Home Kumpulan Doa, Dzikir, dan Sholawat

Kumpulan Doa, Dzikir, dan Sholawat

Kumpulan doa dan Dzikir (Kalam Ulama). “Siapa yang membaca dzikir ini setelah sholat fardhu Subuh dan Maghrib, tanpa merubah posisi duduk tawaruk (tahiyat akhir) sebanyak 10x dengan membaca: لآ اِلهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِ وَيُمِيْتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْر (١٠×) Laa ilaaha illallah wahdahu laa syariika lah lahul mulku walahul hamdu yuhyii wayumiitu wahuwa aka kulli syai'in qadiir. “Tidak ada yang berhak diibadahi dengan sebenarnya kecuali Allah, satu-satunya dan tidak ada sekutu bagi-Nya, milik-Nya lah segala kerajaan, segala pujian dan Allah Maha Berkuasa atas segala sesuatu.” (Baca Juga Kesunnahan dan Doa dalam Wudhu) kemudian setelah berdoa sehabis sholat, dilanjutkan membaca أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهَ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ. إِلَهًا وَاحِدًا وَرًبًّا شَا هِدًا وَنَحْنُ لَهُ مُسْلِمُوْنَ ( ٤X) Asyhadu an laa ilaaha illa alloh wahdahu laa syariika lahu, ilahaan wahidan wa robbaan syaa hidan wa nahnu muslimuun. "Saya bersaksi bahwa sesungguhnya tiada Tuhan yang patut disembah kecuali Allah yang satu dan tidak ada sekutu bagi-Nya, yaitu Tuhan yang satu, dan Rab yang Maha Menyaksikan. Dan kita adalah orang-orang muslim kepada-Nya" Maka jembatan Shirothal Mustaqim yang panjangnya bisa ribuan tahun (3 tahun, 1 tahun menanjak, 1 tahun mendatar dan 1 tahun menukik tajam) di hari kiamat kelak akan dipendekkan oleh Allah SWT sehasta (sepanjang lengan orang dewasa), dan dilebarkan oleh-Nya sehingga kita bisa melompat dengan mudah ke Jannah (Syurga) disebrangnya, bagi siapa saja yang istiqomah mengamalkannya. Faedah dari Habib Salim Assyathiri dan kutipan dari Imam Albaijuri dalam karya nya Tuhfatul murid Syarah Jawharah Tauhid.

Dzikir Setelah Sholat Fardhu Subuh dan Maghrib

Kumpulan doa dan Dzikir (Kalam Ulama). “Siapa yang membaca dzikir ini setelah sholat fardhu Subuh dan Maghrib, tanpa merubah posisi duduk tawaruk (tahiyat akhir)...
Kumpulan doa dan zikir (Kalam Ulama). Siapapun yang ingin hatinya hidup dan meraih keberhasilan berupa keselamatan dan kebaikan di sisi Allah, maka hendaklah mempelajari sunnah-sunnah dan mengamalkannya. Sunnah-sunnah wudhu hanya akan ditinggalkan oleh:  Baca juga Kumpulan doa dan zikir : Doa Agar Terhindar dari Hutang dan Sifat Malas  orang yang meremehkan persoalan-persoalan agama orang lalai atau berpaling meninggalkan sunnah-sunnah orang yang melupakan keutamaan sunnah orang bodoh, yaitu orang yang menyia-nyiakan sunnah Rasulullah SAW. bersabda: "Tidaklah sempurna sholat seorang dari kalian, sampai dia menyempurnakan wudhunya." (HR. Tirmidzi). Doa-doa sunnah dalam berwudhu, Doa ketika melihat air hendak berwudhu : بِسْمِ اللَّهِ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ جَعَلَ الْمَاءَ طَهُوْرًا Bismillahil hamdulillahilladzi ja'alal ma a thohuro "dengan menyebut nama allah, segala puji bagi allah yang menjadikan air suci mensucikan" . Doa sebelum berwudhu/sholat : رَبِّ اَعُوْذُ بِكَ مِنْ هَمَزَا تِ الشَيَا طِيِنِ وَاَعُوْذُ بِكَ رَبِّ اَنْ يَحْضُرُوْنَ Robbi a'udzubika min hamazatis syayatiini wa a'udzubika robbi ayyahdhurun. " ya allah, kami mohon perlindungan-Mu dari pada gangguan syetan, dan kami mohon perlindungan-Mu dari kedatangan mereka" Hal-hal yang disunnahkan dalam wudhu : Membaca basmalah disertai niat. Melakukan semua rukun sebanyak tiga kali Tidak berbicara tanpa udzur Menghadap QIblat Berurutan

Kesunnahan dan Doa dalam Wudhu

Kumpulan doa dan zikir (Kalam Ulama). Siapapun yang ingin hatinya hidup dan meraih keberhasilan berupa keselamatan dan kebaikan di sisi Allah, maka hendaklah mempelajari...
Kumpulan doa dan zikir (Kalam Ulama). Guru Mulia Al-‘Allamah Al-Habib Umar bin Muhammad bin Hafidz berwasiat kepada kita untuk memperbanyak membaca sholawat di bulan Robiu’l Awwal 1439 H. اللهم صلِّ وسلِّم على عبدِك ورسولِك خاتمِ النبيِّين، وأكرمِ الأولين والآخِرين، سيدِنا محمدٍ، وعلى آلِه وصحبِه والتابعين، وفرِّج على المسلمين، ياقويُّ يامتين، واكْفِ شرَّ الظالمين ALLOHUMMA SHOLLI WA SALLIM ‘ALA ‘ABDIKA WA ROSULIKA KHOTAMIN NABIYIIN WA AKROMIL AWWALIN WAL AKHIRIN, SAYYIDINA MUHAMMADIN, WA ‘ALA AALIHI WA SHOHBIHI WAT TABI'IIN, WA FARRIJ ‘ALAL MUSLIMIIN, YA QOWIYYU YA MATIIN, WAKFI SYARRO DZOLIMIIN. (Baca Juga : Doa Agar Terhindar dari Hutang dan Sifat Malas) Ya Alloh limpahkanlah sholawat dan salam atas hamba dan rosul-Mu penutup para Nabi, manusia paling mulia dari generasi awal dan akhir, penghulu kami Nabi Muhammad, juga atas keluarganya, sahabatnya, dan tabi’in, dan berikanlah kelapangan pada kaum Muslimin, wahai Tuhan yang Maha Kuat lagi Maha Perkasa, hindarkanlah kami dari kejahatan orang-orang yang dzholim. Dibaca sebanyak 3000x (lebih atau kurang) sepanjang bulan Robi’ul Awwal. Semoga Alloh Ta’ala memberikan kita taufiq untuk mengamalkannya.

Ijazah Habib Umar Bin Hafidz di Bulan Maulid : Membaca 3000x Sholawat

Kumpulan doa dan zikir (Kalam Ulama). Guru Mulia Al-‘Allamah Al-Habib Umar bin Muhammad bin Hafidz berwasiat kepada kita untuk memperbanyak membaca sholawat di bulan...

Doa Agar Terhindar dari Hutang dan Sifat Malas

Kalam Ulama - Doa Agar Terhindar dari Hutang dan Sifat Malas اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ...
Doa agar Dijauhkan dari Ilmu yang Tidak Bermanfaat

Doa agar Dijauhkan dari Ilmu yang Tidak Bermanfaat

اَللّهُمَّ اِنِّي اَعُوْذُ بِكَ مِنْ عِلْمٍ لاَ يَنْفَعُ وَقَلْبٍ لاَ يَخْشَعُ وَدُعَاءٍ لاَ يُسْمَعُ وَعَمَلٍ لاَ يُرْفَعُ Allahumma inni a'udzubika min 'ilmin laa yanfa'u wa...

Doa Setelah Belajar

اللّهُمَ اِنّيْ اَسْتَوْدِعُكَ مَا عَلَّمْتَنِيْهِ فَارْدُدْهُ اِلَيَّ عِندَ حَا جَتِي اِلَيْهِ وَلَا تَنْسِنِيْهِ يَارَبَّ الْعَالَمِيْنَ Allahumma inni astaudi'uka maa 'allamtaniihi fardudhu ilaiyya 'indda haajatii ilaihi...

Doa Dibukakan Rahasia Ilmu

Barangsiapa yang membaca doa dibawah ini sebelum mempelajari suatu Ilmu maka insyaAllah akan membukakan baginya rahasia Ilmu tersebut. اللّهُمَ اَخْرِجْنَا مِنْ ظُلُمَات الْوَهْمِ وَاَكْرِمْنَا بِنُوْرِالْفَهْمِ...

Do’a Sebelum Tidur

١- بِاسْمِكَ رَبّيْ وَضَعْتُ جَنْبِيْ وَبِاسْمِكَ اَرْفَعُهُ، فَاغْفِرْلِيْ ذَنْبِيْ. اللّٰهُمَّ اِنْ اَمْسَكْتَ نَفْسِيْ فَارْحَمْهَا وَاِنْ اَرْسَلْتَهَا فَاحْفَظْهَا بِمَا تَحْفَظُ بِهِ عِبَادِكَ الصَّالِحِيْنَ " Yaa Allah...
Teks dan Terjemah Sholawat Badar Gubahan KH. M. Ali Manshur Shiddiq صَلَاةُ اللَّهْ سَـلَامُ اللَّهْ * عَـلَى طَــهَ رَسُـوْلِ اللَّهْ صَلَاةُ اللَّهْ سَـلَامُ اللَّهْ * عَلَى يَـس حَبِـيْبِ اللَّهْ Semoga Sholawat (rahmat ta’dzhim) dan salam (kesejahteraan) Alloh dilimpahkan kepada Thoha (Nabi Muhammad), seorang utusan Alloh. Sholawat dan salam Alloh semoga dilimpahkan-Nya kepada Yasin (Nabi Muhammad), kekasih Alloh. تَـوَسَّلْنَـا بِـبِسْمِ اللَّهْ * وَ بِالْـهَادِي رَسُـوْلِ اللَّهْ وَ كُـلِّ مُـجَـاهِـدِ اللَّهْ * بِـاَهْــلِ الْـبَــدْرِ يَـا اَللَّهْ Kami bertawassul (berperantaraan) dengan Bismillah, dengan al-Hadi (Nabi Muhammad, pembawa hidayah), utusan Alloh, dan dengan perantaraan semua pejuang fisabilillah, terutama dengan (perantaraan) Ahli badar, Ya Alloh. إِلَــهِـيْ سَـلِّـمِ الْاُمَّــةْ * مِنَ الْلآفَـاتِ وَ النِّـقْـمَةْ وَ مِـنْ هَـمٍّ وَ مِـنْ غُـمَّةْ * بِـاَهْــلِ الْـبَــدْرِ يَـا اَللَّهْ Ya Tuhanku! Selamatkan umat Islam dari bala’ bencana, malapetaka, serta kesusahan dan kegelisahan. Berkat Ahli Badar, Ya Alloh! إِلَـهِـيْ نَـجِّـنَا وَاكْـشِفْ * جَـمِـيْعَ أَذِيَّـةٍ وَ اصْرِفْ مَكَائِـدَ الْـعَدَا وَ الْـطُـفْ * بِـاَهْــلِ الْـبَــدْرِ يَـا اَللَّهْ Ya Tuhanku! Selamatkan kami. Hilangkan semua yang menyakitkan kami. Gagalkan tipudaya (rekayasa jahat) musuh. Dan bersikap lemah lembutlah kepada kami. Berkat (perantaraan) Ahli Badar, Ya Alloh! إِلَـهِيْ نَفِّسِ الْكُرَبَـا * مِنَ الْعَاصِيْنَ وَ الْعَـطْـبَا وَ كُـلَّ بَـلِــيَّـةٍ وَ وَبَــا * بِـاَهْــلِ الْـبَــدْرِ يَـا اَللَّهْ Ya Tuhanku! Lenyapkan berbagai kesusuhan, bala'-bencana dan berbagai penyakit menular, akibat dari perbuatan para ahli maksiat dan pengrusak. Berkat Ahli Badar, Ya Alloh! فَكَـمْ مِنْ رَحْـمَةٍ حَصَلَتْ * وَكَـمْ مِـنْ ذِلَّـةٍ فَصَلَتْ وَ كَـمْ مِـنْ نِـعْمَةٍ وَصَلَتْ * بِـاَهْــلِ الْـبَــدْرِ يَـا اَللَّهْ Banyak sudah rahmat yang berhasil kita raih. Tidak terhitung kerendahan yang tersingkir. Dan tidak sedikit kenikmatan yang kita terima. Berkat Ahli Badar, Ya Alloh! وَكَـمْ أَغْـنَـيْتَ ذَا الْعُمْرِ * وَ كَمْ أَوْلَيْتَ ذَا الْفَـقْـرِ وَكَـمْ عَافَـيْتَ ذَا الْـوِزْرِ * بِـاَهْــلِ الْـبَــدْرِ يَـا اَللَّهْ Banyak sudah Engkau membuat kaya orang-orang. Tidak terhitung jumlahnya Engkau curahkan (kenikmatan) kepada orang yang membutuhkan. Dan tidak sedikit Engkau berikan ampunan kepada orang-orang yang berdosa. Berkat Ahli Badar, Ya Alloh! لَـقَدْ ضَاقَتْ عَلَى الْقَلْبِ * جَـمِيْعَ الْأَرْضِ مَعْ رَحْبِ فَانْـجُ مِـنَ الْبَلَا الصَّعْبِ * بِـاَهْــلِ الْـبَــدْرِ يَـا اَللَّهْ Sungguh, seluruh dataran bumi yang terbentang luas ini benar-benar terasa sempit oleh hati (yang sedang susah). Karenanya, selamatkan kami dari bala’ bencana yang menyulitkan ini. Berkat Ahli Badar, Ya Alloh! أَتَـيْنَـا طَالِبَ الـرِّفْـقِ * وَ جُـلَّ الْـخَـيْرِ وَ السَّعْدِ فَوَسِّعْ مِنْـحَةَ الْأَيْدِي * بِـاَهْــلِ الْـبَــدْرِ يَـا اَللَّهْ Kami datang seraya memohon kasih sayang, kebajikan dan kebahagiaan hidup. Karena itu, bentangkan uluran anugerah-Mu kepada kami. Berkat Ahli Badar, Ya Alloh! فَلَا تَـرْدُدْ مَع الْخَـيْـبَـةْ * بَلِ اجْعَلْنَـا عَلَى الطَّيْبَةْ أَيَا ذَا الْعِـزِّ وَ الْـهَـيْـبَةْ * بِـاَهْـلِ الْبَـــدْرِ يَـا اَللَّهْ Jangan Engkau tolak (permohonan kami), sehingga mengalami kerugian. Sebaliknya, jadikan kami selalu diatas kebaikan. Wahai Tuhan Pemilik kemuliaan dan kewibawaan. Berkat Ahli Badar, Ya Alloh! وَ إِنْ تَـرْدُدْ فَـمَـنْ نَـأْتـِي * بِنَـيْـلِ جَـمِيْـعِ حَاجَاتِي أَيَـا جَـالِـي الْـمُـلِـمَّـاتِ * بِـاَهْـلِ الْبَـــدْرِ يَـا اَللَّهْ Jika Engkau tolak (permohonan kami), lantas kepada siapa kami akan datang mengadu untuk tercapainya seluruh hajat kami? Wahai Tuhan Yang meringankan penderitaan. Berkat Ahli Badar, Ya Alloh! إِلَـهِي اغْفِـرْ وَأَ كْـرِمْنَـا * بِنَـيْـلِ مَـطَالِـبٍ مِـنَّـا وَ دَفْـــعِ مَــسَـاءَةٍ عَــنَّـا * بِـاَهْـلِ الْبَـــدْرِ يَـا اَللَّهْ Ya Tuhanku! Ampuni dan muliakan kami dengan memperoleh apa saja yang kami mohon, dan dengan tercegahnya kejahatan musuh dari kami. Berkat Ahli Badar, Ya Alloh! إِلَـهِي أَنْــتَ ذُوْ لُـطْـــفٍ * وَ ذُوْ فَضْلٍ وَ ذُوْ عَطْفٍ وَ كَـمْ مِـنْ كُـرْبَـةٍ تَـنْـفِي * بِـاَهْــلِ الْـبَــدْرِ يَـا اَللَّهْ Ya Tuhanku! Engkau Pemilik kelemah-lembutan, Pemilik anugerah dan kasih sayang. Sudah berapa banyak kegelisahan yang Engkau lenyapkan. Berkat Ahli Badar, Ya Alloh! وَ صَلِّ عَلَى النَّبِي الْـبِـرِّ * بِلَا عَــدٍّ وَ لَا حَــصْرِ وَ آلِ سَـــادَةِ غُــــــرِّ * بِـاَهْـلِ الْـبَـدْرِ يَـا اَللَّهْ Limpahkan sholawat (rahmat ta'dzhim) kepada Seorang Nabi yang baik hati, tanpa terhingga dan tanpa hitungan. Limpahkan juga sholawat tersebut kepada keluarga beliau, para sayyid yang mulia. Berkat Ahli Badar, Ya Alloh! صَلِّ وَ سَلِّمْ لِلنَّبِي خَيْرِ الْبَشَرِ * وَ الْآلِ وَ الْبَدْرِ قِنـَا مِنْ كُلِّ شَرِّ أَللَّهُـمَّ لَا تُؤَاخِذْنَا بِالْجَرِيْرَة * وَ أَصْلِحْ لَنَا الْعَلَانِيَة وَ السَّرِيْرَة Limpahkan sholawat dan salam kepada Nabi Muhammad, sebaik-baik manusia, beserta keluarga dan Ahli Badar. Lindungi kami dari semua kejahatan. Ya Alloh! Jangan Engkau siksa kami akibat keburukan amal perbuatan kami. (Akan tetapi) perbaguslah perilaku lahir dan batin kami. [VIRAL] Sholawat Badar Asli Indonesia Menggema Di Luar Negeri (Teks dan Terjemahnya)

Teks Sholawat Badar & Terjemahnya

Teks dan Terjemah Sholawat Badar Gubahan KH. M. Ali Manshur Shiddiq By : Kalam Ulama صَلَاةُ اللَّهْ سَـلَامُ اللَّهْ * عَـلَى طَــهَ رَسُـوْلِ اللَّهْ صَلَاةُ اللَّهْ سَـلَامُ اللَّهْ...
Sholawat Pembuka Maulid Ad-Dibai Ya Robbi Sholli Ala Muhammad بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ  Dengan nama Alloh yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang   يَارَبِّ صَلِّ عَلىٰ مُحَمَّدْ      ○      يَارَبِّ صَلِّ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ Ya Alloh, tetapkanlah limpahan sholawat kepada Nabi Muhammad Ya Alloh, tetapkanlah limpahan sholawat dan salam kepadanya يَارَبِّ بَلِّغْهُ الْوَسِيْلَةْ       ○      يَارَبِّ خُصَّهُ بِالْفَضِيْلَةْ Ya Alloh, sampaikanlah kepadanya sebagai perantara Ya Alloh, khususkanlah kepadanya dengan keutamaan يَارَبِّ وَارْضَ عَنِ الصَّحَابَةْ     ○      يَارَبِّ وَارْضَ عَنِ السُّلاَلَةْ Ya Alloh, anugerahkanlah keridhon kepada sahabatnya Ya Alloh, anugerahkanlah keridhon kepada keturunannya يَارَبِّ وَرْاضَ عَنِ الْمَشَايِخْ          ○      يَارَبِّ وَارْحَمْ وَالِدِيْنَا Ya Alloh, anugerahkanlah keridhon kepada para guru Ya Alloh, rahmatilah orang-orang tua kami يَارَبِّ وَارْحَمْنَا جَمِيْعًا         ○      يَارَبِّ وَارْحَمْ كُلَّ مُسْلِمْ Ya Alloh, rahmatilah kami semua. Ya Alloh, rahmatilah semua orang islam يَارَبِّ وَاغْفِرْ لِكُلِّ مُذْنِبْ      ○      يَارَبِّ لاَ تَقْطَعْ رَجَانَا Ya Alloh, ampunilah semua orang yang berbuat dosa. Ya Alloh, janganlah Engkau putuskan harapan kami. يَارَبِّ يَا سَامِعْ دُعَانَا      ○      يَارَبِّ بَلِّغْنَا نَزُوْرُهْ Ya Alloh, wahai Zat Yang Maha Mendengar doa kami. Ya Alloh, sampaikan kami ziarah ke makamnya يَارَبِّ تَغْشَانَا بِنُوْرِهْ         ○      يَارَبِّ خِفْظَانَكْ وَاَمَانَكْ Ya Alloh, sinarilah kami dengan nurnya. Ya Alloh, aku selalu mengharap pemeliharaan dan keamanan-Mu. يَارَبِّ وَاسْكِنَّا جِنَانَكْ     ○      يَارَبِّ اَجِرْنَا مِنْ عَذَابِكْ Ya Alloh, tempatkanlah kami dalam surga-Mu. Ya Alloh, selamatkanlah kami dari siksa-Mu. يَارَبِّ وَارْزُقْنَا الشَّهَادَةْ   ○      يَارَبِّ حِطْنَا بِالسَّعَادَةْ Ya Alloh, anugerahilah kematian kami dengan syahid. Ya Alloh, liputilah kehidupan kami dengan penuh kebahagiaan يَارَبِّ وَاصْلِحْ كُلَّ مُصْلِحْ    ○      يَارَبِّ وَاكْفِ كُلَّ مُؤْذِيْ Ya Alloh, balaslah kebaikan orang yang berbuat kebaikan. Ya Alloh, hindarkanlah dari semua orang yang menyakiti. يَارَبِّ نَخْتِمْ بِالْمُشَفَّعْ        ○      يَارَبِّ صَلِّ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ Ya Alloh, akhirilah kami dengan mendapat syafaat Nabi Muhammad saw. Ya Alloh, tetapkanlah limpahan sholawat dan salam kepada Nabi Muhammad .****************************** Baca Juga Kajian Maulid Diba' #02: "Inna Fatahna"

Teks Maulid Ad-Dibai : Ya Rabbi Sholli Ala Muhammad

Sholawat Pembuka Maulid Ad-Dibai Ya Robbi Sholli Ala Muhammad بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ  Dengan nama Alloh yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang يَارَبِّ صَلِّ عَلىٰ مُحَمَّدْ      ○     ...

Stay connected

4,240FansLike
14,858FollowersFollow
1FollowersFollow
1,816FollowersFollow
517SubscribersSubscribe
- Advertisement -
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Popular Post

Qosidah “Man Ana” (Siapa Diriku)

Suara Sulthonul Qulub al-Habib Munzir bin Fuad al-Musawa saat membaca qosidah al-Imam al-Habib Umar Muhdhor bin Abdurrohman Assegaf. Qosidah ini juga sering beliau baca di...
Kumpulan Doa dan Dzikir (Kalam Ulama) - Teks Qasidah Burdah Lirik dan Terjemah : Pasal 1 Bercumbu dan Pengaduan Cinta الفصل الأول : في الغزل وشكوى الغرام Bagian Pertama: Bercumbu dan Pengaduan Cinta مَوْلَايَ صَلِّي وَسَلِّـمْ دَآئِــماً أَبَـدًا ۞ عَلـــَى حَبِيْبِـكَ خَيْــرِ الْخَلْقِ كُلِّهِمِ هُوَالْحَبِيْبُ الَّذِيْ تُرْجَى شَفَاعَتُهُ ۞ لِكُلّ هَوْلٍ مِنَ الْأِهْوَالِ مُقْتَحِـــــــمِ أَمِنْ تَذَكُّرِ جِيْرَانٍ بِذِيْ سَــــلَــمٍ ۞ مَزَجْتَ دَمْعًا جَرَيْ مِنْ مُقْلَةٍ بِـــدَمِ Apakah karena mengingat para kekasih di Dzi Salam[1] sana. Engkau deraikan air mata dengan darah duka. أَمْ هَبَّتِ الرِّيْحُ مِنْ تِلْقَاءِ كَاظِمَـــةٍ ۞ وَأَوْمَضَ الْبَرْقُ فِيْ الْضَمَآءِ مِنْ إِضَـمِ Ataukah karena hembusan angin terarah lurus berjumpa di Kadhimah[2]. Dan kilatan cahaya gulita malam dari kedalaman jurang idham [3]. فَمَا لِعَيْنَيْكَ إِنْ قُلْتَ اكْفُفَا هَمَتَــا ۞ وَمَا لِقَلْبِكَ إِنْ قُلْتَ اسْتَفِقْ يَهِـــــمِ Mengapa kedua air matamu tetap meneteskan airmata? Padahal engkau telah berusaha membendungnya. Apa yang terjadi dengan hatimu? Padahal engkau telah berusaha menghiburnya. أيَحَسَبُ الصَّبُّ أَنَّ الْحُبَّ مُنْكَتـــِمٌ ۞ مَا بَيْنَ مُنْسَجِمٍ مِنْهُ وَمضْطَــــرِمِ Apakah diri yang dirundung nestapa karena cinta mengira bahwa api cinta dapat disembunyikan darinya. Di antara tetesan airmata dan hati yang terbakar membara. لَوْلَا الْهَوَى لَمْ تُرِقْ دَمْعاً عَلَي طَـلَلٍ ۞ وَلاَ أرَقْتَ لِذِكْرِ الْبَانِ وَالْعَلـَـــمِ Andaikan tak ada cinta yang menggores kalbu, tak mungkin engkau mencucurkan air matamu. Meratapi puing-puing kenangan masa lalu berjaga mengenang pohon ban dan gunung yang kau rindu. فَكَيْفَ تُنْكِرُ حُباًّ بَعْدَ مَا شَــهِدَتْ ۞ بِهِ عَلَيْكَ عُدُوْلُ الدَّمْعِ وَالسَّـــقَمِ Bagaimana kau dapat mengingkari cinta sedangkan saksi adil telah menyaksikannya. Berupa deraian air mata dan jatuh sakit amat sengsara. وَأَثْبَتَ الْوَجْدُ خَطَّيْ عَبْرَةٍ وَّضَــنىً۞ مِثْلَ الْبَهَارِمِ عَلَى خَدَّيْكَ وَالْعَنَــــمِ Duka nestapa telah membentuk dua garisnya isak tangis dan sakit lemah tak berdaya. Bagai mawar kuning dan merah yang melekat pada dua pipi. نَعَمْ سَرَى طَيْفُ مَنْ أَهْوَى فَأَرّقَنِي ۞ وَالْحُبّ يَعْتَرِضُ اللّذّاتَ بِالَلَــــــمِ Memang benar bayangan orang yang kucinta selalu hadir membangunkan tidurku untuk terjaga. Dan memang cinta sebagai penghalang bagi siempunya antara dirinya dan kelezatan cinta yang berakhir derita. يَا لَا ئِمِي فِي الهَوَى العُذْرِيِّ مَعْذِرَةً ۞ مِنّي إِلَيْكَ وَلَوْ أَنْصَفْتَ لَمْ تَلُمِ Wahai pencaci derita cinta kata maaf kusampaikan padamu. Aku yakin andai kau rasakan derita cinta ini tak mungkin engkau mencaci maki. عَدَتْكَ حَـــالِـي لَاسِرِّيْ بِمُسْتَتِرٍ ۞ عَنِ الْوِشَاةِ وَلاَ دَائِيْ بِمُنْحَسِــمِ Kini kau tahu keadaanku, tiada lagi rahasiaku yang tersimpan darimu. Dari orang yang suka mengadu domba dan derita cintaku tiada kunjung sirna. مَحّضْتَنِي النُّصْحَ لَكِنْ لَّسْتُ أَسْمَعُهُ  ۞  إَنّ الُحِبَّ عَنِ العُذَّالِ فِي صَمَمِ Begitu tulus nasihatmu, tapi aku tak mampu mendengar semua itu. Karena sesungguhnya orang yang dimabuk cinta tuli dan tak menggubris cacian pencela. إِنِّى اتَّهَمْتُ نَصِيْحَ الشّيْبِ فِي عَذَلِي ۞ وَالشّيْبُ أَبْعَدُ فِي نُصْحِ عَنِ التُّهَمِ Aku curiga ubanku pun turut mencelaku. Padahal ubanku pastilah tulus memperingatkanku. Baca Juga : Kisah Pangeran Diponegoro & Sholawat Burdah

Teks Qasidah Burdah Lirik dan Terjemah : Pasal 1 Bercumbu dan Pengaduan Cinta

Kumpulan Doa dan Dzikir (Kalam Ulama) - Teks Qasidah Burdah Lirik dan Terjemah : Pasal 1 Bercumbu dan Pengaduan Cinta الفصل الأول : في الغزل وشكوى الغرام Bagian...
Kajian Maulid Diba' #13 "Fahtazzal 'Arsyu" اللهم صل وسلم وبارك عليه   Ya Allah tetapkanlah limpahan rahmat dan salam serta keberkahan kepadanya (Nabi Muhammad).   فَاهْتَزَّ الْعَرْشُ طَرَبًا وَاسْتِبْشَارًا Maka bergoncanglah ‘Arsy karena gembira dengan adanya kabar gembira.   وَازْدَادَ الْكُرْسِيُّ هَيْبَةً وَوَقَارًا Dan kursi Allah bertambah wibawa dan tenang karena memuliakannya.   وَامْتَلَأَتِالسَّمٰوَاتُ أَنْوَارًا Dan langit penuh dengan cahaya.   وَضَجَّتِ الْمَلَآئِكَةُ تَهْلِيْلًا وَتَمْجِيْدًا وَاسْتِغْفَارًا ۩ serta bergemuruh suara malaikat membaca tahlil, tamjid dan istighfar   سُبْحَانَ اللهِ وَ اْلحَمْدُ للهِ وَلا اِلهَ الّا اللهُ وَ اللهُ اَكْبَر  Maha Suci Allah, limpahan puji bagi Allah, tiada Tuhan selain Allah, dialah Allah yang Maha Besar (4x)   وَلَمْ تَزَلْأُمُّهٗ تَرٰى أَنْوَاعًا مِنْ فَخْرِهِ وَفَضْلِهِ إِلىٰ نِهَايَةِ تَمَامِ حَمْلِهِ  Dan ibunya tiada henti-hentinya melihat bermacam-macam keajaiban hingga dari keistimewaan dan keagungannya hingga sempurna masa kandungannya,   فَلَمَّا اشْتَدَّ بِهَا الطَّلْقُ بِـإِذْنِ رَبِّ الْخَلْقِ  Maka ketika ibunya telah merasakan sakit karena kandungannya akan lahir, dengan izin Tuhannya, Tuhan pencipta makhluk,   وَضَعَتِ الْحَبِيْبَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَاجِدًا شَاكِـرًا حَامِدًا كَأَنَّهُ الْبَدْرُ فِيْ تَمَامِهِ   Lahirlah kekasih Allah Muhammad SAW dalam keadaan sujud, bersyukur dan memuji, sedangkan wajahnya bagaikan bulan purnama dalam kesempurnaannya.   -------000--------   مَحَلُّ اْلقِيَامِ Baca Juga : Kajian Maulid Diba' #14 : Teks dan Terjemah Mahallul Qiyam   Keterangan: Para Malaikat, Para Nabi, Para Wali, Para bidadari surga, seluruh makhluk-makhluk Allah SWT yang ada di daratan, di lautan, di angkasa, bahkan bumi, laut, udara, bintang-bintang, bulan, matahari, langit, kursiy dan Arasy, seluruhnya benar-benar meluapkan kegembiraan dan memuncakkan “Shalawat ta’dzhim” kepada Kekasih Allah SWT, Nabi Akhir Zaman, Baginda Nabi Muhammad SAW. Bahkan Ka’bah Baitulloh ikut bergetar selama 3 hari berturut-turut karena bahagia dan bangga menyambut kelahiran baginda Nabi Muhammad SAW.           Sebagaimana yang telah disebutkan dalam Maulid Ad-diba’iy Lil Imam Abdurrahman Ad-Diba’iy: فاهتز العرش طربا واستبشارا وازداد الكرسي هيبة ووقارا وامتلأت السموات أنوارا وضجت الملائكة تهليلا وتمجيدا واستغفارا Yang artinya kurang lebih: “Sesungguhnya (pada saat kelahiran Baginda Nabi Muhammad SAW), ‘Arasy seketika gentar hebat luar biasa meluapkan kebahagiaan dan kegembiraannya, dan Kursiy juga semakin tambah kewibawaan dan keagungannya, dan seluruh langit dipenuhi cahaya yang bersinar terang dan para malaikat seluruhnya serentak bergemuruh memanjatkan tahlil, tamjid, dan istighfar kepada Allah SWT dengan mengucapkan:  سبحان الله  والحمد لله  ولا إله إلا الله  والله أكبر أستغفر الله Yang artinya kurang lebih: “Maha Suci Allah, Segala puji bagi Allah, tidak ada Tuhan kecuali Allah, Allah Maha Besar, saya beristighfar (memohon ampun) kepada Allah SWT.”           Sesungguhnya dengan keagungan baginda Nabi Muhammad SAW di sisi Allah SWT, maka Allah SWT telah memerintahkan kepada para malaikat-Nya yang agung yakni Malaikat Jibril, Malaikat Muqorrobin, Malaikat Karubiyyin, Malaikat yang selalu mengelilingi Arasy dan lainnya agar serentak berdiri pada saat detik-detik kelahiran Baginda Nabi Muhammad SAW dengan memanjatkan Tasbih, Tahmid, Tahlil, Takbir, dan Istighfar kepada Allah SWT.           Semua fenomena keajaiban-keajaiban agung yang terjadi pada detik-detik kelahiran Baginda Nabi Muhammad SAW yang diwujudkan oleh  Allah SWT, semata-mata hanya menunjukkan kepada semua makhluk-makhluk-Nya Allah SWT bahwa baginda Nabi Muhammad SAW adalah makhluk yang paling dicintai-Nya, makhluk yang paling agung dan mulia derajatnya di sisi-Nya.           Dan riwayat-riwayat semua yang tersebutkan di atas, bukan sekedar cerita belaka, namun telah kami nukil data datanya dari kitab-kitab para ulama Ahlussunnah Waljama’ah yang sangat akurat dan otentik. Diantaranya adalah Kitab Al-Hawi lil Fatawi yang dikarang oleh Al-Imam Asy-Syaikh Jalaluddin Abdur Rahman As-Suyuthi yang telah mengarang tidak kurang dari 600 kitab yang dijadikan marja’ (pedoman) bagi para ulama ahlussunnah waljama’ah dalam penetapan hukum-hukum syariat Islam.Bahkan para ulama ahlussunnah waljama’ah telah sepakat menjuluki Beliau dengan gelar “Jalaaluddiin” yakni sebagai pilar keagungan agama Islam.           Bahkan tidak hanya dari kitab beliau, tetapi juga dari kitab-kitab para ulama Ahlussunnah Waljama’ah lainnya yang juga telah disepakati dan dijadikan sebagai sumber pedoman oleh para ulama. Diantaranya adalah Kitab Dalailun Nubuwwah lil Imam Al-Baihaqi, Kitab Dalailun Nubuwwah lil Imam Abu Na’im Al-Ashfahaniy, Kitab An-Ni’matul Kubro ‘Alal ‘Aalam lil Imam Syihabuddin Ahmad Ibnu Hajar Al-Haitami, Kitab Sabiilul Iddikar lil Imam Quthbul Ghouts Wad-Da’wah Wal-Irsyad Al-Habib Abdullah bin ‘Alawi Al-Haddad, Kitab Al-Ghuror lil Imam Al-Habib Muhammad bin Ali bin Alawiy Khird Ba Alawiy Al-Husainiy, Kitab Asy-Syifa’ lil Imam Al-Qadli ‘Iyadl Abul Faidl Al-Yahshabiy, Kitab As-Siiroh An-Nabawiyyah lil Imam As-Sayyid Asy-Syaikh Ahmad bin Zaini Dahlan Al Hasaniy, Kitab Hujjatulloh ‘Alal ‘Aalamin lis Syaikh Yusuf bin Ismail An-Nabhaniy, dan kitab-kitab lainya yang mu’tamad dan mu’tabar (diakui dan dijadikan pedoman oleh para ulama).           Bagi para Ulama shalihin Ahlussunnah Waljama’ah telah sepakat untuk berdiri pada saat bacaan Maulid Nabi Muhammad SAW telah tiba, yakni pada Mahallul Qiyam (detik-detik kelahiran Baginda Nabi Muhammad SAW). Mereka serentak berdiri demi mengikuti jejak para Malaikat, jejak arwah para Nabi dan jejak arwah para Wali untuk ta’dzhim (mengagungkan) dan memuncakkan rasa cinta yang agung kepada baginda Nabi Muhammad SAW. Mereka luapkan rasa syukur yang memuncak ke hadhirat Allah SWT atas nikmat atau anugerah paling agung yang telah Allah SWT limpahkan dengan mengutus Kekasih-Nya sebagai Rahmat (Belas Kasih Sayang-Nya) untuk seluruh alam semesta.  Mereka panjatkan puji-pujian yang agung kepada baginda Rasululloh SAW dengan bahasa sastra yang indah dan suara merdu yang dipenuhi dengan rasa rindu dan cinta yang tulus mulia kepada Baginda SAW.           Maka, sungguh sangat mulia sekali bagi kita sebagai umat yang sangat dicintainya untuk mengikuti jejak para ulama shalihin dengan serentak berdiri pada saat Mahallul Qiyam demi menyambut kedatangan Kekasih Allah SWT yang sangat mulia, Junjungan kita baginda Nabi Besar Muhammad SAW. Bukankah Beliau adalah Nabi kita yang sangat kita cintai? Bukankah Beliau adalah yang kelak akan memberi pertolongan kepada kita sehingga selamat dari siksaan Allah SWT yang sangat pedih? Bukankah Beliau adalah yang akan memberi syafaat kepada kita sehingga kita bisa memperoleh keridloan Allah SWT yang agung dan masuk ke dalam surga-Nya yang dipenuhi dengan segala kenikmatan, keindahan dan kebahagiaan yang kekal abadi selama-lamanya? Karena Rasululloh  SAW adalah Kekasih Allah SWT yang mana Allah SWT telah berjanji untuk tidak menolak segala  permintaan Beliau dan akan mengabulkan segala permohonannya. Dan janji ini telah ditetapkan Allah SWT dalam Kitab Suci Al-Qur’an, Surat Adh-Dhuha ayat  5:  ولسوف يعطيك ربك فترضى   Yang artinya kurang lebih: “Dan (sesungguhnya) kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu (Nabi Muhammad SAW), lalu (hati) kamu menjadi puas”. (Q.S. Adl-Dluha: 5) Sungguh sangat beruntung kita sebagai umat Islam yang benar-benar mencintai Baginda Nabi Muhammad SAW dengan setulusnya. Maka, pada saat tiba ajal kita nanti, baginda Nabi Muhammad SAW yang sangat kita cintai akan menolong kita dengan memohon kepada Allah SWT agar ditetapkan iman kita, diampuni segala dosa-dosa kita yang pernah kita lakukan dan diberi kemudahan menghadapi sakaratul maut. Bukan sekedar itu saja, bahkan pada saat menghadapi pertanyaan Malaikat Munkar dan Nakir di alam barzakh, Beliau akan menolong kita. Dan berkat pertolongannya, seketika Allah SWT akan menjadikan kuburan kita sebagai “Raudlotun Min Riyaadlil Jinaan”, yakni sebagai taman diantara taman-taman surga. Begitu pula pada saat di padang Mahsyar, kita akan dipersilahkan untuk meminum air telaganya dan bertemu dengan Beliau SAW beserta para ahli baitnya, para sahabatnya, dan juga bersama para wali Allah SWT, para orang-orang sholihin  dan bersama pula dengan orang-orang mukmin yang mencintainya. Seketika itu pula kita mendapati rasa aman. Demikian besarnya perhatian baginda Rasulullah SAW kepada kita, dan agungnya ketulusan mahabbah (Belas Kasih Sayang) yang sempurna kepada kita, sehingga kita bisa mendapati limpahan Rahmat (Belas Kasih Sayang) Allah SWT dan ampunan-Nya, adalah  sangat banyak sekali data-data atau dalilnya disebutkan dalam Kitab Suci Al-Qur’an, Al-Hadits serta kitab-kitab para ulama Ahlus Sunnah Wal-Jama’ah. Sebagian diantara dalil-dalil tersebut adalah Firman Allah SWT dalam Al-Qur’anu Al-Kariim Surat At-Taubah  ayat 128:  لقد جاءكم رسول من أنفسكم عزيز عليه ما عنتم حريص عليكم بالمؤمنين رءوف رحيم   Yang artinya kurang lebih: “Sesungguhnya telah datang kepada kalian Seorang Rasul (Nabi Muhammad SAW), dari kaum kalian sendiri, (sungguh sangat) berat terasa olehnya (segala) penderitaan kalian, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagi kalian, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin..” (Q.S. At-Taubah: 128).           Demikianlah anugerah-anugerah agung yang dilimpahkan Allah SWT kepada umat Islam yang benar-benar cinta kepada baginda Nabi Muhammad SAW. Namun, sebagaimana yang disebutkan oleh Imam Qodli ‘Iyadl dalam kitabnya Asy-Syifa hal 158 bahwa orang yang benar-benar tulus mencintai baginda Rasul SAW, syaratnya harus mengikuti jejaknya, meneladani prilakunya, menghidupkan sunnah ajaran dan syiarnya, mencintai ahli baitnya dan menghormati seluruh shahabatnya. Semoga kita semua termasuk orang yang benar-benar cinta sejati dengan tulus kepada Baginda Nabi Muhammad SAW beserta seluruh ahli bait dan shahabatnya serta bisa meneladani prilaku dan jejak-jejak mereka.  Wallahu a’lam bishshowaab.  Disarikan oleh Ahmad Ulul Azmi melalui kitab Nurul Mushthofa yang dirangkum oleh Al-Habib Murtadho bin Abdullah Alkaf.          

Kajian Maulid Diba’ #13 “Fahtazzal ‘Arsyu”

Kajian Maulid Diba' #13 "Fahtazzal 'Arsyu" اللهم صل وسلم وبارك عليه   Ya Allah tetapkanlah limpahan rahmat dan salam serta keberkahan kepadanya (Nabi Muhammad).   فَاهْتَزَّ الْعَرْشُ طَرَبًا وَاسْتِبْشَارًا Maka...

Qasidah “Assalamu’alaik Zainal Anbiya”

هذه القصده السلام عليك (1) ۰۞۰ ۰۞۰ ۰۞۰ ۰۞۰ ۰۞۰ السلام عليك زينالأنبيآء ، السلام عليك Assalaamu ‘alaika Zainal anbiyaa-i (Assalaamu ‘alaik) Salam sejahtera bagimu wahai...
Kalam Ulama - Syaikh Taufiq Al-Buthi (Ulama Syuriah): Indonesia Adalah Surga.  Sebelum meneruskan perjalan ke lokasi Munas NU (Nahdlatul Ulama) di Pondok Pesantren Miftahul Huda Al Azhar Citangkolo Banjar, Syaikh Taufiq Ramadhan al-Buthi menyempatkan berkunjun ke PP Miftahul Huda Manonjaya dan diterima langsung oleh salah satu pimpinan pesantren, KH. Abdul Aziz Affandy. Berkuduk rasanya bulu leher ini saat beliau berkata pada muqaddimah (pembuka) ceramah di hadapan ribuan santri: نحن الان نتحير فى الجنة ام فى الدنيا "Pada saat ini terus terang kami bingung (tidak percaya) apakah sedang berada di surga atau di dunia..." Terlihat jelas parau dan bergetarnya suara beliau saat mengucapkan kalimat tersebut. Pada bahasa tubuhnya nampak kebahagiaan bisa berkunjung dan bertatap muka dengan para santri yang begitu banyak, mereka dengan tenang, damai dan nyaman mengaji. Hal ini tentunya berbalik lurus dan tidak seberuntung dengan keadaan di negara beliau Syria, jangankan mau mengaji, salat dan berkumpul dengan sekian banyak orang, mau keluar saja rasa takut dan khawatir selalu menghantui. Patut kita terus bersyukur pada Allah ta'ala yang mengaruniai Negeri ini masih aman dan damai. (Disadur dari: Ibnu Ja'far) Subscribe Channel Kalam Ulama TV : https://www.youtube.com/c/KalamUlamaOfficial Semoga bermanfaat dan berkah, jangan lupa bagikan!!!

Syaikh Taufiq Al-Buthi (Ulama Syuriah): Indonesia Adalah Surga

Kalam Ulama - Syaikh Taufiq Al-Buthi (Ulama Syuriah): Indonesia Adalah Surga.  Sebelum meneruskan perjalan ke lokasi Munas NU (Nahdlatul Ulama) di Pondok Pesantren Miftahul Huda Al...