Kajian Islam (Kalam Ulama). One Day One Hadits #18 : Mengucapkan Salam kepada Non Muslim

بسم الله الرحمن الرحيم
كتاب السلام
بَاب النَّهْيُ عَنِ ابْتِدَاءِ أَهْلِ الْكِتَابِ بِالسَّلَامِ. حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ يَعْنِي الدَّرَاوَرْدِيَّ عَنْ سُهَيْلٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لا تَبْدَءُوا الْيَهُودَ وَلَا النَّصَارَى بِالسَّلَامِ فَإِذَا لَقِيتُمْ أَحَدَهُمْ فِي طَرِيقٍ فَاضْطَرُّوهُ إِلَى أَضْيَقِهِ. رواه مسلم

Artinya : 
Dari Abu Hurairah (w. 58 H) bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: 
Janganlah kalian mendahului orang-orang Yahudi dan Nasrani dalam memberi salam. Apabila kalian berpapasan dengan salah seorang di antara mereka di jalan, maka desaklah dia ke jalan yang paling sempit. HR.Muslim (261 H)

Istifadah :
Hadis ini menjelaskan tentang larangan seorang muslim mengucapkan salam (kalimat “Assalaamu’alaikum”) terlebih dahulu kepada non muslim. Karena sejatinya yang mendapat keselamatan hanyalah orang-orang islam.
Akan tetapi mengucapkan salam di hadapan orang-orang banyak yang terdiri dari muslim dan non-muslim adalah boleh, sebagaimana yang pernah diperbuat Nabi saw.
Dan bila hendak menjawab salam dari non-muslim, kita diajarkan untuk cukup dengan mengucapkan “wa’alaikum ‌Lalu maksud hadis “desaklah dia ke jalan yang paling sempit” adalah janganlah kalian menyingkir untuk memberikan mereka jalan yang luang dengan maksud untuk memuliakan mereka dan menghormati mereka. Jalanlah seperti biasanya. 
Bukan maksud hadis disini adalah ketika orang muslim bertemu mereka di jalan yang luas lalu mendesak mereka ke tepi jalan sampai mereka merasa kesempitan. Karena perbuatan tersebut merupakan bentuk penganiayaan. Kita dilarang untuk menganiaya orang lain walaupun beda agama tanpa sebab tertentu. Karena Islam adalah agama damai yg tidak membenarkan tindak kekerasan dan kezaliman.

Senin 07 Rabi’ul Akhir 1439 H/ 25 Desember 2017 M

[Lembaga Kajian & Riset Rasionalika Darus-Sunnah]