Kajian Islam (Kalam Ulama). One Day One Hadits #16 : Menghargai Sesama 

بسم الله الرحمن الرحيم 
كتاب الأطعمة
بَاب الْأَكْلِ مَعَ الْخَادِمِ 
حَدَّثَنَا حَفْصُ بْنُ عُمَرَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ مُحَمَّدٍ هُوَ ابْنُ زِيَادٍ قَالَ سَمِعْتُ أَبَا هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا أَتَى أَحَدَكُمْ خَادِمُهُ بِطَعَامِهِ فَإِنْ لَمْ يُجْلِسْهُ مَعَهُ فَلْيُنَاوِلْهُ أُكْلَةً أَوْ أُكْلَتَيْنِ أَوْ لُقْمَةً أَوْ لُقْمَتَيْنِ فَإِنَّهُ وَلِيَ حَرَّهُ وَعِلَاجَهُ. (رواه البخاري) 

Artinya:
Dari Muhammad bin Ziyad al-Jamhi (w. 120 H) berkata: “Aku mendengar Abu Hurairah (w. 58 H) dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Jika pembantu salah seorang dari kalian datang dengan membawa hidangan makanan, jika kalian tidak mengajaknya duduk bersama (untuk makan), hendaklah diberikan untuknya satu atau dua suapan (porsi makan). Sebab ia telah merasakan panas dan lelah (ketika memasaknya).”
HR Bukhari (w. 256 H)

Baca Juga One Day One Hadits #15 : Berbakti Kepada Orang Tua

Istifadah : 
Islam sangat memuliakan dan menghargai sesama manusia hingga pada pembantu sekalipun. Karena dalam Islam semua manusia sama kedudukan di hadapan Allah Swt. Yang membedakan adalah siapa yang paling Takwa kepada Allah Swt. 
Dalam hadis ini, setidaknya ada 3 pengertian tentang makan bersama pembantu:

  1. Menurut Imam Ahmad dan Imam Tirmidzi, dianjurkan makan bersama pembantu jika memungkinkan. Jika tidak, berilah ia satu porsi dari makanan tersebut. 
  2. Dianjurkan makan bersamanya jika tidak merasa keberatan karna takut kehilangan wibawa. 
  3. Menurut riwayat Jabir dari Imam Ahmad, hendaknya makan bersamanya. Apabila salah seorang dari anggota keluarga tersebut tidak menyukai akan hal tersebut, maka berilah satu porsi dari makanan tersebut. 

Hadis di atas membawa pesan kepada kita bahwa menghargai jerih payah seseorang meskipun berbeda kedudukan itu sangatlah penting. Oleh karena itu, hargailah seseorang jika ingin di hargai kembali.

Sabtu, 05 Rabi’ul Akhir 1439 H/ 23 Desember 2017 M

[Lembaga Kajian & Riset Rasionalika Darus-Sunnah]