Home Kajian Islam

Kajian Islam

Kajian Islam (Kalam Ulama). Beliau seorang Nabi yang diciptakan dan telah menjadi Nabi sebelum Nabi yang pertama: عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ شَقِيقٍ ، عَنْ رَجُلٍ قَالَ : قُلْتُ : يَا رَسُولَ اللهِ ، مَتَى جُعِلْتَ نَبِيًّا ؟ قَالَ : وَآدَمُ بَيْنَ الرُّوحِ وَالْجَسَدِ (رواه أحمد) Sahabat bertanya: “Wahai Rasul, sejak kapan Engkau menjadi Nabi?” Nabi menjawab: “Aku telah menjadi Nabi sementara Adam ada diantara ruh dan jasad” (HR Ahmad, para ulama menilai sahih). (Baca Juga Kenapa Engkau Tidak Mengenalku Wahai Rasulullah?) " كُنْتُ أَوَّل النَّبِيِّيْنً فِي الْخَلْقِ وَآخِرَهُمْ فِي الْبَعْثِ " ابن أبي حاتم في تفسيره وأبو نعيم في الدلائل من حديث أبي هريرة رضي الله عنه Hadis: “Aku adalah Nabi yang pertama diciptakan dan yang terakhir diutus” (HR Abu Nuaim, dinilai dhaif) Bagaimana Kepribadian Nabi Muhammad shalla Allahu alaihi wa sallama? Allah menjelaskan kepribadian Nabi-Nya yang mulia dengan sebaris ayat: لَقَدْ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مِنْ أَنْفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُمْ بِالْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ [التوبة/128] “Sesungguhnya telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mu'min.” (At-Taubah: 128) Berikut bukti penderitaan kita yang menjadi beban bagi Rasulullah, dan beliau teramat sayang pada umatnya: عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ قَالَ قَالَ لِى النَّبِىُّ - صلى الله عليه وسلم - « اقْرَأْ عَلَىَّ » . قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ آقْرَأُ عَلَيْكَ وَعَلَيْكَ أُنْزِلَ قَالَ « نَعَمْ » . فَقَرَأْتُ سُورَةَ النِّسَاءِ حَتَّى أَتَيْتُ إِلَى هَذِهِ الآيَةِ ( فَكَيْفَ إِذَا جِئْنَا مِنْ كُلِّ أُمَّةٍ بِشَهِيدٍ وَجِئْنَا بِكَ عَلَى هَؤُلاَءِ شَهِيدًا ) قَالَ « حَسْبُكَ الآنَ » . فَالْتَفَتُّ إِلَيْهِ فَإِذَا عَيْنَاهُ تَذْرِفَانِ (رواه البخارى) Rasulullah berkata kepada Ibnu Mas’ud: “Bacalah al-Quran untukku”. Aku berkata: “Apakah aku akan membacakan Quran kepadamu, padahal Quran diwahyukan kepadamu?” Nabi menjawab: “Ya”. aku baca al-Nisa hingga aku sampai ayat 41, Nabi berkata “Cukup”. Aku melihat Kedua mata Nabi menangis” (HR al-Bukhari) Inilah ayat yang menjadikan Rasulullah menangis saat dibacakan oleh Ibnu Mas’ud: ( فَكَيْفَ إِذَا جِئْنَا مِنْ كُلِّ أُمَّةٍ بِشَهِيدٍ وَجِئْنَا بِكَ عَلَى هَؤُلاَءِ شَهِيدًا ) “Maka bagaimanakah apabila Kami mendatang-kan seseorang saksi (rasul) dari tiap-tiap umat dan Kami mendatang-kan kamu (Muhammad) sebagai saksi atas mereka itu (sebagai umatmu). (al-Nisa: 41) Syekh Fuad Abd Baqi, pensyarah Sahih Bukhari berkata: وبكاؤه صلى الله عليه و سلم إشفاق على المقصرين من أمته لما تضمنته الآية من هول الموقف Nabi menangis karena kasihan terhadap umatnya yang berbuat dosa karena beratnya perjalanan di akhirat

Siapa Sosok yang Kita Peringati Kelahirannya (Maulid Nabi)?

Kajian Islam Maulid Nabi (Kalam Ulama). Beliau seorang Nabi yang diciptakan dan telah menjadi Nabi sebelum Nabi yang pertama: عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ شَقِيقٍ ، عَنْ رَجُلٍ...
surat dan ayat

Keutamaan Surat-Surat Dan Ayat-Ayat Tertentu Dalam Al-Qur’an

kalamulama.com -Ada beberapa surat dan ayat-ayat yang sangat dianjurkan untuk dijalani yaitu surat dan ayat-ayat yang telah diterangkan oleh berbagai riwayat hadits akan keutamaannya,...
Kajian Islam (Kalam Ulama). Siapakah lelaki beruntung dan lelaki malang ? Tentunya di dunia ini semua bisa terjadi. Manusia hanya bisa berusaha semampunya sedangkan hasil adalah takdir dari Allah. Tapi bukan berararti manusia tidak mau berusaha, itu salah besar. Karena Allah telah memerintahkan kita untuk berusaha sehingga berusaha itu hukumnya wajib. Banyak orang yang usahanya sudah maksimal tapi tetap saja gagal, itu artinya Allah belum menakdirkan orang tersebut untuk berhasil. Adapula orang yang usahanya biasa saja namun malah orang tersebut berhasil, itu artinya Allah menakdirkan orang itu untuk berhasil. Kaidah ini hendaknya diterapkan dalam menjalani hidup ini, sehingga kita tidak akan terjermus di jurang kekecewaan akibat usaha kita yang belum membuahkan hasil. Dapat disimpulkan usaha itu wajib dan hasil itu takdir, keduanya bukanlah hubungan sebab akibat. Tetapi keduanya adalah suatu hal yang berbeda. Usaha adalah ciptaan Allah, begitu juga dengan takdir. Keduanya sama-sama makhluk Allah sehingga usaha tidak bisa menentukan hasil. Karena makhluk tidak bisa menentukan berhasilnya makhluk. Hanya Khaliq yang bisa menentukan berhasilnya makhluk. Begitulah yang diajarkan oleh faham Ahlussunnah wal jam’ah. Pada kesempatan ini kita akan membahas siapakah lelaki yang beruntung dan lelaki yang bernasib malang. Sebagian dari keberuntungan kaum adam yaitu mempunyai istri sholehah, anak-anaknya baik, saudara-saudaranya orang-orang sholeh, rizkinya berada di daerahnya yang di daerah itu terdapat keluarganya, lingkungannya baik, dan kendaraannya nyaman. Seperti diungkapkan oleh Umar bin Mun’im saliim dalam kitab “al-Adab as-Syar’iyyah” juz 3 halaman 435 :  روي عن علي بن أبي طالب رضي الله عنه ومنهم من يرفعه أنه قال من سعادة المرء أن تكون زوجته صالحة, وأولاده أبرارا, وإخوانه صالحين ورزقه في بلده الذي فيه أهله . “Diriwayatkan dari Ali bin Abi Tholib RA : Sebagian dari sahabat menghubungkan kepada sumbernya  sesungguhnya dia berkata : Sebagian dari keberuntungan seseorang adalah istrinya sholehah, anak-anaknya baik, saudara-saudaranya sholeh, dan rizkinya berada di suatu daerah yang daerah itu terdapat keluarganya.” Sedangkan dalam kitab “Asyratun an-Nisa” karya imam Nasa’i juz 1 halaman 198 : عن سعد بن أبي وقاص رفعه من سعادة المرء المرأة الصا لحة والمسكن الصالح والمركب الهنيء “Dari Sa’ad bin Abi Waqosh menghubungkan kepada sumbernya : Sebagian dari keberuntungan seseorang yaitu istrinya sholehah, lingkungannya baik, dan kendarannya nyaman,” Tentunya kalau ada lelaki yang beruntung ada pula lelaki yang malang. Lelaki yang malang (tidak beruntung) yaitu istrinya buruk (tidak sholehah), lingkungannya buruk, dan kendaraannya buruk pula. Seperti dalam kitab “Asyratun an-Nisa” karya imam Nasa’i juz 1 halaman 198 : عن سعد بن أبي وقاص رفعه من شقاوة المرء المرأة السوء والمسكن السوء والمركب السوء أخرجه أحمد. “Dari Sa’ad bin Abi Waqosh menghubungkan kepada sumbernya : Sebagian dari kemalangan seseorang yaitu istrinya buruk, lingkungannya buruk, dan kendarannya buruk pula,” HR. Imam Ahmad.

Lelaki Beruntung dan Lelaki Malang

Kajian Islam (Kalam Ulama). Siapakah lelaki beruntung dan lelaki malang ? Tentunya di dunia ini semua bisa terjadi. Manusia hanya bisa berusaha semampunya sedangkan hasil...
 Kalamulama.com Kajian Maulid Diba' #05 "Yub'atsu min Tihamah"    اللهم صل وسلم وبارك عليه   Ya Allah tetapkanlah limpahan rahmat dan salam serta keberkahan kepadanya (Nabi Muhammad)    يُبْعَثُ مِنْ تِهَامَةَ بَيْنَ يَدَيِ الْقِيَامَةِ. فِيْ ظَهْرِهٖ عَلاَمَةٌ تُظِلُّهُ الْغَمَامَةُ تُطِيْعُهُ السَّحَآئِبُ. فَجْرِيُّ الْجَبِيْنِ لَيْلِيُّ الذَّوَآئِبِ. أَلْفِـيُّ الْأَنْفِ مِيْمِـيُّ الْفَمِ نُوْنِيُّ الْحَاجِبِ. سَمْعُهٗ يَسْمَعُ صَرِيْرَ الْقَلَمِ بَصَرُهٗ اِلٰى السَّبْعِ الطِّبَاقِ ثَاقِبٌ. قَدَمَاهٗ قَبَّلَهُمَا الْبَعِيْرُ فَأَزَالاَمَا اشْتَكَاهُ مِنَ الْمِحَنِ وَالنَّوَآئِبِ. اٰمَنَ بِهِ الضَّبُّ وَسَلَّمَتْ عَلَيْهِ الْأَشْجَارُ وَخَاطَبَتْهُ الْأَحْجَارُ وَحَنَّ إِلَيْهِ الْجِذْعُ حَنِيْنَ حَزِيْنٍ نَادِبٍ. يَدَاهُ تَظْهَرُ بَرَكَتُهُمَا فِي الْمَطَاعِمِ وَالْمَشَارِبِ. قَلْبُهٗ لاَيَغْفُلُ وَلاَ يَنَامُ وَلٰكِنْ لِلْخِدْمَةِ عَلىٰ الدَّوَامِ مُرَاقِبٌ. إِنْ أُوْذِيَ يَعْفُ وَلاَيُعَاقِبُ. وَإِنْ خُوْصِمَ يَصْمُتْ وَلاَيُجَاوِبُ. أَرْفَعُهٗ إِلىٰ أَشْرَفِ الْمَرَاتِبِ. فِي رَكْبَةٍ لاَتَنْبَغِـيْ قَبْلَهٗ وَلاَبَعْدَهٗ لِرَاكِبٍ. فِيْ مَوْكِبٍ مِنَ الْمَلَآئِكَةِ يَفُوْقُ عَلىٰ سَآئِرِ الْمَوَاكِبِ. فَإِذَا ارْتَقىٰ عَلىٰ الْكَوْنَيْنِ وَانْفَصَلَ عَنِ الْعَالَمَيْن وَوَصَلَ إِلىٰ قَابِ قَوْسَيْنِ كُنْتُ لَهٗ اَنَا النَّدِيْمَ وَالْمُخَاطِبَ ِ   Nabi SAW diutus oleh Allah di negeri Tihamah (Makkah) diantara saat menjelang datang hari kiamat. Pada punggungnya ada tanda  kenabian. Apabila berjalan, awan senantiasa melindunginya dan perintahnya dipatuhi oleh awan. Dahinya bercahaya cemerlang, rambutnya bagaikan malam gelap gulita atau hitam pekat. Bagaikan huruf alif bentuk mancung hidungnya, bagaikan huruf mim bulat mulutnya, bagaikan huruf nun lengkung alisnya. Pendengarannya dapat mendengar geritan qolam (di Lauhil Mahfuzh), penglihatannya sampai ke langit tujuh. Kedua telapak kakinya dicium unta, maka lenyaplah rasa sakit serta bala’ musibah yang diderita oleh unta itu. Binatang biawak dan lainnya beriman kepadanya dan bersalam kepadanya pepohonan, berbicara dengannya batu-batuan, batang kurma meratap kepadanya bagaikan rintihan kesedihan seorang pecinta. Kedua tangannya menatap menampakkan berkahnya pada makanan dan minuman. Hatinya tidak lalai dan tidak pula tidur, tetapi senantiasa mengabdi dan ingat kepada Alloh. Bila disakiti, beliau mengampuni dan tidak membalas dendam, Bila dihina, beliau hanya diam dan tidak menjawab, Allah mengangkatnya ke martabat yang lebih mulia atau tinggi, Dengan kendaraan yang tak pernah dipakai oleh siapapun, sebelum dan sesudahnya. Pada golongan malaikat, ketinggian derajatnya melebihi yang lain. Maka ketika Nabi naik melalui dua alam dan berpisah dari dua alam, sampailah ke tempat ketinggian yang bagaikan jarak dua busur panah, maka Aku-lah yang menghibur dan berbicara kepadanya.   اللهم صل وسلم وبارك عليه Ya Alloh tetapkanlah limpahan rahmat dan salam serta keberkahan kepadanya (Nabi Muhammad)    Baca Sebelumnya Kajian Maulid Diba' #04: "Qiila Huwa Adam" ========================   Keterangan : Dalam kitab KITAB AS SYAMAIL MUHAMMADIYAH IMAM TURMUDZI dijelaskan tentang ciri-ciri fisik Rosululloh SAW. Beberapa diantaranya adalah sebagai berikut: 1). Bentuk Tubuh Rasulullah.  «كان رسول الله صلى الله عليه وسلم ليس بالطويل البائن، ولا بالقصير، ولا بالأبيض الأمهق، ولا بالآدم ولا بالجعد القطط ولا بالسبط، بعثه الله تعالى على رأس أربعين سنة، فأقام بمكة عشر سنين، وبالمدينة عشر سنين، وتوفاه الله تعالى على رأس ستين سنة، وليس في رأسه ولحيته عشرون شعرة بيضاء».  "Rasulullah SAW bukanlah orang yang berperawakan terlalu tinggi, namun tidak pula pendek. Kulitnya tidak putih bule juga tidak sawo matang. Rambutnya ikal, tidak terlalu keriting dan tidak pula lurus kaku. Beliau diangkat Allah (menjadi rasul) dalam usia empat puluh tahun. Beliau tinggal di Makkah (sebagai Rasul) sepuluh tahun dan di madinah sepuluh tahun. Beliau pulang ke Rahmatullah dalam usia permulaan enam puluh tahun. Pada kepala dan janggutnya tidak terdapat sampai dua puluh lembar rambut yang telah berwarna putih. "(diriwayatkan oleh Abu Raja' Qutaibah bin Sa'id, dari Malik bin Anas, dari Rabi'ah bin Abi `Abdurrahman yang bersumber dari Anas bin Malik r.a)  «ما رأيت من ذي لمة في حلة حمراء أحسن من رسول الله، له شعر يضرب منكبيه، بعيد ما بين المنكبين، لم يكنبالقصير ولا بالطويل». "Aku tak pernah melihat orang yang berambut panjang terurus rapi, dengan mengenakan pakaian merah, yang lebih tampan dari Rosululloh SAW. Rambutnya mencapai kedua bahunya. Kedua bahunya bidang. Beliau bukanlah seorang yang berperawakan pendek dan tidak pula terlampau tinggi." (diriwayatkan oleh Mahmud bin Ghailan, dari Waki',dari Sufyan, Dari Abi Ishaq, yang bersumber dari al Bara bin `Azib r.a).  «لم يكن رسول الله بالطويل الممغط، ولا بالقصير المتردد، وكان ربعة من القوم، لم يكن بالجعد القطط، ولا بالسبط، كان جعدا رجلا، ولم يكن بالمطهم ولا بالمكلثم، وكان في وجهه تدوير أبيض مشرب، أدعج العينين، أهدب الأشفار، جليل المشاش والكتد، أجرد ذومسربة، شثن الكفين والقدمين، إذا مشى تقلع كأنما ينحط في صبب، وإذا التفت التفت معا، بين كتفيه خاتم النبوة، وهو خاتم النبيين، أجود الناس صدرا، وأصدق الناس لهجة، وألينهم عريكة، وأكرمهم عشرة، من رآه بديهة هابه، ومن خالطه معرفة أحبه، يقول ناعته: لم أر قبله ولا بعده مثله صلى الله عليه وسلم»  "Rasulullah SAW tidak berperawakan terlalu tinggi dan tidak pula terlalu pendek. Beliau berperawakan sedang diantara kaumnya. Rambut tidak keriting bergulung dan tidak pula lurus kaku, melainkan ikal bergelombang. Badannya tidak gemuk, dagunya tidak lancip dan wajahnya agak bundar. Kulitnya putih kemerah-merahan. Matanya hitam pekat dan bulu matanya lentik. Bahunya bidang. Beliau memiliki bulu lebat yang memanjang dari dada sampai ke pusat. Tapak tangan dan kakinya terasa tebal. Bila Beliau berjalan, berjalan dengan tegap seakan-akan Beliau turun ke tempat yang rendah. Bila Beliau berpaling maka seluruh badannya ikut berpaling. Diantara kedua bahunya terdapat Khotamun Nubuwah, yaitu tanda kenabian. Beliau memiliki hati yang paling pemurah diantara manusia. Ucapannya merupakan perkataan yang paling benar diantara semua orang. Perangainya amat lembut dan beliau paling ramah dalam pergaulan.  Barangsiapa melihatnya, pastilah akan menaruh hormat padanya. Dan barangsiapa pernah berkumpul dengannya kemudian kenal dengannya tentulah ia akan mencintainya. Orang yang menceritakan sifatnya, pastilah akan berkata: "Belum pernah aku melihat sebelum dan sesudahnya orang yang seistimewa Beliau SAW". (Diriwayatkan oleh Ahmad bin `Ubadah ad Dlabi al Bashri, juga diriwayatkan oleh `Ali bin Hujr dan Abu Ja'far bin Muhammad bin al Husein, dari `Isa bin Yunus, dari `Umar bin `Abdullah, dari Ibrahim bin Muhammad, dari salah seorang putera `Ali bin Abi Thalib k.w. yang bersumber dari `Ali bin Abi Thalib k.w.). «عرض علي الأنبياء، فإذا موسى عليه السلام ضرب من الرجال، كأنه من رجال شنوءة، ورأيت عيسى ابن مريم عليه السلام، فإذا أقرب من رأيت به شبها عروة بن مسعود، ورأيت إبراهيم عليه السلام، فإذا أقرب من رأيت به شبها صاحبكم، يعني نفسه، ورأيت جبريل عليه السلام فإذا أقرب من رأيت به شبها دحية». "Telah diperlihatkan kepadaku para Nabi. Adapun Nabi Musa a.s. bagaikan seorang laki laki dari suku Syanu'ah*. Kulihat pula Nabi `Isa bin Maryam a.s. ternyata orang yang pernah kulihat mirip kepadanya adalah `Urwah bin Mas'ud**, Kulihat pula Nabi Ibranim a.s. ternyata orang yang mirip kepadanya adalah kawan kalian ini (yaitu Nabi SAW sendiri). Kulihat jibril ternyata orang yang pernah kulihat mirip kepadanya adalah Dihyah***." *) Suku Syanu'ah terdapat di Yaman perawakan mereka sedang.  **) Urwah bin Mas'ud al-Tsaqofi adalah sahabat Rosululloh SAW, ia memeluk islam pada tahun 9 H.  ***) Dihyah adalah seorang sahabat Rasulullah SAW yang mengikuti jihad fi sabilillah setelah perang Badar. Ia pun merupakan salah seorang pengikut Bai'atur Ridhwan yang bersejarah. (Diriwayatkan oleh Qutaibah bin Sa'ad dari Laits bin Sa'id, dari Abi Zubair yang bersumber dari Jabir bin `Abdullah r.a.). «كان رسول الله صلى الله عليه وسلم أفلج الثنيتين، إذا تكلم رئي كالنور يخرج من بين ثناياه». "Rasulullah mempunyai gigi seri yang renggang. Bila Beliau berbicara terlihat seperti ada cahaya yang memancar keluar antara kedua gigi serinya itu." (Diriwayatkan oleh `Abdullah bin `Abdurrahman, dari Ibrahim bin Mundzir al Hizami, dari`Abdul `Aziz bin Tsabit az Zuhri, dari Ismail bin Ibrahim, dari Musa bin `Uqbah, dari Kuraib yang bersumber dari Ibnu `Abbas r.a.).   2). Bentuk Khotam (tanda atau cap) Nubuwwah «رأيت الخاتم بين كتفي رسول الله صلى الله عليه وسلم غدة حمراء مثل بيضة الحمامة». "Aku pernah melihat khotam (kenabian) Ia terletak antara kedua bahu Rasulullah SAW. Bentuknya seperti sepotong daging berwarna merah sebesar telur burung dara." (Diriwayatkan oleh Sa'id bin Ya'qub at Thalaqani dari Ayub bin Jabir, dari Simak bin Harb yang bersumber dari Jabir bin Samurah r.a.). كان علي، إذا وصف رسول الله صلى الله عليه وسلم- فذكر الحديث بطوله- وقال: «بين كتفيه خاتم النبوة، وهو خاتم النبيين». "Ketika `Ali k.w. menceritakan sifat Rasulullah SAW. Maka ia akan bercerita panjang lebar dan ia akan berkata: `Diantara kedua bahunya terdapat Khotam kenabian, yaitu khotam para Nabi”. (Diriwayatkan oleh Ahmad bin `Ubadah ad Dlabi `Ali bin Hujr dan lainnya, yang mereka terima dari Isa bin Yunus dari `Umar bin `Abdullah, dari `Ibrahim bin Muhammad yang bersumber dari salah seorang putera `Ali bin Abi Thalib k.w.). قال لي رسول الله صلى الله عليه وسلم: «يا أبا زيد، ادن مني فامسح ظهري»، فمسحت ظهره، فوقعت أصابعي على الخاتم قلت: وما الخاتم؟ قال: «شعرات مجتمعات». Dalam suatu riwayat, Alba' bin Ahmar al Yasykuri mengadakan dialog dengan Abu Zaid Amr bin Akhthab al Anshari r.a. sbb: "Abu Zaid berkata: Rasulullah SAW bersabda kepadaku: Wahai Abu Zaid mendekatlah kepadaku dan usaplah punggungku'. Maka punggungnya kuusap, dan terasa jari jemariku menyentuh Khotam. Aku (alba' bin Ahmar al Yasykuri) bertanya kepada Abu Zaid: Apakah Khotam itu?' Abu Zaid menjawab: kumpulan bulu-bulu.  (Diriwayatkan oleh Muhammad bin Basyar, dari Abu `Ashim dari `Uzrah bin Tsabit yang bersumber dari Alba'bin Ahmar al Yasykuri).   3). Rambut Rasulullah  عَنْ أنَسِ بْنِ مَالِكٍ، قَالَ: كَانَ شَعَرُ رَسُولِ اللهِ صلى الله عليه وسلم إِلَى نِصْفِ أُذُنَيْهِ. "Rambut Rasulullah SAW mencapai pertengahan kedua telinganya." (Diriwayatkan oleh `Ali bin Hujr, dari Ismail bin Ibrahim, dari Humaid yang bersumber dari Anas bin Malik r.a.). عَنِ الْبَرَاءِ بْنِ عَازِبٍ، قَالَ: كَانَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم مَرْبُوعًا، بَعِيدَ مَا بَيْنَ الْمِنْكَبَيْنِ، وَكَانَتْ جُمَّتُهُ تَضْرِبُ شَحْمَةَ أُذُنَيْهِ. "Rasulullah SAW adalah seorang yang berbadan sedang, kedua bahunya bidang, sedangkan rambutnya menyentuh kedua daun telinganya." (Diriwayatkan oleh Ahmad bin Mani', dari Abu Qathan, dari Syu'bah dari Abi Ishaq yang bersumber dari al Bara' bin Azib r.a.). عَنْ قَتَادَةَ، قَالَ: قُلْتُ لأَنَسٍ: كَيْفَ كَانَ شَعَرُ رَسُولِ اللهِ صلى الله عليه وسلم؟ قَالَ: لَمْ يَكُنْ بِالْجَعْدِ، وَلا بِالسَّبْطِ، كَانَ يَبْلُغُ شَعَرُهُ شَحْمَةَ أُذُنَيْهِ. "Rambut Rasulullah SAW tidak terlampau keriting, tidak pula lurus kaku, rambutnya mencapai kedua daun telingannya. "(Diriwayatkan oleh Muhammad bin Basyar, dari Wahab bin Jarir bin Hazim, dari Hazim yang bersumber dari Qatadah). 4). Cara Berjalan Rasulullah عن أبي هريرة قال: «ولا رأيت شيئا أحسن من رسول الله صلى الله عليه وسلم كأن الشمس تجري في وجهه، وما رأيت أحدا أسرع في مشيته من رسول الله صلى الله عليه وسلم كأنما الأرض تطوى له إنا لنجهد أنفسنا وإنه لغير مكترث».  "Tiada satupun kulihat lebih indah daripada Rosululloh SAW, seolah-olah mentari beredar di wajahnya. Juga tiada seorangpun yang kulihat lebih cepat jalannya daripada Rosululloh SAW, seolah-olah bumi ini dilipat-lipat untuknya. Sungguh, kami harus bersusah-payah melakukan hal itu, sedangkan Rasulullah SAW tidak mempehatikan". (Diriwayatkan oleh Qutaibah bin Sa'id, dari Ibnu Luhai'fah, dari Abi Yunus, yang bersumber dari Abu Hurairah r.a.).  عن علي بن أبي طالب قال: «كان النبي صلى الله عليه وسلم إذا مشى تكفأ تكفؤا كأنما ينحط من صبب» "Bila Nabi SAW berjalan, maka ia berjalan dengan merunduk seakan-akan jalanan menurun".   (Diriwayatkan oleh Shufyan bin Waki', dari ayahnya, dari al Masudi, dari Utsman bin Muslim bin Hurmuz, dari Nafi' bin Jubair bin Muth'im, yang bersumber dari Ali bin Abi Thalib k.w.).   5). Cara Makan Rasulullah  عن أبيه، «أن النبي صلى الله عليه وسلم كان يلعق أصابعه ثلاثا» "Sesungguhnya Nabi SAW menjilati jari jemarinya (sehabis makan) tiga kali". (Diriwayatkan oleh Muhammad bin Basyar, dari Abdurrahman bin Mahdi, dari Sufyan, dari Sa'id bin Ibrahim dari salah seorang anak Ka'ab bin Malik, yang bersumber dari bapaknya).  عن أنس قال: «كان النبي صلى الله عليه وسلم إذا أكل طعاما لعق أصابعه الثلاث». ."Bila Nabi SAW selesai makan, beliau menjilati jari jemarinya yang tiga*". (Diriwayatkan oleh al Hasan bin Ali al Khilali, dari Affan, dari Hammad bin Salamah, dari Tsabit, yang bersumber dari Anas r.a.) *)Yang dimaksud jari yang tiga ,yakni jari tengah, jari telunjuk, dan ibu jari.   6). Lauk Pauk yang Dimakan Rasulullah  عن عائشة، أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: «نعم الإدام الخل» قال عبد الله بن عبد الرحمن، في حديثه: «نعم الإدام أو الأدم الخل». "Sesungguhnya Rasulullah bersabda: "Saus yang paling enak adalah cuka". Abdullah bin Abdurrahman berkata "Saus yang paling enak adalah cuka”.  (Diriwayatkan oleh Muhammad bin Shal bin Askar dan Abdullah bin Abdurrahman,keduanya menerima dari Yahya bin Hasan, dari Sulaiman bin Hilal, Hisyam bin Urwah, dari bapaknya yang bersumber dari Aisyah r.a.)  عن أبي أسيد قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: «كلوا الزيت وادهنوا به؛ فإنه من شجرة مباركة».  Rasulullah SAW bersabda: "Makanlah minyak zaitun dan berminyaklah dengannya. Sesungguhnya ia berasal dari pohon yang diberkahi". (Diriwayatkan oleh Mahmud bin Ghailan, daari Abu Ahmad az Zubair, dan diriwayatkanpula oleh Abu Nu'aim, keduanya menerima dari Sufyan, dari Abdullah bin Isa, dari seorang laki-laki ahli Syam yang bernama Atha' yang bersumber dari Abi Usaid r.a.).  عن أنس بن مالك قال: «كان النبي صلى الله عليه وسلم يعجبه الدباء فأتي بطعام، أو دعي له فجعلت أتتبعه فأضعه بين يديه لما أعلم أنه يحبه».  "Nabi SAW menggemari buah labu. Maka (pada suatu hari) beliau diberi makanan itu atau diundang untuk makan makanan itu (labu). Aku pun mengikutinya, maka makanan itu (labu) kuletakkan dihadapannya, karena aku tahu beliau menggemarinya. (Diriwayatkan oleh Muhammad bin Basyar, dari Muhammad bin Ja'far dan diriwayatkan pula oleh Abdurrahman bin Mahdi, keduanya menerima dari Syu'bah dari Qatadah yang bersumber dari Anas bin Malik r.a.).  عن عائشة قالت: «كان النبي صلى الله عليه وسلم يحب الحلواء والعسل» "Nabi SAW menyenangi kue-kue manis (manisan) dan madu". (Diriwayatkan oleh Ahmad bin Ibrahim ad Daruqi, juga diriwayatkan oleh Salamah bin Syabib dan diriwayatkan pula oleh Mahmud bin Ghailan, mereka menerimanya dari AbuUsamah, dari Hisyam bin Urwah yang bersumber dari `Aisyah r.a.).  عن أبي هريرة قال: «أتي النبي صلى الله عليه وسلم بلحم فرفع إليه الذراع وكانت تعجبه فنهس منها».  "Nabi SAW diberi makan daging, maka diambilkan baginya bagian dzir'an* Bagian dzir'an kesukaannya. Maka Rosululloh SAW Mencicipi sebagian daripadanya" (Diriwayatkan oleh Washil bin Abdul A'la, dari Muhammad bin Fudlail, dari Abi Hayyan at Taimi, dari Abi Zar'ah, yang bersumber dari Abu Hurairah r.a.).  *)Dzir'an adalah bagian tubuh binatang dari dengkul sampai bagian kaki.  سمعت عبد الله بن جعفر يقول: سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول: «إن أطيب اللحم لحم الظهر».  "Daging yang paling baik adalah punggung".  (Diriwayatkan oleh Mahmud bin Ghailan, dari Abu Ahmad, dari Mis'ar, dari Syaikhan, dari Fahm,* yang bersumber dari Abdullah bin Ja'far r.a.).   7). Buah-Buahan yang Dimakan Rasulullah  عن عبد الله قال: «كان النبي صلى الله عليه وسلم يأكل القثاء بالرطب». "Nabi SAW memakan qitsa* dengan kurma (yang baru masak)".  (Diriwayatkan oleh Isma'il bin Musa al Farazi, dari Ibrahim bin Sa'id, dari ayahnya yang bersumber dari Abdullah bin Ja'far r.a.).  *) Qitsa adalah sejenis buah-buahan yang mirip mentimun tetapi ukurannya lebih besar (Hirbis).   عن عائشة: «أن النبي صلى الله عليه وسلم كان يأكل البطيخ بالرطب». "Sesungguhnya Nabi SAW memakan semangka dengan kurma (yang baru masak)”.  (Diriwayatkan oleh Ubadah bin Abdullah al Khaza'i al Bashri, dari Mu'awiyah bin Hisyam, dari Sufyan, dari Hisyam bin Urwah, dari bapaknya, yang bersumber dari Aisyah r.a.).   8). Minuman Rasulullah  عن عائشة، قالت: «كان أحب الشراب إلى رسول الله صلى الله عليه وسلم الحلو البارد». "Minuman yang paling disukai Rosululloh SAW adalah minuman manis yang dingin".   (Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Umar, dari Sufyan, dari Ma'mar, dari Zuhairi, dari Urwah, yang bersumber dari Aisyah r.a.).   9). Cara Minum Rasululah  عن ابن عباس: «أن النبي صلى الله عليه وسلم شرب من زمزم وهو قائم». "Sesungguhnya Rasulullah SAW minum air zamzam sambil berdiri".  (Diriwayatkan oleh Ahmad bin Mani', dari Husyaim, dari Ashim al-Ahwal dan sebagainya, dari Sya'bi, yang bersumber dari Ibnu Abbas r.a.).  عن جده قال: «رأيت رسول الله صلى الله عليه وسلم يشرب قائما وقاعدا». "aku melihat Rasulullah SAW minum dengan berdiri dan duduk". (Diriwayatkan oleh qutaibah dari muhammad bin jakfar dari husain dari ma'mar dari ayahnya dari kakeknya).  عن أنس بن مالك، أن النبي صلى الله عليه وسلم: كان يتنفس في الإناء ثلاثا إذا شرب، ويقول: «هو أمرأ وأروى». "Sesungguhnya Rasulullah SAW menarik nafas tiga kali pada bejana bila Beliau minum. Beliau bersabda: "Cara seperti ini lebih menyenangkan dan menimbulkan kepuasan".  (Diriwayatkan oleh Qutaibah bin Sa'id, dan diriwayatkan pula oleh Yusuf bin Hammad, keduanya menerima dari Abdul Warits bin Sa'id, dari Abi Ashim, yang bersumber dari Anas bin Malik r.a.). Disarikan oleh Ahmad Ulul Azmi   Baca Selanjutnya Kajian Maulid Diba' #06 "Tsumma Arudduhu minal Arsy & Sholatullahi Malahat Kawakib"      

Yub’atsu min Tihamah – Kajian Maulid Diba’ (05)

 Kalamulama.com Kajian Maulid Diba' #05 "Yub'atsu min Tihamah"  اللهم صل وسلم وبارك عليه Ya Allah tetapkanlah limpahan rahmat dan salam serta keberkahan kepadanya (Nabi Muhammad)    يُبْعَثُ مِنْ تِهَامَةَ...

Kajian Mausu’ah Ahsanil Kalam #7 : Hukum Merokok

Awal mula rokok di kenal oleh Negara-Negara Islam itu bermula dari Amerika, yang kemudian menyebar ke benua Eropa pada abad ke-16 M. Sejak saat...
Kajian Islam (Kalam Ulama). Siapakah Perempuan Terbaik itu ? Allah meciptakan sesuatu di dunia ini berpasang-pasangan. Bagitu pula Allah menciptakan manusia berpasang-pasang seperti firman Allah : وَاللَّهُ خَلَقَكُمْ مِنْ تُرَابٍ ثُمَّ مِنْ نُطْفَةٍ ثُمَّ جَعَلَكُمْ أَزْوَاجًا وَمَا تَحْمِلُ مِنْ أُنْثَى وَلا تَضَعُ إِلا بِعِلْمِهِ وَمَا يُعَمَّرُ مِنْ مُعَمَّرٍ وَلا يُنْقَصُ مِنْ عُمُرِهِ إِلا فِي كِتَابٍ إِنَّ ذَلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرٌ “Dan Allah menciptakan kamu dari tanah kemudian dari air mani, kemudian Dia menjadikan kamu berpasangan (laki-laki dan perempuan). Dan tidak ada seorang perempuanpun mengandung dan tidak (pula) melahirkan melainkan dengan sepengetahuan-Nya. Dan sekali-kali tidak dipanjangkan umur seorang yang berumur panjang dan tidak pula dikurangi umurnya, melainkan (sudah ditetapkan) dalam Kitab (Lauhmahfuz). Sesungguhnya yang demikian itu bagi Allah adalah mudah.” Qs. Fathiir Ayat 11. (Baca Juga : Perempuan Sholehah Melahirkan Anak Sholeh dan Sholehah) Perempuan di dunia ini sangat beragam, ada yang baik adapula yang buruk. Untuk mengetahui perempuan yang terbaik mari kita simak penjelasan dibawah ini, Perempuan terbaik yaitu perempuan yang membahagiakanmu ketika kamu melihatnya, menaatimu ketika kamu memerintahnya dan menjaga rahasiamu di dalam apa-apa yang wajib dijaganya pada dirinya sendiri dan pada hartamu. Seperti dalam kitab “Faidhlu al-Qadir syarh Jami’ Shoghir” karya Zainuddin Muhammad yang dipanggil Abdurrouf bin Tajul’arifiin bin Ali al-Manawi juz 3 halaman 642 : خير النساء من تسرك إذا أبصرت) أي نظرت إليها (وتعطيك إذا أمرت) ها بشيئ (وتحفظ غيبتك) فيما يجب حفظه(في نفسها ومالك ) ومن فاز بهذه فقد وقع على أعظم متاع الدنيا. وعنها قال في التنزيل : (قانتات حافظة للغيب) “Sebaik-baiknya perempuan yaitu dia yang membahagiakanmu ketika kamu melihat (melihatnya), menaatimu ketika kamu perintah (nya sesuatu), menjaga rahasiamu (apa-apa yang wajib dijaga) dalam dirinya dan hartamu (Barang siapa beruntung dengan perempuan ini maka sungguh mendapat seagung-agungnya perhiasan dunia). Dan darinya Allah berfirman dalam al-Quran : wanita taat (mentaati Allah) memelihara diri di balik belakang (memenuhi hak-hak suami, tentunya dengan mendahulukan hak-hak Allah kemudian memenuhi hak-hak suami). Nabi Dawud AS berkata : perumpamaan perempuan sholehah bagi suaminya itu seperti mahkota berlapis emas setiap kali suami melihatnya maka suaminya bahagia karenanya. Sedangakan perempuan yang buruk diibartkan bagaikan orang tua renta yang memikul beban berat. Oleh : Ustadz Hamzah Alfarisi

Siapakah Perempuan Terbaik ?

Kajian Islam (Kalam Ulama). Siapakah Perempuan Terbaik itu ? Allah meciptakan sesuatu di dunia ini berpasang-pasangan. Bagitu pula Allah menciptakan manusia berpasang-pasang seperti firman...
Kalam Ulama - Tata Cara Sholat Rabu Wekasan adalah:  Niat shalatnya adalah shalat sunnah mutlak 4 raka'at, atau bisa dengan niat shalat Li daf'il bala' 4 raka'at satu kali salam boleh, tanpa tahiyyatul awwal, dua kali salam juga boleh, bacaan yang biasa diniatkan ketika pelaksanaan shalat di Ma'had Malang berikut ini : أُصَلِّى سُنَّةً لِدَفْعِ اْلبَلاَء أْرْبَعَ رَكَعَاتٍ إِمَاًمًا \مَأْمُوْمًا لِلّٰهِ تَعَالَى أَللهُ أَكْبَرْ "Aku niat shalat sunnah sebanyak empat raka'at agar dijauhkan dari malapetaka karena Allah Ta’ala." Setelah selesai membaca al-Fatihah pada tiap-tiap rakaat membaca surat al-Kautsar 17 kali, surat al-Ikhlas 5 kali dan surat al-Mu’awwidzatain 1 kali. Lalu membaca doa shalat sunnah Rebo Wekasan sebagai berikut: أَللَّهُمَّ يَا شَدِيْدَ اْلقَوِىِّ وَيَاشَدِيْدَ اْلمِحَالِ يَا عَزِيْزُ ذَلَّلْتَ بِعِزَّتِكَ جَمِيْعَ خَلْقِكَ إِكْفِنِىْ مِنْ جَمِيْعِ خَلْقِكَ يَامُحْسِنُ يَا مُجَمِّلُ يَا مُتَفَضِّلُ يَا مُنْعِمُ يَا مُكْرِمُ يَا مَنْ لاَإِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ أَللَّهُمَّ بَسِّرْ اْلحَسَنَ وَأَخِيْهِ وَجَدِّهِ وَأَبِيْهِ إِكْفِنِىْ شَرَّ هَذَا اْليَوْمِ وَمَا يَنْزِلُ فِيْهِ يَا كَافِيَ الْمُهِمَّاتِ يَا دَافِعَ اْلبَلِيَاتِ فَسَيَكْفِيْكَهُمُ اللهُ وَهُوَ السَّمِيْعُ اْلعَلِيْمُ وَحَسْبُنَا اللهُ وَنِعْمَ اْلوَكِيْلُ وَلاَحَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلَّابِاللهِ اْلعَلِيِّ اْلعَظِيْمِ اَللَّهُمَّ إِعْصِمْنَا مِنْ جَهْدِ اْلبَلاَءِ وَدَرْكِ الشَّقَاءِ وَسُوْءِ اْلقَضَاءِ وَشَمَاتَةِ اْلأَعْدَاءِ وَمَوْتِ اْلفُجْأَةِ وَمِنْ شَرِّ السَّامِ وَالْبَرْسَامِ وَالْحُمَى وَاْلبَرَصِ وَاْلجُذَامِ وَاْلأَسْقَامِ وَمِنْ جَمِيْعِ اْلأَمْرَاضِ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ وَصَلَّى اللهُ عَلَى َسِّيدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمْ . Menurut sebagian ulama' Al Arif Billah: "Bala' atau malapetaka yang ditakdirkan oleh Allah Swt akan terjadi selama satu tahun itu semuanya diturunkan dari Lauhul Mahfudz ke langit dunia pada malam atau hari Rabu terakhir bulan Shafar. Maka barangsiapa yang bersedia menulis 7 ayat di bawah ini kemudian dilebur dengan air lalu diminum, maka orang tersebut akan dijauhkan dari malapetaka. Ayatnya adalah sebagai berikut: سَلَامٌ قَوْلًا مِنْ رَبٍّ رَحِيمٍ , سَلَامٌ عَلَى نُوحٍ فِي الْعَالَمِينَ , سَلَامٌ عَلَى إِبْرَاهِيمَ , سَلَامٌ عَلَى مُوسَى وَهَارُونَ سَلَامٌ عَلَى إِلْ يَاسِينَ , سَلَامٌ عَلَيْكُمْ طِبْتُمْ فَادْخُلُوهَا خَالِدِينَ , سَلَامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ Semoga kita semuanya di jaga di lindungi dan dihindarkan oleh Allah SWT dari berbagai macam musibah dan bencana aamiin aamiin aamiin ya rabbal aalamiin bisirri asrari Al Fatihah... Wallahu 'A'lamu bis shawaab. (Baca Juga : HADITS SHAHIH ANJURAN SHOLAT RABU WEKASAN (SHOLAT LIDAF'IL BALA' ATAU SHOLAT TOLAK BALA')

Tata Cara Pelaksanaan Sholat Rabu Wekasan (Rebo Wekasan)

Kalam Ulama - Tata Cara Sholat Rabu Wekasan adalah:  Niat shalatnya adalah shalat sunnah mutlak 4 raka'at, atau bisa dengan niat shalat Li daf'il...

Kajian Qurratul ‘Uyun #04 “Rukun Nikah”

Pada pembahasan sebelumnya, telah diterangkan mengenai hukum-hukum pernikahan (baca di sini) sesuai dengan kondisi yang dialami. Pada postingan kali ini, kami mencoba menjelaskan tentang...

Kajian Maulid Diba’ #21 : Falamma Roathu Halimah

اللهم صل وسلم وبارك عليه Ya Alloh tetapkanlah limpahan rahmat dan salam serta keberkahan kepadanya (Nabi Muhammad) فَلَمَّا رَأَتْهُ حَلِيْمَةُ سَالِمًا مِنَ الْأَهْوَالِ Maka ketika Halimah...
Manfaat Memakai Atau Menggunakan Warna Hijau. Warna Hijau Adalah Perlindungan Surgawi, Perlindungan dari Langit. Ada malaikat khusus

Manfaat Memakai Atau Menggunakan Warna Hijau

kalamulama.com- Manfaat Memakai Atau Menggunakan Warna Hijau. Warna Hijau Adalah Perlindungan Surgawi, Perlindungan dari Langit. Ada malaikat khusus yang turun dari Surga, yang melindungi...