Home Serba Serbi Islam

Serba Serbi Islam

kalamulama.com- Habib Luthfi: Rahasia Sholawat Kunci Satukan Frekuensi Kehidupan. Maulana Habib Muhammad Luthfi bin Yahya menjelaskan bacaan sholawat yang biasa kita ucapkan itu bukan sekedar bacaan biasa. Habib Luthfi menuturkan bunyi lafadz sholawat seakan mendoakan Kanjeng Nabi Muhammad SAW. “Secara harfiah memang demikian. Namun, dibalik itu semua, ada sebuah rahasia besar yang luar biasa sekali,” tutur Habib Luthfi, Pimpinan Kanzus Sholawat Pekalongan saat ceramah maulidur Rosul Majelis Angudi Barokahing Gusti, Kudus beberapa waktu lalu. Jika, lanjutnya menganggap bahwa sholawat itu semata-mata adalah mendoakan rahmat kepada Kanjeng Nabi, itu salah besar. “Kanjeng Nabi itu tidak butuh doa kita, amalan beliau sudah turah-turah (lebih-lebih). Kanjeng Nabi kok butuh doa kita. Lha emang kita ini siapa?,” tegasnya. Habib Luthfi pun sedikit menyingkap rahasi sholawat. Bila dikaji dengan secara mendalam, ternyata sholawat adalah kata kunci, semacam “password” untuk menyatukan seluruh frekuensi kehidupan di jagad raya ini. Jadi, bukan sekadar mendoakan rahmat kepada Kanjeng Nabi semata. "Kalimat Wa’ala ali Sayyidina Muhammad itu tidak sekedar tertuju kepada keluarga, Ahlul Bait atau Dzurriyah Kanjeng Nabi semata. Tetapi juga seluruh kaum Muslimin di muka bumi ini."  Oleh karena itu, Habib Luthfi menambahkan jika membaca sholawat jangan sampai hanya sebatas: Allahumma sholli ‘ala Sayyidina Muhammad. Secara harfiah itu boleh-boleh saja, tidak salah. Namun itu termasuk sholawat buntung . Lalu bagaimana yang lebih sempurna Bacalah: Allahumma sholli ‘ala Sayyidina Muhammad Wa’ala ali sayyidina Muhammad (Ya Allah semoga kiranya rahmat senantiasa tercurah kepada Kanjeng Nabi Muhammad dan juga atas keluarga Kanjeng Nabi Muhammad). "Minimal demikian. Jangan lupa sertakan selalu kalimat wa’ala ali sayyidina Muhammad,” jelas Pimpinan Rais ‘Aam Idarah Aliyah Jam’iyah Ahlith Thariqah Al-Mu’tabarah An-Nahdliyah (JATMAN) ini. Menurut Sayyidina Imam Syafi’i, kalimat Wa’ala ali Sayyidina Muhammad itu tidak sekedar tertuju kepada keluarga, ahlul bait atau dzurriyah Kanjeng Nabi semata. Tetapi juga seluruh kaum Muslimin di muka bumi ini. Jadi, Habib Luthfi mengingatkan ketika membaca sholawat secara lengkap akan menjadi kekuatan super dahsyat, dimana kaum Muslimin di seluruh jagad raya ini menyatukan diri dalam sebuah frekuensi. Menjadi bagian dari kekuatan doa yang maha dahsyat. Semua termaktub dalam satu kalimat. Sungguh luar biasa. “Karena itu, mulai sekarang selalu diingat-ingat, jika bersholawat jangan biasakan membaca sholawat yang buntung. Bacalah sholawat dengan mencangking (mencakup) seluruh keluarga besar kaum muslimin,” pungkasnya. ﺁﻟﻠّﻬُﻢَ ﺻَﻠّﯿﮱِ ﯛﺳَﻠّﻢْ ﻋَﻠﮱِ ﺳَﻴّﺪﻧَﺂ ﻣُﺤَﻤّﺪْ ﻭَ ﻋَﻠﮱ ﺁﻝِﺳَﻴّﺪﻧَﺂ ﻣُﺤَﻤَّﺪٍ Allahumma sholli wa salam ‘alaa Sayyidina Muhammad wa’alaa ali Sayyidina Muhammad. Dikutip dari catatan Shuniyya Ruhama (Pengajar PPTQ Al Istiqomah Weleri-Kendal) Sumber: ngopibareng.id

Habib Luthfi: Rahasia Sholawat Kunci Satukan Frekuensi Kehidupan

kalamulama.com- Habib Luthfi: Rahasia Sholawat Kunci Satukan Frekuensi Kehidupan. Maulana Habib Muhammad Luthfi bin Yahya menjelaskan bacaan sholawat yang biasa kita ucapkan itu bukan...

KH Sholeh Darat: Belajar Kitab Berbahasa Jawa Biar Berhasil

Kepedulian KH Sholeh Darat terhadap masyarakat awam dalam memahami agama Islam sangat besar sekali. Itulah yang membuat kenapa seluruh karya Mbah Sholeh yang terpublikasi,...

Kabar Menghebohkan

Kabar Menghebohkan ومن الاخبار العجيبة ما روى ان ابليس أتى الى موسى بن عمران عليه السلام وقال له اذا ناجيت ربك فاشفع لى عنده وسله هل لى...
kalamulama.com- ASAL MULA TAWASULAN KEPADA SYEKH ABDUL QADIR JAILANY. Garansi dari Syekh Abdul Qadir Al-Jailany, beliau mengatakan dalam Kitab Bahjatul Asrar

ASAL MULA TAWASULAN KEPADA SYEKH ABDUL QADIR JAILANY

kalamulama.com- ASAL MULA TAWASULAN KEPADA SYEKH ABDUL QADIR JAILANY. Garansi dari Syekh Abdul Qadir Al-Jailany, beliau mengatakan dalam Kitab Bahjatul Asrar: من استغاث بي في...
Nikmat

Nikmat yang Memberikan Ketenangan dan Rasa Aman

kalamulama.com - Nikmat yang Memberikan Ketenangan dan Rasa Aman Ya Allah, aku mohon kepada-Mu hidayah, jiwa taqwa, menjaga kehormatan diri, dan kekayaan. (HR. Muslim) Hidayah, takwa,...
Kalam Ulama - Isra Mi’raj Nabi Muhammad Dibukanya Pintu Langit. Baca kisah sebelumnya Kisah Isra Mi'raj #5 "Pujian dari Para Nabi" [irp posts="949" name="Kisah Isra Mi’raj #5 “Pujian dari Para Nabi”"]  Tidak pernah seorang makhluq terlihat tangga yang lebih indah darinya. Terdapat anak tangga dari perak dan dari emas, tangga itu berasal dari surga firdaus berhiaskan permata, sebelah kanan dan kirinya berdiri malaikat. Maka naiklah Nabi saw dan Jibril hingga sampai ke sebuah pintu dari pintu-pintu langit dunia yang di kenal dengan pintu Hafadhoh, dijaga oleh malaikat bernama Isma’il dan dia adalah penjaga langit dunia, bersemayam di udara, tidak pernah naik ke langit dan tidak pernah turun ke bumi kecuali di hari wafatnya Nabi Muhammad shalallahu alaihi wa salam. Dia memiliki bawahan 70.000 malaikat dan setiap satu dari bawahannya memiliki 70.000 tentara malaikat. Jibril meminta dibukakan pintu langit, maka di tanya, “Siapa ini?” Jibril menjawab, “Aku Jibril”. Jibril ditanya kembali, “Siapa yang bersamamu?”. Jibril menjawab, “Bersamaku Muhammad” lalu ditanya lagi, “Apakah telah datang panggilan Allah baginya (untuk perjalanan Isra dan Mi’raj) ?” Jibril menjawab, “Ya” Maka mereka disambut dengan ucapan, “Selamat datang baginya, semoga Allah memuliakannya, beliau adalah saudara dan kholifah, dan sungguh sebaik-baiknya saudara adalah beliau dan sebaik-baiknya kholifah, dan sungguh beliau adalah sebaik-baiknya tetamu yang telah datang.” Maka dibukakanlah bagi keduanya. Ketika keduanya masuk, mereka mendapati Nabi Adam as, beliau adalah bapak bagi seluruh umat manusia. Nabi Adam dengan bentuk sebagaimana keadaannya saat diciptakan Allah. Disodorkan kepadanya arwah para nabi dan keturunannya yang mu’min, maka berkata Nabi Adam, “arwah yang suci dan jiwa yang suci, jadikanlah mereka di Illiyyiin (tempat yang tinggi di surga).” Lalu disodorkan kepadanya arwah dari keturunannya yang kafir, maka Nabi Adam berkata, “arwah yang kotor dan jiwa yang kotor tempatkanlah di Sijjin (tempat paling bawah di jahanam).” Di samping kanan Nabi Adam terdapat arwah-arwah dan suatu pintu yang keluar darinya bau yang harum wanginya, dan di samping kiri nya terdapat arwah-arwah dan suatu pintu yang keluar darinya bau yang sangat busuk. Apabila dia menoleh kekanannya dia tersenyum gembira, dan jika menoleh ke samping kirinya dia sedih dan menangis. Nabi Muhammad saw memberi salam kepadanya dan Nabi Adam menjawab salamnya kemudian dia berkata, “Selamat datang untukmu wahai anak yang sholeh dan Nabi yang sholeh.” Nabi Muhammad saw bertanya kepada Jibril, “Siapa dia wahai Jibril?”, Jibril menjawab, “Dia adalah ayahmu Nabi Adam, dan arwah itu adalah anak keturunannya, yang berada di sebelah kanannya adalah calon penghuni surga, yang berada di kiri adalah calon penghuni neraka. Apabila dia menoleh ke kanannya dia tersenyum gembira, dan jika menoleh ke kirinya dia sedih dan menangis. Pintu yang di samping kanannya adalah pintu surga yang jika dia melihat keturunannya memasukinya maka dia tertawa gembira. Pintu di samping kirinya adalah pintu neraka, jika dia melihat keturunannya memasukinya maka dia sedih dan menangis.” Di perjalanan tersebut Nabi saw menyaksikan tempat makan yang dihidangkan potongan daging lezat yang tidak didekati oleh seorang pun. Ada juga tempat makan yang dihidangkan daging rusak dan busuk yang dikerubungi oleh manusia yang banyak. Nabi saw bertanya, “Siapa mereka wahai Jibril?” Jibril menjawab, “mereka adalah umatmu yang meninggalkan sesuatu yang halal kepada sesuatu yang haram.” Diriwayat yang lain, Nabi saw bertanya, “Siapa gerangan mereka itu wahai malakat jibril?” Jibril menjawab, “mereka itu adalah orang-orang yang melakukan perzinaan, mereka menghalalkan perkara yang telah Allah haramkan bagi mereka, sedangkan perkara yang Allah telah halalkan bagi mereka, mereka tinggalkan.” Di perjalanan Nabi saw menyaksikan sekelompok kaum yang perut mereka sangat besar bagaikan rumah, di dalam perut mereka ular-ular ganas mencabik lambung mereka yang terlihat dari luar perut mereka. Setiap kali salah seorang dari mereka mencoba bangkit berdiri, maka dia selalu tersungkur jatuh dan seraya berkata, “Ya allah jangan datangkan hari kiamat”. Mereka mengikuti jalannya fir’aun dan pengikutnya, dan mereka diinjak-injak oleh setiap yang melalui mereka. Mereka menjerit dan merintih kepada Allah. Maka Nabi Muhammad saw bertanya, “Wahai Jibril siapa mereka itu?” Jibril menjawab, “mereka itu sebagian dari umatmu yang melakukan praktek riba dan memakan harta riba, mereka tidak berdiri melaikan bagaikan orang yang kesurupan setan.” Di perjalanan Nabi saw menyaksikan sekelompok kaum yang bibir mereka seperti bibir onta, dan dibukalah mulut mereka, lalu ditelankan kedalamnya batu yang amat besar. Di dalam riwayat lain disebutkan, ditelankan ke dalam mulut mereka batu yang besar dari neraka jahanam, membakar dan merobek-robek bagian dalam tubuh mereka hingga tembus dari bagian bawah tubuh mereka. Mereka menjerit dan merintih kepada Allah. Nabi saw bertanya, “Wahai Jibril siapakah mereka itu?” Jibril menjawab, “mereka itu adalah orang-orang yang memakan harta anak yatim dengan cara yang dzolim dan sesungguhnya harta anak yatim yang mereka makan di dalam perut mereka itu adalah api jahannam, dan sungguh mereka akan di membusuk di dalam neraka.” Di perjalanan Nabi saw menyaksikan sekelompok wanita yang sedang digantung dengan diikat payudara mereka, dan sekelompok wanita yang lain sedang digantung terbalik dengan kaki di atas.Nabi saw pun bertanya, “Wahai Jibril siapakah gerangan mereka itu?”Jibril menjawab, “mereka adalah wanita-wanita yang melakukan perzinaan, dan membunuh anak mereka.” Di perjalanan Nabi saw menyaksikan sekelompok kaum yang sedang dipotong-potong daging dari bagian tubuh mereka dan kemudian mereka dijejalkan daging mereka tersebut untuk dimakannya, sambil diserukan kepada mereka, “makanlah dagingmu sebagaimana kamu memakan daging saudaramu.” Maka Nabi saw bertanya, “Siapakah mereka itu wahai jibril?” Jibril menjawab, “mereka itu adalah sekelompok umatmu yang suka mencela, menfitnah, dan mengolok-olok kejelekan orang lain dengan kedipan mata mereka dan ucapan mereka.” Di perjalanan Nabi saw menyaksikan sekelompok orang pemakan harta riba, pemakan harta anak yatim dengan cara dzolim, dan para pezina, serta pelaku kemaksiatan lainnya dalam keadaan yang sangat buruk bahkan lebih buruk dari apa yang telah disaksikan dalam perjalanan tersebut. Kemudian Nabi Muhammad saw melanjutkan perjalanannya hingga naik ke langit ke dua. Jibril meminta dibukakan pintu langit, maka di tanya, “Siapa ini?” Jibril menjawab, “Aku Jibril”. Jibril ditanya kembali, “Siapa yang bersamamu?”. Jibril menjawab, “Bersamaku Muhammad” lalu ditanya lagi, “Apakah telah datang panggilan Allah baginya (untuk perjalanan Isra dan Mi’raj)?” Jibril menjawab, “Ya” Maka mereka disambut dengan ucapan, “Selamat datang baginya, semoga Allah memuliakannya, beliau adalah saudara dan kholifah, dan sungguh sebaik-baiknya saudara adalah beliau dan sebaik-baiknya kholifah, dan sungguh beliau adalah sebaik-baiknya tetamu yang telah datang.” Maka dibukakanlah bagi keduanya. Setelah mereka masuk ke langit kedua, Nabi saw bertemu dengan dua saudara sepupu, yaitu Nabi Isa bin Maryam as dan Nabi Yahya bin Zakariya as. Pakaian dan rambut keduanya sangat mirip dan bersama mereka sekelompok dari kaum mereka. Nabi Isa as bertubuh sedang, tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu pendek, rambut yang lurus dan kulit yang mendekati putih kemerahan seperti seorang yang baru keluar dari mandi uap. Rasulullah mengatakan bahwa Nabi Isa itu mirip dengan sahabat ‘Urwah bin Mas’ud Ats Tsaqofi. Nabi Muhammad saw memberi salam kepada keduanya dan Nabi Isa dan Nabi Yahya menjawab salamnya serta menyambutnya dengan mengatakan: “Selamat datang wahai saudara yang soleh serta Nabi yang soleh”, lalu mereka mendoakan Rasulullah saw dengan kebaikan. Kemudian Nabi Muhammad saw melanjutkan perjalanannya hingga naik ke langit ke tiga. Jibril meminta dibukakan pintu langit, maka di tanya, “Siapa ini?” Jibril menjawab, “Aku Jibril”. Jibril ditanya kembali, “Siapa yang bersamamu?”. Jibril menjawab, “Bersamaku Muhammad” lalu ditanya lagi, “Apakah telah datang panggilan Allah baginya (untuk perjalanan Isra dan Mi’raj) ?” Jibril menjawab, “Ya” Maka mereka disambut dengan ucapan, “Selamat datang baginya, semoga Allah memuliakannya, beliau adalah saudara dan kholifah, dan sungguh sebaik-baiknya saudara adalah beliau dan sebaik-baiknya kholifah, dan sungguh beliau adalah sebaik-baiknya tetamu yang telah datang.” Maka dibukakanlah bagi keduanya. Setelah mereka masuk ke langit ketiga, Nabi saw bertemu dengan Nabi Yusuf as dan bersamanya sekelompok dari kaumnya. Nabi Muhammad saw memberi salam kepadanya dan Nabi Yusuf menjawab salamnya serta menyambutnya dengan mengatakan, “Selamat datang wahai saudara yang soleh serta Nabi yang soleh”, lalu Nabi Yusuf mendoakan Rasulullah saw dengan kebaikan. Sesungguhnya Nabi Yusuf telah dianugerahkan Allah setengah dari ketampanan. Dalam suatu riwayat disebutkan bahwa Nabi Yusuf adalah manusia yang paling indah yang pernah diciptakan Allah, dan Allah menjadikan ketampanan dan keindahannya di atas seluruh manusia, bagaikan rembulan di malam purnama antara bintang-bintang. Maka Nabi saw bertanya, “Siapa dia wahai Jibril?” Jibril menjawab, “Dia adalah saudaramu Nabi Yusuf as.” Kemudian Nabi Muhammad saw melanjutkan perjalanannya hingga naik ke langit ke empat. Jibril meminta dibukakan pintu langit, maka di tanya, “Siapa ini?” Jibril menjawab, “Aku Jibril”. Jibril ditanya kembali, “Siapa yang bersamamu?”. Jibril menjawab, “Bersamaku Muhammad” lalu ditanya lagi, “Apakah telah datang panggilan Allah baginya (untuk perjalanan Isra dan Mi’raj)?” Jibril menjawab, “Ya” Maka mereka disambut dengan ucapan, “Selamat datang baginya, semoga Allah memuliakannya, beliau adalah saudara dan kholifah, dan sungguh sebaik-baiknya saudara adalah beliau dan sebaik-baiknya kholifah, dan sungguh beliau adalah sebaik-baiknya tetamu yang telah datang.” Maka dibukakanlah bagi keduanya. Setelah mereka masuk ke langit keempat, Nabi saw bertemu dengan Nabi Idris ‘alaihissalam. Sesungguhnya Allah telah mengangkatnya kepada derajat yang tinggi. Nabi Muhammad saw memberi salam kepadanya dan Nabi Idris menjawab salamnya serta menyambutnya, “Selamat datang wahai saudara yang soleh serta Nabi yang soleh”, lalu Nabi Idris mendoakan Rasulullah saw dengan kebaikan. Kemudian Nabi Muhammad saw melanjutkan perjalanannya hingga naik ke langit ke lima. Jibril meminta dibukakan pintu langit, maka di tanya, “Siapa ini?” Jibril menjawab, “Aku Jibril”. Jibril ditanya kembali, “Siapa yang bersamamu?”. Jibril menjawab, “Bersamaku Muhammad” lalu ditanya lagi, “Apakah telah datang panggilan Allah baginya (untuk perjalanan Isra dan Mi’raj) ?” Jibril menjawab, “Ya” Maka mereka disambut dengan ucapan, “Selamat datang baginya, semoga Allah memuliakannya, beliau adalah saudara dan kholifah, dan sungguh sebaik-baiknya saudara adalah beliau dan sebaik-baiknya kholifah, dan sungguh beliau adalah sebaik-baiknya tetamu yang telah datang.” Maka dibukakanlah bagi keduanya. ***bersambung*** Diambil dari materi yang disampaikan oleh Al Habib Ahmad bin Novel bin Salim bin Jindan dalam acara Daurah Isra’ Mi’raj yang diadakan pada hari Sabtu, 9 April 2016 di Komplek Makam Habib Abdurahman Al Habsyi, Cikini, Jakarta Pusat. Klik Disini : Kumpulan Kisah Isra Mi’roj [irp posts="930" name="Kisah Isra Mi’raj #7 “Dibukanya Pintu Langit (Lanjutan)”"]

Kisah Isra Mi’raj #6 Dibukanya Pintu Langit

Kalam Ulama - Isra Mi’raj Nabi Muhammad Dibukanya Pintu Langit. Baca kisah sebelumnya Kisah Isra Mi'raj #5 "Pujian dari Para Nabi" Tidak pernah seorang makhluq terlihat tangga yang lebih...

Sayangilah Penduduk Bumi, Niscaya Allah Menyayangimu

Dalam Hadits Musalsal di mana hamba pernah mengambil sanad kepada KH. Ahmad Barizi MF, yang pertama kali dibaca adalah "al-Musalsal bil Awwaliyah" bunyinya begini: الرَّاحِمُونَ...

Damaskus punya cerita 89 (Para Penggila Nabi Muhammad SAW, dan Larangan Menghalangi Sang Pecinta)

OLEH: FAUZAN INZAGHI* Yang paling keren Sayidina Abdullah Bin Amr Bin Ash, ketika ayahnya berperang dg Sayidina Ali, ijtihadnya mengatakan bahwa dia harus bergabung dengan Ali,...

FAIDAH DI HARI PERTAMA MUHARRAM

Oleh : Ustadz adhli Alqarni Berikut kami nukilkan beberapa faidah dari kitab Kanz al-Najah wa al-Surur fi Ad'iyyah al-Ma'tsurah allati Tasyraha al-Shudur karya Syaikh Abdul...
Kalam Ulama - SAYA MIMPI BERTEMU RASUL BUKAN KARENA IBADAH SAYA YANG RAJIN - Wanita cantik ini kerap dipanggil Umi Wahida istri dari Allah yarhamuh al-Habib Saggaf bin Mahdi Bin Syekh bin Abu Bakar bin Salim Parung Bogor umurnya sudah lebih dari 50 tahun, beliau bermimpi bertemu Rasulullah SAW pada umur 21 tahun, beliau berkata: "Saya bermimpi bertemu Rasul bukan karena ibadah saya yg rajin, bukan karena sholat tahajjud tiap malam, bukan karena sering puasa melainkan karena patuh & taat pada suami saya..." Waktu itu beliau merasa di Indonesia hanya seperti pembantu, menemani dakwah sang habib ke daerah sekitar bogor kalo di rumah hanya mengerjakan pekerjaan rumah saja, ya nyuci baju, masak, nyuci piring DLL.. Suatu hari beliau sempet mengeluh & hendak kabur balik ke Singapore negara beliau berasal, sehabis nyuci beliau masuk kamar dan menyusui anak ke 3 nya habib Muhammad kecil namun beliau ketiduran, dalam tidurnya beliau bermimpi melihat Rasulullah SAW yg membelah roti maryam & memberikan kepada Umi Wahida yg tertegun tanpa bicara melihat Rasulullah, kemudian Rasulullah memakan roti tersebut setelah selesai makan Rasulullah menaikkan jubahnya mengusapkan tangannya, seketika Umi teringat kepada suaminya yg setiap habis makan beliau juga menyingsingkan jubahnya & melakukan hal yg sama seperti Rasulullah, dimana setiap habib melakukan seperti itu beliau selalu suuzzhon kepada habib mengatakan "jorok" lalu Rasulullah pergi seketika Umi bangun & Habib masuk kamar menanyakan, "ada apa.?" . Umi menjawab saya baru bermimpi bertemu Rasulullah & sang habib pun membenarkan bahwasanya itu memang Rasulullah SAW.. Rahasia kecantikan beliau katanya saya itu malah sering ke sawah & jarang ke salon.. . Pesan beliau kepada istri-istri jaman sekarang patuhlah kepada suamimu, carilah ridhoNya jangan buat suamimu marah, ijinlah kepada suamimu ketika hendak keluar rumah, berdandanlah untuk suamimu jgn berdandan untuk orang lain kebanyakan jaman sekarang justru terbalik.. Beliau adalah Seorang yang berpindah kewarganegaraan dari Singapura yang serba makmur ke pelosok Parung, Bogor. Demi mengelola Pesantren dan menggratiskan pendidikan serta biaya hidup 15.000 santri, setiap hari ia mesti berpikir keras untuk menyediakan 7 ton beras serta kebutuhan lainnya. Cita-citanya mulia, ingin menjadikan Yayasan Al Ashriyyah Nurul Iman Islamic Boarding School yang dikelolanya itu sebagai moda pendidikan Gratis dan berkualitas. Agar menjadi contoh bagi siapapun termasuk pemerintah kita. Ini terbukti dengan beragam prestasi Internasional yang berhasil diraih santri-santrinya. Kehebatannya kian nampak manakala ditinggal wafat sang suami, al-Habib Saggaf bin Mahdi bin Syekh Abu Bakar bin Salim 2 tahun silam. Ia menjadi wanita mandiri yang tak hanya berhasil menghidupi dan mendidik 7 anaknya, namun juga 15 ribu santrinya hingga kini. Sangat Menginspirasi, moga kita pun seperti sabda Rasulullah mampu memberi manfaat bagi sebanyak mungkin manusia dengan kondisi dan kemampuan kita masing-masing. Semoga bermanfa'at.SubhannAllah. Allahhumma shalli alla sayyidina Muhammad. Sumber : Guz Zimam Pekalongan.

SAYA MIMPI BERTEMU RASUL BUKAN KARENA IBADAH SAYA YANG RAJIN

Kalam Ulama - SAYA MIMPI BERTEMU RASUL BUKAN KARENA IBADAH SAYA YANG RAJIN - Wanita cantik ini kerap dipanggil Umi Wahida istri dari Allah...