Kajian Islam

Kajian Maulid Diba’ #18 : Fabainama Huwa

اللهم صل وسلم وبارك عليه Ya Alloh tetapkanlah limpahan rahmat dan salam serta keberkahan kepadanya (Nabi Muhammad) فَبَيْنَمَا هُوَ ذَاتَ يَوْمٍ نَاءٍ عَنِ الْأَوْطَانِ Suatu hari, ketika...

Kajian Aqidatul Awam #4 Makna Lafadz dalam Sholawat

Oleh: Hamzah Alfarisi   Penjelasan : As-sholatu berarti do’a yang baik. Apabila lafad As-sholatu dimudhofkan (digabungkan) dengan lafad Allah, maka bermakna tambahnya nikmat yang dibarengi dengan penghormatan....

Kajian Maulid Diba’ #17 “Tsumma a’rodho ‘anhu”

Oleh: Ahmad Ulul Azmi اللهم صل وسلم وبارك عليه Ya Alloh tetapkanlah limpahan rahmat dan salam serta keberkahan kepadanya (Nabi Muhammad) ثُمَّ أَعْرَضَ عَنْهُ مَرَاضِعُ الْإِنْسِ لِمَا...

Kajian Mausu’ah Ahsanil Kalam #6 : Berfatwa tanpa Ilmu

Oleh : Zuhal Qobili Fatwa adalah  إخبار عن حكم الله , menyampaikan tentang hukum Allah. Maka, bagaimana hukumnya menyampaikan hukum-hukum Allah tanpa landasan pengetahuan (ilmu)?                ...

Kajian Maulid Diba’ #15 “Wawulida Shollallohu ‘Alaihi Wasallam”

اللهم صل وسلم وبارك عليه Ya Alloh tetapkanlah limpahan rahmat dan salam serta keberkahan kepadanya (Nabi Muhammad) وَوُلِدَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَخْتُوْنًا بِيَدِ الْعِنَايَةِ Nabi Muhammad...

Kajian Mausu’ah Ahsanil Kalam #4 “Mengucap Salam dan Berjabat Tangan dengan Lawan Jenis”

                    Diriwayatkan oleh Imam Muslim bahwa Ummi Hani binti Abi Thalib mendatangi Nabi Muhammad SAW pada hari Fathu...

Kajian Mausu’ah Ahsanil Kalam #04 “TIDURNYA ORANG PUASA ITU IBADAH”

Oleh : Zuhal Qobili Dalam takhrijnya Imam al Iroqi terhadap hadits-hadits yang terdapat dalam kitab Ihya Ulumi ad Din karya Imam al Ghozali, disebutkan bahwa...
Kalam Ulama - Berikut merupakan tulisan tentang hukum menelan dahak saat puasa. Air ludah yang tidak tercampur dengan zat-zat lain itu boleh di telan walaupun sedang melaksanakan puasa. Hal itu dikarenakan sangat sulitnya menjaga darinya (untuk tidak menelannya). Maka setiap kali air ludah mengumpul tidak wajib bagi orang yang berpuasa untuk meludahkannya. Adapun dahak yang bersumber dari paru-paru demikian juga lendir yang berasal dari kepala ketika sampai kerongga mulut dan di telan, maka hal itu membatalkan puasa menurut madzhab Syafi’i. Karena praktek ini tergolong dalam kategori memasukkan sesuatu keperut dari rongga yang terbuka dan tidak sulit juga untuk menjaga darinya (tidak menelannya), sehingga termasuk dalam hal-hal yang membatalkan puasa. Namun ada juga sebagian ulama yang menyatakan bahwa menelan dahak itu tidak membatalkan puasa selama dahak tersebut belum sampai pernah keluar dari rongga mulut melewati dua bibir. Bahkan ada pula yang menyamakan antara menelan dahak dengan menelan ludah, sehingga hukum menelannya secara mutlak adalah boleh. Dengan demikian maka boleh bagi yang mempunyai masalah berat dengan dahak atau lender untuk memakai pendapat ketiga tadi sebagai bentuk sebuah keringanan. Adapun yang sehat hendaknya memilih pendapat yang pertama atau yang kedua. Masalah : Ketika orang yang sedang berpuasa melaksanakan sholat dan merasakan dahaknya sudah menggumpal sedangkan dia mengambil pendapat pertama yang menyatakan bahwa menelan dahak itu membatalkan puasa. Apa yang harus dia lakukan? Yang harus dilakukan oleh orang yang mempunyai masalah di atas adalah tetap harus meludahkan dahak tersebut dan tidak boleh menelannya, karena menelannya termasuk hal yang membatalkan puasa. Dan ketika dia sholatnya adalah di masjid hendaknya tidak meludahkannya sembarangan karena hal itu akan mengotori masjid tersebut. Maka hendaknya dia sediakan selalu tisu atau semacamnya di saku sebagai tempat pembuangannya ketika merasa sedang bermasalah dengan dahak. Itupun dengan gerakan kecil yang tidak terhitung bias membatalkan sholatnya. Demikian penjelasan hukum menelan dahak saat puasa. semoga bermanfaat. ___ Sumber : Mausu’ah Ahsanil Kalam fil Fatawa wal Ahkam Syekh Athiyah Shoqr Baca Juga :Menyambut Bulan Ramadhan, 5 Hal yang Penting Diketahui!!!

Hukum Menelan Dahak Saat Puasa – Kajian Mausu’ah Ahsanil Kalam #03

Kalam Ulama - Berikut merupakan tulisan tentang hukum menelan dahak saat puasa. Air ludah yang tidak tercampur dengan zat-zat lain itu boleh di telan...

Kajian Qurratul ‘Uyun #04 “Rukun Nikah”

Pada pembahasan sebelumnya, telah diterangkan mengenai hukum-hukum pernikahan (baca di sini) sesuai dengan kondisi yang dialami. Pada postingan kali ini, kami mencoba menjelaskan tentang...

Kajian I’anatun Nisa’ #05: Waktu Mulainya Seorang Wanita Haid

Sebagaimana telah dipaparkan di awal bahwa yang dinamakan haid adalah darah yang keluar dari seorang wanita pada usia haid, yaitu 9 tahun (Qomariyah) melalui...