kalamulama.com– Pengajian Akhlak Bidayatul Hidayah #02: Adab Masuk WC (Jamban). Pada pengajian akhlak kitab Bidayatul Hidyah karya Imam Al-Ghazali Minggu lalu  telah dibahas adab bangun tidur (Baca juga: Pengajian Akhlak Kitab Bidayatul Hidayah #01: Adab Bangun Tidur), Pada Minggu ini dibahas adab masuk wc ketika akan membuang air.

Jika engkau hendak masuk kamar mandi (wc) untuk membuang hajat (buang air) maka:

  1. Ketika hendak masuk kamar mandi (wc) maka dahulukan kaki kiri dan ketika hendak keluar dari kamar mandi (wc) maka dahulukan kaki kanan.

2. Jangan membawa sesuatu ketika masuk wc yang didalamnya terdapat asma Allah dan  rasul.

3. Masuk kamar mandi dalam keadaan kepala memakai penutup (misal handuk) dan memakai alas kaki (sendal).

4. Ketika hendak masuk wc membaca doa sebagai berikut:

بِسْمِ اللهِ أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الرِّجْسِ النَّجْسِ الْخَبِيْثِ الْنُخْبِثِ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ

“Dengan menyebut nama Allah aku berlindung kepada Allah dari kotoran yang menjijikkan dan keburukan yang menjatuhkan manusia dalam keburukan yaitu Syaitan yang terkutuk”

6. Ketika hendak keluar wc membaca doa sebagai berikut:

غُفْرَانَكَ الْحَمْدُ للهِ الَّذِى أَذْهَبَ عَنِّى مَايُؤَذِّنِى وَأَبْقَى فِيْمَا يَنْفَعُنِى

“Kami memohon ampunanMu. Segala puji hanya milik Allah yang telah menghilangkan sesuatu yang berbahaya dariku dan menyisakan apa yang bermanfaat bagiku”.

7. Hendaknya mempersiapkan batu-batu sebelum membuang hajat, jika tidak maka istinja dengan menggunakan air di tempat membuang hajatnya.

8. Istibro’ (menuntaskan) dari kencing dengan berdehem dan memijat kemaluan sebanyak  tiga kali.

9. Hendaknya menggunakan tangan kiri untuk membersihkan kotoran pada bagian bawah kemaluan.

Jika ditempat terbuka (lapang) maka hal yang perlu dilakukan adalah sebagai berikut:
1. Menjauh dari pandangan orang-orang atau memilih tempat yang jauh dari keramaian.
2. Menutup diri dengan sesuatu dengan pelindung yang aman.
3. Jangan membuka aurat sebelum sampai ke tempat membuang hajat.
4. Tidak menghadap matahari maupun bulan dan juga membelakangi keduanya saat membuang hajat.
5. Tidak menghadap kiblat maupun membelakangi kiblat saat membuang hajat.
7. Tidak duduk dimana banyak orang yang bicara
8. Tidak membuang air kecil ditempat-tempat seperti : air yang menggenang (diam), dibawah pohon yang berbuah, di batu, hindarkan dari tempat tanah yang keras, dan tempat angin yang berhembus kencang, agar terjaga dari percikan-percikan air seni.
Hal ini sesuai sabda nabi Muhammad SAW:
“sesungguhnya kebanyakan adab kubur itu dari cipratan-cipratan tesebut”
9. Telakanlah dalam dudukmu diatas kaki kiri
10. Jangan buang air kecil secara berdiri kecuali dalam keadaan darurat.
11. Kumpulkanlah batu dan air ketika dalam istinja. jika engkau menghendaki secara ringkas salah satunya, maka air lebih baik.
12. Jika engkau memilih dengan batu saja maka wajib bagimu menggunakan 3 batu yang suci yang bisa menghilangkan kotoran tersebut. Usapkan kepada alat kelamin dalam tiga tempat dengan batu. Jika tidak bersih dengan tiga batu, maka bisa disempurnakan dengan 5 atau 7 batu (bilanagan ganjil) hingga kotoran bersih. Karena ganjil itu disunahkan dan membersihkan kotoran itu diwajibkan.
13. Hendaknya menggunakan tangan kiri saat membersihkan kemaluan dari kotoran.
Ketika selesai istinja’, maka kita dianjurkan melakukan hal sebagai berikut:
1. Hendaknya membaca doa sebagai berikut:
أَللهُمَّ طَهِّرْ قَلْبِى مِنَ النِّفَاقِ وَحَصِّنْ فَرْجِى مِنَ الْفَوَخِشِ.
“Ya Allah bersihkanlah hatiku dari sifat munafik dan jagalah kemaulanku dari berbagai kejelekan”.
2. Usapkanlah tanganmu setelah istinja ke tanah atau tembok, lalu basuhlah dengan air.
wallahu a’lam
Pengajian Kitab Bidayatul Hidayah Bersama Ustadz H Maher Mohammad Soleh, Lc (Alumni Universitas Al-Azhar Mesir)
Bogor, 07 Safar, 1440 H atau 06 Oktober, 2019.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here