Home Berita Islam

Berita Islam

Kalam Ulama-Inilah Terjemahan Wawancara Gus Yahya pada Forum AJC di Israel A : Moderator B : Gus Yahya A: selamat datang. Anda adalah salah satu murid terbaik dari salah satu guru terbaik yang pernah ada, presiden Abdurrahman Wahid. Dan AJC sudah berhubungan dgn Gus Dur sejak 20 tahun lalu. Gus Dur juga bicara di acara seperti ini, 16 tahun lalu. Beliau juga pernah mengunjungi Israel sebanyak 3 kali. Lalu anda sekarang mengikuti jejaknya. Bagaimana perasaan anda? B: terima kasih atas kesempatan ini. Adalah sebuah keberuntungan bagi NU bahwa Gus Dur meninggal dunia dengan meninggalkan murid-murid yang kemudian tumbuh dan mengikuti jejaknya. Apa yang selama ini saya saya dan rekan2 saya lakukan hanyalah sebatas melanjutkan pekerjaan dari Gus Dur. A: tapi ini bukan sekedar ketersambungan. Kehadiran anda di sini memiliki signifikasi tersendiri di mata dunia. Bagaimana anda memaknai hal ini? B: idealisme dan visi yang dimiliki oleh Gus Dur adalah keberlangsungan umat manusia dalam jangka waktu yang sangat panjang. Dan oleh karenanya tidak bisa dicapai secara instan. Gus Dur telah menjalankan perannya dalam mewujudkan visi tersebut, dan kini adalah giliran murid2 beliau di generasi ini untuk melanjutkan pekerjaan tersebut. Kami merasa beruntung, sebab berkat Gus Dur, kami telah mencapai titik tertentu di mana kami bisa melihat arah yang lebih jelas di depan kami. A: dalam pidatonya di forum AJC di Washington, Gus Dur bicara tentang hubungan yang istimewa antara Yahudi dan Islam yang telah berjalan ratusan tahun. Bagaimana anda memandang hubungan ini? B: hubungan antar Islam dan Yahudi adalah hubungan yang fluktuatif. Terkadang baik, terkadang konflik. Hal ini tergantung pada dinamika sejarah yang terjadi. Tapi secara umum kita harus mengakui bahwa ada masalah dalam hubungan dua agama ini. Dan salah satu sumber masalahnya terletak pada ajaran agama itu sendiri. Dalam konteks realitas saat ini, kaum beragama, baik Islam maupun Yahudi perlu menemukan cara baru untuk pertama-tama memfungsikan agama dalam kehidupan nyata, dan kedua menemukan interpretasi moral baru yang mampu menciptakan hubungan yang harmonis dengan agama2 lain. A: jadi, anda mengatakan bahwa melakukan intrepretasi ulang terhadap teks Quran dan Hadis—sebagai upaya untuk menghilangkan penghalang bagi terciptanya hubungan baik antara Islam dan Yahudi—adalah sesuatu yang mungkin dilakukan? B: bukan hanya “mungkin”, tapi ini sesuatu yang “harus” dilakukan. Karena setiap ayat dari Quran diturunkan dalam konteks realitas tertentu, dalam masa tertentu. Nabi Muhammad SAW dalam mengatakan sesuatu juga selalu disesuaikan dengan situasi yang ada pada saat itu. Sehingga Quran dan Hadits adalah pada dasarnya dokumen sejarah yang berisi panduan moral dalam menghadapi situasi tertentu. Ketika situasi dan realitasnya berubah, maka manifestasi dari moralitas tersebut sudah seharusnya berubah pula. A: lalu, anda dan Gus Dur selalu menekankan pentingnya memerangi ekstremisme dan mempromosikan pendekatan yang lebih humanis. Apakah menurut anda Indonesia memiliki sesuatu yang bisa diberikan pada dunia dalam kaitannya dengan hal ini? B: ini bukan tentang menawarkan sesuatu dari Indonesia. Karena Indonesia sendiri bukannya sudah terbebas dari masalah. Kami memiliki masalah kami sendiri. Kami memang memiliki semacam kearifan lokal yang membantu masyarakat untuk hidup secara harmonis dalam lingkungan yang heterogan, tapi kami masih punya banyak masalah terkait agama, termasuk Islam. Apa yang kita hadapi saat ini, apa yang seluruh dunia hadapi saat ini adalah sebuah situasi di mana konflik terjadi di seluruh dunia, dan di dalam konflik-konflik ini, agama hampir selalu digunakan sebagai senjata untuk menjustifikasi konflik. Sekarang saatnya kuta bertanya, “apakah kita ingin hal ini berlanjut? Atau kita ingin memiliki masa depan yang berbeda?” Jika kita ingin hal ini berlanjut, konsekuensinya jelas: tidak ada yang bisa bertahan hidup di dalam kondisi seperti ini. Jika kita ingin masa depan yang berbeda, kita harus merubah cara kita mengatasi persoalan. Saat ini, agama digunakan sebagai justifikasi dan senjata untuk berkonflik. Kita, kaum beragama, mesti bertanya pada diri kita sendiri, apakah ini benar-benar fungsi yang sebenarnya dari agama? Atau apakah ada cara lain yang memungkinkan agama berfungsi sebagai sumber inspirasi untuk menemukan solusi dari semua konflik ini? Dalam pandangan saya, juga pandangan NU, dunia perlu berubah. Semua pihak perlu berubah. Saya akan menggunakan metafora “obat macam apa pun tidak akan bisa menyembuhkan pasien diabetes atau jantung, selama si pasien tidak mau merubah gaya hidupnya”. Salah satu ayat dalam Quran juga menyebutkan “innallaha laa yughayyiru maa bi qaumin hatta yughayyiru maa bi anfusihim” yang artinya “Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum sampai mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri”. Selama ini kita selalu terlibat dalam konflik untuk memperebutkan barang, sumber daya, kekuasaan, apapun itu, dengan tujuan untuk mengalahkan pihak lain. Dan pada akhirnya, kita bahkan tidak mampu lagi membedakan bagaimana konflik ini bermula, dan bagaimana seharusnya konflik ini diselesaikan. Bagi saya, yang tersisa saat ini adalah sebuah pilihan. Sebuah pilihan mendasar yang bisa memberi kita solusi nyata. Pilihan itu adalah apa yang kita sebut dalam Islam sebagai “Rahmah”. Rahmah berarti kasih sayang dan kepedulian terhadap sesama. Kita “harus” memilih Rahmah, karena ini adalah awal dari semua hal baik yang kita selalu idamkan. Jika kita memilih Rahmah, baru kita bisa berbicara soal keadilan. Karena keadilan bukan hanya merupakan sesuatu yang kita inginkan, tapi juga tentang kemauan untuk memberikan keadilan bagi orang lain. Jika seseorang tidak memiliki Rahmah, tidak memiliki kasih sayang dan kepedulian terhadap orang lain, orang ini tidak akan pernah mau memberi keadilan untuk orang lain. Jadi, jika saya harus berseru pada dunia, aku ingin menyerukan pada dunia: “Mari memilih Rahmah”. A: konsep Rahman dan Rahim memiliki kemiripan dalam Yahudi. Hal ini mengindikasikan bahwa Islam dan Yahudi sejatinya memiliki kedekatan dalam spirit dan tradisi keagamaan. Pak Yahya, kami berterimakasih banyak atas seruan anda untuk memilih Rahmah, dan kami harap anda mampu menjadi inspirasi bagi muslim di seluruh dunia, dan kita harap kita bisa mencapai rekonsiliasi dan membawa berkah bagi seluruh masyarakat. Dan AJC akan selalu berusaha menjalani peran untuk memfasilitasi rekonsiliasi dan perdamaian sejati.

Inilah Terjemahan Wawancara Gus Yahya pada Forum AJC di Israel

Kalam Ulama-Inilah Terjemahan Wawancara Gus Yahya pada Forum AJC di Israel A : Moderator B : Gus Yahya A: selamat datang. Anda adalah salah satu murid terbaik...

Inilah Kadar Zakat Fitrah Tahun 2018

Kalam Ulama - Info Kadar Zakat Fitrah 1438 H / 2018, berdasarkan Hasil Musyawarah bersama Pengadilan Agama, Unsur Pemerintah Daerah, BAZNAS, MUI, BWI dan...

Kalam Ulama Imam Syafi’i #307 : Zuhud

Kalam Ulama  Imam Sufyan Ats-Tsauri  : Sesungguhnya seorang lelaki itu berharta bila dia zuhud di dunia, dan sesungguhnya seorang itu adalah fakir bila dia gemar pada...
Kajian Islam (Kalam Ulama). Shahabat Khalid Bin Walid, Saifullah Yang Selalu Menang Di Peperangan Pada perang Mu'tah setelah bendera jatuh dari Ja'far bin Abi Thalib, dilanjutkan oleh Abdullah bin Rawahah, pada akhirnya dipegang oleh Khalid bin Walid dan menang. Kemudian Rasulullah shalallahu alaihi wasallam berdoa: " اﻟﻠﻬﻢ ﺇﻧﻪ ﺳﻴﻒ ﻣﻦ ﺳﻴﻮﻓﻚ ﻓﺎﻧﺼﺮﻩ ". ﻓﻤﻦ ﻳﻮﻣﺌﺬ ﺳﻤﻲ ﺧﺎﻟﺪ: ﺳﻴﻒ اﻟﻠﻪ "Ya Allah, sesungguhnya Khalid adalah pedang diantara pedang-pedang Mu. Maka berilah ia pertolongan" Sejak saat itu Khalid disebut dengan Saifullah Baca juga: Makna : Madad Ya Rasulallah! ﺭﻭاﻩ ﺃﺣﻤﺪ، ﻭﺭﺟﺎﻟﻪ ﺭﺟﺎﻝ اﻟﺼﺤﻴﺢ ﻏﻴﺮ ﺧﺎﻟﺪ ﺑﻦ ﺳﻤﻴﺮ، ﻭﻫﻮ ﺛﻘﺔ. Hadis riwayat Ahmad, para perawinya sahih selain Khalid bin Sumair, ia terpercaya Namun harapan Shahabat Khalid untuk meraih predikat Syahid tidak pernah diperolehnya: ﻭﻟﻤﺎ ﺣﻀﺮﺕ ﺧﺎﻟﺪ ﺑﻦ اﻟﻮﻟﻴﺪ اﻟﻮﻓﺎﺓ، ﻗﺎﻝ: ﻟﻘﺪ ﺷﻬﺪﺕ ﻣﺎﺋﺔ ﺯﺣﻒ ﺃﻭ ﺯﻫﺎءﻫﺎ، ﻭﻣﺎ ﻓﻲ ﺑﺪﻧﻲ ﻣﻮﺿﻊ ﺷﺒﺮ ﺇﻻ ﻭﻓﻴﻪ ﺿﺮﺑﺔ، ﺃﻭ ﻃﻌﻨﺔ، ﺃﻭ ﺭﻣﻴﺔ، ﻭﻫﺎ ﺃﻧﺎ ﺃﻣﻮﺕ ﻋﻠﻰ ﻓﺮاﺷﻲ ﻛﻤﺎ ﻳﻤﻮﺕ اﻟﻌﻴﺮ، ﻓﻼ ﻧﺎﻣﺖ ﺃﻋﻴﻦ اﻟﺠﺒﻨﺎء، ﻭﻣﺎ ﻣﻦ ﻋﻤﻞ ﺃﺭﺟﻰ ﻣﻨﻪ ﻻ ﺇﻟﻪ ﺇﻻ اﻟﻠﻪ، ﻭﺃﻧﺎ ﻣﺘﺘﺮﺱ ﺑﻬﺎ. Menjelang Khalid bin Walid wafat, ia berkata: "Aku telah mengikuti lebih dari 100 peperangan. Tidak tersisa sejengkal pun dari tubuhku kecuali ada bekas pukulan, tusukan dan busur panah. Aduhai kini diriku akan mati di atas ranjang tidur seperti onta akan mati. Tidak lah terpejam mata orang-orang penakut. Tidak ada amal yang paling aku harapkan melebihi kalimat "Tiada Tuhan Selain Allah". Aku berperisai diri dengan kalimat itu" (Syekh Ibnu Al-Atsir, Usd Al-Ghabah fi Ma'rifat Shahabah 2/140)

Shahabat Khalid Bin Walid, Saifullah Yang Selalu Menang Di Peperangan

Kajian Islam (Kalam Ulama). Shahabat Khalid Bin Walid, Saifullah Yang Selalu Menang Di Peperangan Pada perang Mu'tah setelah bendera jatuh dari Ja'far bin Abi Thalib,...
Kalam Ulama  Imam Al Ghazaly : “Kamu jangan bangga dengan ilmu atau nikmat yang orang fasik juga mengetahui hal itu.” (baca juga: Kalam Ulama #253 :  ) ========================= Semoga bermanfaat… Like dan Sebarkan!!!! Rosululloh SAW bersabda yang artinya: “Barangsiapa yang menunjukkan suatu kebaikan maka ia akan mendapatkan pahala yang sama dengan orang yang melakukannya.” HR. Imam Muslim ========================== Ajak Sebanyaknya Sahabatmu untuk gabung, klik : Web : www.kalamulama.com Fanspage : @kalamulamaku Instagram : @kalamulamaku Twitter : @kalamulamaku Line ID : @eyd0088j Telegram : @kalamulamaku

Kalam Ulama #252 : Jangan Bangga Dengan Nikmat

Kalam Ulama  Imam Al Ghazaly : “Kamu jangan bangga dengan ilmu atau nikmat yang orang fasik juga mengetahui hal itu.” (baca juga: Kalam Ulama #251 : Harus...
Kalam Ulama  KH Musthofa Bisri : “Banyak orang yang kondisi kehidupannya lebih buruk dari kita & bahagia. Sebaliknya banyak orang yang kondisi kehidupannya lebih baik dari kia tapi menderita.” (baca juga: Kalam Ulama #250 : Kejayaan Butuh PerjuanganKalam Ulama #250 : ) ========================= Semoga bermanfaat… Like dan Sebarkan!!!! Rosululloh SAW bersabda yang artinya: “Barangsiapa yang menunjukkan suatu kebaikan maka ia akan mendapatkan pahala yang sama dengan orang yang melakukannya.” HR. Imam Muslim ========================== Ajak Sebanyaknya Sahabatmu untuk gabung, klik : Web : www.kalamulama.com Fanspage : @kalamulamaku Instagram : @kalamulamaku Twitter : @kalamulamaku Line ID : @eyd0088j Telegram : @kalamulamaku

Kalam Ulama #251 : Harus Bersyukur

Kalam Ulama  KH Musthofa Bisri : “Banyak orang yang kondisi kehidupannya lebih buruk dari kita & bahagia. Sebaliknya banyak orang yang kondisi kehidupannya lebih baik dari kia...
Berita Islam (Kalam Ulama). Acara Istighosah Akbar  NU Ogan Ilir, Ahad (26/11/2017) di Gedung Serba Guna Pemerintah Kota Ogan Ilir Suamtera Selatan, berlangsung selama kurang lebih tiga jam. Sekertaris PCNU Ogan Ilir yang juga sebagai Ketua Panitia  acara, Ky. Zainal Abidin, memaparkan acara ini dimulai pukul 10.00 WIB. Selama satu jam, acara akan dimulai dengan tampilan kesenian hadrah dari Pondok Pesantren (PP) Syafa'atut Thulab Asuhan Ky. Khusairy Abror. Kemudian dilakukan pembukaan acara dipandu oleh pembawa acara Ustadz Ali Akbar yang langsung dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Alquran dan sholawat Syi'iran NU oleh Qurotul Aini salah satu Mahasiswi Universitas Sriwijaya. Kemudian, seluruh jamaah menyanyikan lagu Indonesia Raya dan disambung dengan lagu Syubbanul Wathon yang dipandu oleh Paduan Suara Muslimat NU Ogan Ilir. (Baca juga : KH. R. As’ad Syamsul Arifin telah dianugrahi gelar Pahlawan Nasional) Selesai menyanyikan lagu-lagu tersebut, KH. Ahmad Nahrowi selaku Ketua PCNU Ogan Ilir akan menyampaikan laporannya. Dilanjutkan dengan pembacaan maklumat dan acara inti Istighosat oleh Ky.Khusairy Abror. Acara diakhiri dengan pembacaan doa yang dilakukan tiga kiai, yaitu KH Ahmad Nahrowi, KH Tol'at Wafa Ahmad dan Abah Kiai Khusairy Abror. Bahkan saat Istighosah ini berlangsung banyak jama'ah menagis terharu. Dalam Istighosah tersebut, Ky Khusari Abror sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Syafa'atut Thulab Bakung Indralaya Utara Mengatakan Sebagai Umat Muslim kita harus yakin bahwa maslah yang kita hadapi akan berakhir. Ia Juga mengigatkan warga Nahdliyin agar menjaga Kesatuan dan Persatuan NKRI. (JY/Tim KU)

Istighosah Akbar untuk Menjaga Persatuan dan Kesatuan NKRI

Berita Islam (Kalam Ulama). Acara Istighosah Akbar  NU Ogan Ilir, Ahad (26/11/2017) di Gedung Serba Guna Pemerintah Kota Ogan Ilir Suamtera Selatan, berlangsung selama...

HUKUM MEMUKUL ANAK, BOLEHKAH?

Oleh: Adhli Al-Qarni Rasulullah SAW bersabda : مروا أولادكم بالصلاة وهم أبناء سبع، واضربوهم عليها وهم أبناء عشر، وفرقوا بينهم في المضاجع. "Perintahkan anak-anakmu salat saat usia...

KH. R. As’ad Syamsul Arifin telah dianugrahi gelar Pahlawan Nasional

Beliau lahir pada 1897 M./1315 H. di Makkah. Ketika berusia 6 tahun, ia diboyong ayahnya K.H.R. Syamsul Arifin, kembali ke tanah air bersama ibunya,...

Videotren Jadi Media Dakwah Santri Inspiratif

YOGYAKARTA  - Perkembangan teknologi digital dan media sosial menjadi tantangan bagi komunitas pesantren. Selama ini, komunitas pesantren tertinggal dalam bidah dakwah di media sosial....