Kajian Al Hikam (Kalam Ulama). Butanya Mata Hati

اِجْتِهَادُكَ فِيمَا ضُمِنَ لَكَ، وَ تـَقْصِيْرُكَ فِيمَا طُلِبَ مِنْكَ، دَ لِيلٌ عَلَى انـــْطِمَاسِ الْــبَصِيْرةِ مِنْكَ

“Kesungguhanmu dalam meraih sesuatu yang telah dijamin oleh Allah bagimu, dan kelalaianmu dalam menjalankan sesuatu yang dituntut oleh Allah kepadamu merupakan bukti butanya mata hatimu.” (Baca Juga Kajian Al Hikam (1) : Bersandarlah pada Allah)

Maqalah di atas menjelaskan bahwa ciri2 orang yang buta mata hatinya (bashiratul qalbi) yaitu: Pertama, menyakini bahwa Allah tidak menanggung rizki hambanya sehingga dia melakukan upaya dan kerja keras seolah2 dia memiliki kemampuan utk menentukan rizkinya. Padahal Allah sudah menjamin rizki semua makhluk hidup di alam semesta. Kedua, mengabaikan tuntutan melaksanakan ibadah kepada Allah seolah2 dirinya merasa tidak ada tanggung jawab dalam melaksanakan ibadah. Itulah tanda-tanda orang yang dibutakan mata hatinya. Na’udzubillah min dzalik.

Pengabulan Doa

لاَ يَــكُنْ تَــأَخُّرُ أَ مَدِ الْعَطَاءِ مَعَ اْلإِلْـحَـاحِ فيِ الدُّعَاءِ مُوْجِـبَاً لِـيَأْسِكَ؛ فَـهُـوَ ضَمِنَ لَـكَ اْلإِجَـابَـةَ فِيمَا يَـخْتَارُهُ لَـكَ لاَ فِيمَا تَـختَارُ لِـنَفْسِكَ؛ وَفيِ الْـوَقْتِ الَّـذِيْ يُرِ يـْدُ لاَ فيِ الْـوَقْتِ الَّذِي تُرِ يدُ

“Jangan karena keterlambatan datangnya pemberian kepadamu saat dirimu telah bersungguh-sungguh dalam berdoa menyebabkan dirimu putus asa. Sebab Allah telah menjamin pengabulan doa (yg dipanjatkan) sesuai dengan pilihan Allah kepadamu, bukan sesuai dengan pilihanmu untuk dirimu, dan pada waktu yang Dia kehendaki bukan waktu yang kamu kehendaki.”

Maqalah di atas memberikan penegasan bahwa Allah pasti mengabulkan doa-doa hambanya, namun pengabulan doa tersebut ada dua catatan: Pertama, pengabulan doa sesuai dengan pilihan dan kehendak Allah bukan sesuai pilihan dan keinginan kehendakmu. Kedua, soal waktu pengabulan doa yaitu sesuai dengan waktu yang dikehendaki oleh Allah bukan waktu yg sesuai dengan kehendakmu. Karena itu, jangan putua asa ketika doamu belum dikabulkan oleh Allah sesuai keinginanmu karena sesungguhnya Allah lebih tahu waktu yg tepat pengabulan doa bagimu.

Oleh : Dr. KH. Ali Abdillah, MA (al-Rabbani Islamic College)