Friday, August 14, 2020

Popular Post Kalam ulama

Latest Articles Kalam Ulama

Inilah Nasab Nabi Muhammad SAW Sampai Nabi Adam as

0
kalamulama.com - Inilah Nasab Nabi Muhammad SAW Sampai Nabi Adam as. Prof. Dr. KH. Said...

Cinta Lima Perkara dan Melupakan Lima Perkara Lainnya

0
kalamulama.com- Cinta Lima Perkara dan Melupakan Lima Perkara Lainnya. dalam sebuah riwayat diterangkan bahwa nabi...

Meremehkan Lima Perkara Ini Akan Merugikan Lima Hal

0
kalamulama.com -Meremehkan Lima Perkara Ini Akan Merugikan Lima Hal. Kajian Kitab Nashoihul Ibad bab 5...

Bolehkah Shalat Jumat Kurang Dari 40 Orang?

0
kalamulama.com - Bolehkah Shalat Jumat Kurang Dari 40 Orang? https://www.youtube.com/watch?v=5tewWl1s0Fw Rosululloh SAW bersabda yang artinya: “Barangsiapa yang menunjukkan...

Amalan Kunci Kesuksesan Habib Syekh bin Abdul Qadir Assegaf

0
kalamulama.com - Amalan Kunci Kesuksesan Habib Syekh bin Abdul Qadir Kunci kesuksesan dan kekayaan Habib Syekh...

Amalan Agar Dicukupi dari Mbah Maimun Zubair

0
kalamulama.com- Amalan Agar Dicukupi dari Mbah Maimun Zubair KH. Maimun Zubair, Pengasuh Pesantren Al-Anwar Sarang, dalam...

BersamaMu Adalah Kehidupan Kalam Ulama #443 Syaikh Jalaluddin Ar- rumi

0
kalamulama.com–  BersamaMu Adalah Kehidupan Kalam Ulama #443 Syaikh Jalaluddin Ar- rumi BersamaMu adalah kehidupan, tanpamu adalah...

Ijazah Doa Untuk Menarik Rizki Dari Habib Luthfi

0
kalamulama.com- Ijazah Doa Untuk Menarik Rizki Dari Habib Luthfi. Bacalah ayat di bawah ini setiap...

Inilah Ijazah KH Maimun Zubair Agar Mempermudah Mendapat Rezeki yang Banyak dan Barokah

0
kalamulama.com- Inilah Ijazah KH Maimun Zubair Agar Mempermudah Mendapat Rezeki yang Banyak dan Barokah. Bacalah (...

Manusia Harus Saling Mengingatkan  Kalam Ulama #442 KH Musthofa Bisri

0
kalamulama.com– Manusia Harus Saling Mengingatkan  Kalam Ulama #442 KH Musthofa Bisri Malaikat tak pernah Salah. Setan...

Kisah Nabi, Sahabat, dan Ulama

KalamUlama.com - Hari ini saya menyaksikan Akhlak Rasulullah yang diturunkan kepada para pewaris ilmu dan adab, beliaulah Al Habib Ali Zainal Abidin bin Abdurrahman Al Jufri dan KH. Anwar Manshur, Pengasuh Ponpes Lirboyo.

Akhlak Rasulullah – Momen Menyejukkan Habib Ali Jufri dan KH Anwar Manshur

0
KalamUlama.com - Hari ini saya menyaksikan Akhlak Rasulullah yang diturunkan kepada para pewaris ilmu dan adab, beliaulah Al Habib Ali Zainal Abidin bin Abdurrahman Al Jufri dan KH. Anwar Manshur, Pengasuh Ponpes Lirboyo. Ketika KH....
Kalam Ulama - "RASULULLAH MENETESKAN AIR MATA SAAT MENDENGAR CERITA SAHABATNYA" Pada masa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, terdapat seorang sahabat bernama Abu Dujanah. Setiap usai menjalankan ibadah shalat berjamaah shubuh bersama Baginda Nabi, Abu Dujanah selalu tidak sabar. Ia terburu-buru pulang tanpa menunggu pembacaan doa yang dipanjatkan Rasulullah selesai. Ada satu kesempatan, Rasulullah mencoba meminta klarifikasi pada pria tersebut. “Hai, apakah kamu ini tidak punya permintaan yang perlu kamu sampaikan pada Allah sehingga kamu tidak pernah menungguku selesai berdoa. Kenapa kamu buru-buru pulang begitu? Ada apa?” tanya Nabi. Abu Dujanah menjawab, “Anu Rasulullah, kami punya satu alasan.” “Apa alasanmu? Coba kamu utarakan!” perintah Baginda Nabi. “Begini,” kata Abu Dujanah memulai menguraikan jawabannya. “Rumah kami berdampingan persis dengan rumah seorang laki-laki. Nah, di atas pekarangan rumah milik tetangga kami ini, terdapat satu pohon kurma menjulang, dahannya menjuntai ke rumah kami. Setiap kali ada angin bertiup di malam hari, kurma-kurma tetanggaku tersebut saling berjatuhan, mendarat di rumah kami.” “Ya Rasul, kami keluarga orang yang tak berpunya. Anakku sering kelaparan, kurang makan. Saat anak-anak kami bangun, apa pun yang didapat, mereka makan. Oleh karena itu, setelah selesai shalat, kami bergegas segera pulang sebelum anak-anak kami tersebut terbangun dari tidurnya. Kami kumpulkan kurma-kurma milik tetangga kami tersebut yang berceceran di rumah, lalu kami haturkan kepada pemiliknya. Satu saat, kami agak terlambat pulang. Ada anakku yang sudah terlanjur makan kurma hasil temuan. Mata kepala saya sendiri menyaksikan, tampak ia sedang mengunyah kurma basah di dalam mulutnya. Ia habis memungut kurma yang telah jatuh di rumah kami semalam.” Mengetahui itu, lalu jari-jari tangan kami masukkan ke mulut anakku itu. Kami keluarkan apa pun yang ada di sana. Kami katakan, ‘Nak, janganlah kau permalukan ayahmu ini di akhirat kelak.’ Anakku menangis, kedua pasang kelopak matanya mengalirkan air karena sangat kelaparan. Wahai Baginda Nabi, kami katakan kembali kepada anakku itu, ‘Hingga nyawamu lepas pun, aku tidak akan rela meninggalkan harta haram dalam perutmu. Seluruh isi perut yang haram itu, akan aku keluarkan dan akan aku kembalikan bersama kurma-kurma yang lain kepada pemiliknya yang berhak’.” Pandangan mata Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam sontak berkaca-kaca, lalu butiran air mata mulianya berderai begitu deras. Baginda Rasulullah Muhammad shallahu alaihi wa sallam mencoba mencari tahu siapa sebenarnya pemilik pohon kurma yang dimaksud Abu Dujanah dalam kisah yang ia sampaikan di atas. Abu Dujanah pun kemudian menjelaskan, pohon kurma tersebut adalah milik seorang laki-laki munafik. Tanpa basa-basi, Baginda Nabi mengundang pemilik pohon kurma. Rasul lalu mengatakan, “Bisakah tidak jika aku minta kamu menjual pohon kurma yang kamu miliki itu? Aku akan membelinya dengan sepuluh kali lipat dari pohon kurma itu sendiri. Pohonnya terbuat dari batu zamrud berwarna biru. Disirami dengan emas merah, tangkainya dari mutiara putih. Di situ tersedia bidadari yang cantik jelita sesuai dengan hitungan buah kurma yang ada.” Begitu tawar Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Pria yang dikenal sebagai orang munafik ini lantas menjawab dengan tegas, “Saya tak pernah berdagang dengan memakai sistem jatuh tempo. Saya tidak mau menjual apa pun kecuali dengan uang kontan dan tidak pakai janji kapan-kapan.” Tiba-tiba Abu Bakar as-Shiddiq radliyallahu 'anhdatang. Lantas berkata, “Ya sudah, aku beli dengan sepuluh kali lipat dari tumbuhan kurma milik Pak Fulan yang varietasnya tidak ada di kota ini (lebih bagus jenisnya).” Si munafik berkata kegirangan, “Oke, ya sudah, aku jual.” Abu Bakar menyahut, “Bagus, aku beli.” Setelah sepakat, Abu Bakar menyerahkan pohon kurma kepada Abu Dujanah seketika. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallamkemudian bersabda, “Hai Abu Bakar, aku yang menanggung gantinya untukmu.” Mendengar sabda Nabi ini, Abu Bakar bergembira bukan main. Begitu pula Abu Dujanah. Sedangkan si munafik berlalu. Ia berjalan mendatangi istrinya. Lalu mengisahkan kisah yang baru saja terjadi. “Aku telah mendapat untung banyak hari ini. Aku dapat sepuluh pohon kurma yang lebih bagus. Padahal kurma yang aku jual itu masih tetap berada di pekarangan rumahku. Aku tetap yang akan memakannya lebih dahulu dan buah-buahnya pun tidak akan pernah aku berikan kepada tetangga kita itu sedikit pun.” Malamnya, saat si munafik tidur, dan bangun di pagi harinya, tiba-tiba pohon kurma yang ia miliki berpindah posisi, menjadi berdiri di atas tanah milik Abu Dujanah. Dan seolah-olah tak pernah sekalipun tampak pohon tersebut tumbuh di atas tanah si munafik. Tempat asal pohon itu tumbuh, rata dengan tanah. Ia keheranan tiada tara. Dalam kisah ini, dapat kita ambil pelajaran, betapa hati-hatinya sahabat Rasulullah tersebut dalam menjaga diri dan keuarganya dari makanan harta haram. Sesulit apa pun hidup, seberat apa pun hidup, seseorang tidak boleh memberikan makanan untuk dirinya sendiri dan keluarganya dari barang haram. Setiap kebaikan akan dilipatgandakan pahalanya oleh Allah subhânahu wa ta’âlasepuluh kali lipat sebagaimana janji Baginda Nabi Muhammad. Adapun panen dari pada janji itu bukankan kontan sekarang, namun di akhirat kelak. Karena dunia ini adalah dâruz zar‘i (tempat bercocok tanam), bukan dârul hashâd (tempat memanen). Kisah di atas disarikan dari kitab I’anatuth Thâlibîn (Beirut, Lebanon, cet I, 1997, juz 3, halaman 293) karya Abu Bakar bin Muhammad Syathâ ad Dimyatîy (w. 1302 H). اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَی رُوْحِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدِ فِی الْأَرْوَاحِ وَعَلَی جَسَدِهِ فِی الْأَجْسَادِ وَعَلَی قَبْرِهِ فِی الْقُبُوْرِ وَعَلَی اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمِ Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada ruh Nabi Muhammad saw, diantara semua ruh, kepada jasadnya diantara semua jasad, kepada kuburnya diantara semua kubur, dan limpahkanlah pula rahmat dan keselamatan kepada keluarganya dan sahabatnya.... Aamiin yaa Robbal-aalamiin

Kisah Sahabat Abu Dujanah yang Membuat Rasulullah Menangis

0
KalamUlama.com - "Kisah Sahabat Abu Dujanah yang Membuat Rasulullah Menangis". Pada masa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, terdapat seorang sahabat bernama Abu Dujanah. Setiap usai menjalankan ibadah shalat berjamaah shubuh bersama Baginda Nabi, Abu...
habib imam

Kisah Akhlak Al Habib Al Imam Al Quthub Abdul Qadir Bin Ahmad Assegaf

0
kalamulama.com Pernah suatu ketika Sayyidi Khalifatul Aslaf Al Habib Al Imam Al Quthub Abdul Qadir Bin Ahmad Assegaf. Pada suatu hari Habib keluar dari satu tempat dengan mengendarai mobil. Seperti biasa salah satu muhibbin beliau...
Habib Al Jufri

Habib Ali Al Jufri Berkisah Tentang Pertemuannya dengan Seorang Atheis

0
kalamulama.com- Habib Ali Al Jufri berkisah tentang pertemuannya dengan seorang Atheis : "Pernah saya bertemu beberapa pemuda dari Inggris, aslinya keturunan Pakistan, tetapi berbicara Bahasa Inggris karena lahir di Inggris. Para pemuda itu mendengar...
Doa Rindu Berjumpa Sang Kekasih - Doa KH Maimoen Zubair Menjelang Wafat

Doa Rindu Berjumpa Sang Kekasih – Doa KH Maimoen Zubair Menjelang Wafat

0
KalamUlama.com - Doa Rindu Berjumpa Sang Kekasih - Doa KH Maimoen Zubair Menjelang Wafat. Khidmah Mengurus Jenazah Mbah Maemun. Setelah mendengar KH Maimoen Zubair sedo (wafat), saya dan Pak Menteri Agama langsung meluncur menuju rumah...

Video kalam ulama