Home Kajian Islam One Day One Hadits

One Day One Hadits

Kajian Islam (Kalam Ulama). One Day One Hadits #18 : Mengucapkan Salam kepada Non Muslim بسم الله الرحمن الرحيم كتاب السلام بَاب النَّهْيُ عَنِ ابْتِدَاءِ أَهْلِ الْكِتَابِ بِالسَّلَامِ. حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ يَعْنِي الدَّرَاوَرْدِيَّ عَنْ سُهَيْلٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لا تَبْدَءُوا الْيَهُودَ وَلَا النَّصَارَى بِالسَّلَامِ فَإِذَا لَقِيتُمْ أَحَدَهُمْ فِي طَرِيقٍ فَاضْطَرُّوهُ إِلَى أَضْيَقِهِ. رواه مسلم Artinya :  Dari Abu Hurairah (w. 58 H) bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:  Janganlah kalian mendahului orang-orang Yahudi dan Nasrani dalam memberi salam. Apabila kalian berpapasan dengan salah seorang di antara mereka di jalan, maka desaklah dia ke jalan yang paling sempit. HR.Muslim (261 H) Istifadah : Hadis ini menjelaskan tentang larangan seorang muslim mengucapkan salam (kalimat "Assalaamu'alaikum") terlebih dahulu kepada non muslim. Karena sejatinya yang mendapat keselamatan hanyalah orang-orang islam. Akan tetapi mengucapkan salam di hadapan orang-orang banyak yang terdiri dari muslim dan non-muslim adalah boleh, sebagaimana yang pernah diperbuat Nabi saw. Dan bila hendak menjawab salam dari non-muslim, kita diajarkan untuk cukup dengan mengucapkan "wa'alaikum ‌Lalu maksud hadis "desaklah dia ke jalan yang paling sempit" adalah janganlah kalian menyingkir untuk memberikan mereka jalan yang luang dengan maksud untuk memuliakan mereka dan menghormati mereka. Jalanlah seperti biasanya.  Bukan maksud hadis disini adalah ketika orang muslim bertemu mereka di jalan yang luas lalu mendesak mereka ke tepi jalan sampai mereka merasa kesempitan. Karena perbuatan tersebut merupakan bentuk penganiayaan. Kita dilarang untuk menganiaya orang lain walaupun beda agama tanpa sebab tertentu. Karena Islam adalah agama damai yg tidak membenarkan tindak kekerasan dan kezaliman. Senin 07 Rabi'ul Akhir 1439 H/ 25 Desember 2017 M [Lembaga Kajian & Riset Rasionalika Darus-Sunnah]

One Day One Hadits #18 : Mengucapkan Salam kepada Non Muslim

Kajian Islam (Kalam Ulama). One Day One Hadits #18 : Mengucapkan Salam kepada Non Muslim بسم الله الرحمن الرحيم كتاب السلام بَاب النَّهْيُ عَنِ ابْتِدَاءِ أَهْلِ الْكِتَابِ بِالسَّلَامِ....
Kajian Islam (Kalam Ulama). One Day One Hadits #6: Sedekah dari Harta Haram بسم الله الرحمن الرحيم كتاب الطهارة باب فرض الوضوء حَدَّثَنَا مُسْلِمُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ أَبِي الْمَلِيحِ عَنْ أَبِيهِ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا يَقْبَلُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ صَدَقَةً مِنْ غُلُولٍ وَلَا صَلَاةً بِغَيْرِ طُهُورٍ. رواه أبو داود Artinya: dari Abu Al Malih (W. 112 H) dari Ayahnya (Usamah bin 'Umair) dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Allah 'Azza wa Jalla tidak menerima sedekah dari harta ghulul (harta rampasan perang yang dicuri) dan juga tidak menerima shalat tanpa bersuci." H.R. Abu Daud (W. 275 H) Baca juga : One Day One Hadits #5: Larangan seorang waria (banci) memasuki rumah wanita Ajnabi Istifadah: Hadis ini dengan tegas menyatakan bahwa sedekah yang berasal dari harta ghulul tidak dapat diterima. Hal ini berlaku untuk semua jenis harta yang diperoleh dengan cara haram, seperti hasil mencuri, korupsi dan sebagainya. Banyak asumsi-asumsi keliru yang menganggap bahwa bersedekah dengan harta korupsi dapat menutup dosa korupsinya. Hal ini tentu keliru, sebab sedekahnya pun tidak dapat diterima. Sehingga, tidak dapat dibenarkan ketika seseorang melakukan tindak korupsi dengan niat harta hasil korupsinya akan digunakan untuk sedekah. Sabtu, 20 Rabi'ul Awal 1439 H/9 Desember 2017 M [Lembaga Kajian & Riset Rasionalika Darus-sunnah]

One Day One Hadits #6: Sedekah dari Harta Haram

Kajian Islam (Kalam Ulama). One Day One Hadits #6: Sedekah dari Harta Haram بسم الله الرحمن الرحيم كتاب الطهارة باب فرض الوضوء حَدَّثَنَا مُسْلِمُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ...
Kajian Islam (Kalam Ulama). One Day One Hadits #12 : Mencintai Tanah Air بسم الله الرحمن الرحيم كتاب الحج باب المدينة تنفي الخبث حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ جَعْفَرٍ عَنْ حُمَيْدٍ عَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا قَدِمَ مِنْ سَفَرٍ فَنَظَرَ إِلَى جُدُرَاتِ الْمَدِينَةِ أَوْضَعَ رَاحِلَتَهُ وَإِنْ كَانَ عَلَى دَابَّةٍ حَرَّكَهَا مِنْ حُبِّهَا. رواه البخاري Artinya: Dari Anas radhiallahu 'anhu berkata; "Bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam apabila pulang dari bepergian dan melihat dataran tinggi kota Madinah, Beliau mempercepat jalan unta Beliau dan bila menunggang hewan lain Beliau memacunya karena kecintaannya (kepada Madinah)." H.R. Bukhari (W. 256 H) Istifadah : Mencintai tanah air merupakan tabiat dasar manusia dan juga dianjurkan oleh agama. Dalam konteks kita sebagai masyarakat Indonesia yang mayoritas Muslim, maka mencintai Indonesia yang penduduknya mayoritas Muslim adalah sebuah keniscayaan. Karena kita tidak akan bisa menjalankan Syari'at Islam secara baik tanpa adanya tanah air sebagai tempat berpijak dan bernaung. Dan kita bisa tenang dan aman melaksanakan Ibadah jika tanah air yang kita huni juga aman dan stabil. Sebaliknya jika tanah air kita dalam suasana kekacauan dan tidak stabil, maka pelaksaan Ibadah juga terganggu. Hal ini sebagaimana Kaidah Ushul Fiqh yang berbunyi sesuatu yang kewajiban tidak sempurna kecuali dengannya, maka ia adalah kewajiban juga. Dalam konteks ini, Kita tidak akan bisa melasanakan Ibadah dengan nyaman kecuali dengan aman dan tentramnya tanah air kita. Tanah air bisa aman jika kita membela dan menjaganya dengan baik. Dan menjaga tanah air tidak akan bisa kita lakukan jika kita tidak mencintainya. Kesimpulannya, maka mencintai tanah air, Indonesia (NKRI) adalah wajib. Inilah makna penting jargon dari KH. Hasyim Asy’ari Hubbul Wathon minal Iman (Cinta tanah air bagian dari Iman). Terkait mencintai tanah air, Imam Ibnu Hajar (w. 852 H) dalam Fathul Bari memberi komentar dan testimoni menarik atas hadis ini. Kata beliau, hadis ini menjelaskan keutamaan Madinah dan disyariatkaannya mencintai tanah air serta merindukannya. Selasa, 01 Rabi'ul Akhir 1439 H/ 19 Desember 2017 M [Lembaga Kajian & Riset Rasionalika Darus-Sunnah]

One Day One Hadits #13 : Menahan Amarah

Kajian Islam (Kalam Ulama). One Day One Hadits #13 : Menahan Amarah بسم الله الرحمن الرحيم كتاب الأدب باب كظم غيظا حدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا أَبُو...
Kajian Islam (Kalam Ulama). One Day One Hadits #11 : Sedekah Terbaik بسم الله الر1حمن الرحيم كتاب الأشربة باب شرب اللبن حَدَّثَنَا أَبُو الْيَمَانِ أَخْبَرَنَا شُعَيْبٌ حَدَّثَنَا أَبُو الزِّنَادِ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ "نِعْمَ الصَّدَقَةُ اللِّقْحَةُ الصَّفِيُّ مِنْحَةً وَالشَّاةُ الصَّفِيُّ مِنْحَةً تَغْدُو بِإِنَاءٍ وَتَرُوحُ بِآخَرَ" رواه البخاري Artinya: Dari Abu Hurairah ra. (w. 58 H) bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sebaik-baik sedekah adalah unta bunting yang banyak susunya dan kambing bunting yang banyak susunya , yaitu ketika pergi (penuh) dengan kantong susu dan ketika pulang membawa kantong susu yang lain." H.R. Bukhari (256 H) Baca Juga One Day One Hadits #10 : Menutup Mulut dengan Tangan Ketika Menguap Istifadah: Islam mengajarkan pemeluknya untuk saling berbagi dan membantu satu sama lain. Banyak syariat dalam interaksi sosial yang diberlakukan dari aspek moneter hingga peradilan bertujuan untuk menjaga hubungan baik antar individu. Begitu juga perihal kriteria pemberian yang paling dianjurkan tak luput dari sorotan Islam. Hadis ini menjelaskan bahwa sebaik-baiknya pemberian adalah unta atau kambing yang memiliki susu yang selalu penuh meskipun diperah setiap pagi dan sore. Hal ini, dalam konteks arab kala itu, merupakan salah satu barang berharga dimana sumber utama makanan mereka berasal dari ternak yang mereka gembala. Dalam konteks sekarang, pemberian yang terbaik tidak harus persis seperti hadis di atas melainkan sesuai dengan kebutuhan dan barang terbaik yang dimilikinya. Jumat, 26 Rabiul Awal 1439 H/15 Desember 2017 M ​[Lembaga Kajian & Riset Rasionalika Darus-sunnah]​

One Day One Hadits #11 : Sedekah Terbaik

Kajian Islam (Kalam Ulama). One Day One Hadits #11 : Sedekah Terbaik بسم الله الر1حمن الرحيم كتاب الأشربة باب شرب اللبن حَدَّثَنَا أَبُو الْيَمَانِ أَخْبَرَنَا شُعَيْبٌ حَدَّثَنَا أَبُو الزِّنَادِ عَنْ...
Kajian Islam (Kalam Ulama). One Day One Hadits #12 : Mencintai Tanah Air بسم الله الرحمن الرحيم كتاب الحج باب المدينة تنفي الخبث حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ جَعْفَرٍ عَنْ حُمَيْدٍ عَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا قَدِمَ مِنْ سَفَرٍ فَنَظَرَ إِلَى جُدُرَاتِ الْمَدِينَةِ أَوْضَعَ رَاحِلَتَهُ وَإِنْ كَانَ عَلَى دَابَّةٍ حَرَّكَهَا مِنْ حُبِّهَا. رواه البخاري Artinya: Dari Anas radhiallahu 'anhu berkata; "Bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam apabila pulang dari bepergian dan melihat dataran tinggi kota Madinah, Beliau mempercepat jalan unta Beliau dan bila menunggang hewan lain Beliau memacunya karena kecintaannya (kepada Madinah)." H.R. Bukhari (W. 256 H) Istifadah : Mencintai tanah air merupakan tabiat dasar manusia dan juga dianjurkan oleh agama. Dalam konteks kita sebagai masyarakat Indonesia yang mayoritas Muslim, maka mencintai Indonesia yang penduduknya mayoritas Muslim adalah sebuah keniscayaan. Karena kita tidak akan bisa menjalankan Syari'at Islam secara baik tanpa adanya tanah air sebagai tempat berpijak dan bernaung. Dan kita bisa tenang dan aman melaksanakan Ibadah jika tanah air yang kita huni juga aman dan stabil. Sebaliknya jika tanah air kita dalam suasana kekacauan dan tidak stabil, maka pelaksaan Ibadah juga terganggu. Hal ini sebagaimana Kaidah Ushul Fiqh yang berbunyi sesuatu yang kewajiban tidak sempurna kecuali dengannya, maka ia adalah kewajiban juga. Dalam konteks ini, Kita tidak akan bisa melasanakan Ibadah dengan nyaman kecuali dengan aman dan tentramnya tanah air kita. Tanah air bisa aman jika kita membela dan menjaganya dengan baik. Dan menjaga tanah air tidak akan bisa kita lakukan jika kita tidak mencintainya. Kesimpulannya, maka mencintai tanah air, Indonesia (NKRI) adalah wajib. Inilah makna penting jargon dari KH. Hasyim Asy’ari Hubbul Wathon minal Iman (Cinta tanah air bagian dari Iman). Terkait mencintai tanah air, Imam Ibnu Hajar (w. 852 H) dalam Fathul Bari memberi komentar dan testimoni menarik atas hadis ini. Kata beliau, hadis ini menjelaskan keutamaan Madinah dan disyariatkaannya mencintai tanah air serta merindukannya. Selasa, 01 Rabi'ul Akhir 1439 H/ 19 Desember 2017 M [Lembaga Kajian & Riset Rasionalika Darus-Sunnah]

One Day One Hadits #12 : Mencintai Tanah Air

Kajian Islam (Kalam Ulama). One Day One Hadits #12 : Mencintai Tanah Air بسم الله الرحمن الرحيم كتاب الحج باب المدينة تنفي الخبث حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ جَعْفَرٍ عَنْ...
Kajian Islam (Kalam Ulama). One Day One Hadits #5: Larangan seorang waria (banci) memasuki rumah wanita Ajnabi بسم الله الرحمن الرحيم   كتاب السلام باب منع المخنث من الدخول على النساء الأجانب حدثنا أَبُو بَكُرِ بنُ أَبِي شَيْبَةَ أخبرنا وَكِيعٌ عن هِشَامِ ابنِ عُرْوَةَ عنْ أَبِيهِ عنْ زَيْنَبَ بِنْتِ أُمّ سَلَمَةَ عنْ أُمّ سَلَمَةَ: أَنّ النبي صلى الله عليه وسلم دَخَلَ عَلَيْهَا وَعِنْدَهَا مُخَنّثٌ وَهُوَ يَقُولُ لِعَبْدِ الله أَخِيهَا: إِنْ يَفْتَحِ الله الطّائِفَ غَداً دَلَلْتُكَ عَلَى امْرَأَةٍ تُقْبِلُ بِأَرْبعٍ وَتُدْبِرُ بِثَمَانٍ، فقَالَ النبي ّصلى الله عليه وسلم "أَخْرِجُوهُمْ مِنْ بُيُوتِكُمْ". رواه مسلم Artinya: Dari Ummu Salamah (W. 61 H) : Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassallam masuk ke rumahku sementara di sisiku ada seorang waria. Aku mendengar waria itu berkata kepada Abdullah bin Abi Umayyah (saudara laki-laki Ummu Salamah, pen): “Wahai Abdullah! Jika besok Allah membukakan/ memenangkan Thaif untuk kalian, maka hendaklah engkau berupaya dengan sungguh-sungguh untuk mendapatkan putri Ghailan, karena dari bagian depannya terdapat empat lipatan dan sisi belakangnya terdapat delapan lipatan”. Ucapannya yang demikian didengar oleh Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassallam , maka beliau pun menetapkan:“Mereka (mukhannats) itu sama sekali tidak boleh masuk menemui kalian lagi.” (HR. Muslim W. 261 H) Baca juga : One Day One Hadits #4 : Pelit untuk Bershalawat Makna kalimat : “bagian depannya terdapat empat lipatan dan sisi belakangnya terdapat delapan lipatan” ini adalah penyifatan fisik wanita yang disukai pada saat itu yaitu lekukan itu sampai ke pinggangnya, pada masing-masing sisi (pinggang) empat sehingga dari belakang terlihat seperti delapan. Istifadah : Hadits ini menunjukkan bahwa waria yang dilarang untuk masuk ke tempat wanita ialah waria yang memiliki kecenderungan (bersyahwat) terhadap wanita, sebab ia bisa menceritakan keindahan tubuh wanita yang pernah dilihatnya kepada lelaki. Sehingga dikhawatirkan ia akan membongkar aurat wanita muslimah bila dibiarkan keluar masuk ke tempat mereka. Adapun waria (murni) yang sama sekali tidak bersyahwat terhadap wanita, tidak akan melakukan hal tersebut. Masalah ini tidak lepas dari dua kondisi: Pertama : Jika waria tersebut memiliki syahwat terhadap wanita, maka tidak ada perbedaan dalam hal ini bahwa ia diharamkan dan termasuk perbuatan fasik. Kedua : jika seorang waria (murni) yang tidak memiliki syahwat terhadap wanita, maka dalam hal ini terdapat dua pendapat: 1. Ulama Malikiyah, Hanabilah dan sebagian Hanafiyah memberi rukhsah (keringanan) baginya untuk berada di tengah kaum wanita dan memandang mereka. Dalilnya ialah firman Allah ketika menjelaskan siapa saja yang boleh melihat wanita, dan siapa saja kaum wanita yang boleh berhias di hadapannya, yaitu: أَوِ التَّابِعِينَ غَيْرِ أُولِي الِإرْبَةِ مِنَ الرِّجَالِ artinya: atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak bersyahwat (terhadap wanita) 2. Ulama Syafi’iyah dan mayoritas Hanafiyah, berpendapat bahwa waria meskipun tidak bersyahwat terhadap wanita, tetap tidak boleh memandang kepada wanita. Dalam hal ini ia tetap dihukumi sebagai lelaki normal. Jumat, 19 Rabi'ul Awwal 1439 H/8 Desember 2017 M [Lembaga Kajian & Riset Rasionalika Darus-sunnah]

One Day One Hadits #5: Larangan seorang waria (banci) memasuki rumah wanita Ajnabi

Kajian Islam (Kalam Ulama). One Day One Hadits #5: Larangan seorang waria (banci) memasuki rumah wanita Ajnabi بسم الله الرحمن الرحيم   كتاب السلام باب منع المخنث من الدخول على...
Kajian Islam (Kalam Ulama). One Day One Hadits #8: Keutamaan Seorang Wanita بسم الله الرحمن الرحيم كتاب النكاح باب أفضل النساء حَدَّثَنَا هِشَامُ بْنُ عَمَّارٍ حَدَّثَنَا عِيسَى بْنُ يُونُسَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ زِيَادِ بْنِ أَنْعُمَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ يَزِيدَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّمَا الدُّنْيَا مَتَاعٌ وَلَيْسَ مِنْ مَتَاعِ الدُّنْيَا شَيْءٌ أَفْضَلَ مِنْ الْمَرْأَةِ الصَّالِحَةِ. رواه ابن ماجه Artinya: Dari Abdullah bin Amr (w. 63 H) bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Dunia itu adalah hiasan, dan tidak ada hiasan dunia yang lebih indah selain wanita yang shalihah." H.R. Ibnu Majah(W.275 H) Baca juga : One Day One Hadits #7: Mempererat Ikatan Persaudaraan Istifadah : Hadis ini mengandung makna yang merupakan sebagian ajaran Islam dalam aspek pendidikan dalam menghargai derajat wanita di dunia. Wanita diumpamakan sebagai perhiasan dunia manakala ia dididik dengan pendidikan yang baik sehingga menjadi wanita yang shalihah, yakni shalih agama dan akalnya. Maka ia mampu menjaga akal dan keluarganya, teguh dan istiqamah dalam memegang ajaran Islam serta mengamalkannya dalam kehidupan. Dengan demikian maka wanita tersebut bermanfaat di dunia dan di akhirat kelak. Senin, 22 Rabi'ul Awal 1439 H/ 11 Desember 2017 M [Lembaga Kajian & Riset Rasionalika Darus-Sunnah]

One Day One Hadits #8: Keutamaan Seorang Wanita

Kajian Islam (Kalam Ulama). One Day One Hadits #8: Keutamaan Seorang Wanita بسم الله الرحمن الرحيم كتاب النكاح باب أفضل النساء حَدَّثَنَا هِشَامُ بْنُ عَمَّارٍ حَدَّثَنَا عِيسَى بْنُ يُونُسَ حَدَّثَنَا عَبْدُ...
Kajian Islam (Kalam Ulama). One Day One Hadits #10 : Menutup Mulut dengan Tangan Ketika Menguap بسم الله الرحمن الرحيم كتاب الأدب باب إذا تثاءب فليضع يده على فيه حَدَّثَنَا عَاصِمُ بْنُ عَلِيٍّ حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي ذِئْبٍ عَنْ سَعِيدٍ الْمَقْبُرِيِّ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْعُطَاسَ وَيَكْرَهُ التَّثَاؤُبَ فَإِذَا عَطَسَ أَحَدُكُمْ وَحَمِدَ اللَّهَ كَانَ حَقًّا عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ سَمِعَهُ أَنْ يَقُولَ لَهُ يَرْحَمُكَ اللَّهُ وَأَمَّا التَّثَاؤُبُ فَإِنَّمَا هُوَ مِنْ الشَّيْطَانِ فَإِذَا تَثَاءَبَ أَحَدُكُمْ فَلْيَرُدَّهُ مَا اسْتَطَاعَ فَإِنَّ أَحَدَكُمْ إِذَا تَثَاءَبَ ضَحِكَ مِنْهُ الشَّيْطَانُ. رواه البخاري Artinya: Dari Abu Hurairah (w. 57 H) dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam beliau bersabda: "Sesungguhnya Allah menyukai bersin dan membenci menguap, apabila salah seorang dari kalian bersin, lalu memuji Allah, maka kewajiban setiap muslim yang mendengarnya untuk mengucapkan; "Yarhamukallah (semoga Allah merahmatimu), sedangkan menguap datangnya dari setan, dan apabila salah seorang dari kalian menguap, hendaknya ia menahan semampunya, karena jika salah seorang menguap, maka Setan tertawa karenanya." H.R. Bukhari (w. 256 H) Baca Juga  Kajian al-Hikam (9) : Amal dan Buahnya Istifadah: Hadis ini menjelaskan bahwa Allah senang terhadap hamba yang memuji-Nya tatkala sedang bersin, kecuali dalam keadaan sakit. Sebaliknya, bagi seseorang yang hendak menguap diusahakan untuk menahannya. Karena, dalam keadaan tersebut Setan datang dan menertawakannya, ia senang melihat raut wajah seseorang yang menguap. Imam Nawawi mengatakan bahwa orang yang menguap dihampiri oleh Setan. Ia akan mengajak kepada perkara yang buruk, yakni membuat badan seorang hamba terasa berat, lemas dan seakan badannya terisi penuh. Bahkan dalam riwayat lain dikatakan bahwa ketika seseorang menguap, setan akan masuk ke aliran darah, namun dapat ditangkal dengan berdzikir. Ketika membaca Al-Quran, seorang hamba dianjurkan untuk menghentikan bacaannya tatkala menguap, dan menutup mulutnya, baik dengan alat atau tidak. Sedangkan dalam shalat terdapat pengecualian, karena menyebabkan adanya tambahan gerakan sholat. Jadi ia harus menahan dengan cara merapatkan gigi atau bibir. Tatkala seorang hamba sedang menguap, dianjurkan untuk tidak bersuara karena menyerupai anjing yang melolong. Anjing yang melolong pasti akan menghadap ke atas, membuka mulutnya dan bersuara. Hal tersebut perumpamaan bagi seseorang yang tidak tahu adab menguap yang benar. [Lembaga Kajian & Riset Rasionalika Darus-sunnah] Kamis, 25 Rabi'ul Awal 1439 H/14 Desember 2017 M

One Day One Hadits #10 : Menutup Mulut dengan Tangan Ketika Menguap

Kajian Islam (Kalam Ulama). One Day One Hadits #10 : Menutup Mulut dengan Tangan Ketika Menguap بسم الله الرحمن الرحيم كتاب الأدب باب إذا تثاءب فليضع يده على فيه حَدَّثَنَا...
Kajian Islam Maulid Nabi (Kalam Ulama). One Day One Hadits 1# : Mensyukuri Kelahiran Rasulullah بسم الله الرحمن الرحيم كتاب الصوم باب صوم يوم عاشوراء وحَدَّثَنِي زُهَيْرُ بنُ حَرْبٍ: حَدَّثَنَا عَبْدُالرَّحْمَنِ بنُ مَهْدِيٍّ: حَدَّثَنَا مَهْدِيُّ بنُ مَيْمُونٍ، عَنْ غَيْلاَنَ، عَنْ عَبْدِاللَّهِ بنِ مَعْبَدٍ الزِّمَّانِيِّ، عَنْ أَبِي قَتَادَةَ الْأَنْصَارِيِّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ: أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سُئِلَ عَنْ صَوْمِ الِاثْنَيْنِ؟ فَقَالَ: فِيهِ وُلِدْتُ وَفِيهِ أُنْزِلَ عَلَيَّ. رواه مسلم Artinya : Dari Abu Qatadah Al-anshari ra. (W. 54 H), bahwa Rasulullah Saw. pernah ditanya tentang puasa hari senin. Beliau menjawab: “Itu adalah hari aku dilahirkan dan hari diturunkan kepadaku (wahyu).” H.R Muslim (W. 261 H) Istifadah : Dalam lika-liku kehidupan, kita tentu pernah mengalami suatu kejadian atau moment tertentu yang sulit untuk dilupakan dan membuat kita ingin mengenangnya. Jika hal tersebut adalah moment yang baik, Maka kita bersyukur kepada Allah Swt. Begitupun dengan Rasulullah Saw. Beliau melakukan puasa setiap hari Senin. Karena pada hari senin ada tiga moment yang terjadi: hari kelahirannya, hari wahyu diturunkan dan hari beliau diutus menjadi Rasul (dalam riwayat lain). Alasan lain kenapa Rasul berpuasa pada hari senin, karena dalam hadis riwayat Tirmidzi dijelaskan bahwa berbagai amalan dihadapkan kepada Allah pada hari senin dan kamis. (Baca Juga : Bahagia Atas Kelahiran Sang Nabi Muhammad SAW) Bulan ini adalah moment kelahiran Rasulullah Saw. Kehadiran Rasulullah Saw. di tengah dunia adalah rahmat bagi semesta. Sebagai rahmat, Allah Swt. memerintahkan kita untuk senang dan bergembira dengan rahmat-Nya. Maka dari itu mari kita ikut bergembira dan bersyukur kepada Allah Swt. atas kelahiran Nabi kita. Mudah-mudahan kita mendapat Syafa'atnya di akhirat kelak. Jum'at, 12 Rabi'ul Awal 1439 H/ 1 Desember 2017 M [Lembaga Kajian dan Riset Rasionalika Darus-Sunnah]

One Day One Hadits 1# : Mensyukuri Kelahiran Rasulullah

Kajian Islam Maulid Nabi (Kalam Ulama). One Day One Hadits 1# : Mensyukuri Kelahiran Rasulullah بسم الله الرحمن الرحيم كتاب الصوم باب صوم يوم عاشوراء وحَدَّثَنِي زُهَيْرُ بنُ حَرْبٍ: حَدَّثَنَا...
Kajian Islam (Kalam Ulama). One Day One Hadits #21 : Bepergian adalah Sebagian dari Siksa بسم الله الرحمن الرحيم كتاب العمرة باب السفر قطعة من العذاب  حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مَسْلَمَةَ، حَدَّثَنَا مَالِكٌ، عَنْ سُمَيٍّ، عَنْ أَبِي صَالِحٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ: *«السَّفَرُ قِطْعَةٌ مِنَ العَذَابِ، يَمْنَعُ أَحَدَكُمْ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ وَنَوْمَهُ، فَإِذَا قَضَى نَهْمَتَهُ، فَلْيُعَجِّلْ إِلَى أَهْلِهِ»* (رواه البخاري)  Artinya: Dari Abu Hurairah (w. 59 H) radhiyallu 'anhu berkata: "Rasulullah SAW. bersabda: *“Bepergian itu bagian dari azab. Seseorang akan terhalang (terganggu) makan, minum, dan tidurnya. Maka, bila seseorang telah menunaikan maksud safarnya, hendaklah ia menyegerakan diri kembali kepada keluarganya.” H.R. Bukhari (w. 256 H) Baca Juga One Day One Hadits #20 : Berdampingan Dengan Non-Muslim Istifadah: Bagi sebagian orang, bepergian adalah satu aktivitas biasa. Bepergian dianggap sebagai bagian dari rutinitas dalam hidupnya. Imam Ibnu Hajar al Asqalani (w. 852 H) dalam kitab Fathul Bari menjelaskan bahwa Safar itu dikatakan bagian dari adab atau siksa dilihat dari dua sisi: Safar yang di dalamnya ada kesulitan. Kita akan sulit makan, sulit minum, tidur berbaring dan seterusnya. Kita akan meninggalkan orang-orang yang kita cintai. Maka Rasulullah SAW. memerintahkan kita agar segera kembali kepada keluarga kita setelah pulang dari bepergian dan hendaklah kita pasrahkan dan serahkan semua kepada Allah SWT. Kamis, 10 Rabi'ul Akhir 1439 H/ 28 Desember 2017 M [Lembaga Kajian dan Riset Rasionalika Darus-Sunnah]

One Day One Hadits #21 : Bepergian adalah Sebagian dari Siksa

Kajian Islam (Kalam Ulama). One Day One Hadits #21 : Bepergian adalah Sebagian dari Siksa بسم الله الرحمن الرحيم كتاب العمرة باب السفر قطعة من العذاب  حَدَّثَنَا عَبْدُ...