Kajian Islam (Kalam Ulama). One Day One Hadits #13 : Menahan Amarah

بسم الله الرحمن الرحيم
كتاب الأدب
باب كظم غيظا
حدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ إِبْرَاهِيمَ التَّيْمِيِّ عَنْ الْحَارِثِ بْنِ سُوَيْدٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا تَعُدُّونَ الصُّرَعَةَ فِيكُمْ قَالُوا الَّذِي لَا يَصْرَعُهُ الرِّجَالُ قَالَ لَا وَلَكِنَّهُ الَّذِي يَمْلِكُ نَفْسَهُ عِنْدَ الْغَضَبِ. رواه ابو داود

Artinya:
Dari Abdullah bin Mas’ud (w. 32 H) berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Menurut kalian, siapa yang kalian anggap paling kuat?” para sahabat menjawab, “Yaitu orang yang tidak terkalahkan dalam adu gulat.” Beliau bersabda: “Bukan itu, orang yang kuat adalah orang yang mampu menahan dirinya saat marah.”
H.R. Abu Daud (w. 275 H) 

Baca Juga One Day One Hadits #12 : Mencintai Tanah Air

Istifadah :
Hadis ini mengandung ajakan menahan dan mengontrol emosi disaat marah. Orang yang kuat adalah orang yang bisa mengalahkan hawa nafsunya sendiri, karena terkadang orang tersebut mampu mengalahkan orang lain, namun terhadap dirinya sendiri betapa banyak orang yang tidak sanggup menahan hawa nafsunya. Orang yang sebenarnya mampu melampiaskan kemarahan, namun ia bersabar dan menahan dirinya dari kemarahan dalam rangka mendapatkan pahala dari Allah, Maka Allah Subhanaahu wa Ta’aalaa akan memberikan surga bagi siapa saja yang mampu menahan hawa nafsunya, sebagaimana Firman-Nya :

وَأَمَّا مَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِ وَنَهَى النَّفْسَ عَنِ الْهَوَى (40) فَإِنَّ الْجَنَّةَ هِيَ الْمَأْوَى (41)

Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya, maka sesungguhnya syurgalah tempat tinggal(nya) (QS. An Naazi’aat : 40-41). Oleh karena itu menahan amarah adalah suatu perbuatan terpuji yang menunjukkan pribadi yang dicontohkan oleh Rasullah Saw. dan akan mendapatkan ganjaran pahala yang berlipat ganda dari Allah Swt.

Rabu, 2 Rabi’ul Akhir 1439 H/ 20 Desember 2017 M

[Lembaga Kajian & Riset Rasionalika Darus-Sunnah]