Oleh: Adhli Al-Qarni

Dalam mazhab Al-Imam Asy-Syafi’i, baligh didefinisikan sebagai:

وصول حد التكليف

“Telah sampai pada ambang batas taklif.”

Apa yang dimaksud taklif?

التكليف: هو وصول المكلف إلى السن المعتبرة مع كونه عاقلا سليم الحواس وبلغته الدعوة.

“Taklif adalah sampainya seorang mukallaf (istilah untuk orang yang dibebankan syariat dari kalangan manusia dan jin, red) pada umur yang mu’tabar (yaitu 15 tahun atau lebih cepat dari itu jika sudah keluar mani atau haid, red) dalam keadaan berakal, selamat dari tuli-bisu, dan telah sampai kepadanya dakwah islam.”

Beban syariat yang diberikan kepada mukallaf ada dua jenis, yaitu amr dan nahy.

Amr adalah beban syariat berupa perintah untuk mengerjakan sesuatu. Jika perintah itu disertai dengan sebuah keharusan, maka hukumnya wajib. Sebaliknya, jika perintah itu tidak disertai dengan sebuah keharusan, maka hukumnya mundub (istilah lain dari sunnah dalam mazhab Asy-Syafi’i, red).

Adapun nahy adalah beban syariat berupa larangan untuk meninggalkan sesuatu. Jika larangan itu disertai dengan sebuah keharusan, maka hukumnya haram. Sebaliknya, jika larangan itu tidak disertai dengan sebuah keharusan, maka hukumnya makruh.

Orang yang bukan mukallaf tidak dibebankan hukum-hukum syariat, seperti anak-anak, orang gila, orang tuli-bisu, dan orang yang tidak mendapatkan dakwah islam.