Serba Serbi Islam (Kalam Ulama). Dalam kitab Irsyadul ‘Ibad karya Syaikh Al-Malibari halaman 130 cetakan Darul Kutub Al-Islamiyah diriwayatkan bahwa ada seorang lelaki di musim haji yang senantiasa membaca sholawat dalam setiap kegiatan hajinya. Hingga seseorang bertanya kepadanya, “Mengapa kamu tidak menyibukkan diri dengan doa-doa yang ma’tsur (yang biasa dibaca orang lain dalam haji)?” Sedikit menyindir kelakuannya tersebut.

Ia pun menjawab dengan bercerita:

Awalnya aku berangkat haji bersama ayahku. Hanya saja beliau wafat saat kami baru sampai di kota Basrah. Tatkala orang-orang akan mengurus jenazahnya, aku pun menyingkap kain penutup wajah beliau. Alangkah kagetnya diriku. Wajah beliau berubah menjadi keledai. Aku sangat sedih dengan hal tersebut. (Baca Juga : Ijazah Habib Umar Bin Hafidz di Bulan Maulid : Membaca 3000x Sholawat

Aku menangis hingga aku tertidur. Dalam tidurku aku bermimpi melihat Rasulullah SAW. Aku menghampiri beliau dan menceritakan kejadian yang menimpa ayahku.

Beliaupun bersabda, “Sesungguhnya ayahmu adalah orang yang suka memakan riba, dan orang yang suka memakan riba akan dibalas oleh Allah semenjak di dunia hingga akhirat nanti. Tapi tenang, ayahmu adalah orang yang suka bersalawat kepadaku. Ia senantiasa bersalawat kepadaku seratus kali setiap malam sebelum tidur. Aku tahu itu, sebab setiap kali ia bersalawat seorang malaikat yang memang ditugaskan membawa amal umatku untuk diperlihatkan kepadaku datang membawa sholawat ayahmu. Aku akan memohon kepada Allah agar mengizinkan aku mensyafaati ayahmu.”

Akupun terbangun. Aku langsung melihat wajah ayahku dan kudapati wajahnya telah berubah kembali, bahkan kini ia bersinar bak bulan purnama.

Saat beliau akan dimakamkan aku mendengar suara misterius. Katanya, “Sebab pertolongan bagi ayahmu adalah kebiasaannya membaca sholawat dan salam untuk Rasulullah SAW.”

Sejak saat itu aku tidak pernah meninggalkan bacaan sholawat kapanpun dan dimanapun aku berada. Allahumma Sholli Ala Sayyidina Muhammad. (Baca Juga Tanya Jawab Islam: Apakah Nabi Menjawab Shalawat Dan Salam Dari Umatnya?)

Bogor, 22 November 2017
Oleh : Ustadz Adhli Alqarni