Home Satra Islam

Satra Islam

PUISI ISLAM

Oleh : KH Ahmad Musthofa Bisri* Islam agamaku nomor satu di dunia Islam benderaku berkibar di mana-mana Islam tempat ibadahku mewah bagai istana Islam tempat sekolahku tak kalah...

Qosidah Waqtus sahar

Qosidah Waqtus sahar هذه القَصيدَ ة وقت السحر    وَقْتِ السَّحَرْ بِهْ يَطِيْب الْحَالْ لاَهْلِ الصَّفَا                                   وَبِهْ يَجُوْدُ الْعَلِي بِالْفَضْلِ لأَهْلِ الْوَفَا Waktu larut malam adalah saat termuliakannya keadaan orang orang...

Qosidah Ya Rasulullah Salamun Alaika

Karya : al-Imam al-Habib Abdullah bin Alwy Al-Haddad Penerjemah : Ustadz Sa’id (Pengasuh Majlis Ta’lim Darul Futuh) يَا رَسُوْلَ الله ْسَلاَمٌ عَلَيْك ...
Puisi Ibu Oleh: KH A Mustofa Bisri Kaulah gua teduh tempatku bertapa bersamamu Sekian lama Kaulah kawah dari mana aku meluncur dengan perkasa Kaulah bumi yang tergelar lembut bagiku melepas lelah dan nestapa gunung yang menjaga mimpiku siang dan malam mata air yang tak brenti mengalir membasahi dahagaku telaga tempatku bermain berenang dan menyelam Kaulah, ibu, laut dan langit yang menjaga lurus horisonku Kaulah, ibu, mentari dan rembulan yang mengawal perjalananku mencari jejak sorga di telapak kakimu (Tuhan, aku bersaksi ibuku telah melaksanakan amantMu menyampaikan kasihsayangMu maka kasihilah ibuku seperti Kau mengasihi kekasih-kekasihMu Amin). Baca Juga : AKU MERINDUKANMU O, MUHAMMADKU

Puisi Ibu untuk Hari Ibu Karya Gus Mus

Puisi Ibu Oleh: KH A Mustofa Bisri Kaulah gua teduh tempatku bertapa bersamamu Sekian lama Kaulah kawah dari mana aku meluncur dengan perkasa Kaulah bumi yang tergelar lembut bagiku melepas lelah...

Qashidah Thola’al Badru ‘Alaina

طَــــلَـعَ الْـــــبَــدْرُ عَلَـــيْنَا # مِـــنْ ثَــــــنِـيَّةِ الْـــــوَدَاعْ Telah terbit Sang Purnama atas kita, dari arah Staniatil wada'...

Qosidah Sayyidina Hassan bin Tsabit Al- Anshoriy RA, Menangisi Wafatnya Rosul SAW

Senin 12 Robiul Awwal, selain mengingatkan kita pada hari lahirnya manusia mulia yang dimuliakan oleh Yang Maha Mulia, juga mengingatkan kita pada peristiwa wafatnya...

Puisi Rukun Iman

Karya : KH. D. Zawawi Imron* —– Allah —– Matahari, bumi, binatang dan bulan Tidak ada yang mampu menciptakan Yang kuasa membuat hanya Allah Tiada Tuhan selain...
Ketika Agama Kehilangan Tuhan (Kalam ulama) –  Oleh : KH A Mustafa Bisri (Gus Mus) Dulu agama menghancurkan berhala. Kini agama jadi berhala. Tak kenal Tuhannya, yg penting agamanya. Dulu orang berhenti membunuh sebab agama. Sekarang orang saling membunuh karena agama. Dulu orang saling mengasihi karena beragama. Kini orang saling membenci karena beragama. Agama tak pernah berubah ajarannya dari dulu,Tuhannya pun tak pernah berubah dari dulu. Lalu yg berubah apanya? Manusianya? Dulu orang belajar agama sebagai modal, untuk mempelajari ilmu lainnya. *Sekarang orang malas belajar ilmu lainnya, maunya belajar agama saja. Dulu pemimpin agama dipilih berdasarkan kepintarannya, yg paling cerdas diantara orang² lainnya. Sekarang orang yg paling dungu yg tidak bisa bersaing dgn orang² lainnya, dikirim untuk belajar jadi pemimpin agama. Dulu para siswa diajarkan untuk harus belajar giat dan berdoa untuk bisa menempuh ujian. Sekarang siswa malas belajar, tapi sesaat sebelum ujian berdoa paling kencang, karena diajarkan pemimpin agamanya untuk berdoa supaya lulus. Dulu agama mempererat hubungan manusia dgn Tuhan. Sekarang manusia jauh dari Tuhan karena terlalu sibuk dgn urusan² agama. Dulu agama ditempuh untuk mencari Wajah Tuhan. Sekarang agama ditempuh untuk cari muka di hadapan Tuhan. Esensi beragama telah dilupakan. Agama kini hanya komoditi yg menguntungkan pelaku bisnis berbasis agama, karena semua yg berbau agama telah di-dewa²kan, takkan pernah dianggap salah, tak pernah ditolak, dan jadi keperluan pokok melebihi sandang, pangan, papan. Agama jadi hobi, tren, dan bahkan pelarian karena tak tahu lagi mesti mengerjakan apa. Agama kini diper-Tuhankan, sedang Tuhan itu sendiri dikesampingkan. Agama dulu memuja Tuhan. Agama kini menghujat Tuhan. Nama Tuhan dijual, diperdagangkan, dijaminkan, dijadikan murahan, oleh orang² yg merusak, membunuh, sambil meneriakkan nama Tuhan. Tuhan mana yang mengajarkan tuk membunuh? Tuhan mana yang mengajarkan tuk membenci? Tapi manusia membunuh, membenci, mengintimidasi, merusak, sambil dgn bangga meneriakkan nama Tuhan, berpikir bahwa Tuhan sedang disenangkan ketika ia menumpahkan darah manusia lainnya. Agama dijadikan senjata untuk menghabisi manusia lainnya. Dan tanpa disadari manusia sedang merusak reputasi Tuhan, dan sedang mengubur Tuhan dalam² di balik gundukan ayat² dan aturan agama. [artikel number=5 tag=”sastra-islam” ]

Ketika Agama Kehilangan Tuhan

Ketika Agama Kehilangan Tuhan (Kalam ulama) –  Oleh : KH A Mustafa Bisri (Gus Mus) Dulu agama menghancurkan berhala. Kini agama jadi berhala. Tak kenal Tuhannya, yg penting...

Qosidah Ya Allah Binazroh (Ya Allah Pandanglah kami)

أَلاَ يَا الله بِنَظْرَةْ مِنَ الْعَيْنِ الرَّحِيْمَةْ تُدَاوِيْ كُلَّ مَا بِي مِنْ...

Puisi Kemerdekaan Gus Mus

Rasanya Baru Kemarin* oleh: KH. A. Mustofa Bisri Rasanya Baru kemarin Bung Karno dan Bung Hatta Atas nama kita menyiarkan dengan seksama Kemerdekaan kita di hadapan dunia. Rasanya Gaung pekik...