Serba Serbi Islam

kalamulama.com- Tujuan Diwajibkannya Wirid di Dalam Thoriqoh. Al-Imam Abdul Wahhab Asy-Sya'rani ra menjelaskan bahwa dzikir menjadi Syarat utama ahli suluk. Tujuan diwajibkannya wirid di dalam setiap thoriqoh di antaranya adalah agar seorang Salik melatih dirinya untuk menjaga dzikir dalam keadaan apapun. dilandasi dengan pengetahuan bahwa lalai (goflah) dari mengingat Allah Taala dapat membuatnya tergelincir kepada maksiat lahir maupun batin. Untuk salik tingkatan pemula (ahlu bidayah) mengamalkan Dzikir Jahr (dzikr dengan bersuara) adalah lebih di utamakan, karena dizkir jahr akan membangun psikologi dzikir dan karakter jiwa seorang salik yang senantiasa di sibukkan oleh dzikrullah. sedangkan Dzikir Sirr (dzikir batin/rahasia) lebih di utamakan untuk tingkat akhir (ahlu nihayah), karena dzikir sirr itu lebih terfokus pada dzikir batin yang tidak terbatas oleh gerak dan aktifitas salik, _ artinya dimanapun dan kapanpun dia selalu berdzikir. Namun dzikr sirr yang dawam dan terus menerus ini tidaklah bisa kita raih tanpa melalui latihan-latihan yang disiplin dan continue melalui dzikir jahr sebagaimana yang di lazimkan di dalam wirid asasi thoriqoh kita. juga dari dzikir jahr yang dibiasakan pada tingkat permulaan tersebut, nantinya seorang Salik akan naik kepada tingkatan mutawassith (pertengahan) yakni dengan mulai merenungi dan meresapi setiap makna dari dzikir yang di lafadzkannya melalui lisannya. Melalui pengulangan dan perenungan makna-makna dzikr jahr inilah ia akan sampai kepada dzikir sirr yang matang. [RESUME KAJIAN TASAWUF BERSAMA KH. MUHAMMAD DANIAL NAFIS 18/2/2020, Kitab Minahus Saniyah] Baca Juga: Tiga Macam Wirid yang Tidak Pernah Berpisah Dengan Para Auliya’ Solihin

Tujuan Diwajibkannya Wirid di Dalam Thoriqoh

kalamulama.com- Tujuan Diwajibkannya Wirid di Dalam Thoriqoh. Al-Imam Abdul Wahhab Asy-Sya'rani ra menjelaskan bahwa dzikir menjadi Syarat utama ahli suluk. Tujuan diwajibkannya wirid di...
kalamulama.com- Keutamaan Malam Pertama Bulan Rajab. Awal malam bulan Rajab adalah Salah satu malam pengabulan Do'a. Berkata Imam Syafi'i, rohimahulloh: إن الدعاء يستجاب فى خمس ليال فى ليلة الجمعة وليلة الأضحى وليلة الفطر واول ليلة من رجب وليلة نصف الشعبان. Artinya : "Sungguh Do'a akan dikabulkan pada 5 (lima) malam, yaitu: 1. Malam Jum'at, 2. Malam Lebaran 'Idul Adha, 3. Malam Lebaran 'Idul Fitri, 4. Malam Pertama Bulan Rajab, 5. Malam Nishfu Sya'ban (malam kelima belas bulan Sya'ban)". {Keterangan dari kitab "As-Sunanul Kubra", karya Imam Al-Baihaqi: 3 / 319, cetakan "Darul Fikr", Beirut, Lebanon}. Selain itu, ada 3 (tiga) Hadits Rosululloh SAW di dalam Kitab "Al-Hawi lil Fatawi", karya Imam Jalaluddin as-Suyuthi: 1 / 352, cetakan "Darul Fikr", Beirut, Lebanon tentang keutamaan Puasa di bulan Rajab, yaitu: 1. HR Anas, Rosululloh SAW. bersabda: ان فى الجنة نهرا يقال له رجب. ماؤه أبيض من اللبن وأحلى من العسل. من صام يوما من رجب سقاه الله من ذلك النهر. Artinya : "Sungguh di dalam surga terdapat sebuah sungai yang disebut Rajab. Airnya lebih putih daripada susu dan lebih manis daripada madu. Barangsiapa Puasa sehari di bulan Rajab, maka Alloh akan memberi minum dari air sungai itu." 2. HR Anas, Rosululloh SAW. bersabda: من صام من شهر حرام الخميس والجمعة والسبت كتب له عبادة سبعمائة سنة. Artinya : "Barangsiapa Puasa di bulan Harom, yaitu hari Kamis, Jum'at dan Sabtu, maka akan ditulis baginya ibadah 700 (tujuh ratus) Tahun." 3. HR Ibnu Abbas, Rosululloh SAW bersabda: من صام من رجب يوما كان كصيام شهر ومن صام منه سبعة أيام غلقت عنه أبواب الجحيم السبعة ومن صام منه ثمانية أيام فتحت له أبواب الجنة الثمانية ومن صام منه عشرة أيام بدلت سيئاته حسنات. Artinya : "Barangsiapa Puasa sehari di bulan Rajab, bagaikan Puasa sebulan. Barangsiapa Puasa 7 (tujuh) hari di Bulan Rajab, maka 7 (tujuh) Pintu Neraka jahim dikunci gembok. Dan, barangsiapa Puasa 8 (delapan) hari di Bulan Rajab, maka 8 (delapan) Pintu Surga dibuka. Juga, barangsiapa Puasa 10 (sepuluh) hari di bulan Rajab, maka amal-amal buruknya diganti dengan amal-amal baik." Selain itu, Rosululloh SAW bersabda: من صام ثلاثة أيام من شهر حرام، الخميس والجمعة والسبت كتب له عبادة سنتين. Artinya : "Barangsiapa Puasa 3 (tiga) hari di bulan Harom (Dzul-Qo'dah, Dzul-Hijjah, Muharram, dan Rajab), yaitu Puasa hari Kamis, Jum'at, dan Sabtu, maka dituliskan baginya ibadah 2 (dua) Tahun." Baca Juga Amalan dan Keutamaan Bulan Rajab Lengkap

Keutamaan Malam Pertama Bulan Rajab

kalamulama.com- Keutamaan Malam Pertama Bulan Rajab. Awal malam bulan Rajab adalah Salah satu malam pengabulan Do'a. Berkata Imam Syafi'i, rohimahulloh: إن الدعاء يستجاب فى خمس...
kalamulama.com- NASIHAT DAKWAH DARI Habib Luthfi Bin Yahya: Mahkota Paling Hebat Adalah Akhlak. Setelah Maulana menemui Syekh Ghulam beliau menyuruh Ustadz Syamlawi dan saya menemani Syekh. Beliau memberi tahu akan menemui syarifah dan tamu lain sebentar. Setelah menemui tamu, beliau kembali ketempat Syekh Gulam duduk. Namun melihat kami asyik mengobrol dengan tamu, urung duduk, kemudian beliau ke ruang bawah. Kurang dari satu jam, dengan baju rapi beliau ke tempat kami duduk. Beliau memakai baju sangat bagus. Kalau rapih, necis, memang ciri khas beliau sejak belia. Lihat saja dari foto-foto lawas. Tapi beliau memakai baju yang biasa beliau gunakan ke acara resmi. Rupanya beliau akan membaca ijazah al-Quran, Kutub Sitah, Syarah, doa-doa dan ijazah lainnya dari Syekh Ilyas al-Qadiriy dari Pakistan, yang disampaikan melalui muridnya Syekh Gulam. Setelah membaca beliau melafalkan, قبلنا الاجازة, saya menerima Ijazah. Kemudian menyampaikan ucapan terimakasih sekitar 1 menit yang direkam untuk kemudian dikirim kepada Syekh Ilyas Atar al-Qadiri di Pakistan. Beliau nampak gembira menerima kedatangan Syekh Gulam. Sependek pengamatan al-faqir (saya), beliau senang ada generasi baru yang siap melanjutkan dakwah untuk menyeru kecintaan kepada Nabi saw, kepada aulia dan ulama serta menyeru umat untuk giat membaca sholawat Nabi. Selain menyampaikan ijazah, kedatangan Syekh Ghulam juga memohon bimbingan, dan arahan beliau Maulana Habib dalam berdakwah. Syekh Ghulam juga menyampaikan terjadi penolakan dimasjid-masjid kepada beliau. Karena dicurigai Wahabi. Kemudian Syekh Ghulam meminta surat pengantar dari Habib untuk menghindari penolakan. Maulana menjawab, pakaian yang digunakan Syekh Ghulam, sebenarnya pakaian adat dibeberapa negara, seperti Pakistan, Afganistan, India dan beberapa daerah lain. Tapi baju itu dan jenggot, di Indonesia menjadi ciri khas Wahabi. Kata beliau, tidak perlu surat pengantar, cukup sampaikan saja bahwa "saya pengamal thariqat Qadiriyah atau Jistiyah. Bila masih sangsi silahkan tanya kepada Habib Luthfi". Syekh Ghulam nampak gembira mendengar suport dari Maulana. Salah satu murid Syekh Ghulam berasal dari Aceh. Kemudian Maulana bercerita tentang sejarah Aceh. Menurut Maulana, Aceh adalah daerah pertama penyebaran Islam, wali 9 di Jawa tidak terlepas dari silsilah ulama yang menyebarkan Islam di Aceh. Sayang kemudian ada ribuan kuburan ulama yang hilang tertimbun karena lamanya masa dan tidak dipelihara. Akhirnya menjadi masuk sebagian kelompok non ahli sunah wal jamaah. Beliau berkisah penyebaran Islam dari Yaman ke India, Champa sampai Wali songo dengan sangat detail. Bahkan di India, ada daerah yang bernama Mutan, kota Tarimnya di India. Disana ada ribuan wali. Kata beliau, "saya pernah ziarah kesana". Beliau juga menyebut banyak kota di Pakistan dan India. Kata Maulana, sebagai umat Islam, apalagi umat Nabi saw. Seharusnya membuat orang Cinta terhadap Islam. Beliau menganalogikan, sebuah pernikahan tanpa dilandasi saling Cinta tidak akan membuat pasangan saling memberi dan saling menerima. Pasti ada jarak. Melalui simpati dan cinta orang tidak akan keberatan untuk masuk dalam naungan Islam. Kata Maulana, itu semua bisa dilakukan dengan memasukan rasa senang terhadap jiwa setiap orang. Kemudian Syekh Ghulam bertanta, bagaimana membuat orang cinta pada Islam? Bagaimana memasukan rasa senang kepada setiap orang? Maulana menjawab, لكل انسان تاج, Setiap orang mempunyai mahkota, dan mahkota paling hebat adalah akhlak. Keramah tamahan, senyum, wajah cerah. Walaupun kepada orang yang tidak kita kenal. Ini menjadi pintu masuk dari perjumpaan pertama antara dua hati. تاج هو الاخلاق والادب النبوية. تنظر الامة بعين الرحمة لا بعين العدواة. "Mahkota itu adalah akhlak, dan etika kenabian. Kemudiam melihat setiap individu umat dengan kasih sayang bukan dengan pandangan permusuhan". Kemudian Maulana menjelaskan perangai Nabi yang ramah, selalu ceria, tidak pernah muram atau kecut. Setiap orang yang melihat wajah dan berjumpa beliau saw pasti terkesan. Wajah Nabi meninggalkan kesan mendalam pada setiap orang yang beliau jumpai. Katau beliau bagaimana tidak, Nabi saw أول من نظر وجه الله نظرا كاملا. "Beliau saw adalah manusia pertama yang melihat 'wajah' Allah dengan penglihatan sempurna". Kemudian beliau mengeksplorasi kisaj Mikraj Nabi saw. Murid Syekh Ghulam bertanya mengenai ajaran Wahdatul Wujud. Ajaran ini diajarkan beberapa kelompok di Aceh. Maulana menjawab: "Wahdatul wujud ini kelas tinggi, bukan lagi s3, kalau ada mungkin s7 atau diatasnya. Itu jika ada. Kemudian beliau menjawab lebih jelas dengan mengajukan pertanyaan. هل كلمة أنا قائم بنفسه؟ لا . اما كلمة انا غير الله وجوده بعد العدم والفناء ولكن من خلق كلمة أنا أبدي الوجود. "Apakah kata 'Aku' berdiri sendiri? Tentu tidak. Karena kata 'Aku' selain Allah, ada setelah tiada. Akan tetapi sang pencipta 'Aku' ada tidak bermula dan tidak berakhir". Beliau juga menjawab kelompok di Aceh yang menerjemahkan kata هو dalam ayat قل هو الله أحد, dengan Muhammad. Kata beliau bagaimana mungkin, bukannya Nabi menjadi Mukhatab istihdhar (komunikan) dari perintah قل, "katakan". Jadi tidak mungkin هو adalah Muhammad, هو sudah pasti adalah الله. Syekh Ghulam menanyakan mendengar cerita saya kalau Abah makan 1 kali sehari. Maulana menjawab: الاول النفس يسال هذا وهذا وهذا واجاب هذه السؤال مرة. والثاني سرعا لتنجانب الحرام والشبهة والثالث ياكل مرة واحدة لكمل الشكر. Ada tiga jawaban, pertama secara manusiawi. Nafsu selalu mendikte ingin makan ini, minum itu dan seterusnya. Saya menjawab permintaan nafsu itu dengan sekali makan. Tidak menuruti sampai 3 kali makan. Kedua, menurut syariat. Dengan makan satu kali, saya sudah berusaha menjauhi haram dan syubhat. (Karena jika yang dimakan syubhat Allah mengampuni karena makan satu kali bersifat darurat libhifdz nafs. Dalam kurung uraian saya). Ketiga, satu kali makan agar bisa bersyukur. Ucapan alhamdulillah setelah makan lebih bermakna. Mengucapkan alhamdulillah setelah sendawa makan tiga kali seperti bergurau kepada Allah. Lalu Syekh Ghulam bertanya. Bagaimana bisa bersabar menahan lapar, sedangkan kami makan sampai 3 kali sehari. Maulana menjawab: وكيف نصبر على الجوع؟ وربنا يعطينا الجنة .وهل شبع اكبر من الجنة. لذا نحب جدا بمولد النبي صلى الله عليه وسلم. ونحب الصلاة على النبي صلى الله عليه وسلم. من لم يشكر الناس لم يشكر الله. "Bagaimana bersabar atas lapar? Bukankah Allah memberi kita surga? Apakah kenyang lebih berharga dari surga? Ini sebagai rasa syukur. Oleh sebab itu saya sangat suka maulid Nabi dan membaca sholawat bukankah barang siapa yang tidak bisa bersyukur kepada manusia ia tidak bisa bersyukur kepada Allah". Kemudian Maulana juga mengingatkan cinta tanah air dan menjaga persatuan dan kesatuan. Kata Maualana, "Itu daerah yang menuntut merdeka-merdeka, itu kalau betul merdeka, lalu apa sudah punya tank dan kapal-kapal untuk pertahanan. Jadi sebenarnya dibelakang mereka itu siapa (beliau menyebut daerah dan negara). Syekh Ghulam mengucapkan terimakasih atas waktunya yang berharga. Dan tokoh besar seperti Anda berkenan melayani orang kecil seperti saya, كلامكم ثمين وجميل, perkataan Anda sungguh berharga dan indah, kata syekh Ghulam. Maulana menjawab: لا يوجد كبار الا من صغار. . "Tidak ada orang besar kecuali mulai dari kecil dahulu. Percakapan menggunakan bahasa Arab. Apa yang saya tulis merupakan terjemah dari redaksi asli. Demikian nasihat yang bisa saya rangkum. Semoga bermanfaat. Copas mohon sertakan nama agar tulisan tetap bertuan. Ahmad Tsauri Pekalongan, 16 Februari 2019.

Habib Luthfi Bin Yahya: Mahkota Paling Hebat Adalah Akhlak

kalamulama.com- NASIHAT DAKWAH DARI Habib Luthfi Bin Yahya: Mahkota Paling Hebat Adalah Akhlak. Setelah Maulana menemui Syekh Ghulam beliau menyuruh Ustadz Syamlawi dan saya...
kalamulama.com- RAHASIA ISTIQOMAH DALAM RIYADHOH Menyadari akan bentuk kegelisahan yang senantiasa menghujam bukanlah sesuatu hal baru dialami insan lemah. Hidup manusia tidak akan terlepas dari susah, senang, gelisah, galau, takut, hina, kecewa, sombong, dendam, iri dan lain sebagainya. Menyadari realitas hidup demikian, menjalani riyadah hakikatnya untuk mengais ketenangan jiwa. Mengeliminasi segala bentuk pemikiran negatif yang menyesatkan jalan hidup. Umat di era millenial memang rentan dengan gelisah dan penyakit hati lainnya. Kegiatan yang sangat padat telah menggiring pemikiran yang skeptis kendati otaknya cerdas. Pemanfaatan waktu telah menjajah mindset seseorang ke lembah impian yang tidak berkesudahan. Hasrat yang menggebu dalam menggapai segala impian materi tentang hidup yang wajib lebih baik dari sebelumnya. Sikap hubbud dunya manusia sekarang telah menjauhkan mereka kepada Sang Pencipta. Menghanguskan beragam akhlak mulia yang semestinya masih melekat di dinding hati. Mereka terus dikejar waktu. Mereka seakan ingin mengalahkan waktu, tapi justru dirinya yang ditenggelamkan waktu sampai begitu dalam. Hidup terburu2 dan instan. Kans untuk berlama2 dengan keluarga begitu sempit, apalagi dengan tetangga. Lebih2 kepada Tuhan yang menciptakan kita. Sementara kita setiap hari bergelimang dengan dosa. Dan kita tidak memanfaatkan waktu itu sebaik mungkin. Kita alpa akan rumus hidup yang indah, bahwa hidup harus seimbang: Ibadah, kerja, dan istirahat. Seperti pola makan, supaya tubuh sehat maka butuh keseimbangan agar tidak mudah diteror dengan penyakit. Arti Riyadhah Pengertian riyadah menurut bahasa adalah olahraga, latihan. Sedangkan menurut istilah, riyadah adalah latihan penyempurnaan diri secara terus menerus melalui zikir dan pendekatan diri kepada Sang Khalik. Dalam kajian tasawuf, riyadah diartikan sebagai olah jiwa, yakni dengan menjalankan ibadah dan menundukkan keinginan nafsu syahwat. Dalam Al-Quran surah Al-Maidah: 35, Allah berfirman: “Hai orang2 yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah pada jalan-Nya, supaya kamu mendapat keberuntungan.” Jadi riyadhah merupakan sebuah proses yang mau tidak mau harus manusia jalani sebagai balancing sistem dari perkara hidup. Problema hidup tidak akan sirna dalam diri seseorang. Siklus kehidupan manusia saban hari akan terus mengalir, senantiasa berubah setiap waktu berlalu. Manfaat Riyadhah Pola hidup yang tidak seimbang menatalkan beragam kegelisahan yang menyeruak dari dasar hati. Jika sindrom ini dibiarkan terus berlarut2, ujungnya akan berbuah frustrasi dan penyakit rohani. Hal ini adalah rumus sederhana dalam kehidupan di alam semesta. Semua orang tahu, bahwa menjalankan riyadah besar faedahnya. Tapi berapa banyak orang yang bisa mempraktekkan riyadah. Solusi terbaik dalam memberangus kegelisahan rohani adalah dengan jalan riyadah. Sebab dengan jalan riyadah orang tidak akan tenggelam pada kesedihan begitu dalam jika ia tertimpa musibah. Sebaliknya ia tidak akan terbahak2 kalau dirinya mengalami kebahagiaan. Yang ada hanya sujud syukur dalam setiap mendapatkan pemberian-Nya; baik senang maupun susah. Salah satu rahasia orang sukses adalah mempunyai sikap istiqomah. Karena orang yang mempunyai sikap istiqomah selalu konsisten dalam suatu tindakan atau perbuatan untuk mencapai tujuan atau hajat. Jadi bila ingin sukses dan berhasil dalam mencapai tujuan atau hajat harus istiqomah dalam tindakan dan perbuatan (Ikhtiar). Untuk bersikap istiqomah memang sangat tidak mudah seperti halnya membalikkan telapak tangan. Akan banyak sekali godaan yang akan mengganggu untuk bisa istiqomah. Bila sampai tergoda maka apa yang menjadi hajat atau tujuan tidak akan tercapai. Di dalam istiqomah pun juga harus seimbang antara ikhtiar lahir dan ikhtiar batin. Hal ini supaya diberi kemudahan dan kelancaran untuk mencapai suatu tujuan atau hajat. Karena bagaimana pun ada beberapa hal yang tidak bisa di jangkau oleh ikhtiar lahir, begitu pula sebaliknya ada beberapa hal yang tidak bisa di jangkau dengan ikhtiar batin. Dan sekali lagi keseimbangan hidup itu memang sangat penting. Di dalam Riyadhoh, sikap istiqomah juga sangat diperhatikan, bahkan sebagai tolak ukur untuk seberapa jauh pengamal berniat sungguh2 dan mempunyai kemauan untuk mencapai tujuan dan meraih hajat yang diinginkan. Istiqomah dalam Riyadhoh Ayat Kursi tidak hanya sebatas parameter kesungguhan dan kemauan dari si pengamal semata, tetapi juga sebagai charger atau mengisi energi batin. Energi batin seperti halnya energi yang lain yang juga bisa berkurang dan habis. Bila tubuh kekurangan energi akan menjadi lemah dan lemas. Maka harus makan dan minum untuk mengisi kembali energi tubuh. Baterai laptop atau baterai handphone (hp) bila tidak diisi ulang juga akan berkurang dan habis. Accu mobil dan sepeda motor kalau tidak di isi ulang juga akan habis. Demikian juga halnya dengan energi batin. Dan karena kekuasaan dan kebesaran Allah, energi tidak bisa diciptakan dan dimusnahkan, dan itulah hukum energi yang merupakan bagian dari hukum Allah. Selain itu, dengan istiqomah dalam riyadhoh sebenarnya ibarat sedia payung sebelum hujan. Jika pengamal selalu istiqomah dalam riyadhoh tidak akan lama hajatnya dikabulkan oleh Allah. Karena dengan istiqomah dalam riyadhoh energi batin akan selalu terisi. Sehingga pada saat ada hajat, energi batin dalam kondisi penuh sehingga mampu untuk mengirim dan menghantarkan doa pada ‘Arasy Allah, sehingga doa bisa segera dikabulkan oleh Allah. Hal ini berbeda dengan pengamal yang melakukan riyadhoh bila ada hajat saja. Dengan melakukan riyadhoh hanya pada saat ada hajat sama halnya seperti mengisi ulang accu atau baterai yang sudah habis, jadi perlu waktu untuk mengisinya hingga kembali penuh. Seorang pengamal pada saat melakukan terapi dzikir sebenarnya sedang men-charger atau mengisi energi batin dengan energi Ilahiyah. Sedangkan pada saat membaca terapi doa khusus mengeluarkan atau memancarkan energi agar doa terkirim atau terhantar sampai pada ‘Arasy Allah. Jadi di dalam terapi dzikir dan terapi doa khusus ada muatan energinya. Inilah yang disebut dengan Terapi Energi Ilahiyah. Hal ini yang tidak banyak dipahami oleh semua orang, bahwa doa yang dikabulkan sebenarnya bergantung pada kondisi energi batin seseorang. Jadi sangat bisa dipahami bila Rosul, Nabi dan Wali doanya bisa segera dikabulkan oleh Allah. Karena batinnya selalu terisi penuh oleh energi Ilahiyah. Jadi, fungsi istiqomah dalam riyadhoh adalah untuk mengisi ulang energi batin dengan energi ilahiyah guna mengirim atau menghantarkan doa pada ‘Arasy Allah. Selain istqomah dalam riyadhoh, tuma’ninah juga memegang peranan penting untuk pengisian energi batin. Dengan tuma’ninah dalam riyadhoh energi batin akan terisi tidak hanya penuh tetapi juga padat. Bila pengamal hanya ala kadarnya saja dalam riyadhoh, batin tetap terisi oleh energi tetapi tidak padat. Masih ada rongga dalam batin yang tidak terisi oleh energi. Sehingga doa pun lambat terkabulnya, kalau pun terkabulkan hanya separuhnya. Karena istiqomah dan tuma’ninah dalam Riyadhoh merupakan bagian dari ibadah dan perjalanan batin untuk menuju ke ‘Arasy Allah. Jadi bila ingin meraih kesuksesan dan terkabul hajatnya harus istiqomah dan tuma’ninah dalam riyadhoh

RAHASIA ISTIQOMAH DALAM RIYADHOH

kalamulama.com- RAHASIA ISTIQOMAH DALAM RIYADHOH Menyadari akan bentuk kegelisahan yang senantiasa menghujam bukanlah sesuatu hal baru dialami insan lemah. Hidup manusia tidak akan terlepas dari...
Mengikuti Hawa Nafsu Akan Membawa Kehancuran

Mengikuti Hawa Nafsu Akan Membawa Kehancuran

kalamulama.com- Mengikuti Hawa Nafsu Akan Membawa Kehancuran Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : ثَلَاثٌ مُهْلِكَاتٌ وَ ثَلَاثٌ مُنْجِيَاتٌ فَأَمَّا ثَلَاثٌ مُهْلِكَاتٌ: شُحٌّ مُطَاعٌ وَ هَوًى...
Tips Menjadi Orang Ikhlas Dari Sayyidil Habib Umar Bin Hafidz Kita diperintahkan untuk sholat dan berpuasa dan kita secara fisik mampu melakukannya. Namun, kita juga diperintahkan untuk memiliki ketulusan (Ikhlas). Yang secara batiniah sangat sulit,

Tips Menjadi Orang Ikhlas Dari Sayyidil Habib Umar Bin Hafidz

kalamulama.com- Tips Menjadi Orang Ikhlas Dari Sayyidil Habib Umar Bin Hafidz Kita diperintahkan untuk sholat dan berpuasa dan kita secara fisik mampu melakukannya. Namun, kita...
Kisah Pernikahan Guru Sekumpul Seorang pangeran di dunia ini dan selanjutnya. Cermin sayidina Mustafa Muhammad ﷺ. Indah secara internal dan eksternal. Dia terus-menerus melafalkan salawat utk Rasulullah ﷺ sampai ia menjadi sepenuhnya di bawah asuhan Nabiullah

Kisah Pernikahan Guru Sekumpul

kalamulama.com- Kisah Pernikahan Guru Sekumpul Seorang pangeran di dunia ini dan selanjutnya. Cermin sayidina Mustafa Muhammad ﷺ. Indah secara internal dan eksternal. Dia terus-menerus melafalkan...
Kisah Bung Karno Meminta Fatwa KH. Wahab Chasbulloh Setelah beberapa kali diadakan perundingan untuk menyelesaikan Irian Barat dan selalu gagal,

Kisah Bung Karno Meminta Fatwa KH. Wahab Chasbulloh 

kalamulama. com- Kisah Bung Karno Meminta Fatwa KH. Wahab Chasbulloh Setelah beberapa kali diadakan perundingan untuk menyelesaikan Irian Barat dan selalu gagal, Bung Karno mendatangi...
kalamulama.com- Apa Itu Khilafah? oleh Habib Ali Al-Jufri "Dan khilafah itu habis 30 tahun setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW. Tahun berapa? Tahun 40 hijriyah. Mulai dari tahun 40 Hijriyah sampai tahun 1440 Hijriyah tidak ada khilafah di kalangan kaum muslimin. Bani Umayyah itu bukan khilafah. Dinasti Abbasiyah juga bukan khilafah. Dan bahkan Turki Utsmani itu juga bukan khilafah. Akan tetapi, islam itu masih tetap kekal ada dan tersebar luas. . Kemudian masuk dan tersebarnya islam di Indonesia pada abad ke 9 Hijriyah atau abad ke 8 Hijriyah. Kemudian masuk 9 lelaki sejati ke negara ini. Dan sampai sekarang menjadikan negara ini sebagai pemeluk islam terbesar di dunia. Betul memang termasuk kenikmatan ketika semua umat bersatu untuk menjadi khilafah. Tapi itu tidak akan terjadi. Dan itu bukan fardhu dalam agama. Bukan fardhu secara agama. Karena bukan termasuk kewajiban agama bahwasanya semua umat manusia berada pada satu payung hukum. Sampai kita pada tahap mendapati ISIS mengaku dirinya mendirikan khilafah islamiyah. Mereka ini kriminal. Mereka ini adalah orang khawarij modern. Semua organisasi-organisasi yang mengajak kalian untuk mengembalikan khilafah islamiyah, kalian jangan menghabiskan waktu kalian mengurusi mereka. Kalian ini khalifah-Nya Allah di bumi-Nya. Dirikan khilafah islamiyah di dalam diri kalian sendiri. Dirikan di dalam akhlak kalian, moral kalian, interaksi kalian, di dalam masyarakat. Kalian ini santri, tapi da'i kepada Allah. Tinggalkan omong kosong dan demo ini semua. Fokus pada tugas kalian berdakwah. . Kalian ini khalifah-Nya Allah di bumi-Nya Allah. Jadi kalian harus menghidupkan dan memakmurkan negara kalian dengan spesialisasi yang kalian pelajari ini. . Tapi kalau kita dengar omongan-omongan : kita harus membela ini dan itu, agama dan lain sebagainya dengan mengucapkan teriakan takbir-takbir. Apa-apaan itu semua? Diingat ya. Diingat-ingat ini semua ya. Soalnya kita mau pergi habis ini." Habib Ali Al-Jufri  Sumber: Ulama Nusantara

Pandangan Habib Ali Jufry Tentang Hari Valentine

kalamulama. com- Habib Ali Jufry: Happy Valentine (Pandangan Habib Ali Jufry tentang Hari Valentine .  Hari ini akan banyak anda temui hadist : من تشبه...
kalamulama.com- UTAMAKAN BELAJAR AKHLAK SEBELUM BELAJAR ILMU YANG LAIN Allah memuji Rasulullah صلى الله عليه وسلم karena kemulyaan akhlaknya. Allah berfirman, وَإِنَّكَ لَعَلَىٰ خُلُقٍ عَظِیمࣲ. "Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung."[Surat Al-Qalam: 4] Akhlak merupakan konsekwensi iman yang harus dijaga dan disempurkan. Ada beberapa penyebab menjadi jeleknya akhlak Sebagaimana dinasehatkan رحمه الله: ومنشأ جميع الأخلاق السافلة وبناؤها على أربعة أركان : الجهل ، والظلم , والشهوة ، والغضب “Sumber seluruh akhlak yang rendah dan bangunannya berdiri diatas empat rukun, Kebodohan (terhadap ilmu agama) Kezhaliman Hawa Nafsu Kemarahan Dengan demikiann, wajib bagi setiap muslim untuk belajar akhlak sebelum ilmu yang lain. Para ulama telah menyampaikan pentingnya belajar adab sebelum mempelajari ilmu. Berkata Imam Ibnul Mubarak رحمه الله, "طلبت الأدب ثلاثين سنةً, وطلبت العلم عشرين سنةً,  وكانوا يطلبون الأدب قبل العلم" Aku belajar adab 30 tahun, dan mencari ilmu 20 tahun. Mereka (para Salaf) mempelajari adab sebelum mencari ilmu. Beliau berkata: "كاد الأدب أن يكون ثُلُثي الدِّين" Hampir-hampir adab itu menjadi dua pertiga agama ini. "نحن إلى قليل من الأدب أحوج منا إلى كثير من العلم" Kita lebih membutuhkan sedikit adab daripada banyaknya ilmu. Al-Khotib meriwayatkan dalam kitabnya Al-Jami' secara bersambung dari Imam Malik bin Anas, قال ابن سيرين: Berkata Imam Ibnu Sirin رحمه الله,  "كانوا يتعلمون الهَدْيَ كما يتعلمون العلم، قال: وبعث ابن سيرين رجلاً فنظر كيف هَدْيُ القاسم وحاله" Mereka dulu (Para Salaf) mempelajari cara berbicara sebagaimana mereka mempelajari ilmu. Beliau berkata: Ibnu Sirin mengutus seseorang lalu beliau melihat bagaimana bicaranya Al-Qosim dan keberadaannya. Al-Khotib meriwayatkan عن إبراهيم بن حبيب بن الشهيد، قال: قال لي أبي: "يا بنيَّ، ايتِ الفقهاءَ والعلماء،  وتعلم منهم، وخُذْ مِن أدبهم وأخلاقهم وهَدْيِهم؛ فإن ذاك أحبُّ إليَّ لك من كثير من الحديث" Dari Ibrohim bin Khabib bin Asy-Syahid berkata, Berkata bapakku, Wahai putraku, datangilah para fuqoha' (ahli fiqh) dan ulama' (ahli ilmu) Dan belajarlah dari mereka, ambillah adab, akhlak, dan cara bicara mereka. Karena yang demikian itu lebih aku sukai daripada banyaknya hadits .  mengisyaratkan pentingnya adab yang mulia, وهو التحلي بالأدب قبل التحلي بالعلم، فقال: "قال في الغُنية بعد أن ذكر جملةً من الآداب: ينبغي لكل مؤمن أن يعمل بهذه الآداب في أحواله؛ Yaitu berhias dengan adab sebelum berhias dengan ilmu Berkata di kitab Al-Ghunyah setelah menyebutkan beberapa adab, Sudah sepantasnya untuk setiap mukmin menjadikan adab dalam semua keberadaannya.  روي عن عمر - رضي الله عنه - قال: تأدبوا ثم تعلموا، Diriwayatkan dari Umar رضي الله عنه berkata, belajarlah adab lalu belajar ilmu وقال أبو عبدالله البلخيُّ: أدبُ العلم أكثرُ من العلم"، Berkata Abu Abdillah Al-Balkhy:  Belajarlah adab ilmu lebih banyak daripada ilmu (itu sendiri) وقال عبدالله بن المبارك: Berkata Abdulloh bin Al-Mubarak : إذا وُصِف لي رجلٌ له علم الأولين والآخِرين لا أتأسَّف على فَوْت لقائه، وإذا سمعت رجلاً له أدب القسِّ أتمنى لقاءَه وأتأسَّف على فَوته" Ketika disifatkan kepadaku seseorang yang memiliki ilmu orang terdahulu maupun sekarang aku tidak segera tertarik untuk berjumpa dengannya, Dan ketika aku mendengar ada seseorang yang memiliki adab berbicara, aku berangan-angan untuk menjumpainya dengan sangat kuat.  وقال علي بن أبي طالب - رضي الله عنه - في قوله تعالى: Berkata Ali bin Abi Thalub رضي الله عنه ketika menafsirkan  ayat, ﴿ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا ﴾ [التحريم: 6] Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka. ، قال: أدِّبوهم وعلِّموهم"[7]. Beliau berkata, Ajari mereka adab dan ajari mereka ilmu  Sudah sepantasnya bagi yayasan-yayasan pendidikan untuk memperhatikan sisi adab ini lebih besar lagi. Dan sudah sepantasnya bagi orang tua untuk mentarbiyyah anaknya dengan adab sebelum mentarbiyyah dengan pengetahuan yang lain, sehingga akan muncul sosok generasi yang menghargai tingginya ilmu dan mulyanya kedudukan ulama'. Wallahu a'lam.

UTAMAKAN BELAJAR AKHLAK SEBELUM BELAJAR ILMU YANG LAIN

kalamulama.com- UTAMAKAN BELAJAR AKHLAK SEBELUM BELAJAR ILMU YANG LAIN Allah memuji Rasulullah صلى الله عليه وسلم karena kemulyaan akhlaknya. Allah berfirman, وَإِنَّكَ لَعَلَىٰ خُلُقٍ عَظِیمࣲ. "Dan sesungguhnya...