Home Serba Serbi Islam

Serba Serbi Islam

Serba Serbi Islam (Kalam Ulama). Tamu Pembawa Rejeki ذهبت إمرأة تشتكي عند رسول الله صلى الله عليه وآله وسلم من زوجها .. Ada seorang perempuan mengeluh kepada Rosulullah SAW karena perilaku suaminya كان زوجها يدعوا الناس في بيتها ويكرمهم وكثرة الضيوف سبب لها المشقة والتعب Suaminya selalu mengundang orang-orang datang ke rumahnya dan menjamunya sehingga tamu+tamu tsb menyebabkan sang istri menjadi repot dan merasa kecapekan. فخرجت من عند رسول الله ولم تجد الجواب منه Lalu wanita tersebut keluar meninggalkan Rasul dan tidak mendapatkan jawaban apa pun dari Rasul وبعد فترة ذهب رسول الله إلى زوجها وقال له إني ضيف في بيتك اليوم Setelah beberapa waktu... Rasul SAW pergi ke rumah suami-istri tsb, Rosul bersabda kepada sang suami, " Sesungguhnya aku adalah tamu di rumahmu hari ini." (Baca juga: Sumber Kehancuran Bangsa dan Kunci Perdamainnya) سعد الزوج بالخبر وذهب إلى زوجته وأخبرها إن ضيفا عندنا اليوم وهو رسول الله Betapa bahagianya sang suami demi mendengar ucapan Rasul tersebut, maka dia segera menghampiri istrinya untuk mengabarkan bahwa tamu hari ini adalah Rasul Saw سعدت الزوجة بالخبر وطبخت كل ما لذ وطاب وهي راضية ومن طيب خاطرها Si istri pun merasa bahagia karena kabar tersebut, dia pun segera memasak makanan yang lezat dan nikmat. Dia lakukan hal tersebut dengan penuh rasa bahagia di dalam hatinya وعندما ذهب رسول الله إليهم ونال كرمهم وطيبة ورضى الزوجة Ketika Rosul akan pergi dari rumahnya setelah beliau mendapatkan kemuliaan dan merasa bahagia dengan keridhoan pasangan itu قال للزوج عندما أخرج من بيتك دع زوجتك تنظر إلى الباب الذي أخرج منه Rosul bersabda kepada suaminya, " Ketika aku akan keluar nanti dari rumahmu, panggil istrimu dan perintahkan dia untuk melihat ke pintu tempat aku keluar." فنظرت الزوجة إلى رسول الله وهو يخرج من بيتها والدواب والعقارب وكل ضرر يخرج وراء رسول الله Maka sang istri melihat Rosul keluar dari rumahnya diikuti oleh binatang-binatang melata, seperti kalajengking dan berbagai binatang yang berbahaya lainnya di belakang Rosul Saw فصعقت الزوجة من شدة الموقف وتعجبت مما رآت Terkejutlah sang istri dengan apa yang dilihat di depannya. فقال لها رسول الله هكذا دائما عندما يخرج الضيوف من بيتكِ يخرج كل البلاء والضرر والدواب من منزلكِ Maka Rasul Saw bersabda, " Seperti itulah yg terjadi. Setiap kali tamu keluar dari rumahmu, maka keluar pula segala bala, bahaya dan segala binatang yang membahayakan dari rumahmu." فهنا الحكمة من إكرام الضيف وعدم الضجر "Maka inilah hikmah memuliakan tamu dan tidak berkeluh kesah karena kedatangannya." البيت الذي يكثر فيه الضيوف .. بيت يحبه الله. . . Rumah yang banyak dikunjungi tamu adalah rumah yang dicintai ALLAH. ما أجمل البيت المفتوح للصغير والكبير Begitu indahnya rumah yang selalu terbuka untuk anak kecil atau dewasa بيت تتنزل فيه رحمات وبركات السماء .. Rumah yang di dalamnya turun rahmat dan berbagai keberkahan dari langit. قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: " إذا أراد الله بقوم خيراً أهدى لهم هدية. Rasul Saw bersabda, " Jika ALLAH menginginkan kebaikan terhadap satu kaum, maka ALLAH akan memberikan hadiah kepada mereka قالوا: وما تلك الهدية؟ Para sahabat bertanya, " Hadiah apakah itu, ya Rasul ?" قال: الضيف ينزل برزقه، ويرتحل بذنوب أهل البيت ". Rosul bersabda, "Tamu akan menyebabkan turunnya rezeki untuk pemilik rumah dan menghapus dosa-dosa penghuni rumah." وقال صلى الله عليه وسلم: كل بيت لا يدخل فيه الضيف لا تدخله الملائكة ". Rasul Saw bersabda, "Rumah yang tidak dimasuki tamu(tidak ada tamu), maka malaikat rahmat tidak akan masuk ke dalamnya," وقال صلى الله عليه وسلم: " الضيف دليل الجنة ". Rasul Saw bersabda, "Tamu adalah penunjuk jalan menuju surga." وقال رسول الله صلى الله عليه وسلم من كان يؤمن بالله واليوم الآخر فليكرم ضيفه Rosul SAW bersabda, "Barangsiapa beriman kepada ALLAH dan hari akhir maka hendaklah dia memuliakan tamunya," Semoga bermanfaat...

Tamu Pembawa Rejeki

Serba Serbi Islam (Kalam Ulama). Tamu Pembawa Rejeki ذهبت إمرأة تشتكي عند رسول الله صلى الله عليه وآله وسلم من زوجها .. Ada seorang perempuan mengeluh kepada Rosulullah...
Kalam Ulama - Manaqib Syadziliyah Khas Nusantara - Kitab Tanwirul Ma'ali Fi Manaqib Asy-Syaikh 'Ali Abil Hasan Asy-Syadzili karya Syaikhul Masyaikh Al-'Alimul 'Allamah Al-'Arif Billah KH. Dalhar bin Abdurrahman Asy-Syadzili Al-Watuza'uli Al-Makki Maula Magelang. Kekhususan kitab ini: 1. Salah satu (dan mungkin satu-satunya) kitab manaqib Imam Abul Hasan Asy-Syadzili yang ditulis dalam bentuk narasi seperti narasi kitab maulid, lengkap dengan pasal-pasal yang dipisahkan oleh lafadz yang dibaca koor. 2. Ditulis oleh ulama asli Nusantara. Bagi para pemburu sanad, anda dapat membaca dan mengambil sanad kitab yang penuh berkah ini dari cucu penulis, Gus Ali, yang mengambil sanad dari ayahnya Al-'Arif Billah KH. Achmad Abdul Haqq bin Dalhar Asy-Syadzili Al-Watuza'uli (Mbah Mad) yang mengambil langsung dari dari penulis. Kitab ini juga dapat diambil sanadnya dari Abuya Muhtadi Banten dari Abuya Dimyathi Maula Cidahu dari penulis. Wallahu subhanahu wa ta'ala a'lam. Wonosobo, 10 Juli 2018 Adhli Al-Qarni

Inilah Manaqib Syadziliyyah Khas Nusantara

Kalam Ulama - Manaqib Syadziliyah Khas Nusantara - Kitab Tanwirul Ma'ali Fi Manaqib Asy-Syaikh 'Ali Abil Hasan Asy-Syadzili karya Syaikhul Masyaikh Al-'Alimul 'Allamah Al-'Arif...

Kecintaan Teman Akan Tampak Pada Waktu Kesempitan

Oleh : KH. Salim Azhar* مَوَدَّةُ الصَّدِيْقِ تَظْهَرُ وَقْتَ الضِّيْقِ Kecintaan teman akan tampak pada waktu kesempitan. Ada teman yang selalu menyertai kita pada saat...
Rizki

Ijazah Doa Untuk Menarik Rizki Dari Habib Luthfi

kalamulama.com- Ijazah Doa Untuk Menarik Rizki Dari Habib Luthfi. Bacalah ayat di bawah ini setiap selesai sholat sunat fajar dan setiap selesai sholat subuh...
Kisah Habib Jakfar Alkaff Kudus Kajian Islam (Kalam Ulama). Habib Jakfar Alkaff Kudus, terkenal memiliki kebiasaan jadzab (berbuat aneh). Meskipun jadzab, ternyata beliau sering juga mernahake (bahasa Salik nya adalah mentarbiyyah/membimbing) para muhibbin ( pecinta) beliau. Salah seorang muhibbinnya dipanggil beliau dan dikasih uang. '' Ji ... ini duit buat kamu. Buat beli For tuner, ya? '' Kata Habib Ja'far. '' Njih, bib '' Kata Pak Kaji sambil menghitung jumlah uang pemberian Habib. Totalnya cuma 400 ribu rupiah. Melihat uang pemberiannya dihitung, Habib Jakfar berkata ' jangan dihitung, Ji. Harus ikhlaaas, '' Ini pelajaran pertama dari habib ja'far, bahwa pemberian Allah baik berupa uang ataupun harta yang lain tidak boleh dilihat materi / barangnya. Juga berapa jumlahnya. Tetapi lihatlah siapa gerangan Dzat yang memberinya. Yakni Allah Ta'ala . Saputangan harganya murah. Tetapi saputangan pemberian kekasih, tidak ternilai harganya. Beberapa waktu kemudian, Habib Jakfar mengajak dia ke tepi laut. Beliau berkata, '' Jii ....ini duit dalam tas semua, ayoh dibuang ke lauuut. Diniati shadaqah Sir/rahasia, yaa? Diniati shadaqah Sir yaa? '' Bersama salah satu khadim/pembantu, pak Kaji tersebut membuang lembaran - lembaran uang kelaut. Dia perkirakan tidak kurang dari 20 juta rupiah uang yang dibuang. Muhibbin itu berpikir keras apa makna perbuatan ini, serta apa konteknya dengan dirinya? Ini pelajaran kedua untuk dirinya, bahwa bagi seorang Arif billah, antara uang dan tanah liat nilainya tidak ada bedanya . Yang membuat berbeda adalah kecintaan hati kepada salah satu dari keduanya. Jika tidak ada cinta, ( karena yang dicinta hanyalah Allah) emas, uang atau yang lain tidak lagi berharga sehingga tidak layak diuber-uber apalagi dicinta. Perbuatan membuang uang kelaut, pernah menjadi sasaran kritik Ibnul Qayyim kepada kaum Sufiyyah yang melakukannya. Karena perbuaan tersebut secara fikih dhahir hukumnya haram disebabkan tadzyi'ul maal / mensia-siakan harta. Namun Ba'dhul Arifien Quddisa Sirruh, menjawabnya banyak . Diantaranya : ''Kaum Sufiyyah membuang Harta ke laut, saat mereka mulai merasa hatinya tertambat dengan Harta tersebut. Dan bagi seorang Sufi haram hukumnya mencintai harta dunia, dan bahayanya cinta dunia itu lebih dahsyat dari dosanya mensia-siakan Harta. Jika ditanya, mengapa tidak disedekahkan saja? Dijawab bahwa, terhadap sosok Sufi seperti diri mereka sendiri saja, mereka tidak mempercayai untuk menyerahkan 'dunia', apalagi terhadap orang lain? Tuhmah ( kekhawatiran) tersebut membuat mereka terpaksa membuangnya ke laut. '' Apa yang dilakukan Habib Ja'far juga selaras dengan hal diatas, dimana beliau ingin mengajari Muhibbinnya, supaya tidak cinta dunia. Dan beliau peraktekkan sendiri didepan matanya, membuang uang berjuta-juta ketengah laut, seperti berkata : '' Ji, jangan kedunyan (cinta dunia). Duit itu bagi seorang yang ' mengerti ' , tidak ada nilainya '' Kemudian saat akan pulang, Habib memanggilnya kembali : '' Ji, kamu punya tanaman dalam pot di pojok Rumah? '' Pak Kaji menjawab :" Bener, Bib '' ''Sampai rumah, Cabuten ae, '' kata beliau. Pak Kaji langsung tercenung. Bukan heran, Habib Ja'far bisa tahu dia punya tanaman itu, karena hal-hal kasyaf model begitu sudah biasa dia jumpai dalam diri Habib Jakfar. Tetapi dia tercenung karena dia baru sadar , ini pelajaran penting untuk dirinya dari Habib, karena beberapa waktu belakangan ini dia sangat suka merawat tanaman tersebut. '' Harganya mahal. Saya membelinya 7 juta rupiah '' Kata Pak Kaji. Tampaknya, dia diajari oleh Habib ja'far: '' Ji, ji ..... Bebaskan hatimu dari ta'alluq condong dengan tanaman berharga jutaan. Bersihkan hatimu dari suka mobil Fortuner. Bersihkan hatimu dari kicauan Lovebird. Bersihkan hatimu dari akik Bacanmu . Bersihkan hatimu dari wajah Ayu istrimu dan gemesinnya anak-anakmu ...bersihkan ...bersihkan ...bersihkan .... '' [artikel number=5 tag=”serba-serbi-islam” ]

Kisah Habib Jakfar Alkaff Kudus : Menyuruh Beli Mobil Fortuner dengan Uang 400 Ribu

Kisah Habib Jakfar Alkaff Kudus Kajian Islam (Kalam Ulama). Habib Jakfar Alkaff Kudus, terkenal memiliki kebiasaan jadzab (berbuat aneh). Meskipun jadzab, ternyata beliau sering juga mernahake (bahasa...
Serba Serbi Islam (Kalam Ulama). Sayidah Aminah berkata, “Ketika aku mengandung “Kekasihku” Muhammad Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam, di awal masa kehamilanku, yaitu bulan Rajab. Suatu malam, ketika aku dalam kenikmatan tidur, tiba tiba masuk seorang laki-laki yang sangat elok parasnya, wangi aromanya, dan tampak sekali pancaran cahayanya. (Baca Juga Kajian Islam : Karena Sholawat, Sang Pemakan Riba Selamat) Dia berkata, “Marhaban bika Ya Muhammad (Selamat datang untukmu Wahai Muhammad)”. Aku bertanya, “Siapa engkau?” Ia menjawab “Aku Adam, ayah sekalian manusia” “Apa yang engkau inginkan?” “Aku ingin membawa kabar gembira. Bahagialah engkau wahai Aminah, engkau sedang mengandung “Sayidil Basyar” (Pemimpin Manusia)” Pada bulan kedua datang seorang laki-laki, seraya berkata, “Assalamu’alaika Ya Rasulallah (Salam untukmu wahai utusan Allah)”. Aku bertanya, “Siapa engkau?” Ia menjawab, “Aku Tsits” “Apa yang engkau inginkan” “Aku ingin menggembirakanmu, bergembiralah wahai Aminah, engkau sedang mengandung “Shohibut Ta’wil wal Hadits” (Pemilik Ta’wil dan Hadits)” Pada bulan ketiga datang seorang laki-laki yang berkata, “Assalamu’alaika ya Nabiyallah (Salam untukmu wahai Nabi Allah)”. Aku bertanya, “Siapa engkau?” Ia menjawab, “Aku Idris” “Apa yang engkau inginkan” “Gembiralah engkau Ya Aminah, engkau sedang mengandung “Nabiyir Ro-iis” (Nabi Pemimpin)”. Pada bulan keempat datang seorang laki-laki yang berkata, “Assalamu’alaika ya Habiballah (Salam untukmu wahai Kekasih Allah)”. Aku bertanya, “Siapa engkau?” Ia menjawab, “Aku Nuh” “Apa yang engkau inginkan” “Bahagialah wahai Aminah, engkau sedang mengandung “Shohibun Nashri wal Futuh” (Pemilik Pertolongan dan Kemenangan)”. Pada bulan kelima datang seorang laki-laki yang berkata, “Assalamu’alaika ya shafwatallah (Salam untukmu wahai Sahabat Karib Allah)”. Aku bertanya, “Siapa engkau?” Ia menjawab, “Aku Hud” “Apa yang engkau inginkan” “Bergembiralah wahai ibu Aminah, engkau sedang mengandung “Shohibusy Syafa’ah fil yawmil Masyhud” (Pemilik Syafaat di Hari persaksian/ Hari kiamat)”. Pada bulan keenam datang seorang laki-laki yang berkata, “Assalamu’alaika ya Rohmatallah (Salam untukmu wahai kasih sayang Allah)”. Aku bertanya, “Siapa engkau?” Ia menjawab, “Aku Ibrohim AlKholil” “Apa yang engkau inginkan” “Bahagialah engkau Ya Aminah, engkau sedang mengandung “Nabiyil Jalil” (Nabi yang Agung)”. Pada bulan ketujuh datang seorang laki-laki yang berkata, “Assalamu’alaika ya manikhtaarohullah” (Salam untukmu wahai orang yang telah dipilih Allah)”. Aku bertanya, “Siapa engkau?” Ia menjawab, “Aku Isma’il Adz-Dzabih (Yang disembelih)” “Apa yang engkau inginkan” “Gembiralah Ya Aminah, engkau sedang mengandung “Nabiyil Malih” (Nabi yang Elok)”. Pada bulan kedelapan datang seorang laki-laki yang berkata, “Assalamu’alaika ya Khirotallah” (Salam untukmu wahai pilihan Allah)”. Aku bertanya, “Siapa engkau?” Ia menjawab, “Aku Musa putra Imran” “Apa yang engkau inginkan” “Kabar gembira Ya Aminah, engkau sedang mengandung “Man Yunzalu ‘alaihil Qur’an” (Orang yang akan diuturunkan padanya Al-Qur’an)”. Pada bulan kesembilan, yakni bulan Robi’ul Awwal, datang seorang laki-laki yang berkata, “Assalamu’alaika ya Rosulallah” (Salam untukmu wahai utusan Allah)”. Aku bertanya, “Siapa engkau?” Ia menjawab, “Aku Isa putra Maryam” “Apa yang engkau inginkan” “Gembiralah engkau Ya Aminah, engkau sedang mengandung “Nabiyil Mukarrom wa rosulil mu’adhom” (Nabi yang dimuliakan dan Rasul yang diagungkan)”. Syaikh Nawawi Banten, Maulid Ibriz, hlm 17-19

Kisah Datangnya Para Nabi Kepada Siti Aminah Saat Mengandung Nabi Muhammad

Serba Serbi Islam (Kalam Ulama). Sayidah Aminah berkata, “Ketika aku mengandung “Kekasihku” Muhammad Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam, di awal masa kehamilanku, yaitu bulan Rajab. Suatu malam,...
Kalam Ulama - Syaikh Taufiq Al-Buthi (Ulama Syuriah): Indonesia Adalah Surga.  Sebelum meneruskan perjalan ke lokasi Munas NU (Nahdlatul Ulama) di Pondok Pesantren Miftahul Huda Al Azhar Citangkolo Banjar, Syaikh Taufiq Ramadhan al-Buthi menyempatkan berkunjun ke PP Miftahul Huda Manonjaya dan diterima langsung oleh salah satu pimpinan pesantren, KH. Abdul Aziz Affandy. Berkuduk rasanya bulu leher ini saat beliau berkata pada muqaddimah (pembuka) ceramah di hadapan ribuan santri: نحن الان نتحير فى الجنة ام فى الدنيا "Pada saat ini terus terang kami bingung (tidak percaya) apakah sedang berada di surga atau di dunia..." Terlihat jelas parau dan bergetarnya suara beliau saat mengucapkan kalimat tersebut. Pada bahasa tubuhnya nampak kebahagiaan bisa berkunjung dan bertatap muka dengan para santri yang begitu banyak, mereka dengan tenang, damai dan nyaman mengaji. Hal ini tentunya berbalik lurus dan tidak seberuntung dengan keadaan di negara beliau Syria, jangankan mau mengaji, salat dan berkumpul dengan sekian banyak orang, mau keluar saja rasa takut dan khawatir selalu menghantui. Patut kita terus bersyukur pada Allah ta'ala yang mengaruniai Negeri ini masih aman dan damai. (Disadur dari: Ibnu Ja'far) Subscribe Channel Kalam Ulama TV : https://www.youtube.com/c/KalamUlamaOfficial Semoga bermanfaat dan berkah, jangan lupa bagikan!!!

Syaikh Taufiq Al-Buthi (Ulama Syuriah): Indonesia Adalah Surga

Kalam Ulama - Syaikh Taufiq Al-Buthi (Ulama Syuriah): Indonesia Adalah Surga.  Sebelum meneruskan perjalan ke lokasi Munas NU (Nahdlatul Ulama) di Pondok Pesantren Miftahul Huda Al...

Kisah Habib Ali al-Jufri Sangat Membenci Pembunuh Ayahanda Habib Umar bin Hafidz

Habib Ali al-Jufri pernah bercerita, “Aku pernah berada di kota Aden, berada dalam satu majelis dengan seorang bekas penguasa/pemimpin yang sangat dzalim, dimana ketika...

Kisah Pangeran Diponegoro & Sholawat Burdah

Hari jum'at pahing malam saptu pon tanggal 29 September 1829, Pasukan kanjeng Gusti Pangeran Diponegoro sudah amat terdesak, Secara matematis tidak ada teori peperangan...
wirid

Tiga Macam Wirid yang Tidak Pernah Berpisah Dengan Para Auliya’ Solihin

kalamulama.com- Tiga Macam Wirid yang Tidak Pernah Berpisah Dengan Para Auliya' Solihin. Habib Umar Bin Hafidz meriwayatkan bahwa Habib Ali Ibn Hassan Al Attas berkata. Ada...