Home Serba Serbi Islam

Serba Serbi Islam

kalamulama.com- ADAB MINUM RASULULLAH UNTUK MENCEGAH MAKSIAT إنَّك اذا ما اقبلتَ على شَربَةِ مَاء , فقَسِّمْهُ اَثلاَثًا إشْرَبْ أوّلَ جَُرعَةٍ وقُلْ بِسْمِ اللَّه، واشْرَبْهَا ! ثمَّ انْتَهِ مِنَ الجرعة و قُل الحَمدُ لِلّٰه ثم اخْتِمْ بالثّالثَة و قل بسم الله و اختِمهَا بقولِكَ الحمد لله ً. ‏إِذَا أَخَذْتَ شَرْبَةَ مَاءٍ بهٰذِهِ الطَّرِيقَة الّتِي نُقِلَتْ عَنْ رَسُولِ اللهِ صلى الله عليهِ وَ سلَّم.. طَالَمَا كَانَ فِي جَوفِكَ ذٰلكَ المَاء فَلمْ تحدّثكَ ذَرّة بمَعْصِيَةِ الله Jika saat kau akan meminum air maka bagilah dengan tiga kali tegukan Pada tegukan pertama ucapkanlah Bismillah dahulu lalu minumlah Kemudian setelah selesai ucapkanlah Alhamdulillah •دعاء الأنبياء Pada tegukan kedua ucapkan Bismillah lagi dan bila telah selesai ucapkan Alhamdulillah juga Kemudian pada tegukan terakhir ucapkan Bismillah sebagaimana sebelumnya lalu setelah selesai ucapkan Alhamdulillah Jika saat kau meminum air mempraktekkan cara yang diajarkan Rasulullah ini Ketahuilah! Selama air itu ada dalam perutmu maka tubuhmu tidak ada keinginan untuk melakukan maksiat dihadapan Allah walau hanya sebanding partikel atom Semoga kita semua bisa meneladani apa yang telah Rasulullah ajarkan kepada kita melalui perantara para ulama yang saleh dan ikhlas Baca Juga: 

ADAB MINUM RASULULLAH UNTUK MENCEGAH MAKSIAT

kalamulama.com- ADAB MINUM RASULULLAH UNTUK MENCEGAH MAKSIAT إنَّك اذا ما اقبلتَ على شَربَةِ مَاء , فقَسِّمْهُ اَثلاَثًا إشْرَبْ أوّلَ جَُرعَةٍ وقُلْ بِسْمِ اللَّه، واشْرَبْهَا ! ثمَّ...
Kalam Ulama – Tata Cara menghadiri Majlis Maulid Nabi SAW. (Diringkaskan dari kitab Azzahrul Baasim karya Mufti Betawi zaman Hindia Belanda, al-Habib Utsman bin 'Abdillah bin Yahya rohimahullohu ta'ala): Baca Juga : Bangsa Indonesia Adalah Bangsa Yang Dicintai Rasulullah SAW Dilaksanakan pada tempat-tempat yang terhormat seperti masjid, musholla, majelis-majelis, atau perkumpulan mulia, dan sebagainya. Tidak boleh ada pada tempat tersebut suatu patung-patung binatang atau manusia yang menjadi simbol pengagungan dan penyembahan terhadapnya (misal patung dewa, bunda maria, dan sejenisnya), karena hal tersebut dibenci oleh beliau (SAW) dan para Malaikat. Ketika membaca shirohnya (sejarahnya) yang terdapat dalam Kitab Maulid, tidak boleh bercampur didalamnya antara laki-laki dengan perempuan. Kecuali adanya hijab (batas/dinding) yang memisahkan antara perempuan dan laki-laki, sehingga aman dari fitnah. Jangan pula ada pada tempat diselenggarakannya, suatu permainan yang HARAM (misal judi dan sejenisnya). Sebab, hal itu akan mengantarkan pada kedurhakaan besar melanggar larangan Rosululloh SAW. Jangan pula ada pada tempat itu segala sesuatu yang beraroma busuk. Seperti rokok, cerutu, kandang binatang, dan sejenisnya. Maka hendaklah ada pada tempat itu segala sesuatu wewangian yang harum seperti dupa (gaharu bakar) atau bunga-bungaan. Hendaklah yang hadir pada tempat penyelenggaran itu membaca sholawat, dan janganlah satu sama lain saling bercerita, masing-masing "pasang" telinga mendengar kisah maulid yang dibacakan sambil membaca sholawat. Apabila nanti disebut akan dzohir (lahir dan hadir)-nya sang Nabi SAW ke dunia, maka seluruh yang hadir bersegera untuk bangun dan berdiri. Bukan atas dasar paksaan, tapi karena TAKDZIM (HORMAT), BAHAGIA, dan ANTUSIAS pada hadirnya beliau (SAW). Sehingga pada akhirnya segenap hadirin yang mematuhi aturan-aturan berlaku, kelak akan mendapatkan syafa'at (pertolongan) dari beliau (SAW) di yaumil akhir serta mendapatkan balasan yang berlipat ganda dunia wal-akhiroh. InsyaAlloh. اللهمّ صلّ على سيّدنا و شفيعنا محمّد وعلى آله وصحبه و سلّم واجعلنا من خيار امّته و من اهل شفاعته برحمتك يا ارحم الرّاحمين آمين "Allohumma Sholli 'ala Sayyidina wa Syafi'ina Muhammadin wa 'ala Aalihi wa Shohbihi wa Sallim waj'alnaa min khiyaari ummatihi wa min ahli syafaa'atihi, birohmatika Yaa Arhamarrohimiin, aamiin" (Yaa Alloh, limpahkanlah sholawat atas junjungan kami, Nabi kami yang memberi syafa'at bagi kami, yaitu Nabi Muhammad SAW dan atas keluarganya, dan sahabatnya, serta salam penghormatan atasnya, dan jadikanlah kami daripada umatnya yang terbaik dan yang mendapat syafa'atnya di hari kemudian dengan Rahmat-Mu wahai Tuhan yang memiliki sifat Kasih Sayang melebihi semua yang memiliki sifat kasih sayang, aamiin) wAllohu a'lam bishshowaab. Baca Juga : Tanya Jawab Islam: Apakah Nabi Menjawab Shalawat Dan Salam Dari Umatnya?

Beginilah Tata Cara Menghadiri Majlis Maulid Nabi SAW

Kalam Ulama – Beginilah Tata Cara menghadiri Majlis Maulid Nabi SAW. (Diringkaskan dari kitab Azzahrul Baasim karya Mufti Betawi zaman Hindia Belanda, al-Habib Utsman...
kalamulama.com- 11 RAHASIA KEBERHASILAN PARA SALAFUNA SALEH DALAM MENDIDIK ANAK MEREKA Orang-orang saleh dari Keluarga Habaib memiliki 11 konsep dalam mendidik anak mereka Memerintahkan istri yang sedang menyusui supaya terus membaca Ayat Kursi, Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan AnNas Pertama kali yang diajarkan ke sang anak ketika baru bisa bicara yaitu kalimat ("Rodlitu Billahi Robba Wa Bil Islami Dina Wa Bimuhammadin Shollallahu 'Alayhi Wa Sallam Nabiyyawwa Rosula") yang artinya "Aku rida Allah sebagai Tuhanku Islam agamaku dan Nabi Muhammad utusanku" Membiasakan anak sejak kecil untuk bangun malam dan sebelum subuh Sebelum memasuki bulan berkah seperti Ramadan sang anak dikumpulkan dan ditanya amalan apa yang akan kalian lakukan? Mengajari sang anak niat yang baik sebagaimana mengajari Al-Fatihah Mengadakan majlis ilmu di rumah dan semuanya berkumpul dirumah dengan membaca AlQuran dan lainnya Lalu menutup majlis dengan doa dan selawat pada Nabi Muhammad SAW Memberitahu sang anak ketika baligh bahwa anak sudah mukallaf dan sekarang dua Malaikat terus mencatat perbuatan baik dan jeleknya. Lalu hal itu dirayakan dengan dihadiri para ulama dan orang saleh Tdak menunda pernikahan anak setelah baligh khawatir terjerumus pada maksiat Mengajari anak doa pada Allah dalam setiap keadaan jika anak ingin sesuatu dari orang tua maka anak disuruh wudhu salat dua rakaat dan berdoa pada Allah SWT Membagi tugas pada setiap anak belanja menyapu melayani tamu dan sebagainya Lebih banyak memperhatikan pembelajaran putri-putri dibanding putra karena putri butuh perhatian lebih Mudah-mudahan kita mendapat taufik sehingga kita bisa di golongkan dengan orang-orang saleh Aamiin

11 RAHASIA PARA SALAFUNA SALEH DALAM MENDIDIK ANAK

kalamulama.com- 11 RAHASIA KEBERHASILAN PARA SALAFUNA SALEH DALAM MENDIDIK ANAK MEREKA Orang-orang saleh dari Keluarga Habaib memiliki 11 konsep dalam mendidik anak mereka Memerintahkan istri...
Habib Abu Bakar al-Adni : Kekuatan Islam yang Santun Di Indonesia perlu Dipertahankan Kalam ulama - Akhirnya menemukan jawaban terhadap pertanyaan, "Kenapa Habib Abu Bakar al-Adni bin Ali al-Masyhur dari Aden, Yaman, melakukan safari dakwah ke Indonesia di saat kota asal beliau sedang terjadi konflik pertikaian dan pembunuhan massal ?" Al Habib Abu Bakar al-Adni bin Ali al-Masyhur menjelaskan : "Kami datang ke Indonesia untuk mengecek kondisi umat Islam di Indonesia saat ini, saya kagum dan bangga, sepanjang perjalanan tour dakwah dari mulai Jawa Timur, Jawa Barat hingga Jakarta, dan seluruh Indonesia pada umumnya Subhanallah wal Hamdulillah disini penuh keramahan, santun dan penuh kedamaian, seperti apa yang dibawa oleh para ulama yang pertama kali mendatangkan Islam ke Indonesia beberapa abad silam. Mereka datang bukan dengan senjata, mereka datang bukan dengan kekerasan, mereka datang membawa cahaya kehidupan. Baca Juga : Pesan Moral PBNU : “Berpecah adalah musuh utama Ukhuwwah: Jaga Ukhuwwah untuk Indonesia yang aman & damai” Kekuatan Islam yang santun dan penuh kedamaian di Indonesia ini perlu dipertahankan. Jangan sampai Indonesia seperti Suriah, Irak, Mesir, Yaman, Tunisia, Libya, dan negeri-negeri Muslim lain yang penuh dengan konflik dan perpecahan. Di negara-negara tersebut terjadi pertikaian sampai menghalalkan darah sesama muslim. Mereka jatuh dan hancur akibat masing-masing membanggakan diri, menyalahkan, menyesatkan, mengkafirkan sesama muslim, dan melecehkan darah umat Islam. Ditambah lagi adu domba dari orang-orang yang membuat seolah-olah Islam agama teroris dan agama yang berbahaya. Setan sudah tidak bersemangat lagi dalam menjerumuskan umat Muslim agar menyembah dirinya, tetapi mereka tidak pernah berhenti untuk mengadu domba sesama Muslim agar saling bertikai dan kemudian hancur dengan sendirinya. Oleh karena itu, mari kita membekali diri dengan ilmu yang santun, ilmu yang penuh kedamaian, ilmu yang tidak menghalalkan darah orang lain, ilmu yang tidak ceroboh dalam mencaci maki orang lain. AGAR NEGARA AMAN Apa yang bisa dilakukan agar Indonesia tidak seperti negara-negara yang penuh konflik tersebut ? Yaitu bekali anak-anak kita, saudara-saudara kita, dan keluarga kita dengan cara dakwah penuh rahmat, dakwah kasih penuh sayang, dakwah yang satun dan dakwah yang menentramkan hati masyarakat. Perkenalkan mereka dengan para ulama salaf yang saling mencintai dan menyayangi umatnya dan para ulama yang nyambung hingga Rasulullah Shallallahu'alaihi Wasallam." Subhanallah... Begitu cintanya beliau terhadap Indonesia, dalam kunjungan pertama kali ke Indonesia ini beliau membawa pesan berharga bagi umat Islam nusantara. Baca Juga : Bangsa Indonesia Adalah Bangsa Yang Dicintai Rasulullah SAW  

Kekuatan Islam yang Santun Di Indonesia perlu Dipertahankan

Kalam ulama - Habib Abu Bakar al-Adni : Kekuatan Islam yang Santun Di Indonesia perlu Dipertahankan. Akhirnya menemukan jawaban terhadap pertanyaan, "Kenapa Habib Abu Bakar...
kalamulama.com- Bulan Syaban, Bulan Sholawat ke Nabi Muhammad SAW, Mengapa? ‘’Maadzaa fii Sya'ban (ada apa di bulan sya'ban) ’’? Salah satu judul karya yang ditulis oleh al-‘Allaamah Sayyid Muhammad bin Alwi al-Maliki al-Hasani -Rahimahullahu Ta’aala- menginformasikan kepada kita akan peristiwa-peristiwa yang terjadi di Bulan sya’ban seperti peristiwa ‘’Tahwiilul Qiblah’’ (pemindahan kiblat) dari Masjid Al-Aqsa kemudian menjadi ka’bah di Masjidil Haram, pengangkatan Amal di bulan sya’ban, ditambah pembahasan indah terkait sholawat dan permasalahan-permasalahan penting lainnya . Namun yang kami ingin kutip disini adalah penjelasan mengenai Bulan Syaban adalah ‘’ شهر الصلاة’’ atau Bulan Sholawat ke atas Baginda Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, Mengapa? Mari kita masuk ke dalam pemaparan penulis:  ‘’ Dan diantara keistimewaan Sya’ban , bahwa pada bulan ini diturunkan ayat Sholawat dan Salam terhadap Baginda Rasulillah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, yaitu Firman Allah Ta’aala (Surat Al-Ahzab ayat 56): إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَٰٓئِكَتَهُۥ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِيِّۚ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ صَلُّواْ عَلَيۡهِ وَسَلِّمُواْ تَسۡلِيمًا ‘’SESUNGGUHNYA ALLAH DAN PARA MALAIKATNYA BERSHOLAWAT UNTUK NABI . WAHAI ORANG-ORANG YANG BERIMAN BERSHOLAWATLAH KAMU UNTUK NABI DAN UCAPKANLAH SALAM DENGAN PENUH PENGHORMATAN KEPADANYA. Ibnu Abi As-Shaif al- Yamani menyebutkan bahwa Dikatakan Bulan Sya’ban itu adalah Bulan Sholawat ke atas Baginda Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam karena ayat : إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَٰٓئِكَتَهُۥ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِيِّۚ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ صَلُّواْ عَلَيۡهِ وَسَلِّمُواْ تَسۡلِيمًا  diturunkan pada bulan ini. AL-IMAM SYIHABUDDIN AL-QASTHALANI DALAM ‘’ AL-MAWAHIB ‘’ MENUKIL SEBUAH QAUL (PERKATAAN, PENDAPAT) SEBAGIAN ULAMA BAHWA BULAN SYA’BAN ADALAH BULAN SHOLAWAT KE ATAS BAGINDA NABI SHALLALLAHU ‘ALAIHI WA SALLAM KARENA AYAT SHOLAWAT, YAITU : إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَٰٓئِكَتَهُۥ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِيِّۚ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ صَلُّواْ عَلَيۡهِ وَسَلِّمُواْ تَسۡلِيمًا DITURUNKAN PADA BULAN INI. IMAM AL-HAFIZH IBNU HAJAR –SEMOGA ALLAH MERAHMATI BELIAU- MENYEBUTKAN DARI ABI DZAR AL-HARAWI : BAHWASANYA PERINTAH BERSHOLAWAT KEPADA BAGINDA NABI SHALLALLAHU ‘ALAIHI WA SALLAM –YAITU FIRMAN ALLAH: إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَٰٓئِكَتَهُۥ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِيِّۚ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ صَلُّواْ عَلَيۡهِ وَسَلِّمُواْ تَسۡلِيمًا PADA TAHUN KEDUA HIJRIYAH , DAN DIKATAKAN PADA MALAM AL-ISRA`.’’  DEMIKIANLAH KUTIPAN RINGKAS TENTANG PERISTIWA PENTING DALAM BULAN SYA’BAN UNTUK SELENGKAPNYA SILAHKAN MERUJUK KARYA ABUYA SAYYID AL-MALIKI ‘’ MAADZAA FII SYA’BAN’’ DAN KARYA ULAMA TERDAHULU LAINNYA. PADA AKHIRNYA, SEMOGA LISAN DAN BIBIR INI SELALU TERGERAK UNTUK BERSHOLAWAT KETIKA NAMA BAGINDA YANG MULIA DISEBUT DAN DI SETIAP KONDISI. اللهم صل على سيدنا محمد و على ﺁله و صحبه و سلم ‘’Semoga Sholawat dan Salam selalu tercurahkan dan terlimpahkan kepada Junjungan kita Baginda Nabi Muhammad ­ ­-Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam- beserta para keluarga dan para sahabatnya’’  …. يا هنانا بمحمد * ذلك الفضل من الله ‘’Yaa Hanaanaa bi Muhammad * Dzaalikal Fadhlu minallah" Betapa beruntungnya kita dengan (sebab) baginda Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam * (semua) itu adalah Anugerah dari Allah ‘Azza wa Jalla  Dikutip free Translit oleh Ibnu Bilinah

Bulan Syaban, Bulan Sholawat ke Nabi Muhammad SAW, Mengapa?

kalamulama.com- Bulan Syaban, Bulan Sholawat ke Nabi Muhammad SAW, Mengapa? ‘’Maadzaa fii Sya'ban (ada apa di bulan sya'ban) ’’? Salah satu judul karya yang...
Sejarah Mencatat, Tiga Kali Pandemik Terjadi Akibat Wabah Mematikan

Bagaimana Nabi Muhammad SAW dan Para Sahabat Sikapi Pandemik?

kalamulama.com- Sejarah Mencatat, Tiga Kali Pandemik Terjadi Akibat Wabah Mematikan. Wabah Yustinianus (plague of Justinian) 541-542 M, Maut Hitam (Black Death) 1347-1351, dan Wabah...
kalamulama.com- Inilah Amalan di Jumat Terakhir Bulan Rajab. Di dalam Kitab Kanzun NajahWassurur karya As-Syekh ‘Abdul Hamid bin Muhammad Ali Quds dinyatakan: ومن فوائد الشيخ علي الأجهوري رحمه الله تعالى كما في ترجمته بخلاصة الأثر أن من قرأ في آخر جمعة من رجب والخطيب على المنبر: أحمدُ رسول الله محمدٌ رسول الله (خمسًا وثلاثين مرة) لا تنقطع الدراهم من يده ذلك السنة. انتهى. Dan diantara nasihat Syaikh ‘Ali Al-Ajhuri ra yang tercantum dalam biografi beliau, beliau menyatakan: barang siapa yang membaca AHMAD RASULULLAH MUHAMMAD RASULULLAH sebanyak tiga puluh lima kali (35x) di Jumat terakhir Bulan Rajab, saat khotib berada di atas mimbar (antara khutbah pertama dan kedua) maka, -Insyaallah- tidak akan terputus rizqi dari tangan nya pada tahun tersebut, (selama setahun kebutuhannya akan selalu tercukupi)”.           Saudaraku..., di tahun ini, Jumat terakhir Bulan Rajab akan jatuh pada tanggal 20 April 2020, so…, Yuk atur jadwal kita, pastikan kita tidak menyia-nyiakan moment  tersebut untuk memperbanyak doa dan mengamalkan amalan tersebut. Semoga Allah SWT memberi kita kemampuan untuk senantiasa memperbaiki amal kita sehingga kualitas hidup kita pun akan senantiasa bertambah baik. Amiin...

Inilah Amalan di Jumat Terakhir Bulan Rajab

kalamulama.com- Inilah Amalan di Jumat Terakhir Bulan Rajab. Di dalam Kitab Kanzun NajahWassurur karya As-Syekh ‘Abdul Hamid bin Muhammad Ali Quds dinyatakan: ومن فوائد الشيخ...
kalamulama.com- TAKUTLAH KEPADA ALLAH DENGAN TURUT BEKERJA SAMA MENGHINDARI WABAH VIRUS CORONA Oleh: Ahmad Ishomuddin Banyak komentar tidak tepat dan berbahaya dalam menyikapi wabah Covid-19. Ada yang mengatakan, "Takutlah pada Allah, jangan takut pada Virus Corona!" Bagi pemula dalam beragama komentar semacam itu terkesan sesuatu yang benar, padahal mengandung banyak kebatilan yang membahayakan. Komentar tersebut keliru dan berbahaya disampaikan pada saat Covid-19 mewabah, karena (1) terkesan berpasrah total pada Allah sebelum ada ikhtiar (upaya) yang maksimal, sehingga (2) bisa meniadakan kewaspadaan, (3) memotivasi diri untuk terlalu percaya diri dan bertindak ceroboh, dan (4) berpotensi memengaruhi banyak orang untuk bersikap tidak peduli apakah ia tertular atau menularkannya. Selain itu, membandingkan ketakutan pada Covid-19 dengan takut pada Allah tentulah amat tidak pantas. Allah adalah Sang Pencipta segalanya, selain Dia pastilah makhluk (yang diciptakan)-Nya, termasuk Covid-19 yang disepakati membahayakan kesehatan dan mengancam nyawa umat manusia. Eksistensi Covid-19 tak terbantahkan karena terbukti sudah amat banyak yang terinfeksi olehnya, banyak pasien yang karenanya dirawat, dan bahkan juga telah banyak yang meninggal dunia. Padahal Allah sebagai Sang Pencipta sama sekali tidak pernah mengubah ketentuan-Nya. Artinya, bahwa sunnatullah itu akan terus berlangsung sebagai hubungan sebab akibat. Siapa saja, betapapun termasuk orang yang merasa dekat dengan-Nya atau takut kepada-Nya bila ia ceroboh, tidak menjaga kesehatan, tidak menjaga kebersihan, tidak menjaga jarak dengan orang yang terinfeksi Covid-19, dan tidak menaati anjuran para ahlinya, boleh jadi justru ia yang ditakdirkan oleh Allah tertular dan atau menularkannya. Dengan demikian, pada hakekatnya seorang pelanggar sunnatullah atau hukum alam adalah orang yang tidak taat, tidak patuh, dan tidak takut kepada Allah. Ucapannya tentang kita tidak perlu takut kepada wabah Covid-19 tetapi hanya takut kepada Allah hanyalah ucapan dusta belaka, ucapan yang menipu, dan ucapan yang tidak bermanfaat karena tidak menghindarkan dirinya dan atau orang lain dari bahaya yang sedang gencar melanda dunia. Komentar keliru dan membahayakan itu tidak keluar kecuali dari mulut manusia yang amat dangkal, awam dalam ilmu agamanya, dan pasti tidak moderat, yakni muncul dari orang yang sikap keberagamaannya terlalu lemah atau amat ekstrim. Orang yang pemahaman agamanya moderat pada dasarnya adalah manusia yang bertakwa--takut--kepada Allah, sehingga dalam menyikapi wabah Covid-19 ia tetap bersikap hati-hati dengan tetap ingin tidak tertular apalagi menularkannya, sambil terus berdoa memohon perlindungan kepada Allah, Sang Pencipta, dari keganasan dan kejahatan setiap makhluk-Nya, termasuk wabah Covid-19. Menjaga kesehatan, menjaga jiwa dari setiap apa saja yang merusak adalah perintah Allah yang wajib dilaksanakan oleh setiap orang yang mengaku "takut" kepada-Nya, sedangkan Allah melarang kita semua untuk menjatuhkan diri sebab kecerobohan diri sendiri ke dalam setiap kerusakan. Rasulullah, Sayyiduna Muhammad shalla Allahu 'alaihi wa sallama juga berpesan agar jangan membahayakan diri sendiri dan jangan membahayakan orang lain. Artinya bahwa orang yang takut kepada Allah sesungguhnya adalah orang yang beriman yang kuat--yang ia lebih dicintai oleh Allah--karena ia terus berusaha dan ikut bekerja sama agar ia tidak tertular Covid-19, apalagi turut menularkan kepada saudara-saudaranya yang semula sehat wal afiat. Orang yang takut kepada Allah itu tidak egois, ia pasti amat penyayang kepada saudara-saudaranya, sebagaimana ia sayang kepada dirinya sendiri. Bertawakkal (berpasrah diri secara total) kepada Allah itu setelah upaya-upaya yang maksimal. Upaya menjaga kesehatan diri sendiri dan saudara-saudara kita adalah bagian amat penting dari sebuah klaim ketakwaan kepada Allah.

TAKUTLAH KEPADA ALLAH DENGAN TURUT BEKERJA SAMA MENGHINDARI WABAH VIRUS CORONA

kalamulama.com- TAKUTLAH KEPADA ALLAH DENGAN TURUT BEKERJA SAMA MENGHINDARI WABAH VIRUS CORONA Oleh: Ahmad Ishomuddin Banyak komentar tidak tepat dan berbahaya dalam menyikapi wabah Covid-19. Ada...
kalamulama.com- RINGKASAN FATWA MENYIKAPI PENDEMI VIRUS CORONA. [Majlis Fatwa Uni Emirat Arab Diketuai Syeikh Abdullah bin Bayah] Masyarakat wajib mentaati kebijakan pemerintah dinegaranya dalam mengatasi dan mengantisipasi virus corona. Bagi individu yang sudah terkena virus corona, haram menghadiri jamaah sholat ke Masjid, maupun tempat umum lainnya. Dan ia harus dikarantina untuk mencegah penyebaran dan mengobati dirinya sesuai kebijakan lembaga kesehatan setempat. Umat Islam di toleransi baik dewasa, remaja untuk tidak melakukan sholat jumat dan ibadah lainnya dimasjid. Dan mengganti sholat jumat dengan sholat dzuhur dirumahnya masing-masing. Kegiatan ibadah haji dan umroh mengikuti kebijakan pemerintah Kerajaan Saudi Arabia. Untuk menjaga kemaslahatan umum. Setiap individu wajib membantu lembaga resmi dalam menanggulangi penyebaran virus. Dan tidak mengeluarkan pemberitaan diluar pemberitahuan resmi pemerintah. Himbauan untuk Semua elemen agar berpartisipasi dalam mengatasi wabah virus corona, sesuai dengan kemampuan masing-masing. Dan tidak menimbun serta menaikan harga komoditas, terlebih lagi peralatan kesehatan dan obat-obatan. Keputusan fatwa ini berdasarkan al-Quran, Sunah, Ijma dan qiyas sebagaimana terlampir. MAJLIS FATWA UNI EMIRAT ARAB Ketua Majlis Tinggi : Syeikh Abdullah bin Bayah Penasihat : Dr. Ibrahimi Ubaid Alu Ali Anggota: Syeikh Umar al-Dar'i Anggota : Yang Mulia Syamah Yusuf al-Dzahiriy Anggota: Dr. Salim Muhammad Adubi Anggota: Dr. Ahmad al-Hadad Anggota: Dr. Amaniy Lubis (Rektor UIN Jakarta) Anggota: Abdullah Muhammad al-Anshari Anggota: Syeikh Hamzah Yusuf. (Saya sendiri menyayangkan beberapa tokoh Agama di tanah air mengomentari virus corona tidak menggunakan data, hanya berdasarkan asumsi. Mungkin maksudnya agar masyarakat tidak panik, tetapi kesannya jadi menyepelekan) .......................... Teks lengkap Fatwa dalam bahasa Arab sebagai berikut: http://binbayyah.net/arabic/archives

RINGKASAN FATWA MENYIKAPI PENDEMI VIRUS CORONA

kalamulama.com- RINGKASAN FATWA MENYIKAPI PENDEMI VIRUS CORONA. Masyarakat wajib mentaati kebijakan pemerintah dinegaranya dalam mengatasi dan mengantisipasi virus corona. Bagi individu yang sudah terkena...
kalamulama.com- ABAH GURU SEKUMPUL: SUNNAH RASULULLAH YANG JARANG DIAMALKAN Bacalak mata sebelum tidur malam. Bila baduduk mau berdiri baca sholawat (shollallahu 'ala Muhammad) dan juga bila berdiri mau baduduk baca sholawat. Sholawat yang pendek aja. Bila melihat orang bersin kita membaca "Yarhamukallah". Bila memasang baju yang bakima atau kancing,masang kima nya mulai bawah. Bila memakai celana, harus baduduk. Mamutar cincin pas berwudhu. Pakai imamah(surban) ketika sembahyang (cukup sembahyang dirumah saja sorangan atau dengan keluarga). Bersin kesebelah kiri. Ketika mendangar orang adzan "Asyhadu anna Muhammadar Rasulullah" kita mambaca "Marhaban bihabiybiy wa qurrati 'aini Muhammad ibni Abdillah saw". Setelah membaca doa nya lalu kucup kedua ibu jari kita dan langsung usap kemata. Selesai berwudhu, berjalan sambil membaca surah al Qadr "Inna anzalna.." tiga kali. Bila menguap tutupi mulut, lalu membaca "Audzubillahi mina syaithonirrajiim"dan sunnat menutup mulut dengan tangan kiri. Memakai minyak harum bila mau tidur. Memakai kopiah atau penutup kepala bila mau masuk WC. Suka dengan warna Hijau,Hitam dan Putih. Karena Rasulullah suka sekali dengan warna-warna yang ada didalam surga.Yaitu warna Hitam,Putih dan Hijau. Mudahan kita bisa mengerjakan apa yang sudah diajarkan abah guru.Mudahan berkat mengerjakan kita dikumpulkan bersama beliau diakhirat nanti.. آمين آمين يا رب العالمين K.H Zaini Bin Abdul Ghani.

ABAH GURU SEKUMPUL: SUNNAH RASULULLAH YANG JARANG DIAMALKAN

kalamulama.com- ABAH GURU SEKUMPUL: SUNNAH RASULULLAH YANG JARANG DIAMALKAN Bacalak mata sebelum tidur malam. Bila baduduk mau berdiri baca sholawat (shollallahu 'ala Muhammad) dan...