One Day One Hadits

Kajian Al Hikam (Kalam Ulama). Kajian Al Hikam (8) : Terbukanya Pintu Mengenal Allah إِذَا فَتَحَ لَـكَ وِجْهَةً مِنَ التَّعَرُّفِ فَلاَ تُبــَالِ مَعَهَا أِنْ قَلَّ عَمَلُكَ فَإِنَّـهُ مَا فَـتَـحَهَا لَكَ إِلاَّ وَهُوَ يُرِ يْدُ أَنْ يَـتَـعَرَّفَ إِلَيكَ. أَلَمْ تَـعْلَمْ أَنَّ الـتَّــعَرُّفَ هُوَ مُوْرِدُهُ عَلَيْكَ، وَاْلأَعْمَالُ أَنْتَ مُــهْدِ يْــهَا إِلَـيْهِ، وَأَيــْنَ مَا تُــهْدِ يْهِ إِلَـيْهِ مِمَّا هُـوَ مُوْرِدُهُ عَلَـيْكَ "Ketika Allah membukakan kepadamu pintu pengenalan diri-Nya, maka jangan kamu bandingkan datangnya pengenalan itu dengan sedikit amal-amalmu, karena sesungguhnya Allah tidak membukakan pintu pengenalan itu kepadamu kecuali Allah menginginkan semata-mata untuk memperkenalkan Diri-Nya kepadamu. Tidakkah engkau mengetahui bahwa sesungguhnya (suatu) pengenalan itu (semata-mata) Dia yang menginginkannya kepadamu, sedangkan amal-amal itu (semata-mata) suatu hadiah darimu kepada-Nya; maka tidaklah sebanding antara apa-apa yang kamu persembahkan kepada-Nya dengan apa-apa yang Dia inginkan untukmu." Baca juga : Kajian Al Hikam (7) : Jangan Ragu dengan Janji Allah Maqalah di atas menjelaskan bahwa Allah dapat menghendaki terbukanya pintu kema'rifahan kepada hamba walaupun sedikit amalnya. Karena terbukanya pintu ma'rifah itu anugerah dari Allah kepada hamba, sedangkan amal ibadah itu persembahan hamba kepada Tuhannya. Jadi jangan jadikan amal ibadah kita untuk menuntut datangnya anugerah kema'rifahan, sebab kema'rifahan itu semata-mata anugerah Allah yang diberikan kepada hamba yg dikehendakinya. Maka bersyukurlah bagi hamba yg sudah dibukakan pemahaman mengenal Allah mulai dari memahami tauhid af'al, tauhid sifat, tauhid asma' hingga tauhid dhat. Semoga datangnya anugerah kema'rifahan disempurnakan oleh Allah dengan meningkatnya kualitas keyakinan kita mulai dari ilmu yaqin, 'ainul yaqin hingga haqqul yaqin. Nagrak Cikeas, 31 Januari 2017 Oleh : Dr. KH. Ali Abdillah, MA (al-Rabbani Islamic College)

Kajian Al Hikam (8) : Terbukanya Pintu Mengenal Allah

Kajian Al Hikam (Kalam Ulama). Kajian Al Hikam (8) : Terbukanya Pintu Mengenal Allah إِذَا فَتَحَ لَـكَ وِجْهَةً مِنَ التَّعَرُّفِ فَلاَ تُبــَالِ مَعَهَا أِنْ قَلَّ عَمَلُكَ فَإِنَّـهُ...
Kajian Islam (Kalam Ulama). One Day One Hadits #5: Larangan seorang waria (banci) memasuki rumah wanita Ajnabi بسم الله الرحمن الرحيم   كتاب السلام باب منع المخنث من الدخول على النساء الأجانب حدثنا أَبُو بَكُرِ بنُ أَبِي شَيْبَةَ أخبرنا وَكِيعٌ عن هِشَامِ ابنِ عُرْوَةَ عنْ أَبِيهِ عنْ زَيْنَبَ بِنْتِ أُمّ سَلَمَةَ عنْ أُمّ سَلَمَةَ: أَنّ النبي صلى الله عليه وسلم دَخَلَ عَلَيْهَا وَعِنْدَهَا مُخَنّثٌ وَهُوَ يَقُولُ لِعَبْدِ الله أَخِيهَا: إِنْ يَفْتَحِ الله الطّائِفَ غَداً دَلَلْتُكَ عَلَى امْرَأَةٍ تُقْبِلُ بِأَرْبعٍ وَتُدْبِرُ بِثَمَانٍ، فقَالَ النبي ّصلى الله عليه وسلم "أَخْرِجُوهُمْ مِنْ بُيُوتِكُمْ". رواه مسلم Artinya: Dari Ummu Salamah (W. 61 H) : Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassallam masuk ke rumahku sementara di sisiku ada seorang waria. Aku mendengar waria itu berkata kepada Abdullah bin Abi Umayyah (saudara laki-laki Ummu Salamah, pen): “Wahai Abdullah! Jika besok Allah membukakan/ memenangkan Thaif untuk kalian, maka hendaklah engkau berupaya dengan sungguh-sungguh untuk mendapatkan putri Ghailan, karena dari bagian depannya terdapat empat lipatan dan sisi belakangnya terdapat delapan lipatan”. Ucapannya yang demikian didengar oleh Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassallam , maka beliau pun menetapkan:“Mereka (mukhannats) itu sama sekali tidak boleh masuk menemui kalian lagi.” (HR. Muslim W. 261 H) Baca juga : One Day One Hadits #4 : Pelit untuk Bershalawat Makna kalimat : “bagian depannya terdapat empat lipatan dan sisi belakangnya terdapat delapan lipatan” ini adalah penyifatan fisik wanita yang disukai pada saat itu yaitu lekukan itu sampai ke pinggangnya, pada masing-masing sisi (pinggang) empat sehingga dari belakang terlihat seperti delapan. Istifadah : Hadits ini menunjukkan bahwa waria yang dilarang untuk masuk ke tempat wanita ialah waria yang memiliki kecenderungan (bersyahwat) terhadap wanita, sebab ia bisa menceritakan keindahan tubuh wanita yang pernah dilihatnya kepada lelaki. Sehingga dikhawatirkan ia akan membongkar aurat wanita muslimah bila dibiarkan keluar masuk ke tempat mereka. Adapun waria (murni) yang sama sekali tidak bersyahwat terhadap wanita, tidak akan melakukan hal tersebut. Masalah ini tidak lepas dari dua kondisi: Pertama : Jika waria tersebut memiliki syahwat terhadap wanita, maka tidak ada perbedaan dalam hal ini bahwa ia diharamkan dan termasuk perbuatan fasik. Kedua : jika seorang waria (murni) yang tidak memiliki syahwat terhadap wanita, maka dalam hal ini terdapat dua pendapat: 1. Ulama Malikiyah, Hanabilah dan sebagian Hanafiyah memberi rukhsah (keringanan) baginya untuk berada di tengah kaum wanita dan memandang mereka. Dalilnya ialah firman Allah ketika menjelaskan siapa saja yang boleh melihat wanita, dan siapa saja kaum wanita yang boleh berhias di hadapannya, yaitu: أَوِ التَّابِعِينَ غَيْرِ أُولِي الِإرْبَةِ مِنَ الرِّجَالِ artinya: atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak bersyahwat (terhadap wanita) 2. Ulama Syafi’iyah dan mayoritas Hanafiyah, berpendapat bahwa waria meskipun tidak bersyahwat terhadap wanita, tetap tidak boleh memandang kepada wanita. Dalam hal ini ia tetap dihukumi sebagai lelaki normal. Jumat, 19 Rabi'ul Awwal 1439 H/8 Desember 2017 M [Lembaga Kajian & Riset Rasionalika Darus-sunnah]

One Day One Hadits #5: Larangan seorang waria (banci) memasuki rumah wanita Ajnabi

Kajian Islam (Kalam Ulama). One Day One Hadits #5: Larangan seorang waria (banci) memasuki rumah wanita Ajnabi بسم الله الرحمن الرحيم   كتاب السلام باب منع المخنث من الدخول على...
Kajian Islam Maulid Nabi (Kalam Ulama). One Day One Hadits #4 : Pelit untuk Bershalawat بسم الله الرحمن الرحيم كتاب الدعوات عن رسول الله باب قول رسول الله صلى الله عليه وسلم رغم أنف رجل حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ مُوسَى وَزِيَادُ بْنُ أَيُّوبَ قَالَا حَدَّثَنَا أَبُو عَامِرٍ الْعَقَدِيُّ عَنْ سُلَيْمَانَ بْنِ بِلَالٍ عَنْ عُمَارَةَ بْنِ غَزِيَّةَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَلِيِّ بْنِ حُسَيْنِ بْنِ عَلِيِّ بْنِ أَبِي طَالِبٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ حُسَيْنِ بْنِ عَلِيِّ بْنِ أَبِي طَالِبٍ عَنْ عَلِيِّ بْنِ أَبِي طَالِبٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْبَخِيلُ الَّذِي مَنْ ذُكِرْتُ عِنْدَهُ فَلَمْ يُصَلِّ عَلَيَّ. رواه الترميذى Artinya: Dari Ali bin Abi Thalib (W. 40 H) ia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: “Seorang yang kikir adalah orang yang disebutkan namaku disisinya, namun ia tidak bershalawat kepadaku.” H.R. Tirmidzi (W. 279 H) Istifadah: Pelit bukan melulu perihal harta, karena sebagaimana dikatakan dalam hadis ini bahwa orang yang pelit adalah orang yang ketika nama Nabi Muhammad saw disebut, dia tidak mau bershalawat. Karena shalawat yang diucapkan adalah sebuah kebaikan. Maka ketika seseorang enggan untuk bershalawat berarti ia telah berbuat bakhil (pelit) terhadap dirinya sendiri karena tidak memberikan kebaikan untuk dirinya. (Baca Juga One Day One Hadits #3 : Sabar Menghadapi Musibah) Oleh karena itu, para ulama senantiasa membasahi lisan mereka dengan membaca shalawat setiap kali nama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam disebutkan. Karena Rasulullah bersabda, “Barangsiapa bershalawat kepadaku sebanyak satu kali maka Allah akan bershalawat kepadanya (yaitu memujinya di hadapan para malaikat) sebanyak 10 kali.” Selasa, 16 Rabi'ul Awal 1439 H/5 Desember 2017 M [Lembaga Kajian & Riset Rasionalika Darus-sunnah]

One Day One Hadits #4 : Pelit untuk Bershalawat

Kajian Islam Maulid Nabi (Kalam Ulama). One Day One Hadits #4 : Pelit untuk Bershalawat بسم الله الرحمن الرحيم كتاب الدعوات عن رسول الله باب قول رسول الله صلى...
Kajian Islam Maulid Nabi (Kalam Ulama). One Day One Hadits #3 : Sabar Menghadapi Musibah بسم الله الرحمن الرحيم كتاب المرضى باب ما جاء في كفارة المرض حَدَّثَنِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْمَلِكِ بْنُ عَمْرٍو حَدَّثَنَا زُهَيْرُ بْنُ مُحَمَّدٍ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَمْرِو بْنِ حَلْحَلَةَ عَنْ عَطَاءِ بْنِ يَسَارٍ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَا يُصِيبُ الْمُسْلِمَ مِنْ نَصَبٍ وَلَا وَصَبٍ وَلَا هَمٍّ وَلَا حُزْنٍ وَلَا أَذًى وَلَا غَمٍّ حَتَّى الشَّوْكَةِ يُشَاكُهَا إِلَّا كَفَّرَ اللَّهُ بِهَا مِنْ خَطَايَاهُ. رواه البخاري Terjemah: Dari Abu Hurairah (W.58 H) dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam beliau bersabda: "Tidaklah seorang muslim tertimpa keletihan, penyakit, hal yang tidak diinginkan, kesedihan, gangguan (dari orang lain) dan kesusahan (hati) bahkan duri yang melukainya melainkan Allah akan menghapus kesalahan-kesalahannya". (HR. Bukhari 256 H) Istifadah: Melalui hadis ini baginda Nabi saw memberikan motivasi bagi hamba Allah yang tertimpa musibah. Sekecil apapun musibah yang menimpa hamba-Nya akan menjadi perantara pelebur dosa baginya. (Baca Juga One Day One Hadits #2 : Keutamaan Bershalawat) Minggu, 14 Rabi'ul Awal 1439 H/3 Desember 2017 M [Lembaga Kajian & Riset Rasionalika Darus-sunnah]

One Day One Hadits #3 : Sabar Menghadapi Musibah

Kajian Islam Maulid Nabi (Kalam Ulama). One Day One Hadits #3 : Sabar Menghadapi Musibah بسم الله الرحمن الرحيم كتاب المرضى باب ما جاء في كفارة المرض حَدَّثَنِي عَبْدُ...
Kajian Islam Maulid Nabi (Kalam Ulama). One Day One Hadits #2 : Keutamaan Bershalawat بسم الله الرحمن الرحيم كتاب السهو باب الفضل فى الصلاة على النبي صلى الله عليه وسلم أَخْبَرَنَا إِسْحَقُ بْنُ مَنْصُورٍ قَالَ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يُوسُفَ قَالَ حَدَّثَنَا يُونُسُ بْنُ أَبِي إِسْحَقَ عَنْ بُرَيْدِ بْنِ أَبِي مَرْيَمَ قَالَ حَدَّثَنَا أَنَسُ بْنُ مَالِكٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلَاةً وَاحِدَةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ عَشْرَ صَلَوَاتٍ وَحُطَّتْ عَنْهُ عَشْرُ خَطِيئَاتٍ وَرُفِعَتْ لَهُ عَشْرُ دَرَجَاتٍ. رواه إمام النسائي. Terjemah: Telah menceritakan kepada kami Anas bin Malik (w. 91 H) dia berkata; Rasulullah Shalallah 'Alaihi Wa Sallam bersabda: "Barangsiapa bershalawat kepadaku satu kali, maka Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali, dihapuskan darinya sepuluh kesalahan, dan diangkat sepuluh derajat untuknya." HR. Imam Nasa'i (W. 303 H). (Baca juga One Day One Hadits 1# : Mensyukuri Kelahiran Rasulullah) Istifadah: Hadis tersebut menerangkan tentang keutamaan dan ganjaran bagi seseorang yang bersholawat kepada Nabi Muhammad saw., yaitu Allah akan mendatangkan ampunan dan pahala yang berlipat kepadanya, hal tersebut sesuai dengan firman Allah; {مَنْ جَاءَ بِالْحَسَنَةِ فَلَهُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا ۖ } Barangsiapa berbuat kebaikan mendapat balasan sepuluh kali lipat amalnya. [QS. al-An'am: 160]. Maka setiap kebaikan yang kita lalukan, Allah akan membalas dan melipatgandakan pahala kepada hamba-Nya. Ada juga yang mengartikan makna Shalawat Allah berupa taufik dari Allah untuk mengeluarkan hamba-Nya dari kegelapan menuju cahaya (petunjuk-Nya), sebagaimana dalam firman Allah; {هُوَ الَّذِي يُصَلِّي عَلَيْكُمْ وَمَلائِكَتُهُ لِيُخْرِجَكُمْ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ وَكَانَ بِالْمُؤْمِنِينَ رَحِيمًا}. Dialah yang memberi rahmat kepadamu dan para malaikat-Nya (memohonkan ampunan untukmu), agar Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya (yang terang). Dan Dia Maha Penyayang kepada orang-orang yang beriman. [QS. al-Ahzab: 43]. Sabtu, 13 Rabi'ul Awal 1439 H/2 Desember 2017 M [Lembaga Kajian & Riset Rasionalika Darus-sunnah]

One Day One Hadits #2 : Keutamaan Bershalawat

Kajian Islam Maulid Nabi (Kalam Ulama). One Day One Hadits #2 : Keutamaan Bershalawat بسم الله الرحمن الرحيم كتاب السهو باب الفضل فى الصلاة على النبي صلى الله عليه...
Kajian Islam Maulid Nabi (Kalam Ulama). One Day One Hadits 1# : Mensyukuri Kelahiran Rasulullah بسم الله الرحمن الرحيم كتاب الصوم باب صوم يوم عاشوراء وحَدَّثَنِي زُهَيْرُ بنُ حَرْبٍ: حَدَّثَنَا عَبْدُالرَّحْمَنِ بنُ مَهْدِيٍّ: حَدَّثَنَا مَهْدِيُّ بنُ مَيْمُونٍ، عَنْ غَيْلاَنَ، عَنْ عَبْدِاللَّهِ بنِ مَعْبَدٍ الزِّمَّانِيِّ، عَنْ أَبِي قَتَادَةَ الْأَنْصَارِيِّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ: أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سُئِلَ عَنْ صَوْمِ الِاثْنَيْنِ؟ فَقَالَ: فِيهِ وُلِدْتُ وَفِيهِ أُنْزِلَ عَلَيَّ. رواه مسلم Artinya : Dari Abu Qatadah Al-anshari ra. (W. 54 H), bahwa Rasulullah Saw. pernah ditanya tentang puasa hari senin. Beliau menjawab: “Itu adalah hari aku dilahirkan dan hari diturunkan kepadaku (wahyu).” H.R Muslim (W. 261 H) Istifadah : Dalam lika-liku kehidupan, kita tentu pernah mengalami suatu kejadian atau moment tertentu yang sulit untuk dilupakan dan membuat kita ingin mengenangnya. Jika hal tersebut adalah moment yang baik, Maka kita bersyukur kepada Allah Swt. Begitupun dengan Rasulullah Saw. Beliau melakukan puasa setiap hari Senin. Karena pada hari senin ada tiga moment yang terjadi: hari kelahirannya, hari wahyu diturunkan dan hari beliau diutus menjadi Rasul (dalam riwayat lain). Alasan lain kenapa Rasul berpuasa pada hari senin, karena dalam hadis riwayat Tirmidzi dijelaskan bahwa berbagai amalan dihadapkan kepada Allah pada hari senin dan kamis. (Baca Juga : Bahagia Atas Kelahiran Sang Nabi Muhammad SAW) Bulan ini adalah moment kelahiran Rasulullah Saw. Kehadiran Rasulullah Saw. di tengah dunia adalah rahmat bagi semesta. Sebagai rahmat, Allah Swt. memerintahkan kita untuk senang dan bergembira dengan rahmat-Nya. Maka dari itu mari kita ikut bergembira dan bersyukur kepada Allah Swt. atas kelahiran Nabi kita. Mudah-mudahan kita mendapat Syafa'atnya di akhirat kelak. Jum'at, 12 Rabi'ul Awal 1439 H/ 1 Desember 2017 M [Lembaga Kajian dan Riset Rasionalika Darus-Sunnah]

One Day One Hadits 1# : Mensyukuri Kelahiran Rasulullah

Kajian Islam Maulid Nabi (Kalam Ulama). One Day One Hadits 1# : Mensyukuri Kelahiran Rasulullah بسم الله الرحمن الرحيم كتاب الصوم باب صوم يوم عاشوراء وحَدَّثَنِي زُهَيْرُ بنُ حَرْبٍ: حَدَّثَنَا...
Kajian Islam (Kalam Ulama). One Day One Hadits #21 : Bepergian adalah Sebagian dari Siksa بسم الله الرحمن الرحيم كتاب العمرة باب السفر قطعة من العذاب  حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مَسْلَمَةَ، حَدَّثَنَا مَالِكٌ، عَنْ سُمَيٍّ، عَنْ أَبِي صَالِحٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ: *«السَّفَرُ قِطْعَةٌ مِنَ العَذَابِ، يَمْنَعُ أَحَدَكُمْ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ وَنَوْمَهُ، فَإِذَا قَضَى نَهْمَتَهُ، فَلْيُعَجِّلْ إِلَى أَهْلِهِ»* (رواه البخاري)  Artinya: Dari Abu Hurairah (w. 59 H) radhiyallu 'anhu berkata: "Rasulullah SAW. bersabda: *“Bepergian itu bagian dari azab. Seseorang akan terhalang (terganggu) makan, minum, dan tidurnya. Maka, bila seseorang telah menunaikan maksud safarnya, hendaklah ia menyegerakan diri kembali kepada keluarganya.” H.R. Bukhari (w. 256 H) Baca Juga One Day One Hadits #20 : Berdampingan Dengan Non-Muslim Istifadah: Bagi sebagian orang, bepergian adalah satu aktivitas biasa. Bepergian dianggap sebagai bagian dari rutinitas dalam hidupnya. Imam Ibnu Hajar al Asqalani (w. 852 H) dalam kitab Fathul Bari menjelaskan bahwa Safar itu dikatakan bagian dari adab atau siksa dilihat dari dua sisi: Safar yang di dalamnya ada kesulitan. Kita akan sulit makan, sulit minum, tidur berbaring dan seterusnya. Kita akan meninggalkan orang-orang yang kita cintai. Maka Rasulullah SAW. memerintahkan kita agar segera kembali kepada keluarga kita setelah pulang dari bepergian dan hendaklah kita pasrahkan dan serahkan semua kepada Allah SWT. Kamis, 10 Rabi'ul Akhir 1439 H/ 28 Desember 2017 M [Lembaga Kajian dan Riset Rasionalika Darus-Sunnah]

One Day One Hadits #21 : Bepergian adalah Sebagian dari Siksa

Kajian Islam (Kalam Ulama). One Day One Hadits #21 : Bepergian adalah Sebagian dari Siksa بسم الله الرحمن الرحيم كتاب العمرة باب السفر قطعة من العذاب  حَدَّثَنَا عَبْدُ...
Kajian Islam (Kalam Ulama). One Day One Hadits #20 : Berdampingan Dengan Non-Muslim بسم الله الرحمن الرحيم كتاب الجزية باب إثم من قتل معاهدا بغير جرم حَدَّثَنَا قَيْسُ بْنُ حَفْصٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَاحِدِ حَدَّثَنَا الْحَسَنُ بْنُ عَمْرٍو حَدَّثَنَا مُجَاهِدٌ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ *مَنْ قَتَلَ مُعَاهَدًا لَمْ يَرِحْ رَائِحَةَ الْجَنَّةِ وَإِنَّ رِيحَهَا تُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ أَرْبَعِينَ عَامًا.* رواه البخاري Artinya: Dari Abdullah bin 'Amru (w. 63 H) radhiallahu 'anhuma dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: *Barang siapa yang membunuh kafir mu'ahad maka dia tidak akan mencium bau surga padahal sesungguhnya bau surga itu dapat dirasakan dari jarak empat puluh tahun perjalanan. HR. Bukhari (w. 256 H)  Istifadah Dalam Islam orang non-muslim disebut kafir karena hatinya tertutup, terambil dari kata derivasi kafara yang artinya gelap ataupun bisa juga diartikan tertutup. Namun hal ini bukan berarti semua orang non-muslim harus dimusuhi oleh orang muslim, justru sebaliknya muslim harus tetap menjaga hubungan baik dengan non-muslim selagi non-muslim tersebut tidak memerangi muslim. Dalam fiqh, kategori non-muslim itu terbagi menjadi tiga golongan: Kafir Harbi_ yaitu non-muslim yang memerangi kaum muslimin Kafir musta'ma_ adalah non-muslim yang tinggal di negara Islam untuk beberapa waktu, semisal untuk kepentingan jual beli, diplomatik belajar dan lain sebagainya. Kafir dzimmi adalah non-muslim yang tinggal dan menetap bersama dengan orang-orang muslim sebagai penduduk di suatu negara. Kategori ketiga ini juga disebut Mu'ahad Dari tiga kategori non-muslim diatas yang boleh diperangi hanya kategori kafir harbi saja, dengan syarat non-muslim itu memerangi orang muslim. Selebihnya tidak boleh (baca:haram) diperangi. Hadis diatas termasuk salah satu hadis yang menjelaskan pentingnya menjaga hubungan baik dengan non-muslim dari segi mu'amalat saja. Rabu, 09 Rabi'ul Akhir 1439 H/ 27 Desember 2017 M ​[Lembaga Kajian & Riset Rasionalika Darus-sunnaH]

One Day One Hadits #20 : Berdampingan Dengan Non-Muslim

Kajian Islam (Kalam Ulama). One Day One Hadits #20 : Berdampingan Dengan Non-Muslim بسم الله الرحمن الرحيم كتاب الجزية باب إثم من قتل معاهدا بغير جرم حَدَّثَنَا قَيْسُ بْنُ...