Kajian Islam (Kalam Ulama). One Day One Hadits #19 : Membela Kaum Difabel

بسم الله الرحمن الرحيم

كتاب الأذان 
بَابٌ أَذَانُ الْأَعْمَى إِذَا كَانَ لَهُ مَنْ يُخْبِرُهُ

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مَسْلَمَةَ ، عَنْ مَالِكٍ ، عَنِ ابْنِ شِهَابٍ ، عَنْ سَالِمِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ ، عَنْ أَبِيهِ ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – قَالَ: *إِنَّ بِلَالًا يُؤَذِّنُ بِلَيْلٍ ، فَكُلُوا وَاشْرَبُوا حَتَّى يُنَادِيَ ابْنُ أُمِّ مَكْتُومٍ،* وَكَانَ رَجُلًا أَعْمَى، لَا يُنَادِي حَتَّى يُقَالَ لَهُ : أَصْبَحْتَ، أَصْبَحْتَ. رواه البخاري

Artinya:
Dari Salim bin Abdillah dari bapaknya, Abdullah bin Umar (w. 73 H) berkata: “bahwasanya Rasulullah Saw. bersabda: “Sesungguhnya Bilal melakukan adzan di waktu malam (sebelum terbit fajar) maka makan dan minumlah kalian sampai Ibnu Ummi Maktum mengumandangkan adzan (ketika telah terbit fajr).” Ibnu Umar berkata: “Ibnu Ummi Maktum itu seorang tunanetra. Ia tidak adzan sehingga dikatakan kepadanya ‘telah Subuh, telah Subuh’.” H.R. Bukhari (w. 256 H)

Baca Juga One Day One Hadits #18 : Mengucapkan Salam kepada Non Muslim

Istifadah:
Sebagian kita sering tidak sadar bahwa Allah telah memberikan begitu banyak anugerah, termasuk bahwa kita sama dengan orang lain dari segi kelengkapan dan kesehatan fisik. Di sisi lain, ada di antara saudara kita yang memiliki kekurangan dari segi fisik dan kondisi biologis atau yang sering disebut kaum _difabel_ (different ability). Bila diterjemahkan secara bebas, artinya mereka yang memiliki tingkat kemampuan berbeda dari orang kebanyakan. Sebagian orang _difabel_ sejak lahir dan sebagian karena suatu peristiwa, seperti kecelakaan, kekerasan, dll.

Sebagian mereka, apalagi yang mengalami difabel karena suatu kecelakaan tertentu mengalami gejala psikologis seperti depresi trauma, takut, dan tidak percaya diri. Akibatnya interaksi dan peran sosial mereka di tengah masyarakat menjadi terganggu. Apalagi masih ditemukan perlakuan diskrimanatif terhadap mereka di tengah masyarakat. Bahkan mereka seringkali dianggap sebagai sekelompok orang yang lemah dan tidak berdaya.

Dalam hadis di atas, Rasulullah telah memberikan contoh bagaimana menghormati dan memuliakan kaum difabel seperti Abdullah bin ummi Maktum sebagaimana manusia lainnya. Beliau adalah sosok pembela hak-hak kaum difabel. Bahkan beliau selalu berada di garis terdepan untuk memastikan bahwa orang-orang yang memiliki keterbatasan dipenuhi hak kebutuhannya. Kita tentu mengenal Julaibib. Dia adalah seorang sahabat yang dijauhi oleh orang-orang di sekitarnya karena memiliki tubuh yang pendek dan tak menawan. Namun Rasulullah justru melamarkan seorang gadis cantik untuknya.

Oleh karena itu, marilah kita mencontoh Rasulullah Saw. dengan memuliakan kaum difabel, memenuhi hak-hak mereka dan memperlakukan mereka seperti manusia lainnya. Karena dalam Islam, semua manusia sama, tidak ada yg membedakan antara satu manusia dengan yang lainnya melainkan ketakwaannya kepada Allah Swt.

Selasa, 08 Rabi’ul Akhir 1439 H/ 26 Desember 2017 M

[Lembaga Kajian & Riset Rasionalika Darus-sunnah]​