Home Kajian Islam

Kajian Islam

Kucing di tempat shalat

Kucing Di Tempat Shalat

kalamulama.com -Pertama adalah penjelasan terkait kucing. ﻭَﻋَﻦْ ﺃَﺑِﻲ ﻗَﺘَﺎﺩَﺓَ - ﺭﺿﻲ اﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ - ﺃَﻥَّ ﺭَﺳُﻮﻝَ اﻟﻠَّﻪِ - ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ - ﻗَﺎﻝَ ﻓِﻲ...

Kajian I’anatun Nisa’ #02: Pengertian dan Dasar Haid

Haid dalam segi bahasa artinya mengalir. Dalam kitab Fathul Qorib halaman 10 dijelaskan bahwa haid adalah darah yang keluar dari seorang wanita pada usia haid, yaitu...
Kajian Kifayatul Atqiya’ #02: Keutamaan Menulis Sholawat Oleh : Ahmad Hanafi Sebuah kebiasaan para santri saat mempunyai kitab baru adalah menulisi bagian depannya dengan kalimat المستحق هذا الكتاب Lalu dilanjutkan dengan menulis sholawat yang panjang. Ditulis dengan sebagus mungkin bahkan menggunakan khat khusus, jika perlu. Adat tersebut bukan tanpa alasan. Dalam kitab Kifayatul Atqiya' dijelaskan bahwa Nabi saw bersabda: من صلى علي في كتاب لم تزل الملائكة تستغفر له ما دام اسمي في ذلك الكتاب Man sholla 'alayya fi kitabin lam tazalil malaaikatu tastaghfiru lahu maa daama ismiy fi dzalik kitabi.  Barang siapa menulis shalawat kepadaku, maka para malaikat akan selalu memintakan ampun untuknya, selama namaku ada pada tulisan itu. Betapa dahsyatnya sholawat kepada Nabi. Tidak hanya jika diucapkan saja,  bahkan tulisannya pun membawa keistimewaan yang luar biasa bagi umatnya. Oleh karena itu, marilah kita lestarikan menulis sholawat pada setiap buku kita. Tak terbatasi untuk kitab-kitab saja, namun pada semua buku catatan dan bacaan yang kita miliki sembari berharap mendapat syafaat dengan wasilah tulisan sholawat yang ada di dalamnya. Allahumma Sholli 'ala Sayyidinaa Muhammad wa 'ala alihi wa Shohbihi ajma'in. #GerakanCintaSholawat

Keutamaan Menulis Sholawat – Kajian Kifayatul Atqiya’

Kajian Kifayatul Atqiya’ #02: Keutamaan Menulis Sholawat Sebuah kebiasaan para santri saat mempunyai kitab baru adalah menulisi bagian depannya dengan kalimat المستحق هذا الكتاب Lalu dilanjutkan dengan...
wirid

Tiga Macam Wirid yang Tidak Pernah Berpisah Dengan Para Auliya’ Solihin

kalamulama.com- Tiga Macam Wirid yang Tidak Pernah Berpisah Dengan Para Auliya' Solihin. Habib Umar Bin Hafidz meriwayatkan bahwa Habib Ali Ibn Hassan Al Attas berkata. Ada...

Kajian Maulid Diba’ #20 : Fabainamal Habib

اللهم صل وسلم وبارك عليه Ya Alloh tetapkanlah limpahan rahmat dan salam serta keberkahan kepadanya (Nabi Muhammad) فَبَيْنَمَا الْحَبِيْبُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مُنْصِتٌ لِسَمَاعِ تِلْكَ...

Kajian Mausu’ah Ahsanil Kalam #04 “TIDURNYA ORANG PUASA ITU IBADAH”

Oleh : Zuhal Qobili Dalam takhrijnya Imam al Iroqi terhadap hadits-hadits yang terdapat dalam kitab Ihya Ulumi ad Din karya Imam al Ghozali, disebutkan bahwa...

Kajian Tazkiyatun Nufus #01 : Apa Itu Akal ?

Oleh : Muhammad Azka Al-Imam al-Hafizh Ibnul Jauzi al-Hanbali (wafat 597 H) memberikan keterangan tentangnya: "Para ahli berbeda pendapat tentang apa itu akal dg perbedaan yg banyak. Sebagian...
Hidup ini hanyalah pinjaman

HIDUP INI HANYA PINJAMAN

kalamulama.com- Syekh Abdul Qadir Al-Jailani mengatakan, "Engkau melakukan perbuatan penduduk neraka, tetapi engkau mengharapkan surga! Sungguh, kalian hanya mengharapkan sesuatu yang tak mungkin. Jangan tertipu...
KalamUlama.com - Keutamaan Bersedekah Menjadikan Harta Bertambah Berkah. Didalam Kitab Tankihul Qoul disebutkan bahwasanya Sayyidi Syaikh Abdul Qodir Al-

Keutamaan Bersedekah Menjadikan Harta Bertambah Berkah

KalamUlama.com - Keutamaan Bersedekah Menjadikan Harta Bertambah Berkah. Didalam Kitab Tankihul Qoul disebutkan bahwasanya Sayyidi Syaikh Abdul Qodir Al-Jilani  mengatakan : “Sedekah (memiliki keutamaan sunnah...
Definisi dan Contoh Bid'ah Hasanah #1 : Hal-hal baru yg diperbuat oleh imam Malik #الْبِدْعَةُالْـمَحْمُودَة: #بَعْضُ مُحْدَثَاتِ الْإِمَامِ مَالِك؟! أَوَّلاً: قَالَ الْقَاضِي ابْنُ الْعَرَبِي (٥٤٣ ه‍.) عِنْدَ الكَلاَمِ عَلَى قَوْلِهِ تَعَالَى: ﴿إِنِّي أَنَا رَبُّكَ فَاخْلَعْ نَعْلَيْكَ إِنَّكَ بِالْوَادِ الْمُقَدَّسِ طُوًى﴾[طه:12] فِي أَحْكَامِهِ، مَا نَصُّهُ: ((إِنْ قُلْنَا: إِنَّ خَلْعَ الْنَّعْلَيْنِ كَانَ #لِيَنَالَ_بَرَكَةَ_الْتَّقْدِيسِ فَمَا أَجْدَرَهُ بِالْصِّحَّةِ، فَقَدْ اسْتَحَقَّ الْتَّنْزِيهَ عَنْ الْنَّعْلِ، وَاسْتَحَقَّ الْوَاطِئُ #الْتَّبَرُّكَ_بِالْمُبَاشَرَةِ، كَمَا لَا تُدْخَلُ الْكَعْبَةَ بِنَعْلَيْنِ، وَكَمَا كَانَ مَالِكُ #لَا_يَرْكَبُ_دَابَّةً_بِالْمَدِينَةِ، بَرًّا #بِتُرْبَتِهَا الْمُحْتَوِيَةِ عَلَى #الْأَعْظُمِ_الْشَّرِيفَةِ_وَالْجُثَّةِ_الْكَرِيمَةِ))(1) أَحْدَثَ إِمَام دَار الْـهِجْرَة سَيِّدنَا مَالِك بْن أَنَس طَرِيقَةً مُخْتَرَعَةً لَـمْ تُعْهَد قَبْلُ فِي تَعْظِيمِ حَضْرَةِ سَيِّدنَا الْـمُصْطَفَى صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّم وَهُوَ فِي قَبْرِهِ الْشَّرِيفِ! 1. Imam Ibnul Araby (543 H) saat menafsirkan firman Allah, "Sesungguhnya Aku adalah Tuhanmu maka lepaskanlah kedua sendalmu, sesungguhnya engkau ada di lembah Thuwa yg mulia" (QS. Thoha: 12) meja beliau menyatakan, 'Jika kita katakan bahwa tujuan melepas sendal agar mendapatkan keberkahan memuliakan tempat suci maka pasti benar; tempat itu patut disucikan dan orang yg menginjakkan kakinya (tanpa sendal) mendapat berkah karena fisiknya langsung menempel, sebagaimana tdk etis masuk masjid dg bersendal dan seperti halnya IMAM MALIK YANG TIDAK MAU MENAIKI KENDARAAN DI MADINAH DEMI MEMULIAKAN TANAHNYA YANG DITEMPATI JASAD SUCI RASULULLAH SAW. * Imam Malik melakukan bid'ah (membuat model baru) yg gak ada sebelumnya dlm pengagungan Rosululloh shallallahu alaihi wasallam; dimana beliau tenang di kuburnya. ثَانِيًا: قَالَ الْقَاضِي عِيَاض ( ٥٤٤ ه‍.): ((كَانَ مَالِكُ #إِذَا_دَخَلَ_بَيْتَهُ قَالَ: "مَا شَاءَ اللهُ وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إلاَّ بِاللهِ"، فَسُئِلَ عَنْ ذَلِكَ فَقَالَ: قَالَ اللهُ تَعَالىَ: ﴿وَلَوْلَا إِذْ دَخَلْتَ جَنَّتَكَ قُلْتَ مَا شَاءَ اللَّهُ لَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ﴾[الكهف:39] الآيَة، وَجَنَّتهُ: بَيْتهُ. وَقِيلَ: إِنَّ ذَلِكَ كَانَ عَلىَ بَابِ مَالِك مَكْتُوبًا، يُرِيدُ لِيَتَذَكَّرَ بِرُؤْيَتِهِ قَوْل ذَلِكَ مَتَى دَخَلَ))(2) اِستَنْبَطَ الْإِمَام مَالِك ذِكْراً مُحْدَثًا انْطِلاَقًا مِنْ الآيَةِ الْكَرِيمَةِ، وَقَيَّدَهُ بِكَيْفِيَّةٍ مُحْدَثَةٍ لَـمْ تُعْهَد مِنْ قَبْلُ! 2. Al-Qadhi Ibnu Iyadh (544 H) berkata, 'SAAT IMAM MALIK MASUK RUMAH PASTI MEMBACA: "مَا شَاءَ اللهُ وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إلاَّ بِاللهِ" Dan mengapa kamu tidak mengucapkan tatkala kamu memasuki kebunmu “MAA SYAA ALLAH, LAA QUWWATA ILLAA BILLAH”‘ (QS. Al Kahfi: 39). Bahwa Jannah di situ adalah rumah. Dikatakan bahwa demi mengamalkan ini beliau menuliskannya dan menempelkannya di pintu rumahnya. * Nampak sekali imam Malik membuat doa baru yg digali dari ayat Alquran dan juga mengamalkannya dg cara baru yg tak ada sebelumnya. ثَالِثًا: قَالَ الْقَاضِي عِيَاض ( ٥٤٤ ه‍.): ((قَالَ الْزُّبَير بن حَبِيبٍ: كُنْتُ أَرَى مَالِكًا إِذَا دَخَلَ الْشَّهْر #أَحْيَا_أَوَّلَ_لَيْلةٍ_مِنْهُ، وَكُنْتُ أَظُنُّهُ يَفْعَلُ ذَلِكَ لِيَفْتَتِحَ بِهِ الْشَّهْر. وَقَالَتْ فَاطِمَةُ بِنْتُ مَالِكٍ: كَانَ مَالِكُ يُصَلِّي كُلَّ لَيْلَةٍ حِزْبَهُ، فَإِذَا كَانَتْ لَيْلَة الْـجُمُعَة #أَحْيَاهَا_كُلَّهَا))(3) اِلْتَزَمَ إِمَام دَار الْـهِجْرَة مَالِك بْن أَنَس إِحْيَاء لَيْلَةٍ بِعَيْنِهَا بِالْعِبَادَةِ، ولاَ دَلِيل بِعَيْنِهِ عَلَى هَذَا الْتَّخْصِيص بِهَذِهِ الْكَيْفِيَّةِ مِنْ غَيْر عُمُومَاتِ الْنُّصُوص! 3. Al-Qadhi Iyadh (544 H) berkata, "As-Zubai bin Habib berkata, 'Aku menyaksikan sendiri bahwa setiap pergantian bulan imam Malik mesti begadang menghidupkan malam pertama hari pertama. Aku meyakini beliau melakukan itu agar berkah memulai masuk bulan baru. Sementara Fathimah bin imam Malik berkata, 'Imam Malik senantiasa melakukan shalat tengah malam rutinannya. Jika bertepatan malam Jum'at beliau menghidupkannya semalam suntuk'. * IMAM Malik merutinkan begadang malam hari pertama setiap bulan dg ibadah. Tentu ini tdk didukung dalil spesifik rutinan dan tata cara ini selain alil jeumumamn Nash. رَابِعًا: قَالَ الْقَاضِي عِيَاض ( ٥٤٤ ه‍.): ((كَانَ مَالِكُ #إِذَا_جَلَسَ_لِلْحَدِيثِ_تَوَضَّأَ، وَجَلَسَ عَلَى صَدْرِ فِرَاشِهِ، وَسَرَّحَ لِـحْيَتَهُ، وَتَـمَكَّنَ فِي جُلُوسِهِ بِوَقَارٍ وَهَيْبَةٍ، ثُمَّ حَدَّثَ. فَقِيلَ لَهُ فِي ذَلِكَ، فَقَالَ: أُحِبُّ أَنْ أُعَظِّمَ حَدِيثَ رَسُول اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ [وَآلِهِ] وَسَلَّمَ #وَلاَ_أُحَدِّث_بِهِ_إِلاَّ_عَلَى_طَهَارَةٍ))(4) أَحْدَثَ إِمَام دَار الـهِجْرَة سَيِّدنَا الْإِمَام مَالِك بْن أَنَس كَيْفِيَّةً جَدِيدَةً لَـمْ تَرِد فِي تَعْظِيم حَدِيث رَسُول اللهِ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّم!، والْتَزمَ الْتَّوْقِيتَ لِعِبَادَةِ الْوُضُوءِ بِصُورَةٍ مُحْدَثَةٍ!. 4. Al-Qadhi Iyadh (544 H) berkata, 'Imam Malik jika hendak mengajar hadits maka berwudhu sebelumnya, duduk di bagian tengah Sofanya, menyisir jenggotnya, memantapkan posisi duduknya, lalu memulai pelajaran hadits. Ritual ini ditanyakan kpd beliau dan beliau menjawab, 'Aku ingin mengagungkan hadits Rasulullah shalallahu alaihi wasallam. Dan aku takkan memulai mengajarkan hadits kecuali aku dlm kondisi suci'. * IMAM MALIK MEMBUAT MODEL BARU DALAM MENGAGUNGKAN HADITS YANG TAK ADA CONTOHNYA. BAHKAN MENGKREASI IBADAH WUDHU DLM SAAT TERTENTU SECARA RUTIN وَهَذِهِ الْأَفْعَال: "بِدْعَة ضَلاَلَة!" أَوْ "بِدْعَة شِرْكِيَّة!" وفْق الْـمَنظُور "الجار الجنب!" الَّذِي مَا بَرِحَ يُسَخِّرُ للاِنْتِقَاص مِنْ شَأنِ تَعْظِيم الْـمُسْلِمِينَ لِقَدْرِ سَيِّد الـخَلْق وَحَبِيبِ الْـحَقِّ صَلَّى الله عَلَيْهِ وآلهِ وسَلَّم!، تَحْتَ شَمَّاعَة "مُحَارَبَة الغُلُوِّ!"...الخ؟!...الخ Perbuatan-perbuatan ini adalah bid'ah sesat dalam kacamata 'Tetangga sebelah'. Mereka terus mencerca cara kaum muslimin memuliakan dan mengangkat derajat manusia pilihan shallallahu alaihi wasallam dg propaganda 'memerangi ghuluw' .... ___________ (١) أَحْكَامُ الْقُرْآنِ لِلْقَاضِي اِبن الْعَرَبِي الْإِشْبِيلِي ( ٣ / ٢٥٤ )، رَاجَع أُصُولَهُ وَخَرَّج أَحَادِيثَهُ وعَلَّقَ عَلَيْهِ: مُحَمَّد عَبْد القَادِر عَطَا، دَارُ الكُتُبِ الْعِلْمِيَّةِ-لُبْنَان، الْطَّبْعَة الْثَّانِيَة: ١٤٢٤ ه‍ - ٢٠٠٣ م. (٢) تَرْتِيبُ الْـمَدَارِك ( ١ / ١٣٠ )، تَحْقِيق: مُحَمَّد بَنْ تَاوِيت الْطَّنْجِي، وَزَارة الأَوْقَاف وَالْشُّؤُون الْإِسْلاَمِيَّة: الْـمَمْلَكَة الـْمَغْرِبِيَّة، الْطَّبْعَة الْثَّانِيَة: ١٤٠٣ه‍. - ١٩٨٣ م. (٣) تَرْتِيبُ الْـمَدَارِك، ( ٢ / ٥٠ )، تَحْقِيق: معَبْد القَادِر الصَّحْرَاوِي، وَزَارة الأَوْقَاف والشُّؤُون الإِسْلاَمِيَّة: الـمَمْلَكَة الـمَغْرِبِيَّة، الطَّبْعَة الثَّانِيَة : ١٤٠٣ه‍. - ١٩٨٣ م. (٤) تَرْتِيبُ الـمَدَارك ( ٢ / ١٥ )، تَحْقِيق: معَبْد القَادِر الصَّحْرَاوِي، وَزَارة الأَوْقَاف والشُّؤُون الإِسْلاَمِيَّة: الـمَمْلَكَة الـمَغْرِبِيَّة، الطَّبْعَة الثَّانِيَة: ١٤٠٣ه‍. - ١٩٨٣ م.

Definisi dan Contoh Bid’ah Hasanah #1 : Hal-hal baru yg diperbuat oleh imam Malik

Definisi dan Contoh Bid'ah Hasanah #1 : Hal-hal baru yg diperbuat oleh imam Malik #الْبِدْعَةُالْـمَحْمُودَة: #بَعْضُ مُحْدَثَاتِ الْإِمَامِ مَالِك؟! أَوَّلاً: قَالَ الْقَاضِي ابْنُ الْعَرَبِي (٥٤٣ ه‍.) عِنْدَ...