Kajian Islam

Menikah adalah Tabungan Surga ﻓﺮﻁ ﺑﻔﺘﺤﺘﻴﻦ ﻭﻣﻨﻪ ﻳﻘﺎﻝ ﻟﻠﻄﻔﻞ اﻟﻤﻴﺖ اﻟﻠﻬﻢ اﺟﻌﻠﻪ ﻓﺮﻃﺎ ﺃﻱ ﺃﺟﺮا ﻣﺘﻘﺪﻣﺎ Anak yang wafat sebelum usia baligh disebut farathan, yaitu pahala yang sudah ada di depan (Faidl Al Qadir). (Baca Juga : Syariat, Apa dan untuk Siapa? Di lingkungan kita biasa menyebut sebagai tabungan di surga. Hal ini berdasarkan hadis: ﻭﻋﻦ ﻗﺮﺓ ﺑﻦ ﺇﻳﺎﺱ «ﺃﻥ ﺭﺟﻼ ﻛﺎﻥ ﻳﺄﺗﻲ اﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻭﻣﻌﻪ اﺑﻦ ﻟﻪ، ﻓﻘﺎﻝ ﻟﻪ اﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ: " ﺃﺗﺤﺒﻪ؟ " ﻗﺎﻝ: ﻧﻌﻢ ﻳﺎ ﺭﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ، ﺃﺣﺒﻚ اﻟﻠﻪ ﻛﻤﺎ ﺃﺣﺒﻪ. ﻓﻔﻘﺪﻩ اﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻓﻘﺎﻝ: " ﻣﺎ ﻓﻌﻞ ﻓﻼﻥ ﺑﻦ ﻓﻼﻥ؟ " ﻗﺎﻟﻮا: ﻳﺎ ﺭﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ، ﻣﺎﺕ. ﻓﻘﺎﻝ اﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻷﺑﻴﻪ: " ﺃﻻ ﺗﺤﺐ ﺃﻥ ﻻ ﺗﺄﺗﻲ ﺑﺎﺑﺎ ﻣﻦ ﺃﺑﻮاﺏ اﻟﺠﻨﺔ ﺇﻻ ﻭﺟﺪﺗﻪ ﻳﻨﺘﻈﺮﻙ؟ " ﻓﻘﺎﻝ ﺭﺟﻞ: ﻳﺎ ﺭﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ، ﺃﻟﻪ ﺧﺎﺻﺔ ﺃﻡ ﻟﻜﻠﻨﺎ؟ ﻗﺎﻝ: " ﺑﻞ ﻟﻜﻠﻜﻢ» ". Dari Qurrah bin Iyas bahwa seseorang datang kepada Nabi shalallahu alaihi wasallam membawa anak. Nabi berkata: "Apakah Engkau mencintai anakmu?" Ia menjawab: "Ya, wahai Rasulullah". Nabi bersabda: "Semoga Allah mencintaimu seperti Allah mencintainya". Kemudian Nabi shalallahu alaihi wasallam tidak menjumpai dia. Nabi bertanya: Bagaimana Fulan bin Fulan? Mereka menjawab: "Anaknya meninggal". Lalu Nabi bersabda kepada bapaknya: "Tidakkah Engkau senang untuk memasuki pintu surga dan anakmu telah menunggumu?" Yang lain bertanya: "Apakah ini khusus untuk dia atau untuk kami semua?" Nabi bersabda: "Bahkan untuk kalian semua" ﺭﻭاﻩ ﺃﺣﻤﺪ، ﻭﺭﺟﺎﻟﻪ ﺭﺟﺎﻝ اﻟﺼﺤﻴﺢ HR Ahmad, para perawinya adalah perawi hadis sahih Juga dipertegas oleh para sahabat diantaranya Ummul Mukminin, Hafsah binti Sayidina Umar: ﺃﺭاﺩ اﺑﻦ ﻋﻤﺮ ﺃﻥ ﻻ ﻳﺘﺰﻭﺝ ﺑﻌﺪ اﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ، ﻓﻘﺎﻟﺖ ﺣﻔﺼﺔ: «ﺃﻱ ﺃﺧﻲ ﺗﺰﻭﺝ ﻓﺈﻥ ﻭﻟﺪ ﻟﻚ ﻓﻤﺎﺕ ﻛﺎﻥ ﻟﻚ ﻓﺮﻃﺎ، ﻭﺇﻥ ﺑﻘﻲ ﺩﻋﺎ ﻟﻚ ﺑﺨﻴﺮ» Ibnu Umar ingin tidak menikah setelah wafatnya Nabi shalallahu alaihi wasallam. Lalu Hafsah berkata: "Wahai saudaraku, menikahlah. Jika engkau punya anak lalu wafat, maka anak itu menjadi tabungan bagimu. Jika anak itu hidup maka akan mendoakan kebaikan untuk mu" (Mushannaf Abdirrazzaq) Oleh : Ustadz Ma'ruf Khozin Sumber : hujjah NU

Menikah adalah Tabungan Surga

Menikah adalah Tabungan Surga ﻓﺮﻁ ﺑﻔﺘﺤﺘﻴﻦ ﻭﻣﻨﻪ ﻳﻘﺎﻝ ﻟﻠﻄﻔﻞ اﻟﻤﻴﺖ اﻟﻠﻬﻢ اﺟﻌﻠﻪ ﻓﺮﻃﺎ ﺃﻱ ﺃﺟﺮا ﻣﺘﻘﺪﻣﺎ Anak yang wafat sebelum usia baligh disebut farathan, yaitu pahala...

Kajian Tazkiyatun Nufus #06 : Bahaya Nafsu

"Ketahuilah, bahwasannya secara umum nafsu mengajak kepada kenikmatan sesaat tanpa memikirkan akibat yang ditimbulkan dan mengajak untuk mencapai syahwat sesaat meskipun hal itu akan...
Kajian Islam (Kalam Ulama). Siapakah lelaki beruntung dan lelaki malang ? Tentunya di dunia ini semua bisa terjadi. Manusia hanya bisa berusaha semampunya sedangkan hasil adalah takdir dari Allah. Tapi bukan berararti manusia tidak mau berusaha, itu salah besar. Karena Allah telah memerintahkan kita untuk berusaha sehingga berusaha itu hukumnya wajib. Banyak orang yang usahanya sudah maksimal tapi tetap saja gagal, itu artinya Allah belum menakdirkan orang tersebut untuk berhasil. Adapula orang yang usahanya biasa saja namun malah orang tersebut berhasil, itu artinya Allah menakdirkan orang itu untuk berhasil. Kaidah ini hendaknya diterapkan dalam menjalani hidup ini, sehingga kita tidak akan terjermus di jurang kekecewaan akibat usaha kita yang belum membuahkan hasil. Dapat disimpulkan usaha itu wajib dan hasil itu takdir, keduanya bukanlah hubungan sebab akibat. Tetapi keduanya adalah suatu hal yang berbeda. Usaha adalah ciptaan Allah, begitu juga dengan takdir. Keduanya sama-sama makhluk Allah sehingga usaha tidak bisa menentukan hasil. Karena makhluk tidak bisa menentukan berhasilnya makhluk. Hanya Khaliq yang bisa menentukan berhasilnya makhluk. Begitulah yang diajarkan oleh faham Ahlussunnah wal jam’ah. Pada kesempatan ini kita akan membahas siapakah lelaki yang beruntung dan lelaki yang bernasib malang. Sebagian dari keberuntungan kaum adam yaitu mempunyai istri sholehah, anak-anaknya baik, saudara-saudaranya orang-orang sholeh, rizkinya berada di daerahnya yang di daerah itu terdapat keluarganya, lingkungannya baik, dan kendaraannya nyaman. Seperti diungkapkan oleh Umar bin Mun’im saliim dalam kitab “al-Adab as-Syar’iyyah” juz 3 halaman 435 :  روي عن علي بن أبي طالب رضي الله عنه ومنهم من يرفعه أنه قال من سعادة المرء أن تكون زوجته صالحة, وأولاده أبرارا, وإخوانه صالحين ورزقه في بلده الذي فيه أهله . “Diriwayatkan dari Ali bin Abi Tholib RA : Sebagian dari sahabat menghubungkan kepada sumbernya  sesungguhnya dia berkata : Sebagian dari keberuntungan seseorang adalah istrinya sholehah, anak-anaknya baik, saudara-saudaranya sholeh, dan rizkinya berada di suatu daerah yang daerah itu terdapat keluarganya.” Sedangkan dalam kitab “Asyratun an-Nisa” karya imam Nasa’i juz 1 halaman 198 : عن سعد بن أبي وقاص رفعه من سعادة المرء المرأة الصا لحة والمسكن الصالح والمركب الهنيء “Dari Sa’ad bin Abi Waqosh menghubungkan kepada sumbernya : Sebagian dari keberuntungan seseorang yaitu istrinya sholehah, lingkungannya baik, dan kendarannya nyaman,” Tentunya kalau ada lelaki yang beruntung ada pula lelaki yang malang. Lelaki yang malang (tidak beruntung) yaitu istrinya buruk (tidak sholehah), lingkungannya buruk, dan kendaraannya buruk pula. Seperti dalam kitab “Asyratun an-Nisa” karya imam Nasa’i juz 1 halaman 198 : عن سعد بن أبي وقاص رفعه من شقاوة المرء المرأة السوء والمسكن السوء والمركب السوء أخرجه أحمد. “Dari Sa’ad bin Abi Waqosh menghubungkan kepada sumbernya : Sebagian dari kemalangan seseorang yaitu istrinya buruk, lingkungannya buruk, dan kendarannya buruk pula,” HR. Imam Ahmad.

Lelaki Beruntung dan Lelaki Malang

Kajian Islam (Kalam Ulama). Siapakah lelaki beruntung dan lelaki malang ? Tentunya di dunia ini semua bisa terjadi. Manusia hanya bisa berusaha semampunya sedangkan hasil...

Kajian Mausu’ah Ahsanil Kalam #7 : Hukum Merokok

Awal mula rokok di kenal oleh Negara-Negara Islam itu bermula dari Amerika, yang kemudian menyebar ke benua Eropa pada abad ke-16 M. Sejak saat...

Kajian Akhir Zaman #3: Benarkah Dzulqornain yang dimaksud adalah Raja Cyrus dari Persia?

: Makam Cyrus the Great (Koresh Agung) di kota Pasargadae, Iran. Tidak adanya lambang, patung, atau gambaran berhala dan dewa-dewa pada makamnya yang polos...
Persaudaraan Kemanusiaan

KH Abdurrahman Wahid Kalam Ulama ke #391 Ciptakan Persaudaraan Kemanusiaan yang Sejati.

kalamulama.com - KH Abdurrahman Wahid Kalam Ulama ke #391 Ciptakan Persaudaraan Kemanusiaan yang Sejati. "Mari Kita Wujudkan Peradaban dimana manusia saling mencintai, saling mengerti, dan...

Kajian Wanita Sholihah dan Lelaki Sholih #11 : “Perempuan Terbaik”

    Oleh : Hamzah Alfarisi Allah menciptakan sesuatu di dunia ini berpasang-pasangan. Begitu pula Allah menciptakan manusia berpasang-pasang seperti firman Allah : وَاللَّهُ...
Adab Istri Menjadikan Wanita Sholehah" (Lanjutan) - Kajian Wanita Sholihah dan Lelaki Sholih #07: Pertanyaan : Apa saja adab/tatakrama lain (selain

Adab Istri Menjadikan Wanita Sholehah” (Lanjutan)

kalamulama.com - Adab Istri Menjadikan Wanita Sholehah" (Lanjutan) - Kajian Wanita Sholihah dan Lelaki Sholih #07. Pertanyaan : Apa saja adab/tatakrama lain (selain pembahasan kemarin)...

Kajian ASWAJA #04 : Ulama Sejagat Membolehkan Tabarruk (Ngalap Berkah) di Kuburan Orang Sholeh

16. Al-Imam al-Qusyairi (wafat 465 H). Beliau adalah imam besar dari para imam-imam ahli fiqih, hadits, tafsir, dan lughoh (bahasa). Beliau berkata ketika menyebutkan...

Hukum Memilih Pemimpin Non Muslim: Keputusan Bahtsul Masail PCNU Kota Surabaya 25 September 2016

Hukum Memilih Pemimpin Non Muslim: Keputusan Bahtsul Masail PCNU Kota Surabaya 25 September 2016 Kajian Islam (Kalam Ulama). Sistem demokrasi dan pemilihan langsung yang berlaku di...