Home Kajian Islam One Day One Hadits

One Day One Hadits

Kajian Islam (Kalam Ulama). One Day One Hadits #6: Sedekah dari Harta Haram بسم الله الرحمن الرحيم كتاب الطهارة باب فرض الوضوء حَدَّثَنَا مُسْلِمُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ أَبِي الْمَلِيحِ عَنْ أَبِيهِ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا يَقْبَلُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ صَدَقَةً مِنْ غُلُولٍ وَلَا صَلَاةً بِغَيْرِ طُهُورٍ. رواه أبو داود Artinya: dari Abu Al Malih (W. 112 H) dari Ayahnya (Usamah bin 'Umair) dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Allah 'Azza wa Jalla tidak menerima sedekah dari harta ghulul (harta rampasan perang yang dicuri) dan juga tidak menerima shalat tanpa bersuci." H.R. Abu Daud (W. 275 H) Baca juga : One Day One Hadits #5: Larangan seorang waria (banci) memasuki rumah wanita Ajnabi Istifadah: Hadis ini dengan tegas menyatakan bahwa sedekah yang berasal dari harta ghulul tidak dapat diterima. Hal ini berlaku untuk semua jenis harta yang diperoleh dengan cara haram, seperti hasil mencuri, korupsi dan sebagainya. Banyak asumsi-asumsi keliru yang menganggap bahwa bersedekah dengan harta korupsi dapat menutup dosa korupsinya. Hal ini tentu keliru, sebab sedekahnya pun tidak dapat diterima. Sehingga, tidak dapat dibenarkan ketika seseorang melakukan tindak korupsi dengan niat harta hasil korupsinya akan digunakan untuk sedekah. Sabtu, 20 Rabi'ul Awal 1439 H/9 Desember 2017 M [Lembaga Kajian & Riset Rasionalika Darus-sunnah]

One Day One Hadits #6: Sedekah dari Harta Haram

Kajian Islam (Kalam Ulama). One Day One Hadits #6: Sedekah dari Harta Haram بسم الله الرحمن الرحيم كتاب الطهارة باب فرض الوضوء حَدَّثَنَا مُسْلِمُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ...
Kajian Islam (Kalam Ulama). One Day One Hadits #14 : Kemudahan Bersedekah بسم الله الرحمن الرحيم كِتَابُ الأَدَبِ  بَابُ كُلِّ مَعْرُوْفٍ صَدَقَةٌ حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ عِيَّاشٍ حَدَّثَنَا أَبُوْ غَسَّانٍ قَالَ : حَدَّثَنِي مُحَمَّدِ بْنُ المُنْكَدَرِ عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللّٰهِ رِضِيَ اللّٰهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : كُلُّ مَعْرُوْفٍ صَدَقَةٌ. رَوَاهُ البُخَارِي Artinya: Dari Jabir bin Abdullah radhiyallahu 'anhu (w. 78 H) berkata, bahwasanya Nabi SAW bersabda, *"Setiap kebaikan adalah sedekah."* H.R. Bukhari (w. 256 H) Baca Juga One Day One Hadits #13 : Menahan Amarah Istifadah: Hadis ini menunjukkan kemudahan bagi setiap insan untuk bersedekah. Jadi sedekah tidak hanya berupa uang saja. Ibnu Bathal rahimahullah (w. 499 H) menjelaskan bahwasannya setiap perbuatan atau perkataan baik yang dilakukan oleh seseorang terhitung sebagai sedekah Amalan baik yang dimaksud dijelaskan pada hadits riwayat Abu Musa al-Asy'ari r. a. (w. 44 H), diantaranya; bersedekah, bekerja secara sungguh-sungguh, dan membantu orang yang sedang berduka. Jika semua ini terasa sulit dilakukan, maka cukup dengan berkata baik, menyuruh kepada kebaikan, dan menahan diri dari kemaksiatan.  Islam telah memudahkan pemeluk-pemeluknya untuk bersedekah. Maka dari itu mari kita bersedekah dengan amalan baik masing-masing. Kamis, 3 Rabi'ul Akhir 1439 H/ 21 Desember 2017 M [Lembaga Kajian & Riset Rasionalika Darus-Sunnah]

One Day One Hadits #14 : Kemudahan Bersedekah

Kajian Islam (Kalam Ulama). One Day One Hadits #14 : Kemudahan Bersedekah بسم الله الرحمن الرحيم كِتَابُ الأَدَبِ  بَابُ كُلِّ مَعْرُوْفٍ صَدَقَةٌ حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ عِيَّاشٍ حَدَّثَنَا أَبُوْ غَسَّانٍ...
Kajian Islam (Kalam Ulama). One Day One Hadits #8: Keutamaan Seorang Wanita بسم الله الرحمن الرحيم كتاب النكاح باب أفضل النساء حَدَّثَنَا هِشَامُ بْنُ عَمَّارٍ حَدَّثَنَا عِيسَى بْنُ يُونُسَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ زِيَادِ بْنِ أَنْعُمَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ يَزِيدَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّمَا الدُّنْيَا مَتَاعٌ وَلَيْسَ مِنْ مَتَاعِ الدُّنْيَا شَيْءٌ أَفْضَلَ مِنْ الْمَرْأَةِ الصَّالِحَةِ. رواه ابن ماجه Artinya: Dari Abdullah bin Amr (w. 63 H) bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Dunia itu adalah hiasan, dan tidak ada hiasan dunia yang lebih indah selain wanita yang shalihah." H.R. Ibnu Majah(W.275 H) Baca juga : One Day One Hadits #7: Mempererat Ikatan Persaudaraan Istifadah : Hadis ini mengandung makna yang merupakan sebagian ajaran Islam dalam aspek pendidikan dalam menghargai derajat wanita di dunia. Wanita diumpamakan sebagai perhiasan dunia manakala ia dididik dengan pendidikan yang baik sehingga menjadi wanita yang shalihah, yakni shalih agama dan akalnya. Maka ia mampu menjaga akal dan keluarganya, teguh dan istiqamah dalam memegang ajaran Islam serta mengamalkannya dalam kehidupan. Dengan demikian maka wanita tersebut bermanfaat di dunia dan di akhirat kelak. Senin, 22 Rabi'ul Awal 1439 H/ 11 Desember 2017 M [Lembaga Kajian & Riset Rasionalika Darus-Sunnah]

One Day One Hadits #8: Keutamaan Seorang Wanita

Kajian Islam (Kalam Ulama). One Day One Hadits #8: Keutamaan Seorang Wanita بسم الله الرحمن الرحيم كتاب النكاح باب أفضل النساء حَدَّثَنَا هِشَامُ بْنُ عَمَّارٍ حَدَّثَنَا عِيسَى بْنُ يُونُسَ حَدَّثَنَا عَبْدُ...
Kajian Islam (Kalam Ulama). One Day One Hadits #10 : Menutup Mulut dengan Tangan Ketika Menguap بسم الله الرحمن الرحيم كتاب الأدب باب إذا تثاءب فليضع يده على فيه حَدَّثَنَا عَاصِمُ بْنُ عَلِيٍّ حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي ذِئْبٍ عَنْ سَعِيدٍ الْمَقْبُرِيِّ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْعُطَاسَ وَيَكْرَهُ التَّثَاؤُبَ فَإِذَا عَطَسَ أَحَدُكُمْ وَحَمِدَ اللَّهَ كَانَ حَقًّا عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ سَمِعَهُ أَنْ يَقُولَ لَهُ يَرْحَمُكَ اللَّهُ وَأَمَّا التَّثَاؤُبُ فَإِنَّمَا هُوَ مِنْ الشَّيْطَانِ فَإِذَا تَثَاءَبَ أَحَدُكُمْ فَلْيَرُدَّهُ مَا اسْتَطَاعَ فَإِنَّ أَحَدَكُمْ إِذَا تَثَاءَبَ ضَحِكَ مِنْهُ الشَّيْطَانُ. رواه البخاري Artinya: Dari Abu Hurairah (w. 57 H) dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam beliau bersabda: "Sesungguhnya Allah menyukai bersin dan membenci menguap, apabila salah seorang dari kalian bersin, lalu memuji Allah, maka kewajiban setiap muslim yang mendengarnya untuk mengucapkan; "Yarhamukallah (semoga Allah merahmatimu), sedangkan menguap datangnya dari setan, dan apabila salah seorang dari kalian menguap, hendaknya ia menahan semampunya, karena jika salah seorang menguap, maka Setan tertawa karenanya." H.R. Bukhari (w. 256 H) Baca Juga  Kajian al-Hikam (9) : Amal dan Buahnya Istifadah: Hadis ini menjelaskan bahwa Allah senang terhadap hamba yang memuji-Nya tatkala sedang bersin, kecuali dalam keadaan sakit. Sebaliknya, bagi seseorang yang hendak menguap diusahakan untuk menahannya. Karena, dalam keadaan tersebut Setan datang dan menertawakannya, ia senang melihat raut wajah seseorang yang menguap. Imam Nawawi mengatakan bahwa orang yang menguap dihampiri oleh Setan. Ia akan mengajak kepada perkara yang buruk, yakni membuat badan seorang hamba terasa berat, lemas dan seakan badannya terisi penuh. Bahkan dalam riwayat lain dikatakan bahwa ketika seseorang menguap, setan akan masuk ke aliran darah, namun dapat ditangkal dengan berdzikir. Ketika membaca Al-Quran, seorang hamba dianjurkan untuk menghentikan bacaannya tatkala menguap, dan menutup mulutnya, baik dengan alat atau tidak. Sedangkan dalam shalat terdapat pengecualian, karena menyebabkan adanya tambahan gerakan sholat. Jadi ia harus menahan dengan cara merapatkan gigi atau bibir. Tatkala seorang hamba sedang menguap, dianjurkan untuk tidak bersuara karena menyerupai anjing yang melolong. Anjing yang melolong pasti akan menghadap ke atas, membuka mulutnya dan bersuara. Hal tersebut perumpamaan bagi seseorang yang tidak tahu adab menguap yang benar. [Lembaga Kajian & Riset Rasionalika Darus-sunnah] Kamis, 25 Rabi'ul Awal 1439 H/14 Desember 2017 M

One Day One Hadits #10 : Menutup Mulut dengan Tangan Ketika Menguap

Kajian Islam (Kalam Ulama). One Day One Hadits #10 : Menutup Mulut dengan Tangan Ketika Menguap بسم الله الرحمن الرحيم كتاب الأدب باب إذا تثاءب فليضع يده على فيه حَدَّثَنَا...
Kajian Islam (Kalam Ulama). One Day One Hadits #12 : Mencintai Tanah Air بسم الله الرحمن الرحيم كتاب الحج باب المدينة تنفي الخبث حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ جَعْفَرٍ عَنْ حُمَيْدٍ عَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا قَدِمَ مِنْ سَفَرٍ فَنَظَرَ إِلَى جُدُرَاتِ الْمَدِينَةِ أَوْضَعَ رَاحِلَتَهُ وَإِنْ كَانَ عَلَى دَابَّةٍ حَرَّكَهَا مِنْ حُبِّهَا. رواه البخاري Artinya: Dari Anas radhiallahu 'anhu berkata; "Bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam apabila pulang dari bepergian dan melihat dataran tinggi kota Madinah, Beliau mempercepat jalan unta Beliau dan bila menunggang hewan lain Beliau memacunya karena kecintaannya (kepada Madinah)." H.R. Bukhari (W. 256 H) Istifadah : Mencintai tanah air merupakan tabiat dasar manusia dan juga dianjurkan oleh agama. Dalam konteks kita sebagai masyarakat Indonesia yang mayoritas Muslim, maka mencintai Indonesia yang penduduknya mayoritas Muslim adalah sebuah keniscayaan. Karena kita tidak akan bisa menjalankan Syari'at Islam secara baik tanpa adanya tanah air sebagai tempat berpijak dan bernaung. Dan kita bisa tenang dan aman melaksanakan Ibadah jika tanah air yang kita huni juga aman dan stabil. Sebaliknya jika tanah air kita dalam suasana kekacauan dan tidak stabil, maka pelaksaan Ibadah juga terganggu. Hal ini sebagaimana Kaidah Ushul Fiqh yang berbunyi sesuatu yang kewajiban tidak sempurna kecuali dengannya, maka ia adalah kewajiban juga. Dalam konteks ini, Kita tidak akan bisa melasanakan Ibadah dengan nyaman kecuali dengan aman dan tentramnya tanah air kita. Tanah air bisa aman jika kita membela dan menjaganya dengan baik. Dan menjaga tanah air tidak akan bisa kita lakukan jika kita tidak mencintainya. Kesimpulannya, maka mencintai tanah air, Indonesia (NKRI) adalah wajib. Inilah makna penting jargon dari KH. Hasyim Asy’ari Hubbul Wathon minal Iman (Cinta tanah air bagian dari Iman). Terkait mencintai tanah air, Imam Ibnu Hajar (w. 852 H) dalam Fathul Bari memberi komentar dan testimoni menarik atas hadis ini. Kata beliau, hadis ini menjelaskan keutamaan Madinah dan disyariatkaannya mencintai tanah air serta merindukannya. Selasa, 01 Rabi'ul Akhir 1439 H/ 19 Desember 2017 M [Lembaga Kajian & Riset Rasionalika Darus-Sunnah]

One Day One Hadits #13 : Menahan Amarah

Kajian Islam (Kalam Ulama). One Day One Hadits #13 : Menahan Amarah بسم الله الرحمن الرحيم كتاب الأدب باب كظم غيظا حدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا أَبُو...
Kajian Islam (Kalam Ulama). One Day One Hadits #21 : Bepergian adalah Sebagian dari Siksa بسم الله الرحمن الرحيم كتاب العمرة باب السفر قطعة من العذاب  حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مَسْلَمَةَ، حَدَّثَنَا مَالِكٌ، عَنْ سُمَيٍّ، عَنْ أَبِي صَالِحٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ: *«السَّفَرُ قِطْعَةٌ مِنَ العَذَابِ، يَمْنَعُ أَحَدَكُمْ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ وَنَوْمَهُ، فَإِذَا قَضَى نَهْمَتَهُ، فَلْيُعَجِّلْ إِلَى أَهْلِهِ»* (رواه البخاري)  Artinya: Dari Abu Hurairah (w. 59 H) radhiyallu 'anhu berkata: "Rasulullah SAW. bersabda: *“Bepergian itu bagian dari azab. Seseorang akan terhalang (terganggu) makan, minum, dan tidurnya. Maka, bila seseorang telah menunaikan maksud safarnya, hendaklah ia menyegerakan diri kembali kepada keluarganya.” H.R. Bukhari (w. 256 H) Baca Juga One Day One Hadits #20 : Berdampingan Dengan Non-Muslim Istifadah: Bagi sebagian orang, bepergian adalah satu aktivitas biasa. Bepergian dianggap sebagai bagian dari rutinitas dalam hidupnya. Imam Ibnu Hajar al Asqalani (w. 852 H) dalam kitab Fathul Bari menjelaskan bahwa Safar itu dikatakan bagian dari adab atau siksa dilihat dari dua sisi: Safar yang di dalamnya ada kesulitan. Kita akan sulit makan, sulit minum, tidur berbaring dan seterusnya. Kita akan meninggalkan orang-orang yang kita cintai. Maka Rasulullah SAW. memerintahkan kita agar segera kembali kepada keluarga kita setelah pulang dari bepergian dan hendaklah kita pasrahkan dan serahkan semua kepada Allah SWT. Kamis, 10 Rabi'ul Akhir 1439 H/ 28 Desember 2017 M [Lembaga Kajian dan Riset Rasionalika Darus-Sunnah]

One Day One Hadits #21 : Bepergian adalah Sebagian dari Siksa

Kajian Islam (Kalam Ulama). One Day One Hadits #21 : Bepergian adalah Sebagian dari Siksa بسم الله الرحمن الرحيم كتاب العمرة باب السفر قطعة من العذاب  حَدَّثَنَا عَبْدُ...
Kajian Islam (Kalam Ulama). One Day One Hadits #20 : Berdampingan Dengan Non-Muslim بسم الله الرحمن الرحيم كتاب الجزية باب إثم من قتل معاهدا بغير جرم حَدَّثَنَا قَيْسُ بْنُ حَفْصٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَاحِدِ حَدَّثَنَا الْحَسَنُ بْنُ عَمْرٍو حَدَّثَنَا مُجَاهِدٌ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ *مَنْ قَتَلَ مُعَاهَدًا لَمْ يَرِحْ رَائِحَةَ الْجَنَّةِ وَإِنَّ رِيحَهَا تُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ أَرْبَعِينَ عَامًا.* رواه البخاري Artinya:  Dari Abdullah bin 'Amru (w. 63 H) radhiallahu 'anhuma dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: *Barang siapa yang membunuh kafir mu'ahad maka dia tidak akan mencium bau surga padahal sesungguhnya bau surga itu dapat dirasakan dari jarak empat puluh tahun perjalanan. HR. Bukhari (w. 256 H)  Baca Juga : One Day One Hadits #19 : Membela Kaum Difabel Istifadah Dalam Islam orang non-muslim disebut kafir karena hatinya tertutup, terambil dari kata derivasi kafara yang artinya gelap ataupun bisa juga diartikan tertutup. Namun hal ini bukan berarti semua orang non-muslim harus dimusuhi oleh orang muslim, justru sebaliknya muslim harus tetap menjaga hubungan baik dengan non-muslim selagi non-muslim tersebut tidak memerangi muslim. Dalam fiqh, kategori non-muslim itu terbagi menjadi tiga golongan: Kafir Harbi_ yaitu non-muslim yang memerangi kaum muslimin Kafir musta'ma_ adalah non-muslim yang tinggal di negara Islam untuk beberapa waktu, semisal untuk kepentingan jual beli, diplomatik belajar dan lain sebagainya. Kafir dzimmi adalah non-muslim yang tinggal dan menetap bersama dengan orang-orang muslim sebagai penduduk di suatu negara. Kategori ketiga ini juga disebut Mu'ahad Dari tiga kategori non-muslim diatas yang boleh diperangi hanya kategori kafir harbi saja, dengan syarat non-muslim itu memerangi orang muslim. Selebihnya tidak boleh (baca:haram) diperangi. Hadis diatas termasuk salah satu hadis yang menjelaskan pentingnya menjaga hubungan baik dengan non-muslim dari segi mu'amalat saja. Rabu, 09 Rabi'ul Akhir 1439 H/ 27 Desember 2017 M ​[Lembaga Kajian & Riset Rasionalika Darus-sunnah]

One Day One Hadits #20 : Berdampingan Dengan Non Muslim

Kajian Islam (Kalam Ulama). One Day One Hadits #20 : Berdampingan Dengan Non-Muslim بسم الله الرحمن الرحيم كتاب الجزية باب إثم من قتل معاهدا بغير جرم حَدَّثَنَا قَيْسُ بْنُ...
Kajian Islam (Kalam Ulama). One Day One Hadits #15 : Berbakti Kepada Orang Tua بسم الله الرحمن الرحيم كتاب الأدب  باب من أحق الناس بحسن الصحبة حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا جَرِيرٌ عَنْ عُمَارَةَ بْنِ الْقَعْقَاعِ بْنِ شُبْرُمَةَ عَنْ أَبِي زُرْعَةَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ جَاءَ رَجُلٌ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَنْ أَحَقُّ النَّاسِ بِحُسْنِ صَحَابَتِي قَالَ أُمُّكَ قَالَ ثُمَّ مَنْ قَالَ ثُمَّ أُمُّكَ قَالَ ثُمَّ مَنْ قَالَ ثُمَّ أُمُّكَ قَالَ ثُمَّ مَنْ قَالَ ثُمَّ أَبُوكَ. رواه البخاري ‎ ‎ Artinya: Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu (w. 59 H) dia berkata; “Seorang laki-laki datang kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sambil berkata; “Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling berhak aku berbakti kepadanya?” Beliau menjawab: “Ibumu.” Dia bertanya lagi; “Kemudian siapa?” Beliau menjawab: “Ibumu.” Dia bertanya lagi; “Kemudian siapa lagi?” Beliau menjawab: “Ibumu.” Dia bertanya lagi; “Kemudian siapa?” Beliau menjawab: “Kemudian ayahmu.” (HR. Bukhari 256 H) Baca Juga One Day One Hadits #14 : Kemudahan Bersedekah Istifadah: Hadis diatas adalah hadis yang sering dibacakan dalam tema berbakti kepada kedua orang tua khususnya ibu , namun sering kali kita lupa betapa lelah dan letihnya orang tua dalam mengasuh, mendidik, membesarkan, mendengar, memahami, dan melakukan segala hal yang membuat anak merasa aman, bahagia dan tentram berada dalam lindungannya. Imam Al-Qurthubi menjelaskan bahwa, “Hadis tersebut menunjukkan bahwa kecintaan dan kasih sayang terhadap seorang ibu, harus tiga kali lipat besarnya dibandingkan terhadap seorang ayah. Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menyebutkan kata ibu sebanyak tiga kali, sementara kata ayah hanya satu kali. Bila hal itu sudah kita mengerti, realitas lain bisa menguatkan pengertian tersebut. Karena kesulitan dalam menghadapi masa hamil, kesulitan ketika melahirkan, dan kesulitan pada saat menyusui dan merawat anak, hanya dialami oleh seorang ibu. Ketiga bentuk kehormatan itu hanya dimiliki oleh seorang ibu, seorang ayah tidak memilikinya. (Lihat Tafsir Al-Qurthubi X : 239. al-Qadhi Iyadh menyatakan bahwa ibu memiliki keutamaan yang lebih besar dibandingkan ayah) Dalam surah Luqman ayat 14 disebutkan bahwa ibu mengalami tiga macam kepayahan, yang pertama adalah hamil, kemudian melahirkan dan selanjutnya menyusui. Karena itu kebaikan kepada ibu tiga kali lebih besar daripada kepada ayah. Namun demikian, bukan berarti islam membedakan rasa kasih dan sayang antara ibu dan ayah. Akan tetapi, ini menjadi sebuah peringatan kepada kita bahwa peran ibu dalam membawa dan menuntun kita kedunia ini adalah salah satu tanda kebesaran Allah yang maha Kuasa bahwa kita memiliki seorang malaikat pelindung dibumi yang senantiasa menjadi tempat kembali atas segala asa.  SELAMAT HARI IBU, semoga kita semua senantiasa dijadikan hamba yang selalu berbakti kepada orang tua. Aamiin. Jumat, 04 Rabi'ul Akhir 1439 H/ 22 Desember 2017 M [Lembaga Kajian & Riset Rasionalika Darus-Sunnah]

One Day One Hadits #15 : Berbakti Kepada Orang Tua

Kajian Islam (Kalam Ulama). One Day One Hadits #15 : Berbakti Kepada Orang Tua بسم الله الرحمن الرحيم كتاب الأدب  باب من أحق الناس بحسن الصحبة حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ...

One Day One Hadits #7: Mempererat Ikatan Persaudaraan

Kajian Islam (Kalam Ulama). One Day One Hadits #7: Mempererat Ikatan Persaudaraan بسم الله الرحمن الرحيم كتاب الأدب بَاب الْمُؤَاخَاةِ حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا اللَّيْثُ عَنْ عُقَيْلٍ عَنْ الزُّهْرِيِّ...
Kajian Islam (Kalam Ulama). One Day One Hadits #21 : Ancaman Bagi Para Koruptor بسم الله الرحمن الرحيم كتاب الإيمان باب استحقاق الوالي الغاش لرعيته النار حَدَّثَنَا شَيْبَانُ بْنُ فَرُّوخَ حَدَّثَنَا أَبُو الْأَشْهَبِ عَنْ الْحَسَنِ قَالَ عَادَ عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ زِيَادٍ مَعْقِلَ بْنَ يَسَارٍ الْمُزنِيَّ فِي مَرَضِهِ الَّذِي مَاتَ فِيهِ قَالَ مَعْقِلٌ إِنِّي مُحَدِّثُكَ حَدِيثًا سَمِعْتُهُ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَوْ عَلِمْتُ أَنَّ لِي حَيَاةً مَا حَدَّثْتُكَ إِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَا مِنْ عَبْدٍ يَسْتَرْعِيهِ اللَّهُ رَعِيَّةً يَمُوتُ يَوْمَ يَمُوتُ وَهُوَ غَاشٌّ لِرَعِيَّتِهِ إِلَّا حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ. رواه مسلم Artinya: Dari Hasan (w. 50 H) berkata: "Ubaidullah bin Ziyad mengunjungi Ma'qil bin Yasar al-Muzani yang sedang sakit dan menyebabkan kematiannya. Ma'qil lalu berkata, 'Sungguh, aku ingin menceritakan kepadamu sebuah hadits yang aku pernah mendengarnya dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, sekiranya aku mengetahui bahwa aku (masih) memiliki kehidupan, niscaya aku tidak akan menceritakannya. Sesunguhnya aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa yang diberi kepercayaan oleh Allah untuk memimpin rakyatnya lalu mati dalam keadaan menipu rakyat, niscaya Allah mengharamkan Surga atasnya". HR. Muslim (w. 261 H) Istifadah: Hadis ini menjelaskan ancaman bagi para pengemban amanat rakyat, sedangkan ia melakukan kecurangan dan penipuan terhadap rakyatnya entah dengan korupsi, nepotisme dan lain sebagainya. Maka diharamkan baginya masuk surga. Menurut Imam Nawawi (w. 767 H) kata _harrama Allah 'alaihi al-Jannah_ memiliki dua pengertian. 1. Mustahil bagi pemimpin yang curang tersebut masuk surga 2. Diharamkan baginya masuk surga bersama orang-orang yang beruntung. Oleh karenanya, menurut Imam Al-Qadhi 'Iyadh mengatakan bahwa hadis ini merupakan ancaman bagi orang yang diberikan amanat lantas ia mengkhianatinya dan Allah SWT. memberi peringatan bahwa penghianatan terhadap hak rakyat termasuk dosa besar yang menjauhkan pelakunya dari surga. [Lembaga Kajian dan Riset Rasionalika Darus-Sunnah] Rabu, 15 Robi'ul Akhir 1439 H/ 3 Januari 2018 M [artikel number=5 tag=”one-day-one-hadits” ]

One Day One Hadits #21 : Ancaman Bagi Para Koruptor

Kajian Islam (Kalam Ulama). One Day One Hadits #21 : Ancaman Bagi Para Koruptor بسم الله الرحمن الرحيم كتاب الإيمان باب استحقاق الوالي الغاش لرعيته النار حَدَّثَنَا شَيْبَانُ بْنُ فَرُّوخَ...