Kajian Islam

Kajian Islam (Kalam Ulama). One Day One Hadits #17 : Muslim Yang Sempurna بسم الله الرحمن الرحيم كتاب الإيمان باب الْمُسْلِمُ مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُونَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ حَدَّثَنَا اللَّيْثُ عَنْ ابْنِ عَجْلَانَ عَنْ الْقَعْقَاعِ بْنِ حَكِيمٍ عَنْ أَبِي صَالِحٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمُسْلِمُ مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُونَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ. رواه الترمذي Artinya : Dari Abu Hurairah (w. 58 H) dia berkata, Rasulullah shalallah 'alaih wa sallam bersabda: "Muslim (yang sempurna) adalah seseorang yang selamat muslim yang lain dari gangguan lisan dan tangannya". H.R. al-Tirmidzi (w. 279 H) Baca Juga One Day One Hadits #16 : Menghargai Sesama Istifadah Hadits di atas menganjurkan bagi setiap muslim agar berbuat baik kepada muslim yang lainnya. Baik itu lewat lisan, ataupun lewat tangannya. Artinya seorang muslim harus sadar bahwa menyakiti muslim lainnya itu dilarang oleh Allah dan Rasul-Nya. Baik itu menyakiti lewat lisan dengan ucapan-ucapan yang tidak baik, dan juga lewat perbuatan yang tidak baik. Minggu 06 Rabi'ul Akhir 1439 H/ 24 Desember 2017 M [Lembaga Kajian & Riset Rasionalika Darus-Sunnah]

One Day One Hadits #17 : Muslim Yang Sempurna

Kajian Islam (Kalam Ulama). One Day One Hadits #17 : Muslim Yang Sempurna بسم الله الرحمن الرحيم كتاب الإيمان باب الْمُسْلِمُ مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُونَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ...

Kajian Maulid Diba’ #23 : Wa Qiila Liba’dhihim

اللهم صل وسلم وبارك عليه Ya Alloh tetapkanlah limpahan rahmat dan salam serta keberkahan kepadanya (Nabi Muhammad) وَقِيْلَ لِبَعْضِهِمْ كَأَنَّ وَجْهَهُ الْقَمَرُ Pernah ditanyakan oleh sebagian orang:...

Kajian Maulid Diba’ #20 : Fabainamal Habib

اللهم صل وسلم وبارك عليه Ya Alloh tetapkanlah limpahan rahmat dan salam serta keberkahan kepadanya (Nabi Muhammad) فَبَيْنَمَا الْحَبِيْبُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مُنْصِتٌ لِسَمَاعِ تِلْكَ...
Kajian Islam (Kalam ulama). Hukum menyapu, memasak dan mencuci pakaian suami bagi istri Sudah menjadi adat di Negara Indonesia istri bertugas mengurusi pekerjaan rumah seperti memasak, mencuci, mengurus anak atau biasa orang jawa sebut 3M (macak, manak, masak). Sedangkan suami bertugas mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan hidup. Bahkan adapula istri yang merangkap bekerja disamping mengerjakan 3M tersebut. Sungguh mulia dan luar biasa memang perempuan Indonesia. Berbahagialah menajadi perempuan Indonesia. Sebagai seorang perempuan apakah pernah tersirat dibenaknya melakukan pekerjaan rumah, seperti memasak, menyapu, dan mencuci pakaina suami termasuk sebuah kewajiban ataukah hanya adat kebiasaan. Untuk lebih jelasnya mari kita bahas. (Baca juga :Mar’atun Su’un : Perempuan Paling Dibenci Rasulullah) Menurut Imam Syafi’i menyapu, memasak, mencuci pakaian suami dan yang serupa hukumnya tidak wajib, tetapi hukumnya wajib bagi suami memberitahukan kepada istrinya bahwasannya melakukan hal diatas tidak wajib.  Namun akan berbeda lagi kalau suami memerintahkan istrinya untuk melakukan perkerjaan diatas, maka hukumnya menjadi wajib. Disini kewajibannya bukan karena kewajiban melakukan pekerjaan tersebut tapi wajibnya karena memenuhi perintah suami. قال الجوزجاني وقد قال النبي صلى الله عليه وسلم : لو كنت امرا أحدا أن يسجد لاحد لامرت المرأة أن تسجد لزوجها ولو أن رجلا أمر امرأته أن تنقل من جبل أسود إلى جبل أحمر أو من جبل أحمر إلى جبل أسود كان عليها أن تفعل . ورواه بإسناده. Al-Jauzajani berkata : Nabi SAW bersanda : “ Ketika saya menjadi seseorang penyuruh seseorang untuk bersujud, maka sungguh aku perintahkan perempuan (istri) bersujud kepada suaminya. Saat seorang lelaki (suami) memerintahkan istrinya berpindah dari gunung hitam sampai gunung merah atau dari gunung merah sampai gunung hitam, maka wajib bagi istri melakukannya.” HR. Al-jauzajani dengan sanad dari beliau. As-Syankithi al-Hanbali dalam kitabnya “Umdatul fiqhi” juz 6 halaman 360 : “Bagi wanita ada beberapa hak-hak seperti pada lelaki juga terdapat hak-hak pula yaitu hal yang ma’ruf. Hal ma’ruf itu adakalanya urf (kebiasaan) seperti perkataan jumhur ulama (kebanyakan ulama). Kebiasaan para sholihiin dan kaum muslimin pada setiap waktu dan zaman adalah perempuan melayani pekerjaan rumahnya. Lihatlah Ummul mu’minin, mereka melakukan pekerjaan rumah  rasulullah SAW dalam hadist shohihaini dari  ummul mu’minin Aisyah.” Oleh : Hamzah Alfarisi

Hukum Menyapu, Memasak dan Mencuci Pakaian Suami Bagi Istri

Kajian Islam (Kalam ulama). Hukum menyapu, memasak dan mencuci pakaian suami bagi istri Sudah menjadi adat di Negara Indonesia istri bertugas mengurusi pekerjaan rumah seperti memasak,...

Kajian Maulid Diba’ #18 : Fabainama Huwa

اللهم صل وسلم وبارك عليه Ya Alloh tetapkanlah limpahan rahmat dan salam serta keberkahan kepadanya (Nabi Muhammad) فَبَيْنَمَا هُوَ ذَاتَ يَوْمٍ نَاءٍ عَنِ الْأَوْطَانِ Suatu hari, ketika...

Kajian Kitab Aqidatul Awam #03 Pujian Kepada Allah

oleh : Hamzah Alfarisi Imam Nawawi al-bantani dalam kitab “nurudholam” menjelaskan, saya memuji Allah dengan lisan atas nikmat ini beserta hormat saya kepada Allah....
KalamUlama.com - Awwalu Maa Nastaftihu - Kajian Maulid Diba (07) اللهم صل وسلم وبارك عليه Ya Alloh tetapkanlah limpahan rahmat dan salam serta keberkahan kepadanya (Nabi Muhammad) بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ Dengan nama Alloh yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang أَوَّلُ مَا نَسْتَفْتِحُ بِـإِيْرَادِ حَدِيْثَيْنِ وَرَدَا عَنْ نَبِيٍّ كَانَ قَدْرُهٗ عَظِيْمًا Pertama kali kami awali hal ini dengan mengemukakan dua buah hadits datang dari Nabi yang berkedudukan agung. وَنَسَبُهٗ كَرِيْمًا وَصِرَاطُهٗ مُسْتَقِيْمًا Dan bernasab mulia serta lurus perjalanan hidupnya. قَالَ فِيْ حَقِّهٖ مَنْ لَّمْ يَزَلْ سَمِيْعًا عَلِيْمًا Alloh berfirman: Demi hak Muhammad. Dzat yang tiada terIepas dari sifat Maha Mendengar dan Maha Melihat, إِنَّ اللهَ وَمَلَآئِكَتَهٗ يُصَلُّوْنَ عَلىٰ النَّبِيِّ يَآأَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا Bahwasanya Alloh dan para malaikat-Nya selalu bersholawat untuk Nabi, wahai orang-orang yang beriman, mohonkan rahmat dan salam dengan kesungguhan untuknya. اللهم صل وسلم وبارك عليه Ya Alloh tetapkanlah limpahan rahmat dan salam serta keberkahan kepadanya (Nabi Muhammad) --------------------------- Keterangan : Allohu subhanahu wata’ala bersholawat kepada hamba-hambaNya maksudnya adalah bahwa Alloh melimpahkan rahmat kepada mereka. Sedangkan sholawat dari malaikat adalah bahwa malaikat memohonkan pengampunan dosa-dosa untuk hamba kepada Alloh subhanahu wata’ala. Adapun sholawat dari manusia adalah berupa doa dan munajat kepada Alloh subhanahu wata’ala agar menambahkan kemuliaan kepada sayyidina Muhammad shollallohu ‘alaihi wasallam, makhluk yang paling dicintai Alloh subhanahu wata’ala. Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam bersabda: مَنْ صَلَّى عَلَيَّ وَاحِدَةً صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ عَشْرًا ( رواه مسلم ) “Barangsiapa yang bersholawat kepadaku satu kali, maka Alloh bersholawat kepadanya ( melimpahkan rahmat) sepuluh kali”. ( HR. Muslim) Sungguh ribuan sholawat dari kita tidak berarti dibanding dengan sholawat Alloh, bahkan jika seluruh alam semesta ini bersholawat maka hal itu tidak akan menyamai satu sholawat dari Alloh subhanahu wata’ala. Maka dari hadits tersebut terbukalah rahasia keagungan cinta Alloh subhanahu wata’ala kepada orang-orang yang mencintai nabi Muhammad shollallohu ‘alaihi wasallam. Alloh subhanahu wata’ala akan bersholawat sepuluh kali untuk orang yang bersholawat kepada nabi Muhammad shollallohu ‘alaihi wasallam satu kali. Hal ini menunjukkan sungguh besarnya sambutan Alloh subhanahu wata’ala kepada yang mencintai sayyidina Muhammad shollallohu ‘alaihi wasallam, satu kali cinta seseorang kepada sang nabi maka Alloh jawab dengan sepuluh kali cinta dari Alloh subhanahu wata’ala. Jadi mencintai nabi Muhammad shollallohu ‘alaihi wasallam bukanlah perbuatan yang kultus atau syirik, namun mencintai nabi Muhammad shollallohu ‘alaihi wasallam adalah merupakan anugerah besar dan akan berlanjut dengan limpahan anugerah yang lebih besar dari Alloh subhnahu wata’ala di dunia dan akhirat. Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam bersabda : مَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلَاةً وَاحِدَةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ عَشْرَ صَلَوَاتٍ وَحُطَّتْ عَنْهُ عَشْرُ خَطِيئَاتٍ وَرُفِعَتْ لَهُ عَشْرُ دَرَجَاتٍ “Barangsiapa yang bersholawat kepadaku satu kali, Alloh bersholawat untuknya sepuluh kali, dan dihapuskan darinya sepuluh kesalahan (dosa), dan ditinggikan baginya sepuluh derajat”. Adapun yang dimaksud dengan ditinggikan sepuluh derajat adalah didekatkan kepada Alloh subhanahu wata’ala sepuluh kali lebih dekat dari keadaan sebelumnya, maka seandainya seseorang yang hidup di saat ini ia bersholawat kepada nabi Muhammad shollallohu ‘alaihi wasalam satu kali, maka ia akan mendapatkan sepuluh kali sholawat dari Alloh subhanahu wata’ala, dan dihapuskan darinya sepuluh dosa, serta ia terangkat sepuluh derajat lebih dekat kepada Alloh subhanahu wata’ala, sungguh betapa beruntungnya orang yang cinta kepada sayyidina Muhammad shollallohu ‘alaihi wasallam, betapa mulianya perkumpulan sholawat kepada sayyidina Muhammad shollallohu ‘alaihi wasallam. Maka setelah bersholawat kepada Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam, pilihlah doa yang ingin diminta dan dipanjatkan kepada Alloh subhanahu wata’ala karena orang tersebut telah terangkat sepuluh derajat lebih tinggi, dan telah berjatuhan darinya sepuluh dosa, sehingga ia berada lebih dekat pada pintu terkabulnya doa-doa, demikian agungnya kemuliaan satu sholawat. Dan Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam bersabda dan teriwayatkan dalam Mu’jam al-Kabiir oleh al-Imam at-Thobroni: مَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمْ عَشْرًا بِهَا مَلَكٌ مُوَكَّلٌ بِهَا حَتَّى يُبْلِغْنِيهَا “ Barangsiapa bersholawat kepadaku, Alloh bersholawat dan bersalam kepadanya sepuluh, dan sholawat itu ada malaikat yang membawanya hingga menyampaikannya kepadaku” Dalam hadits ini ditambahkan bahwa Alloh subhanahu wata’ala juga memberi salam kepada yang bersholawat kepada Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam. Seseorang jika mendengar bahwa pak RW kirim salam kepadanya, tentu orang tersebut akan sangat gembira, terlebih jika yang memberi salam adalah lurah, bupati, gubernur, atau presiden, dan terlebih lagi jika yang bersalam adalah Robbul ‘alamin subhanahu wata’ala karena seseorang telah bersholawat kepada sayyidina Muhammad shollallohu ‘alaihi wasallam. Maka beruntunglah orang-orang yang duduk dalam perkumpulan yang terang benderang dengan sholawat kepada sayyidina Muhammad shollallohu ‘alaihi wasallam. Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam berkata kepada Abu Kahil : ياَ أَبَا كَاهِل أَنَّهُ مَنْ صَلَّى عَلَيَّ كُلَّ يَوْمٍ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ وَكُلَّ لَيْلَةٍ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ حُبًّا بِيْ وَشَوْقًا إِلَيَّ كَانَ حَقًّا عَلَى اللهِ أَنْ يَغْفِرَ لَهُ ذُنُوْبَهُ تِلْكَ اللَّيْلَةَ وَذَلِكَ الْيَوْم. “Wahai Aba Kahil, sesungguhnya barangsiapa yang bersholawat kepadaku di setiap siang hari 3 kali dan setiap malam 3 kali dengan penuh kecintaan kepadaku dan kerinduan kepadaku, sungguh Alloh akan mengampuni dosa-dosanya di malam itu dan di hari itu” Para pecinta dan yang rindu kepada sayyidina Muhammad shollallohu ‘alaihi wasallam jika bersholawat kepada Rosululloh shollallohu ‘alihi wasallam maka Alloh subhanahu wata’ala akan menghapus dosa-dosanya di malam dan siang itu, yaitu dengan sholawat yang dipenuhi cinta dan rindu kepada Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam. Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam sangat dimuliakan Alloh subhanahu wata’ala, begitu juga dengan orang-orang yang mencintai beliau shollallohu ‘alaihi wasallam. Demikian dengan yang bersholawat kepada Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam, semoga diantara sholawat itu ada yang menjadi penghapus dosa-dosa kita dan juga orang-orang yang mencintai dan rindu kepada sayyidina Muhammad shollallohu ‘alaihi wasallam. wAllohu a’lam Disarikan oleh Ahmad Ulul Azmi Narasumber: al-Habib Munzir bin Fuad al-Musawa, pada pembahasan kalimat وَصَلَّى اللهُ “Washolla Allohu” dalam kitab Risalatul Jami’ah karya al-Imam al-Habib Ahmad bin Zein al-Habsyi ‘alaihi rohmatulloh.

Awwalu Maa Nastaftihu – Kajian Maulid Diba dan Terjemahnya (08)

KalamUlama.com - Awwalu Maa Nastaftihu - Kajian Maulid Diba (07) اللهم صل وسلم وبارك عليهYa Alloh tetapkanlah limpahan rahmat dan salam serta keberkahan kepadanya (Nabi...

Kajian Kifayatul Atqiya’ #03: Membuka Rahasia Basmalah dalam Kifayah

Salah satu ciri umat islam yang baik terdapat pada perilaku kesehariannya, dengan banyaknya ia ingat terhadap Tuhannya. Salah satu ajaran yang dianjurkan oleh nabi...

Kajian I’anatun Nisa’ #02: Pengertian dan Dasar Haid

Haid dalam segi bahasa artinya mengalir. Dalam kitab Fathul Qorib halaman 10 dijelaskan bahwa haid adalah darah yang keluar dari seorang wanita pada usia haid, yaitu...
KalamUlama.com - Terjemah Kajian Kitab Qurrotul Uyun (Fiqih Nikah) #1: Muqoddimah Kitab Sakti Pasangan Suami IstriBukan hal asing lagi bagi kalangan santri

Terjemah Qurrotul Uyun – Kitab Sakti Pasangan Suami Istri (Pasutri)

KalamUlama.com - Terjemah Qurrotul Uyun (Fiqih Nikah) #1: Muqoddimah Kitab Sakti Pasangan Suami Istri. Bukan hal asing lagi bagi kalangan santri dan para pelajar islam dengan...