Kajian Islam

HUKUM MEMBACA SURAT PADA RAKAAT KETIGA & KEEMPAT 1

HUKUM MEMBACA SURAT PADA RAKAAT KETIGA & KEEMPAT

KalamUlama.com - Beredar video mantan Mufti Mesir ditanya secara tertulis oleh seseorang. Penanya berkata: "Apa hukum membaca surat pada rakaat ketiga dan keempat?" https://www.youtube.com/watch?v=F3ELQqtk1WE&feature=youtu.be   Sang muftipun...
KalamUlama.com - Sempatkan bangun malam untuk melakukan sholat ini, karena ternyata banyak sekali keistimewaannya. Sholat Tahajud adalah sunah utama Rasulullah, sebuah ikhtiar untuk meraih syafaat Rasulullah. Akan tetapi, umat muslim banyak yang tak melaksanakannya. Padahal keistimewaannya sangat banyak sekali. Semoga tidak pernah ada kata bosan untuk selalu saling mengingatkan. Ada kenikmatan yang tak terkatakan dalam setiap Tahajud kita. Dengan tadabur dan dibaca pelan, inilah sungguh keistimewaan shalat Tahajud. Tahajud adalah syariat Allah, sebuah upaya meraih cinta dan rahmat-Nya. Tahajud adalah sunnah utama Rasulullah, sebuah ikhtiar untuk meraih syafaat Rasulullah. Penikmat Tahajud akan dicintai, dikagumi, didoakan, dan diaamiinkan doanya oleh para malaikat “Sesungguhnya bangun tengah malam lebih tepat untuk khusyuk dan bacaan kala itu sungguh sangat berkesan mendalam.” (QS al-Muzammil: 6) 11 KEISTIMEWAAN SHALAT TAHAJUD 1. Menjadi Jembatan Untuk Mendapatkan Tiket Surga “Hai Sekalian Manusia! Sebarkanlah salam, dan bagikanlah makanan serta sambunglah silaturahmi dan tegakkan lah sholat malam saat manusia yang lain sedang tertidur, niscaya kalian akan masuk surga dengan selamat.” (HR. Ibnu Majah). Itulah sebuah hadis yang terkait dengan keistimewaan sholat tahajud yang di katakan Rasulullah SAW saat itu kepada Abdullah Ibnu Muslim. Dengan begitu tidak ada hal yang tidak mungkin ketika kalain selalu mengerjakan sholat tahajud di malam hari untuk kehidupan di dunia ini. 2. Amalan yang Membantu di Akhirat Selain hadis diatas, ada juga ayat yang terkandung didalam Al-Quran terkain sholat malam ini. Dimana dalam surat Az-Zariyat ayat 15-18 telah di sebutkan bahwa orang yang senantiasa melakukan sholat malam atau tahajud ketika orang lain tertidur di tengah malam, insyaalah akan mendapatkan sebuah basalan yang setimpal yang di berikan oleh Allah ketika kelak sudah berada di akhirat. Dimana dalam ayat tersebut dengan jelas menyebutkan bahwa: Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa berada di dalam taman-taman surga dan di mata air-mata air, seraya mengambil apa yang Allah SWT berikan kepada mereka. Sebelumnya mereka adalah telah berbuat baik sebelumnya (di dunia), mereka adalah orang-orang yang sedikit tidurnya di waktu malam dan di akhir malam mereka memohon ampun kepada Allah).” (QS. Az Zariyat: 15-18) 3. Sarana Meraih Kemuliaan Salah satu keistimewaan sholat tahajud yang di raih setiap orang yang menajalnkannya adalah akan memperoleh kemuliaan yang tiada tara dari Allah SWT. Hal ini juga pernah disabdakan oleh Rasululloh SAW lewat hadis yang beartikan: “Jibril mendatangiku dan berkata, “Wahai Muhammad, hiduplah sesukamu, karena engkau akan mati, cintailah orang yang engkau suka, karena engkau akan berpisah dengannya, lakukanlah apa keinginanmu, engkau akan mendapatkan balasannya, ketahuilah bahwa sesungguhnya kemuliaan seorang muslim adalah shalat waktu malam dan ketidakbutuhannya di muliakan orang lain.” (HR. Al Baihaqi) 4. Pelepas Ikatan Setan Banyak sekali keistimewaan yang akan diraih setiap orang gemar mengerjakan sholat tahajud. Selain beberapa keistimewaan yang sudah kami sampaikan diatas, kalian juga akan mendapatkan keistimewaan berupa terlepasnya dari ikatan setan atai jin. Hal ini pun telah di riwayatkan oleh Abu Hurairah ra yang menyatakan bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda: “Setan akan mengikat kepala seseorang yang sedang tidur dengan ikatan, menyebabkan kamu tidur dengan cukup lama. Apabila seseorang itu bangkit seraya menyebut nama Allah, maka terlepaslah ikatan pertama, apabila ia berwudhu maka akan terbukalah ikatan kedua, apabila di shalat akan terbukalah ikatan semuanya. Dia juga akan merasa bersemangat dan ketenangan jiwa, jika tidak maka dia akan malas dan kekusutan jiwa.” (HR. Muslim) 5. Dapat Menjaga Kesehatan Rohani Ketika kita selalu rutin dalam mengerjakan amalan ibadah yang paling utama di malam hari ini tentu saja akan ada keistimewaan yang bisa diraih. Yang mana selain keistimewaan sholat tahajud daiats, kalian juga akan bisa mendapat kesehatan rohani yang cukup terjaga. Dimana hal ini jelas sudah di tegaskan oleh Allah SWT dengan mengatkan bahwa oran yang selalu sholat tahajud akan selalu mempunyai sifat yang rendah hati dan ramah dan refleksi ketenangan jiwa didalam kehidupan sehari-hari. Allah Berfirman, “Dan hamba-hamba Tuhan Yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata yang baik. Dan orang yang melewati malam hari dengan bersujud dan berdiri untuk Tuhan mereka.” (QS. Al-Furqan: 63-64) 6. Mendekatkan Diri Kepada Allah Hal yang akan selalu terasa baik dalam kehidupan ataupun dalam beribadah ketika kita sebagai umat muslim selalu rajin mengamalkan beragam kewajibannya sebagai umat muslim dan juga sunnah Rasulullah SAW adalah kedekatan diri kita kepada sang pencipta yaitu Allah SWT. Hal ini juga sudah tertulis pada sebuah hadis Rasulullah SAW yang bersabda: Hendaklah kalian melaksanakan sholat malam karena sholat malam itu merupakan kebiasaan orang-orang shaleh sebelum kalian, ibadah yang mendekatkan diri kepada Tuhan kalian, serta penutup kesalahan dan penghapus dosa.” (HR. Tirmidzi, Al-Hakim, Baihaqi. Dihasankan oleh Syaikh Al-Albani dalam Irwaa Al Ghalil). 7. Diangkatnya Derajat ke Tempat yang Terpuji oleh Allah keistimewaan sholat tahajud bagi kehidupan ? Dan yang paling menarik dari sekian banyaknya adalah akan mendapatkan derajat yang tinggi dan terpuji di hadapan Allah. Bahkan didalam Al-Quran juga telah di cantumkan pada QS. Al-Isra ayat 79: “Dan pada sebagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu, Mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.” (QS A1-Isra: 79). Sementara itu keterangan yang lain terkait keistimewaan sholat tahajud ini juga bisa di lihat dari hadist Rasulullah SAW yang di riwayatkan oleh Abi Darda r.a, dimana berliau pernah berkata: “Setidaknya Ada 3 macam manusia, Allah SWT mencintai mereka, tersenyum kepada mereka, dan merasa senang dengan mereka, yaitu salah satunya adalah orang yang memiliki istri cantik serta tempat tidur lembut dan bagus. Kemudian ia bangun malam (untuk sholat), lalu Allah SWT berkata: ‘Ia meninggalkan kesenangannya dan mengingat Aku. Seandainya ia berkehendak, maka ia akan tidur.” (Riwayat Ath-Thabrani). 8. Waktu Doa kita mudah Terkabul Banyak sekali hadis yang mengatakan bahwa dengan kita melakukan shoalt tahajud dimalam hari ketika orang lain sedang tertidur pulas, maka Allah akan senantiasa mendengarkan apa yang kalian katakan. Oleh karena itu memanjatkan doa setelah sholat tahajud juga menjadi waktu yang paling tepat dan baik agar doa yang sudah kita panjatkan segera terkabul dan dikabulkan oleh Allah. Dan berikut adalah beberapa hadis yang terkait dengan hal tersebut: “Allah turun ke langit dunia setiap malam pada 1/3 malam terakhir. Allah lalu berfirman, Siapa yang berdoa kepada-Ku niscaya Aku kabulkan! Siapa yang meminta kepada-Ku niscaya Aku beri! Siapa yang meminta ampun kepadakepada- Ku tentu Aku ampuni. Demikianlah keadaannya hingga terbit fajar” (HR. Bukhari no. 145 dan Muslim no.758) “Sesungguhnya di malam hari, ada satu saat yang ketika seorang muslim meminta kebaikan dunia dan akhirat, pasti Allah memberinya, Itu berlangsung setiap malam.” (HR. Muslim) “Di waktu malam terdapat satu saat dimana Allah akan mengabulkan doa setiap malam.” (HR. Muslim No. 757) 9. Wajah tampak Bersinar Bercahaya dan Bersih Dengan kita selalu menjalankan ibadah sholat sunnah tahajud, maka dikatakan bahwa setiap mereka yang melakukannya akan mendapatkan kemuliaan sholat tahajud berupa wajah yang tampak bersinar dan bercahaya bersih ketika di lihat oleh orang lain. Fadhilah sholat tahajud ini juga pernah dijelaskan oleh Hasan Al-Basri ra saat beliau ditanya oleh sahabat dengan pertanyaan “Mengapa orang yang bertahajud di waktu malam memiliki muka yang bagus?”, beliaupun langsung menjawabnya dengan jawaban “Karena mereka menyendiri bersama Tuhan-nya pada malam hari, kemudian Allah memberikan kepada mereka sebagian dari cahaya-Nya.” (Al-Maqrizi, Mukhtasar Qiyaamallail). 10. Dipermudah Dihari Kiamat Ada banyak sekali fadhilah sholat tahajud yang akan kita peroleh ketika seringkali mengerjakannya. Selain yang sudah kami sebutkan diatas, ada juga fadhilah yang akan membuat kita dipermudah di hari kiamat nanti. Yah Kiamat merupakan hari dimana semua mahluk dan alam semesta akan hacur dan kembali ke pada Allah SWT. Hal ini juga sudah tertuang pada sebuah hadist yang berbunyi: “Barang siapa yang senang bila lamanya berdiri di hari kiamat diringankan oleh Allah, maka hendaklah ia memperlihatkan dirinya kepada Allah di malam hari dengan sujud dan berdiri mengingat hari akhir.” (Ibnu Jarir Ath-Thabari, tafsir Ibnu Jarir). 11. Dicatat Sebagai Hamba yang Rajin Beribadah dengan melakukan sholat tahajud di malam hari secara rutin, setidaknya kita akan dicatat sebagai hamba yang rajin beribadah. Dan itu merupakan salah satu fadhilah sholat tahajud dari sekian banyaknya fadhilah lainnya. Sebagaimana telah di tuangkan dalam sebuah hadist yang berbunyi: “Barang siapa mengerjakan sholat pada malam hari dengan membaca seratus ayat, maka ia tidak akan dicatat sebagai orang lalai. Dan apabila membaca dua ratus ayat, maka sungguh ia akan dicatat sebagai orang yang selalu taat dan ikhlas.” (Al-Hakim dalam kitab Al-Mustadrak). Dari Abu Sa’id al-Khudri Radhiyallahu anhu ia menuturkan, Rasulullah SAW juga bersabda bersabda: “Barangsiapa yang bangun di waktu malam dan ia pun membangunkan isterinya lalu mereka shalat bersama dua raka’at, maka keduanya akan dicatat termasuk kaum laki-laki dan wanita yang banyak berdzikir kepada Allah.” (HR. Abu Dawud no. 1451) Wallahu A'lam Bishawab Alfatihah

11 Keistimewaan Sholat Tahajud yang Harus Kita Tau

KalamUlama.com - Sempatkan bangun malam untuk melakukan sholat ini, karena ternyata banyak sekali keistimewaannya. Sholat Tahajud adalah sunah utama Rasulullah, sebuah ikhtiar untuk meraih...
KalamUlama.com - Cerita Menarik Gus Baha saat Menyusun Tafsir Al Qur'an UII - Suatu ketika saat penyusunan Mushaf Universitas Islam Indonesia, saat itu KH. Ahmad Baha'uddin Nur Salim atau yang masyhur dikenal sebagai Gus Baha' ini masuk dalam tim penyusun sebagai Anggota Tim Lajnah Mushaf UII. Tim tersebut terdiri dari pakar tafsir dari Profesor, Doktor, dan ahli-ahli Al-Qur'an dari penjuru tanah air seperti Prof. Quraish Shihab, Prof. Zaini Dahlan, Prof Shohib, dan lain-lain. Mungkin hanya Gus Baha' lah pakar tafsir yang tak menyandang titel akademik karena beliau tercatat hanya menyantri di Pesantren Al-Anwar, Karangmangu, Sarang, Rembang asuhan KH. Maimun Zubair, selain kepada mengaji kepada ayahandanya KH. Nur Salim al-Hafidz, murid KH. Arwani Amin Kudus dan KH. Abdullah Salam, Kajen, Pati. Namun entah mengapa saat penyusunan Mushaf tersebut Gus Baha' lupa mencantumkan nama sahabat Abdullah bin Mas'ud dalam daftar nama sahabat yang meriwayatkan qiro'at. Dalam mushaf tersebut memang dijelaskan secara ringkas tentang sejarah penurunan, periwayatan, pembukuan dan Ulumul Qur'an lainnya. Dalam Buku Guru Orang-Orang Pesantren Terbitan Pondok Pesantren Sidogiri disebutkan, bahwa Sahabat Ibnu Mas'ud ini tergolong salah satu sahabat yang pertama kali masuk islam (as-Sabiqunal Awwalun) bersama Abu Bakar bin Abi Quhafah, Khodijah binti Khuwailid, Ali bin Abi Thalib dan lain-lain. Beliau dikenal dengan julukan Sahibu Sawadi Rasulillah (yang mengetahui rahasia Rasulullah) karena kedekatannya dengan Rasulullah SAW. Rasululah SAW sendiri juga pernah bersabda tentang sahabat yang berpostur tubuhnya pendek dan kurus dengan warna kulit sawo matang ini "Barangsiapa ingin membaca Al-Qur'an seperti ketika diturunkan, maka bacalah.sebagaimana bacaan Ibnu Ummi 'Abd (Ibnu Mas'ud). Rasulullah SAW kembali bersabda"Belajarlah baca Al-Qur'an dari empat orang: Ibnu Mas'ud, Muaz bin Jabal, Ubay bin Ka'ab dan Salim Maula Abi Huzaifah". Sampai pada malam harinya, Gus Baha' pun bermimpi bertemu dengan Abdullah bin Mas'ud. Dalam mimpi tersebut Ibnu Mas'ud menegur Gus Baha' yang tak menuliskan namanya dalam daftar sahabat yang meriwayatkan Al-Qur'an. Maka saat bangun, Gus Baha' pun segera menuliskan sahabat yang masyhur sebagai ahli qur'an ini dalam Mushaf kampus islam legendaris yang pertama diterbitkan pada tahun 1997 ini. Begitulah sosok Gus Baha', pria kelahiran Narukan, Kragan, Rembang, Jawa Tengah yang selalu berpenampilan sederhana, namun memiliki keilmuan yang amat mendalam. Ulama yang nasabnya bersambung sampai Mbah Abdurrahman Basyaiban atau Mbah Sambu yang dimakamkan di area Masjid Lasem, Rembang ini juga telah mengkhatamkan hafalan Shohih Muslim lengkap dengan matan, rawi, dan sanadnya saat masih menyantri di Sarang. Kitab Fikih seperti Fathul Mu'in, Nahwu seperti Imrithi, Alfiyah bin Malik pun juga telah dihafal luar kepala. Sampai-sampai Mbah Moen pun berkata "Santri tenan iku yo koyo baha' iku" (Santri yang sebenarnya itu ya seperti Baha'). Pengakuan kealimannya dalam bidang tafsir dan fiqh pun juga keluar dari pakar tafsir ternama penulis Tafsir Al-Misbah. Prof. Dr. Habib Quraish Shihab. Dimana pendiri Pusat Studi Al-Qur'an dan Mantan Menteri Agama ini mengatakan demikan "Sulit ditemukan orang yang sangat memahami dan hafal detail-detail Al-Qur'an hinga detail-detail fiqh yang tersirat dalam ayat-ayat Al-Qur'an seperti Pak Baha'" Sungguh betapa luas samudera keilmuan ulama' nusantara. Meskipun banyak diantara mereka yang tak sempat mengeyam pendidikan di Arab seperti KH. Ihsan Jampes (Penulis Sirojut Tholib syarh Minhajul Abidin karya Imam Ghozali), KH. Arwani Amin (Penulis Faidhul Barakat fi Qira'at Sab'ah) atau Gus Baha' di era milenial ini, namun keilmuannya diakui oleh dunia. Semoga kedepan akan muncul generasi ulama-ulama berkaliber Internasional yang lahir dari bumi Nusantara. Sleman, 10 Juli 2019 Muhammad Abid Muaffan  Santri Backpacker Nusantara Disarikan dari Gus Qowim, Dosen Institut Ilmu Al-Qur'an An-Nur, Jogjakarta saat silaturrahmi ke kediaman Gus Baha'. Tulisan Cerita Menarik Gus Baha saat Menyusun Tafsir Al Qur'an UII semoga bermanfaat.

Tafsir Al Qur’an UII : Ketika Gus Baha’ Ditegur Ibnu Mas’ud

KalamUlama.com - Cerita Menarik Gus Baha saat Menyusun Tafsir Al Qur'an UII - Suatu ketika saat penyusunan Mushaf Universitas Islam Indonesia, saat itu KH. Ahmad...
KalamUlama.com - 5 Hal yang Penting Diketahui untuk Menyambut Bulan Ramadhan. Menyiapkan Diri Sejak Sya’ban Suasana menyambut bulan Ramadhan perlu disiapkan sejak sebelum datangnya Ramadhan untuk melatih dan membiasakan lebih dahulu menyiapkan diri sejak di bulan Sya’ban: وَلَمَّا كَانَ شَعْبَانُ كَالْمُقَدِّمَةِ لِرَمَضَانَ شُرِعَ فِيْهِ مَا يُشْرَعُ فِي رَمَضَانَ مِنَ الصِّيَامِ وَقِرَاءَةِ الْقُرْآنِ “Ketika Sya’ban seperti mukaddimah (pendahuluan) bagi Ramadhan, maka disyariatkan di bulan Sya’ban hal-hal yang disyariatkan di bulan Ramadhan, seperti puasa dan baca al-Quran” (Al-Hafidz Ibnu Rajab al-Hanbali, Lathaif al-Ma’arif 1/138) Umat Islam sejak masa Sahabat telah mempersiapkan diri sejak Sya’ban dengan ibadah dan sedekah: عَنْ أَنَسٍ قَالَ : كَانَ الْمُسْلِمُوْنَ إِذَا دَخَلَ شَعْبَانُ انْكَبُّوْا عَلَى اْلمصَاحِفِ فَقَرَؤُهَا وَأَخْرَجُوْا زَكَاةَ أَمْوَالِهِمْ تَقْوِيَّةً لِلضَّعِيْفِ وَالْمِسْكِيْنِ عَلَى صِيَامِ رَمَضَانَ Diriwayatkan dari Anas berkata “bahwa umat Islam ketika masuk bulan Sya’ban, maka senantiasa membaca al-Quran dan mengeluarkan zakat hartanya, sebagai bantuan untuk orang miskin dalam menghadapi puasa” (Al-Hafidz Ibnu Rajab al-Hanbali, Lathaif al-Ma’arif 1/138) Keterangan di atas menjelaskan dengan gamblang bahwa umat Islam ketika memasuki bulan Sya’ban senantiasa membaca Al-Qur’an, serta mengeluarkan zakat kepada fakir miskin agar mereka mampu menghadapi puasa. Marhaban Ya Ramadhan عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «أَتَاكُمْ رَمَضَانُ شَهْرٌ مُبَارَكٌ فَرَضَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ عَلَيْكُمْ صِيَامَهُ، تُفْتَحُ فِيهِ أَبْوَابُ السَّمَاءِ، وَتُغْلَقُ فِيهِ أَبْوَابُ الْجَحِيمِ، وَتُغَلُّ فِيهِ مَرَدَةُ الشَّيَاطِينِ، لِلَّهِ فِيهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ، مَنْ حُرِمَ خَيْرَهَا فَقَدْ حُرِمَ» Dari Abu Hurairah bahwa Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda: “Telah datang pada kalian, bulan Ramadhan, bulan yang diberkahi. Allah wajibkan puasa Ramadhan. Pintu langit dibuka, pintu neraka ditutup, syetan dibelenggu. Di dalam-nya ada lailatul qadar” (HR Nasai) Perintah Rukyat Puasa diwajibkan manakala berhasil melakukan rukyat atau melihat bulan: صُوْمُوْا لرُؤْيتهِ وَأفطِروْا لرؤْيتهِ فإنْ غم عَليكُمْ فأكْمِلوْا عِدةَ شَعْبانَ ثلاثيَْْن {رواه البخارى ومسلم والنسائى عن أبى هريرة} Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda: “Berpuasalah karena melihat hilal dan akhiripuasa karena melihat hilal. Jika terhalang maka sempurnakan Sya’ban 30 hari” (HR al-Bukhari, Muslim dan an-Nasai dari Abu Hurairah) Hisab Untuk Puasa dan Hari Raya Di masa Tabi’in sudah dikenal ada pendapat menggunakan hisab atau astronomi: وَرُوِيَ عَنْ بَعْضِ السَّلَفِ أَنَّهُ إِذَا أُغْمِيَ الِْهلَالُ رُجِعَ إلَى الْحَسَابِ بِمَسِيِْرِ القَمَرِ وَالشَّمْسِ وَهُوَ مَذْهَبُ مُطَرِّفِ بْنِ الشِّخِّيْرِ، وَهُوَ مِنْ كِبَارِ التَّابِعِيْنَ ِDiriwayat dari sebagian ulama Salaf “bahwa jika hilal terhalang oleh mendung, maka dikembalikan kepada ilmu hisab (astrologi). Ini adalah madzhab Mutharrif bin Syikhir, salah satu Tabiin senior” (Bidayat al-Mujtahid 1/228) Dengan demikian ilmu Hisab bukan ilmu baru untuk dijadikan pedoman menentukan bulan, bahkan yang mengamalkan ilmu hisab adalah salah satu pendapat dalam madzhab Syafiiyah: الشافعِيةُ قالوْا : يُعْتَبَرُ قَولُ الْمُنجِمِ فِى حَقِ نَفْسِهِ وَحَقِ مَنْ صَدقهُ وَلَا يََِجبُ الصوْمُ عَلَى عمُوْم الناسِ بقَوْلهِ عَلَى الراجِحِ (الفقه على المذاهب الأربعة) Kalangan Madzhab Syafiiyah berkata “Pendapat ahli hisab dapat diterima bagi dirinya sendiri dan orang yang percaya padanya. Orang lain tidak wajib puasa berdasarkan pendapat yang kuat” (Madzahib al-Arba’ah 1/873) Wajib Mengikuti Itsbat [ketapan] Pemerintah قالَ سَهْلُ بنُ عَبْدِ اللِه التسْتُُرى اطِيعوْا السُّلْطانَ فِ سَبْعَةٍ ضَرْبِ الدراهِمِ وَالدنََانيِْْر وَالْمَكَاييْلِ وَالأوْزانِ وَالأَحْكَام وَالْْحجِ وَالْْجمْعَةِ وَالعِيْدَينِ وَالْْجهَادِ . تفسيْر القرطبي 5 /259 والبحر المحيط لاب حيان الاندلسي 3 / 696 Sahal bin Abdillah al-Tusturi berkata: “Patuhilah pemerintah dalam 7 hal: Pemberlakuan mata uang, ukuran dan timbangan, hukum, haji, salat Jumat, dua hari raya (Idul Fitri dan Idul Adha), dan jihad" (Tafsir al-Qurthubi V/259 dan Abu Hayyan dalam al-Bahr al-Muhith III/696)

Menyambut Bulan Ramadhan, 5 Hal yang Penting Diketahui!!!

KalamUlama.com - 5 Hal yang Penting Diketahui untuk Menyambut Bulan Ramadhan. Menyiapkan Diri Sejak Sya’ban Suasana menyambut bulan Ramadhan perlu disiapkan sejak sebelum datangnya Ramadhan...
Maulid Diba dan Terjemahannya KalamUlama.com - Teks Maulid diba banyak sekali yang sehingga para pembaca bisa membuka link maulid diba full. tapi kami memohon maaf belum menyediakan maulid diba pdf. Sebagaimana kami ketahui, bahwa para ulama salaf banyak sekali yang menulis kitab, buku atau postingan singkat yang memuat bacaan shalawat. Hal itu dikerjakan untuk mewujudkan sebuah bukti kecintaan mereka kepada Nabi yang disanjungnya. Bacaan shalawat yang berupa buku atau kitab antara lain : shalawat Dala'il, shalawat Bakriyah, shalawat Diba'iyyah dan lain-lain. Sedangkan yang berupa postingan singkat antara lain shalawat Nariyah, shalawat Rajabiyah, shalawat Munjiyat, shalawat Fatih, shalawat Sa’adah. shalawat Badriyah dan lain- lain. Dari sekian banyak kitab yang memuat bacaan shalawat berikut tersedia yang palingterkenal dan sering dibaca yang diadakan oleh warga Nahdliyyin, antara lain adalah shalawat Diba’iyyah. Jadi pengertian Diba’an adalah : membaca kitab yang memuat bacaan shalawat dan riwayat hidup Nabi secara singkat yang ditulis oleh Syaikh Abdurrahman ad-Diba’i. Pengarang Maulid Diba' Maulid Diba’ adalah satu karya maulid yang masyhur didalam Islam adalah maulid yang dikarang oleh seorang ulama besar dan ahli hadits, yaitu Imam Wajihuddin ‘Abdur Rahman bin Muhammad bin ‘Umar bin ‘Ali bin Yusuf bin Ahmad bin ‘Umar ad-Diba`ie asy-Syaibani al-Yamani az-Zabidi asy-Syafi`i. Sebagaimana yang udah disebutkan, kitab ini sering dicetak dan dibukukan sejalan dengan dua kitab maulid di atas, Syaroful Anam dan Al-Barjanzi. Pengarangnya adalah Imam Wajihuddin Abdu Ar-Rahman bin Muhammad bin Umar bin Ali bin Yusuf bin Ahmad bin Umar ad-Dibai (866H-944H), beliau berasal Zabid, keliru satu kota di Yaman. Selain ulama yang produktif mengarang kitab, beliau juga dikenal sebagai ahli hadits, bahkan mencapai derajat Al-Hafiz, yaitu hafal 100.000 hadits dengan sanadnya. Sanad Pengarang Maulid Diba Syaikh Abdurrahman Ad Dibai dilahirkan pada 4 Muharram 866 H dan wafat pada hari Jumat 12 Rajab tahun 944H. Pada masanya, beliau adalah seorang ulama hadits yang tenar dan tak ada bandingannya. Beliau mengajar kitab Shohih Imam al-Bukhari lebih dari 100 kali khatam. Beliau mencapai darjat Hafidz didalam pengetahuan hadits yaitu seorang yang menghafal 100,000 hadits dengan sanadnya dan setiah hari beliau mengajar para santrinya hadits dari masjid ke masjid. . Guru-guru beliau di antaranya adalah Imam al-Hafidz as-Sakhawi, Imam Ibnu Ziyad, Imam Jamaluddin Muhammad bin Ismail, mufti Zabid, Imam al-Hafiz Tahir bin Husain al-Ahdal dan banyak lagi. Selain itu, beliau juga merupakan seorang yakni ahli sejarah. Adapun kitab karangannya adalah sebagai berikut: “Taisirul Wusul ila Jaami`il Usul min Haditsir Rasul” yang memiliki kandungan himpunan hadits yang dinukil dari pada kitab hadits yang 6. “Tamyeezu at-Thoyyib min al-Khabith mimma yaduru ‘ala alsinatin naasi minal hadits” sebuah kitab yang membedakan 3. hadits sohih dengan yang lainnya seperti dhoif dan maudhu. “Qurratul ‘Uyun fi akhbaril Yaman al-Maimun” “Bughyatul Mustafid fi akhbar madinat Zabid”. “Fadhail Ahl al-Yaman”. Hukum Membaca Maulid Diba Membaca shalawat ad dibai atau shalawat yang lain menurut pendapat Jumhurul Ulama adalah sunnah Muakkad. Kesunatan membaca shalawat ini didasarkan pada lebih dari satu dalil, antara lain: Firman Allah SWT. Artinya: “Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah anda untuk Nabi dan sampaikanlan salatu penghormatan kepadanya. (QS. AI-Ahzab : 56) Sabda Nabi SAW.: صلوا علي، فإن الصلاة علي كفارة لكم وزكاة. [رواه ابن ماجه] Artinya : “Bershalawatlah anda untukku, karena membaca shalawat untukku bisa mengahapus dosamu dan bisa membersihkan pribadimu”. (HR. lbnu Majah) Sabda Nabi SAW. : زينوا مجالسكم بالصلاة علي، فإن صلاتكم علي نور لكم يوم القيامة Artinya: “Hiasilah tempat-tempat pertemuanmu dengan bacaan shalawat untukku, karena sesungguhnya bacaan shalwat untukku itu menjadi cahaya bagimu pada hari kiamat”. (HR. Ad-Dailami). Keutamaan Maulid Diba Seseorang yang ahli membaca shalawat bakal diberi anugerah oleh Allah, antaralain : Dikabulkan do’anya الدعاء كله محجوب حتى يكون أوله ثناء على الله عز وجل وصلاة على النبي صلى الله عليه وسلم ثم يدعو فيستجاب له لدعاءه Artinya: “Setiap do’a adalah terhalanh, sehingga dimulai dengan memuji kepada Allah dan bershalawat kepada Nabi, sesudah itu baru berdo'a dan bakal dikabulkan do’a itu”. (HR. Nasa’i). Peluang untuk mendapat syafa'at Nabi pada hari kiamat. Dihilangkan ada problem dan kesulitannya. Dan lain-lain. Cara Membaca Diba’iyyah Dibaca dengan kesungguhan dan keikhlasan hati dan juga diiringi rasa hormat dan mahabbah/cinta kepada Rasulullah SAW. Jelas sekali dalalah ayat Al-Qur’an dan Hadits Nabi berikut bahwa kami sebagai ummat Muhammad diperintahkan untuk membacakan shalawat kepada Nabi SAW. agar dapat mengagungkannya sekaligus mengharapkan barokahnya sewaktu kami masih hidup di dunia dan sehingga mendapat syafa’atul udzma dikala kami berada di alam mahsyar kelak. Tata Cara menghadiri Majlis Maulid Nabi SAW (Diringkaskan dari kitab Azzahrul Baasim karya Mufti Betawi zaman Hindia Belanda, al-Habib Utsman bin ‘Abdillah bin Yahya rohimahullohu ta’ala): Dilaksanakan pada tempat-tempat yang terhormat seperti masjid, musholla, majelis-majelis, atau perkumpulan mulia, dan sebagainya. Tidak boleh tersedia pada tempat berikut suatu patung-patung binatang atau manusia yang menjadi simbol pengagungan dan penyembahan terhadapnya (misal patung dewa, bunda maria, dan sejenisnya), karena hal berikut dibenci oleh beliau (SAW) dan para Malaikat. Ketika membaca shirohnya (sejarahnya) yang terkandung didalam Kitab Maulid, tidak boleh bercampur didalamnya antara laki-laki dengan perempuan. Kecuali adanya hijab (batas/dinding) yang mengatasi antara perempuan dan laki-laki, sehingga aman dari fitnah. Jangan pula tersedia pada tempat diselenggarakannya, suatu permainan yang HARAM (misal judi dan sejenisnya). Sebab, hal itu bakal mengantarkan pada kedurhakaan besar melanggar larangan Rosululloh SAW. Jangan pula tersedia pada tempat itu segala sesuatu yang beraroma busuk. Seperti rokok, cerutu, kandang binatang, dan sejenisnya. Maka hendaklah tersedia pada tempat itu segala sesuatu wewangian yang harum seperti dupa (gaharu bakar) atau bunga-bungaan. Hendaklah yang hadir pada tempat penyelenggaran itu membaca sholawat, dan janganlah satu sama lain saling bercerita, masing-masing “pasang” telinga mendengar kisah maulid yang dibacakan sambil membaca sholawat. Apabila nanti disebut bakal dzohir (lahir dan hadir)-nya sang Nabi SAW ke dunia, maka semua yang hadir bersegera untuk bangun dan berdiri. Bukan atas basic paksaan, tapi karena TAKDZIM (HORMAT), BAHAGIA, dan ANTUSIAS pada kehadiran beliau (SAW). Sehingga pada selanjutnya segenap hadirin yang mematuhi aturan-aturan berlaku, kelak bakal memperoleh syafa’at (pertolongan) dari beliau (SAW) di yaumil akhir dan juga memperoleh balasan yang berlipat ganda dunia wal-akhiroh. InsyaAlloh. اللهمّ صلّ على سيّدنا و شفيعنا محمّد وعلى آله وصحبه و سلّم واجعلنا من خيار امّته و من اهل شفاعته برحمتك يا ارحم الرّاحمين آمين “Allohumma Sholli ‘ala Sayyidina wa Syafi’ina Muhammadin wa ‘ala Aalihi wa Shohbihi wa Sallim waj’alnaa min khiyaari ummatihi wa min ahli syafaa’atihi, birohmatika Yaa Arhamarrohimiin, aamiin“ (Yaa Alloh, limpahkanlah sholawat atas junjungan kami, Nabi kami yang memberi syafa’at bagi kami, yaitu Nabi Muhammad SAW dan atas keluarganya, dan sahabatnya, dan juga salam penghormatan atasnya, dan jadikanlah kami daripada umatnya yang paling baik dan yang mendapat syafa’atnya di hari sesudah itu dengan Rahmat-Mu wahai Tuhan yang punyai cii-ciri Kasih Sayang melebihi semua yang punyai cii-ciri kasih sayang, aamiin) Baca : Kitab Maulid Diba dan Terjemahannya #02: “Inna Fatahna”

Maulid Diba Full Lengkap dengan Teks Terjemah Bahasa Indonesia

KalamUlama.com - Teks Maulid diba banyak sekali yang sehingga para pembaca bisa membuka link yang ada dibawah. tapi kami memohon maaf belum menyediakan maulid...

BEBERAPA KEMULIAAN DAN KEAMPUHAN DARI RATIB AL HADDAD

KalamUlama.com - BEBERAPA KEMULIAAN DAN KEAMPUHAN DARI RATIB AL HADDAD. Al-Imam Habib Abdullah bin Alwi Al-Haddad ra. terkenal sebagai seorang Arif billah atau waliyullah...
KalamUlama.com – Pendahuluan Qurrotul Uyun (Fiqih Nikah) #2: Anjuran Menikah dalam Al Quran. “dan nikahkanlah orang-orang bujang diantara kalian semua dan orang-orang sholeh (yang layak) dari para hambamu..” Q.S.24:32 Baca Juga : Terjemah Qurrotul Uyun – Kitab Sakti Pasangan Suami Istri (Pasutri) Segala puji bagi Dzat yang telah menganjurkan hambaNya untuk menikah, dan yang telah melarang mereka berpecah belah. Shalawat serta salam kepada bagindanya orang arab maupun ajam yang telah berkata : “menikahlah dan buatlah keturunan karena aku adalah orang yang membanggakan kalian dengan banyaknya jumlah umat”. Ketika menikah merupakan bagian dari pemelihara dan pencegah paling banyak dari bahaya berbagai dosa dan kemaksiatan, maka sebenarnya Allah telah merahmati kita sebagai hamba-hambanya yang beriman, dan Allah melindungi kita dari godaan syaitan. Kitab ini, kitab yang paling banyak sumbangsih kelimuannya dalam segi adab, ajaran dan kasih saying merupakan kitab nadloman karangan syakh al imam al alim al alamah abu Muhammad sayyidi Qasim bin ahmad bin Musa bin Yamun at talidi al akhmasi R.A. Saya (pengarang kitab syarah) sangat berharap dengan pertolongan Allah saya bisa membuat penjelasan ringkas yang ringan kalimatnya, jelas maksudnya, tidak bertele-tele namun padat dan mengena, semoga Allah memberikan manfaat bagi mereka yang memudahkan (membuat ringkasan) seperti saya, Amin. Saya memberi nama kitab ini, Qurratul ‘Uyun bi syarhil Nadhom ibnu Yamun. Saya berharap semoga Allah menjadikan kitab ini termasuk amal yang tidak terputus oleh kematian dan tidak dibalas dengan penyesalan tidak henti, perantara kedudukan Nabi SAW yang sangat terpercaya. Oleh : Ahmad Hanafi Baca Juga : Kajian Qurratul ‘Uyun #04 “Rukun Nikah”

Anjuran Menikah dalam Al-Quran (Pendahuluan Kitab Qurratul Uyun)

KalamUlama.com – Pendahuluan Qurrotul Uyun (Fiqih Nikah) #2: Anjuran Menikah dalam Al-Quran. “dan nikahkanlah orang-orang bujang diantara kalian semua dan orang-orang sholeh (yang layak) dari...
Kitab Syajarah al-Ma'arifvideo

Kitab Syajarah al-Ma’arif – Ngaji Gus Baha April 2019

KalamUlama.com - Ngaji Gus Baha' Menjelasan Kitab Syajarah al-Ma'arif  *) Sebelum ngaji di Masjid Bayt Al-Qur'an rabu lalu, gus Baha’ sedikit menjelaskan tentang kitab Syajarah al-Ma’arif,...
KalamUlama.com - Keutamaan Bersedekah Menjadikan Harta Bertambah Berkah. Didalam Kitab Tankihul Qoul disebutkan bahwasanya Sayyidi Syaikh Abdul Qodir Al-

Keutamaan Bersedekah Menjadikan Harta Bertambah Berkah

KalamUlama.com - Keutamaan Bersedekah Menjadikan Harta Bertambah Berkah. Didalam Kitab Tankihul Qoul disebutkan bahwasanya Sayyidi Syaikh Abdul Qodir Al-Jilani  mengatakan : “Sedekah (memiliki keutamaan sunnah...
KalamUlama.com - Terjemah Kajian Kitab Qurrotul Uyun (Fiqih Nikah) #1: Muqoddimah Kitab Sakti Pasangan Suami IstriBukan hal asing lagi bagi kalangan santri

Terjemah Qurrotul Uyun – Kitab Sakti Pasangan Suami Istri (Pasutri)

KalamUlama.com - Terjemah Qurrotul Uyun (Fiqih Nikah) #1: Muqoddimah Kitab Sakti Pasangan Suami Istri. Bukan hal asing lagi bagi kalangan santri dan para pelajar islam dengan...