Mauidzoh : Ustadzah Halimah Alaydrus fii Majlis Muslimah Fathurrahmah

Dalam kitab ini diterangkan bahwa :

جبلت القلوب على حبّ من احسن اليها وبعض من اساء اليها

” Hati diberi tabi’at untuk mencintai orang yang berbuat baik kepadanya, dan membenci orang yang berbuat buruk kepadanya”

Artinya, sebagai sesama manusia hendaklah saling berbuat baik, saling mencintai, berperangai lemah lembut. Ketika kita merasa bahwa ketidak nyamanan menerima perlakuan yang buruk dari orang lain adalah wajar, maka hendaklah segera mungkin berdo’a agar orang tersebut diberi hidayah agar lembut hatinya. Apalagi di bulan haram (mulia) ini hendaklah perbanyak amal yang ahsan.

Ada keterangan bahwa Muharram adalah lebarannya anak yatim sebab Allah lipatgandakan segala hal yang mencakup kebaikan terlebih menyantuni anak yatim. Beberapa amalan yang bisa kita amalkan diantaranya :

  1. Luaskanlah rizqimu kepada keluargamu (tanggunganmu). Dinukil dari sebuah hadits bahwa “Barang siapa meluaskan rizqi kepada keluarga (tanggungan ) maka Allah SWT akan meluaskan rizqinya sepanjang tahun
  2. Menyantuni anak yatim, Ada keterangan yang menyatakan bahwa menyantuni anak yatim merupakan فضائل الاعمل. Usaplah kepalanya dan do’akan, dan pintakan keridlaannya untuk mendo’akan kita. Adapun batasan sunah mengusap kepala anak yatim adalah sampai ia balligh.
  3. Perbanyaklah puasa, dianjurkan pada tanggal 9 Muharram (Hari Tasua) dan 10 Muharram (Hari Asyura). Dahulu, ketika pada tahun 11 Hijriyah Nabi SAW bertanya kepada orang Yahudi kenapa ikut berpuasa pada 10 Muharram? Jawabnya karena Allah menyelamatkan Musa dari Fir’aun dtengah laut. Maka dari itu Rasulullah SAW berniat bahwa jika beliau diberi umur untuk bertemu Muharram pada tahun berikutnya maka ummat Islam harus berpuasa pada tanggal 9 dan 10 Muharram agar tidak menyerupai Yahudi. Akan tetapi, waktu itu Rasul wafat lebih dulu sebelum berjumpa kembali dengan Muharram. Karena cintanya kepada Rasul, ummat Islam pada tahun berikutnya melaksanakan niat yg diinginkan Rasulullah SAW.
  4. Memperbanyak dzikir terutama membaca حسبي الله ونعم الوكيل نعم المولى ونعم النّصير
  5. Ketika dalam permasalahan rizqi atau hajat yang belum terkabul perbanyaklah membaca do’a asyura

Sumber : Fashl Hadits dari Kitab yang dikarang oleh Al Habib Muhammad bin Abdullah Al Haddaar (Yaman)