Kajian Al-Hikam (Kalam Ulama). Kajian al-Hikam 13 : Belenggu Menuju Allah

“Bagaimana hati akan bercahaya sementara warna-warni duniawi masih melekat dlm cermin hatinya ? Bagaimana melangkah menuju Allah, sementara nafsu syahwat masih membelenggu dirinya ? Bagaimana akan menjumpai Allah, sementara sifat lalai (gaflah) belum bersih dari dirinya. Bagaimana berharap ingin mengerti rahasia yang halus dan tersembunyi, sementara belum bertaubat dari kekeliruannya.” (Baca juga: Kajian Al-Hikam (12) : Pentingnya Tafakur dan Dzikir)

كيف يُشْرقُ قلبٌ صُوَرُالاَكوَانِ مُنطبِعَة ٌ فى مِرْاَته ؟ ام كيفَ يرحلُ الى الله وهو مُكبَّلٌ بِشهواتِهِ ؟ ام كيفَ يَطمعُ ان يَدْخُلَ حَضرَةَ اللهِ وهو لم يتطهَّرْ من جنابةِ غفلاتهِ ؟ ام كيفَ يرجُواَنْ يَفهَمَ د قاءـقَ الاسراَرِ وهُوَ لمْ يَتـُبْ من هفَوَاتِهِ؟

Selama empat hal masih membelenggu salik maka akan menjadi hijab untuk menuju Allah.
1. Hati harus bersih dari kecintaan duniawi
2. Jiwa harus terlepas dari belenggu nafsu syahwat
3. Selalu ingat Allah supaya hati tdk lalai Allah.
4. Menghindari kesalahan dan dosa supaya tersingkap rahasia2 batiniyah.
Semoga Allah menjaga diri kita dari empat hal yang dapat menjadi tirai menuju Allah. (Baca juga: Kajian al-Hikam (11) : Pribadi Berkualitas)

oleh : Dr KH Ali M Abdillah, MA

al-Rabbani, 24/4/17