Kajian Islam (Kalam Ulama). One Day One Hadits #10 : Menutup Mulut dengan Tangan Ketika Menguap

بسم الله الرحمن الرحيم

كتاب الأدب
باب إذا تثاءب فليضع يده على فيه

حَدَّثَنَا عَاصِمُ بْنُ عَلِيٍّ حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي ذِئْبٍ عَنْ سَعِيدٍ الْمَقْبُرِيِّ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْعُطَاسَ وَيَكْرَهُ التَّثَاؤُبَ فَإِذَا عَطَسَ أَحَدُكُمْ وَحَمِدَ اللَّهَ كَانَ حَقًّا عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ سَمِعَهُ أَنْ يَقُولَ لَهُ يَرْحَمُكَ اللَّهُ وَأَمَّا التَّثَاؤُبُ فَإِنَّمَا هُوَ مِنْ الشَّيْطَانِ فَإِذَا تَثَاءَبَ أَحَدُكُمْ فَلْيَرُدَّهُ مَا اسْتَطَاعَ فَإِنَّ أَحَدَكُمْ إِذَا تَثَاءَبَ ضَحِكَ مِنْهُ الشَّيْطَانُ. رواه البخاري

Artinya:
Dari Abu Hurairah (w. 57 H) dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda: “Sesungguhnya Allah menyukai bersin dan membenci menguap, apabila salah seorang dari kalian bersin, lalu memuji Allah, maka kewajiban setiap muslim yang mendengarnya untuk mengucapkan; “Yarhamukallah (semoga Allah merahmatimu), sedangkan menguap datangnya dari setan, dan apabila salah seorang dari kalian menguap, hendaknya ia menahan semampunya, karena jika salah seorang menguap, maka Setan tertawa karenanya.”
H.R. Bukhari (w. 256 H)

Baca Juga  Kajian al-Hikam (9) : Amal dan Buahnya

Istifadah:
Hadis ini menjelaskan bahwa Allah senang terhadap hamba yang memuji-Nya tatkala sedang bersin, kecuali dalam keadaan sakit. Sebaliknya, bagi seseorang yang hendak menguap diusahakan untuk menahannya. Karena, dalam keadaan tersebut Setan datang dan menertawakannya, ia senang melihat raut wajah seseorang yang menguap.

Imam Nawawi mengatakan bahwa orang yang menguap dihampiri oleh Setan. Ia akan mengajak kepada perkara yang buruk, yakni membuat badan seorang hamba terasa berat, lemas dan seakan badannya terisi penuh.

Bahkan dalam riwayat lain dikatakan bahwa ketika seseorang menguap, setan akan masuk ke aliran darah, namun dapat ditangkal dengan berdzikir.

Ketika membaca Al-Quran, seorang hamba dianjurkan untuk menghentikan bacaannya tatkala menguap, dan menutup mulutnya, baik dengan alat atau tidak. Sedangkan dalam shalat terdapat pengecualian, karena menyebabkan adanya tambahan gerakan sholat. Jadi ia harus menahan dengan cara merapatkan gigi atau bibir.

Tatkala seorang hamba sedang menguap, dianjurkan untuk tidak bersuara karena menyerupai anjing yang melolong. Anjing yang melolong pasti akan menghadap ke atas, membuka mulutnya dan bersuara. Hal tersebut perumpamaan bagi seseorang yang tidak tahu adab menguap yang benar.

[Lembaga Kajian & Riset Rasionalika Darus-sunnah]

Kamis, 25 Rabi’ul Awal 1439 H/14 Desember 2017 M