Home Satra Islam

Satra Islam

Tarhib Romadhon (ﺗﺮﺣﻴﺐ ﺭﻣﻀﺎﻥ)

Tarhib Romadhon (ﺗﺮﺣﻴﺐ ﺭﻣﻀﺎﻥ)            Rojab adalah bulan menanam, sedangkan Sya’ban adalah bulan untuk mengairi apa yang telah kita tanam, dan...

SANG PEMIMPIN PEMBERANI

Untuk: GD Seorang pemimpin pemberani datang sendiri mengawal bukan dikawal umatnya Ketika banyak pemimpin membela diri sendiri Dengan berlindung pada laskar dan atasnama Seorang pemimpin pemberani datang sendiri Membela kaum...

GUS DUR, Pergi Tak Pernah Kembali

GUS DUR, Pergi Tak Pernah Kembali Teringat lagi. Kehilangan tokoh yang dihormati. 30 Desember 2009 tujuh tahun usai. Semua orang menangisi tanpa henti. Orang Tionghua atau...
Ketika Agama Kehilangan Tuhan (Kalam ulama) –  Oleh : KH A Mustafa Bisri (Gus Mus) Dulu agama menghancurkan berhala. Kini agama jadi berhala. Tak kenal Tuhannya, yg penting agamanya. Dulu orang berhenti membunuh sebab agama. Sekarang orang saling membunuh karena agama. Dulu orang saling mengasihi karena beragama. Kini orang saling membenci karena beragama. Agama tak pernah berubah ajarannya dari dulu,Tuhannya pun tak pernah berubah dari dulu. Lalu yg berubah apanya? Manusianya? Dulu orang belajar agama sebagai modal, untuk mempelajari ilmu lainnya. *Sekarang orang malas belajar ilmu lainnya, maunya belajar agama saja. Dulu pemimpin agama dipilih berdasarkan kepintarannya, yg paling cerdas diantara orang² lainnya. Sekarang orang yg paling dungu yg tidak bisa bersaing dgn orang² lainnya, dikirim untuk belajar jadi pemimpin agama. Dulu para siswa diajarkan untuk harus belajar giat dan berdoa untuk bisa menempuh ujian. Sekarang siswa malas belajar, tapi sesaat sebelum ujian berdoa paling kencang, karena diajarkan pemimpin agamanya untuk berdoa supaya lulus. Dulu agama mempererat hubungan manusia dgn Tuhan. Sekarang manusia jauh dari Tuhan karena terlalu sibuk dgn urusan² agama. Dulu agama ditempuh untuk mencari Wajah Tuhan. Sekarang agama ditempuh untuk cari muka di hadapan Tuhan. Esensi beragama telah dilupakan. Agama kini hanya komoditi yg menguntungkan pelaku bisnis berbasis agama, karena semua yg berbau agama telah di-dewa²kan, takkan pernah dianggap salah, tak pernah ditolak, dan jadi keperluan pokok melebihi sandang, pangan, papan. Agama jadi hobi, tren, dan bahkan pelarian karena tak tahu lagi mesti mengerjakan apa. Agama kini diper-Tuhankan, sedang Tuhan itu sendiri dikesampingkan. Agama dulu memuja Tuhan. Agama kini menghujat Tuhan. Nama Tuhan dijual, diperdagangkan, dijaminkan, dijadikan murahan, oleh orang² yg merusak, membunuh, sambil meneriakkan nama Tuhan. Tuhan mana yang mengajarkan tuk membunuh? Tuhan mana yang mengajarkan tuk membenci? Tapi manusia membunuh, membenci, mengintimidasi, merusak, sambil dgn bangga meneriakkan nama Tuhan, berpikir bahwa Tuhan sedang disenangkan ketika ia menumpahkan darah manusia lainnya. Agama dijadikan senjata untuk menghabisi manusia lainnya. Dan tanpa disadari manusia sedang merusak reputasi Tuhan, dan sedang mengubur Tuhan dalam² di balik gundukan ayat² dan aturan agama. [artikel number=5 tag=”sastra-islam” ]

Ketika Agama Kehilangan Tuhan

Ketika Agama Kehilangan Tuhan (Kalam ulama) –  Oleh : KH A Mustafa Bisri (Gus Mus) Dulu agama menghancurkan berhala. Kini agama jadi berhala. Tak kenal Tuhannya, yg penting...

Makna Sholawat

Oleh : Muhammad Azka Makna sholawat jika ditinjau dari segi siapa yang menyampaikan sholawat, maka ada tiga bagian. Berikut rinciannya yang telah diungkapkan oleh Imam al-Bajuri (wafat 1277...

Titipan

  TITIPAN Rumahku bukan rumahku Ia hanyalah titipan Mobilku bukan mobilku Ia hanyalah titipan Uangku bukan uangku Ia hanyalah titipan Anak-anakku bukan anak-anakku Mereka hanyalah titipan Aku tidak punya apa-apa Aku hanyalah dititipi Titipan itu pasti...

Qosidah Ya Rasulullah Salamun Alaika

Karya : al-Imam al-Habib Abdullah bin Alwy Al-Haddad Penerjemah : Ustadz Sa’id (Pengasuh Majlis Ta’lim Darul Futuh) يَا رَسُوْلَ الله ْسَلاَمٌ عَلَيْك ...
keajaiban dunia Buya Syakur

Keajaiban Dunia

Sastra Islam (Kalam Ulama) - Keajaiban Dunia oleh: Buya Syakur Yasin Di setiap era dalam peradaban manusia selalu muncul keajaiban Keajaiban kali ini orang gerah mendengar petuah...

Imam Ahmad ibn Hanbal dan pemilik kios roti

Imam Ahmad diakhir hidup beliau pernah terlintas dibenaknya untuk mendatangi sebuah kota di Irak, kenapa kesana??... beliau tidak tahu, pokoknya ingin kesana. Lalu beliau...

Cerpen Gus Jakfar : Oleh A. Mustofa Bisri 

Di antara putera-putera Kiai Saleh, pengasuh pesantren "Sabilul Muttaqin" dan sesepuh di daerah kami, Gus Jakfar-lah yang paling menarik perhatian masyarakat. Mungkin Gus Jakfar...