaran yang tinggi untuk berubah menjadi pemikir yang lebih baik. Karena tanpa itu semua maka akan sia-sia belaka, harus dengan semangat yang tinggi (himmah aliyah)lah cita-cita dan harapan kan tergapai. Memperoleh sebuah ilmu tidaklah semudah yang dibayangkan, tapi butuh perjuangan dan keistiqamahan. Ada sebuah sya’ir yang berbunyi: "Setiap keluhuran itu karena kesungguhan, bukan sekedar keturunan. Apa gunanya berketurunan orang yang mulianamun tidak punya kesungguhan?" Dalam sebuah kalam hikmah disebutkan: العلم لا يعطيك بعضه حتى تعطيه كلك “Ilmu takkan sudi memberikan sebagian dirinya kepadamu, hingga kamu bersedia mempersembahkan dirimu sepenuhnya padanya (untuk ilmu).” (Reportase Ust. Abdul Wahab di PP Attauhidiyah Giren, Talang, Tegal/ padhang-mbulan,org). Sumber :muslimoderat.com Baca Juga : Refleksi Hari Santri

Alasan Santri Terbiasa dengan Perbedaan, Tidak Kagetan dan Bermental Baja

Alasan Santri Terbiasa dengan Perbedaan, Tidak Kagetan dan Bermental Baja Kalam ulama - Setelah beberapa hari menemani Mbah Kyai Ahmad Saidi, Pengasuh 1 PP Attauhidiyah Tegal, malam...
kalamulama.com- Didiklah Anak dengan Penuh Cinta. KH. Hamim Djazuli atau yang akrab disapa Gus Miek (Allahu yarham), pernah menyampaikan dhawuh (nasehat-red) tentang cara mendidik anak dalam sebuah kesempatan acara Jantiko Mantab di daerah Ploso-Kediri. "KITA HARUS TERBUKA KEPADA ANAK-ANAK. JANGAN KITA INI BERUSAHA UNTUK DITAKUTI ATAU DITAATI. BERUSAHALAH UNTUK DICINTAI. KARENA APABILA KITA BERUSAHA UNTUK DITAKUTI ATAU DITAATI, KITA HANYA AKAN MENJADIKAN ANAK-ANAK YANG SUKA MENIPU" Gus Miek menceritakan bahwa suatu hari ada orang yang mengadu kepada beliau, "anak saya nakal Gus. Dikerasi malah bertambah nakal. Bagaimana ini Gus?" Gus Miek pun menjawab, "Nasehat orang tua terhadap anaknya jangan sekali-kali menggunakan bahasa militer. pakailah tiga bahasa: bahasa kata ae fii adaabil kalam, bahasa gaul dan bahasa hati." (Dhawuh Gus Miek, hlm 106) Orang yang ingin dicintai adalah pribadi yang berusaha memulai kebajikan itu dari dirinya, menunjukkan kasih sayang, serta memberikan keteladanan sehingga anak akan mencintainya. Sebaliknya, orang yang ditakuti biasanya selalu menampilkan kekerasan. Ia tidak berusaha membuka pintu rasa anak agar anaknya itu menyadari bahwa orang tuanya sangat mencintainya sehingga tidak ingin ia salah jalan. Pendidikan (tarbiyyah) yang didasarkan pada kekerasan tidaklah berakibat melainkan kekerasan itu sendiri, selain juga anak yang berani berdusta sebagai langkah untuk mengamankan diri (lihat: Psikologi Komunikasi, Jalaludin Rahmat). Semua orang pasti tidak ingin dikhianati, seperti halnya orang tua juga tidak ingin anaknya hanya patuh ketika berada di hadapannya, namun menjadi brutal dan khianat saat ia tidak berada di sampingnya. "Berusahalah untuk dicintai", demikian nasehat Gus Miek. Kalau kita perhatikan, nasehat ini sangat sesuai dengan perilaku Rasulullah saw. Para sahabat kerap melihat Rasulullah bersenda gurau dengan anak-anak, berlari-lari kecil, menggendong atau membopong anak-anak. Hal ini seharusnya menjadi teladan bagi orang tua. Dalam hadist yang berasal dari Jabir, ia berceria, "Suatu hari kami bersama Rasulullah saw. Ketika kami diundang menghadiri jamuan makan, tiba-tiba saja Husein bermain-main di tengah jalan bersama teman-temannya. Rasulullah segera mendekati Husein, berdiri di depan anak-anak, merendahkan tangan dan punggungnya, kemudian berlari ke sana kemari. Husein dan teman-temannya tertawa riang melihat apa yang dilakukan Rasulullah. Kemudian dia mengangkat Husein dan meletakkan tangannya yang satu di dagunya dan meletakkan lainnya di antara telinga dan kepala. Dia merangkul Husein dan menciuminya serata bersabda, "Husein berasal dariku dan aku berasal darinya. Allah mencintai siapa saja yang mencintainya. Hasan dan Husein adalah cucuku." (HR. Ath-Thabrani) Dari Abdullah bin Abbas, dia bercerita, "Ketika Rasulullah tiba di Makkah, dia disambut anak-anak Bani Muthalib. Lalu dia menggendong salah seorang dari mereka di depan dan seorang lagi di belakang." (HR. Bukhari) []

Mendidik Anak dengan Cinta Nasehat dari KH. Hamim Djazuli (Gus Miek)

kalamulama.com- Didiklah Anak dengan Penuh Cinta. KH. Hamim Djazuli atau yang akrab disapa Gus Miek (Allahu yarham), pernah menyampaikan dhawuh (nasehat-red) tentang cara mendidik anak...
kalamulama.com- ISTIQAMAHKAN SETIAP HARI TUJUH AMALAN HEBAT INI Berikut tujuh amalan hebat setiap hari yang perlu diistiqamahkan Tahajjud Karena kemuliaan seorang mukmin terletak pada tahajjudnya. Pastinya doa mudah termakbul dan menjadikan kita semakin dekat dengan Allah Swt. Membaca Al-Qur’an sebelum terbit matahari Alangkah baiknya sebelum mata melihat dunia, sebaiknya mata membaca Al-Qur’an terlebih dahulu dengan penuh pemahaman. Paling tidak jika sesibuk apapun kita, bacalah walau beberapa ayat. Jangan tinggalkan masjid terutama di waktu subuh. Sebelum melangkah kemana pun langkahkan kaki ke mesjid, karena masjid merupakan pusat keberkahan, bukan karena panggilan muadzin tetapi panggilan Allah yang mencari orang beriman untuk memakmurkan masjid Allah. Jaga sholat duha Karena kunci rezeki terletak pada sholat dhuha. Yakinlah, manfaat sholat duha sangat dasyat dalam mendatangkan rezeki Jaga sedekah setiap hari. Allah menyukai orang yang suka bersedekah, dan malaikat Allah selalu mendoakan kepada orang yang bersedekah setiap hari.Percayalah, sedekah yang diberikan akan dibalas oleh Allah dengan berlipat-ganda. Jaga wudlu terus menerus Karena Allah menyayangi hamba yang berwudlu. Kata khalifah Ali bin Abu Thalib, “Orang yang selalu berwudhu senantiasa ia akan merasa selalu sholat walau ia sedang tidak sholat, dan dijaga oleh malaikat dengan dua doa, "ampuni dosanya dan sayangilah dia ... Yaa Allah”. Amalkan istighfar setiap saat. Dengan istighfar masalah yang terjadi karena dosa kita akan dijauhkan oleh Allah Swt.

ISTIQAMAHKAN SETIAP HARI TUJUH AMALAN HEBAT INI

kalamulama.com- ISTIQAMAHKAN SETIAP HARI TUJUH AMALAN HEBAT INI Berikut tujuh amalan hebat setiap hari yang perlu diistiqamahkan Tahajjud Karena kemuliaan seorang mukmin terletak pada tahajjudnya. Pastinya...
kalamulama.com- Makna yang Terkandung Dalam Sholawat Oleh : Muhammad Azka Makna sholawat jika ditinjau dari segi siapa yang menyampaikan sholawat, maka ada tiga bagian. Berikut rinciannya yang telah diungkapkan oleh Imam al-Bajuri (wafat 1277 H): “Perbedaan makna yang terkandung dalam sholawat, jika ditinjau secara umum, apakah ia secara maknawi atau secara lafzhi, maka yang benar adalah secara maknawi, sebagaimana yang telah ditetapkan oleh Ibnu Hisyam dalam Mughni-nya. Sedangkan perbedaan makna sholawat jika ditinjau dari segi siapa yang bersholawat, [maka ada 3 bagian]. Yang pertama, Jika ia datang dari Allah Subhanahu wa Ta’ala, maka maknanya adalah rahmat. Akan tetapi menurut kami, jika sholawat itu dihubungkan kepada Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallam, para nabi lainnya, dan malaikat, maka maknanya adalah tambahan rahmat.  Dan pemberian tambahan rahmat ini berbeda-beda, bergantung tingkatan kemuliaan mereka. Jika sholawat itu berasal dari Malaikat, maka maknanya adalah istighfar. Dan tidak ada shighot (bentuk) tertentu dari istighfar ini. Dan jika sholawat itu berasal dari selain mereka, maka maknanya adalah doa. Maksud dari “selain mereka” adalah segala yang mencakup Jamadat (benda-benda beku, seperti pohon, batu, air, termasuk manusia) karena telah tsabit sebuah hadits yang menyatakan sholawatnya Jamadat kepada Rosulullah sebagaimana yang telah diriwayatkan oleh al-Halabi dalam as-Siroh bahwasannya jika Rosulullah ‘alaihis sholatu was salam ingin menunaikan keinginannya, maka beliau menjauh dari keramaian. Tidaklah beliau melewati batu, pohon, dan tanah liat, kecuali mereka semua mengatakan: “ash sholatu was salamu ‘alaika ya Rosulallah.” Selesai.” (Hasyiyah al-Bajuri ‘ala Kifayatil ‘Awam, halaman 15)

Makna yang Terkandung Dalam Sholawat

kalamulama.com- Makna yang Terkandung Dalam Sholawat Oleh : Muhammad Azka Makna sholawat jika ditinjau dari segi siapa yang menyampaikan sholawat, maka ada tiga bagian. Berikut rinciannya yang...
indonesia islam- KH Masdar Farid Mas'udi: Indonesia Secara Substansif Sudah Islam. Nahdlatul Ulama (NU) merupakan pusaka warisan para wali dan kiyai Nusantara. Sebagai organisasi masyarakat Islam, NU berperan dalam keagamaan dan kebangsaan. Indonesia memiliki banyak simpul-simpul keumatan dan hal itu hanya ada di Indonesia . “Hampir 90% umat Islam di Indonesia memiliki afiliasi madzhab dan kepercayaan masing-masing di dalam hatinya, dan itu hanya ada di negara ini tanpa mendirikan negara baru,” Rois Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU)  KH. Masdar Farid Mas'udi  ketika memberikan arahan sekaligus membuka acara Bahtsul Masail Pra Munas dan Konbes 2020 di Pondok Pesantren Al Falakiyah, Pagentongan, Bogor, Jawa Barat. Ahad (01/03). Indonesia memiliki kebhinekaan yang tinggi akan tetapi tetap bisa mejadi satu bangsa dan negara. "Ini bisa terjadi karena Indonesia tidak mendeklarasikan diri sebagai negara agama atau negara islam." tambahnya. Ketika sebuah negara sudah dijubahi agama, penguasa akan menjadi otoriter, karena merasa mewakili suatu agama. Padahal prinsip di dalam Al-Qur'an jika ditarik kesimpulan dalam bernegara adalah dapat menciptakan keadilan. KH  Masdar juga menegaskan bahwa bid'ah yang paling berbahaya adalah negara yang mendeklarasikan sebagai negara Islam, karena di dalam Al-Qur'an dan Hadist tidak ada. "Negara islam itu hanya label saja, tidak ada dalam rukun islam. Dan budaya Islam di Indonesia itu yang dapat melindungi umat yang bermadzhab lain." Meskipun Indonesia tidak disebut sebagai negara islam, akan tetapi prinsip-prinsip yang dijadikan sebagai landasan bernegara khususnya pancasila itu sudah sangat islami. "Itulah mengapa Indonesia tidak disebut negara islam tetapi secara substansif sudah islam, dan semoga dengan deselenggarakannya Bahtsul Masail mampu menjadi salah satu jalan untuk menjadi solusi dalam keadilan bernegara," tutup beliau. Kontributor: Rouf Kholil 

KH Masdar Farid Mas’udi: Indonesia Secara Substansif Sudah Islam

kalamulama.com- KH Masdar Farid Mas'udi: Indonesia Secara Substansif Sudah Islam. Nahdlatul Ulama (NU) merupakan pusaka warisan para wali dan kiyai Nusantara. Sebagai organisasi masyarakat...
kalamulama.com- MAYORITAS ULAMA AHLI HADITS DAN AHLI FIQIH MENYATAKAN HUKUM PUASA DI BULAN RAJAB ADALAH SUNNAH. Memahami pendapat bahwa ada yang menyatakan bahwa puasa pada bulan Rajab tidak ada dasarnya, mari kita kaji dan pahami pendapat para ulama Madzahib al-Arba’ah yang betul-betul paham hadits dan syaria'at serta memiliki maqam (kedudukan) sebagai MUJTAHID MUTLAQ yang di akui dan di ikuti oleh seluruh ulama dunia yang note bene mereka adaah orang sholih dan lebih mengerti tentang syariat. Para ulama di kalangan madzahib menyatkan bahwasanya*HUKUM PUASA PADA BULAN RAJAB ADALAH SUNNAH, hanya ulama dari kalangan madzhab Habilah yang menyatakan bahwa puasa satu bulan penuh pada bulan Rajab adalah makruh, meskipun kemakruhannya bisa dihilangkan sebagaimana dalil keterangan di bawah ini. إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ فَلا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِينَ كَافَّةً كَمَا يُقَاتِلُونَكُمْ كَافَّةً وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ مَعَ الْمُتَّقِينَ (التوبة: 36) Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana merekapun memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa. (at-Taubah: 36) Di dalam menafsiri ayat ini syaikh Ibnu Katsir menyampaikan sebuah hadits yang menyatkan bahwa Ayshur al-Hurum adalah; bulan Dzul Qa’dah, Dzul Hijjah, Muharram, dan Rajab. Hadits tersebut adalah : قال الإمام أحمد: حدثنا إسماعيل، أخبرنا أيوب، أخبرنا محمد بن سيرين، عن أبي بَكْرَة، أن النبي صلى الله عليه وسلم خطب في حجته، فقال: "ألا إن الزمان قد استدار كهيئته يوم خلق الله السموات والأرض، السنة اثنا عشر شهرًا، منها أربعة [حرم، ثلاثة] متواليات: ذو القعدة، وذو الحجة، والمحرم، ورجب مضر الذي بين جمادى وشعبان". تفسير ابن كثير 4/144 1. Al Imam Malik Para ulama madzhab Malikiyyah menyatakan bahwasanya melakukan puasa di bulan Rajab adalah merupakan salah satu macam puasa yang disunnahkan. dalil yang menyatakan seperti itu adalah : وهو يعدد الصوم المستحب : (والمحرم ورجب وشعبان) يعني : أنه يستحب صوم شهر المحرم وهو أول الشهور الحرم , ورجب وهو الشهر الفرد عن الأشهر الحرم. شرح الخرشي على خليل 2/241 التنفل بالصوم مرغب فيه وكذلك , صوم يوم عاشوراء ورجب وشعبان ويوم عرفة والتروية وصوم يوم عرفة لغير الحاج أفضل منه للحاج. مقدمة ابن أبي زيد مع اشرح لفواكه الدواني 2/ 272 و كذلك صوم شهر ( رجب ) مرغب فيه. كفاية الطالب الرباني 2/407 (و) ندب صوم ( المحرم ورجب وشعبان ) وكذا بقية الحرم الأربعة وأفضلها المحرم فرجب فذو القعدة والحجة. شرح الدردير على خليل 1/513 2. Al Imam Hanafi Ulama madzhab Hanafiyyah juga menyatakan bahwasanya puasa Rajab adalah sunnah. dalilnya adalah: ( المرغوبات من الصيام أنواع ) أولها صوم المحرم والثاني صوم رجب والثالث صوم شعبان وصوم عاشوراء. الفتاوي الهندية 1/202 3. Al Imam Asy- Syafi’I Ulama madzhab Syafi’iyyah juga menyatakan bahwasanya puasa di bulan Rajab adalah disunnahkan. dalil yang menyatakan demikian adalah: قال أصحابنا : ومن الصوم المستحب صوم الأشهر الحرم , وهي ذو القعدة وذو الحجة والمحرم ورجب , وأفضلها المحرم , قال الروياني في البحر : أفضلها رجب , وهذا غلط ; لحديث أبي هريرة الذي سنذكره إن شاء الله تعالى { أفضل الصوم بعد رمضان شهر الله المحرم. المجموع شرح المهذب 6/439 وأفضل الأشهر للصوم ) بعد رمضان الأشهر ( الحرم ) ذو القعدة وذو الحجة والمحرم ورجب أسنى المطالب 1/433 أفضل الشهور للصوم بعد رمضان الأشهر الحرم , وأفضلها المحرم لخبر مسلم { أفضل الصوم بعد رمضان شهر الله المحرم ثم رجب } خروجا من خلاف من فضله على الأشهر الحرم ثم باقيها ثم شعبان. مغني المحتاج 2/187 اعلم أن أفضل الشهور للصوم بعد رمضان الأشهر الحرم وأفضلها المحرم ثم رجب خروجا من خلاف من فضله على الأشهر الحرم ثم باقيها وظاهره الاستواء ثم شعبان. نهاية المحتاج 3/211 Di dalam kitab al-Hawi Li al-Fatawa imam As-Suyuti menjelaskan tentang derajat hadits yang menyatakan tentang keutamaan puasa bulan Rajab. Beliau menjelaskan bahwasanya hadits-hadits tersebut bukan berstatus maudlu’ (palsu) tetapi hanya berstatus dlaif yang sehingga boleh diriwayatkan dalam rangka untuk fadhailul a’mal (amalan keutamaan dalam ibadah). مسألة - في حديث أنس قال رسول الله صلى الله عليه وسلم إن في الجنة نهرا يقال له رجب ماؤه أبيض من اللبن وأحلى من العسل من صام يوما من رجب سقاه الله من ذلك النهر، وحديث أنس قال رسول الله صلى الله عليه وسلم من صام من شهر حرام الخميس والجمعة والسبت كتب له عبادة سبعمائة سنة، وحديث ابن عباس قال رسول الله صلى الله عليه وسلم من صام من رجب يوما كان كصيام شهر ومن صام منه سبعة أيام غلقت عنه أبواب الجحيم السبعة ومن صام منه ثمانية أيام فتحت له أبواب الجنة الثمانية ومن صام منه عشرة أيام بدلت سيئاته حسنات هل هذه الأحاديث موضوعة وما الفرق بين الضعيف والغريب. الجواب – ليست هذه الأحاديث بموضوعة بل هي من قسم الضعيف الذي تجوز روايته في الفضائل, أما الحديث الأول فأخرجه أبو الشيخ ابن حيان في كتاب الصيام, والأصبهاني, وابن شاهين – كلاهما في الترغيب – والبيهقي, وغيرهم قال الحافظ ابن حجر: ليس في اسناده من ينظر في حاله سوى منصور بن زائدة الأسدي وقد روي عنه جماعة لكن لم أر فيه تعديلا, وقد ذكره الذهبي في الميزان وضعفه بهذا الحديث. واما الحديث الثاني فأخرجه الطبراني, وأبو نعيم, وغيرهما من طرق بعضها بلفظ عبادة سنتين, قال ابن حجر: وهو أشبه ومخرجه أحسن وإسناد الحديث أمثل من الضعيف قريب من الحسن. أما الحديث الثالث فأخرجه البيهقى في فضائل الأوقات وغيره وله طرق وشواهد ضعيفة لا تثبت إلا أنه يرتقي عن كونه موضوعا. وأما الفرق بين الضعيف والغريب فإن بينهما عموما وخصوصا من وجه فقد يكون غريبا لا ضعيفا لصحة سنده أو حسنه, وقد يكون ضعيفا لا غريبا لتعدده إسناده وفقد شرط من شروط القبول كما هو مقرر في علم الحديث. الحاوي الفتاوى للسيوطي 1/339 4. Al Imam Ahmad Bin Hanbal Para ulama madzhab Hanabilah menyatakan bahwsanya menyendirikan berpuasa di bulan Rajab secara keseluruhan (satu bulan penuh) adalah makruh meskipun terdapat pendapat lain (qiil) yang menyatakan sunnah. Apabila menyela-nyelainya dengan tidak puasa meski dengan satu hari atau dengan mengiringinya dengan puasa pada bulan sebelum Rajab maka hukum kemakruhannya adalah hilang sehingga hukumnya BOLEH (mendapat keutamaan dalam melalukannya). فصل : ويكره إفراد رجب بالصوم . قال أحمد : وإن صامه رجل , أفطر فيه يوما أو أياما , بقدر ما لا يصومه كله ... قال أحمد : من كان يصوم السنة صامه , وإلا فلا يصومه متواليا , يفطر فيه ولا يشبهه برمضان. قال ابن قدامة في المغني 3/53 فصل : يكره إفراد رجب بالصوم نقل حنبل : يكره , ورواه عن عمر وابنه وأبي بكرة , قال أحمد : يروى فيه عن عمر أنه كان يضرب على صومه , وابن عباس قال : يصومه إلا يوما أو أياما. الفروع لابن مفلح 3/118 ( ويكره إفراد رجب بالصوم ) . هذا المذهب , وعليه الأصحاب , وقطع به كثير منهم . وهو من مفردات المذهب , وحكى الشيخ تقي الدين في تحريم إفراده وجهين . قال في الفروع : ولعله أخذه من كراهة أحمد. تنبيه : مفهوم كلام المصنف : أنه لا يكره إفراد غير رجب بالصوم . وهو صحيح لا نزاع فيه . قال المجد : لا نعلم فيه خلافا. فائدتان . إحداهما : تزول الكراهة بالفطر من رجب , ولو يوما , أو بصوم شهر آخر من السنة . قال في المجد : وإن لم يله الثانية : قال في الفروع : لم يذكر أكثر الأصحاب استحباب صوم رجب وشعبان . واستحسنه ابن أبي موسى في الإرشاد قال ابن الجوزي في كتاب أسباب الهداية : يستحب صوم الأشهر الحرم وشعبان كله , وهو ظاهر ما ذكره المجد في الأشهر الحرم , وجزم به في المستوعب , وقال : آكد شعبان يوم النصف , واستحب الآجري صوم شعبان , ولم يذكر غيره , وقال الشيخ تقي الدين : في مذهب أحمد وغيره نزاع . قيل : يستحب صوم رجب وشعبان , وقيل : يكره . يفطر ناذرهما بعض رجب. قال المرداوي في الإنصاف 3/346 Hadits-hadits yang menunjukkan sunnahnya puasa Rajab di antaranya adalah : عن أسامة بن زيد قال قلت : يا رسول الله لم أرك تصوم شهرا من الشهور ما تصوم من شعبان قال ذلك شهر يغفل الناس عنه بين رجب ورمضان سنن النسائي 4/201 عن مجيبة الباهلية عن أبيها أو عمها أنه : أتى رسول الله صلى الله عليه وسلم ثم انطلق فأتاه بعد سنة وقد تغيرت حالته وهيئته فقال يا رسول الله أما تعرفني قال ومن أنت قال أنا الباهلي الذي جئتك عام الأول قال فما غيرك وقد كنت حسن الهيئة قال ما أكلت طعاما إلا بليل منذ فارقتك فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم لم عذبت نفسك ثم قال صم شهر الصبر ويوما من كل شهر قال زدني فإن بي قوة قال صم يومين قال زدني قال صم ثلاثة أيام قال زدني قال صم من الحرم واترك صم من الحرم واترك صم من الحرم واترك وقال بأصابعه الثلاثة فضمها ثم أرسلها سنن أبي داود 2/322 قوله صلى الله عليه وسلم : { صم من الحرم واترك } إنما أمره بالترك ; لأنه كان يشق عليه إكثار الصوم كما ذكره في أول الحديث . فأما من لم يشق عليه فصوم جميعها فضيلة قاله الإمام النووي في المجموع 6/439 Baca Juga: Amalan dan Keutamaan Bulan Rajab Lengkap

PUASA DI BULAN RAJAB ADALAH SUNNAH

kalamulama.com- MAYORITAS ULAMA AHLI HADITS DAN AHLI FIQIH MENYATAKAN HUKUM PUASA DI BULAN RAJAB ADALAH SUNNAH. Memahami pendapat bahwa ada yang menyatakan bahwa puasa pada...
kalamulama.com- Wasiat Al habib Umar bin Hafidz - Perbanyak dzikir/doa ini di bulan Ramadhan 1441H.  اللهمَّ يا ربَّ رمَضَانَ ومُنزِلَ القُرآنِ فِيْه، نَشْهَدُ أنْ لَّا إلَهَ إلَّا أنتَ ونَسْتَغفِرُكَ فَصَلِّ وسلِّم على عَبْدِكَ وحَبِيْبِكَ سَيِّدِنَا مُحمَّدٍ وآلِهِ وصَحْبِهِ ومَنْ يُوالِيه، وفرِّجْ عنَّا وعَنِ الأمَّةِ كُلَّ هَمٍّ وغَمٍّ وكَرْبٍ نَحْنُ فيه، وبَلِّغْنَا مِن كلِّ خَيرٍ فَوقَ ما نَرْتَجِيه، واجْعَلنَا مِمَّن تَعْفُو عَنْهُ وتُعَافِيهِ وتَرْضَى عَنْهُ وتُرْضِيْه Ya Allah, ya Tuhan Ramadhan dan yang menurunkan Al-Quran di dalamnya, tidak ada Tuhan selain Engkau kami mohon ampunan-Mu, sampaikan sholawat dan salam untuk kekasib dan junjungan kami Muhammad SAW dan keluarganya dan sahabatnya, dan bebaskan kami dan umat dari kesulitan dan kesusahan, dan sampaikan kami amal terbaik melebihi yg kami rencanakan, dan jadikan kami diantara mereka yang Engkau maafkan, Engkau sembuhkan, dan Engkau ridhai. Ket: Dibaca 1000/2000/3000 selama Ramadhan. Artinya kalau 3000x maka sehari 100x. Atau 20x diantara waktu dua shalat.

11 PESAN HABIB UMAR BIN HAFIDZ DI BULAN RAJAB

kalamulama.com- 11 PESAN SAYYIDIL HABIB UMAR BIN HAFIDZ DI BULAN RAJAB 11 langkah amalan hendaknya diraih di bulan Rajab ini yang telah disebutkan oleh Al-Habib...