Thursday, August 13, 2020

Kajian Islam

kalamulama.com- KH AHMAD ISHOMUDIN PAPARKAN EMPAT FUNGSI BAHTSUL MASAIL NU. Bahtsul Masail Pra munas dan Konbes NU 2020 yang diselenggarakan di Pondok Pesantren Al-Falakiyah, Pagentongan, Bogor, Jawa Barat, Ahad (01/03). Acara pembukaan Bahtsul Masail PraMunas dan konbes NU 2020 dihadiri oleh Pengurus Besar NU, Pengurus Wilayah NU se-Jawa dan Lampung, dan Pengurus Lembaga Bahtsul Masail. Acara ini juga dihadiri oleh  Walikota Bogor, pengurus MWC NU se-Kota Bogor dan ribuan nahdliyin meliputi warga NU di sekitar Bogor serta para santri Pesantren Al Falakiyah, Al Falak, dan Al Umm. Dalam sambutannya Rais Syuriyah PBNU sekaligus Ketua Steering Committee pusat KH. Ahmad Ishomudin menyampaikan bahwa tugas alim ulama NU adalah bagaimana membahasakan bahasa fiqh yang kita fahami ke dalam bahasa undang-undang dan peraturan yang ada saat ini. Upaya untuk membahasakan ilmu fiqih ke dalam nilai-nilai sosial salah satunya adalah melalui bahtsul masail. Salah satu masalah terkini kaum muslimin adalah tak sedikit orang yang mengaku atau dianggap sebagai ustadz atau kyai hanya dari penampilannya misal seperti yang berjenggot dan yang berjuba. Akan tetapi ilmu dalam pemahaman agama tidak begitu dalam. Salah dalam membaca al Quran apalagi menafsirkannya. Memang benar kita harus memahami fitrah manusia memiliki kekurangan dan kelebihan. Namun pengertian tersebut tidak dapat diterima jika yang melakukan kesalahan adalah seorang ustadz atau kyai yang ditokohkan oleh masyarakat. Hal inilah yang menjadi salah satu latar belakang dibutuhkannya bahtsul masail. Menurut Gus Ahmad Ishomuddin, Rais Syuriah PBNU menuturkan kegiatan Bahtsul Masail secara umum memiliki 4 (empat) fungsi, di antaranya: Fungsi Ilmiah; Bahtsul Masail merupakan wadah ulama dan cedekiawan muslim dalam menyikapi permasalahan berdasarkan ilmu pengetahuan yang dikuasai. Hal ini menunjukkan bahwa dalam menentukan hukum suatu masalah memiliki dasar atau hujjah yang dapat dipertanggungjawabkan. Fungsi Silaturahim; Bahtsul Masail juga memiliki fungsi sebagai ajang silaturahim bagi seluruh elemen NU mulai dari simpatisan, pengurus, maupun tokoh petinggi NU. Fungsi Konsolidasi; Bahtsul Masail berfungsi sebagai sarana untuk memperkuat dan menyatukan warga Nahdliyin dalam ikatan Nahdliyyah. Seluruh warga Nahdliyin juga dapat berperan dalam perhelatan tahunan NU ini, saling mengenal dan membantu. Fungsi Kaderisasi, Bahtsul Masail menjadi wadah regenerasi ulama muda NU yang cerdas dan berbobot dalam bidang ilmu agama dari berbagai pesantren di penjuru nusantara. Dengan demikian generari muda NU diharapkan dapat menghidupkan eksistensi NU di masa mendatang. Kotributor: Nurul Muhibbah

KH AHMAD ISHOMUDIN PAPARKAN EMPAT FUNGSI BAHTSUL MASAIL NU

0
kalamulama.com- KH AHMAD ISHOMUDIN PAPARKAN EMPAT FUNGSI BAHTSUL MASAIL NU. Bahtsul Masail Pra munas dan Konbes NU 2020 yang diselenggarakan di Pondok Pesantren Al-Falakiyah,...
mahdzab al bani

Mazhab Albani : Tidak Nempel Sama Saja Ingkari Sifat Ilahiyah

0
oleh: Ustadz Ahmad Sarwat, Lc. MA kalamulama.com -Masih saja ada saja sebagian murid saya yang terjebak kasus beginian. Bukannya salah atau merasa diri paling benar,...
kalamulama.com- FATWA ULAMA AL-AZHAR MENYIKAPI CORONA Segala puji milik Allah saja sholawat serta salam tercurah kepada sosok yang tiada Nabi lagi setelahnya. Selanjutnya, mengacu kepada informasi medis tertulis yang menyatakan cepatnya penyerbaran virus corona (Covid: 19) dan menjadi pendemi bagi dunia. Dan informasi terpercaya dari kedokteran yang menyatakan bahaya sebenarnya dari virus corona adalah mudah dan cepatnya virus ini menyebar dan mereka yang terkena virus tidak terlihat tanda-tandanya, dan tidak diketahui telah terjangkit. Dengan cara ini penyakit (dari virus ini) menyebar ke penjuru dunia. Mempertimbangkan tujuan paling utama dari syariat Islam adalah menjaga jiwa raga, melindungi, menguatkan dari segala bahaya dan kerusakan. Maka kami Dewan Ulama Senior Azhar, terdorong tanggung jawab secara syariat, bertanggung jawab kepada umat Islam dipenjuru dunia, untuk memberitahukan bahwa diperbolehkan secara syariat untuk tidak melakukan sholat jumat dan jamaah disemua wilayah, dengan alasan khawatir terjadi penyebaran virus di daerah kepada penduduknya. Wajib bagi orang yang sakit dan orang tua untuk tinggal di rumahnya, dan menjalankan aturan yang ditetapkan oleh pemerintah setempat dan tidak diperbolehkan melaksanakan sholat Jumat dan Jamaah, setelah ada pernyataan resmi dari ahli medis, dan penelitian dari lembaga resmi penyebaran virus ini. Dan memastikan bahaya virus ini cukup berdasarkan dugaan dan bukti empirik, seperti sembuhnya yang terinveksi, proses penyembuhan, dan penyebaran virus. Atas dasar itu wajib bagi yang berwenang disetiap daerah untuk melakukan upaya maksimal, dan melakukan langkah-langkah pencegahan dan menanggulangi terjadinya penyebaran virus ini. Bagi para ulama, apa yang diduga akan terjadi (bisa terjadi) dianggap sudah terjadi, atau sesuatu yang nyaris terjadi maka dihukumi dengan sesuatu yang telah terjadi. Karena kesehatan tubuh adalah tujuan dan sasaran utama dari syariat Islam. Dalil disyariatkannya "meniadakan" sholat Jumat dan jamaah, dan menangguhkannya (sementara) karena adanya wabah adalah hadis yang diriwayatkan oleh dua kitab saheh, "bahwa Abdullah bin Abas mengatakan kepada muadzinnya pada saat hujan, 'setelah kamu mengucapkan أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللهِ kamu jangan mengucapkan حَيّ عَلَى الصَّلاَةِ tapi ucapkanlah صَلُّوا فِي بُيُوتِكُمْ (sholatlah kalian dirumah kalian). Masyarakat menentangnya, dan Ibn Abbas mengatakan : "orang yang lebih baik dari Aku (Nabi Muhammad) pernah melakukan itu. Jumat wajib dilakukan, akan tetapi aku khawatir menyulitkan kalian, kalian berjalan ditanah berlumpur". Hadis ini menunjukan adanya perintah meninggalkan sholat berjamaah karena alasan adanya kesulitan yang disebabkan hujan. Tidak diragukan lagi virus corona lebih berat dari kesulitan pergi ke masjid untuk sholat karena alasan hujan. Keringanan syariat untuk meninggalkan sholat jumat dimasjid pada saat terjadi wabah ditoleransi oleh syariat dan diterima secara fikih maupun akal sehat. Dan gantinya sholat Jumat adalah sholat 4 rakaat dzuhur dirumah atau ditempat manapun yang tidak terjadi desakan atau kerumunan. Para ahli fikih telah sepakat mengkhawatirkan keselamatan jiwa raga, harta atau keluarga adalah alasan diperbolehkan meninggalkan sholat jumat atau jamaah. Sebagaimana hadis yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dari Ibn Abbas, Nabi bersabda, "Barang siapa mendengar adzan dan tidak ada alasan meninggalkannya". Para sahabat bertanya apakah alasan itu,"ketakutan, sakit, -maka sholatnya (sendirian) tidak diterima". Demikian juga hadis Bukhari Muslim dari Abdurahman bin Auf ia mendengar Nabi saw " jika kalian mendengar ada wabah didaerah itu maka kalian jangan memasuki wilayah itu, akan tetapi jika kalian berada diwilayah yang terjadi wabah (virus) itu maka kalian jangan keluar dari daerah itu". Nabi saw melarang orang yang badannya bau untuk sholat di masjid karena akan mengganggu orang lain, sebagaimana diriwayatkan oleh Bukhari dari Jabir bahwa Nabi saw bersabda, "siapa saja yang makan bawang maka hendaklah ia tidak bersama kami, dalam riwayat lain disebutkan , keluarlah dari masjid kami dan diamlah di rumahnya". Kekhawatiran karena virus karena cepat penyebarannya, dan kuat dampaknya dan belum ada anti virus yang efektif sampai sekarang, maka umat Islam ditoleransi untuk meninggalkan sholat Jumat dan jamaah sholat. Atasa dasar itu semua, maka kami organisasi ulama besar azhar syarif berfatwa boleh atas dasar syariat pemerintah menetapkan larangan sholat jumat dan sholat berjamaah di masjid untuk sementara waktu karena khawtair terjadi penyebaran virus. Akan tetapi kami mengingatkan tiga hal: Pertama, wajib megumandangkan adzan setiap waktu sholat di masjid walaupun tidak dilaksanakan sholat jumat ataupun jamaah sholat dan muadzin boleh menambahakan, (صلوا في بيوتكم). "Sholatlah kalian dirumah kalian". Kedua, setiap rumah hendaknya melakukan sholat jamaah dirumah masing-masing dengan keluarganya, karena jamaah dimasjid baru bisa dilakukan setelah ada pencabutan larangan. Ketiga, wajib menurut syariat kepada semua warga negara untuk mengikuti keputusan resmi dan himbauan yang dikeluarkan oleh lembaga kesehatan pemerintah, untuk menanggulangi penyebaran virus, dan menerima informasi dari lembaga resmi. Serta tidak diperbolehkan menaikan harga komoditas kebutuhan masyarakat. Kami, dewan ulama senior al-Azhar sebagai ulama muslimin mengajak kepada umat Islam dipenjuru dunia dari timur dan barat untuk menjaga sholat dan memohon kepada Allah untuk (berakhirnya wabah ini) serta menolong masyarakat yang terkena virus, memperbanyak amalan baik, agar Allah segera menghilangkan wabah ini diseluruh dunia, serta menjaga daerah masing-masing dari pendemi virus ini, dan dari penyakit lainnya. Kita semua hanya berharap dan memohon kepada Allah, karena Allah, sebaik-baiknya penjaga dan Maha Penyayang. هيئة كبار العلماء الأحد 15/3/2020م Dewan Ulama Senior Al-Azhar Minggu, 15 Maret 2020 (Diterjemahkan oleh Ahmad Tsauri) Teks asli dapat dibaca di: الأزهر الشريف

FATWA ULAMA AL-AZHAR MENYIKAPI CORONA

0
kalamulama.com- FATWA ULAMA AL-AZHAR MENYIKAPI CORONA Segala puji milik Allah saja sholawat serta salam tercurah kepada sosok yang tiada Nabi lagi setelahnya. Selanjutnya, mengacu kepada informasi...

Kajian Mausu’ah Ahsanil Kalam #6 : Berfatwa tanpa Ilmu

0
Oleh : Zuhal Qobili Fatwa adalah  إخبار عن حكم الله , menyampaikan tentang hukum Allah. Maka, bagaimana hukumnya menyampaikan hukum-hukum Allah tanpa landasan pengetahuan (ilmu)?                ...
Kalam Ulama - Habib Umar bin Hafidz : Baiknya Sholatmu Menentukan Nasib Hidupmu من تعود على تأخير الصلاة, رجل او إمراة, فليتهيأ للتأخير في كُل أمورحياته..! Barang siapa terbiasa Mengakhirkan sholat,, baik laki laki mau pun perempuan,, Maka bersiaplah ia terlambat dalam segala urusan kehidupan nya..! زواج,, وظيفة,, ذُرية,, عافية,, تكملة,, توفيق. Nikah, pekerjaan, keturunan, kesehatan, kemapanan, petunjuk. قالُ الحَسنُ البَصري ; إذَا هَانَت عَليكَ صَلاتك فَمَا الذي يَعزُ عَليـكْ ؟ Hasan aL Bashri berkata ; Jika sholat saja sepele bagi mu maka adakah urusan yang lebih penting menurut mu ? بقدر ماتتعدل صلاتك تتعدل حياتك. Seperti apa engkau merubah sholat mu seperti itulah engkau merubah hidup mu. ألم تعلم أن الصلاة اقترنت بالفـلاح. Tidakkah engkau tau bahwa sholat itu bergandengan dengan kesuksesan. حي على الصلاة حي على الفلاح. Marilah melakukan sholat marilah meraih kemenangan. فكيف تطلب من الله التوفيق وأنت لحقه غير مجيب. Bagaimana mungkin engkau minta kesuksesan kepada Allah,, sedangkan kamu tidak tunaikan haq nya. اللهم اجعلنا ممن يقيم الصلاة في وقتها. Yaa Allah,, Jadikanlah kami termasuk orang yang mendirikan sholat tepat pada waktu nya. [Habib Umar bin Salim bin Hafidz] Kredit : Muh Mudasir AlAzhari al-Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz yang dilahirkan pada hari Senin, 27 Mei 1963 M [Kalender Hijriyah: 4 Muharram 1383][1], adalah seorang ulama dunia era modern. al-Habib ‘Umar kini tinggal di Tarim, Yaman di mana dia mengawasi perkembangan di Dar-al Musthafa dan berbagai sekolah lain yang telah dibangun di bawah manajemennya. Dia masih memegang peran aktif dalam dakwah agama Islam, sedemikian aktifnya sehingga dia meluangkan hampir sepanjang tahunnya mengunjungi berbagai negara di seluruh dunia demi melakukan kegiatan-kegiatan mulianya itu[2].

Habib Umar bin Hafidz : Baiknya Sholatmu Menentukan Nasib Hidupmu

0
Kalam Ulama - Habib Umar bin Hafidz : Baiknya Sholatmu Menentukan Nasib Hidupmu من تعود على تأخير الصلاة, رجل او إمراة, فليتهيأ للتأخير في كُل أمورحياته..! Barang...

Adab Masuk WC (Jamban): Pengajian Akhlak Bidayatul Hidayah #02

0
kalamulama.com- Pengajian Akhlak Bidayatul Hidayah #02: Adab Masuk WC (Jamban). Pada pengajian akhlak kitab Bidayatul Hidyah karya Imam Al-Ghazali Minggu lalu  telah dibahas adab...
surat dan ayat

Keutamaan Surat-Surat Dan Ayat-Ayat Tertentu Dalam Al-Qur’an

0
kalamulama.com -Ada beberapa surat dan ayat-ayat yang sangat dianjurkan untuk dijalani yaitu surat dan ayat-ayat yang telah diterangkan oleh berbagai riwayat hadits akan keutamaannya,...

Kajian Wanita Sholihah dan Lelaki Sholih #03 Tidak ada ketaatan dalam kemaksiatan

0
Oleh: Hamzah Alfarisi Assalamu alaikum Wr. Wb. Pembaca yang dirahmati Allah, minggu lalu kita telah membahas tentang hukum Pelayanan Perempuan Terhadap Suaminya. Pada minggu ini,...
Kajian Islam Maulid Nabi (Kalam Ulama). Peringatan Maulid Nabi  Muhammad SAW adalah dengan metode ijtihad, menggali dalil dari beberapa ayat maupun hadis. Diantara ulama kita ada yang beristinbath dari segi bahagia yang diperintahkan di dalam Al-Quran: قُلْ بِفَضْلِ اللَّهِ وَبِرَحْمَتِهِ فَبِذَٰلِكَ فَلْيَفْرَحُوا (Yūnus: 58) " Katakanlah: "Dengan kurnia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira.... " (Baca Juga Siapa Sosok yang Kita Peringati Kelahirannya (Maulid Nabi)?) Dan Rasulullah shalallahu alaihi wasallam sendiri adalah Rahmat: ﻛﺎﻥ اﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ: «ﻳﻨﺎﺩﻳﻬﻢ ﻳﺎ ﺃﻳﻬﺎ اﻟﻨﺎﺱ ﺇﻧﻤﺎ ﺃﻧﺎ ﺭﺣﻤﺔ ﻣﻬﺪاﺓ» Nabi shalallahu alaihi wasallam menyeru mereka: "Wahai manusia, aku adalah Rahmat yang diberi hidayah" (HR Darimi) Diantara ulama kita lainnnya, beristinbath dengan rasa bahagia paman Nabi yang kafir, Abu Lahab. ﻗﺎﻝ ﻋﺮﻭﺓ، ﻭﺛﻮﻳﺒﺔ ﻣﻮﻻﺓ ﻷﺑﻲ ﻟﻬﺐ: ﻛﺎﻥ ﺃﺑﻮ ﻟﻬﺐ ﺃﻋﺘﻘﻬﺎ، ﻓﺄﺭﺿﻌﺖ اﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ، ﻓﻠﻤﺎ ﻣﺎﺕ ﺃﺑﻮ ﻟﻬﺐ ﺃﺭﻳﻪ ﺑﻌﺾ ﺃﻫﻠﻪ ﺑﺸﺮ ﺣﻴﺒﺔ، ﻗﺎﻝ ﻟﻪ: ﻣﺎﺫا ﻟﻘﻴﺖ؟ ﻗﺎﻝ ﺃﺑﻮ ﻟﻬﺐ: ﻟﻢ ﺃﻟﻖ ﺑﻌﺪﻛﻢ ﻏﻴﺮ ﺃﻧﻲ ﺳﻘﻴﺖ ﻓﻲ ﻫﺬﻩ ﺑﻌﺘﺎﻗﺘﻲ ﺛﻮﻳﺒﺔ Urwah berkata: "Tsuwaibah adalah budak Abu Lahab. Ia memerdekakannya. Lalu Tsuwaibah menyusui Nabi shalallahu alaihi wasallam. Ketika Abu Lahab mati sebagian keluarganya bermimpi melihat keadaannya yang terburuk. Ia bertanya Apa yang kamu dapati? Abu Lahab berkata: "Tidak ada istirahat kutemukan setelah kalian mengubur ku, kecuali aku diberi minum sedikit yang diletakkan di tanganku, dikarenakan aku memerdekakan Tsuwaibah" (HR Bukhari) Siapakah yang bermimpi melihat Abu Lahab tersebut? Ahli sejarah Al Hafizh Ibnu Katsir berkata: ﻭﺫﻛﺮ اﻟﺴﻬﻴﻠﻲ ﻭﻏﻴﺮﻩ: ﺇﻥ اﻟﺮاﺋﻲ ﻟﻪ ﻫﻮ ﺃﺧﻮﻩ اﻟﻌﺒﺎﺱ. ﻭﻛﺎﻥ ﺫﻟﻚ ﺑﻌﺪ ﺳﻨﺔ ﻣﻦ ﻭﻓﺎﺓ ﺃﺑﻲ ﻟﻬﺐ ﺑﻌﺪ ﻭﻗﻌﺔ ﺑﺪﺭ. As-Suhaili lainnya berkata: Yang bermimpi adalah Abbas bin Abdul Muthalib, saudara Abu Lahab. Hal itu terjadi setahun setelah kematiannya, setelah perang Badar. ﻭﻓﻴﻪ ﺃﻥ ﺃﺑﺎ ﻟﻬﺐ ﻗﺎﻝ ﻟﻠﻌﺒﺎﺱ ﺇﻧﻪ ﻟﻴﺨﻔﻒ ﻋﻠﻲ ﻓﻲ ﻣﺜﻞ ﻳﻮﻡ اﻻﺛﻨﻴﻦ. ﻗﺎﻟﻮا ﻷﻧﻪ ﻟﻤﺎ ﺑﺸﺮﺗﻪ ﺛﻮﻳﺒﺔ ﺑﻤﻴﻼﺩ اﺑﻦ ﺃﺧﻴﻪ ﻣﺤﻤﺪ ﺑﻦ ﻋﺒﺪ اﻟﻠﻪ ﺃﻋﺘﻘﻬﺎ ﻣﻦ ﺳﺎﻋﺘﻪ ﻓﺠﻮﺯﻱ ﺑﺬﻟﻚ ﻟﺬﻟﻚ. "Dalam riwayat tersebut Abu Lahab berkata pada Abbas bahwa siksaan Abu Lahab diringankan di hari Senin. Ulama berkata hal itu karena saat Tsuwaibah mengabarkan kepada Abu Lahab kelahiran keponakan, putra Abdullah bin Abdul Muthalib, maka Abu Lahab langsung memerdekakan Tsuwaibah saat itu juga. Maka ia mendapat balasan diastas" (Al Bidayah wa An-Nihayah 2/332) Jika Abu Lahab yang kafir dan dinyatakan masuk neraka dalam Al Qur'an, namun ia masih memperoleh keringanan siksa neraka karena pernah bahagia dengan kelahiran Rasulullah shalallahu alaihi wasallam, lalu bagaimana balasan dari Allah kepada umat Nabi yang beriman, bertauhid, dan sangat cinta pada Nabinya? Ustadz Ma'ruf Khozin, anggota Dewan Pakar Aswaja NU Center PWNU Jatim (Malam Maulid di Kota Baru Pontianak Kalbar)

Bahagia Atas Kelahiran Sang Nabi Muhammad SAW

1
Kajian Islam Maulid Nabi (Kalam Ulama). Peringatan Maulid Nabi  Muhammad SAW adalah dengan metode ijtihad, menggali dalil dari beberapa ayat maupun hadis. Diantara ulama kita...
Persaudaraan Kemanusiaan

KH Abdurrahman Wahid Kalam Ulama ke #391 Ciptakan Persaudaraan Kemanusiaan yang Sejati.

0
kalamulama.com - KH Abdurrahman Wahid Kalam Ulama ke #391 Ciptakan Persaudaraan Kemanusiaan yang Sejati. "Mari Kita Wujudkan Peradaban dimana manusia saling mencintai, saling mengerti, dan...