Serba Serbi Islam (Kalam Ulama) Dikisahkan ole Habib Mundzir, dulu waktu aku masih belajar di kota ini (Tarim). Ada salah satu murid Al Habib Umar bin Hafidz yang melakukan pelanggaran berat yaitu mabuk minuman keras. Mengetahui akan hal itu, Habib Umar menjadi marah besar.

Aku tidak pernah melihat Habib Umar marah seperti waktu itu (memang jarang sekali beliau marah, bahkan hampir tidak pernah). Akhirnya anak itu dipulangkan ke negaranya (Indonesia). Sepulangnya ia ke Indonesia, perbuatannya semakin hari semakin parah.

(Baca Juga : Dzikir Dengan Tasbih)

Setiap malam ia pergi ke diskotik dan minum minuman keras. Kami tahu bahwa hal ini terjadi disebabkan kemarahan Habib Umar. Ketika aku pulang ke Indonesia, aku mendengar bahwa anak itu meninggal dunia. Aku datang ke rumahnya untuk bertakziah, di sana aku bertemu dengan ayahnya.

Sang ayah lantas menceritakan semua yang terjadi pada anaknya. ”Alhamdulillah… anakku ini sudah bertobat sebelum ia wafat. Seminggu sebelum wafatnya, ia mimpi bertemu gurunya Habib Umar bin Hafidz, beliau berkata pada anakku: ”al’aan waqtak”. sekarang sudah tiba waktumu.”

Keesokan harinya, ia mengaku bahwa semua keinginan maksiatnya telah hilang. Entah kenapa mulai saat itu yang ia kerjakan hanyalah pergi ke masjid, membaca al Quran dan berdoa sambil menangis dalam shalat tahajjudnya. Sampai akhirnya ia meninggal dunia seminggu setelahnya.”

Source: www.fiqihmuslim.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here