Home Satra Islam

Satra Islam

AKU MERINDUKANMU O, MUHAMMADKU

Aku merindukanmu, o, Muhammadku Karya: Ahmad Mustofa Bisri Sepanjang jalan kulihat wajah-wajah yang kalah Menatap mataku yang tak berdaya Sementara tangan-tangan perkasa Terus mempermainkan kelemahan Air matakupun mengalir mengikuti panjang...
kalamulama.com- INILAH SEMBILAN NAMA MALAM NISFU SYA'BAN. Berikut nama-nama malam nisfu Sya’ban: Laylah Mubarakah (malam keberkahan), maksudnya malam ini memiliki keberkahan tersendiri. Karena di malam ini malaikat turun menyertai manusia. Laylah al-Qismah (malam pembagian), artinya bahwa di malam ini semua rejeki dan takdir ditentukan dan dibagikan kepada setiap makhluk-Nya. Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa pada malam nishfu sya’ban ini baik rejeki, jodoh, maupun pernikahan. Laylah at-takfir (malam penghapusan dosa), artinya bahwa di malam ini dosa manusia selama satu tahun akan diampuni Allah Ta'ala sebab kebaikan yang dilakukan oleh hamba-Nya di malam ini Laylah al-Ijabah (malam keterkabulan doa), dalam sebuah riwayat dari Ibnu Umar diinformasikan bahwa ada lima malam dimana doa-doa yang dipanjatkan akan terkabulkan; malam Jumat, malam pertama bulan Rajab, malam nisfu sya’ban, malam lailatul qadar dan malam dua hari raya; idul fitri dan idul adha. (Baca Juga: Lima Malam Ijabah Do’a) Laylah al-Hayat wa ‘iedul malaikat (malam kehidupan dan hari raya malaikat); sebagaimana hari raya bagi umat Islam, malaikat juga memiliki dua hari raya yakni malam lailatul qadar dan malam nishfu sya’ban Laylah as-Syafaah (malam syafaat), Abu Hakim an-naisaburi menamakan malam nisfu sya’ban adalah malam diberikannya syafaat kepada umat nabi Muhammad Laylah al-baraah wa laylah as-Shakki (malam pembebasan), dinamakan dengan malam kebersihan karena di malam ini orang-orang mukmin dicatat kesuciannya. Laylah al-Jaizah (malam hadiah), Imam Taqiyuddin as-Subki menamakan malam nisfu Sya’ban sebagai malam yang dihadiahkan kepada orang-orang mukmin. Laylah al-Ghufran wal itqi minan niran (malam ampunan dan pembebasan dari api neraka), di malam ini orang-orang beriman akan mendapatkan ampunan dan pembebasan dari api neraka. Semoga di malam nisfu Sya'ban besok kita semua mendapatkan limpahan berkah, syafaat, ampunan, dan keutamaan-keutamaan lainnya. Semoga bermanfaat  Sumber : Kitab : Madza fi Sya’ban Karya : Sayyid Muhammad bin ‘Alawi al-Maliki, Baca Juga: Dalil Amaliyah Nisfhu Sya’ban Beserta Sejarahnya ============= Rosululloh SAW bersabda yang artinya: “Barangsiapa yang menunjukkan suatu kebaikan maka ia akan mendapatkan pahala yang sama dengan orang yang melakukannya.” HR. Imam Muslim

INILAH SEMBILAN NAMA MALAM NISFU SYA’BAN

kalamulama.com- INILAH SEMBILAN NAMA MALAM NISFU SYA'BAN. Berikut nama-nama malam nisfu Sya’ban: Laylah Mubarakah (malam keberkahan), maksudnya malam ini memiliki keberkahan tersendiri. Karena di...

Qasidah “Qad Tahaqqoqtu”

قد تحققت بعجزی ، وخضوعی وانکساری Qod tahaqqoqtu bi’ajzî wa khudlû’î wankisârî Sungguh aku telah benar-benar meyakini kelemahan dan ketidakmampuanku, kerendahan dan keluluhanku لم أزل بالباب واقف ، فارحمن ربی...

Imam Ahmad ibn Hanbal dan pemilik kios roti

Imam Ahmad diakhir hidup beliau pernah terlintas dibenaknya untuk mendatangi sebuah kota di Irak, kenapa kesana??... beliau tidak tahu, pokoknya ingin kesana. Lalu beliau...

Qosidah Sayyidina Hassan bin Tsabit Al- Anshoriy RA, Menangisi Wafatnya Rosul SAW

Senin 12 Robiul Awwal, selain mengingatkan kita pada hari lahirnya manusia mulia yang dimuliakan oleh Yang Maha Mulia, juga mengingatkan kita pada peristiwa wafatnya...
Lirik Ya Lal Wathan dan Artinya (Cinta Tanah Air) Karya: KH. Abdul Wahab Chasbullah (1934) (Ijazah KH. Maemon Zubair Tahun 2012)

Lirik Ya Lal Wathan dan Artinya (Cinta Tanah Air) KH. Wahab Chasbullah

KalamUlama.com - Lirik Ya Lal Wathan dan Artinya (Cinta Tanah Air) KH. Wahab Chasbullah. Lirik ini dikenal juga dengan sebutan Syubbanul Wathan (pemuda cinta...

Titipan

  TITIPAN Rumahku bukan rumahku Ia hanyalah titipan Mobilku bukan mobilku Ia hanyalah titipan Uangku bukan uangku Ia hanyalah titipan Anak-anakku bukan anak-anakku Mereka hanyalah titipan Aku tidak punya apa-apa Aku hanyalah dititipi Titipan itu pasti...

Terjemah Qasidah “Tholama Asyku”

طَالَ مَا أَشْكُو غَرَامِي طَالَ مَا أَشْكُو غَرَامِي يَا نُوْرَ الْوُجُودْ ...
KalamUlama.com - Suara Sulthonul Qulub al-Habib Munzir bin Fuad al-Musawa saat membaca qosidah al-Imam al-Habib Umar Muhdhor bin Abdurrohman Assegaf. Qosidah Man Ana Laulakum ini juga sering beliau baca di hadapan Guru Mulia al-Musnid al-Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz. Beliau awali dengan doa: بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka" Berikut bait Qosidah "Man Ana" (Siapa Diriku): مَنْ أَنَا مَنْ أَنَا لَوْلَاكُم # كَيْفَ مَا حُبُّكُمْ كَيْفَ مَا أَهْوَاكُم Siapakah diriku, siapakah diriku kalau tiada bimbingan kalian (guru) Bagaimana aku tidak cinta kepada kalian dan bagaimana aku tidak menginginkan bersama kalian مَا سِوَيَ وَلَا غَيْرَكُم سِوَاكُم # لَا وَمَنْ فِى المَحَبَّةِ عَلَيَّ وُلَاكُم Tiada selain ku juga tiada selainnya terkecuali engkau, tiada siapapun dalam cinta selain engkau dalam hatiku أَنْتُم أَنْتُم مُرَادِي وَ أَنْتُم قَصْدِي # لِيْسَ احدٌ فِى المَحَبَّةِ سِوَاكُم عِنْدِي Kalianlah, kalianlah dambaanku dan yang kuinginkan, tiada seorangpun dalam cintaku selain engkau di sisiku كُلَّمَا زَادَنِي فِى هَوَاكُم وَجْدِي # قُلْتُ يَا سَادَتِي مُحْجَتِي تَفْدَاكُم Setiap kali bertambah cinta dan rindu padamu, maka berkata hatiku wahai tuanku semangatku telah siap menjadi tumbal keselamatan dirimu لَوْ قَطَعْتُمْ وَرِيْدِي بِحَدِّ مَا ضِي # قُلْتُ وَاللهِ أَنَا فِى هَوَاكُم رَاضِي Jika engkau menyembelih urat nadiku dengan pisau berkilau tajam, kukatakan demi Alloh aku rela gembira demi cintaku padamu أَنْتُمُ فِتْنَتِي فِى الهَوَا وَمُرَادِي # مَا ِرِضَايَ سِوَى كُلُ مَا يَرْضَاكُم Engkaulah yang menyibukkan segala hasrat dan tujuanku, tiada ridho yang aku inginkan terkecuali segala sesuatu yang membuat mu ridho كُلَّمَا رُمْتُ إِلَيْكُم نَهَوْ مَنْ أَسْلَك # عَوَقَتْنِيْ عَوَائِق أَكَاد أَنْ أَهْلِك Setiap kali ku bergejolak cinta padamu selalu terhalang untuk aku melangkah, mereka mengganjalku dengan perangkap yang banyak hampir saja aku hancur فَادْرِكُوا عَبْدَكُم مِثْلُكُمْ مَنْ أَدْرَكْ # وَارْحَمُوا بِا المَحَبَّةِ قَتِيْل بَلْوَاكُم Maka tolonglah budak kalian ini, dan yang seperti kalianlah golongan yang suka menolong, dan kasihanilah kami dengan cinta kalian, maka cinta kalian membunuh dan memusnahkan musibahku Sumber: Muhammad Ainiy

Man Ana Laulakum (Siapa Diriku) Lirik, Latin, dan Terjemahannya

KalamUlama.com - Suara Sulthonul Qulub al-Habib Munzir bin Fuad al-Musawa saat membaca qosidah al-Imam al-Habib Umar Muhdhor bin Abdurrohman Assegaf. Qosidah Man Ana Laulakum ini...
video

GUS DUR, Pergi Tak Pernah Kembali

GUS DUR, Pergi Tak Pernah Kembali Teringat lagi. Kehilangan tokoh yang dihormati. 30 Desember 2009 tujuh tahun usai. Semua orang menangisi tanpa henti. Orang Tionghua atau...