Kajian Islam

Karomah Habib Umar bin Hafidz

Serba Serbi Islam (Kalam Ulama) . Dikisahkan ole Habib Mundzir, dulu waktu aku masih belajar di kota ini (Tarim). Ada salah satu murid Al Habib...
Kajian Islam Maulid Nabi (Kalam Ulama). One Day One Hadits #4 : Pelit untuk Bershalawat بسم الله الرحمن الرحيم كتاب الدعوات عن رسول الله باب قول رسول الله صلى الله عليه وسلم رغم أنف رجل حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ مُوسَى وَزِيَادُ بْنُ أَيُّوبَ قَالَا حَدَّثَنَا أَبُو عَامِرٍ الْعَقَدِيُّ عَنْ سُلَيْمَانَ بْنِ بِلَالٍ عَنْ عُمَارَةَ بْنِ غَزِيَّةَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَلِيِّ بْنِ حُسَيْنِ بْنِ عَلِيِّ بْنِ أَبِي طَالِبٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ حُسَيْنِ بْنِ عَلِيِّ بْنِ أَبِي طَالِبٍ عَنْ عَلِيِّ بْنِ أَبِي طَالِبٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْبَخِيلُ الَّذِي مَنْ ذُكِرْتُ عِنْدَهُ فَلَمْ يُصَلِّ عَلَيَّ. رواه الترميذى Artinya: Dari Ali bin Abi Thalib (W. 40 H) ia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: “Seorang yang kikir adalah orang yang disebutkan namaku disisinya, namun ia tidak bershalawat kepadaku.” H.R. Tirmidzi (W. 279 H) Istifadah: Pelit bukan melulu perihal harta, karena sebagaimana dikatakan dalam hadis ini bahwa orang yang pelit adalah orang yang ketika nama Nabi Muhammad saw disebut, dia tidak mau bershalawat. Karena shalawat yang diucapkan adalah sebuah kebaikan. Maka ketika seseorang enggan untuk bershalawat berarti ia telah berbuat bakhil (pelit) terhadap dirinya sendiri karena tidak memberikan kebaikan untuk dirinya. (Baca Juga One Day One Hadits #3 : Sabar Menghadapi Musibah) Oleh karena itu, para ulama senantiasa membasahi lisan mereka dengan membaca shalawat setiap kali nama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam disebutkan. Karena Rasulullah bersabda, “Barangsiapa bershalawat kepadaku sebanyak satu kali maka Allah akan bershalawat kepadanya (yaitu memujinya di hadapan para malaikat) sebanyak 10 kali.” Selasa, 16 Rabi'ul Awal 1439 H/5 Desember 2017 M [Lembaga Kajian & Riset Rasionalika Darus-sunnah]

One Day One Hadits #4 : Pelit untuk Bershalawat

Kajian Islam Maulid Nabi (Kalam Ulama). One Day One Hadits #4 : Pelit untuk Bershalawat بسم الله الرحمن الرحيم كتاب الدعوات عن رسول الله باب قول رسول الله صلى...
Kajian Islam Maulid Nabi (Kalam Ulama). One Day One Hadits #3 : Sabar Menghadapi Musibah بسم الله الرحمن الرحيم كتاب المرضى باب ما جاء في كفارة المرض حَدَّثَنِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْمَلِكِ بْنُ عَمْرٍو حَدَّثَنَا زُهَيْرُ بْنُ مُحَمَّدٍ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَمْرِو بْنِ حَلْحَلَةَ عَنْ عَطَاءِ بْنِ يَسَارٍ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَا يُصِيبُ الْمُسْلِمَ مِنْ نَصَبٍ وَلَا وَصَبٍ وَلَا هَمٍّ وَلَا حُزْنٍ وَلَا أَذًى وَلَا غَمٍّ حَتَّى الشَّوْكَةِ يُشَاكُهَا إِلَّا كَفَّرَ اللَّهُ بِهَا مِنْ خَطَايَاهُ. رواه البخاري Terjemah: Dari Abu Hurairah (W.58 H) dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam beliau bersabda: "Tidaklah seorang muslim tertimpa keletihan, penyakit, hal yang tidak diinginkan, kesedihan, gangguan (dari orang lain) dan kesusahan (hati) bahkan duri yang melukainya melainkan Allah akan menghapus kesalahan-kesalahannya". (HR. Bukhari 256 H) Istifadah: Melalui hadis ini baginda Nabi saw memberikan motivasi bagi hamba Allah yang tertimpa musibah. Sekecil apapun musibah yang menimpa hamba-Nya akan menjadi perantara pelebur dosa baginya. (Baca Juga One Day One Hadits #2 : Keutamaan Bershalawat) Minggu, 14 Rabi'ul Awal 1439 H/3 Desember 2017 M [Lembaga Kajian & Riset Rasionalika Darus-sunnah]

One Day One Hadits #3 : Sabar Menghadapi Musibah

Kajian Islam Maulid Nabi (Kalam Ulama). One Day One Hadits #3 : Sabar Menghadapi Musibah بسم الله الرحمن الرحيم كتاب المرضى باب ما جاء في كفارة المرض حَدَّثَنِي عَبْدُ...
Kajian Islam (Kalam Ulama). Siapakah Perempuan Terbaik itu ? Allah meciptakan sesuatu di dunia ini berpasang-pasangan. Bagitu pula Allah menciptakan manusia berpasang-pasang seperti firman Allah : وَاللَّهُ خَلَقَكُمْ مِنْ تُرَابٍ ثُمَّ مِنْ نُطْفَةٍ ثُمَّ جَعَلَكُمْ أَزْوَاجًا وَمَا تَحْمِلُ مِنْ أُنْثَى وَلا تَضَعُ إِلا بِعِلْمِهِ وَمَا يُعَمَّرُ مِنْ مُعَمَّرٍ وَلا يُنْقَصُ مِنْ عُمُرِهِ إِلا فِي كِتَابٍ إِنَّ ذَلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرٌ “Dan Allah menciptakan kamu dari tanah kemudian dari air mani, kemudian Dia menjadikan kamu berpasangan (laki-laki dan perempuan). Dan tidak ada seorang perempuanpun mengandung dan tidak (pula) melahirkan melainkan dengan sepengetahuan-Nya. Dan sekali-kali tidak dipanjangkan umur seorang yang berumur panjang dan tidak pula dikurangi umurnya, melainkan (sudah ditetapkan) dalam Kitab (Lauhmahfuz). Sesungguhnya yang demikian itu bagi Allah adalah mudah.” Qs. Fathiir Ayat 11. (Baca Juga : Perempuan Sholehah Melahirkan Anak Sholeh dan Sholehah) Perempuan di dunia ini sangat beragam, ada yang baik adapula yang buruk. Untuk mengetahui perempuan yang terbaik mari kita simak penjelasan dibawah ini, Perempuan terbaik yaitu perempuan yang membahagiakanmu ketika kamu melihatnya, menaatimu ketika kamu memerintahnya dan menjaga rahasiamu di dalam apa-apa yang wajib dijaganya pada dirinya sendiri dan pada hartamu. Seperti dalam kitab “Faidhlu al-Qadir syarh Jami’ Shoghir” karya Zainuddin Muhammad yang dipanggil Abdurrouf bin Tajul’arifiin bin Ali al-Manawi juz 3 halaman 642 : خير النساء من تسرك إذا أبصرت) أي نظرت إليها (وتعطيك إذا أمرت) ها بشيئ (وتحفظ غيبتك) فيما يجب حفظه(في نفسها ومالك ) ومن فاز بهذه فقد وقع على أعظم متاع الدنيا. وعنها قال في التنزيل : (قانتات حافظة للغيب) “Sebaik-baiknya perempuan yaitu dia yang membahagiakanmu ketika kamu melihat (melihatnya), menaatimu ketika kamu perintah (nya sesuatu), menjaga rahasiamu (apa-apa yang wajib dijaga) dalam dirinya dan hartamu (Barang siapa beruntung dengan perempuan ini maka sungguh mendapat seagung-agungnya perhiasan dunia). Dan darinya Allah berfirman dalam al-Quran : wanita taat (mentaati Allah) memelihara diri di balik belakang (memenuhi hak-hak suami, tentunya dengan mendahulukan hak-hak Allah kemudian memenuhi hak-hak suami). Nabi Dawud AS berkata : perumpamaan perempuan sholehah bagi suaminya itu seperti mahkota berlapis emas setiap kali suami melihatnya maka suaminya bahagia karenanya. Sedangakan perempuan yang buruk diibartkan bagaikan orang tua renta yang memikul beban berat. Oleh : Ustadz Hamzah Alfarisi

Siapakah Perempuan Terbaik ?

Kajian Islam (Kalam Ulama). Siapakah Perempuan Terbaik itu ? Allah meciptakan sesuatu di dunia ini berpasang-pasangan. Bagitu pula Allah menciptakan manusia berpasang-pasang seperti firman...
Kajian Islam Maulid Nabi (Kalam Ulama). One Day One Hadits #2 : Keutamaan Bershalawat بسم الله الرحمن الرحيم كتاب السهو باب الفضل فى الصلاة على النبي صلى الله عليه وسلم أَخْبَرَنَا إِسْحَقُ بْنُ مَنْصُورٍ قَالَ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يُوسُفَ قَالَ حَدَّثَنَا يُونُسُ بْنُ أَبِي إِسْحَقَ عَنْ بُرَيْدِ بْنِ أَبِي مَرْيَمَ قَالَ حَدَّثَنَا أَنَسُ بْنُ مَالِكٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلَاةً وَاحِدَةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ عَشْرَ صَلَوَاتٍ وَحُطَّتْ عَنْهُ عَشْرُ خَطِيئَاتٍ وَرُفِعَتْ لَهُ عَشْرُ دَرَجَاتٍ. رواه إمام النسائي. Terjemah: Telah menceritakan kepada kami Anas bin Malik (w. 91 H) dia berkata; Rasulullah Shalallah 'Alaihi Wa Sallam bersabda: "Barangsiapa bershalawat kepadaku satu kali, maka Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali, dihapuskan darinya sepuluh kesalahan, dan diangkat sepuluh derajat untuknya." HR. Imam Nasa'i (W. 303 H). (Baca juga One Day One Hadits 1# : Mensyukuri Kelahiran Rasulullah) Istifadah: Hadis tersebut menerangkan tentang keutamaan dan ganjaran bagi seseorang yang bersholawat kepada Nabi Muhammad saw., yaitu Allah akan mendatangkan ampunan dan pahala yang berlipat kepadanya, hal tersebut sesuai dengan firman Allah; {مَنْ جَاءَ بِالْحَسَنَةِ فَلَهُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا ۖ } Barangsiapa berbuat kebaikan mendapat balasan sepuluh kali lipat amalnya. [QS. al-An'am: 160]. Maka setiap kebaikan yang kita lalukan, Allah akan membalas dan melipatgandakan pahala kepada hamba-Nya. Ada juga yang mengartikan makna Shalawat Allah berupa taufik dari Allah untuk mengeluarkan hamba-Nya dari kegelapan menuju cahaya (petunjuk-Nya), sebagaimana dalam firman Allah; {هُوَ الَّذِي يُصَلِّي عَلَيْكُمْ وَمَلائِكَتُهُ لِيُخْرِجَكُمْ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ وَكَانَ بِالْمُؤْمِنِينَ رَحِيمًا}. Dialah yang memberi rahmat kepadamu dan para malaikat-Nya (memohonkan ampunan untukmu), agar Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya (yang terang). Dan Dia Maha Penyayang kepada orang-orang yang beriman. [QS. al-Ahzab: 43]. Sabtu, 13 Rabi'ul Awal 1439 H/2 Desember 2017 M [Lembaga Kajian & Riset Rasionalika Darus-sunnah]

One Day One Hadits #2 : Keutamaan Bershalawat

Kajian Islam Maulid Nabi (Kalam Ulama). One Day One Hadits #2 : Keutamaan Bershalawat بسم الله الرحمن الرحيم كتاب السهو باب الفضل فى الصلاة على النبي صلى الله عليه...
Kajian Islam Maulid Nabi (Kalam Ulama). One Day One Hadits 1# : Mensyukuri Kelahiran Rasulullah بسم الله الرحمن الرحيم كتاب الصوم باب صوم يوم عاشوراء وحَدَّثَنِي زُهَيْرُ بنُ حَرْبٍ: حَدَّثَنَا عَبْدُالرَّحْمَنِ بنُ مَهْدِيٍّ: حَدَّثَنَا مَهْدِيُّ بنُ مَيْمُونٍ، عَنْ غَيْلاَنَ، عَنْ عَبْدِاللَّهِ بنِ مَعْبَدٍ الزِّمَّانِيِّ، عَنْ أَبِي قَتَادَةَ الْأَنْصَارِيِّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ: أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سُئِلَ عَنْ صَوْمِ الِاثْنَيْنِ؟ فَقَالَ: فِيهِ وُلِدْتُ وَفِيهِ أُنْزِلَ عَلَيَّ. رواه مسلم Artinya : Dari Abu Qatadah Al-anshari ra. (W. 54 H), bahwa Rasulullah Saw. pernah ditanya tentang puasa hari senin. Beliau menjawab: “Itu adalah hari aku dilahirkan dan hari diturunkan kepadaku (wahyu).” H.R Muslim (W. 261 H) Istifadah : Dalam lika-liku kehidupan, kita tentu pernah mengalami suatu kejadian atau moment tertentu yang sulit untuk dilupakan dan membuat kita ingin mengenangnya. Jika hal tersebut adalah moment yang baik, Maka kita bersyukur kepada Allah Swt. Begitupun dengan Rasulullah Saw. Beliau melakukan puasa setiap hari Senin. Karena pada hari senin ada tiga moment yang terjadi: hari kelahirannya, hari wahyu diturunkan dan hari beliau diutus menjadi Rasul (dalam riwayat lain). Alasan lain kenapa Rasul berpuasa pada hari senin, karena dalam hadis riwayat Tirmidzi dijelaskan bahwa berbagai amalan dihadapkan kepada Allah pada hari senin dan kamis. (Baca Juga : Bahagia Atas Kelahiran Sang Nabi Muhammad SAW) Bulan ini adalah moment kelahiran Rasulullah Saw. Kehadiran Rasulullah Saw. di tengah dunia adalah rahmat bagi semesta. Sebagai rahmat, Allah Swt. memerintahkan kita untuk senang dan bergembira dengan rahmat-Nya. Maka dari itu mari kita ikut bergembira dan bersyukur kepada Allah Swt. atas kelahiran Nabi kita. Mudah-mudahan kita mendapat Syafa'atnya di akhirat kelak. Jum'at, 12 Rabi'ul Awal 1439 H/ 1 Desember 2017 M [Lembaga Kajian dan Riset Rasionalika Darus-Sunnah]

One Day One Hadits 1# : Mensyukuri Kelahiran Rasulullah

Kajian Islam Maulid Nabi (Kalam Ulama). One Day One Hadits 1# : Mensyukuri Kelahiran Rasulullah بسم الله الرحمن الرحيم كتاب الصوم باب صوم يوم عاشوراء وحَدَّثَنِي زُهَيْرُ بنُ حَرْبٍ: حَدَّثَنَا...
Kajian Islam Maulid Nabi (Kalam Ulama). Peringatan Maulid Nabi  Muhammad SAW adalah dengan metode ijtihad, menggali dalil dari beberapa ayat maupun hadis. Diantara ulama kita ada yang beristinbath dari segi bahagia yang diperintahkan di dalam Al-Quran: قُلْ بِفَضْلِ اللَّهِ وَبِرَحْمَتِهِ فَبِذَٰلِكَ فَلْيَفْرَحُوا (Yūnus: 58) " Katakanlah: "Dengan kurnia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira.... " (Baca Juga Siapa Sosok yang Kita Peringati Kelahirannya (Maulid Nabi)?) Dan Rasulullah shalallahu alaihi wasallam sendiri adalah Rahmat: ﻛﺎﻥ اﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ: «ﻳﻨﺎﺩﻳﻬﻢ ﻳﺎ ﺃﻳﻬﺎ اﻟﻨﺎﺱ ﺇﻧﻤﺎ ﺃﻧﺎ ﺭﺣﻤﺔ ﻣﻬﺪاﺓ» Nabi shalallahu alaihi wasallam menyeru mereka: "Wahai manusia, aku adalah Rahmat yang diberi hidayah" (HR Darimi) Diantara ulama kita lainnnya, beristinbath dengan rasa bahagia paman Nabi yang kafir, Abu Lahab. ﻗﺎﻝ ﻋﺮﻭﺓ، ﻭﺛﻮﻳﺒﺔ ﻣﻮﻻﺓ ﻷﺑﻲ ﻟﻬﺐ: ﻛﺎﻥ ﺃﺑﻮ ﻟﻬﺐ ﺃﻋﺘﻘﻬﺎ، ﻓﺄﺭﺿﻌﺖ اﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ، ﻓﻠﻤﺎ ﻣﺎﺕ ﺃﺑﻮ ﻟﻬﺐ ﺃﺭﻳﻪ ﺑﻌﺾ ﺃﻫﻠﻪ ﺑﺸﺮ ﺣﻴﺒﺔ، ﻗﺎﻝ ﻟﻪ: ﻣﺎﺫا ﻟﻘﻴﺖ؟ ﻗﺎﻝ ﺃﺑﻮ ﻟﻬﺐ: ﻟﻢ ﺃﻟﻖ ﺑﻌﺪﻛﻢ ﻏﻴﺮ ﺃﻧﻲ ﺳﻘﻴﺖ ﻓﻲ ﻫﺬﻩ ﺑﻌﺘﺎﻗﺘﻲ ﺛﻮﻳﺒﺔ Urwah berkata: "Tsuwaibah adalah budak Abu Lahab. Ia memerdekakannya. Lalu Tsuwaibah menyusui Nabi shalallahu alaihi wasallam. Ketika Abu Lahab mati sebagian keluarganya bermimpi melihat keadaannya yang terburuk. Ia bertanya Apa yang kamu dapati? Abu Lahab berkata: "Tidak ada istirahat kutemukan setelah kalian mengubur ku, kecuali aku diberi minum sedikit yang diletakkan di tanganku, dikarenakan aku memerdekakan Tsuwaibah" (HR Bukhari) Siapakah yang bermimpi melihat Abu Lahab tersebut? Ahli sejarah Al Hafizh Ibnu Katsir berkata: ﻭﺫﻛﺮ اﻟﺴﻬﻴﻠﻲ ﻭﻏﻴﺮﻩ: ﺇﻥ اﻟﺮاﺋﻲ ﻟﻪ ﻫﻮ ﺃﺧﻮﻩ اﻟﻌﺒﺎﺱ. ﻭﻛﺎﻥ ﺫﻟﻚ ﺑﻌﺪ ﺳﻨﺔ ﻣﻦ ﻭﻓﺎﺓ ﺃﺑﻲ ﻟﻬﺐ ﺑﻌﺪ ﻭﻗﻌﺔ ﺑﺪﺭ. As-Suhaili lainnya berkata: Yang bermimpi adalah Abbas bin Abdul Muthalib, saudara Abu Lahab. Hal itu terjadi setahun setelah kematiannya, setelah perang Badar. ﻭﻓﻴﻪ ﺃﻥ ﺃﺑﺎ ﻟﻬﺐ ﻗﺎﻝ ﻟﻠﻌﺒﺎﺱ ﺇﻧﻪ ﻟﻴﺨﻔﻒ ﻋﻠﻲ ﻓﻲ ﻣﺜﻞ ﻳﻮﻡ اﻻﺛﻨﻴﻦ. ﻗﺎﻟﻮا ﻷﻧﻪ ﻟﻤﺎ ﺑﺸﺮﺗﻪ ﺛﻮﻳﺒﺔ ﺑﻤﻴﻼﺩ اﺑﻦ ﺃﺧﻴﻪ ﻣﺤﻤﺪ ﺑﻦ ﻋﺒﺪ اﻟﻠﻪ ﺃﻋﺘﻘﻬﺎ ﻣﻦ ﺳﺎﻋﺘﻪ ﻓﺠﻮﺯﻱ ﺑﺬﻟﻚ ﻟﺬﻟﻚ. "Dalam riwayat tersebut Abu Lahab berkata pada Abbas bahwa siksaan Abu Lahab diringankan di hari Senin. Ulama berkata hal itu karena saat Tsuwaibah mengabarkan kepada Abu Lahab kelahiran keponakan, putra Abdullah bin Abdul Muthalib, maka Abu Lahab langsung memerdekakan Tsuwaibah saat itu juga. Maka ia mendapat balasan diastas" (Al Bidayah wa An-Nihayah 2/332) Jika Abu Lahab yang kafir dan dinyatakan masuk neraka dalam Al Qur'an, namun ia masih memperoleh keringanan siksa neraka karena pernah bahagia dengan kelahiran Rasulullah shalallahu alaihi wasallam, lalu bagaimana balasan dari Allah kepada umat Nabi yang beriman, bertauhid, dan sangat cinta pada Nabinya? Ustadz Ma'ruf Khozin, anggota Dewan Pakar Aswaja NU Center PWNU Jatim (Malam Maulid di Kota Baru Pontianak Kalbar)

Bahagia Atas Kelahiran Sang Nabi Muhammad SAW

Kajian Islam Maulid Nabi (Kalam Ulama). Peringatan Maulid Nabi  Muhammad SAW adalah dengan metode ijtihad, menggali dalil dari beberapa ayat maupun hadis. Diantara ulama kita...
Kajian Al Hikam (Kalam Ulama). Ambisi tidak dapat Mempengaruhi Ketetapan Qadha dan Qadar Allah. سَـوَ ابِـقُ الْهِمَمِ لاَ تَخـْرِقُ أَسْوَارَ اْلأَقْدَارِ "Kekuatan himmah-himmah tidak akan mampu mengoyak tirai Taqdir." Maqalah di atas menjelaskan bahwa segala bentuk keinginan, ambisi dan cita-cita tidak dapat mempengaruhi ketetapan Qadha dan Qadar Allah. Karena itu, jadikan keinginan dan cita2 sebagai motivasi dalam menapaki perjalanan hidup dengan mengalir dalam kehendak Allah. Setiap orang diperbolehkn memiliki keinginan dan cita-cita namun hendaklah disandarkan kpd Allah. Karena apapun yang akan terjadi pada seseorang sesungguhnya itu yang terbaik menurut Allah. أَرِحْ نــَفْسَـكَ مِنَ الـتَّدْبِــيْرِ، فَمَا قَامَ بِـهِ غَيْرُ كَ عَـنْكَ لاَ تَـقُمْ بِـهِ لِنَفْسِكَ "Istirahatkan dirimu dari tadbiir (melakukan pengaturan-pengaturan). Maka selainmu yaitu Allah telah mengatur segala sesuatu untukmu, janganlah kamu (turut) mengurusi sesuatu untuk dirimu." Maqalah di atas menjelaskan bahwa Allah sebagai pengatur alam semesta (rabb al-'alamin) telah mengatur segala sesuatu di alam semesta, maka bagi hamba tidak usah terlalu ikut mengurusi sesuatu yg sudah diurusi oleh Allah, seperti jodoh, rizki, nasib, mati semua sdh diurus dan ditentukan oleh Allah. Karena itu, hilangkan tadbir yaitu perencanaan, keinginan dalam hidupmu yang seolah2 Allah belum mengaturnya, padahal Allah sudah mengatur secara detail. Tugas hamba hanya menjalankan usaha dan ikhtiar yg mengalir pada iradat Allah. Dengan demikian, apapun keputusan Allah yang terjadi pada dirimu niscaya batinmu akan legowo dan menerima dg ridha. Oleh : Dr. KH. Ali Abdillah, MA (al-Rabbani Islamic College)

Kajian Al Hikam (3-4) : Ambisi tidak dapat Mempengaruhi Ketetapan Qadha dan Qadar Allah

Kajian Al Hikam (Kalam Ulama). Ambisi tidak dapat Mempengaruhi Ketetapan Qadha dan Qadar Allah. سَـوَ ابِـقُ الْهِمَمِ لاَ تَخـْرِقُ أَسْوَارَ اْلأَقْدَارِ "Kekuatan himmah-himmah tidak akan mampu mengoyak tirai Taqdir." Maqalah...
Kajian Islam (Kalam Ulama). Beliau seorang Nabi yang diciptakan dan telah menjadi Nabi sebelum Nabi yang pertama: عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ شَقِيقٍ ، عَنْ رَجُلٍ قَالَ : قُلْتُ : يَا رَسُولَ اللهِ ، مَتَى جُعِلْتَ نَبِيًّا ؟ قَالَ : وَآدَمُ بَيْنَ الرُّوحِ وَالْجَسَدِ (رواه أحمد) Sahabat bertanya: “Wahai Rasul, sejak kapan Engkau menjadi Nabi?” Nabi menjawab: “Aku telah menjadi Nabi sementara Adam ada diantara ruh dan jasad” (HR Ahmad, para ulama menilai sahih). (Baca Juga Kenapa Engkau Tidak Mengenalku Wahai Rasulullah?) " كُنْتُ أَوَّل النَّبِيِّيْنً فِي الْخَلْقِ وَآخِرَهُمْ فِي الْبَعْثِ " ابن أبي حاتم في تفسيره وأبو نعيم في الدلائل من حديث أبي هريرة رضي الله عنه Hadis: “Aku adalah Nabi yang pertama diciptakan dan yang terakhir diutus” (HR Abu Nuaim, dinilai dhaif) Bagaimana Kepribadian Nabi Muhammad shalla Allahu alaihi wa sallama? Allah menjelaskan kepribadian Nabi-Nya yang mulia dengan sebaris ayat: لَقَدْ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مِنْ أَنْفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُمْ بِالْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ [التوبة/128] “Sesungguhnya telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mu'min.” (At-Taubah: 128) Berikut bukti penderitaan kita yang menjadi beban bagi Rasulullah, dan beliau teramat sayang pada umatnya: عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ قَالَ قَالَ لِى النَّبِىُّ - صلى الله عليه وسلم - « اقْرَأْ عَلَىَّ » . قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ آقْرَأُ عَلَيْكَ وَعَلَيْكَ أُنْزِلَ قَالَ « نَعَمْ » . فَقَرَأْتُ سُورَةَ النِّسَاءِ حَتَّى أَتَيْتُ إِلَى هَذِهِ الآيَةِ ( فَكَيْفَ إِذَا جِئْنَا مِنْ كُلِّ أُمَّةٍ بِشَهِيدٍ وَجِئْنَا بِكَ عَلَى هَؤُلاَءِ شَهِيدًا ) قَالَ « حَسْبُكَ الآنَ » . فَالْتَفَتُّ إِلَيْهِ فَإِذَا عَيْنَاهُ تَذْرِفَانِ (رواه البخارى) Rasulullah berkata kepada Ibnu Mas’ud: “Bacalah al-Quran untukku”. Aku berkata: “Apakah aku akan membacakan Quran kepadamu, padahal Quran diwahyukan kepadamu?” Nabi menjawab: “Ya”. aku baca al-Nisa hingga aku sampai ayat 41, Nabi berkata “Cukup”. Aku melihat Kedua mata Nabi menangis” (HR al-Bukhari) Inilah ayat yang menjadikan Rasulullah menangis saat dibacakan oleh Ibnu Mas’ud: ( فَكَيْفَ إِذَا جِئْنَا مِنْ كُلِّ أُمَّةٍ بِشَهِيدٍ وَجِئْنَا بِكَ عَلَى هَؤُلاَءِ شَهِيدًا ) “Maka bagaimanakah apabila Kami mendatang-kan seseorang saksi (rasul) dari tiap-tiap umat dan Kami mendatang-kan kamu (Muhammad) sebagai saksi atas mereka itu (sebagai umatmu). (al-Nisa: 41) Syekh Fuad Abd Baqi, pensyarah Sahih Bukhari berkata: وبكاؤه صلى الله عليه و سلم إشفاق على المقصرين من أمته لما تضمنته الآية من هول الموقف Nabi menangis karena kasihan terhadap umatnya yang berbuat dosa karena beratnya perjalanan di akhirat

Siapa Sosok yang Kita Peringati Kelahirannya (Maulid Nabi)?

Kajian Islam Maulid Nabi (Kalam Ulama). Beliau seorang Nabi yang diciptakan dan telah menjadi Nabi sebelum Nabi yang pertama: عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ شَقِيقٍ ، عَنْ رَجُلٍ...
Kajian Islam (Kalam Ulama). Ada sebuah qoul ulama yang berbunyi: "Barang siapa belajar tanpa bimbingan seorang murobbi (guru), maka gurunya adalah syetan". Apabila kita mencermati qoul ulama diatas, maka sudah barang tentu sangat mengerikan. Syetan menggoda orang yang belajar kurang lebih dapat dikelompokkan menjadi empat kondisi. Pertama, kondisi dimana syetan tidak menggoda manusia adalah saat manusia itu berbuat jahat dan maksiat. Saat seseorang berbuat jahat dan maksiat dia tidak akan digoda oleh syetan. Karena syetan telah berhasil menjerumuskan dia ke dalam jurang maksiat. Keadaan kedua yaitu saat manusia digoda oleh syetan dengan cara yang kasar. Yaitu pada saat seseorang tersebut mencapai tahap taubat dan ibadah. Misalnya saat seseorang mulai rajin untuk sholat malam. Seseorang yang tinggal di kampung, seringkali mengambil air wudhu di sungai. Suatu malam saat dia ingin sholat tahajjud dan harus mengambil air wudhu di sungai, di sebrang sungai tiba-tiba ia melihat sesosok makhluk yang sangat besar dan hitam. Orang yang dalam kondisi baru saja mau taubat dan rajin ibadah malah menemukan hal yang seperti itu, sudah pasti ia akan lari dan tidak jadi mengambil air wudhu. Itu adalah cara paling kasar syetan menggoda manusia, yaitu dengan menakut-nakuti. (Baca Juga: Irtibath yang Kuat Dengan Guru) Keadaan ketiga yaitu saat seseorang mencapai syari’at dan tarekat. Saat seseorang memasuki tahap ini ia akan digoda oleh syetan dengan cara yang halus yaitu dengan dijerumuskan pada sifat sombong dan merasa hebat. Seseorang jika amalnya sudah benar, ibadahnya sudah rajin maka ia akan mudah digoda oleh syetan dengan sifat berbangga diri. Contohnya seorang ustadz, sehari sudah mengisi pengajian dimana-mana. Pulang ke rumah jam 12 malam. Dan jam 2 malam adalah waktu rutinnya untuk sholat tahajjud. Dalam kondisi seperti itu ia harus bangun. Saat alarm berbunyi, masih ngantuk rasanya dan malas untuk bangun, tapi ada bisikan agar ia segera bangun. Akhirnya dia bangun dan berwudhu. Kemudian dia sholat, saat sholat ia terkantuk-kantuk, ada  bisikan lagi “ayoo yang khusyu sholatnya! Jangan seperti ini, kamu ini ustadz harusnya bisa sungguh sungguh beribadah”. Akhirnya dia khusyu-khusyukan dirinya. Setelah khusyu ada bisikan lagi, “Naaaah gitu dong. Hebat kamu. Sudah ngisi pengajian dimana-mana, tidur cuma sebentar, tapi dini hari kamu sudah bangun lagi untuk sholat tahajjud. Sementara orang-orang di sekelilingmu yang tidur lebih awal, tidak bangun malam untuk sholat”. Akhirnya ia mengiyakan bahwa dirinya memang hebat, lebih hebat dari yang lain, karena ia seorang ustadz. Begitulah syetan menggoda manusia yang beriman. Keadaan keempat yaitu pada tingkat hakikat dan makrifat. Saat seseorang mencapat tahap ini ia akan digoda oleh syetan dengan disucikan dan dipuja-puja. Seperti banyak fenomena pengakuan diri sebagai nabi. Kasus Lia Eden dan juga Ahmad Mosaddeq adalah contohnya. Seperti itulah syetan menggoda manusia yang telah mencapai tahap yang cukup tinggi ini. Ada kalanya manusia yang telah mendalami ilmu agama, ia akan menembus alam yang lain. menembus batas ke alam yang tidak nyata. Alam yang dimana bukan makhluk-makhluk seperti kita saja yang ditemui disana. Tapi juga makhluk-makhluk lain. Sehingga dalam meniti jalan menuju Allah itulah seseorang membutuhkan guru, butuh mursyid yang membimbingnya. Jika ia tidak dibimbing ia akan terjerumus pada pengakuan-pengakuan yang tidak masuk akal. Dan dalam memilih seorang mursyid harus hati-hati. Karena mursyid adalah yang membimbing kita, maka kita harus pastikan  bahwa mursyid kita adalah orang yang benar yang dapat membimbing kita menuju jalan yang selamat. Wah... kalau seperti itu beresiko sekali ya? Yasudahlah tidak perlu ikut tarekat-tarekat kalau berbahaya seperti itu. Mending ikut yang biasa-biasa aja. Aman kan. Tidak perlu banyak khawatir. Eits, jangan lupa! Surga itu banyak tingkatannya. Dan untuk tingkatan yang paling rendah saja itu seleksinya kan luar biasa. Maka mau tingkatan yang mana kita? Itu dia, kalau kita ingin tingkatan yang tinggi ya harus berani ambil langkah juga untuk bisa membeli semua kenikmatan itu. Dengan cara mengikuti thariqoh. Lalu mursyid seperti apa yang harus kita cari? Seperti pada QS Al-Baqarah: 151. Mursyid harus bisa menyampaikan pada kita 3T. Maksud 3T yaitu tilawah, tazkiyah dan taklim. Tiga T tersebut tersambung dari guru kita ke gurunya guru kita dan terus bersambung hingga ke Rasulullah SAW. Rasulullah SAW sendiri mendapat 3T dari Malakul* jibril. Kemudian Rasulullah SAW menyampaikan 3T itu pada para sahabatnya. Lalu sahabat menyampaikan pada para tabi’in, tabi’in menyampaikan pada tabiut tabi’in dan terus disampaikan ke generasi setelahnya, terus ke generasi setelahnya hingga sampai ke generasi kita saat ini.  Maksud tilawah adalah seorang mursyid harus bisa membacakan ayat-ayatNya pada kita. Tazkiyah adalah penyucian sehingga seorang mursyid harus bisa menyucikan jiwa muridnya. Taklim adalah mendidik, mengajarkan kitab (Al-Qur’an) dan hikmah (sunnah). Setiap generasi ada yang berpredikat sebagai kekasih Allah, yang menerima warisan dari guru-guru sebelumya. Merekalah wali-wali Allah, pewaris para Nabi.  Orang seperti itu yang harus kita jadikan mursyid. Selama bumi ini masih ada yang menyebut nama Allah, insyaallah bumi ini tidak akan kiamat. Bagaimana kalau belajarnya tidak secara langsung bertemu, misalnya lewat radio? Dan bagaimana jika memiliki lebih dari 1 murobbi atau apakah lebih baik 1 saja? Kalau kita belajar dari media mungkin iya kita bisa mendapatkan pencerahan tentang suatu ilmu. Tapi apa hanya dengan media itu saja hati kita bisa tersucikan? Jawabannya tidak. Itulah fungsinya berguru dengan fisik secara langsung, agar hati kita jernih. Seorang murobbi harus bisa menjamin kita, menjaga kita. Lebih baik 1 saja tapi benar-benar menjaga kita. Kalau murobbi yang di sekolah-sekolah itu bagaimana? Kalau di sekolah-sekolah itu murobbi dirasah bukan murobbi ruhaniyah. Yang dimaksud disini adalah murobbi ruhaniyah. Murobbi yang bisa menuntun kita untuk lebih dekat pada Allah. Indikasi seseorang sampai kepada Allah adalah terlihat dari perilaku atau perbuatannya. Maksudnya mensucikan ruh itu bagaimana? Coba diperhatikan Al-Insan ayat 1. Artinya “bukankah pernah datang kepada manusia waktu dari masa, yang ketika itu belum merupakan sesuatu yang dapat disebut?” Dari kalimat tersebut mana yang lebih dulu ada? Waktu ataukah manusia? Yang lebih dulu ada adalah manusia. Maka insan yang bagaimanakah yang ada pada saat itu? Pada saat itu insan yang dimaksud adalah yang sangat dekat dengan Allah, dia suci. Disebut dengan ruuhul quds. Dalam kitab Sirrul Asror-nya Syekh Abdul Qadir, dikatakan dalam kitab tersebut beliau mendapatkan ilham bahwa manusia mengalami penurunan alam. Terdapat empat alam, yaitu : Alam lahuut, alam keilahian. Dimana insan saat itu bernama ruuhul quds Alam jabaruut, alam kejadian. Di alam ini insan disebut sebagai ruuhul sulthoni, saat akan turun ke alam ini, ruuhul quds itu dibungkus, kalau tidak maka ia akan membakar alam setelahnya. Alam malakuut. Insan disini bernama ruh ruhaniyah. Saat akan turun ke alam ini, ruuhul sulthoni juga dibungkus, karena kalau tidak ia juga akan membakar alam ini. Alam mulki. Alam ini adalah alam yang kita tempati sekarang. Insan disini bernama ruh jismani. Pada alam inilah manusia akan mengalami degradasi nafsu. Selain itu manusia juga disertai dengan hawa. Hawa adalah syahwat yang cenderung negatif. Yaitu syahwat untuk memenuhi keinginan perut, tidur, kalam (ngobrol), dan kemaluan. Semakin dewasa, manusia cenderung semakin menurutkan hawa nafsunya. Sehingga semakin dewasa ruhnya semakin tidak suci. Oleh sebab itu ia harus disucikan, kalau tidak maka ia akan terus maksiat. Kita harus mendapatkan mursyid yang benar, ciri mursyid itu yang bagaimana? Ciri mursyid yang baik adalah, : Dalam QS Yunus:62, disebutkan bahwa tidak ada rasa takut, khawatir ataupun sedih. Dia tetap tenang, tentram menghadapi berbagai peristiwa dalam kehidupannya. Sebagaimana kita tenang saat akan ujian jika kita menguasai materinya. Begitu pula orang-orang yang bersih hatinya, mereka tetap tenang menghadapi segala sesuatu dalam hidupnya karena mereka tau cara mengatasinya. Karena mereka selalu iman dan taqwa kepada Allah. Taqwa itu berasal dari kata waqo yang artinya waspada. Merasa selalu diawasi oleh Allah. Gemar beribadah. Mereka senang beribadah. Rabiatul Adawiyah mampu sholat 1000 rakaat sehari semalam. Supernatural power. Mereka memiliki karomah. Menyembunyikan karomah. Mereka memiliki karomah tapi mereka menyembunyikannya dan tidak dipamer-pamerkan. Tawhid yang murni Mewarisi akhlak Rasulullah SAW. QS At-Taubah:128, QS Al-Baqarah:151 Bagaimana Caranya agar dapat mursyid yang baik? Sholat hajat, minta sama Allah agar diberikan guru yang tepat yang selamat, agar mendapat  pembimbing dari Allah. Cara cepatnya tanya saja pada yang sudah punya pembimbing. Biasanya jika mau ikut maka akan di bai’at atau di talqin. Seperti langsung tanyakan pada orang-orang di MATAN (Mahasiswa Ahlith Thoriqoh Al Mu’tabaroh An Nahdliyah). Keterangan : *malakul : maksudnya satu malaikat, yaitu malaikat jibril, jadi disebut malakul. Sedangkan malaikat merupakan kata yang bermak Aih Rohmawati, MATAN IPB (Mahasiswa Ahlith Thoriqoh Al-Mu'tabarah An-Nahdliyah Institut Pertanian Bogor)

Kriteria Sang Murobbi Menurut Al-Qur’an

Kajian Islam (Kalam Ulama). Ada sebuah qoul ulama yang berbunyi: "Barang siapa belajar tanpa bimbingan seorang murobbi (guru), maka gurunya adalah syetan". Apabila kita...