KalamUlama.com – BEBERAPA KEMULIAAN DAN KEAMPUHAN DARI RATIB AL HADDAD. Al-Imam Habib Abdullah bin Alwi Al-Haddad ra. terkenal sebagai seorang Arif billah atau waliyullah di negerinya sendiri (Hadramaut Yaman) dan di negeri-negeri sekitarnya.

Pada masa hidupnya yakni akhir abad ke 16 M (Abad ke-11 H), Hadramaut dikuasai oleh sekelompok orang yang bertindak sangat kejam terhadap kaum Muslimin, khususnya kaum Ahlus Sunnah wal Jama’ah yang menolak ajaran mereka. Banyak kaum Muslimin yang meminta kepada Imam al-Haddad agar diberi pegangan untuk keselamatan hidup sehari-hari dari gangguan dan ancaman golongan yang ingin merusak akidah ini.

Dengan arif bijaksana, beliau mengabulkan permintaan kaum Muslimin yang sedang dilanda ketakutan, dengan menghimpun beberapa ayat suci Al-Qur’an, sejumlah untaian kalimat zikir dan doa-doa yang sejalan dengan Kitabullah dan Sunnah Rasulullah saw.

Beliau menganjurkan agar kaum Muslimin mengamalkan dan mewiridkannya, baik sendiri-sendiri atau secara berjamaah.

Himpunan sejumlah ayat-ayat Al-Qur’an untaian kalimat-kalimat zikir itulah yang kemudian terkenal dengan Ratib Al-Haddad.

Hingga sekarang ini, masih kita saksikan pengamalan Ratib Al-Haddad oleh sebagian kaum Muslimin dan Muslimah dengan tekun dan penuh gairah.

Sebagian besar dari mereka, khususnya di Indonesia, berkeyakinan bahwa amat besar manfaat mengamalkan bacaan Ratib Al-Haddad bagi kemantapan iman dan akidah tauhid maupun bagi kemaslahatan hidup di dunia dan akhirat

Zaman dulu para Sulthon (Raja/Presiden) kalo mau perang pasti yang didatengin ulama.

Kenapa?

Karena ulama punya banyak massa. Jadi dia dateng dengan niat minta bala tentara.

Di zaman itu ada seorang sulthon dateng ke Alhabib Abdullah Alhaddad (shohibu ratib) dan mengutarakan keinginannya minta orang buat bantuin perang. Tapi Habib Abdullah Alhaddad minta waktu buat berpikir.

Hari kemudian didatengin lagi tapi bukan anak murid yang dikasih, malah si sulthon dikasih kertas beberapa lembar isi nya dzikir-dzikir ratib.

Sulthon pulang dengan keadaan bingung, akhirnya Sang Sulthon menyuruh anak buah dan seluruh rakyat buat baca ini dzikir ratib selama sebulan. Dan ketika perang, mereka pun meraih kemenangan.

Kisah selanjutnya adalah Habib Sholeh Alaydrus (Sholeh rotan) dari Poso (saat itu sedang berkecamuk perang dimana muslimin dibantai karena minoritas).

Kenapa disebut Habib Sholeh rotan?

Karena beliau selalu membawa rotan, rotan bukan rotan biasa, rotan yang kalau dipakai memukul orang tuh orang langsung mati, bahkan dari jauh belum kena dipukul bisa langsung mati. Sampai ini rotan direbut kaum musuh diperiksa dan dibelah, ternyata tak ada apa-apa, hanya rotan biasanya bentuknya.

Habib Sholeh bilang “ini rotan ga ane isi senjata apa-apa, ane cuma isi rotan ane pake Ratib Alhaddad”. Setiap hari beliau dan laskarnya selalu mengamalkan Ratib Alhaddad.

Kisah Alhabib Muksin Alathos, beliau wali di zamannya yang sangat disegani bahkan oleh orang-orang Belanda. Kalau beliau lagi duduk di depan rumah, ada noni Belanda mau lewat dari jauh udah pake kerudung baju rapat hanya untuk menghormati Habib Muksin, selepas lewat dari rumahnya dilepas lagi kerudungnya.

Masyaa Begitulah sangat ditakuti dari wibawanya.

Satu hari beliau ditangkap oleh tentara Belanda, kenapa? Padahal beliau ga ikut perang, ga bawa senjata.

Beliau ditangkap karena jadi tukang bikin jimat buat para jawara, seperti si Pitung, si Jampang, dan lain-lain. Jimat yang bikin kebal, jimat yang bikin ga mempan kalau ditembak, apa isi jimatnya? Ternyata Ratib Alhaddad.

Para jawara dulu belum bisa dan ga hafal baca Ratib, jadi Habib Muksin ini yang menuliskan kemudian dijadikan Jimat.

Ketika dijebloskan ke penjara Habib merasa senang, belum lapar makanan udah dateng, disana bisa tenang ibadah, bangun tidur sholat terus dzikir ga ada yang ganggu.

Tapi, hal yang ga seneng bagi tentara Belanda, sejak menangkap Habib Muksin mereka semua ditimpa sakit (seperti kualat) . Akhirnya setelah kesepakatan, mereka lebih memilih membebaskan Habib Muksin, mereka bilang ke Habib bahwa beliau boleh keluar, dibukan

ya pintu penjara, mempersilahkan Habib keluar dengan ridho, karena mereka masih takut untuk menarik paksa Habib lagi. Tapi Habib Muksin menolak, udah betah di penjara.

Begitulah hal para wali.

Akhirnya mereka tentara Belanda cari cara gimana supaya Habib Muksin keluar dari penjara dan mereka bebas dari sakit, maka didatangilah Habib Salim bin Toha Alhaddad untuk membujuk Habib Muksin Alathos. Setelah dibujuk-bujuk akhirnya Habib Muksin mau pulang juga

Itulah beberapa kemuliaan dan karomah dari dzikir-dzikir Ratib Alhaddad, maka senantiasa kita amalkan dan jangan pernah ditinggal, kalau dzikir lain ga sempet yang penting ini masih dijalankan.

Semoga dengan beberapa kisah ini bisa menjadi motivasi kita untuk selalu merutinkan membaca Ratib Al Haddad

Semoga bermanfaat 🌹

Baca Juga : Kehadiran Karomah Habib Umar bin Hafidz yang Ditakuti Jin.