Popular Post Kalam ulama

Latest Articles Kalam Ulama

Bolehkah Shalat Jumat Kurang Dari 40 Orang?

kalamulama.com - Bolehkah Shalat Jumat Kurang Dari 40 Orang? https://www.youtube.com/watch?v=5tewWl1s0Fw Rosululloh SAW bersabda yang artinya: “Barangsiapa yang menunjukkan...

Amalan Kunci Kesuksesan Habib Syekh bin Abdul Qadir Assegaf

kalamulama.com - Amalan Kunci Kesuksesan Habib Syekh bin Abdul Qadir Kunci kesuksesan dan kekayaan Habib Syekh...

Amalan Agar Dicukupi dari Mbah Maimun Zubair

kalamulama.com- Amalan Agar Dicukupi dari Mbah Maimun Zubair KH. Maimun Zubair, Pengasuh Pesantren Al-Anwar Sarang, dalam...

BersamaMu Adalah Kehidupan Kalam Ulama #443 Syaikh Jalaluddin Ar- rumi

kalamulama.com–  BersamaMu Adalah Kehidupan Kalam Ulama #443 Syaikh Jalaluddin Ar- rumi BersamaMu adalah kehidupan, tanpamu adalah...

Ijazah Doa Untuk Menarik Rizki Dari Habib Luthfi

kalamulama.com- Ijazah Doa Untuk Menarik Rizki Dari Habib Luthfi. Bacalah ayat di bawah ini setiap...

Inilah Ijazah KH Maimun Zubair Agar Mempermudah Mendapat Rezeki yang Banyak dan Barokah

kalamulama.com- Inilah Ijazah KH Maimun Zubair Agar Mempermudah Mendapat Rezeki yang Banyak dan Barokah. Bacalah (...

Manusia Harus Saling Mengingatkan  Kalam Ulama #442 KH Musthofa Bisri

kalamulama.com– Manusia Harus Saling Mengingatkan  Kalam Ulama #442 KH Musthofa Bisri Malaikat tak pernah Salah. Setan...

Ijazah dari Al Habib Seggaf bin Mahdi bin Syech Abu Bakar bin Salim

kalamulama.com- Ijazah dari Al ‘Alim Al ‘Allamah Al ‘Arif billah Al Quthb Sayiduna Syechuna Al...

Jadilah Orang Baik Kalam Ulama #441 Habib Ali al Jufri

kalamulama.com–  Jadilah Orang Baik Kalam Ulama #441 Habib Ali al Jufri Datangnya kematian tidak menunggu sehingga...

Kisah Penyesalan Salah Satu Guru Habib Umar bin Hafidz

kalamulama.com- Kisah Penyesalan Salah Satu Guru Habib Umar. Kisah ini seringkali kami dengar dari Habib Umar...

Kisah Nabi, Sahabat, dan Ulama

kalamulama.com- Inilah Enam Wasiat Wali Abdal قال بعض الصالحين : نزل عندي waوعلمت أنهم أبدال، فقلت لهم : Berkata sebagian orang Sholeh : "Singgah dirumahku beberapa tamu dan aku tau mereka adalah golongan Wali Abdal, aku katakan kepada mereka : أوصوني بوصية بالغة حتى أخاف الله مثل خوفكم. فقالوا ؛ نوصيك بستة أشياء : "Berilah aku wasiat sehingga aku takut kepada Allah seperti takutnya kalian kepadanya." Mereka menjawab, "Kami menasehatimu dengan 6 perkara : ١. من أكثر النوم فلا يطمع في رقة قلبه. 1. Barangsiapa banyak tidur, maka tidak diharap hatinya lembut. ٢. من أكثر الأكل فلا يطمع في قيام الليل. 2. Barangsiapa banyak makan, maka dapat dipastikan tidak akan bangun malam untuk ibadah. ٣. من أكثر صحبة جاهل أو ظالم فلا يطمع في استقامة دينه. 3. Barangsiapa banyak/sering berteman dengan orang bodoh atau dholim maka sangat kecil kemungkinannya dia akan istiqomah dalam agamanya. ٤. من كانت الغيبة والكذب عادته فلا يطمع أنه يخرج من الدنيا ومعه الإيمان. 4. Barangsiapa menjadikan ghibah dan berbohong sebagai kebiasaannya, maka sangat kecil kemungkinannya dia akan mati dengan membawa iman ٥. من كثر اختلاطه بالناس فلا يطمع في حلاوة العبادة. 5. Barangsiapa banyak bergaul dengan manusia, maka sangat kecil kemungkinannya dia merasakan manisnya ibadah. ٦. من طلب رضا الناس فلا يطمع في رضا الله عز وجل. ~التذكير المصطفى ص١٤٣ 6. Barangsiapa mencari ridha (pengakuan/disenangi/dihormati/dll) manusia, maka sangat kecil kemungkinannya dia mendapatkan ridha Allah."

Inilah Enam Wasiat Wali Abdal

kalamulama.com- Inilah Enam Wasiat Wali Abdal قال بعض الصالحين : نزل عندي أضياف وعلمت أنهم أبدال، فقلت لهم : Berkata sebagian orang Sholeh : "Singgah dirumahku beberapa tamu dan aku tau mereka adalah golongan Wali Abdal,...
Tirakat

Tirakat Ibu Syekh Mahfudz Termas

kalamulama.com - Tirakat Ibu Syekh Mahfudz Termas Oleh Dzulkifli Amnan ( Penulis buku Jalan Dakwah Ulama Nusantara) Saat berkesempatan sowan ke Gus Qayyum pada 7 syawal 1439 H bertepatan 21 Juni 2018 M di Lasem, Jawa...
Kalam Ulama - Tokoh Besar Yang Tidak Ingin Terkenal. Diceritakan, seumur hidup beliau hanya mempunyai satu foto dan ketika akan meninggal beliau membakar fotonya tersebut karena takut identitasnya diketahui orang. Beliaulah sang Menantu Chadrotussyeh Hasyim, KH Maksum Ali Jombang. Kesederhanaannya membuat banyak orang tidak mengenal tokoh alim yang satu ini. Bahkan makam beliau yang terletak di komplek pemakaman Masyayih tebuireng pun pada nisannya tidak bernama. Padahal beliau adalah pengarang kitab Legendaris Al-Amtsilah At-Tashrifiyyah. Sebuah kitab ilmu sharaf yang amat masyhur di Nusantara, bahkan di luar negeri. Nama lengkapnya, Muhammad Ma’shum bin Ali bin Abdul Jabbar Al-Maskumambani. Lahir di Maskumambang, Gresik, tepatnya di sebuah pondok yang didirikan oleh sang kakek. Setelah belajar pada ayahnya, Ma’shum muda pergi menuntut ilmu di Pesantren Tebuireng Jombang. Ia termasuk salah satu santri generasi awal Hadratus Syeikh Hasyim Asy’ari. Pada masa itu, selain dituntut untuk belajar, para santri juga diharuskan ikut berjuang melawan penjajah. Kedatangannya ke Tebuireng disusul oleh adik kandungnya, Adlan Ali–kelak atas inisiatif Hadratus Syeikh, Kiai Adlan mendirikan pondok putri Wali Songo Cukir. Bertahun-tahun lamanya pemuda Ma’shum mengabdi di Tebuireng. kemampuannya dalam segala bidang ilmu, terutama bidang falak, hisab, sharaf, dan nahwu, membuat Hadratus Syeikh tertarik untuk menikahkan dengan putrinya, Khairiyah. Mendirikan Pondok Seblak adalah sebuah nama dusun yang terletak sekitar 300 m sebelah barat Tebuireng. Penduduk Seblak kala itu masih banyak yang melakukan kemungkaran, seperti halnya warga Tebuireng sebelum kedatangan Hadratus Syeikh. Melihat kondisi ini, Kiai Ma’shum merasa terpanggil untuk menyadarkan masyarakat setempat dan mengenalkan Islam secara perlahan. Jerih payahnya diridhai Allah SWT. Pada tahun 1913, ketika usianya baru 26 tahun, beliau mendirikan sebuah rumah sederhana yang terbuat dari bambu. Seiring berjalannya waktu, di sekitar rumah tersebut kemudian didirikan pondok dan masjid, yang berkembang cukup pesat. Meski sudah berhasil mendirikan pondok, Kiai Ma’shum tetap istiqamah mengajar di madrasah Salafiyah Syafiiyah Tebuireng, membantu Hadratus Syeikh mendidik santri. Pada tahun berikutnya, beliau diangkat menjadi Mufattis (Pengawas) di Madrasah tersebut. Karya Pena Meskipun jumlah karyanya tak sebanyak Hadratus Syeikh, akan tetapi hampir semua kitab karangannya sangat monumental. Bahkan, banyak orang yang lebih mengenal kitab karangannya dibanding pengarangnya. Ada empat kitab karya beliau; (1)Al-Amtsilah At-Tashrifiyyah. Kitab ini menerangkan ilmu sharaf. Susunannya sistematis, sehingga mudah difaham dan dihafal. Lembaga-lembaga pendidikan Islam, baik di Indonesia atau di luar negeri, banyak yang menjadikan kitab ini sebagai rujukan. Kitab ini bahkan menjadi menjadi pegangan wajib di setiap pesantren salaf. Ada yang menjulukinya kitab ”Tasrifan Jombang”. Kitab yang terdiri dari 60 halaman ini, telah diterbitkan oleh banyak penerbit, diantaranya Penerbit Salim Nabhan Surabaya. Pada halaman pertamanya tertera sambutan berbahasa Arab dari (mantan) menteri Agama RI, KH. Saifuddin Zuhri. (2) Fathul Qadir. Konon, ini adalah kitab pertama di Nusantara yang menerangkan ukuran dan takaran Arab dalam bahasa Indonesia. Diterbitkan pada tahun 1920-an, ketika Kiai Ma’shum masih hidup, oleh penerbit Salim Nabhan Surabaya. Halamannya tipis tapi lengkap. Kitab ini banyak dijumpai di pasaran. (3) Ad-Durus Al-Falakiyah. Meskipun banyak orang yang beranggapan bahwa ilmu falak itu rumit, tetapi bagi orang yang mempelajari kitab ini akan berkesan ”mudah”, karena disusun secara sistematis dan konseptual. Di dalamnya termuat ilmu hitung, logaritma, almanak Masehi dan Hijriyah, posisi Matahari, dll. Kitab yang diterbitkan oleh Salim Nabhan Surabaya tahun 1375 H ini, terdiri dari tiga juz dalam satu jilid dengan jumlah 109 halaman. (4) Badi’atul Mitsal. Kitab ini juga menerangkan perihal ilmu falak. Beliau berpatokan bahwa yang menjadi pusat pereda (4) Badi’atul Mitsal. Kitab ini juga menerangkan perihal ilmu falak. Beliau berpatokan bahwa yang menjadi pusat peredaran alam semesta bukanlah Matahari sebagaimana teori yang datang kemudian, melainkan Bumi. Sedangkan Matahari, planet dan bintang yang jumlahnya sekian banyaknya, berjalan mengelilingi Bumi. Pribadi yang Sederhana Sebagai Kiai yang berilmu tinggi, Kiai Ma’shum dikenal sebagi Kiai yang akrab dengan kalangan bawah. Saking akrabnya, banyak diantara mereka yang tak mengetahui kalau sebetulnya beliau adalah ulama besar. Dalam pandangannya, semua orang lebih pintar darinya. Kiai Ma’shum pernah berguru kepada seorang nelayan di perahu, selama dalam perjalanan haji. Beliau tidak merasa malu, meski orang lain menilainya aneh. Hasilnya, dari situ beliau menulis kitab Badi’ah Al-Mitsal. Beliau juga dikenal sufi. Untuk menghindari sikap sombong di hadapan manusia, menjelang wafat, beliau membakar fotonya. Padahal itu adalah satu-satunya foto yang dimiliki. Hal ini tak lain karena beliau takut identitasnya diketahui oleh banyak orang, yang nantinya akan menimbulkan penyakit hati seperti riya’, ujub, dan sombong. Pada tangal 24 Ramadhan 1351 atau 8 Januari 1933, Kiai Ma’sum wafat setelah sebelumnya menderita penyakit paru-paru. Beliau wafat pada usia + 46 tahun. Wafatnya Kiai Ma’shum merupakan ”musibah besar” terutama bagi santri Tebuireng, karena beliaulah satu-satunya ulama yang menjadi rujukan dalam segala bidang keilmuan setelah Hadratus Syeikh. Semoga segala amalnya diterima oleh Allah SWT dan apa yang ditinggalkan bermanfaat. Allahummagfir lahu wa nafa’ana bihi wa bi ulumihi. Amin.

Biografi Pengarang Kitab Al Amtsilah At tashrifiyyah : KH Maksum Ali

KalamUlama.com - Biografi Pengarang Kitab Al Amtsilah At tashrifiyyah : KH Maksum Ali. Tokoh Besar Yang Tidak Ingin Terkenal. Diceritakan, seumur hidup beliau hanya mempunyai satu foto dan ketika akan meninggal beliau membakar fotonya tersebut...
Huumor Gus Dur

Humor Gus Dur Tentang Makam Wali

kalamulama.com -Humor Gus Dur Tentang Makam Wali. Suatu hari di tengah malam, Gus Dur menelpon Kang Muslim (almarhum, allah yarham) untuk ikut dalam rombongan mobil yang di dalamnya sudah ada dua atau tiga orang....
Kisah Dakwah Dahsyat Habib Ahmad Mashur bin Taha Al Haddad di Afrika Suatu saat Habib memasuki sebuah kampung di Afrika dan bertemu dengan kepala sukunya. Mengenalkan Islam hingga kepala suku tertarik namun dia tidak mau shalat. Habib

Kisah Dakwah Dahsyat Habib Ahmad Mashur bin Taha Al Haddad di Afrika

kalamulama.com- Kisah Dakwah Dahsyat Habib Ahmad Mashur bin Taha Al Haddad di Afrika Suatu saat Habib memasuki sebuah kampung di Afrika dan bertemu dengan kepala sukunya. Mengenalkan Islam hingga kepala suku tertarik namun dia tidak...

Video kalam ulama