Berikut adalah salah satu rahasia mengapa Nabi Ibrahim a.s. menjadi kekasih Allah.

Imam Nawawi Al-Bantani menuturkan:

لِأَيِّ شَيْءٍ اِتَّخَذَكَ اللهُ خَلِيْلًا قَالَ بِثَلَاثَةِ أَشْيَاءَ اخْتَرْتُ أَمْرَ اللهِ عَلَى أَمْرِ غَيْرِهِ وَمَا اهْتَمَمْتُ بِمَا تَكَفَّلَ اللهُ لِيْ وَمَا تَعَشَّيْتُ وَمَا تَغَدَّيْتُ إِلَّا مَعَ الضَّيْفِ

Suatu ketika, nabi Ibrahim as. pernah ditanya, “Sebab apa Allah SWT menjadikanmu kekasih-Nya?”

Nabi Ibrahim as. menjawab, *”Karena tiga perkara, yaitu: Aku selalu mengutamakan perintah Allah di atas perintah selain-Nya; Aku tidak pernah mengkhawatirkan rezeki yang telah ditanggung Allah; Aku tidak makan di sore maupun di pagi hari kecuali bersama tamu.”*

Bahkan suatu riwayat menyebutkan bahwa nabi Ibrahim as. pernah berjalan sejauh satu sampai dua mil hanya untuk mencari orang yang akan diajak makan bersama.

—Dikutip dari Kitab Nasha’ihul ‘Ibad karya Imam Nawawi Al-Bantani by halim ambiya.