Kajian Al Hikam (Kalam Ulama). “Jangan sekali-kali dirimu ragu terhadap janji (Allah) yang belum terpenuhi, padahal Allah telah menetapkkan waktu pengabulannya, demikian itu supaya tidak menyebabkan buramnya mata hatimu (bashirah) dan padamnya rahasia batinmu (sirr).”

لاَ يـُشَـكِّكَــنَّكَ فيِ الْـوَعْدِ عَدَمُ وُقُــوْعِ الْـمَـوْعُـوْدِ ، وَ إِنْ تَـعَـيَّنِ زَمَنُهُ ؛ لِئَـلاَّ يـَكُوْنَ ذَ لِكَ قَدْحًـا فيِ بَـصِيْرَ تِـكَ ، وَ إِخْمَـادً ا لِـنُورِ سَرِ يـْرَ تِـكَ

Maqalah di atas menjelaskan bahwa manusia sering dihinggapi sikap ragu bahkan putus asa ketika keinginannya belum terkabulkan. Seperti manusia yg sedang menghadapi masalah lalu dia berdoa diiringi usaha dan ikhtiar, namun masalahnya tidak kunjung usai. Saat itu muncul sikap ragu terhadap janji Allah karena merasa masalahnya tidak ada solusinya. Padahal Allah sudah menetapkan solusi dan penyelesaian yang terbaik menurut Allah utk hamba2Nya. Sesungguhnya sikap ragu tersebut hanya letupan emosi sesaat. Karena itu, jangan biarkan sikap ragu tersebut muncul menguasi diri karena dapat menyebabkan buramnya mata hati dan pudarnya cahaya ilahiyah dalam hati. Maka dari itu, jangan pernah terbersit ragu terhadap janji Allah, karena sesungguhnya Allah pasti memenuhi janji-Nya. (Baca Juga Kajian Islam, Kajian Al Hikam (2) : Syahwat (Keinginan kepada Duniawi) dan Himmah (Keinginan menuju Allah)

Nagrak Cikeas, 19 Januari 2017
Oleh : Dr. KH. Ali Abdillah, MA (al-Rabbani Islamic College)