Kajian Islam (Kalam Ulama). One Day One Hadits #6: Sedekah dari Harta Haram

بسم الله الرحمن الرحيم

كتاب الطهارة
باب فرض الوضوء

حَدَّثَنَا مُسْلِمُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ أَبِي الْمَلِيحِ عَنْ أَبِيهِ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا يَقْبَلُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ صَدَقَةً مِنْ غُلُولٍ وَلَا صَلَاةً بِغَيْرِ طُهُورٍ. رواه أبو داود

Artinya:
dari Abu Al Malih (W. 112 H) dari Ayahnya (Usamah bin ‘Umair) dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “Allah ‘Azza wa Jalla tidak menerima sedekah dari harta ghulul (harta rampasan perang yang dicuri) dan juga tidak menerima shalat tanpa bersuci.”
H.R. Abu Daud (W. 275 H)

Baca juga : One Day One Hadits #5: Larangan seorang waria (banci) memasuki rumah wanita Ajnabi

Istifadah:
Hadis ini dengan tegas menyatakan bahwa sedekah yang berasal dari harta ghulul tidak dapat diterima. Hal ini berlaku untuk semua jenis harta yang diperoleh dengan cara haram, seperti hasil mencuri, korupsi dan sebagainya.

Banyak asumsi-asumsi keliru yang menganggap bahwa bersedekah dengan harta korupsi dapat menutup dosa korupsinya. Hal ini tentu keliru, sebab sedekahnya pun tidak dapat diterima. Sehingga, tidak dapat dibenarkan ketika seseorang melakukan tindak korupsi dengan niat harta hasil korupsinya akan digunakan untuk sedekah.

Sabtu, 20 Rabi’ul Awal 1439 H/9 Desember 2017 M

[Lembaga Kajian & Riset Rasionalika Darus-sunnah]