Kalam Ulama – Telah sampai kepada saya sebuah kitab yang disandarkan kepada Al-Hafidz Asy-Syarif As-Sayyid Ahmad bin Muhammad ibn Ash-Shiddiq Al-Ghumari Al-Hasani berjudul “Dzammul Asya’irah Wal Mutakallimin Wal Falasifah”. Saya akan menyampaikan beberapa klarifikasi mengenai kitab ini.

1. Kitab ini bukanlah karya Sidi Ahmad Al-Ghumari, melainkan karya Dr. Shadiq bin Salim bin Shadiq. Beliau mengambil dan mencomot kalimat-kalimat Sidi Ahmad Al-Ghumari dari dari berbagai karyanya dengan tidak amamah. Dr. Shadiq dikenal sebagai tokoh wahabi yang keji. Ia hanya mengambil pernyataan Sidi Ahmad Al-Ghumari yang dianggap sejalan dengan pemahamannya yang rusak. Tujuannya adalah menyerang kelompok Asy’ariyah. Ini adalah sebuah sikap yang tidak ilmiah sama sekali.

2. Kitab ini diterbitkan atas prakarsa Abu Uwais Muhammad bin Al-Amin Bukhubzah, seorang tokoh wahabi yang lebih keji lagi dari Dr. Shadiq. Ia tinggal di kota Tetouan, Maroko. Dekat dengan kota Tanger, tempat kelahiran Sidi Ahmad Al-Ghumari.

3. Sebenarnya kitab ini sangatlah rapuh. Sebagian besar kitab ini dinukil dari kitab Sidi Ahmad Al-Ghumari yang berjudul “Ju’natul ‘Atthar”. Kitab ini terdiri dari tiga jilid besar dan belum dicetak. Masih ada bersama keluarga Al-Ghumari. Ada beberapa versi Ju’natul ‘Atthar yang beredar dan dapat diunduh di internet, namun hanya juz pertama.

Dr. Shadiq menukil kalimat-kalimat dalam kitab tersebut yang dirasa menentang ulama-ulama Asy’ariyah, para ahli kalam, dan filsuf. Padahal Ju’natul ‘Atthar sendiri bukanlah kitab yang menjelaskan pendapat Sidi Ahmad Al-Ghumari dalam ilmu akidah. Kitab tersebut hanyalah kumpulan catatan faidah Sidi Ahmad Al-Ghumari saja.

Jadi, setiap kali beliau mendapatkan maklumat atau informasi tertentu mengenai sebuah ilmu, maka beliau akan langsung mencatat dalam kitab tersebut. Ini agar memudahkan beliau dalam mencari kembali informasi atau maklumat tersebut saat dibutuhkan dalam penulisan atau pengajaran. Jadi, tidak semua hal yang ditulis oleh beliau dalam kitab tersebut juga disepakati oleh beliau sendiri.

Apa buktinya?

Dari judulnya saja dapat kita pahami bahwa kitab ini hanyalah kumpulan faidah belaka, yakni “Ju’natul ‘Atthar Fi Jam’i Fawaidil Atsari Wal Akhbar”. Jadi, ini hanyalah kumpulan faidah sang penulis.

Saya juga telah mengklarifikasi kepada keluarga penulis secara langsung, dalam hal ini Asy-Syarif Sayyid Dr. Abdul Mun’im bin Abdul Aziz ibn Ash-Shiddiq Al-Ghumari Al-Hasani, yang mana saya dianugerahi karunia dapat belajar dan mulazamah bersama beliau di Zawiyah Shiddiqiyah.

Demikian tulisan ini dibuat. Semoga mencerahkan. Wallahu subhanahu wa ta’ala a’lam.

Zawiyah Shiddiqiyah, 5 November 2018
Adhli Al-Qarni