Kajian Islam

Keutamaan Ahli Fiqh dari Ahli Ibadah

Keutamaan Ahli Fiqh dari Ahli Ibadah

KALAMULAMA.COM- Keutamaan Ahli Fiqh dari Ahli Ibadah. Membanjir kelompok zikir, dan banyak yang minta diberikan doa dan wirid, serta kesalehan seseorang diukur dari rajin...
KALAMULAMA.COM - ANDAI SEORANG MUSLIM MENYERUPAI KEBIASAAN BANGSA LAIN, APAKAH LANTAS MENJADI KUFUR?  Sekarang sedang ramai soal "Man Tasyabbaha bi qoumin fa huwa minhum", siapa yang menyerupai suatu kamu maka termasuk kelompok mereka. Sepertinya perlu membahas kembali soal hadits ini, karena pada kenyataannya disalahpahami dengan fatal, sampai taraf mengkafir-kafirkan. Sering aku sampaikan bahwa memahami nash Qur'an/sunnah secara tektual dan tanpa memahami persambungannya itu selalu menimbulkan masalah. Hal ini sebab nash-nash itu saling berhubung satu sama lain. Artinya memahami syariat ini harus melihatnya secara utuh, bukan sepotong-sepotong. Di antara nash yang sering dipahami salah, bahkan berujung pada mengkafirkan yg lain adalah soal hadits tasyabbuh ini. Man tasyabbaha bi qoumin fa huwa minhum... seseorang yg menyerupai suatu bangsa maka dia adalah bagian kelompok mereka. Hadits ini sangat sering disalahgunakan untuk menyalahkan muslim yg lain dan serta merta melabelinya kufur jika pakai adat bangsa lain. Terutama jika kebetulan kebiasaan yg ditiru adalah adat orang Barat, Eropa, Amerika. Cepat sekali melabeli kafir begitu saja? mudah betul? Padahal jika dicermati dengan baik, apa ada di situ kata kufur andai seorang muslim menyerupai kebiasaan bangsa lain? Belum juga hadits ini adalah masuk kategori hadist mutlaq yang muqoyyad atau hadits aam yang makhsus. Lagi-lagi di sini pentingnya Ushul Fiqh. Maka, hadits tadi pada dasarnya hanya untuk hal-hal yang negatif yang bertentangan dg syariat dan moral yang berlaku. Itupun andai bertentangan dengan moral dan tak sejalan dengan ruh syariat tidak serta merta begitu saja dilabeli kafir. Tidak semudah itu. Aku beri satu contoh saja, semisal ada di antara kita mengutip Kalimat di Bibel, seperti "Semua indah pada waktunya". Apa lantas serta merta seseorang itu jadi kufur hanya gara-gara mengutip dengan dalih dia menyerupai orang nashrani? mudah sekali? Orang yg menjudge yang lain dengan hadits ini hanya gara-gara melihat muslim yang lain mengutip bibel justru melakukan beberapa kesalahan fatal. Pertama, dia salah menggunakan hadits ini sekaligus salah menempatkannya pula. Jadinya salah alamat dan tidak nyambung. Kedua, memang menurut keyakinan kita bahwa Injil, Taurat dan Zabur telah mengalami pengubahan dan pemalsuan di sana-sini. Namun di dalamnya masih banyak bertebaran sisa-sisa Firman Allah yg asli. Ini harus kita perhatikan baik-baik. Jadi semisal kita menemukan kata yg sesuai dg yg ada dalam Qur'an atau Sunnah maka itu masih termasuk bagian ajaran yg tidak diubah. Semisal kalimat tadi, semua indah pada waktunya, sama kandungannya dg hadits Man ta'ajjala bi syai-in qobla awanih, uqiba bi hirmanih. Bahwa jika seseorang tergesa terhadap sesuatu sebelum waktunya maka dia akan terhalang dari yg diingininya itu. Artinya memang segala sesuatu itu indah pada waktunya. Ketiga, orang ini lupa sama sekali dengan hadits al-hikmah dhoollatul mu'min, aina wajadaha fa huwa ahaqqu biha. Bahwa ilmu, kebijaksanaan apapun adalah benda kaum muslim yg hilang, di mana saja dia menemukannya maka dia berhak atasnya. Keempat, ini anehnya, orang yang menyalahkan yang lain dengan pakai hadits tasyabbuh ini, juga pakai facebook, twitter dan sejenisnya! Ya Subhanallah! Apa nggak melihat facebook, twitter itu siapa yang membuat? ini namanya meludah ke atas tepercik muka sendiri. Kenapa dia tidak menyetempel dahinya sendiri bahwa dia juga kafir sebab menyerupai/mengikuti kebiasaan bangsa lain? Pelajaran penting lain, bahwa kesalahan dalam berpikir, kesalahan memaknai nash syariat itu hasilnya selalu kontradiktif dengan ruh syariat. Maka artikan nash2 suci itu sesuai dengan apa yang dimaksudkan oleh Musyarri' (Allah dan Nabi-nabinya), jangan diartikan semau pusar sendiri. Semisal dia berdalih, itu kan hal duniawi, hadits itu buat hal yang berhubung dengan agama saja. Lagi-lagi dalihnya itupun mentah sebab (jika disesuaikan dengan cara serampangan dia) hadits tadi umum mencakup apa saja. Alhasil apapun alasannya akan selalu kontradiksi dan menikam dia sendiri serta akan selalu memaksanya menelan pil pahit. Tentu saja sebab cara memahami nash syariat yg salah. Efek ketidakpahaman akan manthuq (tekstual) dan mafhum (konstektual). Akhirnya, kita masih perlu banyak belajar lagi, banyak kesalahan bersikap gara-gara kesalahpahaman yang kita alami. Parahnya jika sampai kesalahpahaman itu digunakan untuk menjudge saudara muslim yg lain, merasa yg paling benar sendiri. Ubah paradigma berpikir yg salah itu. Agama ini mengajarkan kita untuk berpikir, agama ini bukan doktrin mentah begitu saja. Akhirnya, mari bersama menjadi muslim yang baik. Bukan menjadi muslim yg merasa baik (sifatnya iblis itu, merasa-merasa). Wallahu A'lam. Sikap moderat (Wasathi) itu memang selalu yang paling selamat. Yuk, memulai lagi hari-hari dengan semangat. Bismillah :) Sumber: Twitter Gus Alawy Ali Imran (Sebuah Utas tentang kesalahpahaman orang-orang dalam memahami Hadits MAN TASYABBAHA BI QOUMIN FA HUWA MINHUM, tanggal 3 Januari 2016)  

ANDAI SEORANG MUSLIM MENYERUPAI KEBIASAAN BANGSA LAIN, APAKAH LANTAS MENJADI KUFUR?

KALAMULAMA.COM - ANDAI SEORANG MUSLIM MENYERUPAI KEBIASAAN BANGSA LAIN, APAKAH LANTAS MENJADI KUFUR? Sekarang sedang ramai soal "Man Tasyabbaha bi qoumin fa huwa minhum", siapa...
KALAMULAMA.COM- Apa Yang Dilakukan Di Malam Tahun Baru? Masalah seperti ini sudah pernah disampaikan kepada Mufti Al-Azhar: ﻣﺎ ﺭﺃﻯ اﻟﺪﻳﻦ ﻓﻰ اﺣﺘﻔﺎﻝ ﺑﻌﺾ اﻟﺪﻭﻝ ﺑﺄﻋﻴﺎﺩ ﻣﺜﻞ ﺃﻋﻴﺎﺩ اﻟﻨﺼﺮ ﻭﻋﻴﺪ اﻟﻌﻤﺎﻝ ﻭﻋﻴﺪ ﺭﺃﺱ اﻟﺴﻨﺔ ﻭﻏﻴﺮﻫﺎ؟ Apa pandangan Agama tentang perayaan hari kemerdekaan, hari buruh, tahun baru dan sebagainya? Mufti Al-Azhar, Syekh Athiyyah Shaqr menyampaikan penjelasan sangat luas. Bahwa perayaan dalam Islam ada yang dijelaskan dalam Agama seperti Idul Fitri dan Idul Adha. Ada yang tidak dijelaskan secara langsung seperti Maulid Nabi, Isra Miraj dan sebagainya, yang memiliki 2 pendapat antara yang membolehkan dan membidahkan. Beliau melanjutkan: اﻟﺤﺪﻳﺚ ﻟﻢ ﻳﺤﺼﺮ اﻷﻋﻴﺎﺩ ﻓﻴﻬﻤﺎ، ﺑﻞ ﺫﻛﺮ ﻓﻀﻠﻬﻤﺎ ﻋﻠﻰ ﺃﻋﻴﺎﺩ ﺃﻫﻞ اﻟﻤﺪﻳﻨﺔ اﻟﺘﻰ ﻧﻘﻠﻮﻫﺎ ﻋﻦ اﻟﻔﺮﺱ، ﻭﻣﻨﻬﺎ ﻋﻴﺪ اﻟﻨﻴﺮﻭﺯ ﻓﻰ ﻣﻄﻠﻊ اﻟﺴﻨﺔ اﻟﺠﺪﻳﺪﺓ ﻓﻰ ﻓﺼﻞ اﻟﺮﺑﻴﻊ، ﻭﻋﻴﺪ اﻟﻤﻬﺮﺟﺎﻥ ﻓﻰ ﻓﻀﻞ اﻟﺨﺮﻳﻒ Hadis ini tidak sekedar membatasi hari raya Iedul Fitri dan Idul Adha saja. Hadis itu menjelaskan keutamaan keduanya dibanding hari perayaan penduduk Madinah yang mereka terima dari Persia. Diantaranya ada perayaan Nairuz dan Mahrajan di awal tahun musim dingin dan panas. ﻭﻟﻢ ﻳﺮﺩ ﻧﺺ ﻳﻤﻨﻊ اﻟﻔﺮﺡ ﻭاﻟﺴﺮﻭﺭ ﻓﻰ ﻏﻴﺮ ﻫﺬﻳﻦ اﻟﻌﻴﺪﻳﻦ Tidak ada dalil Nash yang melarang untuk ikut senang dan bahagia di selain Idul Fitri dan Idul Adha (Fatawa Al-Azhar 10/160) Mufti Al-Azhar ini tetap mensyaratkan perayaan tersebut tidak menyimpang dari koridor syariat Islam. Namun ada riwayat dari ulama Salaf kita berkenaan di malam Tahun Baru bangsa dan agama lain, seperti yang disampaikan oleh Imam Al-Baihaqi: ﻛَﺎﻥَ ﺯُﺑَﻴْﺪٌ اﻟْﻴَﺎﻣِﻲُّ ﻭَﻣَﻌَﻪُ ﺟَﻤَﺎﻋَﺔً ﺇِﺫَا ﻛَﺎﻥَ ﻳَﻮْﻡُ اﻟﻨَّﻴْﺮُﻭﺯِ، ﻭَﻳَﻮْﻡُ اﻟْﻤِﻬْﺮَﺟَﺎﻥِ اﻋْﺘَﻜَﻔُﻮا ﻓِﻲ ﻣﺴﺎﺟﺪﻫﻢ، ﺛُﻢَّ ﻗَﺎﻟُﻮا: " ﺇِﻥَّ ﻫَﺆُﻻَءِ ﻗَﺪِ اﻋْﺘَﻜَﻔُﻮا ﻋَﻠَﻰ ﻛُﻔْﺮِﻫِﻢْ، ﻭَاﻋْﺘَﻜَﻔْﻨَﺎ ﻋَﻠَﻰ ﺇِﻳﻤَﺎﻧِﻨَﺎ ﻓَﺎﻏْﻔِﺮْ ﻟَﻨَﺎ " Zubaid Al-Yami dan jamaahnya melakukan itikaf di masjid mereka pada hari perayaan (tahun) Nairuz dan Mahrajan. Doanya: "Mereka beri'tikaf atas kekufuran mereka. Sementara kami beritikaf atas iman kami. Maka ampunilah kami" (Syuab Al Iman) Ustadz Ma'ruf Khozin

Ustadz Ma’ruf Khozin: Apa Yang Dilakukan Di Malam Tahun Baru?

KALAMULAMA.COM- Apa Yang Dilakukan Di Malam Tahun Baru? Masalah seperti ini sudah pernah disampaikan kepada Mufti Al-Azhar: ﻣﺎ ﺭﺃﻯ اﻟﺪﻳﻦ ﻓﻰ اﺣﺘﻔﺎﻝ ﺑﻌﺾ اﻟﺪﻭﻝ ﺑﺄﻋﻴﺎﺩ ﻣﺜﻞ...
KALAMULAMA.COM- BENARKAH KIRIM PAHALA FATIHAH UNTUK ORANG YANG SUDAH WAFAT TIDAK DISYARIATKAN ? Jika ada persoalan khilafiyah apalagi masalah klasik seyogyanya disampaikan keduanya. Kali ini ada kajian di wilayah pemerintah yang justru mengambil pendapat yang banyak bertentangan dengan amalan rakyatnya sendiri. Benarkah tidak disyariatkan baca Fatihah untuk orang yang sudah wafat? Berikut penjelasan dari ulama Syafi'iyah: قَالَ السُّبْكِيُّ تَبَعًا لِابْنِ الرِّفْعَةِ ... الَّذِي دَلَّ عَلَيْهِ الْخَبَرُ بِالِاسْتِنْبَاطِ أَنَّ بَعْضَ الْقُرْآنِ إذَا قَصَدَ بِهِ نَفْعَ الْمَيِّتِ نَفَعَهُ إذْ قَدْ ثَبَتَ أَنَّ الْقَارِئَ لَمَّا قَصَدَ بِقِرَاءَتِهِ نَفْعَ الْمَلْدُوغِ نَفَعَتْهُ وَأَقَرَّ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَلِكَ بِقَوْلِهِ { وَمَا يُدْرِيكَ أَنَّهَا رُقْيَةٌ } وَإِذَا نَفَعَتْ الْحَيَّ بِالْقَصْدِ كَانَ نَفْعُ الْمَيِّتِ بِهَا أَوْلَى لِأَنَّهُ يَقَعُ عَنْهُ مِنْ الْعِبَادَاتِ بِغَيْرِ إذْنِهِ مَا لَا يَقَعُ عَنْ الْحَيِّ Al-Subki: “Berdasar dalil hadis jika sebagian Quran diniatkan untuk mayit, maka manfaat. Seperti hadis bahwa ada sahabat baca Fatihah untuk orang yang tersengat, lalu Nabi bersabda: “Dari mana kamu tahu bahwa Fatihah adalah ruqyah?”. Jika Fatihah ditujukan kepada yang masih hidup dapat berguna, maka kepada orang mati lebih berguna”(Syaikh Zakariya, Asna 12/139) Bagaimana menurut kalangan Salafi yang juga dianut oleh admin tersebut? سئل فضيلة الشيخ: عن حكم التلاوة لروح الميت؟فأجاب قائلًا: هذه المسألة محل خلاف بين أهل العلم على قولين:القول الأول: أن ذلك غير مشروع وأن الميت لا ينتفع به أي لا ينتفع بالقرآن في هذه الحال.القول الثاني: أنه ينتفع بوالراجح: القول الثاني لأنه ورد في جنس العبادات جواز صرفها للميت Syekh Utaimin menjawab: “Ulama beda pendapat. (1) Ada yang mengatakan tidak disyariatkan. (2) Ada yang mengatakan ber-manfaat. Pendapat yang kuat adalah yang kedua. Karena ada hadis bolehnya mengirimkan ibadah untuk mayit (Majmu’ Fatawa wa Rasail 2/306) Perspektif yang diamalkan adalah Surat Fatihah bagian dari Al-Qur'an dan menurut Syekh Utsaimin membaca Al-Qur'an untuk orang yang sudah wafat adalah bermanfaat bagi mayit. (Direktur Aswaja Center NU Jatim)

KIRIM PAHALA FATIHAH UNTUK ORANG YANG SUDAH WAFAT, ADAKAH DALAM SYARIAT?

KALAMULAMA.COM- KIRIM PAHALA FATIHAH UNTUK ORANG YANG SUDAH WAFAT, ADAKAH DALAM SYARIAT? Jika ada persoalan khilafiyah apalagi masalah klasik seyogyanya disampaikan keduanya. Kali ini ada...
kalamulama.com- Ngaji Gus Baha: Nasihat Suami Istri dan Hukum Halal Haram Rokok Gus Baha dalam setiap kajiannya selalu menampilkan kisah-kisah yang menarik dan lucu. Cerita gus Baha kali ini mengisahkan kehidupan suami istri dalam rumah tangga. Diceritakan dalam rumah tangga tersebut sang istri selalu bersikap cerewet kepada suaminya karena kesal uangnya selalu dipakai membeli rokok dibanding untuk membeli keperluan kehidupan sehari-hari. Menurut Gus Baha sikap istri yang demikian tersebut bisa dibenarkan, karena kalau istri tidak cerewet maka keuangan dalam rumah tangga tersebut akan kacau. “Makanya saya minta, anda hubungan suami istri juga gitu, kalau dinasehati perempuan itu jangan terlalu PD kamu yang benar. Kadang cerewatnya dia juga benar. Misal, uang 20 Ribu kok dipakai rokok dan ngopi, bukan untuk beli beras. Itu jika gak ada yang cerewet kan ya kacau, secara ekonomi. Tapi, orang sudah melarat dilarang punya hiburan merokok ngopi, nanti kalau stress juga repot. Jadi ya pokoknya cukup, kalau ada khilaf  seperti itu ya kita (maklumi) Saya sering dapat laporan. “Gus, itu lho kasih tau, uang Cuma 20 ribu bukannya beli beras malah beli rokok”. Kata yang laki-laki jawabnya mudah. “gimana dong gus, saya ini santri, zina gak berani, dangdutan gak berani, hiburan rokok saja anda haramkan, kalau saya stres malah repot”. Ini kan seperti benar seperti salah. Yang perempuan pun saya bilangin, makanya nak, hidup itu yang kramat, jadi gak bergantung laki-laki. Makanyan harta bapakmu dibawa pulang, jadi punya uang. Jangan bergantung laki-laki”. Gus Baha juga menyampaikan ketika seorang istri ‘cerewet’ kepada suaminya, maka seorang suami juga jangan membantah. Terkadang sikap suami memang bisa salah dan perlu dinasehati oleh istrinya. Artinya dalam sebuah rumah tangga, suami dan istri  harus saling menasehati agar tercipta ketenangan. “Yang laki-laki juga saya bilangin, jadi laki-laki itu kalau dinasehati perempuan itu jangan membantah, kamu ini salah kok mbantah. Tidak gus, saya akan siap diam. Syaratnya tetap boleh rokok dan ngopi. Ya alasannya begitu. Orang-orang kaya itu hiburannya banyak, punya toko punya mobil punya apapun. Masak punya hiburan ngopi dan rokok kok gak boleh”. Mengenai masalah hukum rokok, Gus Baha mempunyai ‘pengalaman buruk’ saat ditanya seorang kiai sepuh mengenai masalah hukum rokok. Sang kiai tersebut meminta fatwa hukum rokok kepada Gus Baha. Masyarakat muslim Indonesia walaupun MUI memberikan fatwa terhadap suatu perkara, dalam hal ini MUI memberikan fatwa haram pada hukum rokok. Masyarakat muslim tidak serta merta mengikuti fatwa dari MUI, mereka terkadang lebih patuh terhadap fatwa kiai-kiai disekitarnya. Karena kiai-kiai tersebut lebih faham keadaan masyarakat disekitarnya sehingga kiai-kiai tersebut akan lebih bijak dalam memberikan fatwa kepada masyarakat disekitarnya. Seperti halnya gus Baha dalam memberikan fatwa hukum rokok kepada kiai sepuh tersebut sangat fleksibel sekali. “Saya masih ingat, punya kenangan buruk. MUI berfatwa mengharamkan rokok, masyhur. Saya ditanya Kyai yang sudah sakit sudah sepuh, Gus, saya tanya anda, anda jawab sayapun sami’na wa atho’na. Saya ini Kyai, hiburannya merokok di sudut mushola ketika malam. Punya kelompok merokok di pojok mushola. Kalau sudah habis ya sudah digores-gores di tembok, gak pakai asbak, ya alasannya begitu. Saya ini Kyai gus, pacaran gak pantes, nonton bioskop juga gak pantes. Hiburan saya ya kelompok rokok di pojok mushola. Kalau itu haram juga ya tidak punya hiburan. Masak anda masih mengharamkan. Ini tanya tapi menggiring. Aku pun bilang, ya sudah untuk anda tidak haram”. Tegas Gus Baha. Baca Juga Profil Gus Baha (Biografi, Karya dan Kumpulan Pengajian Lengkap)video

Ngaji Gus Baha: Saat Gus Baha Diminta Fatwa Hukum Rokok Oleh Kiai Sepuh

kalamulama.com- Ngaji Gus Baha: Nasihat Suami Istri dan Hukum Halal Haram Rokok Gus Baha dalam setiap kajiannya selalu menampilkan kisah-kisah yang menarik dan lucu. Cerita...

K.H. Mustofa Bisri Kalam Ulama Ke #396 Misi Rasulullah Diutus Untuk Menyempurnakan Akhlak

kalamulama.com - K.H. Mustofa Bisri Kalam Ulama Ke #396 Misi Rasulullah Diutus Untuk Menyempurnakan Akhlak. "Rasulullah SAW yang dipuji Allah SWT sebagai orang yang berakhlak...
kelahiran nabi

Kelahiran Nabi Muhammad Ditinjau dari Berbagai Aspeknya

kalamulama.com- Kelahiran Nabi Muhammad Ditinjau dari Berbagai Aspeknya. Bagaimana kita hendak menjelaskan peristiwa kelahiran Nabi Muhammad Saw? Kita punya banyak cara melakukannya lewat berbagai perspektif. Ada...
kafir

Jangan Main-main Dengan Klaim Kafir

kalamulama.com- Jangan Main-main Dengan Klaim Kafir Orang yang menuduh Kafir kepada orang lain akan berakibat menghalalkan darahnya, dibunuh. Sahabat Usamah bin Zaid pernah membunuh ketika...
kalamulama.com- Al Allamah Al Muarrikh Ad Dae’I Ilallah Habib Alwi bin Tohir al Haddad (Mufti Johor) Berikut merupakan sedikit pengkajian hamba dan pengumpulan bahan berkaitan al Habib Alwi Bin Tohir al Haddad (Gambar - gambar kebanyakan di peroleh melalui kiriman via Whatsapp oleh Habib Muhammad Bin Alwi al Haddad anaknya di Saudi) NASAB KETURUNAN Habib Alwi bin Tohir bin Abdullah (Haddar) bin Toha bin Abdullah bin Toha bin Umar (adik beradik kepada Imam Habib Abdullah Al Haddad) bin Alwi bin Muhammad bin Ahmad bin Abdullah bin Muhammad bin Alwi bin Ahmad (orang pertama diberi gelaran Al Haddad) bin Abu bakar bin Ahmad bin Muhammad bin Abdullah bin Al Faqih Ahmad bin Abd Rahman bin Alwi (Ammul Faqih Muqaddam) bin Muhammad Sohib Mirbat bin Ali Khali’ Qasam bin Alwi bin Muhammad bin Alwi bin Ubaidillah bin Imam Ahmad Muhajir bin Isa sehinggalah sampai Rasulullah S.A.W melalui zuriat Sayyidina Husien R.A. Kelahiran Beliau dilahirkan di Qaidun salah sebuah tempat di Wadi Dau’an di Hadhramaut bertepatan pada Hari Jumaat semasa waktu solat atau selepas solat Jumaat pada 16 Syawal 1301 H. Ayahnya wafat semasa beliau masih kecil dan dibesarkan dengan penuh kasih sayang dan dicurahkan segala keilmuan kepadanya oleh ibunya sendiri iaitu Syarifah Syifa’ Binti Isa Al Habsyi dan abangnya iaitu Habib Abdullah Bin Tohir Al Haddad. Beliau amat bersungguh dalam menuntut ilmu bahkan pelbagai kitab dan matan yang beliau pelajari dan hafal. Pada usia kecil lagi beliau sudah mampu menghafal Al Quran 30 juzuk, Matan Alfiah Ibnu Malik dan beberapa matan lain hanya mengambil masa selama 3 bulan sahaja. Semasa berumur lingkungan 11 tahun, beliau berpindah ke sebuah tempat yang bernama Desa Khali’ Rasyid yang merupakan perkampungan saudaranya yang lain pada tahun 1312 H. Maka bermulalah pengajian khusus beliau dengan membaca beberapa kitab penting pada permulaannya seperti kitab Mukhtasar Sogir (Mukhtasar Latif) pada ilmu Fiqh. Beliau juga sering melazimi Al Allamah Habib Abdullah Bin Muhammad Bin Ahmad Al Habsyi dan Al Allamah Habib Abd Rahman Bin Hasan Al Habsyi.Dalam waktu yang tidak panjang beliau kembali sekali lagi ke kampung halamannya iaitu di Dau’an dan meneruskan pengajiannya dengan Al Allamah Syeikh Abdullah Bin Abu Bakar Al Khatib sehingga mengkhatamkan Kitab Minhaj (Imam Nawawi) dan menghafal pelbagai matan. Kesempatan yang ada beliau gunakan sebaiknya dengan pelbagai disiplin dalam menuntut ilmu. Pada tahun 1316 H, beliau bertemu dan mengambil beberapa mutiara ilmu dan faedah daripada Syeikh Muhammad Bin Tohir Bin Umar Al Haddad yang datang daripada Jawa, Indonesia.Beliau membaca beberapa kitab didalam Ilmu Fiqh, Hadis dan Tasawwuf.Bahkan, beliau juga sempat membaca Kitab Sohih Imam Bukhori, Sunan Tirmizi, Al Iqna’, Ihya’ Ulumuddin dan kitab - kitab yang lain lagi. GURU - GURU Habib Alwi Bin Tohir mempunyai lebih daripada 50 orang guru yang beliau sering lazimi daripada negara dan kawasan yang berbeza antaranya ialah 1. Al Allamah Habib Ahmad Bin Hasan Al Attas (Wafat di Huraidhah yang merupakan guru utamanya) 2. Al Musnid Al Allamah Habib Idrus Bin Umar Al Habsyi (Pengarang kitab Iqdu Yawaqit) 3. Al Allamah Al Arifbillah Habib Ali Bin Muhammad Al Habsyi (daripada Habib Ali beliau mendapat pelbagai amalan dan ijazah termasuk Hadis Musalsal Bil Musofahah dan lain - lain lagi) 4. As Syeikh Al Allamah Abu Bakar Bin Ahmad Al Khotib At Tarimi 5. As Syed Al Adib Habib Abu Bakar Bin Abd Rahman Ben Syihab (beliau menerima pelbagai ijazah dan segala sanadnya daripada Habib Abu Bakar) 6. Al Allamah Syeikh Muhammad Zahid Al Kauthari (daripadanya Habib Alwi menerima pelbagai ijazah dan sanad. Beliau juga memberikan Ijazah kepada Syeikh Muhammad Zahid Al Kauthari. 7. Al Hafiz Al Musnid Dunia Syeikh Abd Hay Kattani Al Idrisi Al Hasani 8. Al Allamah Al Musnid Syed Ali Bin Muhammad Battoh Al Ahdal dan ramai lagi para alim ulamak yang beliau sempat menuntut ilmu dan mengambil pelbagai mutiara ilmu daripada mereka. HABIB AHMAD BIN HASAN AL ATTAS GURU YANG PALING AKRAB Habib Alwi mempunyai kedudukan yang istimewa disisi Al Allamah Al Habib Ahmad Bin Hasan Al Attas yang pada masa tersebut merupakan seorang ulamak yang menjadi rujukan orang ramai dari pelbagai tempat. Bahkan namanya masyur disebut para alim ulamak dari luar negara kerana keilmuan dan adabnya serta merupakan antara pendakwah yang menyebarkan Thoriqah A‘lawiyah ke negara luar pada zamannya. Habib Alwi banyak mendapat tarbiyah rohaniyah dan suluk daripada beliau. Al Allamah Habib Ali Bin Ahmad Bin Hasan Al Attas berkata mengenai perhubungan antara Habib Alwi Bin Tohir Al Haddad dengan ayahnya bermula pada tahun 1317 H.Tetapi perhubungan yang hakiki dan ikatan yang terjalin bermula dari tahun 1326 H - 1334 H iaitu sekitar 8 tahun beliau bersuhbah dan berada dibawah pentarbiyahan Al Allamah Al Habib Ahmad Bin Hasan Al Attas. Pada waktu dan kesempatan itulah beliau menghimpunkan dan mengumpulkan segala nasihat dan untaian perkataan daripada Habib Ahmad Bin Hasan Al Attas didalam sebuah kitab khas. Apabila gurunya tersebut melihat dan meneliti himpunan nasihat dan perkataannya yang dibukukan oleh Habib Alwi, maka beliau berkata “Sesungguhnya apa yang telah ditulis dan dikumpulkan olehnya (Habib Alwi) terlebih banyak manfaat dan berkekalan faedahnya daripada segala karomah.Kerana karomah akan pergi dengan beredarnya waktu manakala ini (buku himpunan perkataan) akan kekal manfaatnya”. Habib Alwi telah membacakan Kitab Rehlah Dau’aniyah yang ditulisnya kepada Habib Ahmad Bin Hasan Al Attas dan mendapat pujian dan sokongan daripada beliau. Sepanjang beliau bersama Habib Ahmad Bin Hasan Al Attas, beliau sempat mempelajari dan menghabiskan beberapa buah kitab yang berlainan ilmunya seperti Sunan Sittah, Riadhus Solihin (Imam Nawawi), Syifa’ (Qadhi I’yadh), Bulughul Maram (Al Hafiz Ibnu Hajar Al Asqolani), Al Jami’ Soghir (Imam Sayuthi), Syarah A’ini A’la Bukhori, Thabat Syeikh Muhammad A’bid (Hasru Asy Syarid), Dhowabitu Al Jalilah Lil Asanid Al A’liyah, Simtu Al Majid (Imam Asy Syasyi), MENGASASKAN RABITHAH ALAWIYAH Para zuriat keturunan rasulullah S.A.W baik daripada silsilah Sayyidina Hasan mahupun Sayyidina Husien berkembang dengan banyak dan tersebar ke seluruh dunia. Pada masa kekhalifahan Abbasiyah yang bertapak di Mesir ketika itu, para zuriat keturunan Sayyidina Hasan diberi gelaran “Syarif” dan memakai serban berwarna putih.Manakala para zuriat keturunan Sayyidina Husien pula diberi gelaran “Sayyid” dan memakai serban berwarna hijau untuk membezakan antara orang awam dan ahl bayt Rasulullah S.A.W.Sehingga kini penggunaan nama tersebut masih digunakan dan ramai juga dalam kalangan mereka dipanggil “Habib/Hubabah” “Sayyid/Sayyidah” “Syarif/Syarifah” yang menunjukkan pengkhususan gelaran tersebut kepada Ahl Bayt Rasulullah S.A.W.daripada Sayyidina Hasan (ramai di Hijaz, Maghribi dll) dan Sayyidina Husien (ramai di Hadhramaut, Nusantara dll). Demi untuk menjaga kesucian nasab mulia ini daripada disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggungjawab seperti meletakkan gelaran tersebut pada orang awam atau mengaku sebagai keluarga Rasulullah tetapi hakikatnya bukan. Disamping itu, untuk memelihara hubungan baik antara sesama keturunan Arab Hadhramaut juga, maka pada tahun 1928 M beberapa tokoh dan ulamak Arab Hadhramaut mengasaskan satu ikatan organisasi yang dinamakan Rabithah Alawiyah yang antaranya bertujuan untuk mengadakan satu badan bertugas mencatat dan merekodkan keluarga Sayyid yang berkembang di nusantara. Bagi merealisasikan maksud tersebut, pada 10 Mac 1932 M Rabithah Alawiyah secara rasmi membentuk “Maktab Daimi” sebagai satu lembaga khas yang ditugaskan untuk memelihara sejarah dan silsilah keturunan Rasulullah S.A.W yang berada di Indonesia. Penubuhan ini telah mendapat persetujuan dan kebenaran daripada beberapa tokoh ulamak antaranya Habib Alwi Bin Tohir Al Haddad, Habib Ahmad Bin Abdullah As Segaf dan Habib Ali Bin Abd Rahman Al Habsyi (Kwitang) sebagai pengasas utama penubuhan Rabithah Alawiyah dan Maktab Daimi. Jumlah keluarga Alawiyyin yang dicatatkan pada tahun 1937 M adalah seramai 17,000 orang di Indonesia. Selepas diperbaharui segala maklumat dan data, diantara tahun 1937 M - 2002 M terdapat 100 000 orang Sayyid yang namanya telah didaftarkan didalam buku besar nasab setebal 15 jilid. Dalam hal menerbitkan buku nasab, ketika pengurus Rabitah Alawiyah menghadiri satu persidangan di Libya pada tahun 2006, Maktab Daimi mendapat pujian dan pengiktirafan daripada pemimpin lembaga nasab Ahl Bayt dunia. BERKHIDMAT SEBAGAI MUFTI JOHOR Pada akhir tahun 1368 H bersamaan 1946/47 M Habib Alwi Bin Tohir Al Haddad dilantik menjadi Mufti Johor setelah mendapat restu dan keizinan daripada Sultan Ibrahim Bin Abu Bakar yang merupakan Sultan Johor pada masa tersebut.Kesultanan Johor terkenal dengan kasih sayang mereka terhadap keluarga Rasulullah S.A.W sehingga ramai para pendakwah mahupun Mufti di negara tersebut daripada keluarga Rasulullah S.A.W diberi kedudukan yang istimewa. KARYA PENULISAN Habib Alwi mempunyai karya penulisan yang banyak sama ada daripada Bahasa Melayu mahupun didalam Bahasa Arab sendiri.Kitab - kitab yang dikarang beliau menampakkan kealiman beliau yang mampu menguasai pelbagai bidang ilmu sama ada didalam Ilmu Aqidah, Fiqh, Tarikh, Hadis dan lain lagi.Bahkan sehingga kini masih terdapat kitab - kitab beliau yang belum dicetak dan masih berada didalam jagaan dan simpanan.Antaranya ialah Ulum Syariah Aqidah • Al Amali Fi Tauhid Al Quran dan Ulum Al Quran • Al Amali Fi U’lumi Al Quran • Al Amali Fi Tafsir • Al Kalimatul Jamiah Fi Tafsir Surah Al Waqiah • Risalah Fi A’damil Jawaz Terjematu Al Quran Hadis • Al Amali Fi U’lumil Hadis • Az Zahrul Faih Fi Takhrij Ahadis Nasoih Fiqh • Al Fatawa • Dhau’ul Qarihah • I’anatun Nahidh Fi I’lmil Faraidh • Ahkamul Ankihati Wal Qadha (Bahasa Melayu) • Risalah Fi Hukmil Mal Dhoi’ • Iqamatud Dalil A’la Istihbabi Taqbil Ulum Lughah Arabi • Alfaraid Lukluiyah Fi Qawaid Nahwiyah • Diwan Syair Ulum Al Ijtimai’yah (Ilmu Sejarah, Biografi dan Ansab) • Durus Sirah Nabawiyah (Dua Jilid) • Mukhtasar Tarikh Ibnu Hassan • Nurul Absar Fi Terjemah Abdullah Bin Toha Al Haddar • Tarikh Al Abdul Malik Alawi A’mmul Faqih Muqaddam Wa Ansabuhum • Tarikh Dukhul Islam Fi Jawa Wa Sumatera Wa Falimbang (Lebih kurang 400 muka surat sebagaimana yang dinyatakan oleh Syed Dhiya’ Syihab) • Janiyyu Syamarikh Jawab As Ilah Fi Tarikh • Asy Syamil Fi Tarikh Hadhramaut Wa Makhalifuha • Al Madkhal Fi Tarikh Dukhul Islam Ila Jazair Syarqi Al Aqso • U’qudu Al Mas Fi Manaqib Ahmad Bin Hasan Al Attas • At Tobaqatul A’lawiyah (Dua Jilid) • Ithmadul Basoir Fi Mazhab Muhajir • Alqaulu Fasal Fima Li Bani Hasyim Wa Quraisy Wal Arab Minal Fadhl • Al Amali Fi Tarikh Islam (Tidak sempat disempurnakan) Geografi, Rehlah dan Falak • Majmu’ Fi Ilmil Falak • Ar Rehlatu Doa’niyah (Merupakan perjalanan beliau bersama gurunya Habib Ahmad Bin Hasan Al Attas ke Kota Doa’n pada tahun 1329 H) • Basyair Wa Towali’ Su’ud Rehlah Nabi Allah Hud Ar Rudud (Ulum Sabiqah) • Tahrim Luhumul Qiso’ • Ar Raddu A’la Ibnu Nu’man Fi Dafi’e Zakah Ila Sultan • Ar Raddu Qaedah Ibnu Khaldun • Tazyilu A’lal Bayanil Jali Fi Ansabi Sadah Bani Alawi • Iqamatu Dalil A’lal Aglat Al Halabi Fi Naqdihi Lil Atbil Jamil • Anwarul Quran Fi Raddi Dajjal Qadiani • Ar Raddu A’la Dajjal Yafi’ Ahmad Ato’ Al Harazi Al Asanid • Al Khulasoh Syafiyah Fil Asanid A’liyah • Mukhtasar Iqdul Li Al Fi Asanid Rijal Wa Iqdu Li Aidrus Bin Omar Al Habsyi. MURID - MURIDNYA Adapun murid - muridnya tersangat ramai antaranya ialah Al Allamah Al Muhaqqiq Habib Abdullah Bin Hasan Bilfaqih Al Allamah Al Muhaddis Habib Ali Bin Muhammad Bin Yahya Al Allamah Al Musnid Habib Salim Bin Jindan (Musnid Indonesia) Al Allamah Musnid Dunia Syeikh Yasin Bin Isa Al Fadani Al Allamah Al Musnid Habib Ibrahim Bin Umar Bin Agil Ben Yahya Al Allamah Al Musnid Syeikh Hasan Bin Muhammad Masyauth Al Allamah Al Musnid Haramain Syeikh Omar Hamdan Mahrasi Al Allamah Sayyid Alawi Bin Abbas Al Maliki Al Hasani Al Allamah Al Musnid Habib Salim Ben Hafiz (Musytoh) Al Allamah Al Musnid Habib Abu Bakar Bin Ahmad Bin Husien Al Habsyi Al Allamah Ad Daei Habib Ahmad Masyur Bin Toha Al Haddad Al Allamah Ad Daei Habib Ali Bin Syeikh Bilfaqih Al Allamah Kabir Habib Hamid Bin Abd Hadi Al Jailani Al Allamah Habib Ahmad Bin Muhammad Al Haddad Anak - anaknya sendiri iaitu Tohir, Hamid dan Abdullah KEWAFATANNYA Setelah sekian lamanya beliau berkhidmat kepada masyarakat dan menumpukan sepenuh masanya dengan ilmu dan amal, maka pada pada bulan Jamadil Awal tahun 1382 H beliau telah dicabut nyawanya dan bertemu dengan kekasihNYA semasa usianya sekitar 81 tahun. Beliau meninggalkan 6 orang anak lelaki iaitu Syed Tohir (wafat 1390H), Syed Abdullah (1410H), Syed Hamid (1417H), Syed Husien, Syed Ali dan Syed Muhammad. Sumber: Bahtera Firady

Mengenal Habib Alwi bin Tohir al Haddad (Mufti Johor)

kalamulama.com- Al Allamah Al Muarrikh Ad Dae’I Ilallah Habib Alwi bin Tohir al Haddad (Mufti Johor) Berikut merupakan sedikit pengkajian hamba dan pengumpulan bahan berkaitan...
kalamulama.com- 42 RAHASIA DAHSYATNYA SHALAWAT NABI MENURUT SYAIKH ABDUL QADIR AL JAILANI. Syeikh Abdul Qadir Al Jailani qaddasallah sirrahu, memberi nasihat: Ketahuilah membaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW adalah salah satu ibadah paling mulia, bentuk ketaatan paling luhur, ibadah yang paling tinggi nilainya yang diperintahkan Allah SWT kepada kita, sebagai bentuk penghormatan, pemuliaan dan pengagungan terhadap derajat beliau. Orang yang membaca shalawat dijanjikan akan mendapatkan tempat paling indah di akhirat dan pahala paling besar. Membaca shalawat adalah amal perbuatan yang menyelamatkan, ucapan paling utama, ibadah yang menguntungkan, mengandung barokah paling banyak, dan ahwal yang paling kokoh. Dengan membaca shalawat, seorang hamba bisa meraih keridhaan Tuhan yang Maha Penyayang. Memperoleh kebahagiaan dan restu Allah SWT, barokah-barokah yang dapat dipetik, doa-doa yang terkabulkan, bahkan dia bisa naik ke tingkatan derajat yang lebih tinggi, serta mampu mengobati penyakit hati,dan diampuni dosa-dosa besarnya. Allah SWT berfirman: إِنَّ اللَّهَ وَ مَلَئكتَهُ يُصلُّونَ عَلى النَّبىِّ يَأَيهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا صلُّوا عَلَيْهِ وَ سلِّمُوا تَسلِيماً “Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada Nabi; wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu kepadanya dan ucapkan salam kepadanya.” (QS Al-Ahzab [ 33]: 56) Dalam Kitab AsSafinah Al Qadir iyah, Syeikh Abdul Qadir Al Jailani menjelaskan tentang keutamaan-keutaman bershalawat kepada Rasulullah SAW dengan merujuk apa yang telah diriwayatkan oleh Ibnu Furhan dalam kitab Haqa’iq Al Anwar. Beliau menyebut 42 keutamaan dan keuntungan bershalawat kepada Nabi. Menurutnya, Membaca shalawat kepada Nabi membuahkan banyak faedah yang bisa dipetik oleh seorang hamba: Bershalawat untuk Nabi berarti melaksanakan perintah Allah SWT. Bershalawat untuk Nabi berarti meniru Allah yang bershalawat kepada Nabi. Bershalawat untuk Nabi berarti meniru malaikat-malaikat-Nya yang bershalawat kepada Nabi. Mendapat balasan 10 kali lipat shalawat dari Allah SWT untuk diri kita pada setiap shalawat yang kita ucapkan. Allah akan mengangkat derajat orang yang membaca shalawat 10 tingkat lebih tinggi.. Mendapat 10 catatan kebaikan. Allah SWT menghapuskan 10 dosa keburukan. Berpeluang besar doanya akan dikabulkan Allah SWT. Shalawat adalah syarat utama mendapat syafaat dari Rasulullah SAW. Shalawat adalah syarat untuk mendapat ampunan Allah dan akan ditutup segala aib. Shalawat adalah syarat untuk memperoleh perlindungan dari segala hal yang ditakutinya. Shalawat adalah syarat seseorang dapat dekat kepada Rasulullah SAW. Nilai shalawat sama dengan nilai sedekah. Shalawat adalah alasan bagi Allah dan para malaikat untuk membacakan shalawat balasan. Shalawat adalah syarat kesucian jiwa dan raga bagi pembacanya. Terpenuhinya segala keinginan. Shalawat adalah alasan seseorang mendapat kabar baik bahwa dirinya kelak akan memperoleh surga. Shalawat adalah faktor memperoleh keselamatan di Hari Kiamat. Shalawat adalah alasan bagi Rasulullah SAW untuk mengucapkan shalawat balasan. Shalawat dapat membuat pembacanya teringat akan semua hal yang dilupakannya. Shalawat dapat membuat harumnya sebuah majelis pertemuan dan orang-orang yang hadir tidak mendapat kerugian di Hari Kiamat kelak. Shalawat dapat menghilangkan kemiskinan dan kefakiran bagi pembacanya. Shalawat dapat menghapus julukan orang kikir ketika shalawat dibacakan. Shalawat menjadi penyelamat dari doa ancaman Rasulullah bagi orang yang membaca shalawat ketika namanya disebutkan. Shalawat akan mengiringi perjalanan pembacanya kelak di atas jembatan menuju surga dan akan menjauh dari orang yang tidak membacanya. Shalawat akan menghilangkan keburukan-keburukan di suatu majelis pertemuan yang tidak dimulai dengan menyebut nama Allah dan Rasul-Nya. Shalawat adalah penyempurna pahala dari sebuah percakapan yang dimulai dengan menyebut nama Allah dan membaca shalawat kepada Rasul-Nya. Shalawat adalah faktor yang dapat menyelematkan seorang hamba ketika berada di atas jembatan menuju surga. Shalawat menghapus status sebagai pembenci shalawat. Shalawat adalah alasan bagi Allah untuk mengumumkan pujian baiknya kepada pembaca shalawat tersebut di hadapan semua makhluk, baik di bumi maupun di langit. Shalawat dapat mendatangkan rahmat Allah. Shalawat dapat mendatangkan berkah. Shalawat dapat melanggengkan dan mempertebal cinta kepada Rasulullah SAW dimana cinta ini merupakan simpul pokok keimanan.Dan, keimanan seseorang belum sempurna tanpa adanya cinta kepada Nabi. Shalawat dapat memikat hati Rasulullah agar mencintai dirinya. Shalawat mendatangkan hidayah dan menghidupkan hati yang telah mati. Shalawat adalah syarat agar nama pembacanya disebut-sebut di hadapan Rasulullah SAW. Shalawat dapat memantapkan iman dan Islam serta membacanya sama dengan memberi hak yang layak diterima oleh Rasulullah SAW. Shalawat merupakan bentuk syukur kita atas segala nikmat dari Allah SWT. Bacaan shalawat mengandung dzikir, syukur dan pengakuan atas nikmat Allah SWT. Shalawat yang dibaca seorang hamba adalah bentuk doa dan permohonan kepada Allah, terkadang doa itu dipersembahkan kepada Nabi SAW dan tak jarang pula untuk dirinya sendiri, karena shalawat dapat mendatangkan tambahan pahala. Shalawat adalah buah yang paling manis dan faedah paling utama yang dapat didatangkan dari pembacaan shalawat atas Nabi adalah melekatnya gambaran seorang Nabi yang mulia di dalam jiwa pembacanya. Memperbanyak bacaan shalawat atas Nabi SAW menjadikan dirinya satu tingkatan dengan derajat seorang Syeikh Murabbi (guru spiritual). (As Safinah Al Qadiriyah Li Asy Syaikh ‘Abd Qadir Al Jailani Al Hasani) ALLAHUMMA ShOLLI ‘ALAA SAYYIDINAA MUHAMMADIN WA ‘ALAA AALIHI WA ShOHBIHI WA SALLIM ‘ADADA KULLI DzARROTIN ALFA MARROH. Artinya: Ya Allah berilah shalawat dan salam kepada Nabi Muhammad dan kepada keluarganya dan shahabatnya sebanyak tiap-tiap debu/dzarrah seribu kali. Bacalah shalawat tersebut sebanyak-banyaknya selama di bulan Rabi’ul Awwal ini, kalau dapat bacalah setiap harinya 300x atau minimal 100x. Sumber: FP Kumpulan Shalawat

42 RAHASIA DAHSYATNYA SHALAWAT NABI MENURUT SYAIKH ABDUL QADIR AL JAILANI

kalamulama.com- 42 RAHASIA DAHSYATNYA SHALAWAT NABI MENURUT SYAIKH ABDUL QADIR AL JAILANI. Syeikh Abdul Qadir Al Jailani qaddasallah sirrahu, memberi nasihat: Ketahuilah membaca shalawat kepada...