Oleh : Muhammad Azka

Dari Ibnu ‘Umar rodliyallahu ‘anhuma, ia berkata: “Sungguh aku pernah mendengar hadits dari Nabi sekitar satu atau dua kali atau bahkan 7 kali. Tapi aku mendengarnya lebih banyak daripada itu. Pada zaman dahulu, ada seorang laki-laki bernama al-Kifl. Ia berasal dari Bani Israil yang tidak mau berbuat dosa. Suatu hari ada seorang wanita mendatanginya yang memberikan uang 60 dinar sebagai iming-iming supaya mau bersetubuh dengannya. Al-Kifl menerima tawaran itu. Ketika al-Kifl sudah dalam posisi hendak bersetubuh, tiba-tiba wanita tersebut gemetar dan menangis. Al-Kifl bertanya: “apa yang membuatmu menangis ? Apakah aku menyakitimu ?”, “Tidak, akan tetapi perbuatan ini sama sekali belum pernah aku lakukan, melainkan yang membuatku begini adalah kebutuhan biologisku”, jawab wanita itu. Al-Kifl kembali bertanya: “apakah kau mau melakukan ini padahal kau belum pernah melakukannya sama sekali ?” Kemudian al-Kifl turun dan kembali pada posisi semula. Lalu al-Kifl berkata: “pergilah kau dan bawalah dinar-dinar ini.” Kemudian al-Kifl berkata: “Demi Allah, setelah kejadian ini, al-Kifl tidak akan berbuat maksiat lagi kepada Allah.” Lalu tiba-tiba al-Kifl meninggal dunia malam itu juga. Dan ketika pagi datang, di pintunya sudah terdapat tulisan: “Allah telah mengampuni al-Kifl.” At-Tirmidzi berkata: “Hadits ini adalah hasan.”

Sumber: Dzammul Hawa karya al-Hafizh Ibnul Jauzi (wafat 597 H), halaman 246 – 247: 

Hadits ini juga diriwayatkan oleh al-Hakim dalam al-Mustadrok, juz 4 halaman 254 – 255, dan ia berkata: “sanad hadits ini shohih, tapi tidak dikeluarkan oleh Bukhori dan Muslim”, dan al-Hafizh adz-Dzahabi menyetujuinya. Hadits ini juga dishohihkan oleh Ibnu Hibban sehingga memasukkannya ke dalam kitab Shohih-nya, nomor 2453. Riwayat ini juga dicantumkan oleh al-Imam Ibnu Qudamah al-Maqdisi dalam kitab at-Tawwabin, halaman 108.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here